Adventurer Kein Chapter 1

Oleh Alone of Nyx on March 10, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 1 Bahasa Indonesia ―


 

Chapter 1: Prolog —

 

 

Kein, Adventure berusia setengah baya, sekali lagi memanen ramuan obat-obatan sebagai quest dari adventure guild.

(Note: Paruh baya = 55 Tahun / Setengah baya = 30an)

 

Sambil mengemasi ramuan obat dari gunung ke tasnya, sebisa mungkin dia membiarkan para goblin dan makhluk lemah melewatinya, tapi kadang-kadang dia akan melawan mereka.

 

“Oh, ada banyak wolfberry dan sauvage” (Kein)

Wolfberry

[collapse]

Rumput Sauvage

[collapse]

 

Dia juga akan mengumpulkan buah dan sayuran liar sebagai makanannya saat melakukan quest tersebut.

 

“Mungkin sebaiknya aku meminta master Bacchus untuk memasaknya lagi.” (Kein)

 

Wolfberry enak dimakan mentah, tapi sering digunakan sebagai makanan pencuci mulut. Ini adalah buah yang tumbuh di gunung Kuko.

 

Rumput Sauvage merupakan favorit dari warung kedai 「 Bacchus 」 , memiliki rasa pahit saat direbus sebentar, dan bagus sebagai lauk untuk sake.

 

“Aku bahkan tidak keberatan jika itu menjadi bahan untuk telur dadar.” (Kein)

 

Membayangkannya saja sudah cukup membuatnya ngiler.

 

Permintaan untuk mengumpulkan ramuan obat-obatan tidak menghasilkan banyak uang sehingga membuatnya tidak populer, tapi relatif aman untuk adventure peringkat D, seperti Kein, yang melakukannya sendiri, dan pekerjaan kecil seperti ini bisa bertahan untuk waktu yang lama.

 

“Kalau begitu, aku sudah mengambil cukup untuk bagianku, sisanya akan menjadi persembahan.” (Kein)

 

Kein turun dari gunung dan berhenti di kuil kecil di pintu masuk gunung.

 

Dia membersihkan sebuah patung kecil di kuil kecil tersebut, menaruh buah wolfberry segar sebagai persembahan, lalu menggabungkan kedua tangannya dan berdoa.

 

“Aku bisa mengakhiri petualanganku dengan selamat hari ini, terima kasih.” (Kein)

 

Ilustrasi

[collapse]

 

Kuil lusuh kecil yang nyaris tidak bisa bertahan dari hujan dan angin dibuat oleh Kein sendiri.

 

Kein menemukan sebuah patung dewa tua yang ditinggalkan saat dia mendaki gunung untuk memanen tanaman obat, terlihat telah ditinggalkan dan usang yang mengingatkannya pada dirinya sendiri, sehingga dia membangun sebuah kuil yang lusuh dan berdoa di sana.

 

Dia tidak tahu apa yang dimaksud dengan dewa, tapi ketika dia membersihkannya dengan mata air dari gunung, itu merupakan patung kecil yang cantik.

 

Jika diabadikan di sana, mungkin itu adalah dewa penjaga gunung tersebut.

 

“Kalau begitu ……” (Kein)

 

Dia mengambil persembahan buah yang lama dan menguburnya di dekat kuil tersebut.

 

Dengan begitu akhirnya akan menjadi pohon, kuil akan mempunyai tempat teduh belakangnya.

 

“…… Tte, eeh!” (Kein)

 

Kein terkejut.

 

Pohon besar yang belum pernah dilihat sebelumnya tumbuh di sana.

 

Itu adalah sebuah keajaiban.

 

Mungkin itu merupakan berkah dari Kami-sama.

 

Saat Kein dengan sedikit rasa takut mendekatinya, dia melihat hanya ada satu pohon besar dengan satu buah besar di atasnya.

 

“Apakah bisa dimakan?” (Kein)

 

Itu merupakan buah yang tidak biasa bahkan Kein yang berlari melewati bukit dan gunung untuk mengumpulkan ramuan obat-obatan tidak mengetahuinya.

 

Untuk saat ini, dia memetiknya dan memeriksanya dalam buku tumbuh-tumbuhan seukuran saku yang selalu dia bawa.

 

“Ini, tidak mungkin ……” (Kein)

 

Hanya ada satu tanaman yang terkait.

 

SSS langka 「 Buah Kebangkitan 」

 

【 Tanaman legendaris yang tumbuh di Pegunungan Kuko . Namun, pohon itu akan dibungkus kabut misterius dan hilang setelah buah dipetik. Ini adalah salah satu tanaman langka dengan kesulitan tertinggi dalam menemukannya, hanya bisa ditemukan satu kali dalam satu dekade. Ini terkenal sebagai bahan untuk ramuan kebangkitan dan 「 Drop of Life 」 , nilai pasarnya tak terukur. 】

 

Pegunungan Kuko adalah gunung ini.

 

Saat dia berbalik, pohon yang seharusnya berdiri di sana sudah lenyap.

 

Tangan Kein gemetar sambil memegang buahnya.

 

“Apakah ini benar barang barang langka 「Buah Kebangkitan」?” (Kein)

 

Setelah mengetahuinya, dia mengatakannya dengan suara gemetar.

 

Sulit dipercaya, rasanya seperti memenangkan hadiah pertama dalam undian sepuluh kali.

 

Jika dia menjual ini, kehidupan adventure Kein akan terjamin.

 

Ia juga bisa mendapatkan rumah dengan taman kecil seperti yang selalu ia lihat dalam mimpinya.

 

Dia bahkan punya cukup uang untuk minum, bukan bir murah tapi bir dingin setiap malam.

 

Hal itu membuat Kein meneguk hanya karena membayangkan bir dingin yang lezat.

 

Lalu.

 

“Tidak ada, tidak, tidak ada !” (Anastrea)

 

Dan kemudian seorang gadis berambut merah yang mengenakan baju besi emas yang bersinar memotong rumput dengan pedangnya dan keluar dari gunung.

 

Pemandangannya terlalu aneh, Kein terkejut lagi dan menghentikan kakinya.

 

“Ano, apa ada yang salah?” (Kein)

 

“Nee, paman. Apakah kamu melihat buah seperti ini? Itu seharusnya tumbuh di suatu tempat di gunung ini.” (Anastrea)

 

Hal yang tergambar di gambar yang dipegang gadis tersebut di tangannya persis sama dengan 「 Buah Kebangkitan 」 yang baru saja dia dapatkan.

 

“Jika itu yang dicari, aku baru saja mendapatkannya beberapa saat yang lalu.” (Kein)

 

“Beneran! Tolong, itu yang aku cari! Aku akan memberimu uang sebanyak yang kamu mau …… a, are.” (Anastrea)

 

Hanya beberapa koin perak yang jatuh bahkan setelah gadis itu membalik tas kulitnya yang mahal.

 

“Apakah ada yang salah?” (Kein)

 

“Aah, Aku sudah menggunakannya untuk mengumpulkan bahan lain untuk ramuan kebangkitan. Tapi aku benar-benar membutuhkannya, Jika dia tidak dibangkitkan lebih lama lagi, aku tidak bisa menghidupkan kembali temanku!” (Anastrea)

 

“Jadi begitu.” (Kein)

 

Melihat penampilan seorang gadis yang menarik dengan mata berkaca-kaca, nampaknya dia merupakan adventure seperti Kein.

 

Dia pasti sudah kehilangan temannya setelah melakukan petualangan yang tidak masuk akal.

 

Itu adalah hal yang biasa bagi adventure.

 

Dan ramuan kebangkitannya terlalu mahal untuk didapatkan oleh adventure.

 

Bahkan Kein yang kini dikenal dengan 「 Kein Pemanen Obat 」 juga memiliki masa-masa pemula.

 

Altena ……, Kein menggumamkan nama tersebut untuk pertama kalinya setelah sekian lamanya.

 

Gadis berambut merah di depannya mengingatkannya pada seorang gadis yang gagal dia lindungi 20 tahun yang lalu.

 

“Dari penampilanmu, sepertinya kamu merupakan adventure di kota ini kan? Lalu kau tahu tentang aku kan?” (Anastrea)

 

Gadis itu dengan yakin mengatakannya, tapi sayangnya, Kein tidak mengenalnya.

 

Namun, niatnya untuk berusaha membantu temannya terlihat sedikit menyilaukan bagi ojii-san.

 

“Kalau begitu, aku akan memberikannya padamu.” (Kein)

 

“Aku bersumpah atas nama Sword Princess, Anastrea, aku akan membalasnya, eh ?” (Anastrea)

 

 

Gadis yang wajahnya muram membuka mulutnya dan menatapku.

 

“Yah, aku akan memberikannya kepadamu, lagi pula aku hanya kebetulan menemukannya.” (Kein)

“Apakah kamu tahu betapa mahalnya『Buah Kebangkitan』? Cukup untuk membeli kastil, kau tahu.” (Anastrea)

 

Dia yakin jika gadis muda tersebut tidak bisa membelinya, dia akan terus mencarinya di pedalaman gunung.

 

Kein merasakan ketulusan dari gadis yang memberitahunya hal seperti itu.

 

Tentunya dia tidak bisa menerimanya begitu saja.

 

Dia adalah gadis yang baik.

 

“Lalu aku akan menjualnya padamu. Kalau begitu, dadah.” (Kein)

 

“Tu-tunggu!” (Anastrea)

 

Kein meletakkan 「 Buah Kebangkitan 」 di tanah, mengambil 3 koin perak yang jatuh dan meninggalkan tempat itu.

 

Aku tidak bisa menyelamatkan Altena, tapi gadis merah ini pasti akan menyelamatkan temannya.

 

Dan aku yakin aku bisa minum bir dingin hari ini dengan 3 koin perak ini.

 

Untuk diriku yang sekarang, ini pasti akan menjadi keberuntungan.

 

Kein pergi menuju kota dengan suasana hati yang bagus saat membawa tas berat berisi banyak ramuan obat.

 


Halaman Novel | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻