Adventurer Kein Chapter 12

Oleh Alone of Nyx on April 17, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 12 Bahasa Indonesia ―


Chapter 12: Saat-Saat Terakhir Preman Kazu

 

Chapter 12: Saat-Saat Terakhir Preman Kazu

 

“Cih, si Jinx. Dia mengacaukannya, tapi dengan ini, aku bisa mengenainya. Tidak akan meleset!” (Kazu)

 

Membuang busurnya, Kazu mengeluarkan pedang dari pinggangnya, dan berlari tanpa ragu-ragu.

 

“Kazu!” (Kein)

 

Kein berteriak dan melemparkan bola gas yang terbuat dari bubuk bawang putih liar.

 

“Uhuk uhuk, bawang putih? Apa kau ingin aku untuk mencicipinya?” (Kazu)

 

Kein mencoba melarikan diri selagi pandangan dan penciuman Kazu terganggu, tapi Kazu dengan mudahnya mengejar Kein.

Bahkan jika indra penglihatan dan penciuman Kazu terganggu, kecepatan Kazu dan Kein berada ditingkat yang berbeda.

 

“Sial!” (Kein)

“Jinx hanyalah bocah yang baru naik peringkat ke C. Namun, Kazu ini merupakan adventurer peringkat C ahli. Apa kau tahu maksudnya itu?” (Kazu)

“Gelar ‘Adventurer’ bukan untuk kriminal sepertimu.” (Kein)

“Itu dia. Aku terus membunuh monster dan manusia selagi kau hanya mengumpulkan tumbuhan obat.” (Kazu)

 

Menyadari kalau dia tidak bisa melarikan diri, Kein menyiapkan pedang mithrilnya.

 

“Hyaaa!” (Kein)

“Kein, meskipun kau memiliki otot itu, kau belum pernah membunuh manusia. Kau tidak bisa membunuhku!” (Kazu)

 

Kein, yang membeku dengan baju zirah mithril dan pedang tajam mithril. Sementara, Kazu yang hanya memakai baju zirah kulit dan menggunakan pedang tumpul, dapat memukul mundur Kein.

Pertarungan antar manusia berbeda dengan pertarungan dengan monster.

Terdapat perbedaan jauh dalam pengalaman bertarung di antara mereka berdua.

 

“Apa bagusnya membunuh manusia?!” (Kein)

“Tentu ada. Buktinya, aku lebih kuat dari makhluk lemah sepertimu, yang hanya dapat berkata manis! Biarkan aku memberikanmu kenangan menyenangkan untuk dibawa setelah mati. Aku akan menunjukkanmu perbedaan tingkat di antara kita berdua. Aku tidak menggunakan racun seperti Jinx. Aku akan membunuhmu secara adil dengan kekuatan berlimpahku!” (Kazu)

 

Umur yang sama dengan Kein, Kazu membenci Kein secara sepihak.

Meski menjadi adventurer peringkat rendah, Kein menerima request untuk mengumpulkan tumbuhan obat dengan tersenyum seperti orang bodoh.

Seperti Kein, pria dengan niat baik, pria yang mendapatkan rasa terima kasih dari orang lain, menyangkal pilihannya untuk mengikuti jalan Shura, menjadi seorang pengumpul tumbuhan obat rendahan.

Karena itulah, Kein yang sangat menyayangi anak-anak panti asuhan menjadi incaran Snakehead.

 

“Kazu! Kenapa kau!” (Kein)

“Apanya yang niat baik!? Apanya yang perbuatan baik!? Suster berhargamu juga akan menjadi kotor nantinya! Sadari kelemahanmu, Kein! Seorang orang pecundang sepertimu harus terbunuh menyedihkan olehku!” (Kazu)

 

Kazu, seorang adventurer peringkat C ahli, tidak hanya mempunyai kemampuan untuk menggonggong.

Kazu dengan mahirnya menangkal setiap serangan dari pedang tajam Kein, dan menunggu saat yang tepat untuk membalasnya.

Terlebih lagi, Kazu memiliki kemampuan untuk membunuh seseorang.

Dalam hal membunuh, perbedaannya sangat jauh.

 

“Guah……” (Kein)

 

Akhirnya, Kein yang terpojok.

Dari atas kepala Kazu, ada banyak batu berjatuhan.

 

“Guh, apa-apaan ini!?” (Kazu)

“Kazu!” (Kein)

 

Itu seperti kemarahan surga.

Menerima serangan hebat di kepalanya, Kazu mengangkat tangannya untuk melindungi kepalanya.

Di saat itu, Kein menikam pedangnya.

Pedang mithril yang tajam menembus baju zirah kulit Kazu dan menancap dalam ke dadanya.

 

“Seorang pecundang sepertimu…… melakukan hal ini kepadaku…… aku tidak akan pernah memaafkanmu……” (Kazu)

(TL: play victim, lu yang jahat asw, jangan tiba-tiba kaya jadi korbam :)).)

 

Selagi bermuntahan darah, Kazu berpikir untuk memberikan serangan terakhir ke Kein dengan pedangnya tetapi.

Tangan Kazu yang terangkat terkena batu yang jatuh, dan hanya seperti itu, pedang terjatuh dan dia menemui ajalnya.


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻