Dungeon Defense Vol 1 – Bab 4 Part 2

Oleh Alone of Nyx on October 1, 2017

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 8, Hari 16

Niflheim, Alun-alun Hermes

 

Terbang selama 8 jam.

 

Jujur, itu tidak ada bedanya dengan penyiksaan. Sekali lagi, aku merindukan kemajuan teknologi dunia asliku.

 

Duduk di belakang 「Witch>」di atas sapu. Kata itu terdengar sederhana, tapi ini sangat menyakiti pantatku. Setelah tiba di Niflheim aku tidak bisa berdiri dengan benar untuk waktu yang lumayan lama. Perjalanan seperti ini 41 emas. Aku ingin menuntut pengembalian dana sekarang juga.

 

“Terima kasih semuanya. Aku ingin membelikan kalian semua bir karena telah mengantarkan kami selamat sampai tujuan, tidak masalah kan? ”

 

Beruasah memasang wajah yang baik bahkan dalam situasi ini, adalah bajingan yang disebut kehidupan sosial. Bukankah itu mengerikan? Bahkan yang lebih mengerikannya lagi para 「Witch」 mengatakan “Terima kasih banyak!” atas tawaranku?

 

Kami tahu tempat yang bagus, ucap 「Witch」 dan menuntun kami.

 

Tempat itu adalah alun-alun. Di pinggir alun-alun yang besar, banyak kedai makanan dan bar berbaris. Bahkan dengan sekilas, kau bisa melihat lebih dari 200 pelanggan duduk di luar dan meminum bir. Sepertinya semua bar saling berbagi kursi yang di luar.

 

“Ini adalah 「Temple Hermes Plaza」. Ini adalah daya tarik wisata utama di Niflheim. Hal ini juga satu-satunya tempat kau dapat minum bir tanpa harus khawatir tentang ras seseorang dan status sosial. ”

 

「Witch」 mengatakannya dengan ramah.

 

“Tempat ini mengambil nama 「Temple Hermes」 yang berada di reruntuhan sini. Dapat Yang Mulia melihat reruntuhan di sana? Itu adalah sisa-sisa candi. ”

 

“Ini sepertinya telah dirawat karena ada nilai sejarahnya.”

“Ahaha, saya minta maaf tapi bukan begitu. 12 tahun yang lalu pertarungan antar kelompok terjadi. Sekelompok 「Troll」 bodoh dan 「Minotaurs」 mabuk memulai pertarungan besar. Karena itu semuanya menjadi benar-benar hancur. Keesokan harinya, gubernur Niflheim membuat hukum yang menyatakan, pembunuhan yang terjadi dalam sebuah meja dengan lebih dari 7 orang yang berkumpul, selagi mabuk, akan dinyatakan tidak bersalah. Nah, dengan kata lain, itu pada dasarnya memberitahu orang-orang, ‘lain kali kau mabuk dan memutuskan untuk memulai keributan, kita bahkan tidak akan menemukan pelakunya untukmu, jadi urus dirimu sendiri’. ”

 

“…… Itu hukum baru yang mengejutkan.”

“Gubernur kami sedikit antusias.”

 

Para 「Witch」 mengangguk.

 

“Dalam artian yang serius, anda bisa mengatakan gubernur adalah orang yang dapat menampilkan kecerdikannya. Puing yang tersisa di sini seperti dimaksudkan untuk menjadi peringatan. ”

 

“Jangan main-main?”

“Sesuatu seperti itu-”

 

Kami mendekati tempat duduk terdekat dan duduk.

 

「Fairy」seukuran tangan mengambilkan pesanan kami. Rasanya seperti para 「Fairy」takut akan 「Witch」karena mereka tidak mampu mengangkat kepala mereka dengan lancar seperti yang dilakukan sebelumnya. 「Witch」mungkin diperlakukan sebagai budak dengan jiwa mereka yang diambil oleh Demon Lord, tetapi mereka juga memiliki kekuatan luar biasa sehingga mereka tidak bisa dianggap remeh.

 

Tak lama setelahnya,  Para「Fairy」membentuk barisan di udara dan mengangkat bir untuk kami. Kami masing-masing mengambil gelas dan mengangkatnya.

 

“Kalian semua melakukan tugas dengan baik. Meskipun diserang oleh 「Sirens」 di pertengahan penerbangan, kau mampu mengusir mereka dengan cepat. Aku memuji itu. Kita mampu tiba ke sini dengan aman semua berkat kalian. Aku ingin bersulang untuk para 「Berbere sisters」. ”

 

“” 「The Berbere sisters」! “”

 

Clang

 

Gelas bir membuat suara yang memuaskan saat mengenai satu sama lain.

Kelompok minum dengan gembiranya.

 

Setelah mengetahui kalau Shakespeare tidak pernah lahir di dunia ini, aku langsung memainkan peran sendirian tanpa persiapan dari 「Macbeth」 dan 「Romeo dan Juliet」.

 

Membawakan kisah dari awal sampai akhir seperti yang aku lakukan di sekolah dasar mungkin sulit untuk dilakukan pada saat ini. Tapi itu mudah untuk memasukan efek dramatis dalam jumlah yang selagi aku bercerita. Para penyihir menjadi terpesona karena aku tampil dengan wajah penuh kesedihan.

 

……

 

“…… Akhirnya, Juliet meraih tangan Romeo dengan tangannya sendiri. Tangan yang dingin. Ada kehangatan, tapi kehangatan itu perlahan hilang. Juliet, ingin merasakan bahkan jumlah terkecil dari kehangatannya, menempatkan punggung tangan kekekasihnya ke pipinya …… ”

“” …… “”

 

Semua 12 「Witch」dengan napas tertahan.

Lapis Lazuli tampak tenang sambil memegang gelas kacanya, namun, gelasnya sudah kosong sejak tadi. Bahkan Lapis Lazuli telah terpikat oleh aksi improvisasiku.

 

“Namun, punggung tangannya menjadi dingin juga. Juliet meneteskan air mata. Aah, kemana kekasihku pergi? Mengapa tubuhnya begitu dingin? Dengan putus asa, untuk merasakan bahkan sedikit kehangatan, Juliet mencarinya melalui tubuh Romeo. …… Tapi sayangnya, dia tidak bisa lagi menemukan kehangatan kekasihnya yang ia rindukan. Aah, Romeo, oh sweet Romeo. Aku tidak bisa lagi merasakan kehangatanmu…… ”

“Uh, aah.”

 

Air mata mulai meluap dari mata para 「Witch」.

Jika kau melihat sekeliling, tidak hanya meja kami yang tenang, tetapi kursi lain di sekitar kami anehnya ikut hening juga. Aku bisa merasakan kalau orang lain telah memfokuskan telinga mereka kepadaku.

 

Aku yakin. Aku menggenggam hati sekitar 30 orang.

 

Manusia modern sudah tahu dengan baik kisah 「Romeo dan Juliet」, sehingga mereka tidak bisa menghayati ceritanya. Namun, orang-orang ini berbeda. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka di dunia demon mendengar kisah cinta yang panas. Tentu saja, tingkat pencelupan akan berbeda jika kau membandingkannya.

 

Cinta terlarang selalu menjadi tema populer.

Aku mengeluarkan suara sedih.

 

“Oh, tapi apa ini? Mendekati saat-saat terakhir, Juliet mampu menemukan tempat kehangatan dari kekasihnya. Bibir. Masih ada perasaan samar kehangatan yang melayang dari mulutnya. Menangis, Juliet menekan bibirnya terhadap kekasihnya. Tidak ada yang lebih hangat …… lebih lembut …… lebih halus. Tapi, Juliet tahu. Kalau kelembutan bibir kekasihnya juga akan memudar seperti mimpi malam pertengahan musim panas ini. ”

 

Aku berhenti.

Sebuah keheningan mengerikan bagi kerumunan kelompok peminum.

Pada puncak tertinggi.

 

Setelah melihat air mata jatuh dari 「Witch」, selagi senang di dalamnya, tapi dengan nada tragis di luar, aku meneruskan.

 

“Juliet bergumam. Jika begitu, maka mengambil tindakan sebelum kehangatannya memudar. Sebelum menyaksikan kematian kekasihku, menutupi kematian dengan kematian …… Juliet mengangkat pisau Romeo. ”

“Aah, aaah!”

 

Para 「Witch」menutup mulut mereka dengan tangan mereka.

Mereka akhirnya menyadari akhir dari cerita.

Mata mereka penuh dengan rasa terkejut.

 

“Juliet berteriak. Oh pisau, senang bisa melihatmu. Hatiku akan menjadi sarungmu! …… Dan Juliet menikam pisau dalam ke dadanya. ”

“Ah, aah!”

 

Para 「Witch」secepatnya memeluk satu sama lain.

Mm.

Aku sangat senang.

 

Dapat mengendalikan emosi seseorang dengan kemampuan aktingku. Membuat mereka merasa sedih, senang, berharap, dan keputusasaan, inilah yang memberikanku alasan untuk hidup. Stres yang menumpuk selama penerbangan kami ke sini meleleh seperti es di bawah matahari.

 

Adik perempuan tiriku banyak mengkritikku tentang ini sebelumnya, menyebut ini adalah preferensi sesat.

 

Aku tidak bisa memahaminya.

Aku hanya memberikan mereka rasa senang dengan gratis.

 

Melihat dengan seksama. Para 「Witch」tidak mampu menangani tragedinya dan gemetaran, Lapis Lazuli mungkin masih poker-face, tapi dia memegang gelasnya dengan erat, dan bahkan peminum di sekitar kami merintih. Bukankah ini pemandangan yang indah dan harmonis?

 

Itulah sebabnya, aku akan membuat mereka lebih bahagia.

Sementara menyeringai di dalam, aku berbicara.

 

“Darah mengalir dari dada Juliet. Dia bisa merasakan darahnya sendiri. Pandangan Juliet mulai memudar …… ”

“Ti-Tidak.”

 

Seseorang telah samar-samar mengeluarkan rintihan.

Bagaimana mereka bisa bereaksi begitu polosnya.

Sejujurnya, rasanya menggoda sangat bermanfaat, tidak, maksudku, memberi pelayanan kepada mereka.

 

“……Akhirnya. Juliet menempelkan wajahnya ke tubuh Romeo. tubuh kekasihnya itu sangat hangat. Sebenarnya, itu karena darah yang mengalir dari Juliet. Namun, Juliet, yang sudah kehilangan semua indranya, hanya bisa merasakannya sebagai kelembutan yang berasal dari tubuh kekasihnya …… Anugerah seperti itu adalah sebuah tragedi. Sebuah tragedi seperti itu anugerah …… Juliet tersenyum tipis. Akhirnya, tenggelam dalam darahnya sendiri. Dengan wajahnya berbaring di atas tubuh kekasih tercintanya. Perlahan-lahan, sangat perlahan …… mata lembutnya menutup. ”

 

Tutup tirai.

 

BERAKHIR.

 

……

Keheningan sesaat.

 

“” Juliet begitu menyedihkan–! “”

 

Para 「Witch」berteriak bersama-sama.

Akhir tanpa harapan atau mimpi telah sangat mempengaruhi ke kesadaran mereka. Dua belas dari mereka langsung menyuarakan keluhan mereka.

 

“Ini tidak boleh! Itu tidak boleh terjadi! ”

“Waaah, waaah ……”

“Tuan, Yang Mulia! Mereka berdua menjadi bahagia pada akhirnya, kan? Beberapa 「Warlock」 menakjubkan muncul dengan ‘tadah!’ Dan menghidupkan Romeo dan Juliet, kan !? ”

 

Aku merasa gembira dengan teriakan bersemangat mereka.

Terima kasih untuk menanggapinya begitu bersemangat, penonton.

 

Tapi satu hal yang aku cintai di dunia adalah menunjukkan seseorang, yang meneriakkan untuk happy ending, kenyataan pahit dari realitas tanpa harapan.

 

“Sayangnya …… keberuntungan semacam itu tidak pernah menimpa mereka berdua.”

“Su-Sungguh?”

 

“Ya.”

 

Aku mengangguk.

 

Para 「Witch」memiliki ekspresi menyedihkan di wajah mereka, seolah-olah mereka diberitahu berita oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam, yang berang-berang laut berada di ambang kepunahan.

 

Aku tersenyum.

 

“Romeo dan Juliet, tanpa bisa dihidupkan kembali, meninggal selamanya.”

“Huaaaaaaang!”

 

Para penyihir meratap di atas paru-paru mereka.

Sekarang, bekas luka yang akan bertahan selamanya muncul di hati mereka.

 

Aku percaya kalau bekas luka tersebut membuat orang berkembang. Singkatnya, dengan memberikan bekas luka seperti ini, aku juga mempersembahkan mereka batu loncatan untuk berkembang sebagai individu. Di masa depan yang jauh, 「Witch」ini mungkin akan melihat ke masa lalu dan mengucapkan terima kasih. Terima kasih ke Yang Mulia Dantalian, mereka dapat lebih dewasa sebagai seseorang ……

 

Hasil dari didikkanku mulai menunjukkan efeknya lebih cepat.

 

 

[Performma licik Anda telah memikat orang-orang!]

[Afeksi 「Witch」Humbaba naik sebesar 11.]

[Afeksi 「Witch」Stheno naik sebesar 12.]

[Afeksi 「Witch」Euryale naik sebesar 9.]

 

 

Jendela pemberitahuan berjumlah banyak datang muncul dan mengalir ke bawah.

 

Kecuali satu 「Witch」, tingkat afeksi mereka semua meningkat dengan jumlah yang luar biasa. Tidak diragukan lagi. Para 「Witch」sangat tersentuh dengan cerita asmaraku. Sebagai buktinya, mereka terus menangis.

 

“Nona Macbeth, Juliet mereka ……”

“Di dunia hanya ada ejekan yang kotor ……”

“Aku tidak akan percaya pada sesuatu seperti agama sekarang ……”

 

Bukankah ini luar biasa?

Warna kesuraman dari keputusasaan adalah warna yang cocok bagi seseorang.

 

Seperti seorang pemimpin agama untuk agama baru, aku melihat memandang rendah para domba muda yang kepuasan. Itu saja. Buang harapanmu untuk dunia luar dan mengurung diri. Dengan begitu semuanya akan baik-baik saja.

 

Lapis Lazuli, yang duduk di sampingku, menghela nafas.

 

“Hamba harus mengakui, Yang Mulia sama seperti biasanya.”

“Aku tahu. Secara konsisten menjadi menyegarkan seperti ini adalah pesonaku. ”

 

“Hamba berpikir kalau konsisten Yang Mulia busuk sampai ke intinya adalah suatu kesalahan.”

“Hoo, itu sebabnya kecemburuan dari pikiran dungu membosankan cukup tidak sopan.”

 

Aku mengangkat sudut mulutku.

Lapis Lazuli menatapku dengan mata yang mati.

 

Tidak masalah. Ekspresinya mungkin seperti itu, tapi di dalamnya, dia juga tersentuh oleh kelancaran biacaraku. Mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan kalau ia terpikat. Hanya saja dia malu untuk menampilkan perasaannya……

 

 

 

[Afeksi Lapis Lazuli turun sebesar 1.]

 

 

Aku salah.

Lapis Lazuli jauh lebih dari bermuka dua.

 

Baik itu rasa malu atau keadaan memalukan, jenis-jenis emosi lembek tidak pernah ada di succubus ini dari awal.

 

“Hm hm. Kali ini cerita yang sedikit lebih cerah …… ”

“Ooi! Pelayannya benar-benar mengerikan! ”

 

Bertepan saat aku menelan ludah untuk mengubah topik.

 

Di sisi lain dari alun-alun datang suara barang hancur, diikuti dengan keributan yang bising. Kelompok kami, seolah-olah kita telah berjanji untuk melakukannya sebelumnya, mengalihkan pandangan kita bersama-sama menuju lokasi tersebut.

 

“Alkohol rasanya mengerikan, dan kursinya keras! Kau bahkan tidak memiliki sopan santu terhadap pelangganmu! Membayar dengan pelayanan seperti ini, apakah kau benar-benar mencoba untuk melakukan bisnis !? ”

“Maafkan saya. Saya mohon maaf, Yang Mulia. ”

 

Seorang pemuda berteriak pada kerdil tua.

Wajah 「Dwarf」itu ditutupi kerutan. Bajunya cukup layak. Dia kemungkinan pemilik barnya. 「Dwarf」menundukkan kepalanya ke tanah berulang kali.

 

“Karena karyawan rendahan kami tidak dapat mengenali Yang Mulia ……”

“Ha. Itu sebabnya setiap bajingan tua harus mati. ”

 

Memukul

Sang pemuda menendang sisi dari 「Old Dwarf」.

Orang tua tersebut berteriak dan terjatuh.

 

“Mencoba melakukan bisnis ketika ada jamur di otakmu!”

 

Tendangan.

 

“Lihatlah pertunjukkannya, itu menyedihkan!”

 

Tendangan lagi.

Kekerasan yang tidak rasional itu berlangsung di depan umum.

 

Suasana di alun-alun menjadi dingin. Namun, tidak ada bahkan satu orang yang mencoba untuk menghentikannya. Seolah-olah semua telah membuat perjanjian untuk tetap diam ketika kekerasan terjadi di hadapan mereka.

 

Rasa alkohol cepat menghilang. Keadaan mabukku karena meminum bir telah mendingan. Itu bukan rasa yang enak, tapi rasa yang tidak menyenangkan.

 

“Siapa pria yang menggelikan itu?”

“Demon Lord Peringkat ke-72, Andromalius.”

 

Lapis Lazuli berbisik.

 

“Demon Lord?”

 

Aku menyempitkan alisku.

Sekarang aku melihatnya dengan sesakma, aku bisa melihat tanduk kecil di dahi orang itu.

 

Tanduk di bagian belakang kepalaku cukup kecil dan hampir tertutup oleh rambutku, tetapi tanduk orang itu bahkan lebih kecil. Jika aku tidak tahu dia adalah Demon Lord, aku akan keliru menganggapnya sebagai jerawat.

 

“Ya. Andromalius menghabiskan sebagian besar waktunya di kasino Niflheim sepanjang tahun. Ia terkenal karena menggunakan gelarnya sebagai Demon Lord untuk menyiksa orang-orang. ”

“Jadi dia seperti pengganggu lingkungan.”

 

Aku mencibir.

Demon Lord Andromalius muncul dalam permainan sehingga aku tahu tentang dia.

 

Jika Dantalian adalah bos latihan, maka ia adalah bos tutorial. Dia adalah makhluk lemah yang menyedihkan mati terbunuh oleh pahlawan level 1.

Kesengsaraan mencintai perusahaan.

 

Entah itu Andromalius atau Dantalian, kami berdua pada tingkat yang sama dengan ikan asin, jadi ini akan menjadi ide yang bagus jika kita saling mendukung, tetapi—

Ada perbedaan besar antara aku dan orang tak berguna ini.

 

 

Demon Lord Andromalius ‘membangkitkan’ pahlawan.

 

 

Dalam pembukaan, protagonis diserang oleh demon.

Kecuali sang protagonis, warga kota dan seluruh keluarganya berakhir dengan kematian. Jika kau memilih untuk bermain sebagai karakter laki-laki, maka adik perempuanmu. Jika kau memilih untuk bermain sebagai karakter wanita, maka kakak laki-lakimu yang menjadi korban.

 

Tidak peduli pihak yang mana, protagonis kehilangan seseorang yang penting baginya. Dengan demikian, terbakar dengan keinginan untuk membalas dendam, ia bersumpah ‘Aku akan membunuh setiap Demon Lord yang berada di benua ini. “……

 

“Hmm.”

 

Pelaku yang melahirkan monster yang dikenal sebagai pahlawan.

Itu adalah masa depan yang tersedia bagi pria di seberang alun-alun yang menyiksa orang tua.

 

Sekarang tahun 1.505 pada kalender kekaisaran. Tahun ketika desa pahlawan diserang adalah 1.506 pada kalender kekaisaran.

 

Ini berarti akan menjadi pilihan tepat untuk melakukan sesuatu sebelum tahunnya berlalu . Jika tidak, berarti beberapa anak di lembah gunung tiba-tiba akan bangkit sebagai pahlawan. Menyingkirkan variabel seperti pahlawan dalam tahap awal akan menjadi keputusan yang masuk akal jika aku ingin terus hidup tenang dan malas.

 

Kemudian.

Dengan ‘tirring’, alarm berdering dan jendela pemberitahuan muncul.

Pilihan yang seolah-olah mereka dibawa keluar oleh pikiranku.

 

 

[1. Berteman dengan Andromalius.]

[2. Membunuh Andromalius.]

 

 

Aku meletakkan tanganku di daguku.

…… Ya. Pilihan pertama menguntungkan.

 

Setelah berteman dengan Andromalius, aku akan mendorong dia untuk lebih teliti menyerang desa pahlawan. Menghilangkan sumber masalah. Taktik menyingkirkan tunas berbahaya dulu selalu benar.

 

Di sisi lain, pilihan kedua adalah radikal.

 

Membunuh Andromalius dan membersihkan penyebab masalah, arah rencana itu sendiri tidak salah. Masalahnya adalah efek riaknya.

 

‘Demon Lord membunuh Demon Lord. ”

 

Akibat insiden tersebut, orang akan mengumpulkan perhatian mereka kepadaku. Tatapan orang akan sia-sia difokuskan pada diriku sendiri. Sebagai solusinya, ini disebabkan terlalu banyak keributan.

 

Aku lebih suka berurusan dengan masalah sedikit yang lebih tenang. Seperti pembunuhan. Sisi tersebut lebih cocok preferensiku. Namun, aku bahkan tidak tahu di mana untuk menyewa seorang pembunuh …… Apakah aku harus memilih nomor 1?

 

Melihat suasana dingin yang menyelimuti alun-alun, aku bisa mengatakan kalau Andromalius tidak terkenal. Ras Demon di sini tampaknya membenci bandot itu. Itu adalah sebuah masalah. Jika aku akrab dengan Andromalius di sini, maka figurku akan jatuh juga. Reputasi seperti garis kehidupan politisi. Jika memungkinkan, aku ingin menjaganya sebersih mungkin.

 

Tapi, apapun pilihan yang selain 1 bisa capai? Membunuh Andromalius dan juga menghindari menerima perhatian. Bisakah aku membuat hasil yang ideal seperti itu terjadi ……? Itu tidak mungkin sepenuhnya menghindari perhatian. Tetapi jika aku mampu untuk mengalihkan pandangan ke tempat lain ……

 

“Yang mulia?”

 

Suara Lapis Lazuli ini membawaku keluar dari pikiranku.

Aku cepat menoleh.

 

“Lala. Apakah kau masih memakai cincinnya sekarang? ”

“Ya? …… Hamba memang memakainya sekarang.”

 

“Biarkan aku mengkonfirmasinya dengan cepat.”

 

Tanpa peringatan apapun, aku meraih tangan kiri Lapis Lazuli. Aku bisa merasakan benjolan kecil di atas sarung tangan putihnya.

 

Ada lingkaran di jari berbentuk cincin.

Secara umum, Lapis Lazuli dikenal sebagai selirku.

 

Demon Lord Dantalian jatuh cinta kepada kekasih darah campurannya sangat banyak, bahkan dia tidak berpaling ke urusan politik. Rumor semmacam itu. Tentu saja, itu tidak lebih dari sebuah rumor sembarang yang kami buat dengan sebuah tujuan.

 

Cincin itu dibeli untuk lebih menyempurnakan rumor yang keliru. Beberapa hari yang lalu, aku telah menghabiskan 1.600 emas untuk membeli dua cincin mewah.

 

Itu adalah sepasang cincin pasangan dengan 5 karat berwarna biru berlian tertanam ke masing-masing cincin. Ada tulisan di belakangnya ditulis dalam 「Frankish」. “Saya tidak menginginkan siapapun tetapi Anda 「AUTRE NE VUEIL」 ‘

 

Dengan kata lain, sebuah janji pertunangan biasa.

 

Di mata publik, Demon Lord Dantalian adalah orang terbodoh di dunia. Seorang bodoh yang telah membeli cincin untuk kekasihnya begitu dia memperoleh uang. Tapi lihatlah sekarang. Hal baik aku telah mempersiapkan ini sebelumnya. Kegunaan dari cincin ini telah muncul. Tidak peduli kapan, satu ons pencegahan bernilai satu pon pengobatan ……

 

“Jangan berpikir kau akan bisa melakukan bisnis di lingkungan ini lagi, kau tua bangka! kau sepotong sampah berjamur. ”

 

Andromalius masih menyerang orang tua tersebut.

Ada senyuman jahat di wajah orang itu. Tampaknya ia sangat menikmati memukuli orang. Kenaifan yang membuat iri.

 

Bagaimanapun juga, bermain sendirian akan cepat membosankan, Andromalius. Biarkan aku ikut serta dalam kegiatan yang menyenangkanmu.

 

Jangan khawatir. Aku memiliki bakat untuk membuat pesta minum menyenangkan. Sesaat yang lalu, dengan kelancaran bicaraku, aku bisa membatukan para 「Witch」. Kau juga akan segera mencambuk lantai dengan tawa. Aku akan membuatmu menjadi karakter pendukung yang luar biasa untuk cerita romantis.

 

Akhirnya, aku memberitahu Lapis Lazuli.

 

“Lazuli. Apakah Andromalius memiliki kelompok yang melindungi dia? ”

“Sejauh yang kutahu, tidak ada.”

 

“Apakah ada Demon Lord lain yang dia secara khusus akrab dengannya?”

“Tidak ada. Bahkan di antara Demon Lord, Andromalius diperlakukan sebagai kegagalan yang memalukan. ”

 

“Hebat.”

 

Dengan kata lain, aku tidak perlu khawatir.

Aku mengangkat gelas kaca birku.

 

Satu. Dua. Tiga.

 

Setelah menghitung mundur dalam benakku, aku menjatuhkan gelasnya—

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻