Dungeon Defense Vol 1 – Bab 3 Part 3

Oleh Alone of Nyx on October 1, 2017

Dungeon Defense: Volume 1 – Chapter 3 (Part 3)

Chapter 3 – Faceless Disease (Part 3)

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 6, Hari 20

Kastil Demon Lord Dantalian

 

“…… Apakah Yang Mulia berencana hari ini tetap di tempat tidur seharian juga?”

“Jika kau berpikir aku tidak melakukan apa-apa hanya karena aku berbaring di tempat tidur, kau sangat keliru. Meskipun kelihatannya seperti itu, takdir alam semesta sedang tersebar di kepalaku. ”

 

Dua bulan sudah berlalu.

 

Sejak aku meminjam emas, aku telah menghabiskan 2 bulan terakhir secara jelas melakukan sesuatu dengan santai. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi Lapis Lazuli datang untuk menemuiku dan mulai menghela nafas.

 

“Bunganya sudah mencapai 2.000 Libra.”

“Ah, buku ini cukup menyenangkan.”

 

Aku membalik-balik buku sambil berbaring. Judul bukunya <Sejarah Demon Lord dan Hukum Adat yang Turun-Menurun>.

 

Alasan kenapa aku membaca sastra seperti ini cukup sederhana.

 

Informasi yang aku punya di dunia ini sangat condong ke satu sisi.

 

<Dungeon Attack> adalah permainan di mana kau bermain di sebagai pahlawan manusia. Berkat itu, aku mungkin memiliki pengetahuan tentang manusia dan masyarakatnya, tapi aku bodoh tentang dunia demon.

 

Paling-paling, ada pahlawan wanita vampir yang jatuh cinta pada protagonis dan menyerah kepadanya. Tapi hanya itu. Pahlawan wanitanya tidak pernah merincikan tentang dunia demon.

 

Yah. Itu artinya aku harus mempelajarinya sendiri.

 

“Hoh. Di dunia ini, kalau Demon Lord mau menyerang Demon Lord lainnya, mereka setidaknya harus mengirim deklarasi perang dua kali, ya. Formalitas yang tidak ada gunanya. Meskipun, itu adalah cara yang mengesankan untuk mencegah perang. Hm, hm. ”

“Jika Yang Mulia terus tidak mengambil tindakan seperti ini, Yang Mulia akan berakhir bangkrut dalam waktu 3 bulan. Mohon diperhatikan, Yang Mulia. ”

 

“Aku ingin makan es krim”

 

“……”

 

Dia mungkin telah menyadari kalau sisi ini benar-benar mengabaikannya.

 

Lapis Lazuli menekan dahinya menggunakan jari telunjuk dan ibu jarinya. Meskipun wajahnya masih tanpa emosi, aku bisa mengetahui kalau dia menerima banyak tekanan.

 

Aku memberinya senyuman bermuka tebal.

 

“Jangan khawatir. Karena semua persiapannya sudah selesai. ”

“…… Saya minta maaf, Yang Mulia. Selain perintah Yang Mulia berikan ke hamba dua bulan yang lalu, apakah Yang Mulia telah melakukan hal lain? ”

 

“Itu semua persiapan yang dibutuhkan.”

 

Sekitar 50 hari yang lalu.

 

Aku membuat Lapis Lazuli membeli herbal tertentu sekaligus banyak. Sekarang, itu adalah tanaman yang kebanyakan orang akan anggap sebagai tumbuhan yang tidak berguna. Namun, aku tahu masa depan.

 

Tanggal saat ini tahun 1505 pada kalender Kekaisaran.

 

Pada musim panas ini, penyakit menular akan terjadi dan menyebar ke seluruh benua.

 

Di masa depan penyakit ini akan dikenal sebagai <Black Death> dan menyebar ke seluruh benua sebagai simbol rasa takut. Hampir 40% dari seluruh penduduk di benua itu akan lenyap, sehingga menyebutnya mimpi buruk tidak akan, bahkan jauh dari penggambaran kejadian ini. Dalam Dungeon Attack, game dimulai sekitar <Black Death> sudah lewat …… tepatnya, game dimulai pada tahun 1515 pada kalender Kekaisaran.

 

Tragedi yang belum terjadi. Ini adalah sesuatu yang tidak perlu aku khawatirkan, kan? Bagian yang menarik adalah apa yang terjadi selanjutnya.

 

Wabah ini, secara mengejutkan, punya obatnya.

 

Namanya ‘Black Herb’. Karena menyembuhkan <Black Death>, dengan demikian disebut <Black Herb>. Orang-orang dari dunia ini mempunyai selera mengerikan dalam penamaan. Mereka kemungkinan akan memberikan nama anak yang tidak sah lebih baik.

 

‘Angel’s Herb’, ‘Goddess’ Mercy’, ‘Apollon’s Liver’, sebutan seperti itu muncul setelahnya. Namun, ini juga mengenai masa depan. Musim panas tahun 1505 pada kalender kekaisaran, sebelum wabah datang, <Black Herb> ini hanya rumput liar. Di banyak daerah, ini adalah tanaman yang bahkan tidak memiliki nama.

 

Itu saja.

Sebuah rumput liar.

Itu adalah bagian dari tanaman hijau yang sama sekali tidak ada nilai uangnya–

 

Aku, menggunakan semua koin 10.000 emas, menginvestasikan ke dalam tanaman ini.

Sejujurnya, hal itu mudah.

 

Pertama, aku membuat kontrak dengan pedagang kecil di seluruh benua. Selanjutnya, melalui pedagang kecil, aku bisa membentuk kontrak dengan apoteker yang tersebar di seluruh negeri. Dan akhirnya, apoteker menyewa pengumpul herbal dari kota dan desa-desa. Seketika, tiga kontrak ditandatangani. Perantara dan biaya transportasi untuk perusahaan kecil, 2.000 koin emas. Biaya farmasi dan karyawan pengumpul herbal, 6.000 koin emas. Selain itu, agar mampu menjaga herbal sesegar mungkin, aku memperoleh penyimpanan semi permanen dengan kualitas terbaik.

 

Aku masih belum terbiasa adat di dunia ini, tapi itu tidak menjadi masalah. Aku berencana menjadi orang besar di manapun aku berada. Semua detail (malas) urusannya ditangani oleh Lapis Lazuli sebagai perwakilan.

 

Orang yang pergi berkeliling membuat kontrak dengan pedagang kecil dan apoteker bukanlah aku, tapi Lapis Lazuli. Sebagian orang bisa mengatakan kalau kami cocok. Kami kombinasi yang cukup menakjubkan.

 

Orang-orang yang tidak tahu cerita di dalamnya mungkin akan tertawa terbahak-bahak jika mereka melihat ini.

 

Ia meminjam 10.000 Libra dan kami ingin tahu apa yang akan dia lakukan dengan itu, tapi lihatlah. Dia membeli sekelompok tanaman yang bahkan tidak bisa digunakan untuk makan, dan menyimpannya seolah-olah harta karun.

Lapis Lazuli telahmemberitahuku apa yang para eksekutif pikirkan, “Ini lelucon terbesar yang aku dengar sepanjang tahun,” kata mereka dan tertawa, itu yang dia katakan padaku.

 

Keunikkan Demon Lord Dantalian bahkan menjadi bahan pembicaraan di kota tersebut.

 

‘Tindakan bodoh dan gila dari Demon Lord terendah. ”

’10, 000 koin emas senilai omong kosong. ”

‘Membuang nyawanya hanya untuk mendapatkan perhatian!’

 

Dll.

Aku sangat senang.

 

Dapat membuat orang tertawa dalam kehidupan dengan hal-hal sepele seperti itu. Bukankah ini buah dari kehidupan? Selain itu, kita semua menjalani hidup tanpa hentinya dengan keras. Jika aku bisa membuat senyum di wajah orang-orang tersebut maka aku sangat bahagia.

 

Apakah aku serius?

Itu sebabnya aku akan membuatnya lebih menarik.

 

Bukan lelucon terbaik yang  pernah kau dengar dalam setahun, tetapi lelucon terbaik yang pernah kau dengar selama hidupmu. ‘Tumbuhan yang kami pikir itu hanya rumput liar ternyata selangka seperti permata!’, Itu adalah ending yang dinanti. Jika kau memiliki akal sehat, maka kau hanya bisa tertawa sampai perut kau sakit.

 

“Aku benar-benar ingin tahu wajah seperti apa yang akan kau tunjukan dalam satu bulan.”

“Maaf?”

 

“Karena kau tidak menunjukkan emosi selama setahun. Tidak apa-apa bagimu untuk menantikannya. Aku pasti akan membuatmu tertawa. ”

“…… Hamba tidak mengerti apa Yang Mulia bicarakan.”

 

“Tunggu dengan sabar dan kau akan mengetahui semuanya.”

 

Sementara berguling-guling di tempat tidurku, aku tertawa.

 

Apakah karena aku menggodanya agak terlalu banyak. Sebuah pemberitahuan muncul.

 

[Afeksi Pedagang Lapis Lazuli turun sebanyak 1.]

 

Astaga. Dengan ini, afeksi Lapis Lazuli menjadi 0. Sudah turun sejak 2 bulan yang lalu, dan sekarang telah mencapai dasarnya. Orang asing mungkin akan memperlakukanku lebih baik darinya sekarang.

 

“Maaf, tapi hamba akan meninggalkan tempat ini. Ada banyak dokumen dari perusahaan yang tertunda.

 

Lapis Lazuli dengan nada dingin memalingkan punggunnya ke arahku.

 

“Ah, Lala.”

“Ada apa?”

 

“Bawa ini.”

 

Aku melemparkan sepotong perkamen.

Lapis Lazuli menerimanya dengan kedua tangan.

 

“…… Yang Mulia. Ini?”

 

Aku memberinya kedipan mata.

 

“Tidak masalah untuk tidak kembali ke kastil sementara. Sebaliknya, pergi ke lokasi tersebut dan lihatlah situasi di sana. Karena kau akan menemukan sesuatu yang menarik. ”

 

Setelah Lapis Lazuli memberiku tatapan penuh kecurigaan, ia segera pergi.

 

Sepotong kertas tersebut adalah perangkap terakhir. Lapis Lazuli kemungkinan terlambat menyadari adanya perangkap. Aku sangat menantikan datangnya hari itu.

▯Keuncuska Merchant, Mixed Blood, Lapis Lazuli

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 6, Hari 27

Relaksasi Pemandian Air Panas Syracuse

 

 

“Haa ……”

 

Helaan nafas terus keluar. Aku heran sudah berapa kali aku melakukannya.

 

Calon eksekutif Keuncuska, Lapis Lazuli, saat ini sedang di pemandian air panas. Ini adalah tempat di mana masyarakat menikmati mandi. Pria dan wanita dengan bangganya berjalan di depanku sambil tidak berpakaian.

 

Meskipun aku mengatakan ini, aku juga telanjang. Pria akan berjalan melalui ruangan dan melihat ke sini dengan tatapan cabul. Mata mereka sangat tidak menyenangkan …… aku ingin menghancurkan mata dari setiap pria yang lewat.

 

Pemandian air panas tidak hanya tempat untuk relaksasi, tetapi juga tempat untuk pacaran. Dengan kata lain, kau bisa bilang orang berpacaran sambil telanjang.

 

Seorang pria dan seorang wanita akan pergi ke pemandian air panas biasanya mulai merayu satu sama lain. Ini termasuk budaya. Bahkan sekarang, aku bisa mendengar suara erangan dari sisi sana…… aku terus mencoba untuk memalingkan kepalaku.

 

“Haa.”

 

Helaan napas lagi.

 

Ada alasannya, sangat sederhana tetapi mengejutkan, kenapa aku ada di sini di Syracuse, daerah paling selatan di benua. Dalam catatan Yang Mulia Dantalian berikan ke padaku berisi kata-kata aneh.

 

Kerajaan Sardinia, Syracuse, Warga Pemandian, Klinik

Dimulai

Nyeri sendi, suhu tinggi, kulit menjadi hitam

 

Sekilas, jika tidak memiliki arti maka akan seperti kode.

 

Yang Mulia Dantalian menyebutkan penyakit selama dua bulan terakhir. Pada saat itu, aku salah mengerti kalau Yang Mulia sengaja mengatakan omong kosong. Namun, setelah melihat dia menulis catatan ini dan memberikannya kepadaku, tampaknya dia benar-benar serius tentang hal itu …… ini lelucon, kan? Semuanya baik-baik saja, jadi tolong beritahu aku ini adalah lelucon.

Itukah. Ada tidak ada.

 

“Haa.”

 

Aku sudah menghela napas untuk ketiga kalinya.

 

Penyakit bukanlah hal langka. Namun, memprediksi kapan dan di mana penyakit akan muncul? Selain itu, juga sudah tahu obat untuk penyakitnya? Itu tidak mungkin. Itulah kenapa hal wajar untuk eksekutif memperlakukan Yang Mulia sebagai orang gila.

 

Jujur saja, walaupun sedikit, tapi aku punya harapan.

 

Yang Mulia, yang dulunya tak’ berdaya tetapi telah mengatasi situasi hidup atau mati, dilahirkan kembali sebagai Demon Lord yang sesungguhnya …… semacam cerita cerita rakyat seperti, itu mungkin sedikit, tapi aku punya harapan seperti itu.

 

Tapi peringkat ke-71.

 

Apakah dia hanya orang idiot yang tidak bisa diobati.

 

Demon Lord Dantalian benar-benar tidak melakukan apapun setelah membeli semua tanaman. Dia hanya berguling-guling di tempat tidur yang baru dibeli seperti anak kecil. Itu sangat menyedihkan.

 

“Ooh. Lady, kau cukup cantik. ”

 

Seorang pejalan kaki yang juga biasa ke sini mencoba untuk berbicara denganku.

 

Aku saat ini menggunakan sihir untuk menyamarkan diri sebagai manusia. Ini memang sihir tapi ini bukanlah hal mengesankan. Aku hanya mengubah warna rambutku menjadi merah. Succubus adalah ras demon, tetapi penampilan luar mereka banyak samanya dengan manusia. Aku bisa dengan mudahnya mennyamarkan identitasku.

 

“Bagaimana, di kolam 3 perak …… euut !?”

 

“……”

 

Aku menatap mata pria itu beberapa saat.

 

Dia mungkin salah mengira kalau aku salah satu pelacur yang bekerja di sini, jadi aku mengembalikan tatapannya secara dingin. Tak’ lama setelah kami membuat kontak mata dia menagambil langkah mundur.

 

Tampaknya ada niat membunuh yang tersembunyi di mataku. Tidak banyak orang yang mampu menatap langsung mataku. Sebagai orang yang menyebabkan hal itu, aku tidak begitu mengerti.

 

“Ma-maaf. Aku salah orang. Semoga harimu menyenangkan!”

 

Pria itu buru-buru berlari kembali ke lorong.

 

Daging yang ada dipinggangnya berguncang keras selagi dia berlari. Menyedihkan. Bagaimana ia bisa berharap dapat membeliku menggunakan 3 koin perak dengan tubuh seperti itu. 10 emas setidaknya. Jika ia tidak menawarkan segitu banyak maka kesepakatan tidak mungkin terbentuk. Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, orang-orang yang tidak bisa menilai penampilan mereka secara objektif, semuanya busuk.

 

Aku melangkahkan kakiku menuju klinik di pemandian air panas. Ada banyak pasien di sini yang mengaku percaya kepada efek dari mata air panas. Jika mungkin, dalam satu banding sejuta, prediksi Yang Mulia Dantalian tentang penyakit itu benar adanya, maka ini adalah titik awalnya.

 

“Ah. Apa yang bisa kita lakukan untuk Anda, Bu? ”

 

Sang dokter menyambutku. Mereka pikir aku adalah anak dari keluarga bangsawan. Seorang gadis suci, mengabaikan urusan duniawi, datang untuk melakukan pekerjaan sukarela. Ya, aku telah menggunakan pesona dan sihir saran sugesti dengan sengaja untuk menipu mereka.

 

“Bagaimana pasiennya?”

“Yah, hampir sama. Hari demi hari mereka mengerang dan mengerang kesakitan. Sejujurnya, sebagian besar pasien di sini tidak apa-apa. ”

 

“Aku ingin bertemu pasien terbaru.”

“Ada cowok yang baru dibawa kemarin. Tapi aku sangat tidak merekomendasikan bagi Anda untuk mengunjunginya, nyonya. ”

 

“Apakah ada alasannya?”

“Ya. Penyakit palsu orang ini agak serius. Ketiakku sakit, pangkal paha aku terasa seperti direobek, dan sebagainya. Hanya rewel saja. Anda akan membencinya, Nona. ”

 

“……”

 

 

 

Nyeri sendi

 

 

 

“……tidak. Tak’ apa. Jika itu pasien, maka aku ingin percaya kata-katanya untuk saat ini. Aku ingin bertemu orang itu dulu. ”

“Haa. Betapa baik hatinya Anda. Aku mungkin dokter kecil, tapi sudah lama sejak aku bertemu seseorang yang tulus seperti Anda, nyonya. ”

 

Sementara sedang senang, dokter membawaky ke ruang sakit. Begitu kami membuka pintu, seorang pasien berada di dalam mulai berteriak.

 

“Aaah, aku ingin mati! Pedagang ini dari Syracuse akan mati karena dokter gadungan! Penduduk kota! Seseorang pukuli dokter gadungan untukku.”

“Gah. Dia seperti babi kepanasan. ”

 

Dokter menghela napas.

 

Aku mengerti kenapa dia memperingatkanku mengunjungi pasien ini. Dokter, setelah melihatku sekilas, mendekati pasien.

 

“Jadi apa masalahnya kali ini, yang membuatmu menjadi ayan?”

“Masalah? Apa masalahku? Baiklah, aku akan menjelaskan kepadamu sekali lagi, kali ini pastikan untuk mengukirnya ke dalam telingamu. Pertama, tempat tidurnya begitu keras sampai tulang belakangku menjadi datar. Kedua, aku tidak yakin jika pelayan di sini membawakanku roti atau batu, tapi gigiku serasa mau pecah. Ketiga, dokter kenalanku selalu menghela nafas setiap kali dia melihat wajahku dan itu mulai membuat hidupku sengsara. ”

 

“Kau bodoh. Hidupku menjadi sengsara karenamu. ”

“Ya? Bagus. Kita akhirnya mencapai titik di mana kita membuat satu sama lain sengsara. Tapi itu juga berlaku bagi istriku juga. Aku dan istriku sudah sampai puncaknya sekarang, dan pada saat ini kami hanya memikirkan cara untuk mengacaukan satu sama lain. Oi, kawan. Jika kau tidak berencana untuk menjadi istri keduaku, sialan! Cepat dan bertindak seperti dokter dan sembuhkan aku! ”

 

“Sial. Orang ini bahkan tidak membantu dalam kehidupan. ”

 

Tampaknya mereka berdua sudah berteman sejak mereka masih kecil.

 

Mereka cukup dekat sampai bisa menyumpahi satu sama lain secara langsung.

 

Itu adalah adegan aneh bagi seseorang seperti diriku. Persahabatan. Mungkinkah itu benar-benar ada?

 

Biasanya, orang akan memuji kalau persahabatan berlangsung selamanya. Hal itu mencurigakan. Tidak peduli kalimatnya apa, setiap kali kata keterangan ‘selamanya’ disertakan, maka aku mulai meragukannya. Aku pribadi berpikir ini adalah kebiasaan yang baik.

 

Hanya ada orang munafik atau berpotensi munafik yang ada di dunia. Itu pendapatku. Persahabatan sederhananya dapat disebut untuk seseorang yang belum pernah mengkhianatimu.

 

“Maaf, nona.”

 

Sang Dokter tiba-tiba meminta maaf.

 

“Orang ini selalu memiliki mulut busuk. Anggap saja itu sebagai minimnya pendidikan dan abaikan saja kalau bisa. ”

“Aku tak’ apa. Lanjutkan pemeriksaannya. ”

 

“Baiklah kalau begitu.”

 

Dokter meletakkan tangannya di dahi pasien.

 

“Memang panas dibagian sini dan sini. Tapi tetap saja, ini hanya panas dingin. Aku akan meresepkanmu beberapa obat, jadi kalau mulai memburuk ambilah obatnya. Selain itu kau akan baik-baik saja, jadi jangan khawatir. ”

“……”

 

 

 

Suhu tinggi

 

 

 

Untuk sesaat, hal yang tidak mungkin terlintas di benakku.

 

…… Tidak mungkin. Aku terlalu memikirkannya. Sendi sakit dan demam, ini gejala yang bisa kau temui dimana saja. Kau tidak bisa menganggap sesuatu seperti ini menjadi pertanda sebuah penyakit.

 

“Eh, bagaimana kau aku bisa mempercayai ucapan dari dokter palsu?”

“Jika kau terus menyebutku dokter gadungan, aku akan meresepkan racun sebagai gantinya. Jika kau terus mengatakan sesuatu seperti itu begitu kencangnya, kau akan melukai harga diriku. Kau sialan. Apakah kau berencana merusak bisnis teman masa kecilmu seperti ini? ”

 

“Ini benar-benar menyakitkan seperti neraka! Di sini, lihat. ”

 

Pasien tiba-tiba menarik bajunya ke atas.

 

Dokter menjadi panik dan berbalik menatapku, tapi aku sama seperti biasanya dan berdiri dengan tenang. Aku tidak peduli tentang tubuh telanjang manusia sama sekali. Lebih dari itu, ada sesuatu yang membuatku tertarik.

 

Dada kanan pasien.

Ada sebuah titik hitam seukuran ibu jari.

 

“…………”

 

Seluruh tubuhku menjadi kaku.

Seperti orang yang membatu.

 

“Ara, apa ini?”

“Tidak mungkin ada lebam di sini jika ini demam biasa.”

 

“Itu, yah. Aku rasa kau benar …… ”

 

Mereka berdua tidak menyadari perubahan mendadak moodku.

Dokter dan pasien sibuk berdiskusi satu sama lain.

 

“Anehnya. Apakah kau terkena penyakit unik dari seseorang? ”

“Itu sesuatu yang kau, dokter, harus tahu. Bukanlah pedagang, kau dokter gadungan. Jika kau tidak ingin berubah pekerjaan menjadi pengurus pemakaman, maka sembuhkan aku. Jika aku berakhir menjadi mayat besok maka kau tidak perlu khawatir tentang reputasimu, karena hidupmu sebagai dokter akan berakhir. ”

 

“Bah, mengatakan hal yang menyebalkan, si tolol.”

 

 

 

Kulit menjadi hitam

 

 

 

“…… Aku baru ingat ada sesuatu yang harus aku lakukan. Aku akan pergi. ”

“Ah? Oh, tentu. Hati-hati.”

 

Dengan langkah cepat, aku keluar dari rumah sakit.

Aku tidak memiliki waktu luang untuk berpamitan yang pantas.

 

Situasi ini.

 

Aku tidak bisa memahami situasinya.

 

Kerusuhan membungkus kepalaku dan mengguncangnya secara keras. Apa yang sedang terjadi? Tentunya, kau tidak mengatakan padaku kalau penyakit sebenarnya mulai merajalela? Dan juga sesuai dengan prediksi Demon Lord Dantalian?

 

Itu tidak mungkin. Itu sangat mustahil. Kemampuan untuk meramalkan masa depan hanya dituangkan dalam jumlah terkecil dari jumlah yang sudah diperkecil terlebih dahulu. Terus, kasus diakuinya ramalan benar adanya pada 210 tahun yang lalu. Tidak mungkin Yang Mulia Dantalian memiliki kemampuan seperti itu, atau memang seperti itu. Tapi kenapa?

 

…… Aku harus tenang. Ini terlalu untuk menentukannya. Setidaknya, itu hanya satu pasien. Masih ada kemungkinan kalau itu hanya kebetulan pasien dengan gejala yang cocok dengan omong kosong Yang Mulia Dantalian sampaikan. Sebagai permulaan, aku harus mengunjungi dokter lain di Syracuse.

 

Setidaknya 2, tidak, setidaknya 4 pasien harus memiliki gejala yang sama sebelum bisa dinilai sebagai penyakit. Aku tidak harus panik. Ramalan hanyalah fantasi yang tertuang di buku cerita. Tidak mungkin itu dapat terjadi di dunia nyata dengan mudahnya.

 

“Tapi, jika Yang Mulia Dantalian benar …… ‘

 

Sebuah spekulasi sederhana.

 

Aku hanya berpikir sejenak tapi bagian belakang leherku sudah menjadi dingin.

 

Yang Mulia Dantalian, mengatakan itu adalah obat untuk penyakitnya, membeli tanaman liar tertentu dalam jumlah banyak. Biasanya, harga tanaman tersebut sangat rendah. Sebagian besar emas dihabiskan untuk karyawan. Karena harga selangit, namun, jumlah tanaman Yang Mulia Dantalian telah beli ……

 

Tidak kurang dari 30.000.

 

Jika itu memang penawarnya, maka tidak peduli seberapa rendah harganya, mereka akan menjual setidaknya 2 emas per obat. Dengan demikian, 60.000 koin emas. Melampaui jumlah pinjaman awal Yang Mulia.

 

Tidak, itu masih situasi di mana uang yang diperoleh saat situasi belum memburuk. Jika penyakit menular menyebar ke seluruh benua maka harganya bisa 5 emas …… itu akan mencapai kondisi yang tidak masuk akal. Kekacauan dengan jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya akan terjadi.

 

Tidak seorangpun di perusahaan akan memprediksi ini. Sebuah kesalahan diantara kesalahan. Mereka mungkin akan mencari orang yang bertanggung jawab untuk disalahkan, dan sepuluh banding satu, aku yang akan berakhir menjadi kambing hitam tersebut.

 

Tujuan menjadi eksekutif di Keuncuska.

Janji untuk menjadikanku yang bertanggung jawab atas seluruh wilayah Dolstat, juga.

 

Tentu, semua itu akan meletus seperti gelembung.

 

“……”

 

Dengan hati-hati aku menggigit bibirku.

 

Lahir di jalanan, aku berjuang hidup tinggal di selokan dan tempat sampah. Aku baru saja hampir bisa mencengkram kesempatan untuk melarikan diri dari neraka. Aku tidak bisa membiarkan semua masuk ke saluran pembuangan.

 

Tentu saja, aku berharap Yang Mulia Dantalian akan bangkit sebagai Demon Lord yang sebenarnya. Namun, kebangkitannya itu hanya dimaksudkan untuk meraih kesuksesan dan perkembanganku. Jadi, aku tidak pernah memprediksi situasi ini.

 

Kakiku bergerak lebih cepat dengan sendirinya.

 

Pada hari itu saja, aku telah mengunjungi semua dokter di kota Syracuse. Dan aku tidak punya pilihan selain untuk memberikan kesimpulan yang obyektif.

 

Demam parah.

Nyeri menyebar di sendi.

Gejala area kulit akan berubah menjadi hitam.

 

“……”

 

Di tanganku merupakan sepotong perkamen Yang Mulia berikan padaku. Berdiri di tengah alun-alun kota, aku terus menatap catatan cukup lama.

 

16 klinik di kota Syracuse.

29 pasien dengan gejala yang sama.

 

Keesokan harinya pasien meningkat menjadi 56 orang.

25 pasien mengeluhkan rasa sakit yang menusuk kemudian meninggal.

 

10 hari kemudian, pasien di pemandian air panas yang aku telah kunjungi sebelumnya, semuanya meninggal. Setengah bulan kemudian, seluruh kota dipenuhi dengan teriakan kesakitan dari warga.

 

Prediksi Yang Mulia Dantalian benar.

 

 

 

Ini adalah epidemi.

 

Epidemi akan merajalela.

▯Keuncuska Executive, Miser Goblin, Torukel

Empire Kalender: Tahun 1505, Bulan 7, Hari 16

Perusahaan Keuncuska, Cabang Amstel

 

 

“Pak Torukel, kemunculan laporan telah tiba.”

 

“Keruruk. Kau anggota yang kurang ajar! Apakah aku tidak memberitahumu apa pun yang terjadi, jangan menggangguku ketika Yang Mulia Paimon sedang berkunjung! ”

 

Sebuah ruang tamu yang mewah.

 

Aku kesal karena seorang sekretaris yang tiba-tiba mulai menggedor pintu.

 

Yang Mulia Paimon duduk bersebrangan denganku, idiot. Dia adalah salah satu tamu yang paling berharga bagi Kantor Keuncuska. Ketika orang ini berkunjung, entah itu pekerjaan atau panggilan, aku melarang semuanya. Ini adalah masalah sopan santun!

 

“Astaga. Wanita ini tidak masalah, Torukel. ”

 

Untungnya, Yang Mulia menunjukkan pengertian duluan.

 

“Ini tentunya masalah mendesak jika ia harus memberitahumu langsung.”

“Saya sungguh-sungguh minta maaf. Sekretaris biasanya tidak seperti ini …… ”

 

“Saya bilang tidak masalah. Wanita ini akan menikmati aroma teh, jadi anda bisa menikmati waktu anda. ”

 

Yang Mulia Paimon tersenyum lembut.

 

Aku heran sebaik apa orang ini. Dia selalu memperlakukanku, seorang pedagang rendah, dengan lemah lembut. Selagi tersentuh, aku membungkuk beberapa kali.

 

Tentu saja, setelah aku meninggalkan ruang tamu, ekspresiku berubah.

 

“Kau bodoh. Ada apa, keruk? ”

“M-maaf.”

 

Sekretaris menurunkan kepalanya dengan gugup.

 

Bahkan jika kau melakukan itu, rencana untuk memaafkanmu tidak akan muncul. Beraninya ia menyela pertemuan dengan Yang Mulia. Sampai segininya, bahkan untuk memotong kepalanya saja tidak akan cukup. Dia lebih baik bersiap-siap.

 

“Sebuah pesan darurat datang dari kantor pusat. <Mage> menuliskan informasi ke sebuah catatan dan mengirimnya. ”

“Tidak peduli seberapa mendesak pesan ini, orang di ruangan itu adalah Yang Mulia Paimon. Jika pesan ternyata masalah tidak penting, maka aku sendiri yang akan memotong kepalamu. ”

 

“P-pak Torukel ……!”

“Hm.”

 

Dengan cepat aku merebut catatan tersebut dari sekertaris dan melihatnya. Sama seperti perusahaan kami menempatkan pentingnya secara efisiensi, hanya tulisan singkat yang tertulis. Selain itu, ditulis dalam kode yang hanya para eksekutif mengerti, jadi aku adalah satu-satunya orang di sini yang bisa membacanya.

 

Merebaknya epidemi.

Berpusat di pelabuhan, wabah telah menyebar ke seluruh wilayah di Kerajaan Sardinia.

Sudah dipastikan akan menyebar ke negara-negara di sekitarnya segera.

Tingkat kematian: 80%

 

“Apa……?”

 

Setelah aku menerjemahkan sejauh ini, alisku mengkerut.

 

Sampai disebut tingkat kematian 80%. Bukankah itu berarti jika 10 orang yang tertular penyakit, maka 8 orang akan mati? Ini bukan penyakit menular yang normal.

 

Hal ini juga dinyatakan ‘pasti’ penyakitnya akan menyebar ke negara-negara di sekitarnya. Ini juga serius. Peraturan bagi pedagang untuk tidak membesar-besarkan informasi. Dalam situasi seperti ini, hal tersebut pas untuk menuliskan ‘diperkirakan’ akan menyebar.

 

Tentunya, Ivar Lodbrok tidak mungkin melakukan kesalahan pada bagian ini ……

Pasti? Bukankah itu berarti epidemi menyebar dengan tingkat yang luar biasa? Ini tidak bagus. Sebuah firasat tidak menyenangkan membayangiku ……

 

Kalimat berikutnya membuat mataku terhenti.

 

Obat untuk penyakit ini dimiliki Demon Lord Dantalian.

Saat ini diperkirakan harganya, 1.200.000 ~ 3.000.000 koin emas.

Semua eksekutif diharapkan kembali ke kantor pusat segera.

(Shalv note: I’m not very sure about the value. It might be referring to the amount that Dantalian will make in total. Cause 1,200,000 gold per plant sounds insane..)

 

“…………”

 

Ini tidak masuk akal.

 

“Sa-saya minta maaf. Pak Torukel. Aku benar-benar minta maaf. Saya pun ingin menunggu sampai Yang Mulia Paimon pergi lalu menyerahkannya kepada anda. ”

 

Ini tidak mungkin terjadi.

 

“Terus terang, ini adalah catatan yang disampaikan sekitar satu jam yang lalu. Tapi itu dicap dengan segel kelas satu. Saya pikir akan menyusahkan Pak Torukel jika itu ditunda lebih jauh …… ”

 

Mustahil.

 

“P-pak Torukel? Apakah Anda mendengarkan saya? Pak Torukel ……? ”

 

▯Keuncuska Firm Owner, Vampire Pure-blood, Ivar Lodbrok

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 7, Hari 16

Kantor Pusat Keuncuska, Lantai tertinggi

 

 

Kami ditipu.

Sejujurnya, aku benar-benar tertipu.

 

“Hmm.”

 

Aku meminum anggur sendirian di ruangan yang gelap.

 

Gelasku terus kosong. Itu berarti aku sedang berpikir. Entah kenapa, rasanya seperti aku akan minum sampai larut malam, malam ini ……

 

Siapa itu. Siapa yang membuat Ivar Lodbrok menjadi terlihat bodoh.

 

Demon Lord Dantalian adalah makhluk lemah. Dia tidak memiliki kemampuan untuk merencanakan suatu seperti rencana semegah ini. Lalu siapa.

Hanya ada satu jawaban. Succubus darah campuran, gadis itu adalah orang yang telah merencanakan semuanya ……

 

“Lapis Lazuli.”

 

Sambil memutar aroma anggur di sekitar mulutku, aku mengucapkan nama gadis itu. Apakah itu hanya imajinasiku. Alkohol terasa agak lebih manis.

 

Hasrat untuk sukses itu indah. Tidak puas akan posisi yang sekarang dan mengincar yang lebih tinggi. Itu adalah sikap yang seharusnya setiap orang lakukan. Itu keyakinanku.

 

Kecuali.

 

Jika kau menunjukkan taringmu terhadapku maka ceritanya menjadi berbeda.

 

Sekarang aku akan mengajarkan Lapis Lazuli sebuah pelajaran.

 

Sangat disayangkan aku harus menginjak junior yang mempunyai masa depan menjanjikan. Aku berbicara fakta. Jika kau bertanya apa maksudnya, itu karena Lapis Lazuli akan hidup tapi tidak hidup sebagai boneka.

 

Aku mengulurkan gelasku.

 

“Secangkir lagi.”

 

“……”

 

Seorang gadis pelayan menuangkan anggur tanpa berbicara.

 

Pada satu titik, gadis ini juga adalah calon eksekutif yang menjanjikan. Dia seperti Lapis Lazuli. Memiliki status yang rendah, hasrat untuk kekuasaannya sangat mempesona. Keindahan matanya tiada taranya. Namun, bagian yang pasti dia adalah orang bodoh. Dia telah memberontak terhadap siapa lagi kalau bukan aku.

 

Mata yang selalu bersinar dengan kecerdasan, sekarang buram dan tidak berwarna.

 

Karena kehilangan kemauan dan kesadaran, dia telah turun ke bawah menjadi boneka budak yang patuh setiap perintahku……

 

“Sayang sekali. Kenapa semua bakat yang berguna tidak bisa menahan godaan untuk melawanku? ”

 

Sebuah helaan nafas keluar dengan sendirinya.

 

Aku menoleh ke samping, dan ada wajahku yang tercermin di jendela. Anehnya, aku menyeringai. Kesenangan yang tidak diketahui di sekitar sudut-sudut mulutku. Itu tampaknya seakan aku sedang bersenang-senang.

 

Itu benar.

Kenyataan aku merasa malu itu bohong.

 

Apa yang harus disembunyikan.

Secara pribadi, aku merasakan ini hal paling menyenangkan selama aku hidup.

 

Terjadinya sesuatu yang tidak terduga, itu adalah kenikmatan dari hidup.

Secara pribadi dapat menginjak-injak junior dengan karir yang menjanjikan, adalah buah dari kehidupan.

 

Mengubah junior menjadi boneka, dan seperti menyimpan anggur untuk dewasa, menyimpannya seperti boneka di koleksi pribadiku—-

 

Itu merupakan puncak dari kenikmatan.

 

“Lapis Lazuli.”

 

Sekali lagi.

Aku bergumam nama gadis cantik itu.

 

Aku akan memotong setiap harapan terakhir yang kau miliki.

Aku akan merusakmu dari kepala sampai kaki.

 

Ketika kau jatuh ke dalam keputusasaan dan mulai menggelepar, aku akan menusukkan taringku ke leher putihmu dan membuatmu menjadi budakku untuk selamanya.

 

“Mm.”

 

Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi.

Aku menekankan gigiku ke leher pelayan.

 

“…… Ah, aah …… aaaah ……”

 

Pelayan bergetar sedikit.

Kesadarannya mungkin sudah tidak ada, tapi rasa akan sakit tetap ada.

 

Aroma darahnya seperti dari anggur kelas satu.

Aku telah mengumpulkan boneka anggur seperti dia selama ratusan tahun.

 

Tapi selama 60 tahun terakhir, jumlah boneka berhenti di 32. Karena orang berhenti menunjukkan menentangku. Itu adalah waktu yang membosankan.

 

Pemilik sebenarnya dari Perusahaan Keuncuska. orang terkaya di dunia demon. Salah satu dari tiga vampir murni yang berjalan di benua ini. Semua itu ditujukan kepada diriku. anak muda yang cukup berani untuk melawanku sangat langka.

 

Itu berarti, Lapis Lazuli adalah rintangan pertama yang muncul dalam 60 tahun. Dia sangat berharga dalam hal itu, dan dia juga sangat berharga sebagai anggur ke 33 ku.

 

…… Sekarang aku memikirkannya. Dalam koleksiku ada <Elf>, <Witch>, <Werewolf>, <Centaur>, <Mermaid>, dan banyak lagi. Aku memiliki semua jenis ras tetapi succubus tidak. Kalau begitu, nilai Lapis Lazuli sebagai bagian koleksi lebih tinggi.

 

Aku ingin tahu aroma anggur seperti apa yang dia akan berikan.

Aku mengisap darah pelayan sampai ia pingsan dan tertawa.

 

Keuncuska, oh great Keuncuska.

Kau harus membayar darah dengan darah.

 

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 7, Hari 16

Kastil Demon Lord Dantalian

 

Hidup itu indah.

 

Sampai pada titik, aku, orang yang paling pesimis dalam sejarah, harus perlahan-lahan mulai mengakui kalau dunia itu indah juga.

 

Menurut pengaturan dalam <Dungeon Attack>, Demon Lord tidak memiliki orang tua. Jika kau bertanya apa maksud dari ucapanku, aku mengacu pada fakta kalau Demon Lord lahir dari <Magical Energy> yang berkumpul di satu titik dengan jumlah yang tidak normal. Murni karena kebetulan. Kelahiran mereka tidak ada hubungannya dengan memiliki kepribadian yang baik atau menjadi berbakat, itu semua bergantung pada keberuntungan ……

 

Itu sebabnya orang sudah pasti memandang rendah mereka.

 

Itu seperti seorang petani yang kompeten mencemooh bangsawan yang tidak kompeten. Orang-orang yang telah mencapai puncak melalui bakat dan kemampuan mereka sendiri memandang rendah Demon Lord. “Mereka hanya lahir sebagai Demon Lord karena kebetulan lagian. Mereka tidak akan menjadi rintangan jika kau menghadapinya langsung. ‘, itulah yang mereka katakan.

 

Mereka dengan cerobohnya membiarkan kewaspadaan mereka menurun.

 

Dan itu fatal bagi seseorang yang menurunkan kewaspadaan mereka, bahkan untuk satu detik, seseorang yang sejahat seperti aku.

 

Hanya ada dua hal yang aku pikir dunia itu indah.

Pertama, itu ketika aku tidak melakukan apa-apa dan berguling-guling di tempat tidur.

 

Yang kedua, adalah ketika aku menusukkan pisau ke orang yang meremehkanku. Saat itulah aku merasa seperti aku memahami arti sebenarnya dari kehidupan.

 

…… Adikku mengatakan kalau ini adalah preferensi sesat dan keras mencelanya. Tapi aku tidak mengerti dia. Bukankah orang yang menurunkan kewaspadaannyalah yang bersalah?

 

Ketika singa berburu kelinci, mereka mengerahkan semua yang mereka bisa untuk berburu. Itulah sebabnya berburu adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Jika kau tidak melakukan yang terbaik dari awal, maka lebih baik tidak memulainya sejak awal. Pekerjaan yang setengah-setengah hanya akan menghasilkan setengah hasil juga. Akan lebih efisien jika menjadi sepertiku dan bermalas-malasan sepanjang hari dan menghemat energi.

 

Jika seseorang harus menahan kemalasan mereka dan pergi berburu, kalau begitu sekali pukul.

Bunuhlah permainannya dan jangan berikan kesempatan untuk bertahan.

 

Saat ini, hasil dari itu sedang tersebar di sekitarku.

 

“Ooh, Lala. Corak kulitmu terlihat agak gelap hari ini. ”

“……”

 

Lapis Lazuli berdiri dan tak’ bersuara.

 

Ekspresinya tidak setajam dulu. Mata miliknya, yang dulu merupakan sejernih kaca, sekarang tidak jelas. Itu adalah mata yang sebelumnya aku sering lihat dan tak’ terhitung jumlahnya, mata orang yang kalah.

 

“Apakah itu mungkin, itu? Mantra ajaib yang menimpa wanita setiap bulan? Hidupmu ternya berat juga. ”

“…… Bagaimana cara Yang Mulia memprediksikan ini.”

 

“Astaga, Lala. Aku bisa mendengar ketidaksabaran dalam ucapanmu. ”

 

Seperti patung Buddha berbaring, aku berbaring sambil mendukung kepalaku dengan lenganku`

 

“Selalu berkepala dingin dan tenang, itulah pesonamu. Tolong perlihatkan perhatian pada kecantikanmu. ”

 

Corak kulit Lapis Lazuli menjadi lebih gelap.

Seorang rekan yang menyedihkan.

 

Namun, aku lebih menyukai menggoda mental pecundang. Tolong ikut serta dalam ejekkanku sedikit lebih lama.

 

“Apa reaksi dari Perusahaan Keuncuska?”

“…… Itu seperti sarang lebah diaduk. Sebuah panggilan untuk semua eksekutif dikirim beberapa jam yang lalu. Hamba juga telah menerima surat panggilan untuk datang ke kantor pusat segera. ”

 

“Oh ho. Lalu mengapa kau di sini bukannya pergi ke perusahaan? ”

“……”

 

Lapis Lazuli tidak menanggapi.

Tidak, lebih tepatnya dia tidak mampu menanggapi.

 

Aku tersenyum genit.

 

“Haruskah aku menebak apa sedang kau pikirkan? Kau memperkirakan hidupmu akan dalam bahaya jika kau pergi ke kantor sekarang. Para eksekutif perusahaan tidak tahu kalau aku lah yang telah merencanakan semua ini. Dalam pikiran mereka, penyebab insiden ini adalah kau, Lapis Lazuli. ”

 

Lapis Lazuli memandangiku.

Seperti binatang yang terluka menatap dengan kebencian pada pemburu di saat-saat terakhir.

 

“Apakah itu sebabnya Yang Mulia mengirim hamba ke Syracuse? Untuk menanam kesalahpahaman pada eksekutif perusahaan. Ini, sengaja. ”

“Benar.”

 

Jika kau berpikir secara logis, maka tindakan memprediksi sebuah wabah tidak mungkin. Seseorang, mengerahkan metode yang tidak diketahui, menyebarkan penyakit di Syracuse dengan sengaja. Itu kesimpulan yang orang normal akan pikirkan.

 

Siapa orang itu.

Pada siapa yang akan eksekutif perusahaan menunjukan jarinya, sebagai penjahat.

 

“Orang yang menjadi selir dari Demon Lord dan membujuknya, juga kau.”

 

Ada satu wanita yang memikat Dantalian dengan tubuhnya.

 

“Orang yang menggoda Demon Lord untuk meminjam koin emas dalam jumlah banyak ke perusahaan, juga kau.”

 

Ada satu wanita yang semangat meyakinkan eksekutif kalau ini adalah kesempatan yang sempurna untuk menempatkan kalung ke Demon Lord.

 

“Kebetulan, orang itu menginap di daerah yang penyakit pertama kali menyebar, selama seminggu pada saat itu, juga kau.

 

Ada satu wanita yang pertama kali melaporkan persis di mana wabah <Black Death> awalnya terjadi–.

 

“Terakhir, orang yang membeli beberapa ribu tanaman yang bisa menyembuhkan penyakit, tidak lain dan tidak bukan adalah kau.”

 

Begitulah.

 

Hanya untuk hal ini, aku telah meninggalkan semua urusan detailnya kepada Lapis Lazuli. Pertemuan pedagang kecil dan farmasi, dan juga proses pembelian tanaman. Semua dokumen itu dilakukan melalui Lapis Lazuli.

 

Sekarang, kemudian.

 

“Sekarang eksekutif perusahaanmu tidak punya pilihan lain selain mencurigaimu sebagai tersangka utama.”

 

Demon Lord pada situasi ini, dan tindakannya, adalah boneka yang dikendalikan oleh succubus. Yang menarik tali adalah berdarah campuran, Lapis Lazuli, adalah apa yang semua eksekutif akan asumsikan.

 

Meskipun mereka benar-benar salah.

Aku tertawa.

 

“Lala, kau harus berpikir sejauh ini juga. Itu sebabnya kau datang ke sini bukannya kembali ke kantor pusatmu. Sebuah keputusan yang baik. Jika kau pergi ke kantor pusat, kau akan dihukum, tidak perlu ada yang ditanyakan. ”

 

Diam mengambil alih sejenak.

 

Di ruang Demon Lord yang seperti bangunan hancur, yang sebelumnya dihancurkan oleh petualang, kecuali tempat tidur ruangannya penuh dengan debu dan sampah, di ruangan abu-abu ini, Lapis Lazuli adalah yang pertama memecah keheningan.

 

“…… Mengapa?”

 

Lapis Lazuli perlahan membuka mulutnya.

 

“Mengapa Yang Mulia mengungkapkan segalanya ke hamba?”

“Karena aku mengevaluasimu sangat tinggi, Lala.”

 

Aku berdiri dari tempat tidur.

 

“Kau cantik. Aku tidak memuji penampilanmu. Yang aku maksud kecantikan hatimu. ”

 

Menggerakan lidahku seperti ular, aku mendekati Lapis Lazuli.

 

“Meskipun lahir terkucilkan karena berdarah campurang, kau tidak membuang hasratmu akan <Authority> (mean; kekuasaan). Kau bahkan berusaha mengorbankan Demon Lord untuk kesuksesanmu sendiri. Hanya satu langkah lagi. Jika kau mampu mengambil satu langkah lebih lanjut, kau bisa menjadi seorang eksekutif di Keuncuska …… ”

 

Jumlah nafsu terhadap kekuatan yang tidak biasa.

Kepala dingin yang tidak takut akan pengorbanan.

 

Ditambah, bakat yang melewati asal usul dan peringkat.

 

“Aku ingin mendapatkanmu.”

 

Aku mengangkat dagu Lapis Lazuli.

Mata biru terus menerus menatapku.

 

“Tinggalkan Keuncuska dan berada di bawah pimpinanku. Keuncuska, pada akhirnya, tidak lebih dari suatu perusahaan. Uang mungkin hal bagus tetapi tidak lebih besar dari kekuasaan. Hal yang sungguh menggairahkan dan diminati orang adalah kekuasaan. ”

 

“…… Yang Mulia hanya baru berhasil.”

 

Lapis Lazuli berbicara pelan.

 

Wajah kami begitu dekat sampai kita bisa merasakan napas satu sama lain.

 

“Tentu saja, Yang Mulia akan menghasilkan banyak uang. Namun, tidak akan ada kekuasaan di dalamnya. Yang Mulia masih peringkat ke-71, Demon Lord terendah, tidak ada dasar yang cukup. Bagaimana caranya Yang Mulia mempersembahkan hamba kekuasaan? ”

“Aku akan menyerahkan semua perdagangan obatnya kepadamu.”

 

“……”

 

Lapis Lazuli ragu-ragu.

 

Aku perlahan-lahan menggerakkan wajahku mendekati miliknya. Aku tidak terburu-buru. Dia sudah terjebak di tengah jaring laba-laba. Dia tidak bisa lari.

 

“Tutup matamu. Bayangkan. Benua akan berteriak karena mimpi buruk seperti amplop wabah di atasnya. Tidak peduli berapa singkatnya itu berlangsung, 2 tahun. Jika berlangsung lama, maka lebih dari 5 tahun. Ratusan dan ribuan orang, ratusan dan ribuan orang akan mati. Di antara mereka akan ada bangsawan dan orang kaya. Mereka, untuk tetap hidup, akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk berjuang. ”

 

Lapis Lazuli, mendengarkan perintahku, menutup matanya.

Dengan suara lembut, aku berbisik ke telinganya.

 

“Obat ini yang akan memungkinkanmu untuk mengontrol kehidupan mereka, aku akan memberikannya kepadamu.”

“……”

 

“Tak terhitung jumlah orang yang berkuasa akan lari kepadamu untuk bertransaksi. Jika kau menjual obatnya, maka mereka yang berkuasa akan hidup. Jika kau tidak menjual obat, maka mereka yang berkuasa akan menemui ajalnya. Sebuah kata darimu bisa membuat banyak pejabat senang, putus asa, sedih, dan menyesal selamanya …… ”

 

Aku mengelus pinggulnya dengan tangan.

Lapis Lazuli, meskipun dengan lemah, mengerutkan alisnya.

 

Dengan telapak tanganku, aku samar-samar merasa kulitnya. Itu adalah tubuh mulus tanpa lemak yang tidak berguna. Seolah-olah aku sedang mencari sesuatu yang belum diketahui, aku meletakkan tanganku di sini dan di sana pada tubuhnya.

 

Dari dada ke perutnya.

Dari perutnya sampai ke pinggang.

 

“Darah campuran. Sampah dari demon. Putri pelacur. <Outcast>. Kau yang dulu dikutuk dengan sebutan itu dan dicemooh akan langsung memegang kehidupan ratusan dan ribuan orang. Bagaimana, Lala. Bagaimana rasanya, Lapis Lazuli. ”

 

Saat itu, aku merasakan sesuatu yang keras terhadap jariku.

Aku menemukannya.

 

“Hal yang kau rasakan saat ini, yaitu <Authority>.”

 

Aku dengan beraninya mendorong tanganku ke pakaiannya.

 

Lapis Lazuli mengerutkan alisnya lebih lanjut. Apakah dia berpikir kalau dia akan perk*sa di sini? Selagi tersenyum lebar, aku mengeluarkan benda logam bulat yang tersembunyi di bawah pinggang pakaian Lapis Lazuli. Setelah aku melakukannya, Lapis Lazuli mengeluarkan suara “ah” saat membuka mulutnya. Itu adalah ekspresi terkejut.

 

Itu benda logam berwarna perak.

 

Sekilas seperti sebuah jam saku. Tetapi jika itu adalah jam tangan yang asli, maka kunci yang digunakan untuk melilit jarum jam itu seharusnya terhubung ke jam. Objek ini tidak memiliki rantai jam.

 

“Inilah kenapa aku mengevaluasimu sangat tinggi.”

 

Aku melambaikan benda logam di depan matanya.

Lapis Lazuli menggigit bibirnya.

 

“…… Apakah Yang Mulia barangkali sudah tahu sejak awal?”

“Yah, itu dugaan sederhana.”

 

<Memori Play>, <Magic Artifact>.

 

Itu adalah sebuah jenis perangkat rekaman yang merekam audio dan menyimpannya. Jika kualitasnya bagus, bahkan bisa merekam video seperti kamera video.

 

Ini adalah item yang dijual dengan harga yang luar biasa dalam <Dungeon Attack>. Kemungkinan juga sama di dunia ini.

 

Lapis Lazuli kemungkinan ingin membuktikan dia tidak bersalah kepada eksekutif perusahaan. Masalahnya adalah dia tidak punya bukti. Karena itu, Lapis Lazuli akan membuat bukti baru ……

 

Bukti apa yang bisa membuktikan dia tidak bersalah. Cara yang paling efektif tentu saja mendapatkan pengakuan dari pelaku yang sebenarnya. Tidak ada keraguan kalau dia akan menggunakan <Memory Plan>.

 

“Sangat menyedihkan. Mm, sangat disayangkan. Jika kau melakukannya dengan baik, masih ada kesempatan untuk menjadi manajer cabang hebat di Kantor Keuncuska, tapi. Oh dewi. Lihatlah—. ”

 

Aku menjatuhkan objek perak ke lantai.

Dan kemudian, mengangkat kaki kananku, aku menginjaknya menggunakan tumit sepatuku.

 

Dengan ‘crack’, kau bisa mendengar suara dari bagian mekanik yang hancur. Aku mengulanginya 5 kali. Aku kemudian mengambil perangkat yang sudah rusak dan melemparkannya sekeras yang aku bisa ke dinding.

 

Aku mengangkat bahu.

 

“Tampaknya kemungkinan terakhirmu telah hancur.”

“……”

 

“Lala. Kau memiliki dua pilihan di hadapanmu. Ini adalah pilihan yang kau tidak bisa tolak. Pilihan pertama. Seperti ini, mematuhi panggilanmu dari perusahaan dan kembali dengan tanpa bukti. Dengan serius membela kau tidak bersalah di sana. Kemudian, hm. Lalu …… jika kau beruntung maka kau mungkin akan tetap hidup. ”

 

Aku dengan lembut menepuk bahunya.

 

“…… Apa pilihan kedua?”

 

Lapis Lazuli berbicara. Betapa indahnya. Meskipun mati langkah suaranya masih dingin. Tidak peduli seputus asa situasinya gadi ini, bahkan jika hidupnya dipertaruhkan, sudah pasti dia akan selalu mempertahankan ketenangannya .

Seperti yang aku lakukan tiga bulan yang lalu.

Selagi dikelilingi oleh petualang.

 

“Datang ke bawah pimpinanku. Lapis Lazuli. Oh, darah campuran yang rendah. Jika kau mencurahkan bakatmu kepadaku, maka aku akan memberikanmu status. Jika kau mencurahkan kesetiaanmu padaku, maka aku akan memberimu kekuatan. Aku akan membuat harapan dan hasratmu yang berada di dadamu di benua ini menjadi kenyataan, dan kau akan melindungiku dari harapan dan hasrat orang lain. ”

 

Secara singkat, memberi dan menerima.

Bukankah ini logika yang paling dicintai.

 

“Apa yang akan Yang Mulia lakukan jika hamba mengkhianati Yang Mulia.”

“Ah, jangan keliru. Aku tidak meminta kesetiaan mutlak darimu. Jika kau ingin mengkhianatiku, lakukan saja. Jika kau berpikir orang lain selain diriku akan dapat memberikanmu lebih banyak manfaat, maka tentu saja kau harus melakukannya. ”

 

Aku tidak percaya pada persahabatan.

Aku tidak percaya pada cinta lagi.

Demikian pula, aku tidak punya kepercayaan pada kesetiaan.

 

“Tapi aku akan menjanjikanmu ini, kau akan menikmati sepenuhnya kekuatan tertinggi dari kekuasaan.”

 

Apa yang aku percaya adalah pertukaran setara.

Tindakan orang yang bertukar barang dengan nilai yang sama.

 

“……”

“……”

 

Lapis Lazuli menatapku. Aku tidak menghindari matanya. Diam menjadi canggung ketika tidak ada maksud di mata satu sama lain. Kami masih harus banyak mencari tahu dari tatapan satu sama lain.

 

Aku mempunyai sesuatu di dalam diriku.

Dan dia juga, ada sesuatu yang tersembunyi di dalam dirinya.

Kami tidak punya alasan untuk takut keheningan.

 

 

 

Akhirnya.

 

“Saya mengerti, Yang Mulia.”

 

Lapis Lazuli berlutut.

Dia melihat ke lantai dan bersumpah.

 

“Saya, Lapis Lazuli, lahir dari Succubus Humbaba dan dibesarkan di gang-gang belakang kota, seseorang yang telah bekerja sebagai pedagang tingkat ketiga untuk Kantor Keuncuska selama 10 tahun, akan melupakan masa lalu dan hidupnya semata-mata untuk menjadi bawahan Demon Lord Dantalian. Hati ini. Kepala ini. Jiwa ini, akan selamanya berada di kepemilikan Yang Mulia. ”

 

Begitu sumpah kesetiaan itu selesai beberapa pemberitahuan muncul.

 

[Lapis Lazuli telah direkrut sebagai bawahan.]

[Tingkat loyalitas akan muncul dalam status Lapis Lazuli.]

[Loyalitas tidak stabil. Pihak lain murni menganggap Anda sebagai tuan secara kontrak. Pihak lain dapat mengkhianati Anda kapanpun.]

 

Aku tersenyum.

 

Aku sangat menyukai kalimat dikhianati kapanpun. Entah itu persahabatan lengket atau kasih sayang abadi, kalimat fantasi seperti itu, kalimat yang pertama lebih dapat dipercaya.

 

Cinta yang abadi itulah sumpah ayahku dengan ibuku, pada akhirnya, gagal. Manusia tidak memiliki kekuatan untuk menghormati cinta semacam itu. Membuang emosimu berdua yang tidak bisa ditangani ke satu sama lain hanya akan membuatmu menekuk lututmu.

 

Kemarau sejak awal.

Bukannya terganggu oleh hal-hal yang tidak berguna seperti itu, aku lebih suka menjadi malas.

 

Bukannya menjadi serius garis keras, aku lebih suka menjadi serius sederhana.

Ini adalah keyakinanku, aturan ketatku.

 

Tiba-tiba, dari kenanganku, bibir tebal ayahku bergerak jelas.

 

‘Nak. Bersiaplah.’

“Tidak peduli apa yang akan kau pilih — ‘

“Kau akan hidup lebih keras daripada aku. ‘

 

Maaf, Ayah.

Aku tidak berencana untuk mengulangi kehidupan yang kau miliki.

 

Kau telah berhasil sebagai anggota masyarakat. Namun, kau telah gagal secara mengerikan sebagai seorang suami. Aku tidak senang dengan itu sejak lama. Kenapa kau terobsesi dengan sesuatu ketika kau tahu kau akan gagal?

 

Jika kau tidak yakin untuk berhasil maka tidak usah menyelaminya. Itu jawabanku. Ini berarti orang tidak harus menjadi putus asa karena aku. Kau adalah satu-satunya yang menyesal dalam hidupku, ayah. Aku tidak ingin menjadi penyesalan dari orang lain ……

 

“Bagus. Lapis Lazuli. ”

 

Aku berlutut untuk mensejajarkan pandangan.

 

Kami bukanlah hanya tuan dan pengikut. Kontraktor dan pengontrak. Kami mitra yang terbuat dari janji yang setara. Aku ingin mengungkapkannya dengan tubuhku.

 

“Saya, Dantalian, tidak akan pernah mengembalikan saran engkau dengan keheningan dan tidak akan pernah mengembalikan usul engkau dengan hinaan. Jika engkau berkeringat dan berdarah demi saya, maka saya akan membayar setiap tetes keringat dan darah. ”

 

Aku memegang tangannya dengan erat.

 

Aku merasakan sebelumnya, tapi tangannya benar-benar lembut.

Lapis Lazuli, setelah memandangiku untuk waktu yang lama, sedikit, sedikit sekali mengangguk.

 

“…… Layanan saya untuk Anda, Yang Mulia.”

 

Tiga bulan sejak jatuh ke dunia ini.

Aku telah menunjuk pengikut pertamaku.

▯Eksekutif Keuncuska, Miser Goblin, Torukel

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 7, Hari 20

Kantor Pusat Perusahaan Keuncuska

 

Kantor pusat lebih gelisah daripada biasanya.

 

Goblin yang melihat secara mendalam ke dalam bola kristal dan mengartikan kode. Dan dengan kode diuraikan, mereka akan menuliskannya pada selembar perkamen dalam satu kali percobaan, kemudian menyerahkannya pada <Fairy>.

 

<Fairy> ukuran telapak tangan berteriak saat mereka menggerakkan perkamen. Dari departemen operasi ke departemen penanggulangan, departemen distribusi, dan petinggi departemen. Kantor pusat sebuah bangunan yang agak besar, namun peri bergerak di sekitar sehingga kemacetan lalu lintas bisa dilihat dekat dengan atap.

 

“Laporan dari pasien yang ditemukan di Cologne!”

“Kami yakin wabah mengikuti Sungai Rhine dan menyebar ke utara.”

 

“Itu membuat penutupan Sardinia Raya sama sekali tidak berguna.”

“Wanita dari House of Sforza telah jatuh karena sakit ……”

 

Laporan dari seluruh benua tiba secara massal. Sakit kepala membungkus sekitar karyawan. Di antara mereka, ada goblin yang mungkin melewatkan tidur selama beberapa hari terakhir karena matanya merah dan bengkak. Keruruk, betapa menyedihkan.

 

Melewati kantor pusat, aku langsung berjalan ke kantor pribadi Ivar Lodbrok. Untuk sesaat, aku berpikir kalau aku telah memasuki ruangan yang salah. Ada begitu banyak tumpukan kertas ditumpuk, kau bahkan tidak bisa melihat bentuk Ivar Lodbrok. Jika aku tidak mendengar suara suram di atas tumpukan kertas, maka aku akan telah meninggalkan ruangan.

 

“Apakah itu Torukel.”

“Cukup mengerikan. Keruk. ”

 

“Oho, ini mengerikan. Tapi itu akan menjadi lebih mengerikan kelak. Duduk.”

“…… Duduk, di mana?”

 

Tentu saja meja bukan pilihannya, tapi ada tumpukan perkamen di seluruh lantai juga.

 

“Di manapun tak’ apa. Aku telah meletakkan semua informasi yang di sana ke kepalaku, lagipula. ”

“Kemampuan menghafal aneh seperti biasa …… Jadi, apakah wabah menunjukkan tanda-tanda mereda?”

 

“Tidak ada.”

 

Ivar Lodbrok menjawabnya langsung.

 

“Penyakitnya menyebar dengan kecepatan menakutkan. Kalmar Union dan Kerajaan Moskow, tidak termasuk Venetia, semua terkikis ke wabah. Negara-negara lainnya juga akan menghadapi penyakit tersebut segera. Analis perusahaan kita sudah memprediksi korban jiwa 30%. ”

“30% dari seluruh benua akan mati? Apakah kau bercanda?”

 

“Jika aku pernah mengatakan lelucon sepanjang hidupku, sebutkan.”

 

Aku tidak sengaja bergumam pada diri sendiri. 30%. Itu tak terbayangkan. Ini berarti jutaan demon dan manusia akan mati. Aku bahkan tidak bisa berspekulasi seberapa parah ini akan menjadi.

 

“Setiap Penguasa untuk sementara menghentikan semua perdagangan dengan perusahaan kita.”

 

Ivar Lodbrok berbicara dengan nada seolah-olah ia sedang menikmati sesuatu.

 

Apakah dia akan bersaing dengan sikap riangnya bahkan dalam situasi ini? Dia benar-benar tidak waras. Tunggu, lebih penting dari itu, dia hanya mengatakan setiap penguasa telah berhenti melakukan perdagangan dengan kami?

 

“Bukankah itu masalah besar !?”

“Aah, itu adalah masalah besar. Mereka takut kalau kita akan memberikan tidak hanya produk tetapi penyakit ini juga. Karena itu, barang-barang kita telah siap untuk waktu yang lama sekarang sedang menunggu di kargo dan penyimpanan hanya untuk membusuk. ”

 

“Jangan bilang perusahaan lain juga ……”

“Mereka sama. Semua perdagangan telah berhenti. ”

 

Ini adalah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

 

Wabah ini tidak membawa kerugian semata-mata pada manusia. Ekonomi itu sendiri di benua menjadi macet. Itulah sebabnya tidak masalah jika kau terkkena penyakit atau tidak, ini tidak berbeda dari setiap orang bergegas langsung ke neraka.

 

Setelah wajahku membiru, Ivar Lodbrok merubah nadanya menjadi serius.

 

“Kita demon setidaknya memiliki keadaan yang lebih baik. Karena, berbeda dari manusia, kita telah mempelajari <Black Magic> selama ratusan dan ribuan tahun. Kita memiliki pemahaman tentang bagaimana untuk menangani penyakit dan menjaga kerusakan minimum. Namun, manusia berbeda. Mereka telah melarang <Black Magic> pada tingkat nasional. Dengan demikian, mereka sangat kurang dalam pengalaman dan informasi. Bagi mereka, tidak 30% tapi 40%. Bahkan mungkin naik ke 50%. ”

“Oh, astaga. Dewi …… ”

 

“Masalahnya adalah bagaimana Lapis Lazuli telah meramalkan epidemi ini.”

 

Ivar Lodbrok mengambil pipa keluar dari bawah bajunya.

Dia mulai bergumam sambil menekan tembakau ke dalam ruang dari pipanya.

 

“Mengetahui apa yang menyembuhkan penyakit dan mengklaim hak monopoli pada itu. Ini bukan suatu kebetulan. Tidak ada keraguan kalau wabah ini dibuat secara buatan. ”

“Apakah kau mengatakan …… seseorang telah menyebarkan penyakit ini dengan sengaja?”

 

Ivar Lodbrok mengangguk.

 

Tapi apa itu mungkin? Lapis Lazuli hanyalah succubus darah campuran. Dia tidak memiliki kemampuan untuk membuat penyakit dengan dirinya sendiri. Tidak, tidak ada satupun di seluruh benua yang mampu melakukan hal ini.

 

Seolah-olah ia telah membaca pikiranku, Ivar Lodbrok berbicara.

 

“Jika kau berpikir yang masuk akal, maka itu sebuah kisah mustahil. Namun, jika itu Demon Lord Barbatos, itu memungkinkan. ”

“Demon Lord Barbatos ……”

 

Peringkat 8 Demon Lord.

Dia dikenal sebagai ahli <Necromancer> terhebat di benua dan juga disebut sebagai <Immortal Monarch>.

 

Tentara yang Demon Lord Barbatos pimpin seluruhnya terdiri dari 5.000 <Undead>. Mereka mayat yang sudah lama meninggal. Jika itu Barbatos, sang maestro <Black Magic> dan penyakit, maka dia bisa menciptakan wabah seperti ini. Seperti yang telah disimpulkan Ivar Lodbrok ……

 

Itu berarti Lapis Lazuli adalah pion Barbatos.

 

Dantalian hanya umpan palsu yang ditampilkan di bagian depan.

Apa benar pelakunya Barbatos? Apa. Apakah ini kebenarannya ……

 

“Ini bukan asumsi tanpa dasar. Demon Lord Barbatos selalu membenci manusia. Jika terdapat wabah, maka kerusakan di sisi manusia akan lebih besar daripada kerusakan pada demon. Ini jelas. ”

 

Ivar Lodbrok terus berbicara dengan cara yang tenang.

 

“Oleh karena itu, tidak akan aneh jika Demon Lord Barbatos bertujuan untuk memusnahkan umat manusia dengan epidemi. Akan lebih tepat untuk memuji asumsi rasional. ”

“…… Itu mengerikan.”

 

Aku sekarang mengerti kenapa Ivar Lodbrok mengatakan kepadaku kalau itu akan menjadi lebih mengerikan kelak.

 

Menyebarkan epidemi hanya untuk sekedar menyingkirkan ras tunggal. Melarikan diri dari semua rasionalitasnya, ini adalah kejahatan yang tak termaafkan. Bayangan, ‘Bisakah orang benar-benar menjadi sejahat ini’ melayang melalui pikiranku dan memberiku dorongan untuk muntah.

 

“Demon Lords, pada akhirnya, adalah karakter semacam itu. Agar impian mereka menjadi kenyataan, mereka tidak peduli apakah caranya adil atau busuk. Sudah seperti ini selama ribuan tahun. ”

“…… Haruskah kita berdiri di sini tanpa berkata apapun? Sementara jutaan orang menangis kesakitan, Barbatos, Dantalian, dan Lapis Lazuli yang bersekongkol. Pembalasan diperlukan. ”

 

“Aku berbagi pendapat itu. Torukel. Lihat ini.”

 

Ivar Lodbrok menjentikkan jarinya.

 

Sebuah gulungan tertentu di mejanya terangkat ke udara dan terbang ke arahku. Menerima gulungan itu, aku membentangkannya ke kiri dan kanan.

 

Pada perkamen, itu ditulis dalam waktu satu bulan semua Demon Lords akan berkumpul bersama untuk mengadakan pertemuan. Itu disebut <Walpurgis Night>.

 

Lokasi, Niflheim— karena kebetulan, itu adalah kota yang kantor pusat kita berada. Ini bisa sebagai kesempatan emas.

 

“Keruk. Ini adalah pertemuan besar yang hanya terjadi setiap beberapa tahun. ”

“Ini kemungkinan untuk membuat balasan atas wabah. Demon Lord Dantalian juga akan hadir. Sepuluh banding satu, succubus kecil akan datang bersama dengannya. Kita akan mereka berdua di sana. ”

 

Tapi.

 

Dengan asumsi Demon Lord Barbatos adalah pelakunya, kita masih punya bukti. Namun, jika kita mengancam Dantalian atau Lapis Lazuli dan kemudian menyiksa mereka, maka kita akan bisa mendapatkan apa pun yang bukti yang kita perlukan.

 

“Katakan apa yang harus aku lakukan, Lodbrok.”

 

Terutama Lapis Lazuli. Gadis ini, aku tidak bisa memaafkannya.

 

Meskipun kenyataannya kita telah memanggilnya, Lapis Lazuli tidak menanggapi. Kontak terputus. Tidak ada pilihan lain selain untuk melihat ini sebagai pengkhianatan yang jelas ke perusahaan.

 

Baginya untuk melupakan anugerah yang kita telah sediakan untuknya dengan membuatnya menjadi bagian kita.

Hukuman harus dilaksanakan sekaligus.

 

“Untuk saat ini, aku akan menghubungi Dantalian. Torukel. Kau pergi ke Yang Mulia Paimon dan membuat permintaan. ”

“…… Yang Mulia Paimon?”

 

“Pelakunya adalah Barbatos. Hanya Yang Mulia Paimon mampu menghadapi melawan dia. ”

 

Aku mengangguk.

Itu terkenal Barbatos dan Yang Mulia Paimon berhubungan buruk. Jika itu berarti mendapatkan pukulan gratis pada Barbatos, maka Yang Mulia Paimon tidak akan menolak.

 

Oh, grat Keuncuska.

Kau harus membayar darah dengan darah.

 

 

Nama: Lapis Lazuli

Ras: Succubus – Manusia darah campuran

Pekerjaan: Pedagang (B)

Reputasi: Kepala Desa

 

Kepemimpinan: E rank / Kekuatan: D rank / Kecerdassan: A- rank

Politik: B rank / Pesona: E rank / Teknik: F rank

 

Gelar: 1. Outcast 2. Anak Yatim dari seorang pelacur

Kemampuan: Akuntan A, Berdagang B +, Magic F

Keterampilan: Judas Kiss (B +)

 

[Prestasi: 1]

 

 

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻