Dungeon Defense Vol 1 – Bab 5 Part 1

Oleh Alone of Nyx on October 1, 2017

Bab 5 – Sirkus Paling Luar Biasa (Part 1)

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 8, Hari 20

Niflheim, Istana Gubernur

 

 

Di luar ramai dengan suara.

Di depan gerbang utama istana besar, banyak gerbong kereta kuda berbaris. Tanpa jeda, wanita beradab dan pria turun dari gerbong mereka. Penampilan dan pakaian mereka semua bervariasi gayanya tapi ada satu hal yang mereka semua punya kesamaan; mereka semua memiliki tanduk.

 

Aku duduk di kereta kuda dan menatap kosong ke luar jendela.

 

“Ini tidak kelihatan seperti banyak Demon Lord yang datang.”

“Kehadiran dari 「Walpurgis Night」 tidak dipaksakan. Demon Lord dengan kecenderungan malas berpikir kemungkinan tidak akan datang. Demon Lord peringkat ke-1 Baal dan Demon Lord peringkat ke-2 Agares tidak akan hadir. ”

 

“Lalu kenapa aku harus hadir? Sangat merepotkan. ”

“Pertemuan ini diadakan untuk membahas penanggulangan wabah. Ini akan menyulitkan Yang Mulia, yang memiliki hak penuh atas obatnya, jika tidak berpartisipasi. ”

 

“Jadi itu masalah seseorang karena berbeda.”

 

Sesaat kemudian, Lapis Lazuli bergumam sembunyi-sembunyi dengan suara rendah.

 

“…… Yang mulia. Seperti yang diperkirakan, hamba tidak harus pergi bersama dengan Yang Mulia. ”

“Apakah kau masih membahasnya?”

 

Aku menggerutu.

 

“Kau tunanganku secara publik. Jika bukan tunanganku, lalu wanita lain mana yang harus aku ambil saat pesta dansa? ”

 

Dalam pertemuan ini, sebelum melakukan pertemuan yang sesungguhnya, hiburan dijadwalkan untuk para tamu untuk dinikmati. Hiburan yang dijadwalkan adalah pesta dansa.

 

Aku telah memilih Lapis Lazuli sebagai pasanganku untuk pesta dansa. Itu sudah pasti. Namun, tampaknya Nona Lala kita merasa sangat terbebani oleh pesta dansa.

 

“「Walpurgis Night」 adalah pesta pertemuan ketat yang disediakan untuk Demon Lord . Hanya penguasa dengan kedudukan tertinggi yang akan diizinkan untuk hadir. Ini bukanlah tempat di mana 「Outcast」, seperti hamba, harus hadir. ”

“Namun, tidak ada aturan kalau pendamping harus Demon Lord juga. Tidak masalah untuk membawa siapapun sesukaku. ”

 

“Mungkin tidak ada aturannya, tapi itu adalah kebiasaan……”

“Aah, aku tidak bisa mendengarmu— aku tidak bisa mendengarmu—.”

 

Lapis Lazuli menutup mulutnya.

Bahkan jika kau menatapku dengan mata ketidakpuasan, itu tidak akan membantu.

 

Dantalian saat ini menerima sorotan sebagai karakter utama dalam cerita romantis. Seorang pria dibutakan oleh cinta. Itu adalah gambaranku pada orang-orang. Tidak mungkin bagiku untuk meninggalkan Lapis Lazuli dan berkeliaran sendiri pada saat ini.

 

Selain itu, aku menyukai konsep ini. Orang bodoh yang larut dalam gairah dan telah kehilangan semua rasionalitasnya. Bukankah sangat cocok? Tidak ada yang akan waspada di sekitar orang bodoh seperti itu.

 

Orang cerdas hanya akan menghina orang bodoh sepertiku dan tidak melakukan apa-apa lagi. Diikuti dengan kesalahpahaman kalau pelakunya adalah Lapis Lazuli. Semua kecurigaan akan terfokus pada Lapis Lazuli, sementara aku dengan gembiranya menikmati hariku yang bebas ……

 

Aku, mungkin, seorang jenius?

Itu benar-benar rencana yang sempurna.

 

Berkat 「Black Death」 aku telah menghasilkan uang dalam jumlah yang luar biasa, dan sekarang, satu-satunya hal yang aku harus lakukan adalah mengurung diri di kastilku dan menjalani sisa hidupku selagi mengurung diri. Gerbang ke Surga sudah tepat di depanku.

 

“…… Yang Mulia membuat wajah yang sama ketika berpikir tentang sesuatu yang sesat.”

 

Diamlah.

 

Setelah 20 menit berlalu, gerbang utama menjadi lebih kosong. Saat itulah kami keluar dari kereta dan memasuki ruang dansa. Kami telah menunggu sampai sekarang karena kami tidak mau berurusan dengan pelecehan oleh orang lain.

Penjaga pintu, menyadari kedatangan kami, mengumumkannya dengan suara keras.

 

“Peringkat ke-71, Demon Lord Dantalian, masuk!”

 

Pada saat yang bersamaan, orang-orang yang berada di dalam berbalik untuk melihat ke sini.

 

Tidak terganggu oleh tatapan mereka, aku berjalan ke sudut pesta dansa dan mengambil tempatku di sana. Suara orang berbisik-bisik di sekitar kami bisa terdengar. Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bisikkan, tapi aku tahu itu bukanlah obrolan yang membuat senang. Tidak jauh dari rasa terkejut mereka dengan kenyataan kalau aku datang ke pesta dansa disertai dengan 「Outcast」 sebagai partner.

 

Gumamku.

 

“Rasanya seperti aku sudah menjadi selebriti.”

“Hamba berpikir kalau kita tidak perlu sampai berpegangan tangan.”

 

“Bukankah tidak masalah karena kita tampil cukup bodoh?”

 

Lebih tepatnya, kita dengan mesra bergandengan tangan.

Aku tersenyum.

 

“Jangan membenci sesuatu seperti hanya menghubungkan lengan. Aku juga berencana untuk mencium bibirmu sedikit, lagipula. ”

“Kalau begitu lidah Yang Mulia Dantalian akan putus.”

 

“Aku sangat menyukai respon kasarmu.”

“Tentu saja, Yang Mulia.”

 

“Oh, Lazuli. Jangan hidup begitu egois. Kita saat ini adalah pasangan yang menyebarkan skandal terpanas di benua ini. Orang-orang menuntut sebuah hiburan dari kita. Bisakah kau menyentuh bibir dengan maksud memberikan hiburan ke masyarakat? Menunjukkan pengorbanan mental sekali saja. ”

“Di benua yang hamba ketahui sebagai orang yang paling egois memberikan hamba nasihat seperti ini. Hal ini sangat mengejutkan …… ”

 

“Aku ingin tahu jadi aku harus bertanya. Apakah kau tahu kalau setiap kali kau berbicara secara dingin, bibirmu bersinar sebanyak kau berbicara juga? Apa kebetulan, bermaksud, kau mencoba untuk memikatku, kalau begitu …… ”

 

Menginjak

Lapis Lazuli menginjak kakiku.

 

“Respon yang sangat menggemaskan. Aku mulai menyukaimu. ”

“Kebetulan sekali. Hamba juga mulai lebih membenci Yang Mulia. ”

 

“Suatu hari kita akan menemukan landasan yang sama.”

“Perlu diingat kalau landasan yang sama tidak akan pernah berada di atas tempat tidur.”

 

“Betapa menyedihkan.”

 

Aku memutuskan untuk mundur saat ini. Sungguh, tidak ada yang lebih menyenangkan di dunia ini selain menggoda seorang wanita yang kompeten.

 

「Fairy」, memegang nampan penuh dengan minuman beralkohol, datang berterbangan kehadapan kami. Aku perlahan mengambil segelas anggur putih. Lapis Lazuli dan aku, berhubungan baik (aku mengakui kalau aku menggunakan kata-kata yang bisa diperdebatkan), menikmati anggur kami dan menunggu pesta dansa dimulai.

 

Selain 「Fairy」, tidak ada orang lain yang mencoba untuk mendekati kami. Orang-orang hanya melihat kami dari kejauhan di sudut mata mereka. Rasanya seperti aku telah menjadi kuda nil di kebun binatang untuk tujuan wisata.

 

Meskipun begitu, aku bisa menghabiskan waktuku secara menyenangkan. Cukup menarik untuk dapat melihat bagaimana penampilan Demon Lord dalam kehidupan nyata, sebelumnya, aku hanya melihat mereka sebagai ilustrasi dalam <Dungeon Attack>. Peringkat 9 Paimon,  peringkat 8 Barbatos, peringkat 5 Marbas …… Apakah ini tingkat tertinggi Demon Lord? Mereka adalah musuh kuat yang memberikan tamat ke permainan protagonisku beberapa kali.

 

“Aku ingin memberikan salam untuk semua bangsawan yang dapat berkumpul di sini untuk 「Walpurgis Night」 hari ini. Namaku Ivar Lodbrok dan aku dari Perusahaan Keuncuska. Kebetulan, aku telah diberikan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dari pertemuan hari ini. ”

 

Pria yang sangat tua berjalan ke tengah pesta dansa. Tepuk tangan ringan berasal dari Demon Lord. Rasanya seolah-olah hanya sekitar 6 orang yang bertepuk tangan. Demon Lord yang lainnya hanya menatap orang tua tersebut secara acuh tak’ acuh.

 

Di sisi lain, aku menyempitkan alisku.

 

“Itu Ivar Lodbrok?”

“Ya. Orang itu adalah orang terkaya di dunia demon, pemilik Perusahaan Keuncuska, dan vampir asli, Ivar Lodbrok. Hamba telah mengkhianatinya berkat Mulia. ”

 

“Hmm.”

 

Seorang laki-laki, ya.

 

Ivar Lodbrok adalah karakter yang muncul dalam permainan juga. Kecuali, Ivar Lodbrok yang aku tahu sedikit berbeda dari yang ada di depanku.

Aku menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi di ruang dansa dengan tatapan tertarik.

 

“Sebelum hal lainnya, aku ingin menjelaskan agenda untuk pertemuan hari ini. Pertama, 「Archduke of Hell」 telah meninggal bulan lalu. Karena tidak ada ahli waris resmi, 「Archduke」 selanjutnya harus dipilih segera, jika memungkinkan. Aku ingin mengumpulkan pendapat dari Demon Lord yang hadir di sini dan …… ”

“Tunggu. Tunggu sebentar, orang tua. ”

 

Suara tajam Seorang gadis berdering.

Semua orang berpaling untuk melihat sumber suarannya.

 

Tidak ada pencahayaan yang cukup di pesta dansa, jadi itu gelap. Ada lilin besar seperti kepala orang mengapung di sekitar. Itu adalah satu-satunya sumber cahaya. Lilin kuning tua sedang melayang perlahan melalui udara, adakalanya mencerminkan orang itu, dan adakalanya mencerminkan orang ini. Namun, itu hanya sesaat. Orang-orang segera diselimuti kembali ke dalam kegelapan.

 

“Karena wabah sialan, semua kantor manajemen teleportasi terhenti. Kami ke sini naik sapu, yang tidak satupun dari kita dapat menghindarinya, selama belasan jam. Apakah kau tahu apa artinya? Ini memang waktu terbaik untuk berebut tentang politik antik dan membosankan. ”

 

Cahaya lilin mencerminkan wajah gadis itu.

Gadis itu memiliki rambut putih seperti salju.

 

Matanya mungkin bersinar warna emas cerah, tetapi itu hal yang pasti kalau ia memandang rendah semua orang yang berada di sini, kecuali dirinya sendiri. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, dia terlihat tidak lebih dari 14 tahun, tapi dia juga Demon Lord. Demon Lord yang telah hidup selama lebih dari 500 tahun, dengan itu— peringkat ke-8, Barbatos.

 

Sebagai referensi, aku tidak yakin apakah dia sedang berusaha untuk mencocokkan dengan rambut putihnya, tapi sosoknya sangat datar seperti dataran besar Siberia. Dia, pasti, terlihat seperti anak kecil.

 

“Yang Mulia Barbatos. Kami mengerti, tapi topik ini sangat mendesak …… ”

“Tentu. Epidemi menyebar di seluruh benua, ada 7 pengganti di wilayah 「Hell」 yang menyebabkan perang saudara, dan karena hasil dari perang saudara di Kerajaan Sardinia para bangsawan yang tidak dapat menang mulai memberontak. Apa artinya kita di era yang menyebalkan? Bagaimanapun juga, dunia ini hanya omong kosong sejak seratus tahun yang lalu, dua ratus tahun yang lalu, dan bahkan lima ratus tahun yang lalu. ”

 

Barbatos mengangkat gelasnya dengan tangan kanannya.

 

“Bahkan jika konferensi ini harus tertunda 3 jam, tidak ada yang akan berubah, kau vampir tua. Minum alkohol tanpa mengucapkan sepatah kata. Biarkan kami istirahat sebentar. ”

“Mm ……”

 

Si pria tua, Ivar Lodbrok, membuka dan menutup mulutnya seolah-olah ia gelisah. Vampir asli mungkin bangsawan di antara bangsawan, tapi mereka masih lebih rendah dari Demon Lord. Akan sulit untuk langsung mengabaikan saran mengadakan pesta minum.

 

Kecuali itu Demon Lord dengan peringkat yang sama.

 

“Masih bodoh seperti biasa, Barbatos.”

 

Kali ini suara seorang wanita dewasa bisa terdengar.

 

“Kau dapat minum alkohol kapan saja kau mau. Kau selalu menenggelamkan dirimu sendiri dalam alkohol sepanjang tahun, jadi mengapa tidak mencoba menahan diri untuk satu malam saja? Jika kata ‘sabar’ bahkan ada dalam kosa katamu, itulah. ”

 

Sebuah cahaya lilin samar-samar bersinar turun ke wanita tersebut.

Benar-benar berlawanan dengan Barbatos, gadis yang memiliki rambut merah berapi-api. Di seluruh dunia, rasanya seperti satu-satunya orang yang wanita ini benci adalah Barbatos.

Lapis Lazuli berbisik padaku dengan suara kecil.

 

“Itu adalah peringkat 9, Paimon. Dia terkenal karena dia bermusuhan sampai pada akarnya dengan Barbatos. ”

“Aku bisa sangat tahu tanpa penjelasan apapun, karena distribusinya sangatlah tidak adil. Jika aku Barbatos, mungkin aku juga akan membenci Paimon. ”

 

“Distribusi?”

 

Aku menunjuk ke Paimon dengan daguku. Lapis Lazuli, dengan ekspresi ragu, mengikuti tatapanku dan mengamati Demon Lord perempuan.

Tatapannya jatuh tepat di atas dada Paimon. Berbeda dari Barbatos, Paimon membual payudara menggairahkannya. Itu buktinya, pada akhirnya, alam tidaklah adil.

 

Lapis Lazuli menghela napas.

 

“…… Yang mulia. Tolong berpartisipasi dalam pertemuan ini dengan serius. ”

“Setiap kali aku melihat dua bukit naik, aku merasa takjub. Ini adalah perasaan yang sama seperti ketika kau melihat pemandangan alam dan menjadi terpesona olehnya. ”

 

“Mohon disadari kalau Yang Mulia tampil sangat, sangat, sangat cabul sekarang.”

“Lala. Aku orang yang membenci pergi ke luar lebih dari kematian. Saat ini aku mengalami kematian secara langsung. Jika aku bosan menggodamu, maka bagaimana aku mungkin bisa menahan diri untuk bunuh diri? ”

 

Lapis Lazuli terdiam.

Sebaliknya, tekanan pada kaki kananku meningkat.

Mengabaikan transmisi rasa sakit dari jari kakiku, aku tersenyum.

 

“Ini adalah balasan karena menyiksaku setiap hari. Menderitalah untukku. ”

“…… Apakah Yang Mulia benar-benar benci bangun di pagi hari sampai segitunya?”

 

“Setiap individu memiliki jam biologis mereka sendiri. Aku orang yang secara fisik tidak harus bangun di pagi hari. ”

“Aku kira tidur rata-rata 16 jam setiap hari adalah jam biologis Yang Mulia. Hamba berpikir kalau masalahnya bukanlah fisik, tetapi mental Yang Mulia. ”

 

“Singkatnya, Kau mengatakan kalau mentalku salah dan pada tingkat yang sama dengan busuknya sampai ke inti seperti air limbah?”

“Hari ini, di lokasi ini, hamba telah menyadari untuk pertama kalinya kalau Yang Mulia memiliki kemampuan merangkum yang mengesankan.”

 

“Lala. Dalam satu hari, aku harus tidur setidaknya 15 jam. ”

“Tidak peduli berapa banyak jumlahnya, hamba tidak akan membiarkan lebih dari 7 jam.”

 

“Apa? 7 jam?”

 

Suaraku jadi kencang dengan sendirinya.

 

“7 jam?! Apakah kau bercanda? Kau seperti memberitahuku untuk berbaring dan menyuruhku langsung bangun. Orang membutuhkan setidaknya 12 jam tidur agar dapat berfungsi dengan baik sebagai individu! ”

“Hamba tidur tidak lebih dari 4 jam sehari. Sejak saat hamba telah menjelajah gang-gang belakang dan selama 30 tahun sejak itu. ”

 

“Ooh. Jadi ini adalah saat di mana akhirnya terungkap kenapa kau menjadi orang yang tidak manusiawi dan berhati dingin. Alasan kenapa kau selalu temperamental seolah-olah kau berada di masa mens’mu sepanjang waktu juga terungkap. ”

“Yang mulia. Kebanyakan orang hanya mengambil bagian dalam sekitar 7 jam tidur. ”

 

“Dan kebanyakan orang salah! Kau tidak mendengarkan apa yang dikatakan Barbatos? Bukankah dia sudah mengatakan, baik itu sekarang atau masa lalu, dunia selalu hanyalah omong kosong? Itu semua karena kurangnya tidur. Kesimpulan yang sangat logis. ”

“Itu adalah tingkat logika yang akan membuat bahkan Aristoteles menangis.”

 

Sekali lagi, Lapis Lazuli dan aku telah gagal mencapai diplomatik landasan yang sama.

15 jam dan 7 jam, jarak yang terletak antara kedua itu terlalu besar. Jika ini berlanjut mungkin perang akan terjadi. Tragedi akan terulang.

 

Itu tidak hanya kami berdua yang memiliki hubungan diplomatik yang memburuk. Di ruang dansa, Paimon dan Barbatos menjadi panas dan melakukan perang psikologis.

Barbatos membuat pernyataan sinis.

 

“Paimon. Wanita pelacur kami yang elegan! Aku mendengar kabar kalau kau akhirnya melakukan hubungan dengan 「Centaur」 kemarin. Pinggulmu pasti sangat kaku, tapi aku melihatmu mampu merangkak ke sini cukup baik. Atau mungkin, itu karena mulut bawahmu sudah sangat longgar sampai kau dapat menangani sesuatu seperti 「Centaur」 dengan mudahnya? Hm—? ”

 

“Orang-orang mungkin berpikir kalau kau tidak berpendidikan karena kata-katamu sangat kasar. Kau harus mulai belajar bagaimana untuk memiliki beberapa sopan santun, Barbatos. Kau sudah rewel seperti bocah selama 500 tahun terakhir, sehingga sudah waktunya kau mulai berperilaku seperti orang dewasa. ”

 

Paimon mengangkat sudut mulutnya. Dia kemudian menutup mulutnya dengan kipas berbulu secara terlambat. Dia sengaja menunjukkan seringainya sebelum menyembunyikannya.

 

“Dengan tubuh seperti itu, kau kemungkinan tidak akan pernah berhubungan intim dengan seorang pria yang pantas. Karena kau belum bisa memiliki hubungan yang sah bahkan sekali dalam hidupmu, tidak ada pilihan lain selain selamanya menjadi gadis kecil. Oh, aku minta maaf. Sangat keliru mengolok-olok seseorang karena tubuh mereka …… Nona ini malah menjadi tidak sopan. ”

 

 

IMAGE

 

 

“-Ini bukan seperti aku tidak bisa mendapatkan seorang pria, tapi aku sengaja tidak memiliki hubungan, Nona pelacur. Aku sukarela menjomblo. Tentu saja, seorang gadis yang melempar tubuhnya ke sana-sini seperti kain handuk tidak akan mengerti sesuatu seperti itu. ”

“Aha. Bukan begitu. Nona ini sangat mengerti. ”

 

Paimon menyipitkan matanya.

Ejekannya dipoles matanya yang merah.

 

“Lagipula kau tidak bisa memetik buah anggur, jadi itu lebih menenangkan untuk kesehatan mentalmu jika kau hanya mengabaikannya saja dengan mengatakan kalau itu anggur asam. Tidak peduli kapan, tidaklah menyenangkan ketika menyaksikan orang merasionalkan diri mereka sendiri, Barbatos? Kau bisa mengatakan rasanya seperti kau dapat mengintip kurangnya kepribadian dan kecerdasan mereka…… ”

“……”

 

Barbatos mengeraskan giginya.

Aku sangat terpengaruh oleh percakapan antara kedua Demon Lord ini. Itulah sebabnya, aku langsung menyampaikan perasaan yang aku rasakan kepada Lapis Lazuli.

 

“Lala. Aku mungkin memiliki kebencian yang mendalam bagi dunia luar, namun, jika aku harus ditemani mereka berdua, maka bayangan untuk pergi keluar tidak tampak buruk. Hanya berdiri di sini seperti ini dan mendengarkan mereka membuat moodku menjadi bagus. ”

“Hamba berpikir itu karena Yang Mulia sudah rusak sampai ke dalam.”

 

“Apakah kau pikir itu akan memungkinkan untuk meminta pergi kencan dengan mereka berdua pada saat yang sama? Aku akan pergi dengan mereka, dan kemudian menyelinap ke belakang dan hanya menonton mereka berdua berkelahi. ”

“Dewa sampingan akan terkejut, orang-orang akan terkejut, dan bahkan orang tua bijak akan begitu terkejut sampai mereka akan menendang keluar dari kuburan mereka karena ‘kepribadian mengerikan’ Yang Mulia.”

 

Lapis Lazuli menghela napas.

 

“Selama 300 tahun terakhir, Barbatos dan Paimon telah berperang satu sama lain sebanyak 14 kali. Di antara Demon Lord mereka memiliki hubungan yang paling buruk. Hamba, atas kesetiaan kepada Yang Mulia, menyarankan Yang Mulia untuk menyerah pada mimpi yang berumur pendek. ”

“Mereka berperang setiap 21 tahun?”

 

Perang bukanlah permainan anak-anak. Ini memakan jumlah besar tenaga kerja, persediaan, dan waktu. Jika mereka benar-benar tidak membenci satu sama lain sampai pada tulangnya, maka mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti berperang begitu sering.

 

“Betapa menakutkannya wanita yang galak. Aku semakin tertarik pada mereka. ”

“Hamba sudah mulai sangat khawatir tentang preferensi Yang Mulia Dantalian pada perempuan. Hamba hanya bisa berharap kalau itu adalah kekhawatiran yang tidak perlu …… ”

 

“Dimana yang ketiga?”

 

Lapis Lazuli memiringkan kepalanya.

 

“Maaf?”

“Aku sedang berbicara tentang orang ketiga. Karakter ketiga. Dunia ini seperti sebuah miniatur alam semesta, itu sebabnya ia memiliki kecenderungan untuk mencoba untuk menjaga hal-hal yang seimbang dengan sendirinya. Lihatlah disana. Yang satu adalah wanita kecil yang menjalani hidupnya dengan kutukan menggantung pada lidahnya, sementara di sisi lain adalah seorang wanita yang berpura-pura menjadi alim tapi hidup seumur hidupnya mengatakan apapun yang dia inginkan. Keseimbangan alam semesta ini akan sangat runtuh…… ”

 

Aku menggeleng.

 

“Pertemuan tanpa seorang perantara tidak mungkin dapat bertahan selama ratusan tahun. Harus ada orang berwibawa yang mampu menekan kedua wanita ini, yang menjadi sulit diatur seperti kerbau kepanasan. Wanita yang kemungkinan besar akan cocok dengan tipeku. ”

 

Dan benar saja.

 

“Kalian berdua. Tenanglah.”

 

Suara sangat muram jatuh pada ruang dansa.

 

“Akibat pertengkaran kalian, konferensi telah terhenti. Tunjukkanlah sedikit rasa hormat ke Ivar Lodbrok yang telah melangkah ke depan sebagai tuan rumah kita. ”

 

Demon Lord yang sedang berdebat menutup mulut mereka.

Sebuah lilin dengan tenang mencerminkan wajah pembicara yang baru.

 

Peringkat 5, Marbas.

 

Dengan mantel gaya Eropa Timur disampirkan2 ke bahunya, memiliki fisik yang sangat kuat dan melihat ke arah atas penonton perlahan dengan kacamata berlensa tunggal …… itu seorang pria botak.

Seperti itu. Karakter ketiga tidak lebih dari seorang pria dengan bingkai kekar.

 

Lapis Lazuli bergumam.

 

“Hamba benar-benar tidak punya alasan untuk khawatir tentang tipe wanita Yang Mulia.”

“…… Aku menarik kembali pernyataanku yang sebelumnya.”

 

“Marbas sangat populer dengan perempuan. Meskipun, hamba tidak tahu kalau itu sama halnya dengan laki-laki juga. ”

 

Setelah peringkat tertinggi Demon Lord telah hadir, pertemuannya berlanjut, suasana ruang dansa menjadi lebih tenang. Ivar Lodbrok, menerima bantuan, melanjutkan konferensi. Sementara aku membasahi bagian dalam mulutku dengan anggur (T/L : anggur di sini, maksudnya minuman ya), aku mendengarkan segala jenis topik.

 

 

 

Waktu berlalu berputar lama.

Ini akan menyenangkan jika argumen yang lain terjadi, namun Barbatos dan Paimon terus menutup mulut mereka. Karena itu, hiburan apapun itu tidak ada.

 

Kebosanan langsung membuat kelopak mataku menjadi berat. Jika bukan karena Lapis Lazuli terus mencubit di sisiku, aku kemungkinan besar sudah tertidur sekarang.

Selagi aku putus asa mangalami pertempuran berdarah melawan kantuk, Paimon akhirnya membuka mulut.

 

“Kawan-kawan yang aku kasihi, dan Ivar Lodbrok. Sebelum kita masuk ke dalam diskusi tentang wabah, ada sebuah kejadian yang pasti kita harus selesaikan lebih dulu. ”

“Apakah itu, Yang Mulia?”

 

“Insiden pembunuhan. Aku percaya kalau semua orang di sini sudah menyadari peristiwa tercela yang terjadi beberapa hari lalu. Sanak kita, Andromalius. Demon Lord Peringkat ke-72, Andromalius, dibunuh. ”

 

Ara?

Aku mengedipkan mataku yang diselimuti oleh kantuk.

Paimon memunculkan subjek yang cukup serius.

 

“Andromalius. Dia adalah seorang pria yang memalukan. Dia berperilaku dengan cara yang tidak pantas sebagai Demon Lord. Namun, terlepas dari semua itu, ia masih Demon Lord sama seperti kita. ”

 

Dengan langkah ringan, Paimon berjalan ke pusat ruang dansa. Setiap langkah yang ia ambil serasa kantuk di tengkorakku ditarik keluar. Pada saat dia berhenti, aku sudah sadar sepenuhnya.

 

“Tidak peduli seberapa besar benua, jumlah yang terpilih untuk dilahirkan sebagai Demon Lord adalah 72. Kami adalah ras dari hanya 72 orang. Nilai masing-masing individu sangat berharga, kita tidak dapat dibandingkan dengan ras lain. Ras kita ini dibunuh tanpa ampun. ”

 

Paimon menoleh untuk menatapku.

Emosi yang berada dalam mata merahnya, sebuah permusuhan tidak salah lagi.

 

“Semua orang seharusnya tahu betul mengapa ini adalah suatu kejadian yang tercela. Pelaku yng membunuh kerabat kita harus dihukum adil. ”

 

Langsung, semua Demon Lord berpaling untuk melihat ke ini.

 

“……”

 

Sebuah alarm berdering di kepalaku.

 

Kantuk telah menguap dan kesadaranku dengan cepatnya menjadi dingin. Serangan tak’ terduga. Sebuah situasi yang aku belum persiapkan sebelumnya. Menilai kalau aku sedang menghadapi bahaya, pikiranku beroperasi lebih keras. (T/L : Overlock mode : on)

 

 

Kenapa?

 

 

Rasanya seperti ruang di sekitarku melambat.

 

‘Kenapa dia menyerangku ketika aku hanya berdiri diam?’

 

Informasi yang telah sengaja aku blokir kini mulai bermunculan.

 

Pakaian Demon Lord.

Ekspresi wajah.

Bentuk mulut orang ketika mereka saling berbisik.

 

Setiap bagian dari informasi itu ‘terkumpul’ dan ‘dianalisa’ dan kemudian menumpuk sebagai data.

 

Sebagai contohnya— Paimon.

 

Dia menatapku hanya sekali sebelum langsung mengalihkan pandangannya. Bahkan sekarang, dia menyampaikan pidato berapi-api bukan untukku, tetapi ke Demon Lord yang lain. Apa artinya ini?

 

“Dia bukan menyerangku karena dia memiliki dendam emosional terhadapku.”

 

Jika demikian, maka.

 

“Dia menyerangku untuk semacam alasan politik. Itu sebabnya, sebelum menyerangku, meyakinkan Demon Lord lainnya adalah prioritasnya. ”

 

Aku telah menerima hipotesis sementara itu.

Dengan demikian, titik awal untuk pengambilan kesimpulan diperoleh. Aku memberikan dasar tunggal. Seperti pohon besar tumbuh pada sepotong kecil tanah, berbagai jenis hipotesis dan potongan kesimpulan berkembang seperti cabang di kepalaku.

 

“Apa manfaat politik yang akan kau peroleh dari menyerangku?”

‘Dantalian adalah makhluk lemah. Tidak ada keuntungan dari menusuknya. ”

 

“Kalau itu Black Death. ”

 

Jawabannya langsung keluar.

 

‘Dengan menggunakan pembunuhan Andromalius’ sebagai alasan, mereka akan mengambil 「Black Herb」 dalam jumlah banyak yang aku miliki. Tujuan Paimon di sekitar situ. ”

 

‘Sebuah kaki tangan?’

 

“Jika dia mencoba dan bisa memonopoli semua 「Black Herb」 oleh dirinya sendiri, maka Demon Lord lainnya kemungkinan besar akan menentang. Ada kaki tangan di sini. Siapa?’

 

Tahap pertama pengambilan kesimpulanku selesai.

Aku sedikit melirik ke sekitarku.

 

Jumlah Demon Lord di sini adalah 32. Jumlah rekan yang menemani Demon Lord juga 32. Jika kau menghitung tuan rumah, Ivar Lodbrok, maka totalnya 65 orang. Kesemua 65 orang tersebut sedang melihat bolak-balik antara Paimon dan diriku.

 

“Terlalu banyak.”

 

Aku harus mengurangi jumlah kemungkinan tersangka.

Aku mengubah pemikiranku.

 

Menurut buku panduan yang terukir ke dalam alam bawah sadarku.

Berbagai kasus yang lebih beragam.

 

Sebuah kesimpulan yang lebih alamiah.

Lebih cepat.

 

“Bagaimana kalau tujuan utamanya bukan untuk menyerangku?”

 

Dalam perspektif orang lain, aku tidak memprediksi wabah tetapi aku telah meramalkan itu sebagai gantinya. Mereka mungkin berpikir kalau itu tidak mungkin ketika berpikir dengan akal sehat.

 

Seseorang telah menyebarkan penyakit dengan sengaja. Akan lebih alami untuk menilainya begitu. Mereka juga akan berpikir karena Demon Lord Dantalian tidak mempunyai bakat, pelakunya sebenarnya adalah orang lain.

 

Pelakunya.

 

Pelaku yang memiliki kemampuan membuat penyakit dan menyebarkannya.

Pandanganku perlahan-lahan bergerak menuju Demon Lord tertentu. Seorang gadis dengan rambut putih memegang gelasnya dan dengan tenang menghirup anggur merah.

 

‘Barbatos.’

‘Hanya 「Necromancer」 yang bisa mengendalikan wabah.’

 

「Necromancer 」 terhebat dalam sejarah.

 

Demon Lord yang memiliki keunikkan memperoleh gelar 「Archmage」 di bidang 「Black Magic」.

Dalam perspektif pihak ketiga, tidak ada yang lebih dekat sebagai ‘pelaku sesungguhnya’ selain Barbatos.

 

‘Apakah itu. ”

 

Jantungku menjadi dingin.

 

“Jadi itu sebabnya Paimon. ‘

 

Kali ini aku mengalihkan pandanganku untuk melihat Paimon.

 

Paimon dengan megahnya memegang kipasnya seolah-olah dia sedang berusaha untuk mengumumkan sesuatu. Gerakannya yang lambat. Roknya yang berhenti di pertengahan berkibar dan membeku di tempat. Mulutnya bergerak perlahan. Pemandangan di sana tidak mampu mengimbangi dengan proses pemikiranku.

 

Paimon.

Barbatos saingannya.

 

Menurutnya, Barbatos adalah pelaku sesungguhnya yang menyebarkan 「Black Death」.

Dantalian tidak lebih dari sepotong catur yang bergerak sebagai ganti Barbatos.

 

‘Aku heran.’

 

Aku sangat mengerti bagaimana tidak menyenangkannya situasiku saat ini.

Tanpa sepengetahuanku, sepertinya aku terpaksa terhanyut dalam pertarungan politik antara kedua bangsawan tinggi tersebut.

 

Inilah kenapa politisi menjengkelkan. Mereka membuat keributan oleh dirinya sendiri dan melibatkan orang yang sama sekali tidak ada hubungannya. Jika mereka tidak menyebabkan kerugian besar, maka aku tidak tahu apa yang mereka lakukan.

 

Masalahnya adalah Barbatos dan Paimon punya hubungan yang buruk sampai mereka melakukan perang setiap 21 tahun sekali. Hubungan diplomatik mereka brutal. Sampai pada permainan kata yang Lapis Lazuli dan aku lakukan tidak mungkin dapat dibandingkan dengan apa yang akan mereka lakukan.

 

Setiap kali kedua diplomatik Demon Lord ini memburuk, perang akan terjadi. Meskipun begitu, Paimon ikut capur dengan ‘Dantalian adalah pion Barbatos’. Dia menuduhku ketika sudah pasti akan menghasilkan hasil terburuk.

 

Skala rencananya terlalu besar untuk mencoba sambil mengandalkan pada beberapa keyakinan sederhana. Perang bukanlah sesuatu yang akan kau lakukan tanpa berpikir. Tenaga Kerja terkosumsi, persediaan yang terbuang, dan bahkan keadaan mentalmu akan lelah.

 

Yang menentukan alasan kenapa Paimon mengambil tindakan.

Alasan kenapa dia akan mematokku sebagai kriminal saat mengetahui dengan baik kalau hasil terburuk bisa menjadi perang.

Dengan kata lain, bukti tak terbantahkan.

 

‘Paimon memiliki bukti. ”

 

Bukti kalau 「Black Death」 tidak terjadi secara kebetulan.

 

“Tapi bukti seperti apa yang bisa membuktikan dia …… aha. ‘

 

Aku mengeluarkan tanda seru di kepalaku.

Aku mengerti.

Kenapa  tidak memikirkan ini lebih cepat?

 

Melihat masa lalu Barbatos dan Paimon, aku memberikan lirikan ke gadis yang berdiri disampingku.

 

Lapis Lazuli.

 

Jika kau memikirkannya maka itu sederhana.

6/27, Lapis Lazuli berada di lokasi di mana wabah pertama dari 「Black Death」 terjadi, dan telah menyaksikan secara langsung pada hari yang sama saat wabah telah mulai terjadi. Dia berdiri di titik awal terjadinya.

 

Lapis Lazuli hanya pergi ke sana karena saranku. Namun, bagi pihak ketiga akan terlihat benar-benar berbeda.

Sang 「Succubus」secara kebetulan membeli 「Black Herb」, dan kebetulan adalah orang pertama yang menyaksikan wabah, dan akhirnya, secara kebetulan 「Black Death」 ternyata dapat disembuhkan oleh 「Black Herb」.

 

Itu yang akan terlihat oleh pihak ketiga.

Itu tidak mungkin, mereka akan mengatakannya.

Dan Paimon akan menilai kalau ‘itu bukanlah tidak mungkin’.

 

Jika ada, skenario berikutnya lebih masuk akal. Barbatos telah menciptakan 「Black Death」 dan Lapis Lazuli telah menggunakan beberapa jenis cara untuk menyebarkannya di kota. Setelah itu, Lapis Lazuli melarikan diri ke pion Barbatos, Dantalian ……

 

 

Pelakunya sebenarnya adalah Barbatos.

Pionnya Dantalian.

Orang yang melaksanakan rencana tersebut Lapis Lazuli.

 

 

Struktur semacam ini terbentuk.

Aku ingin mengubah itu sebagai omong kosong yang tidak masuk akal, tetapi sebaliknya, Paimon akan mempertimbangkan pernyataanku sebagai omong kosong yang tidak masuk akal.

 

Jika Paimon bertanya, ‘Bagaimana kau bisa memprediksi wabah 「Black Death」 terlebih dahulu, dan mengapa Lapis Lazuli berada di sana?’. Aku hanya bisa menjawab dengan, “Aku tahu tentang hal itu karena game.” Dan bahkan jika aku berbohong dan mengatakan ‘Karena aku memimpikan masa depan.’, Aku tidak bisa memblas jika mereka menganggap itu sebagai omong kosong . Paimon hanya akan menilai itu sambil murni berpikir secara rasional ……

 

‘Meskipun, dia akhirnya menyerangku karena rasionalitas itu. ”

 

Baiklah kalau begitu.

Semua tindakan Paimon sudah jelas.

Jika begitu, maka hanya ada satu pertanyaan lagi yang tersisa.

 

 

Siapa yang telah mengatakan ke Paimon tentang keberadaan Lapis Lazuli?

 

 

Seluruh waktu Lapis Lazuli berada di lokasi, ia telah menyamar.

Hanya sejumlah kecil orang tahu kenyataan kalau Lapis Lazuli berada di kota pertama yang memulai 「Black Death」, Syracuse, antara 6/20 dan 7/16. Berbicara terus terang, hanya ada dua orang.

(T/L: Dantalian belum tahu tentang Torukel)

 

Satu orang.

 

‘Diriku yang telah memerintahkan Lapis Lazuli untuk pergi ke sana. ”

 

Tentu saja, aku tidak mengatakan Paimon apapun.

Orang yang tersisa lainnya.

 

‘Orang yang tidak punya pilihan lain selain mengetahui di mana Lapis Lazuli bekerja.’

 

Dengan kata lain, atasannya.

Orang yang menerima laporannya.

Bos lama Lapis Lazuli.

 

Ivar Lodbrok-

 

Memalingkan kepalaku, aku melihat sang vampir tua. Pria tua dengan janggut rapi yang tumbuh berdiri melamun. Seolah-olah ia tidak memiliki keterlibatan dengan situasi ini sedikitpun, seperti belalang sembah yang bersembunyi di dalam rumput tinggi dan berbaring menunggu untuk menyergap, kamuflase vampir ini sangat luar biasa.

 

‘Ya.’

 

Kau telah mengendalikan segala sesuatunya dari balik layar.

 

“Itu kau. ‘

 

Kaki tangan terungkap.

Tahap kedua spekulasiku selesai.

 

“Aku akan mengakuinya.”

 

Ivar Lodbrok adalah predator yang cukup layak.

 

Seperti seekor singa betina, ia mencoba untuk memburuku dengan hati-hati. Dari awal sampai akhir dia telah merencanakan dan menciptakan jaring di sekitarku. Seorang pemula seperti Demon Lord Andromalius atau petualang Riff sangatlah beda jauh.

 

Ia mungkin lawan terkuat yang aku hadapi sejak jatuh ke dunia ini.

Namun, ada kemungkinan kalau semua asumsiku salah.

 

Sebelum melakukan skala penuh ke dalam perburuan Ivar Lodbrok, ada kebenaran yang aku harus buktikan terlebih dahulu.

Gumamku dengan suara rendah.

 

“Lapis Lazuli.”

 

Segera setelah aku menggerakan lidahku.

Waktu yang melambat sementara telah kembali ke kecepatan normal. Gerakan Paimon, bisikan dari orang lain, dan bahkan udara yang aku bisa rasakan di hidungku, semuanya telah kembali pada kecepatan aslinya.

 

“…… Itu sebabnya, nona ini meminta untuk hukum dengan segera Dantalian. Pembunuhan ini tidak dapat dimaafkan! ”

 

Paimon menunjukku dengan kipasnya dan berbicara dengan penuh semangat.

 

“Ini hanya akan sesuai baginya untuk membayar denda sebesar 1.000.000 Libra sebagai kompensasi atas pembunuhan Andromalius, dan Dantalian sendiri harus dibatasi di Penjara beku selama 15 tahun!”

 

Aku heran apakah mereka pikir itu adalah hukuman berat yang berlebihan. Orang di sini dan di sana yang berada di pesta dansa mulai ribut. Setengah orang yang menonton seolah-olah mereka sedang mengamati sesuatu yang menarik, dan setengah lainnya mengangguk-angguk serius seolah-olah mereka sedang menikmati situasi ini.

 

Dalam hal ini, Lapis Lazuli menanggapi dengan tenang.

 

“Ya, Yang Mulia?”

“Aku ingin kau mengikuti perintahku selanjutnya tanpa keberatan sedikitpun. Ambil lima langkah mundur dariku, dan kemudian, seolah-olah sesuatu yang mendesak muncul, pergilah ke pintu masuk pesta dansa dengan cepat. ”

 

“…… Haruskah hamba berjalan sampai ke luar?”

 

Suara Lapis Lazuli agak kaku. Nah, dalam situasi ini di mana kami dituduh oleh Demon Lord peringkat 9, hal itu tak terelakkan.

Dalam mempertimbangannya, bisikku selembut yang aku bisa.

 

“Tidak. Tidak perlu untuk itu. Mulai sekarang pertunjukkan sirkus terbesar di dunia akan terjadi, jadi kau harus berada di sini untuk menontonnya sampai akhir. Pastikan untuk mengamatinya dari kursi VIP. ”

“Kursi VIP ……?”

 

Lapis Lazuli sedikit bingung dengan sikap santaiku.

 

Sementara aku berbisik padanya, aku dengan teliti memeriksa setiap sudut pesta dansa. 65 karakter penting berkumpul di aula ini. Bahkan jika aku berada dalam kepemilikan otak paling cemerlang, jika aku harus mengawasi semua 65 orang di sini maka aku harus sedikit sungguh-sungguh.

 

“Aku akan menghitung mundur dari lima.”

 

Aku memerintahkan dia dengan nada tenang.

 

“Langsung bergerak setelah angka  ‘satu’ keluar dari mulutku. Lima. Empat. Tiga. Dua……”

 

Satu.

Lapis Lazuli memindahkan kakinya.

 

Mengikuti perintahku, dia mengambil lima langkah mundur. Kemudian, perlahan-lahan mengangkat langkahnya, ia berjalan menuju pintu masuk pesta dansa.

 

‘Jika ada kaki tangan selain Ivar Lodbrok.’

 

Aku mengkonsentrasikan kesadaranku ke setiap individu yang hadir di pesta dansa ini.

 

“Mereka tidak akan memperhatikan boneka, Dantalian, tetapi orang yang melaksanakan rencananya, Lapis Lazuli. ‘

 

65 orang.

 

Di antara orang-orang ini, orang yang memandang Lapis Lazuli sampai akhir adalah ‘musuh’.

 

Setelah Lapis Lazuli pergi lebih jauh, 21 dari 65 orang telah berpaling untuk melihat keluar secara insting. Tapi itu hanya sesaat. Orang-orang segera kehilangan minat dalam gerakan succubus kecil tersebut, dan mengalihkan pandangan mereka kembali ke Paimon atau diriku. Bagi mereka, mereka tidak punya alasan untuk memperhatikan Lapis Lazuli.

 

‘Keluarlah.’

 

Aku tersenyum.

Aku ingin tahu apakah itu karena otakku telah bekerja keras beberapa saat yang lalu, sebagai tanda panasnya, setetes keringat telah terbentuk di dahiku.

 

‘Perlihatkan dirimu, mangsaku.’

 

Setelah 3 detik berlalu 21 tersangka menurun menjadi 15.

Setelah lima detik, 15 tersangka drastis menurun menjadi 4.

Akhirnya setelah 11 detik berlalu …… satu orang.

 

Hanya Ivar Lodbrok.

 

Vampir yang menyamar sebagai seorang pria tua, sambil mengerutkan dahinya, menyaksikan Lapis Lazuli sampai akhir.

 

‘Aha.’

 

Aku mengangkat tepi mulutku.

 

“Jadi kau bilang kalau tidak ada kaki tangan lain selain dari Paimon? ‘

 

Dengan demikian, tahap ketiga pengambilan kesimpulanku selesai.

Menemukan motif pelaku— menemukan kaki tangan pelaku— dan akhirnya mengkonfirmasi keabsahan spekulasiku— Semua ketiga langkah telah sepenuhnya terpenuhi.

 

‘Bukankah dua orang tidak cukup, Ivar Lodbrok?’

 

Sebenarnya, itu sangat kurang.

Oh, vampir yang cerdik.

 

Tidak hanya Paimon, kau seharusnya juga membawa Barbatos dan Marbas ke sisimu. Kau mengatakan kalau kau adalah orang terkaya di dunia demon. Bukankah akan memungkinkan untuk menyuap Barbatos dan Marbas jika kau menggunakan semua hartamu?

 

Tapi untuk membawa hanya satu Demon Lord.

Oh, maksimal hanya Paimon!

 

Untuk mengobrak-abrik 「Outcast」 yang paling dicemooh di dunia, aku telah menghabiskan seluruh kekayaanku dan menerima pinjaman sebanyak 10.000 emas. Aku telah menempatkan seluruh masa depanku di garis depan. Ini adalah apa yang dimaksudkan singa meletakkan semua yang ia bisa ke dalam perburuan kelinci!

 

Jika ada orang yang datang padamu dengan maksud untuk membunuh, maka kau tidak boleh ragu-ragu untuk menggunakan semua yang kau miliki.

 

Menemui kekurangajaran seperti itu, bagian terdalam dari jiwaku mengeluh.

 

Dunia benar-benar dipenuhi dengan orang-orang yang bodoh akan etika. Sebagai orang yang melakukan terbaik untuk hidup sesopan mungkin, tragedi dunia ini selalu diselimuti perasaan menyedihkan di sekitarku.

 

Bagaimana bisa orang sangat tidak tahu malu?

Kenapa orang tidak bisa menjadi sedikit lebih malas ketika harus berburu orang lain?

 

Kenapa mereka, yang telah menahan kemalasan mereka untuk berburu orang lain, berperilaku begitu enggan dalam hal menghabiskan lebih banyak koin, kapan mereka seharusnya menempatkan semua yang mereka bisa ke dalam berburu?

 

Adikku perempuan tiriku yang kedua telah mengevaluasi kalau aku memiliki otak yang paling jahat dari setiap manusia di dunia, tapi itu salah. Aku hanya tidak mengerti kenapa orang menjalani kehidupan mereka menjadi ‘santai secara tulus’. Aku bodoh dibagian ini ……

 

Tidak ada yang dapat aku lakukan tentang hal itu.

Aku akan secara pribadi mengajarkanmu etika yang sesungguhnya.

 

Aku akan membuatmu menyesal tidak mempertaruhkan hidupmu sendiri ketika kau sendiri telah memutuskan sendiri untuk mengganggu kehidupan nyaman orang lain.

 

“Nona ini ingin mengusulkan sidang resmi! Aku, Paimon, sebagai Demon Lord peringkat ke-9, dan juga sebagai penguasa yang bertanggung jawab akan keadilan, ingin menuduh Demon Lord peringkat ke-71, Dantalian. ”

 

Ya.

Sebagai permulaan, Paimon.

Kau adalah masalah pertama.

 

Kau, dengan berpikir secara rasional, telah menilai kalau aku adalah pion Barbatos . Kalau aku telah membantu dan bersekongkol menyebarkan penyakit dan tidak melakukan apapun sementara jutaan nyawa tak’ berdosa sedang sekarat.

 

Dalam 「Dungeon Attack」, Paimon, tidak pantas sebagai Demon Lord, ramah terhadap manusia. Dia punya hobi mendandani dirinya sebagai manusia dan berburu laki-laki. Bahkan di dalam game, karakter utama akan berakhir bertemu Paimon, yang menyamar sebagai manusia, secara kebetulan saat berjalan di kota.

 

Paimon jatuh cinta terhadap pahlawan pada pandangan pertama. Dan, sampai pahlawan melawannya, dia terus-terusan membiarkannya. Bahkan ketika dia akhirnya tertusuk oleh pedang pahlawan pada akhirnya,

 

— Ini adalah sebuah badan yang sudah sekarat.

— Bisakah kau menganugerahi nona ini ciuman terakhir?

 

Dia mengakui cintanya untuk pahlawan seperti itu.

 

Pahlawan, tidak dapat menolak permohonan sekaratnya, mencium Paimon. Meskipun banyak pahlawan perempuan bertujuan mendapatkan ciuman pertama dari sang pahlawan, orang yang mencuri ciuman pertamanya adalah Paimon, Demon Lord yang merupakan musuh umat manusia. Itu adalah kisah cinta yang agak aneh.

 

Karena 「Black Death」 baru saja menyebar, banyak jumlah manusia yang terus mati. Dalam posisi Paimon, yang menganggap manusia menjadi makhluk intelektual yang sejajar, 「Black Death」 adalah bencana yang tidak dapat dimaafkan.

 

“Aku tidak bisa memaafkan Barbatos atas tragedi ini.”

‘Aku juga akan menghukum Dantalian yang berperilaku sebagai pionnya.’

 

Sampai di sini, itu tidak masalah.

Dari sudut pandang masuk akal, ini benar.

 

Itu adalah kejadian sehari-hari bagi orang salah mempidana karena mereka menjalani kehidupan mereka. Namun, ketika berpikir secara rasional, adanya kesalahpahaman yang terjadi, bukankah kau seharusnya mencoba untuk berkomunikasi dengan orangnya terlebih dahulu?

 

Kenapa kau kau langsung menyerang?

 

Apakah kau sedang men’s? Apakah kau juga, mungkin, juga di bawah pengaruh “sindrom selamanya men’s”, dan sedang tersapu oleh guncangan emosional tidak terkendalimu? Itu adalah masalah besar. Aku sarankan kau pergi ke dokter dan mendapatkan resep dari gejala yang kau alami dan segera diobati.

 

Tapi sebelum itu, aku akan memperbaikinya kepala punyamu.

Menjadi anak yang baik dan belajar etika yang sesungguhnya.

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻