Adventurer Kein Chapter 13

Oleh Alone of Nyx on April 17, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 13 Bahasa Indonesia ―


Chapter 13: Teknik Pedang Baru Kein?

 

 

Kein meninggalkan hutan setelah mengalahkan Kazu dan Jinx.

Sword Princess Anastrea, yang secara diam-diam menyaksikan pertarungan tanpa keahlian apapun, muncul.

Baju zirah mithril yang ditemukan Kein merupakan sesuatu yang Anastrea letakkan di sana tanpa rasa bersalah.

 

“Benda yang jatuh mengenai kepala Kazu adalah ini? Hah, aku ingin tahu apa ini?” (Anastrea)

 

Anastrea mengambil benda yang mirip dengan batu hitam, sepertinya jatuh dalam jumlah banyak di sekitar mayat Kazu.

 

“Ini benih pohon bonsai hitam, tahu. Anak-anak sering memainkannya, apa kalian tidak tahu tentang hal ini?” (Maya)

 

Witch Maya yang serba tahu menjelaskan.

Itu biasa disebut kerucut batu pinus, karena warnanya yang hitam dan kerasnya yang seperti batu.

Kerucut batu pinus sangat tajam jika itu mengenai kepala seseorang, maka itu akan sangat menyakitkan.

Tapi, berkat kerucut batu pinus tersebut, Kein terselamatkan.

 

“Aku tidak pernah mendengar sesuatu seperti kerucut batu pinus sebelumnya.” (Anastrea)

“Yah, Ana-hime tidak mengetahuinya, kah?” (Maya)

 

Karena dia dibesarkan sebagai Putri Kerajaan, maka hal itu wajar.

Tidak seperti rekannya, Maya, yang merupakan anak angkat perempuan dari Legendary Great Sage, berpengalaman akan masa kecil yang biasa seperti bermain di pegunungan.

Putri dari Grand Duke a/ Sword Princess Anastrea dan Holy Maiden Sephilia, yang selalu di dalam biara, dan tidak mempunyai pengalaman akan dunia luar. Dengan pengecualian ketika mereka menghabiskan waktu sebagai adventurer baru-baru ini.

Berkat itu, mereka tidak memiliki pengetahuan dasar.

 

“Aku tidak peduli akan hal itu. Tapi, apa kamu membuat kerucut batu pinus jatuh menggunakan magic, Maya?” (Anastrea)

“Tidak, ketika aku baru saja berpikir dia membutuhkan bantuan dan ingin menggunakan magic ku, kerucut batu pinus jatuh dengan sendirinya. Apa hanya kebetulan?… Tidak, aku rasa tidak.” (Maya)

 

Tentu saja, jika itu merupakan sebuah kebetulan yang terjadi terus-menerus, siapa pun akan berpikir itu sesuatu yang aneh.

 

“Jadi begitu, aku mengerti sekarang! Itu adalah Teknik Pedang Kein!” (Anastrea)

“… Kalau itu, tolong beritahu aku teknik pedang macam apa itu?” (Maya)

“Kein terus berlarian di sekitar pegunungan, kan?” (Anastrea)

“Ya.” (Maya)

“Dia menggunakan bubuk berbau menyengat ke pihak lawan, kan?” (Anastrea)

“Itu menarik.” (Maya)

“Jadi, aku percaya yang membuat kerucut batu pinus adalah Kein juga.” (Anastrea)

“Kau pasti, bercanda kan!” (Maya)

“Lihat, apa kamu tidak menyadarinya? Dengan memukul pohon secara kuat seperti itu, dan memperhitungkan waktu yang telah dia rencanakan, jadi kerucut batu pinus terjatuh di kepala musuh!” (Anastrea)

“Tetap saja, akan lebih masuk akal jika menganggapnya hanya sebuah kebetulan, kamu tahu……” (Maya)

“Ya, itu merupakan teknik pedang yang mengagumkan dengan menggunakan hal alami. Jika aku mempelajarinya, mungkin aku juga bisa melakukannya.” (Anastrea)

“Yah, jika ahli pedang jenius sepertimu mengatakannya, itu bisa saja.” (Maya)

“Teknik Pedang Rahasia, Jatuhnya Kerucut Pinus! Lihat, aku bisa!” (Anastrea)

 

Anastrea memukul batang pohon, dan setelah beberapa saat, kerucut pinus berjatuhan.

Tidak heran dia di sebut Sword Princess, ketika dia melakukan sesuatu untuk menjelaskan, kau tidak seharusnya menggunakan pedang, kau tahu? Kenapa juga kau menyebutnya teknik pedang rahasia!

Maya, yang lelah karena dia harus menjawab perilaku Sword Princess, melihat ke puncak pohon.

Dengan banyaknya kerucut pinus tumbuh di pepohonan, dia pikir tidak mungkin itu akan berjatuhan ke pihak lawan dengan saat yang tepat seperti itu.

Namun, pria paruh baya, Kein, mendapatkan kemenangan melawan kelompok dua orang yang memiliki status lebih tinggi daripada dia.

Pastinya, ada semacam alasan di balik semua ini.

 

“Hei, menurutmu bagaimana Sephilia?” (Maya)

 

Sephilia, yang masih tersedu karena menangis bergumam,

 

“Kein-sama dilindungi dengan hanganya……” (Sephilia)

“Itu lagi!” (Maya)

 

Mereka berdua, mereka berdua gadis aneh yang sama saja. Aku tidak bisa berteman dengan mereka lagi.

Itu yang ingin dia katakan tapi, Maya sang Witch tidak bisa, karena posisi menyedihkannya sebagai ketua “High Blooming Rose Maiden”.

 

“Hanya kurang timing­-nya aja… Teknik Pedang Rahasia, Jatuhnya Kerucut Pinus!” (Anastrea)

“Ana-hime, kapan kamu akan berhenti bermain? Sudah saat untuk kita pergi.” (Maya)

“Pergi? Kemana?” (Anastrea)

“Bukannya sudah jelas? Ayo akhiri aja semua ini.” (Maya)

 

Jawab Maya, yang kelelahan untuk berpikir. Mereka berdua hanya tersenyum dan mengangguk.

Setelah mereka bertiga pergi, dengan jeda beberapa saat, kerucut pinus dari pohon bonsai yang Anastrea pukul, berjatuhan tidak ada batasnya.

Itu merupakan penyempurnaan dari Teknik Pedang Rahasia, Jatuhnya Kerucut Pinus.

(Jenius AF)


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻