Dungeon Defense Vol 4 – Bab 3 Part 1

Oleh Alone of Nyx on July 26, 2019

Dungeon Defense: Volume 4 – Bab 3 (Part 1) Bahasa Indonesia


Bab 3 – Hari Saat Bunga Sakura Gugur (Part 1)

▯Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 7
Dataran Bruno, Tentara Aliansi Bulan Sabit, Penjara Sederhana

Saat tengah malam.

Farnese kembali.

“Gadis ini telah membawakan hadiah, Tuan. Banyak sekali.”

Hadiah yang dibawa oleh Farnese selagi mengatakan itu, hadiah benar-benar pertama kalinya bagi gadis yang baru saja menjadi 17 tahun, usia dimana sewajarnya bagi gadis perempuan untuk memancarkan perasaan yang baru, memberikanku, seseorang yang keberadaannya mendekati ayahnya, bukanlah sesuatu yang imut seperti uang jajan ataupun surat tulisan tangan yang tradisional, melainkan tumpukan apa yang tampaknya seperti ratusan tengkorak kepala manusia.

Terlebih lagi, itu kumpulan tengkorak yang masih memiliki bagian kulit.

“······.”

“Ini ksatria dari Brittany. Kalau ini pemimpin paling sukses dari perusahaan di pasukan kekaisaran Francia. Dia, yang gadis ini dapatkan informasinya setelah menyiksa tahanan, sepertinya memiliki banyak reputasi. Dan kalau ini merupakan komandan pasukan yang terkenal di Republik Batavia······.”

Dengan wajah tanpa ekspresi, namun, seakan dia anak kecil yang baru saja kembali dari liburan luar pulau pertama kalinya dan membawa oleh-oleh untuk anggota keluarganya, Farnese menunjukkan tengkorak dan menjelaskannya masing-masing. Dia dapat membedakannya dengan baik. Meskipun mereka semua terlihat sama dimataku dan kepala yang aku harap dia singkirkan sedikit, entah kenapa, sepertinya dimata Farnese itu seakan ada tanda pengenal berwarna-warni tercantum di setiap kepala.

“Aku mengerti. Aku sangat mengerti kalau kau memiliki orientasi seksual yang sangat unik serta nilai akademis untuk diteliti. Maka dari itu, bisakah kau menyingkirkan semuanya dengan rapi sebelum aku berakhir muntah? Aku terlalu normal untuk menerima preferensimu secara menyeluruh.”

“Tunggu sebentar, Tuan. Gadis ini belum menampilkan hadiah sesungguhnya. Bergembiralah. Tidak peduli seberapa luas alam semesta ini, satu-satunya gadis yang kemungkinan memberikan hadiah kepada Yang Mulia hanyalah gadis ini. Gadis ini tidak yakin, tapi mungkinkan itu karena Yang Mulia telah melakukan sesuatu yang sangat baik di kehidupan sebelumnya?”

Farnese berlaga sombong.

Terasa sangat menjengkelkan.

Keturunan dari siapa sih anak ini sampai-sampai kelakuannya seperti ini?

Jika dia bertingkah seperti itu, entah dia cantik atau tidak, aku ingin tahu apakah ada pria yang akan tertarik kepadanya. Tolong jangan hidup sambil menempel hanya kepadaku, kau bodoh. Aku tidak memiliki hobi hidup selagi psikopat sangat berbakat menempati sudut rumahku.

“Ok. Bagaimanapun, pikiranmu itu, keinginan bukan hanya memberikanku berita kemenangan tapi juga hadiah, memang mengagumkan. Jadi, hadiah sesungguhnya apaan?”

“Hu-hum.”

Farnese membentangkan tangannya sambil membuat efek suara ‘Tadah’ dengan lidahnya.

“Dari kumpulan ini, gadis ini akan memberikan hadiah permanen kepada Yang Mulia tengkorak yang disukai. Bagaimana? Bukannya Yang Mulia sangat terharu sampai Anda ingin membuat perpustakaan pribadi untuk gadis ini?”

“Aku tidak membutuhkannya sama sekali!”

Aku berteriak dan berdiri untuk menekan mahkota kepala Farnese. Namun, aku menyadari bahwa itu mustahil. Dengan sesal, terdapat jeruji besi di antara Farnese dan diriku, selain itu, terdapat jarak yang cukup jauh di antar kami berdua. Tubuhku terhalang oleh jeruji besi dengan clank.

“Apa kau datang ke sini sambil membawa sesuatu seperti itu dalam satu paket sebagai hadiah pertamamu ke Tuanmu yang agung? Jika kau hanya menghitung jumlah pelajaran yang aku berikan kepadamu, maka biaya mengajarnya saja sudah cukup untuk membangun sebuah kuil. Sini mendekat dan biarkan dipukul sedikit.”

“······Sungguh, apakah Yang Mulia tidak puas dengan tengkoraknya? Menyusahkan. Itu merupakan barang kualitas super yang mana gadis ini pilih secara ketat. Tapi jangan khawatir. Apakah Yang Mulia tidak menduga bahwa gadis ini mempertimbangkan sifat pilih-pilih hal yang menariknya Yang Mulia? Mengetahui hal ini.”

Farnese menepukkan tangannya.

Ketika dia melakukannya, prajurit mendekat sambil menarik gerobak. Mengejutkannya, gerobak tersebut terisi penuh sesak dengan tengkorak manusia. Meskipun hujan telah berhenti, langit memiliki kegelapan yang sama seperti sebelumnya jadi jarak pandangku sangat terbatas, aku dapat melihat garis dari gerobak, yang berada di kaki jurang, menuju ke sini dimana kami berada. Farnese dengan perkasanya meletakkan tangan di pahanya dan mendeklarasikan.

“Gadis ini memungut semua mayat yang ada di medan pertempuran dan hanya mengambil kepalanya saja. Nah sekarang, Tuan. Mohon nilai mereka dengan santai sampai Yang Mulia dapat menemukan kepala yang sesuai dengan selera.”

“Seperti yang aku bilang, tolong singkirkan ide memberikan hadiah tengkorak ke orang lain, kau sinting!”

Orang ini tidak benar······. Sungguh, dia benar-benar gila······. 

Farnese memiringkan kepalanya dan bergumam, aneh, bagaimana Yang Mulia tidak menyukai seni luar biasa ini. Itu terlihat seakan dia sangat terkejut.

Bagi Farnese, seni berarti momen ketika hidup dan mati berkedip secara hebat. Dalam hal itu, ekspresi yang dibuat oleh mayat di medan pertempuran pasti merupakan puncak seni baginya. Meskipun aku tidak gagal untuk memahaminya logika yang unik itu, aku hanya tidak memiliki kemurahan hati yang dibutuhkan untuk menerimanya secara cuma-cuma.

Aku menghela nafas.

“Apa kau iri?”

“Mm? Apa Yang Mulia maksudkan?

“Berbeda denganmu, wajah yang dapat menunjukkan ekspresi secara bebas, aku bertanya apakah kau iri terhadap orang yang terlahir normal dan bebas biasanya.”

Farnese terdiam.

Di kejauhan, sebuah api membara dan runtuh. Kami pergi berperang selagi membakar mayat. Abu yang beterbangan seperti menggarami langit, dan disusul, asap hitam membumbung ke atas. Terkadang, para tahanan, yang belum mati dan menggantungkan benang hidup selama yang mereka bisa, ditebas dan dibunuh oleh prajurit kami secara langsung. Crackle crackle······ ah, aaaack······  Setiap kali api membumbung ke atas, teriakan kematian dapat terdengar dengan sedikit tertunda.

Farnese mengesampingkan teriakan di belakangnya dan menatapku dengan melamun. Emosinya sangat samar. Ketika seseorang mengatakan suhu dari tatapan seseorang sama dengan hatinya, maka itu terasa seperti Farnese tidak mengetahui apa pun mengenai suhu.

“Aku dapat menebak alasan kenapa kau tidak dapat berekspresi dengan baik. Lebih banyak kau membuat ekspresi wajah, lebih semangat pastinya ayahmu. Jadi kau, sebagai tipe pertahanan diri, pasti memutuskan untuk menyingkirkan sesuatu seperti ekspresi secara menyeluruh, sama halnya dengan bagaimana kumbang hutan menyingkirkan warna uniknya dan bersembunyi di antara batang pepohonan.

“······.”

“Farnese, jika seperti itu, maka itu sesuatu yang telah kau putuskan. Tidak peduli betapa kejam atau tidak adilnya itu, karena itu sesuatu yang telah kau lalui sendiri, pada akhirnya, itu sesuatu yang harusnya kau selesaikan sendiri. Bahkan jika kau mengumpulkan puluhan ribu mayat yang memiliki ekspresi, hari dimana kau terbebas dari amarah dan lukamu tidak akan pernah terjadi.”

“Gadis ini tidak mengerti, Tuan.”

Farnese berbicara dengan tenang.

“Yang Mulia, Anda bilang kepada gadis ini pada hari itu di hutan pinus yang bersalju. Anda bilang kepada gadis ini untuk membunuh semua yang menghalangi jalannya, tidak peduli apa pun itu, jangan takut, jangan terkekang oleh sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawab gadis ini, dan memotong semua hal yang mencoba untuk mengekang gadis ini. Yang Mulia juga bilang kepada gadis ini jika dia memotongnya, maka di situlah gadis ini akan hidup. Kenapa Yang Mulia sekarang menyarankan gadis ini untuk berhenti mengambil kepala musuh?”

Dengan jarinya, Farnese menggulung rambut sampingnya. Itu kebiasaan yang dia tunjukkan setiap kali dia sedang berpikir keras.

“Apakah gadis ini terlalu kejam? Perang saja sudah kejam. Apakah cara gadis ini terlalu jahat? Tidak ada hal bodoh selain mempertanyakan tugasnya di medan perang. Atau mungkin, karena kasihan, yang tidak pas untuk Yang Mulia, muncul······.”

“Aku bilang kepadamu untuk membunuh sesuatu yang menghalangimu.”

Aku memotong perkataannya.

Meskipun dia menjadi cukup fasih sebab menerima edukasi dalam retorika dari diriku dan Lapis, dia masih kurang kemampuannya untuk melawanku.

“Hal yang menghalangimu bukanlah sesuatu seperti tengkorak itu. Lihat baik-baik. Bukannya hal yang menghalangimu adalah masa lalumu?”

“······.”

Farnese menjadi terdiam.

Seakan gadis, yang membantai setidaknya ribuan dan paling banyak sepuluh ribu hari ini, terhalang oleh dinding ‘tak terlihat, dia berdiri di tempat tanpa mempedulikan dapat bergerak satu inci pun.

“Meskipun gadis ini tidak ingin mengakuinya.”

Ketika Farnese dapat sedikit membuka mulutnya, langit sudah terlihat menjadi gela dan beberapa obor dinyalakan sepanjang tempat perkemahan militer.

“Yang Mulia benar. Meskipun gadis ini dapat bebas dari hal yang gadis ini menyulap dirinya sendiri untuk mempercayai bahwa suara dari salju merupakan suara cicada, gadis ini masih terkekang oleh rantai masa lalu. Dan gadis ini tidak bisa mengendalikannya dengan seenaknya.”

Daripada ucapan, ungkapan Farnese lebih mendekati helaan nafas kecil.

“Setiap ada wajah yang menunjukkan sesuatu emosi di hadapan mata gadis ini, gadis ini berkeinginan untuk mengoyaknya dengan pedang. Jika ada wajah yang mengutuk gadis ini di antara mereka, maka gadis ini ingin memamerkannya setelah mengoyaknya. Dengan melakukan itu, gadis ini ingin menikmati perasaan hidup dari fakta kalau mereka mati dan gadis ini hidup. Apa yang harus gadis ini lakukan? Apa yang harus gadis ini lakukan agar dapat mengubah ini?”

Farnese menurunkan pandangannya ke arah tanah.

Anak ini kemungkinan mondar-mandir di dalam pikirannya karena dia tidak yakin harus melakukan apa. Dia tahu apa yang harus diperbaiki, tapi dia tidak tahu cara memperbaikinya.

Namun, itu saja sudah merupakan langkah besar.

Sampai baru-baru ini, Farnese merupakan kumpulan dari banyaknya trauma. Dia menolak fakta bahwa dia menjadi objek kekerasan oleh ayahnya, dia menyembunyikan fakta sebagai sebuah kebohongan selagi tidak membuat ekspresi sedikit pun, dan dia hanya akan berbicara mengenai lukanya yang dipendam ketika dia terpengaruhi oleh alkohol atau obat-obatan. Dibandingkan waktu itu, bukannya Farnese sudah menjadi lebih dewasa?

Lapis mengatakan kalau Farnese berbahaya. Aku bilang kepada Lapis kalau aku akan bertanggung jawab dan memintanya untuk menyerahkannya kepadaku dan menunggu dengan sabar. Sambil dikurung di dalam penjara ini dan memandang ke Farnese di sisi lain jeruji besi, aku sekali lagi memastikan keputusanku pada waktu itu tidaklah salah.

“Aku sama sepertimu.”

Sekarang, bukan saatnya untuk mengorek tetapi waktunya untuk memimpin.

“Ada sosok ayah dalam kehidupanku juga. Selain itu, dalam hal sifat buruk, dia mungkin setara atau lebih buruk daripada ayahmu, tidak mungkin dia bisa di bawahnya. Kehidupanku hancur karena laki-laki itu.”

“······Yang Mulia, juga?”

“Ya.”

Aku dapat mengklaimnya karena aku secara pribadi merasakan dipenjara sekarang. Jawaban siapa orang termudah di dunia untuk dimasukkan ke dalam penjara. Itu merupakan ayahku. Ini bukan lelucon.

Mulanya, bahwa tidak ada jalan lain mengenai ayahku yang merupakan binatang pantas untuk mati. Aku sangat yakin hal ini karena ibuku, yang mencintainya dan sangat menyayanginya sampai dia akhirnya mencintai bahkan organ dalam tubuhnya, mencoba untuk membunuhnya.

Kecuali, entah dia terbunuh atau tidak, sampai hari itu tiba, banyak hal yang wajib aku lakukan. Bahkan ketika ayahku membesarkanku, tidak pernah sehari pun aku mengalami kelaparan. Bukannya hanya dengan itu saja seharusnya sesuatu yang dapat disyukuri? Meskipun aku dibesarkan oleh ayah-seperti-anjing dan tumbuh sebagai anak jalang, aku, untungnya, manusia yang jujur. Aku tidak punya pilihan lain selain mengakui kenyataan bahwa dia berhasil dalam kewajibannya sebagai ayah dikarenakan fakta kalau aku tidak pernah mengalami kelaparan sejak aku lahir.

Itulah kenapa, daripada mengakhiri hidupnya, aku memutuskan untuk merasa puas hanya dengan menjebloskan hidupnya ke dalam jurang ‘tak berdasar. Sesuatu yang dikenal sebagai rasa belas kasih dan toleransi, yang mereka sebut. Ternyata bahkan aku anak yang cukup lembut dan patuh.

Caranya mudah.

Aku secara diam-diam mengirim anak dibawah umur ke dalam pesta barter yang sering diadakan oleh ayahku di vila favoritnya. Seperti itu. Meskipun dia memiliki empat atau lima istri, dia tetap menikmati hubungan seksual dengan siapa saja. Sakitkan dia? Tidak akan mungkin seseorang dapat menunjukkan rasa hormat kepada rasa haus seksual seperti itu. Aku yakin itu sangat disayangkan bahwa hanya aku yang mengetahui sifat ayahku, jadi berdasarkan itu, aku dengan sungguh-sungguh menyiapkan orang-orangan sawah yang dikenal dengan pelaporan-pelanggaran dan mengamankan bukti.

Bahkan aku tidak perlu secara personal memulai masalahnya. Meskipun di tempat yang aku tidak genggam, ayahku menggoda banyak wanita. Di antara itu, skandal sedikit pelecehan seksual terjadi di tempat yang tidak ada hubungannya denganku. Sungguh sangat konsisten, itu merupakan anak SMA lainnya⎯⎯⎯⎯sebab itulah kenapa aku sering menegaskan bahwa lolita complex merupakan penyakit mental⎯⎯⎯⎯saat masih terkejut, aku menuangkan bensin, yang telah aku kumpulkan, ke kejadian yang menyala dengan alami. Meskipun aku menyebutnya bensin, itu bukanlah hal yang spesial. Aku hanya memanggil mereka dan mengatakan beberapa kata kepada mereka.

⎯⎯ Tuan Muda, kenapa kita harus memasang kamera secara diam-diam di sini?

Aku bilang kepada mereka kalau mereka tidak perlu mengetahuinya.

⎯⎯ Uh. Aku- apa tidak masalah······?  Bisakah aku mempercayai kalau kau akan memberikanku upah yang sesuai setelah ini berakhir?

Aku mengancam mereka untuk percaya saja denganku.

⎯⎯ Kami sudah memanggil semua penasihat hukum, Tuan Muda. Jangan khawatir. Bahkan jika videonya tersebar, situasi dimana keluarga dari ketua ikut tercemar tidak akan terjadi. Fakta kalau siswi SMA terlibat hanya rintangan kecil, kami akan melakukan segala······  Maaf? Apa kau mengatakan kepada kami untuk membiarkannya? Tapi ······?

Jika mereka ingin komplain, maka aku bilang kepada mereka untuk komplain.

⎯⎯······.

⎯⎯······.

⎯⎯······.

Membuat mereka tidak sadar akan sesuatu yang seharusnya mereka memiliki hak untuk mengetahuinya, membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain mempercayai sesuatu yang mereka ingin percayai, dan membuat mereka melakukan sesuatu yang mereka harusnya tidak lakukan. Otoritas pada dasarnya sesuatu seperti itu dan aku memiliki otoritas yang cukup.

Aku tersenyum ke arah mereka dan berbicara. ‘Kenapa kalian tidak menjawab?’. Mereka semua meneguk dan menjawabku, yang merupakan pewaris perusahaan.

⎯⎯ Ya.

⎯⎯ Ya, dimengerti······.

⎯⎯ Sesuai permintaan Anda.

Waktunya berburu telah tiba.

Ketika seekor singa memburu rusa, mereka tidak akan tergiur oleh bau darah yang jauh hanya karena mereka sudah pernah merasakan darah dari leher rusa sekali.

Bahkan setelah ayahku dipenjara dan aku langsung membersihkan semua yang dekat dengannya, aku masih waspada. Aku menahan informasi dan mengaturnya. Laporan pelanggarannya tidak berhenti dan entah kenapa, reporter asli mulai bermunculan dari pers busuk. Aha, jika seperti ini maka mau bagaimana lagi jadi aku hanya bisa mengangkat bahu.

Tinggal di penjara selamanya.

Itu merupakan keinginan terakhirku dan ayahku lebih dari senang menuruti keinginan kecil milikku.

Seperti itu, konsekuensinya.

Empat hari kemudian, ayahku meninggal dikarenakan serangan jantung.

“······.”

Aku melihat ke atas ke langit yang berhenti hujan. Asap enggan menghilang, dan sebaliknya, merembes ke dalam tanah. Farnese memandangku dengan diam yang dalam kondisi ini.

“Farnese. Aku mungkin berhasil secara keseluruhan, tetapi aku melakukan kesalahan pada saat terpenting. Meskipun berhasil dalam memasukkannya dalam penjara, aku tidak mungkin menyangka kalau dia akan mati dikarenakan penyakit kronis dalam waktu 4 hari.

Aah.

Empat hari, hanya dalam empat hari.

Waktu yang sangat singkat dalam membalasnya untuk dendam yang telah tertimbun selama aku hidup.

Hanya dalam empat hari.

Aku, yang langsung berlari keluar setelah mendengar berita bahwa kematian mendadak ayahku, sanga depresi. Bahan selagi aku membaca catatan yang seharusnya dia tulis sebagai keinginan terakhir, hanya satu pikiran yang melintas di kepalaku. Bahwa manusia ini, bajingan ini, ular berbisa tidak tertandingi di antar ular berbisa, telah mengetahui semua rencanaku dan dengan sengaja menggunakan penyakit kronis sebagai alasan untuk bunuh diri.

Aku tidak tahu bagaimana rencanaku bisa terbongkar. Dia kemungkinan menyadari dengan instingnya, dia monster lagian.

Karena masalah jantung merupakan penyakit kronis yang dia sudah miliki sejak lama, tidak ada yang mencurigai kematiannya. Pendapat mayoritas bahwa dia mati karena mati yang mudah, dan itu merupakan argumen masuk akalku bahwa dia pantas dibunuh tetapi aku tidak dapat melakukannya. Pada akhirnya, aku mungkin berhasil dalam melakukan balas dendam, tetapi aku harus hidup selama aku hidup dengan rasa pahit di mulutku.

Bagus bagimu, ayah. Kau pasti merasa lega karena kau dapat mengacaukan anakmu untuk terakhir kalinya di saat-saat terakhir hidupmu. Benar, mati yang bagus. Apa kau sangat tidak menyukai pemikiran menebus dosa-dosamu terhadapku sampai segitunya? Apa kau ingin menyampaikan kepadaku bahwa kau tidak memiliki sedikit pun  dalam kehidupanmu yang harus kau tebus?

“Haa······.”

Aku menghela nafas.

“Terdapat banyak moral berharga di dalam ceritaku. Apa kau tahu apa itu?”

“Tidak peduli betapa bajingannya mereka, karena dia ayahmu itu tetap ayahmu, kau seharusnya tidak mengurungnya tanpa sebab?”

“Kau bodoh. Apa yang kau dengarkan terhadap ucapanku? Itu malah sebaliknya. Jangan sampai memaafkan dia atau membiarkannya, dan tanpa kegagalan, bunuh dia, ayah yang telah menghancurkan kehidupanmu, dengan kedua tanganmu sendiri.”

“······.”

Aku menopang dagu Farnese ke atas dan memandangnya secara jelas. Anak pertama yang aku putuskan untuk menanggungnya setelah datang ke dunia ini. Meskipun aku jarang mengekspresikannya dalam ucapan, aku menanggap kau sebagai anak angkatku. Karena pemandangan kehidupanmu yang rusak itu sama seperti melihat kehidupanku yang rusak.

“Orang di dunia palingan hanya memberikanmu segala nasihat. Maafkan dia. Mengatur caramu berpikir dan mengubah kehidupanmu secara positif. Oh sayang. Ucapan tersebut hanya akan menguntungkan mereka saja. Mereka mungkin, barangkali, bukannya kalimat benar, juga. Pokoknya, kau, bukannya kau sudah menderita sampai kau tidak bisa mengatakannya secara lantang atau sesuatu yang lebih parah dari itu, oleh ayahmu sendiri? Aku dapat dengan mudahnya menbak.”

“······.”

“Maka dari itu, bunuh dia.”

Aku berbicara.

Menggunakan nada yang pasti akan jawabannya.

“Hukum ayahmu dengan kedua tanganmu. Dapatkan balas dendammu dan akhiri hidupnya. Tidak peduli betapa luasnya alam semesta, karena tidak ada siapa pun yang lebih berhak daripada dirimu untuk membalaskan dendam, kau sendirilah yang harus melakukannya. Hal yang tidak dapat aku lakukan karena aku malas, aku dengan sungguh-sungguh berharap kau dapat melakukannya.”

Seakan aku menaruh kutukan kepadanya di saat yang bersamaan dengan menganugerahinya.

Aku memberikan anak angkatku jawabannya.

“Setelah kau melakukannya, kau akan bebas.”

Farnese gemetaran tanpa suara. Itu merupakan reaksi alami. Perkataanku ialah es. Jika seseorang ingin menelan es secara langsung, maka mereka membutuhkan perut yang kuat serta gigi yang kokoh. Dan gadis ini, yang berdiri di hadapanku, merupakan tiang dari Lapis, yang memiliki perut terkuat, serta aku, yang memiliki gigi terkokoh, telah besarkan dengan sungguh-sungguh. Tidak peduli apakah dia tumbuh bosan akan berkelakuan jahat, dia harus melakukannya mulai dari sekarang, dia tidak dapat menolaknya.

Benar saja.

“······Tapi, Yang Mulia. Masalahnya. Bahkan jika gadis ini mencoba untuk membunuh ayahnya, ayah dari gadis ini bertempat tinggal di kerajaan sebalah selatan. Masih ada banyak orang di utara bagi Yang Mulia dan gadis ini harus ambil nyawanya, jadi kapan kita akan bisa maju ke arah selatan?”

Farnese langsung menunjukkan masalahnya. Itu artinya dia setuju dengan ucapanku yang menyuruhnya untuk membunuh ayahnya. Inilah kenapa aku tidak membenci anak yang dapat memahami ucapanku.

“Untuk menaklukkan Kekaisaran, kita harus membantai Putri Kekaisaran juga, tapi menurut perkataan Yang Mulia, Putri Kekaisaran merupakan gunung terbesar. Melakukan hal seperti melewati gunung tersebut saja sangat jauh dijangkau, jadi sampai hari itu tiba, bagaimana gadis ini dapat menahan rasa ingin menghancurkan masa lalunya di medan pertempuran ini? Bagaimana kita dapat tahu kalau itu akan memakan waktu 5 atau 10 tahun kemudian? Gadis ini ingin cepat-cepat menjadi bebas.”

“Ada bagusnya kau jujur. Setiap kali aku menyaksikan kau pelan-pelan menjadi anak bajingan yang lebih jujur, itu membuatku sangat senang sampai aku mungkin ingin berdansa.”

“Meskipun gadis ini sangat khawatir karena sepertinya sifat gadis ini jadi membusuk dari hari ke hari disebabkan oleh Yang Mulia dan Nona Lapis······.”

“Tidak masalah. Jangan khawatir tentang hal itu. Semua yang kami lakukan hanya mengeluarkan apa yang sudah busuk. Karena itu jiwamu yang sesungguhnya, lakukan yang terbaik untuk mencintainya.”

“Yang Mulia memiliki bakat menyentuh perasaan hati seseorang setiap kali Anda membuka mulut. Sebuah bakat yang dapat menyentuh perasaan hati seseorang merupakan hal yang sangat buruk, itulah kenapa. Tolong cepat-cepat menggigit lidah Anda dan bunuh dirimu sendiri, Tuan.”

Aku mengangkat sudut mulutku.

“3 hari.”

“······?”

“Kau dapat membunuh ayahmu dalam waktu 3 hari.”

Farnese mengerutkan alisnya.

“Itu sangat aneh dan cepat sekali. Bagaimana bisa gadis ini dapat menangkap ayahnya dalam waktu 3 hari?”

“Bukan kau yang akan membawanya ke sini, kau anak yang bodoh. Bukannya aku sudah sering bilang? Tolong, jika apa yang menempel di lehermu merupakan kepalamu, maka tolong gunakan. Coba pikirkan. Tidak peduli apakah kau telah menjadi budak atau tidak, kau masih tetap keturunan dari Kediaman Farnese. Keturunan dari keluarga mereka telah mengkhianati umat manusia dan mengikuti demon, tapi apa kau pikir mereka akan tinggal diam ketika kehormatan mereka sebagai keluarga bangsawan menjadi taruhannya? Bahkan jika mereka mencoba membiarkannya, apa kau pikir orang-orang di sekitar mereka akan dengan tenang membiarkan mereka?”

“······.”

Farnese menjadi terdiam. Kau dapat mengetahui dari wajahnya kalau itu merupakan skenario yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Aku membuat suara tsk-tsk dengan lidahku dan menggelengkan kepalaku. Inilah kenapa anak kecil, yang mempelajari dunia hanya dari buku sejarah, memiliki insting yang lemah ketika di saat waktu yang penting.

“Dengarkan baik-baik. Dengarkan baik-baik dan pelajari. Waktu yang cukup lama telah berlalu sejak Putri Kekaisaran Elizabeth mendapatkan memoria artifact. Pada saat ini, Putri Kekaisaran sudah menghubungi Kediaman Farnese. Empat hari telah berlalu sejak kau menjadi pemimpin dan memberikan pidato tersebut, tapi jika itu seseorang yang kompeten seperti Putri Kekaisaran, maka tidak peduli seberapa buruk situasinya, mereka seharusnya dapat memecahkannya dalam waktu seminggu. Maka dari itu, 3 hari dari sekarang. Apa pun yang terjadi sebelum 1 minggu berlalu, Putri Kekaisaran pasti, tanpa diragukan lagi, menekanmu dengan meletakkan Duke Farnese pada bagian terdepan pasukannya.”

“Bagaimana bisa Yang Mulia yakin hal tersebut ······.”

“Oh dewa. Untuk membesarkanmu sebagai keturunanku, apa aku yang tidak beruntung. Kau bukan hanya tidak bisa berpikir, tapi kau juga tidak bisa mendengarkan dengan baik? Nak, bukannya isu bahwa kau keturunan dari Kediaman Farnese dan anak perempuan dari pelacur telah tersebar luas di antara pasukan terdepan dari Tentara Salib? Hm? Siapa kau pikir yang dapat mengetahui informasi tentang dirimu dengan tepat dan juga menyebarkan isu jelek mengenaimu, hanya dalam 3 hari? Bisakah itu orang lain daripada Putri Kekaisaran Elizabeth?”

“······.”

“Maka dari itu, jangan khawatir tentang apakah kau harus menunggu 10 tahun atau tidak, tapi sebaliknya, pikirkan tentang 3 hari yang dikit lagi akan terjadi. Jenderalku yang bodoh, bahkan seminggu merupakan waktu yang di luar batas kapasitasmu. Memikirkan satu hari penuh dan menyadari hari berikutnya, itulah tingkatmu sekarang ini. Betapa lancangnya kau mencoba untuk mendiskusikan 10 tahun.”

“Gadis ini mulai lebih tidak menyukai Yang Mulia······.”

“Itu karena langit masih di atas langitmu. Aku sangat mengetahui perasaan itu.”

“Gadis ini juga tidak menyukai Yang Mulia yang menanggap dirinya mengetahui perasaan itu sangat baik, juga······.”

“Oh? Maka cobalah menang melawanku. Bagi seseorang yang tidak dapat menang, kau pasti cukup senang akan hidupmu karena kau masih memiliki harga diri yang tersisa. Apa otakmu itu terasa damai?”

“Guuuuh······.”

Farnese mengerang tanpa menunjukkan ekspresi apa pun di wajahnya. Betapa imutnya.

Intinya, hasrat untuk kekuatan merupakan sesuatu yang tidak memaafkan siapa pun yang berada di atas mereka sendiri. Akulah yang membangkitkan nafsu untuk kekuatan dalam diri Farnese, dan aku juga yang sebenarnya menempati langitnya. Karena itu, di posisi Farnese, dia tidak memiliki pilihan lain selain merasakan tercekik.

“Pokoknya, karena semua akan terjadi seperti itu, ingatlah itu. Jadi meskipun Putri Kekaisaran tiba-tiba membawa ayahmu untuk menggoyahkan mentalmu, jangan terlalu kaget. Malah seharusnya, bergembiralah bahwa 10 tahun dipendekkan menjadi 3 hari. Dapatkan balas dendammu dan ambil nyawanya. Dan······.”

Dan.

Saat aku ingin menambah beberapa kalimat.

“⎯⎯⎯⎯Itu merupakan kalimat yang bagus, Dantalian. Dapatkan balas dendamu dan ambil nyawanya.”

Aku mendengar suara yang tidak asing.

Kami berdua membalikkan pala kami pada saat yang bersamaan. Dari sudut kegelapan yang diselimuti oleh langit malam, bersemangat, dan namun, langkah ringan yang mendekat dari arah tersebut. Pemilik kedua suara dan bunyi langkah kaki itu datang ke tempat yang di sinari oleh obor yang dekat dengan penjara dan berhenti.

Rambut putih alami.

Mata warna kuning yang mirip seperti singa.

“Karena itu yang terjadi, aku datang kemari karena aku ingin mengatakan hal yang percis sama denganmu.”

Barbatos tersenyum di sana.

Tick.

Jam saku yang menyelam di bajuku bergerak.


Sebelumnya | Selanjutnya


Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻