Adventurer Kein Chapter 7

Oleh Alone of Nyx on April 13, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 7 Bahasa Indonesia ―


Chapter 7: Anak-anak Panti Asuhan

 

 

“Maafkan aku, Kein. Aku membuatmu membayar hutangnya.” (Silvi)

“Tidak apa, suster. Itu hanya uang.” (Kein)

 

Kein pikir uang yang ia dapatkan dari membunuh Evil Dragon ditakdirkan untuk membayar hutang panti asuhan.

Karena dia merasa uang tersebut tidak pernah menjadi miliknya sejak awal.

Uang itu mungkin dikirim oleh Dewa untuk menyelamatkan gereja dan panti asuhan.

Kein merasa senang jika memang seperti itu.

 

“Aku berhutang padamu. Uang yang Kein gunakan untuk membayar hutang. Aku pasti akan…” (Silvi)

“Tidak, Silvi-san. Tidak usah dipikirkan. Jika kamu bilang seperti itu, aku banyak menerima kebaikan Silvi-san sampai aku tidak bisa membalasnya.” (Kein)

 

Sebenarnya, Kein dan teman masa kecilnya yang meninggal 20 tahun yang lalu, Altena, besar bersamaan di panti asuhan gereja.

High-Elf berambut perak, Suster Silvi, merupakan orang tua angkat yang telah membesarkan Kein, Altena dan banyak anak yatim lainnya.

Meskipun sekarang Kein bisa bertahan hidup dengan kekuatannya sendiri, bagi dia, Silvi  seperti ibu kandungnya, dan anak yatim di sini seperti keluarga.

Ngomong-ngomong, merupakan sebuah taboo untuk menanyakan usia sebenarnya dari Silvi meskipun dia terlihat 20 tahun.

 

“Terima kasih, Kein.” (Silvi)

“Lagi pula, kenapa kamu meminjam uang dari orang jahat seperti mereka?” (Kein)

“Itu……” (Silvi)

 

Dari penjelasan Suster, “Twin-Headed Snake” yang sebelumnya, mengambil keuntungan dari anak-anak yang menjual berbagai macam barang dan karangan bunga di alun-alun kota dengan memalak mereka.

Sebaliknya, mereka mengatakan kalau mereka sudah mengumpulkan pajak sejak 100 tahun yang lalu.

Gereja kami yang menyedihkan tidak dapat melunasinya.

 

“Itu ilegal untuk melakukannya di tempat seperti itu!” (Kein)

“Tidak. Mereka telah bergabung dalam dewan di kota Erun dan menjadi pemungut pajak.” (Silvi) (AoN: Bea cukai? Is that u?)

 

Pemungut pajak yang dipercayai oleh dewan kota dapat mengumpulkan pajak harian dari penjual sebagai komisi untuk pekerjaan. (AoN: Polantas? Is that u?)

Mereka memegang kekuasaan untuk mengumpulkan pajak, dan mengambil uang dengan dalih pajak, bahkan dari pedagang kecil seperti panti asuhan dari gereja.  (AoN: RT/RW? Is that u?)

Mengumpulkan pajak dari panti asuhan gereja yang miskin sudah pasti sangat kejam dan tidak dapat diterima.

Namun, tidak ada peraturan yang mengatakan kalau itu ilegal untuk memungut pajak dari gereja miskin.

Bekerja pada zona abu-abu,  merupakan sesuatu yang “Twin-Headed Snake” akan lakukan.

 

“Ditambah dari pemasukan asli, suster mulai memungut biaya untuk mengajar seseorang cara membaca dan menulis, dan dari penjualan ramuan obat, tetapi masih tidak cukup.” (Silvi)

“Ah.” (Kein)

 

Sebenarnya, pekerjaan untuk mengumpulkan tumbuhan obat diberikan 3 koin perak.

Ketika ada cukup orang untuk melakukan pengumpulan dan membantai goblins pada saat yang bersamaan, akan diberikan hanya 2 koin perak. Dan akhirnya, hanya diberi 1 koin perak, hanya Kein yang melakukan itu.

 

“Tidak peduli apa yang kita lakukan, uang pajak yang mereka terapkan sangat parah. Pada awalnya, mereka bila kami bisa membayar bunganya nanti, tapi tiba-tiba mereka bilang kami harus membayar keseluruhan hutang.”

 

Semua orang yang memikul hutang dari gereja berkumpul, mengumpulkan semua uang, dan akhirnya suster dibawa pergi.

Mungkin, sejak dari awal, tujuan “Twin-Headed Snake” adalah suster.

 

“Mereka tidak dapat dimaafkan.” (Kein)

“Tapi, ada kabar baik. Sepertinya Saint sejati akan datang ke kota ini dari ibukota. Aku yakin Saint-sama akan membantu kita.” (Silvi)

 

Saint-sama sepertinya telah menyelamatkan banyak orang selama di perjalanannya.

Kein berdoa bersama dengan suster, agar dia dapat membantu mereka.

Masalah hutang gereja sepertinya sudah terselesaikan, tapi “Twin-Headed Snake” masih mengincar suster.

Bagi Kein, tidak ada yang dapat dia lakukan untuk melawan adventurer peringkat A seperti Snakehad, tapi dia percaya pasti ada sesuatu yang dapat dia lakukan.

 

“Kein, Kein!” (Miya)

 

Anak-anak panti asuhan mulai mengerumuni Kein karena mereka pikir pembicaraan di antara 2 orang dewasa telah berakhir.

Semuanya ketakutan, mereka cukup hebat karena tidak menangis.

 

“Kein, terima kasih telah menolong kita. Aku akan menikahimu ketika aku besar nanti!” (Miya)

 

Itu Miya, anak berumur 8 tahun berbicara kepada Kein dengan kuping kucing sebagai ciri khasnya.

Dia memiliki ras kucing yang mengalir dalam darahnya melalui nadinya. (TL: Ya ampun, kucing aja di eue, apa jadinya moral manusia.)(Admin: Ini kan fantasi asw, jangan bawa-bawa common sense, dasar flat earth.)

 

“Haha, aku senang mendengarnya.” (Kein)

 

Ada banyak alasan kenapa anak-anak sangat menyambut baik Kein.

Kein mengeluarkan buah-buahan dari tasnya dan memberikannya ke anak-anak seperti biasanya.

Itu merupakan stroberi dari pegunungan yang dia ambil.

Itu merupakan manisan berharga bagi Kein, tetapi senyuman dari anak-anak masih tetap yang terbaik.

Melihat senyuman mereka, hati Kein menjadi hangat.

 

“Ara!” (Silvi)

“Terima kasih, Kein aku mencintaimu.” (Miya)

 

Anak-anak yang belum menikmati manisan cukup lama, mulai memeluk satu sama lain.

Kein paruh baya, yang tidak terkenal di antar wanita, sepertinya terkenal di antara anak-anak.

Anak-anak sangat polos, mereka mudah puas hanya dengan buah-buahan yang diambil dari pegunungan.

Kein pikir betapa bagusnya jika Elena-san sangat mudah di bujuk seperti anak-anak, dia tersenyum masam.

 

“Yah, yah, Miya-chan akan menikahi Kein, usulan yang bagus. Fufu, Miya-chan, dan Kein akan menikah, 6.000 koin emas yang tadi mungkin akan cukup.” (Silvi)

“Tunggu sebentar, suster. Candaan anak kecil!” (Kein)

“Ara, anak-anak tumbuh cepat, itu mengejutkanku. Jika aku tidak mengabdikan diri ke Dewa, aku akan menikahimu, Kein.” (Silvi)

“Ahahaha, itu cerita yang bagus.” (Kein)

 

Meskipun itu sedikit menyakitkan untuk dikatakan oleh orang cantik seperti Silvi, saat ini, akan terlihat aneh, melihat seberapa tua Kein dipasangkan dengan kaum muda, Elf yang cantik.

Tadi, hanya terjadi untuk jadi bahan lelucon.

Meskipun begitu, Kein tidak memiliki niat buruk terhadap Silvi, yang telah membesarkannya.

 

“Kein-san.” (Kid)

“Ada apa, Kid?” (Kein)

 

Kid yang berumur 13 tahun, merupakan pemimpin dari panti asuhan, dapat untuk berbicara dengan Kein.

Rambut biru laut, kuping lancip, ras yang dipanggil dengan werewolf/serigala.

 

“Jika memungkinkan, aku juga akan menikah dengan Kein.” (Kid)

“Ugh, kamu laki-laki, tahu!” (Kein)

 

Tiba-tiba, Kein mendengar suara tertawaan aneh.

Kid laki-laki, belum menjadi pria, dia memiliki tubuh yang lembut.

Darah campuran dari manusia dan binatang dengan mudahnya membuat mereka jadi cantik, di antara mereka, Kid, merupakan laki-laki cantik, menjual bunga di lingkungan sekitar dan banyak MILF yang mendekatinya. (TL: Sekarang serigala? Inginku stop jadinya :v just kid.)

Karena sifat alaminya dan wajah cantiknya, dia akan bagus memainkan peran sebagai perempuan, tapi Kein tidak memiliki hobi mesum seperti itu.

 

“Ara, untuk pernikahan, Kid juga tidak masalah. Jika kau ingin menjadi pengantin dari Kein, aku akan meminjamkanmu peralatan kecantikan dan baju manis milikku.” (Silvi)

“Apa mungkin, suara yang tadi?” (Kein)

 

Suster merupakan orang yang kekanak-kanakan dan sering mengatakan lelucon buruk bersamaan dengan anak-anak.

 

“Ufufu, mau bagaimana lagi jika kamu mengetahuinya. Kamu tahu, Kid itu laki-laki cantik, romansa di antara lelaki akan sangat menjual di lingkungan.” (Silvi)

 

Selagi dengan lembut mengelus rambut Kid, Suster tersenyum.

Kein merasa aneh dia dapat menjual hal seperti itu.

 

“Bisnis sangatlah penting, tetapi jangan membuatnya mengambil jalan yang salah.” (Kein)

“Terdengar seperti drama ringan, tapi setidaknya seseorang akan tertarik dengan permainan seperti itu?” (Silvi)

“Tidak, tidak, aku tidak memiliki hobi seperti itu!” (Kein)

“Fufu, wajahmu tidak terlalu buruk. Yah, meskipun dalam saat genting seperti itu, semuanya telah menggunakan kemampuan mereka untuk bekerja keras. Sesuatu yang patut disyukuri.” (Silvi)

 

Kemampuan Kid untuk mengumpulkan panti asuhan bukan hanya karena penampilannya tapi juga ketangkasannya.

Jika mungkin, Kein berharap dia akan mengembangkan kemampuan lainnya.

Yah namun demikian.

Kein terkejut ketika berpikir tentang Silvi-san, meskipun dia seorang Suster dia berdandan.

 

“……Jika kamu dapat membeli alat kecantikan dan baju cantik, kenapa kamu tidak menggunakannya untuk mengelola gereja.” (Kein)

“Ara, kamu tidak paham Kein, makeup dan baju cantik merupakan donasi dari pengikut. Sesuatu seperti itu.” (Silvi)

“Ah, jadi begitu.” (Kein)

 

Tangan indahnya digabungkan dengan kedipannya akan memikat pria manapun.

Selama itu tidak melanggar peraturan gereja Ordia, Suster Silvi akan menggunakan aset wanitanya. (TL: kayak makeup, jangan pikir berlebihan.)


Eng menggunakan ‘Shiruvia’, kalau kami menggunaka ‘Silvi’. Menurut kami ‘Silvi’ lebih benar penerjemahannya.


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻