Adventurer Kein Chapter 10

Oleh Alone of Nyx on April 16, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 10 Bahasa Indonesia ―


Chapter 10: Apa Yang Sebenarnya Kamu Pikirkan!?

 

 

Pernyataan cinta mendadak Sephilia hampir membuat Anastrea pingsan, tapi berkat magic penyembuhan Sephilia dan magic bantuan Maya, Anastrea jadi sadar.

Setelah dia sadar, dia mulai berteriak.

 

“Se…Sephilia! Apa yang kamu pikirkan!?” (Anastrea)

“Aku akan bersumpah kepada Kein-sama.” (Sephilia)

“Apa-apaan itu? Aku kan sudah bilang untuk melihatnya tanpa diketahui sampai dia menjadi kuat, dan mengundangnya ke dalam party kita. Sumpah apaan!?” (Anastrea)

“Kein-sama merupakan takdirku……” (Sephilia)

“Takdirmu! A…A…Apa maksudmu!?” (Anastrea)

(So damn cute :v maaf ana bukan lolicon.)

“Coba tenang sedikit, Ana-hime! Jangan berbicara tanpa berpikir.” (Maya)

 

Maya mendengarkan situasi Sephilia selagi mengunci tangan Anastrea.

Setelah dihidupkan kembali, Dewa utama Odia mengatakan kepada Sephilia untuk “Carilah pasangan takdirmu untuk mendedikasikan dirimu.” dan menggunakan sumpah Saint.

Menurut Sephilia, pasangannya untuk bersumpah sudah ditentukan, dan itu Kein.

 

“Ah… Jadi begitu, itu bukanlah pernyataan cinta. Aku lega.” (Anastrea)

 

Anastrea sudah menjadi tenang, tapi kali ini, Maya terkejut.

 

“Tunggu bentar. Sumpah Saint yang kamu katakan sebelumnya, jangan-jangan sumpah saint yang ‘itu’?” (Maya)

“Ya” (Sephilia)

 

Sephilia dengan senangnya mengangguk.

 

“Dan, ossan itu?” (Maya)

“Ya.” (Sephilia)

 

Sephilia mengangguk dengan wajah mengantuk.

 

“Pria seperti dia! Sumpah hanya sekali dalam seumur hidup, dan itu untuk peringkat D, paman adventurer!?” (Maya)

 

Sumpah Saint merupakan legenda dari Kerajaan Austria. Saint Maria mendedikasikan dirinya ke Raja Hector untuk mengalahkan Evil Dragon.

(TL: Dargon yang itu? Bukannya Anastrea bisa nyeret tuh hewan… *shudder)

Itu merupakan cerita legenda yang sering muncul dalam sejarah.

Itu merupakan upacara untuk menghubungkan jiwa pahlawan, sangat memperkuatnya, tetapi upacara tersebut hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup.

Jika Sephilia bisa melakukan itu, tentu itu seharusnya untuk Anastrea, ahli pedang terkuat di Kerajaan Austria, bukannya untuk Kein.

 

“Aku juga berpikir akan melakukannya untuk Ana, tapi aku pikir itu bukanlah kekuatan yang dibutuhkan untuk mengalahkan kejahatan, tapi hati yang baik. Daripada untuk Anastrea menjadi pahlawan, itu seharusnya untuk Kein-sama.” (Sephilia)

 

Sambil menyilangkan tangannya untuk mendukung dada yang besar, Sephilia mengatakan keinginannya dengan jelas.

 

“Apa bagusnya dia, dia hanya seorang paman. Bahkan jika kamu memperkuatnya, tidak akan terjadi apa-apa!” (Maya)

“My my, kenapa tidak.” (Anastrea)

 

Anastrea entah kenapa menunjukkan kemurahan hatinya.
(TL: Karena itu gw suka Ana-hime, damn :)).)

 

“Tidak, ini masalah! Jika Sephilia bisa melakukan sumpah, apa yang kita akan lakukan jika tidak memperkuat Anastrea-hime. Jika musuh kuat muncul, apa yang bisa kita lakukan, ini bukanlah lelucon!” (Maya)

 

Seperti biasa, Maya sang Witch membayangkan sesuatu yang tidak terduga dikarenakan airhead princess.

Hanya ini yang tidak akan menjadi sebuah lelucon.

 

“Kein akan segera menjadi ahli pedang yang lebih kuat daripada diriku, jadi itu hal wajar jika memperkuat dia.” (Anastrea)

“Aku akan… memberikannya kepada Kein.” (Sephilia)

 

Mereka berdua mengatakan Kein akan menjadi kuat dengan percaya diri seperti itu.
“Apa kalian bodoh!? Kalian berdua 100% idiot.” (Maya)

 

Mereka tidak punya harapan. Airhead Princess mendadak menyetujui apa yang Sephilia katakan, Maya tercengang.

Sumpah Saint merupakan kartu truf yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan kerajaan, dan itu akan digunakan seperti ini.

Jika ceroboh, ini akan menyebabkan lenyapnya kerajaan.

Maya yang merasakan krisis,, bilang ke Sephilia untuk tidak mengunjungi Kein sendirian.

Dia akhirnya dapat dibujuk dengan bantuan Anastrea, meskipun dia mengatakan sesuatu yang tidak dapat dimengerti seperti, “Jangan ngambil start duluan.”

Maya kesusahan mengatur party­-nya.

 

“Kenapa jadi kayak begini?” (Maya)

 

Maya menghela nafas dalam-dalam.

Sekelompok gadis tercantik di kerajaan ini, terkadang mereka menyelesaikan sebuah kejadian dengan kemampuan brilian mereka, mereka menikmati secangkir teh secara elegan, tapi entah kenapa mereka menjadi seperti ini.

 

“Tapi aku pikir ini lebih baik memasukan paman itu ke dalam party kami.” (Maya)

 

Maya sudah tidak peduli lagi, entah Kein adventurer atau bukan, dia hanya ingin seseorang dengan akal sehat di dalam kelompoknya.


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻