Adventurer Kein Chapter 8

Oleh Alone of Nyx on April 14, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 8 Bahasa Indonesia ―


Chapter 8: Mereka Mencurigakan!

 

 

Sword Princess Anastrea, Saint Sephilia, dan Witch Maya, mereka bertiga. Seperti biasa, mereka menggunakan jubah yang ada penutup kepalanya untuk menghindari menarik perhatian di dalam kota.

Mereka terkejut dia dapat membayar hutang gereja sebanyak 6.000 koin emas.

 

“Ossan, kamu selalu baik hati.” (Maya)

 

Apa yang Kein lakukan dilihat oleh Maya dan membuatnya tersenyum masam, tapi bagi Anastrea yang menginginkan Kein menjadi pejuang kuat, agak kecewa.

 

“Aku pikir dia bisa pergi dan membeli perlengkapan baru untuk mencocokkan dengan Pedang Mithrilnya.” (Anastrea)

 

Lalu, Sephilia mengeluarkan air mata karena tersentuh.

Pipi putihnya memerah lembut. Dadanya yang berdenyut membuatnya kesusahan bernafas, dan air matanya membuat mata biru langitnya menjadi berkelip redup.

 

“Kein-sama, kamu tetap……” (Sephilia)

 

Sephilia, yang mengetahui keadaan buruk gereja di kota Erun, menulis sebuah surat ke Legius Clements, Pendeta tertinggi di kerajaan, ayahnya.

Namun, memakan waktu cukup lama untuk berurusan dengan organisasi gereja.

Kebaikan Kein menyelamatkan suster yang sedang dalam keadaan bahaya tertangkap oleh preman, dia membantu di saat yang tepat.

Kesan Sephilia terhadap Kein langsung meroket, dan hampir meledak.

Itu sudah melebih batas nilai maksimal manusia, dan dia juga menjadi orang penting setelah Dewa Odia.

Sephilia berharap dia dapat berjalan berdampingan dengan Kein saat ini.

Menyadari keadaan aneh Sephilia, Maya mencoba untuk menanyakan Anastrea.

 

“Hei, Ana-hime. Mereka……” (Maya)

“Ya.” (Anastrea)

 

Melihat kedua adventurer, mereka langsung menghapus aura keberadaan mereka.

Keluarga Adventurer, “Twin-Headed Snake” dengan dua Katania, Snake Head, sebagai kepala keluarga.

Itu merupakan keluarga besar yang memiliki kantor di kota Erun, tetapi mereka tidaklah sebanding dengan party “High Blooming Rose Maiden”.

Meskipun Anastrea menguntit Kein, tiada seorangpun yang menyadari baik itu Snake Head atau kedua bawahannya.

 

“Meskipun hanya dapat sedikit dari tempat itu, si Kein. Jika kau mendapatkan High-Elf yang langka, 6.000 koin emas tidak ada apa-apanya.” (Kazu)

 

Sambil si tua, Kazu mengeluh, Jinx ikut campur.

 

“Bahkan anak-anak dari panti asuhan dapat dijual dengan harga tinggi. Seperti laki-laki berkuping serigala, jika dijual ke bangsawan mesum, nilanya akan cukup tinggi.” (Jinx)

“Haha, dia memang bagus.” (Kazu)

 

Mendengar itu, Snake Head mulai memarahi mereka.

 

“Kazu! Jinx! Berhati-hatilah kalau bicara. Kita tidak akan tahu jika ada orang yang mendengarkan.” (Snake Head)

 

Snake Head waspada.

Sebenarnya, pembicaraan parah tadi sudah didengar oleh Anastrea dan lainnya.

 

“Hei……” (Snake Head)

“Maafkan aku.” (Kazu)

“Bagaimanapun juga, gereja itu dipenuhi dengan yang cantik-cantik. Cepat atau lambat, mereka tidak akan bisa membayar pajak lagi.” (Snake Head)

“Tapi bos. Kein menghalangi, serangga peringkat D, tiba-tiba menjadi kuat.” (Kazu)

 

Selagi Kazu berbicara, Jinx ikut campur lagi.

 

“Bos, apa kau melihat pedang punya Kein? Bahkan pedang itu dapat dijual cukup mahal. Bisakah kita membunuhnya?” (Jinx)

 

Snake Head melototi para idiot tersebut, dan mereka terdiam.

Namun, ada alasan dibalik apa yang Kazu dan Jinx katakan.

Snake Head memperbolehkannya sambil menghela nafas.

 

“……Mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa bilang kalau kau bisa membunuhnya, tapi dia seorang adventurer, jadi dia bisa terbunuh oleh monster di pegunungan. Tidak peduli apa yang kalian ambil dari mayat tersebut, itu bukan urusanku. Jika kalian ingin bekerja, hasilkan uang untuk keluarga.” (Snake Head)

 

Pria yang dipanggil Kein.

Membayar 6.000 koin emas tanpa berpikir, bukanlah sesuatu yang adventurer peringkat D dapat lakukan.

Jika dia menjadi penghalang, lebih baik menyingkirkannya sejak dini.

(AoN: Mindset kayak ini bagus, tapi sayangnya lu salah series. Anastrea os OP, after all.)

 

“Hoo, ada cara mati seperti itu ya.” (Kazu)

“Bos sangat pengertian.” (Jinx)

 

Snake Head tidak bertanggung jawab untuk menyuruh mereka membunuh Kein, jadi dia langsung kembali ke kantornya.

Si tua Kazu dan preman Jinx berpikir kalau tidak ada satupun yang mendengarkan selagi di jalan, jadi dia mereka mulai membicarakan bagaimana cara untuk membunuh Kein dan mengambil Pedang Mithrilnya.

Selagi masih bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan menjijikan mereka, Maya memandang mereka dengan benci.

 

“Terus gimana Ana-hime, ingin menghancurkan mereka?” (Maya)

 

Meskipun mereka adventurer dari sebuah keluarga, sekali Maya memutuskan untuk menghancurkan seseorang, dia tidak akan ragu-ragu.

Jika dia memutuskan rencananya buruk, maka langsung menghancurkan mereka.

Telah melalui banyak medan pertempuran yang keras, gelar adventurer peringkat S bukan hanya nama.

 

“Tunggu…… Amati mereka sedikit lagi. Mereka tidak akan menyerang Kein selama di kota. Mereka akan menyerang Kein di pegunungan. Jika hanya 2 adventurer peringkat C, itu merupakan kesempatan sempurna untuk Kein naik peringkat.” (Anastrea)

 

Maya menyerah setelah mendengarnya.

 

“Ana-hime…… Itu hanya akan membuat jengkel Elena-san, resepsionis guild, kamu masih belum menyerah juga.” (Maya)

“Ah, kamu berisik. Kein luar biasa, dia tidak akan kalah melawan makhluk lemah seperti mereka.” (Anastrea)

 

Maya berharap dia bisa langsung menghancurkan mereka, tetapi Anastrea akan mulai mengeluh lagi.

Jika Sword Princess ini (orang yang berpikiran pendek; idiot) mulai menjadi liar lagi, Maya menghela nafas sambil memikirkan apakah dia bisa mengikutinya atau tidak.

Melindungi Kein, Maya yang dapat menggunakan magic tak terkalahkan, diikuti oleh healer/penyembuh terkuat di kotam Sephilia, kemungkinan Kein dalam keadaan berbahaya hampir tidak ada.

 

“Are, kemana Sephilia pergi?” (Maya)

 

Terbawa suasana, mereka berdua tidak menyadari kalau saint sudah tidak ada.


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻