Adventurer Kein Chapter 4

Oleh Alone of Nyx on April 5, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 4 Bahasa Indonesia ―


Chapter 4: Baru-Baru Ini Ada Lebih Banyak Monster di Pegunungan

 

 

 

Kein mempersembahkan bunga lily ke Dewa yang berada pada dasar Pegunungan Kuko.

Menggabungkan kedua tangannya lalu berdoa.

 

“Terima kasih banyak untuk kemarin. Itu sangat membantu.” (Kein)

 

Kein dengan teliti mencari bunga paling terlihat mahal, terharum, terputih, serta terindah lalu mengambilnya.

Itu juga merupakan bunga favorit teman lamanya yang meninggal karena melindungi Kein di pegunungan ini, Altena.

 

Jiwanya mungkin telah dipanggil sejak lama, tapi kemungkinan dia akan mencapai surga jika dia meminta dewa gunung ini.

Dia teringat akan perkataan suster gereja, doa untuk seseorang yang telah meninggal bukanlah untuk kematian melainkan untuk hidup.

 

Ini juga dipersembahkan untuk sebuah peringatan.

 

“Baiklah, mari mengumpulkan ramuan obat hari ini.” (Kein)

 

Dia mendaki pegunungan menggunakan rute aman seperti biasanya.

 

“Otto……” (Kein)

 

Dia melihat sekelompok goblin di kejauhan dan bergegas menghindari mereka.

Adventurer peringkat D dapat melawan 1 atau 2 monster, tapi lebih dari itu akan berbahaya.

 

“Gya gya!?” (Goblin A)

“Uwa, mereka juga ada di sini!” (Kein)

 

Dia berpas-pasan dengan goblin yang muncul dari pepohonan, meskipun dia sudah sengaja menghindari mereka.

Dia terkejut, tetapi musuhnya juga terkejut.

 

Kein langsung mengeluarkan pedang besi yang berada di pinggangnya dan menancapkannya.

Sang goblin juga mengangkat tongkat yang berada di tangannya, tapi itu sudah terlambat.

 

“Gyaaa!” (Goblin A)

“Maaf.” (Kein)

 

Kein mengakhiri hidup goblin dengan menusukkan ke dadanya, diikuti tongkat yang bergulir ke bawah dari tangan sang goblin.

 

“Fuu…… yah, inilah kenapa aku harus tetap tenang.” (Kein)

 

Seekor goblin bukanlah monster yang berbahaya karena mereka memiliki tingkat kecerdasan dan kekuatan fisik yang lebih rendah daripada manusia.

Bahkan adventurer peringkat D seperti Kein dapat mengalahkan satu goblin tanpa terluka.

 

Tetapi itu akan menjadi berbahaya jika goblin mulai berkumpul dikarenakan teriakkan yang tadi.

Kau bisa mendapatkan uang jika kau memotong kuping goblin dan membawanya ke adventurer guild tetapi nyawa menjadi prioritas pertama.

 

Hal yang paling penting Kein pelajari dari kehidupan adventurer-nya, jangan pernah menjadi serakah di medan perang di mana kau pertaruhkan nyawamu.

Dia bergegas pergi.

 

Aku akan mencari kuping goblin nanti dan melihat apakah masih bisa dikumpulkan.

 

“Tapi, ini aneh.” (Kein)

 

Terasa seperti ada lebih banyak goblin di Pegunungan Kuko baru-baru ini.

Ini mungkin akan mengganggu penebang pohon dan pemburu yang berada di dasar pegunungan dan orang-orang yang bekerja di ladang dekat sini.

 

Itulah kenapa Kein menginginkan sebuah party agar dia dapat mengambil request untuk pembasmian goblin di Pegunungan Kuko.

Itu merupakan pekerjaan yang sudah pasti memiliki lebih keuntungan.

Dia hanya bisa makan dan sangat sulit untuk menyimpan uang hanya dengan request mengumpulkan ramuan obat.

 

“Otto, aku harus memastikan untuk tidak mengambilnya terlalu banyak.” (Kein)

 

Hari ini dia juga mengumpulkan wolfberries dan tumbuhan liar bersamaan dengan ramuan obat, tetapi dia hanya mengambil secukupnya untuk makan.

Dia berhati-hati untuk tidak mengambil semua tumbuhan serta tidak mengambilnya sampai ke akarnya jadi tumbuhan tersebut dapat tumbuh lagi nanti.

 

“Ini bau yang cukup nyengat, apa ini bawang putih liat?” (Kein)

 

Sepertinya ada beberapa orang yang tidak menyukai bau tajam ini, tetapi Kein menyukainya.

Itu makanan yang sangat bergizi, entah kau menggorengnya, membuatnya menjadi sup, atau dibuat asinan, tetap akan enak dimakan.

 

Tasnya penuh hari ini, dengan sebanyak ini, dia menuruni pegunungan.

Dia juga bisa mengumpulkan kuping goblin yang telah dia kalahkan sebelumnya, dan panen hari ini sangat banyak.

 

Aku memikirkan oleh-oleh apa yang harus aku berikan kepada Dewa gunung.

Aku pikir sangat tidak masuk akal untuk memberikan bawang putih karena aku pikir Dewa tidak akan menyukai bau yang menyengat.

Selagi aku menuruni Pegunungan, aku melihat sesuatu hitam yang besar di jalan.

 

“Apa itu……?” (Kein)

 

Dia memastikan untuk tidak mendekatinya, di sana terdapat tubuh besar dengan ketinggian sekitar 13m terbaring dan menghalangi jalan.

Badan besar binatang melata, sayap seperti kelelawar dan kuku panjang, dan…… Kein secara tidak sengaja menelan ludahnya. Kakinya gemetaran.

 

“Gurururururu.” (Reptile)

 

Suara Kein menelan ludah tidak bisa dibandingkan dengan suara geraman yang keluar dari rahangnya yang besar, itu dapat menakut-nakuti siapa saja hanya dengan mendengarnya dan membuat mereka tidak bisa bergerak.

Tetapi akan menjadi masalah besar jika Kein tidak melakukan itu, jadi dia mencoba untuk mengeluarkan keberaniannya.

 

“Kenapa ada evil dragon di tempat seperti ini!?” (Kein)

 

Ketika dia masih kecil, dia mengetahui sebuah legenda mengenai reputasi buruk evil dragon yang hidup di kedalaman goa besar di sisi gunung.

Tingkat bahaya sudah pasti peringkat A, itu merupakan monster terburuk dari yang terburuk, evil dragon.

 

 


Quick Update.
Like, Share dan Support!


SebelumnyaSelanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻