Adventurer Kein Chapter 9

Oleh Alone of Nyx on April 14, 2018

― Middle-aged Adventurer Kein’s Good Deed Chapter 9 Bahasa Indonesia ―


Chapter 9: Pernyataan Cinta Sephilia

 

 

Selagi Kein bermain dengan anak-anak panti asuhan, Suster Silvi membawa 2 potions dari gereja.

 

“Kein, ini adalah potions terbaik yang kami miliki di gerjea.” (Silvi)

“Tidak Suster, aku tidak bisa mengambil barang berharga seperti itu.” (Kein)

“Kamu membayar 6.000 koin emas untuk kita, potions ini tidak sebanding dengan itu. Kamu harus menerimanya.” (Silvi)

“Tapi, situasi keuangan gereja cukup buruk. Apa yang akan kamu lakukan tanpa adanya keuntungan dari potions tersebut.” (Kein)

“Kein, meskipun kamu seorang adventurer, kamu tidak memiliki potions yang bagus. Aku selalu mengkhawatirkanmu, Kein. Aku tidak mungkin dapat memberikan ini kepadamu kecuali hari ini. Hanya ini yang dapat aku berikan padamu, jadi tolong anggap ini sebagai benda keberuntungan, ya?” (Silvi)

 

Dengan itu, Suster Silvi memaksa Kein untuk mengambil potionsnya .

 

“Aku ingin memberikan Kein benda keberuntungan juga.” (Miya)

 

Itu Miya, perempuan berkuping kucing, dia membawa kincir angin lucu yang biasa dijual di pasar.

 

“Kein, ini bukan kincir angin biasa, karena ini untukmu Kein. Jaga baik-baik ya.” (Miya)

“Aku juga! Akuu juga! Aku juga ingin memberikan Kein barang berharga.” (?)

“Kalau begitu, aku juga ingin memberikan Kein sesuatu, tapi ini hanya mahkota yang terbuat dari karangan bunga yang tidak terjual……” (??)

 

Kid dan lainnya berkumpul untuk memberikan Kein hadiah kecil.

Setelahnya, tangan Kein dipenuhi dengan mainan berharga dari anak-anak.

 

“Ok, aku mengerti. Aku akan menerima niat baik semuanya, terima kasih.” (Kein)

 

Ini merupakan hati mereka.

Berpikir seperti itu, Kein tidak dapat menolaknya.

Sedang berada di situasi seperti itu, Saint Sephila yang cantik dan manis mendatangi Kein.

 

“Kein-sama……” (Sephilia)

 

Memanggil Kein menggunakan nama depannya tidaklah aneh untuk Suster di gereja ini, tapi dia tidak begitu mengenali Kein.

 

“Kamu siapa?” (Kein)

“Kamu adalah takdirku.” (Sephilia)

“Hah?” (Kein)

 

Mengatakan sesuatu yang sangat ambigu, Kein kebingungan.

 

“Aku akan memberikanmu hidupku.” (Sephilia)

 

Dengan itu, Saint yang polos tiba-tiba memeluk Kein.

Anak-anak di sekitar, berteriak “Onee-chan tiba-tiba menyatakan cintanya ke Kein” dan bersiul.

 

“Hah, ini…… sebuah pernyataan cinta!?” (Kein)

 

Kein terkejut.

Ini kali pertamanya bagi Kein, yang telah hidup selama 35 tahun, dinyatakan cintanya oleh perempuan.

 

“……Kein-sama.” (Sephilia)

“Ahem, tunggu sebentar. Siapa namamu?” (Kein)

“Sephilia.” (Sephilia)

“Err…, berapa usiamu?” (Kein)

 

Meskipun ini pertama kalinya bagi Kein mendapatkan pernyataan cinta, dia menanyakan umurnya berapa.

Perempuan cantik dengan rambut pirang dan mata biru. Jubah putihnya menekankan tubuh berisinya dan kekenyalan dadanya.

Kein pikir dadanyalah yang terbaik, dia menyukainya.

Wajah mudahnya sangat mengerikan.

Namun begitu, ada orang seperti Silvi, High-Elf.

Mungkin, hanya wajahnya yang terlihat muda, tapi umur aslinya jauh melebihi dia.

 

“Aku berumur 13 tahun.” (Sephilia)

 

——Ternyata tidak!

 

“Bukannya itu sebuah kejahatan!” (Kein)

 

Kein berteriak di dalam dirinya.

13 tahun benar-benar beda dimensi.

 

“Eh, kejahatan?” (Sephilia)

 

Gumam Sephilia, kebingungan.

Kein mendengar tidak ada peraturan ketat yang melarang itu tapi, pria tua berumur 35 tahun berjalan bersama perempuan berusia 13 tahun, bukannya itu terlihat seperti seorang paman berjalan bersama keponakannya.

Tidak, tidak. Kein menggelengkan kepalanya.

Pasangannya merupakan perempuan di bawah umur.

Orang tuanya mungkin lebih muda daripada dia.

Sejujurnya Kein senang dengan pernyataan cintanya, tapi dia kerepotan karena umurnya yang setara dengan anak-anak yang berada di panti asuhan.

 

“Yah, bagaimana aku menjelaskannya? Sederhanya, orang dewasa seharusnya tidak boleh berpasangan dengan anak-anak.” (Kein)

“Berpasangan?” (Sephilia)

 

Sephilia memberikan kalimat tanda tanya.

Kein kehabisan kata-kata. Bagaimana caranya agar menolak pernyataan gadis ini.

 

“A, Apa!? Lambang cahaya yang berada di jubah kananmu, mungkinkah kamu adalah Saint Sephilia!?” (Silvi)

 

Kein dan Suster Silvi terpesona, seperti menikmati hembusan angin ketika musim semi datang.

Kein menyadari seseorang yang menyatakan cintanya kepada dia merupakan Saint Sephilia, dia berteriak di dalam dirinya lagi.

 

“Apa maksudnya itu, Silivi-san?” (Kein)

“Kein, ini buruk! Dia merupakan Sephilia Clements, satu-satunya anak perempuan dari satu-satunya Saint yang berada di kota ini.” (Silvi)

 

Sambil berteriak kepada Kein, Suster Silvi berlutut.

Kein tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia tahu kalau dia merupakan orang hebat.

 

“Yah, berbeda……” (Sephilia)

 

Sephilia mencoba untuk menarik tangan Kein yang berlutut.

Kein yang agak tidak enak karena dia menarik tangannya.

Karena senasi lembut dari dadanya mengenai Kein.

 

“Maksudmu, kamu buka Saint?” (Kein)

“Aku Saint tapi, itu berbeda. Kein-sama, aku yang seharusnya berlutut.” (Sephilia)

 

Melihat Sephilia yang kesusahan, Kein bingung harus diapakan gadis ini.

Kebanyakan orang yang berumur 13 tahu seharusnya sudah bisa berbicara dengan baik, tetapi gadis ini agak kesusahan melakukannya.

 

“Kalau dipikir-pikir, Saint tinggal di dalam kastil sampai berumur 12 tahun, jadi dia tidak begitu lancar berbicara dengan orang lain.” (Silvi)

“Tolong katakan itu dari tadi, Suster.” (Kein)

Saint Sephilia merupakan cucu dari pendeta tertinggi, Legius Clements, mendedikasikan kepada Dewa Odia. Tidak perlu dijelaskan.” (Silvi)

“Jadi begitu.” (Kein)

 

Pokoknya, kau tidak boleh kasar terhadap anak perempuan dari pendeta tertinggi.

Suster mengatakan mungkin Saint ini akan menyelamatkan gereja.

 

“Ya, aku…… aku tidak begitu lancar dalam berbicara dengan orang lain.” (Sephilia)

 

Ketika situasi sedikit menjadi tenang, dua perempuan cantik bergegas mendekati Sephilia.

 

“Sephilia, A… Apa yang kamu lakukan!” (Anastrea)

 

Gadis berambut merah berlari sambil teriak.

 

“Aku memberikan hidupku ke Kein.” (Sephilia)

“Mem… Memberikan hidupmu!!” (Anastrea)

 

Gadis berambut merah sepertinya hampir pingsan setelah mendengar apa yang dikatakan Sephilia.

 

“Hei Ana-hime, wajahmu merah terang. Apa kamu tidak apa?” (Maya)

 

Gadis berambut ungu datang mendekati setelah gadis berambut merah, sambil kecapekan.

Kein pikir sesuatu yang rumit telah terjadi.

Sepertinya, gadis berambut ungu mengetahui sesuatu.

 

“Apa kalian mungkin temannya Saint?” (Kein)

“Ya, benar. Sepertinya mereka telah merepotkan kalian. Aku akan membawa pulang mereka, jadi bersabarlah.” (Maya)

 

Gadis berambut ungu dengan paksa menarik gadis berambut merah dan Sephilia, dan kemudian menghilang ke jalan raya.

 

“Ada apa, Kein?” (???)

 

Anak perempuan panti asuhan di samping Kein bertanya.

 

“Tidak, hanya saja, aku sepertinya pernah melihat gadis berambut merah itu entah di mana……” (Kein)

 

Kein pikir itu mungkin hanya imajinasinya.

Namun, Kein lah yang tidak mengingat wajah Anastrea ketika dia memberikan “Buah Kebangkitan” kepadanya.

(AoN: hebat, bisa lupa.)


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻