Dungeon Defense Vol 1 – Bab 4 Part 3

Oleh Alone of Nyx on October 1, 2017

▯Darah Campuran, Lapis Lazuli

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 8, Hari 16

Niflheim, Alun-alun Hermes

 

Jatuh

Gelas pecah.

Untuk sesaat, tatapan semua orang terfokus ke sini.

 

 

Ada lebih dari 200 orang di alun-alun ini, tapi tidak ada yang berbicara sepatah katapun. Karena keheningan, suara gelas pecahpun bergema keras …… Hanya satu gelas, tapi begitu keras sehingga bisa mencapai sudut terjauh dari alun-alun.

 

“Aaang?”

 

Andromalius melihat ke sini.

Mata sipitnya menyerupai rubah dan menjijikkan untuk dilihat. Kau bisa melihat kepribadian tidak sopan dan sifat busuknya hanya dari melihatnya.

 

“Siapa kau? Kau tidak akan merendahkan pandanganmu? ”

 

Andromalius berbicara ke arah Yang Mulia Dantalian.

Yang Mulia Dantalian tidak bereaksi. Apa yang dia pikirkan? Aku menoleh hati-hati memeriksa ekspresi Yang Mulia dan—- belakang leherrku menjadi dingin.

 

Ekspresi itu.

Ekspresi yang ia buat ketika ia menemukan mangsa dan sedang menunggunya dengan sabar.

 

Itu bukan wajah pecundang yang biasa ia tunjukkan. Senyum redup melekat di tepi bibir Yang Mulia. Itu adalah wajah yang ia buat ketika merencanakan hal yang menyenangkan, plot jahat telah terbentuk di kepalanya.

 

Tampaknya pihak lain tidak menyadari siapa Yang Mulia. Itu tidak aneh. tanduk Yang Mulia terkubur di bawah rambutnya jadi itu nyaris tak terlihat.

 

Andromalius meludah ke lantai .— “Wow, lihatlah. Dia tidak menurunkan pandangannya sama sekali. ”

 

Setelah menendang 「Old Dwarf」sekali lagi, ia berjalan ke arah kami. Cara dia berjalan seperti kucing liar yang telah menemukan mainan baru untuk dimainkan.

Ras demon yang duduk di dekatnya hati-hati mundur selagi dia lewat. Mereka mungkin tidak ingin terjebak dalam masalah.

 

Di sisi lain, para 「Berbere witches」 dengan tenang di tempat duduk mereka. Mereka telah disewa oleh Yang Mulia Dantalian. Harga diri mereka tidak akan mengizinkan mereka untuk melakukan sesuatu seperti meninggalkan Yang Mulia di belakang dan melarikan diri.

 

“Bisa melihat beberapa rakyat jelata tanpa etika.”

 

Tampaknya ia tidak senang kalau 「Witch」 tidak menyambutnya meski telah melihatnya. Andromalius menyempitkan alisnya.

 

“Jika kau bertemu dengan Demon Lord maka kau setidaknya harus menyambutnya dengan membungkuk, tapi apa ini? Mengapa kau menjadi sombong dengan dagumu terangkat? ”

 

Andromalius dengan kuat memegang salah satu 「Witch」 di rambut. 「Witch」 mengeluarkan jerit menyakitkan.

 

“Uuh ……”

 

Nama 「Witch」 tersebut Beatrice. Aku pernah mendengar kalau ia baru-baru ini ikut dalam pengawalan, karena ia menyembunyikan dirinya selama beberapa dekade. 「Witch」memiliki kaki yang gatal sehingga hal itu biasa bagi mereka untuk pergi mengembara selama lebih dari seratus tahun; baginya untuk terlibat dengan Andromalius setelah menerima permintaan pertama kalinya, dia pasti memiliki keberuntungan yang sangat jelek.

 

“Oii, budak. Demon Lord di sini. Ini salah satu Demon Lord terhormat yang memberimu hidup dan menafkahimu. Kau harusnya menyapaku dengan sopan, namun kau bahkan tidak bergeming dari tempat dudukmu. ”

“Uh, uuh ……”

 

Kau bisa mendengar suara beberapa rambut robek.

Meskipun begitu, sang 「Witch」 tetap menutup mulutnya.

 

Ini adalah masalah etika. Jika para 「Witch」menyapa Andromalius di sini, berarti mereka otomatis mengakui Andromalius adalah peringkat yang lebih tinggi dari Yang Mulia Dantalian. Sangat penting bagi penyihir untuk mempertahankan rasa hormat mereka kepada Yang Mulia.

 

“Hoh. Lihatlah.”

 

Andromalius tersenyum dengan sadisnya.

 

“Seluruh kelompok budak menjadi bisu. Jika lidahmu tidak bisa maka kau setidaknya harus menggerakan kepalamu. Wow, semua leher kalian begitu kaku. Haruskah aku membenarkannya untuk kalian? Jangan menolak dan …… ”

“Sampah berwujud manusia.”

 

Saat itulah Yang Mulia Dantalian membuka mulutnya.

Andromalius tersentak.

 

“Apa?”

“Aku bilang kau sampah berbentuk manusia. Aku pikir hanya otakmu yang busuk, tetapi tampaknya telingamu telah membusuk juga. ”

 

Kau bisa merasakan rasa terkejut dari orang-orang di alun-alun melalui udara.

Bahkan aku berpikir sejenak kalau aku mungkin salah dengar. Sampah? Itu adalah kata yang tidak diperbolehkan untuk dikatakan ke Demon Lord di tempat umum. Wajah Andromalius langsung berubah.

 

“Beraninya kau mengatakan hal itu ke padaku ……”

 

“Inilah sebabnya kenapa berandalan dengan ego berlebihan sangat menyedihkan. Jika kau tidak memiliki uang untuk membayar minuman, lalu minta maaf dan pergi. Mencari-cari kesalahan lalu menyiksa orang tua. Menunjukkan tidak punya urat malu dan kebodohanmu dengan suara keraspun tidak cukup, bahkan kau menghina 「Witch」 juga. ”

 

Yang Mulia Dantalian tertawa.

 

“Dan bahkan kau masih berkeliling dan menyebut dirimu “hebat” dengan suara keras. Ini sangat hebat. Andromalius. Kau bukanlah Demon Lord. Kau tidak lebih dari pemula yang entah bagaimana lahir dengan tanduk di kepalamu. ”

“Ba-Bajingan ……?”

 

“Para Dewa benar-benar kejam. Mereka membuat sampah berwujud sepertimu menjadi Demon Lord di dunia ini. Bahkan orang alim akan membenci Dewa jika mereka melihatmu yang busuk. Selagi waktu terus berjalan, pasti jumlah orang yang beriman akan berkurang …… ”

 

Ekspresi Andromalius berubah secara bergantian pucat dan merah.

Jika kau melihatnya dengan seksama, maka kau bisa melihat bahunya yang gemetar. Tentu saja. Dia mungkin tidak pernah menerima penghinaan berat seperti in semasa hidupnya selama menjadi Demon Lord.

 

Andromalius berteriak pada orang-orang di sekitar kita.

 

“Apa yang kalian lakukan !? Kenapa kalian tidak langsung menyeret orang tak’ punya malu ini pergi!? ”

 

Yang Mulia Dantalian, seolah-olah ia sangat memikirkan itu lucu, mendengus.

 

“Lihat, bukankah sangat hebat? Dia bahkan tidak bisa mengenali orang dari ras yang sama tepat di depannya. Tidak hanya telinganya, tapi matanya pasti telah membusuk juga, sampai memperlakukannya seperti mayatpun tidak akan cukup. ”

“Ras yang sama ……?”

 

Yang Mulia mengangkat bahu.

 

“Aku Peringkat ke-71, Demon Lord Dantalian. Kebetulan, para 「Witch」 yang telah dianiayamu adalah pengawal yang telah aku sewa hari ini. ”

“Peringkat ke-71 ……”

 

“Minta maaflah karena telah menganiaya pengawalku yang berharga semaumu.”

 

Yang Mulia menurunkan gelas birnya.

 

“Apakah kau mengerti? Dengan tulus meminta maaf dan pergi. Ini mungkin sulit untuk menantang mental, tetapi ini adalah dasar sopan santun dalam masyarakat. Gunakan kesempatan ini untuk belajar. ”

“Hah. Dan aku heran bangsawan hebat seperti apa kau. ”

 

Andromalius mengejek dengan bangga.

Meskipun lawan bicaranya Yang Mulia Dantalian, dia hanya lebih tinggi satu peringkat. Dia adalah seorang makhluk lemah yang tidak memiliki bakat yang luar biasa dan tidak ada kelompok yang dapat diandalkan di belakang punggungnya. Itu kemungkinan besar apa yang dipikirkan Andromalius.

 

Betapa bodohnya. Tidak ada yang lebih konyol melainkan menjadi lengah saat berhdapan dengan Yang Mulia Dantalian.

 

Yang Mulia biasanya mungkin pecundang berat, tapi itu tidak lebih dari sebuah topengnya untuk menipu. Sifat asli Yang Mulia sebenarnya adalah iblis yang kejam. Dia sengaja membuat lawannya menjadi lengah, dan kemudian melahapnya dalam satu tenggakan.

Andromalius kemungkinan besar tidak tahu semua ini. Masih ada senyuman di tepi bibirnya. Dia seperti babi hutan berjalan lurus menuju tepi tebing.

 

“Begitu ya. Dantalian. Iyaaah, aku mendengar kau berada di sini hari ini. Ada rumor yang beredar kalau orang bodoh telah membuat 「Outcast」 dijadikan selirnya. Ya. Jika kau Dantalian …… maka ini pasti blasteran yang terkenal. ”

 

Andromalius sekarang berbalik untuk menatapku.

Apakah dia merubah targetnya dari Yang Mulia ke diriku?

 

“Rakyat jelata yang tanpa rasa takut memikat Demon Lord dengan tubuhnya! Tentu saja. Rambutmu bahkan menyerupai garis keturunan cabulmu. ”

 

Tap tap

 

Andromalius memukul pipiku dengan telapak tangannya.

Tangannya tidak cukup menyakitkan. Dia mungkin telah memukulku hanya untuk main-main, tapi aku bisa merasakan niat aslinya.

 

“Aku sungguh tidak bisa memahami seleramu. Kenapa kau ingin menghargai gadis semcam ini? Penampilannya cukuplah, tapi garis keturunan aslinya yang penting adalah busuk. ”

 

Keputusannya mengubah sasarannya ke diriku adalah keputusan bagus.

 

Demon Lord mungkin sakral dan tidak bisa diganggu gugat, tapi mereka tidaklah sakral bagi Demon Lord lainnya. Dengan kata lain, mereka sama. Jika Demon Lord memukul Demon Lord lainnya maka Hukum Umum merepotkan akan ikut campur. Di sisi lain, tidak masalah dengan bebas menyerang 「Outcast」.

 

Alasan kenapa Andromalius mulai mengincarku. Dia menilai kalau akan sulit untuk mendominasi hanya dengan peringkatnya sendiri, sehingga ia dengan cepat menemukan target lemah yang lain.

 

“Atau mungkin itu? Mulut bawahmu cukup mengesankan sehingga kau mampu memikat Dantalian? ”

 

Andromalius mulai tertawa-tawa.

 

“Kataku. Orang hebat ini sedang mempertimbangkan untuk memberikan anugerahku, tapi apa yang kau pikirkan? Untuk seseorang yang lahir sebagai rakyat jelata dapat berbaring dengan 2 Demon Lord. Tidak ada kehormatan yang lebih besar dari ini! ”

“……”

 

“Kuha! Di satu sisi adalah si dungu peringkat ke-71. Dan di sisi lain adalah jalang yang lahir oleh gadis yang diperkosa oleh manusia rendahan. Bukankah ini sangat hebat? Hah?”

 

Tiba-tiba.

Andromalius menampar pipiku.

 

Tidak ada main-main kali ini. Ini murni mengandung maksud untuk berbuat kekerasan. Kepalaku akhirnya berbalik karena pukulan kuat yang berlebihan.

 

—Cukup menyakitkan.

 

Namun, itu hal sepele.

Sejak kecil, aku telah mengalami kekerasan begitu banyak sampai aku telah menjadi tumpul untuk merasakannya. Ada saatnya batu dilemparkan ke arahku oleh orang-orang desa setiap hari. Dibandingkan dengan itu, pukulan Andromalius seperti bocah.

 

Orang mungkin tidak bisa terbiasa dengan rasa sakit, tetapi orang bisa terbiasa bertahan dari rasa sakit. Itulah orang. Dan aku salah satu dari orang tersebut.

 

“……”

 

Aku mengembalikan pandanganku ke depan.

Begitu aku melakukannya, tawa dalam suara Andromalius terhenti.

 

“Aaang? Kau melihat apa sialan? ”

 

Andromalius menamparku sekali lagi. Rasanya seperti dia telah menempatkan semua berat badannya ke tangannya saat itu. Sayangnya, pada saat ini, terbukti kalau Andromalius tidak menghabiskan waktunya berolahraga. pukulannya tidak berat sama sekali.

Aku melihat ke depan lagi.

 

“…… Keduanya, Tuan dan pelayan yang menjengkelkan!”

 

Andromalius berteriak.

Ia mengayunkan lengannya lagi dan lagi. Dan setiap kali kepalaku bergerak karena tekanan. Tapi itu tidak berguna. Karena itu akan kembali ke posisi semula.

 

“Gr, grrrr ……!”

 

Melihat itu, wajah Andromalius perlahan mulai runtuh menjadi murka. Tidak bisa menahan amarah kekanak-kanakannya, betapa rendahnya. Sampai aku tidak tahan untuk melihatnya.

Aku ingin tahu apakah Yang Mulia Dantalian berpikir hal yang sama, ia telah tertawa disampingku.

 

“Pemandangan macam apa ini, Andromalius. Menjadi Demon Lord yang terhormat namun tidak mampu membuat 「Outcast」 menerimamu. Hal ini tidak pernah terjadi. Apakah kau yakin itu bukan kesalahan para Dewa merubahmu menjadi Demon Lord? Awalnya, bukankah kau seharusnya lahir sebagai rakya jelata? ”

 

Wajah Andromalius menjadi merah panas.

 

“Si-si hebat ini …… si hebat ini ……!”

“Tidak masalah. Kau tidak perlu membuat alasan. Bahkan Dewa memiliki waktu di mana mereka tertidur saat bekerja. ”

 

Yang Mulia Dantalian tersenyum.

 

“Namun, ini akan menjadi yang terakhir kalinya aku memperingatkanmu. Jangan meletakkan tanganmu pada kekasihku lagi. Dan mohon maaf atas pemukulan pengawalku dan kekasihku. ”

“Jangan membuatku tertawa!”

 

Memukul

Andromalius, dengan tinjunya, memukulku dengan seluruh kekuatannya. Aku jatuh dari kursi dan berguling ke lantai. Para 「Witch」menjerit.

 

“……”

 

Mulutku kesemutan akibat benturannya. Dengan lidahku, aku bisa merasakan sesuatu seperti besi di mulutku. Aku mengambil serbet dan mengusapnya ke sudut mulutku. Serbet menjadi merah darah.

Aku mengangkat tubuhku perlahan-lahan.

 

“Hukuman mati untukmu!”

 

Andromalius melambaikan jarinya padaku.

 

Ada kebencian di matanya. Apakah itu tidak mengherankan? Bagaimana seseorang bisa sangat membenci orang lain padahal baru saja bertemu dengan mereka. Mereka menetapkan emosi mereka dengan harga yang tak terbayangkan rendahnya.

 

Sayangnya, sebagai pedagang, aku tidak bisa menghormati akal setengah yang mencoba untuk menjual produk mereka dengan cara licik.

 

“Hukuman mati! Kau akan menerima hukuman mati! Sesuatu seperti 「Outcast」, kami dapat memberikan ringkasan keyakinan bahkan tanpa pengadilan ……! Bahkan jika kau akan mati oleh tangan-tangan yang hebat ini, kau tidak bisa menolaknya! Apakah kau tahu itu!? Minta maaf karena bertindak begitu lancang dihadapan si hebat ini! ”

 

Hukuman mati, hukuman mati. Dia berisik.

Hanya dapat menyemburkan kata yang sama berulang-ulang. Menunjukkan tingkat kecerdasan manusia. Sebuah 「Goblin」berumur 5 tahun mungkin akan menampilkan kosakata yang lebih beragam. Aku, dengan wajah tanpa ekspresi yang sama, menatap kembali Andromalius.

 

“Jalang ini, sampai akhir!”

 

Andromalius berjalan ke arahku.

 

“Baik! Aku akan merobek mulutmu sekarang juga, jalang! Pergi ke neraka dan bertobat pada-IIII, guaaaaaak !? ”

 

Namun, ia tidak mampu untuk bahkan mengambil 5 langkah.

Semua orang di alun-alun menjerit sekaligus. Andromalius jatuh ke lantai. Dari lehernya, keluar darah merah gelap.

 

“Uh, uuah? Aaaaack !? ”

 

Andromalius secara insting menggerakkan tangannya untuk menghalangi luka.

Jumlah darah yang serius. Itu bukanlah beberapa goresan lucu yang kau hanya bisa tutupi dengan telapak tanganmu dan menghentikannya. Andromalius, melihat jumlah darah di tangannya, menjerit.

 

Itu adalah tebasan yang ditujukan pada titik vital.

Agar memberikan kematian dalam satu serangan.

 

Melihat itu, aku berpikir kalau itu sungguh—.

Sungguh cocok dengan metode berburu Yang Mulia Dantalian.

 

“Betapa disayangkan.”

 

Yang Mulia Dantalian mengusap darah dari pisaunya.

 

“Memperlakukan peringatanku sebagai masalah sepele.”

 

Sifat santai Yang Mulia Dantalian tak’ terbatas. Dari ratusan orang di seluruh alun-alun, Yang Mulia satu-satunya yang santai. Seolah-olah ia jauh dari suasana berisik di sekitar kita.

 

‘Apakah orang ini benar-benar menusuk Andromalius? ‘

 

Sampai seseorang secara tidak sengaja akan meragukan diri mereka sendiri dan berpikir seperti itu.

Bagaimanapun juga, Yang Mulia sedang memegang pisau di tangannya yang berlumuran darah. Darah menetes menyingkirkan orang dari keraguannya.

 

Aku ingin tahu apakah itu karena orang yang menyebabkan insiden itu begitu santai. Alun-alun yang berdengung dengan suara beberapa saat yang lalu, sudah mulai tenang. Keheningan menyesakkan menimpa alun-alun. Dalam udara hening, suara Yang Mulia Dantalian menggema rendah.

 

“Lapis Lazuli.”

“Ya, Yang Mulia.”

 

Aku segera menundukkan kepalaku.

 

“Ucapkan kejadian Demon Lord diperbolehkan untuk menyerang Demon Lord lainnya.”

“Sesuai yang diperintahkan. Untuk Demon Lord menyerang Demon Lord lainnya, yang pertama haruslah dengan hormat memperingatkan pihak lain sebanyak dua kali. Ketika pihak lain secara jelas mengabaikan peringatan, dan hasilnya sangat merusak kehormatan Demon Lord lebih dulu, maka Demon Lord dapat menyerangnya. ”

 

Sebuah hukum umum.

 

Karena Demon Lord sangat sakral, mereka bebas dari hukum duniawi. Namun, jika konflik yang terjadi antara Demon Lord, maka mereka terpaksa dibatasi oleh hukum umum. Hukum umum yang aku baru saja bacakan dikenal sebagai 「Peringatan Coctyus」.

 

Menurut legenda, jika seseorang mati maka mereka harus menyeberangi 5 sungai. 「Acheron」, 「Coctyus」, 「Phlegethon」, 「Lethe」, dan 「Styx」 …… 「Coctyus 」adalah sungai kedua. Jika yang meninggal menyeberang sungai Coctyus, mereka akhirnya akan mencapai Phlegethon, di mana bukan lagi air melainkan sungai lava. Di sini orang akan jatuh ke dalam sungai dan jiwa mereka akan terbakar. Itu sebabnya, ketika memberikan 「Peringatan Coctyus」, itu berarti kau memberitahu pihak lain untuk mundur sebelum mereka terbakar.

 

Andromalius menggeram.

 

” Peringatan Co-Coctyus……? Keuhk! Kau bajingan, apakah kau tahu omong kosong apa yang kau katakan !? ”

 

Respon semacam itu wajar.

Biasanya, Peringatan Coctyus hanya digunakan dalam peristiwa perang. Jika Demon Lord ingin menyerang markas Demon Lord lainnya, maka mereka harus mengirim deklarasi perang dua kali. Peringatan itu digunakan dalam situasi seperti ini.

 

Tujuan aslinya adalah untuk mencegah perang. Dengan menyatakan kalau serangan tiba-tiba tanpa mengirim deklarasi perang sebelumnya adalah ilegal, kesimpulannya, memiliki efek menahan konflik. Yang Mulia Dantalian dengan cerdik menyalahgunakan hukum umum ini.

 

Andromalius meraung.

 

“Keuk, ini akhir bagimu bajingan! Dantalian! akhirnya …… Demon Lord yang lainnya tidak akan membiarkan hal ini dengan mudahnya …… keub! Sudah terlambat untuk menangis dan memohon pengampunan! Si hebat ini tidak akan pernah memaafkanmu! ”

“Yang akan berakhir itu adalah kau.”

 

Yang Mulia Dantalian menginjak punggung tangan Andromalius. Suara tulang hancur bergema. Andromalius berteriak bahkan lebih sedih dan memukul-mukul ke lantai.

 

“Demon Lord Peringkat-72. Kejahatan yang telah kau lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, kau telah mengejek dan memukul pengawalku ynag sudah kusewa tanpa alasan apapun. Kedua, kau dengan tidak masuk akalnya menyerang kekasihku. ”

 

Yang Mulia Dantalian melihat sekeliling dan berbicara dengan suara keras.

 

“Aku dengan hormat meminta untuk Andromalius berhenti, tapi dia mengabaikanku. Dia tidak hanya mengancam keselamatanku, tapi dia telah menghancurkan kehormatanku juga. Semua orang di sini adalah saksinya! ”

 

Orang-orang di alun-alun mulai bergumam satu sama lain.

Andromalius kemungkinan besar tidak lagi berada dipikiran Yang Mulia. Yang Mulia Dantalian bertujuan untuk menyeret orang-orang di sini sebagai saksi.

 

“Lihat di sini!”

 

Melepas sarung tangan dan melemparkannya ke samping, ia meraih tangan kiriku juga, diikuti dengan melepas sarung tangan yang melekat. Dan seolah-olah untuk menunjukkan kepada dunia, Yang Mulia mengangkat tangan kiriku dengan tinggi.

 

Cincin di jari cincinku.

Sebuah berlian biru bersinar terang dan berkilauan.

Sebuah cincin yang sama pada jari cincin Yang Mulia.

 

“Aku adalah Demon Lord. Anak muda ini adalah seorang rakyat jelata. Kita berdua tidak diizinkan untuk menikah. Namun, bersumpah pada Dewi Aphrodite, aku, Dantalian, Demon Lord peringkat ke-71, menyatakan cintaku untuk gadis ini! Cincin ini adalah buktinya! Bahkan jika masyarakat yang melarang pernikahan kami, hati kami sudah terhubung! ”

 

Orang-orang mengeluarkan napasnya.

Sebuah Demon Lord menyatakan cintanya untuk rakyat jelata. Di alun-alun secara publik dan di depan penonton ratusan orang, pada saat itu.

 

Mulai besok, masyarakat berstatus tinggi akan terbalik. Gosip tentang gairah cinta antara Demon Lord dan 「Outcast」 akan dibicarakan di mana-mana. Itu adalah fenomena biasa. Terlepas dari generasi, orang-orang terikat karena mendapatkan topik ‘cinta terlarang’.

 

Itu adalah penipuan yang diletakkan oleh Yang Mulia.

Dalam kisah cinta besar ini, karakter yang dikenal sebagai Andromalius terjatuh ke dalam peran pendukung belaka.

 

Sebuah trik licik.

 

Jika Yang Mulia Dantalian hanya membunuh Andromalius, apa yang akan terjadi? Mau tak mau, hal itu akan menjadi tidak lebih dari sebuah kasus pembunuhan.

 

Tetapi jika ia melakukan pembunuhan untuk ‘rakyat jelata yang dicintainya’, maka ceritanya akan berbeda. Bermain pembunuhan yang membosankan akan berubah menjadi pertunjukkan cinta terlarang.

 

Yang Mulia dan aku seperti Romeo dan Juliet.

Andromalius adalah karakter pendukung, Tybalt, yang akan dibunuh oleh Romeo.

Kebenaran itu dengan mudahnya terdistorsi.

 

“Ja-jatuh cinta dengan 「Outcast」. Betapa gilanya. Gila …… Aib dari Demon Lord! ”

 

Andromalius mengeluarkan erangan kesakitan.

Orang menyedihkan ini tidak mengetahuinya. Dia akan menghadapi ajalnya tanpa mengetahui rencana licik apa yang membawanya. Aku merasa sentuhan simpati untuknya.

 

“Kau bajingan. Kau tidak pantas untuk disebut ras yang sama dengan si hebat ini. Hirarki adalah perintah sakral. Bagi kau untuk berani melawan hukum alam ……! ”

“Aku heran. Hukum alam apa? ”

 

Yang Mulia menurunkan tatapannya menuju Andromalius.

Bisikan tenang, tapi mengerikan mengalir dari bibir Yang Mulia.

 

“Biarkan aku memberitahumu apa hukum alam yang sebenarnya. Pemula. Ini adalah hukum rimba. Jika kucing melawan harimau, maka satu-satunya hasil adalah kematian. Kebenaran dari dunia cukup sederhana dan membosankan. Bukankah kau berpikir begitu? ”

 

Saat itulah ekspresi Andromalius menjadi pucat.

Dia mungkin sekarang hampir menyadari kalau Yang Mulia Dantalian benar-benar akan membunuhnya.

Tapi sudah terlambat.

 

“Itu sebabnya aku pribadi lebih suka kebohongan daripada kebenaran. Seperti bagaimana wajah telanjang membutuhkan make-up, sangatlah penting bagi kehidupan untuk memiliki sedikit bumbu. ”

“Am-ampuni ……”

 

“Pilihan yang salah.”

 

Tanpa bertanya benar atau salah, Yang Mulia mengayunkan pisaunya.

Pisau menusuk ke tenggorokan Andromalius begitu saja.

Banjir darah ke batang tenggorokan Andromalius memaksanya untuk muntah darah.

 

“Gua, guuhaaak ……”

Ampuni aku? Itu adalah kalimat yang sangat membosankan. Dalam kehidupan kita yang sudah membosankan, hanya menambah kita kesakitan. Aku melihat kebosanan sebagai dosa umat manusia, dan merasa mirip dengan serangga berbahaya yang layak untuk dibasmi. ”

 

Yang Mulia berbisik.

Itu sedemikian rendahnya yang hanya aku, yang duduk tepat di sampingnya, bisa mendengarnya.

 

“Lain kali, kembali setelah berlatih kalimat sekarat yang lebih baik, kau aktor tingkat ketiga.”

“……”

 

Andromalius menggigil.

Seperti boneka yang memiliki benang yang dipotong, kepalanya jatuh lemas.

 

Emosi terakhir yang terlintas di matanya adalah ketakutan, atau itu kebenciannya ke Yang Mulia Dantalian. Aku pikir kedua pilihannya sangat memungkinkan.

 

Yang Mulia menegakkan punggungnya dan melihat sekeliling alun-alun. Tidak ada yang mencoba untuk melakukan kontak mata dengan Yang Mulia. Mereka semua secara insting berusaha menghindari mata Yang Mulia. Semua orang telah termakan oleh suasana tenang Yang Mulia Dantalian.

 

Itu menakjubkan. Yang Mulia Dantalian dengan seorang diri mendominasi alun-alun besar ini.

Sampai sekarang, aku berpikir kalau keagungan seorang raja itu tidak lebih dari sebuah konsep abstrak. Namun, setelah melihat Yang Mulia, aku mengerti. Yang Mulia punya sesuatu yang bisa mendominasi penonton.

 

Dia tidak mendominasi warga dengan ketakutan. Dia tidak memikat orang dengan wibawa. Sesuatu yang jauh berbeda itu tersembunyi ……

 

Kenapa ia tidak memamerkan kemampuannya ini di masa lalu. Bagaimana ia dicurahkan dengan bakat melimpah setelah mengatasi situasi hidup atau mati dengan petualang. Aku yang sekarang tidak bisa menjawab semua ini.

 

Namun.

 

“Kamu menahannya dengan baik, Lala.”

“Maaf?”

 

“Pengikutku harus tidak pernah ceroboh menundukkan kepalanya ke individual lainnya. Ketika kau menolak untuk mengubah pandanganmu sampai akhir, meskipun dipukul Andromalius, aku cukup terkesan. Kau seorang wanita yang cerdas. ”

 

Yang Mulia tertawa licik.

Mendengar tertawa ringan tersebut, pikirku.

 

Pada akhirnya, ini bukanlah pilihan yang salah untuk melayani Yang Mulia.

Untuk pertama kalinya pada hari ini, aku yakin.

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻