Dungeon Defense Vol 2 – Bab 1

Oleh Pride of Nyx on October 2, 2017

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 20

Niflheim, Alun-alun Hermes

 

 

“Aku mendengar semuanya. Kau bertengkar hebat dengan kekasih 「Succubus」mu, kan? ”

“Rumor benar-benar menyebar dengan cepat.”

 

“Aku seorang gadis yang agak sensitif terhadap tren.”

 

Barbatos datang untuk mengunjungiku di penginapanku.

 

Entah kenapa Demon Lord aneh ini, yang menduduki peringkat ke-8, menjadi cukup menyukaiku. Dia mungkin memiliki kesan yang bagus terhadapku karena insiden di mana aku menjatuhkan Paimon dari tumpuannya. Nah, itu bukan satu-satunya alasan.

 

“Keluarkan semuanya. Kenapa kalian berdua bertengkar? ”

“Apakah kau tidak melihat aku masih menempelkan es? Baru 20 menit sejak aku ditampar Lapis. Jujur, aku tidak ingin berbicara dengan siapa pun sekarang. ”

 

“Oh, pria malang ini.”

 

Barbatos tersenyum licik.

Itu agak menjengkelkan.

 

“Pikirkan baik-baik. Kekasihmu adalah 「Succubus」 setengah perkembang biakan. Dia adalah 「Outcast」 yang biasanya dieksekusi hanya sekedar menyentuh Demon Lord. Jika anak seperti itu memukulmu, maka dia melakukannya sambil mempertaruhkan nyawanya. Kelakuan senonoh seperti apa yang kau lakukan sampai membuatnya dia memikul risiko seperti itu? ”

“Jadi, apakah kau bilang ini semua salahku?”

 

“Yup. Selama aku hidup, setiap kali terjadi masalah, laki-laki tampaknya selalu memiliki kesempatan lebih tinggi menjadi bersalah daripada perempuan. ”

“Kau pasti cukup senang telah lahir sebagai perempuan.”

 

Barbatos tertawa.

Biasanya, kita tidak akan berada dalam posisi bertukar kata-kata informal yang begitu terus terang.

 

Barbatos adalah Demon Lord peringkat 8. Dia memiliki tentara 6.000 laki-laki dan tak terhitung pengikut di bawah pimpinannya. Dia bahkan memimpin sebuah kelompok politik besar yang dikenal sebagai 「Fraksi Dataran」.

 

Di sisi lain, aku Demon Lord peringkat 71. Bukan hanya aku tidak memiliki pengikut, tapi aku juga bukan bagian dari fraksi apapun. Aku mungkin telah dilimpahi oleh uang, tapi itu saja. Dibandingkan dengan Barbatos aku hanya seekor lalat.

 

Meskipun begitu, rasanya seperti Barbatos samar-samar ingin aku menjadi temannya. Apa yang harus aku lakukan ketika pihak lain menginginkan gaya berbicara yang santai dariku duluan? Aku akan lebih dari senang hati menghiburnya.

 

“Dantalian. Kita mungkin bukanlah teman, tapi aku percaya kalau kita sudah hampir seperti teman. ”

“Itu suatu kehormatan.”

 

“Aku serius.”

 

Barbatos menyeringai.

Ekspresi yang dimiikinya adalah alasan kenapa bahkan jika dia mengatakan kepadaku kalau dia serius, aku merasa tidak dapat mempercayainya.

 

“Sebagian besar Demon Lord adalah sekelompok sampah. Tak satu pun dari mereka yang menjanjikan. Namun, kau pemula pertama dalam 60 tahun yang tampil berbakat. Aku hanya ingin memperlakukanmu dengan baik sebagai seniormu dalam bisnis industri ini. ”

 

Seorang senior, ya.

Barbatos memimpin kelompok yang dikenal sebagai 「Fraksi Dataran」. Fraksi ini memperoleh namanya dikarenakan sebagian besar Demon Lord yang berada dalam kelompok ini memiliki Kastil yang terletak di dataran. Sebagai hasil dari menetap di daerah terbuka, pertemuan dengan manusia sering terjadi.

 

Dengan demikian, Barbatos tentu menjadi Demon Lord yang bermusuhan terhadap manusia. Jika tentara Demon Lord ingin menyerang dunia manusia, maka Barbatos akan, tidak diragukan lagi, menjadi orang yang memimpin mereka. Dia telah menyebar jaringan informasi di seluruh dunia manusia dan terus-menerus ia bersiap untuk perang besar-besaran.

 

Di sisi lain, Paimon, Demon Lord yang telah aku hancurkan, dikenal sebagai pimpinan 「Fraksi Gunung」. Sesuai namanya, kubu ini kebanyakan terdiri dari Demon Lord dengan kastil yang terletak di wilayah pegunungan terjal, di mana mereka jarang bertemu dengan manusia langsung.

 

「Fraksi Dataran」 dan 「Fraksi Gunung」 terkunci dalam sebuah persaingan.

Bukankah 「Fraksi Agresif」 dan 「Fraksi Moderat」 akan lebih cocok?

 

Jadi ketika Barbatos menyebut dirinya ‘senior’ dan diriku ‘ pemula’, dia langsung berusaha untuk memikatku ke fraksinya. Itu pernyataan dengan rencana yang ada dalam pikirannya.

 

Aku memberikan pandangan halus pada Barbatos.

 

 

“Apa tujuanmu.”

“Jika kau mencoba untuk memutuskan hubungan dengan 「Succubus」 kekasihmu, aku dapat membantunya. Sejak awal, tidak masuk akal bagi 「Outcast」berhubungan seks dengan Demon Lord. Ini belum terlambat, jadi mintalah bantuan dariku. ”

 

“……”

 

Kami saling menatap sejenak.

 

“Apakah kau mengatakan aku untuk putus dengan Lapis?”

“Kenapa? Apakah kau malu? Jangan dipikirkan. Seperti cepatnya orang heboh di sini, kehebohannya juga hilang dengan cepatnya. Selama setahun dan orang-orang akan lupa kalau kau pernah berhubungan seks dengan 「Outcast」. ”

 

Barbatos telah berbicara seakan itu tidaklah penting.

Aku menyempitkan alisku.

 

“Kau bukan orang yang bisa memutuskan apa yang akan terjadi antara aku dan Lapis, akulah. Jangan terlalu dalam terlibat dengan kehidupan cinta orang lain. ”

“Biasanya, aku tidak seusil ini. Tapi kau bukan anak normal. Kau adalah pemula hebat yang bisa menghancurkan Paimon. Sebagai Demon Lord senior, aku memiliki kewajiban untuk menunjukkan beberapa perhatian untuk reputasi juniorku. ”

 

Barbatos menyilangkan kaki.

Paha putih bersih dan betis memasuki pandanganku.

 

“Tentu saja, itu tidak akan mudah memutuskan hubungan dengan kekasih yang kau tunjukkan begitu banyak kasih sayang. Aku mengerti. Tetapi orang-orang tumbuh lebih kuat setiap kali mereka kehilangan kekasih mereka, nak. ”

“……”

 

“Satu-satunya arti penting cinta adalah kalau hal itu menunjukkan kelemahanmu. Orang tidak tumbuh lebih kuat melalui pengalaman atau memberikan cinta, mereka tumbuh lebih kuat setelah membuangnya. ”

“Hou.”

 

Aku menaikkan tepi mulutku.

 

“Apakah benar begitu?”

“Tentu. Percayalah kepadaku. Meskipun penampilanku, aku sudah hidup selama 500 tahun. Jumlah kekasih yang berhubungan dengan ku sampai sekarang lebih dari 1.000. Jika kau mendengarkan saran cintaku maka wanita cantik akan memberikan fellatio bahkan jika kau hanya berbaring. ”

 

Barbatos tersenyum.

Itu adalah senyum yang selicik seperti kucing gang.

 

“Lagipula, katakan saja padaku apa yang membuatnya menjadi seperti ini. Keluarkan semuanya dan biarkan pikiranmu merasa nyaman. Jika kau mengeluarkan semuanya maka kau akan merasa lebih ringan. ”

 

Aku diam sejenak.

Apa yang membuat Lapis Lazuli menamparku.

 

Situasi di balik ini terlalu besar. Isi ceritanya yang begitu kompleks sampai aku tidak tahu harus darimana memulainya.

Aku membuka mulutku perlahan.

 

“Setengah bulan yang lalu seorang wanita tua berkunjung.”

“Hmm.”

 

“Pada awalnya, aku pikir dia hanya pengemis. Penampilannya menyedihkan dan kotor, lagian. Tapi aku segera mengetahui kalau dia bukan gelandangan belaka. Wanita tua itu …… ”

 

Aku memejamkan mata sejenak.

Aku bisa mengingat seluruh adegannya secara jelas.

 

“Wanita tua itu ibu Lapis ‘.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 3

Niflheim, Istana Gubernur

 

“Aku mengerti. Jadi kau ibu kandung Lala. Apa yang membuat membawamu ke sini? ”

“Ya, oh Tuan hebat. Saya si rendah hati ini telah mendengar kabar dari putrinya, yang hamba telah berkeliaran bertahun-tahun mencarinya. Meskipun memiliki risiko ketidaksopanan, hamba telah menuju ke sini, ke Yang Mulia. ”

 

Seorang wanita tua sangat keriput berbicara.

Aku menuangkan wanita tua tersebut secangkir teh. Dia bersikeras kalau itu kehormatan yang terlalu banyak dan mencoba untuk menolaknya berkali-kali, tetapi meskipun penampilanku, aku sangat menghormati lansia terutama. Selain itu, jika orang ini adalah ibu Lapis Lazuli maka pertandingan usai. Bukankah itu membuatnya menjadi ibu mertuaku?

 

“Tolong jangan membuat kebaikan saya sia-sia.”

“T-Terima kasih banyak.”

 

Sang wanita tua, seolah-olah tidak ada pilihan lain, hati-hati menerima gelas teh pertama. Meskipun berkata begitu, itu tidak terasa seperti dia benar-benar tidak menyukainya.

 

“Kau bilang kau telah berkeliaran mencari Lala, benar?”

“Ya, Yang Mulia.”

 

“Setahu saya, Lala menjadi yatim piatu pada usia yang sangat muda. Ketika dia telah mendapatkan indranya (T/L : Maksudnya sadar akan dirinya, bocah 2 tahun belum termasuk golongan ini), orangtuanya sudah pergi. Ini mungkin kasar dari saya untuk mengatakannya, tapi saya berpikir bahwa Anda telah membuang Lala dan melarikan diri …… ”

“Oh tidak. Itu tidak benar. ”

 

Wanita tua itu mulai meneteskan air mata.

 

“Wanita yang rendah hati ini dibuang dari desanya segera setelah ia melahirkan anak tersebut. Walikota telah mengusir hamba. Sebuah 「Succubus」 yang telah membuat kontrak pernikahan dengan manusia biasa tidak mungkin dapat diterima sebagai bagian dari desa. Itu adalah aturan desa kami. ”

 

Aku mendengarkan kisah hidup wanita tua tersebut tanpa mengucapkan apa pun.

 

“Hamba telah melahirkannya pada musim dingin. Kesadaran hamba masih belum sepenuhnya dan walikota tiba-tiba memerintahkan hamba untuk pergi. Hamba yang rendah hati ini memohon dengan keras kepala untuk diberikan lebih banyak waktu …… selama seminggu atau setidaknya untuk satu hari lagi. Tapi itu tidak berhasil. Orang rendahan ini diusir dari desa tanpa bisa menyusui anaknya sendiri sekalipun. …… ”

 

Wanita tua tersebut menurunkan cangkir tehnya dan berlutut.

Dia merangkak kepadaku dan menggenggam tangan kiriku.

 

“Oh Tuan. Satu-satunya hal yang wanita rendah hati ini lahirkan telah tinggalkan untuk anak tersebut adalah namanya, Lapis Lazuli. Ayahnya memiliki warna mata yang sama dengan lapis, dan dengan demikian hamba telah menamainya begitu. Anak tersebut adalah anak perempuan hamba. Tolong, jika hamba bisa melihat wajah putrinya …… melihat apakah putrinya baik-baik …… itu hanyalah  keinginan hamba. ”

 

Wanita tua ini memohon hampir pasti menyentuh hatiku.

「Succubus」 yang melahirkan anak karena kasih sayangnya terhadap manusia.

 

Secara alami, pernikahan antara demon dan manusia dilarang. Wanita tua ini, karena melanggar tabu seperti itu, diasingkan dan telah kehilangan putrinya. Untuk bekas luka yang terbentuk karena malam cinta panas sekali, seseorang hanya bisa melihatnya sebagai tragedi.

 

“Aku mengerti. Aku akan mengatur agar Anda bertemu Lapis. ”

“A-apakah itu benar !? Terima kasih. Terima kasih banyak, Yang Mulia! ”

 

“Seorang ibu bertemu anaknya. Aku hanya mengabulkan sesuatu yang jelas. Tidak ada alasan bagi Anda untuk berterima kasih kepada saya. ”

 

Aku memanggil Lapis Lazuli untuk memasuki ruangan.

Tak lama setelahnya, Lapis Lazuli, mengenakan seragam rapi biasa, sampai. Lala telah melirik wanita tua tetapi tampaknya ia tidak mengenali siapa wanita tersebut.

 

“Apakah Yang Mulia memanggil hamba?”

“Lala. Kekasih abadiku dan tunduk setia. ”

 

“…… Mengapa Yang Mulia berperilaku seperti itu tiba-tiba? Setiap kali Yang Mulia mulai meniru cara berbicara yang aneh, hamba pasti merasakan kecemasan yang aneh. ”

“Periksa wanita tua ini di sini. Apakah kau mengenalinya, mungkin? ”

 

Lapis Lazuli menyempitkan alisnya.

Ini adalah wajah yang menampilkan kalau dia tidak tahu.

 

“Maafkan hamba, tetapi individu ini adalah orang asing bagi hamba.”

“Lihatlah lebih cermat. Apakah kau benar-benar tidak tahu? ”

 

“Hamba tidak dapat menebak apa Yang Mulia pikirkan.”

 

Saat itulah wanita tua tersebut mulai mendekati Lapis Lazuli.

Sementara membiarkan tangisan keluar, wanita tua tersebut memeluk Lala.

 

“Aah ……! Anakku! Hal ini tentunya anak saya! ”

 

Karena situasi yang tiba-tiba, Lapis Lazuli membeku. Bukannya tampak bingung, dia lebih terlihat seolah-olah dia tidak dapat memahami apa yang terjadi. Perasaan semacam itu. Lala berpaling untuk melihat ke sini.

 

“Yang mulia. Tolong jelaskan.”

“Seperti yang kau dengar tadi, orang itu adalah ibu kandungmu. Tentu saja, ada banyak hal yang harus dikonfirmasi terlebih dahulu, tapi pasti seseorang tidak akan berbohong saat di hadapan Demon Lord, ketika kebenaran bisa terungkap kapan saja. ”

 

Aku merasa agak bangga.

Seorang yatim piatu mampu bergabung kembali dengan orang tua mereka. Bahkan untuk diriku sendiri, yang selalu berpikir pesimis, aku pasti akan tersentuh oleh reuni ini. Aku dengan santai menunggu kata-kata ‘terima kasih’ keluar dari mulut Lapis Lazuli.

 

Tapi.

 

“……”

 

Lapis Lazuli aneh.

Sebuah emosi yang aneh muncul di matanya untuk sesaat. Itu benar-benar momen singkat. Kalau seseorang harus menghitung waktunya, maka itu sesingkat sekejap. Wajah Lapis Lazuli acuh tak acuh—-  mungkin terlalu acuh tak acuh.

 

Meskipun tidak tahu emosi apa sebenarnya itu.

Yang pasti itu bukan jenis ekspresi seseorang buat ketika bertemu ibu mereka sendiri untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

 

Aku segera membuat keputusan.

 

“Lapis Lazuli.”

“Ya, Yang Mulia.”

 

“Berlutut.”

 

Tanpa menanyakan pertanyaan, Lapis Lazuli berlutut. Aku ingin tahu apakah wanita tua tersebut bingung dengan perintah mendadak yang aku berikan, tapi dia sedang melihat bolak-balik antara Lapis dan aku dengan tatapan bingung.

 

Aku mendekati Lazuli dan mengayunkan tangan kananku. Itu bukan lelucon. Aku telah menempatkan kekuatan ke lenganku dan menamparnya. Lapis Lazuli, tidak mampu menahan kekuatannya, jatuh ke lantai. Begitu ini terjadi, wanita tua tersebut menjerit keras.

 

“A-Apa Yang Mulia! Apa Yang Mulia lakukan !? ”

“Diam, kau 「Succubus」 berpikiran pendek. Mengucapkan kalimat lain maka aku akan mengiris lidahmu dan mendorongnya ke telingamu. ”

 

Aku mengabaikan teriakan wanita tua tersebut dan mencengkram rambut Lapis Lazuli. Aku kemudian mengangkat tubuh Lala secara paksa. Lapis Lazuli tidak mengeluarkan suara sedikitpun dan hanya menatapku dengan mata tanpa emosi.

 

“Mengaku. Apakah kau berani untuk menggunakan trik kotor? ”

“…… Hamba telah menemukan untuk pertama kalinya bahwa Yang Mulia jauh lebih keras daripada yang hamba pikirkan.”

 

“Kau cukup tak’ tahu malu menggerakan perangkapmu seperti itu. Kau menjadi buta hanya karena kau telah mendapatkan anugerahku? Aku telah membiarkan seorang rakyat jelata sepertimu untuk berdiri di sampingku dan sekarang kau ingin aku mengasuh orangtua mu juga? Bicaralah. Aku Tuanmu atau tas koinmu? ”

 

Aku melirik sedikit pada wanita tua tersebut dan bisa melihat bibirnya yang gemetar.

Tampaknya dia tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi di hadapannya.

 

“Ibumu tidak datang mencarimu. Kaulah yang mungkin menemukan ibumu duluan. Kau dan ibumu merencanakan penampiilan tidak menyenangkan untuk mengejekku, aku benar? ”

“Itu tidak mungkin …… Tuan, ini salah paham!”

 

Wanita tua tersebut berseru seakan dia berteriak-teriak.

 

“Hamba yang rendah hati ini baru bertemu putrinya untuk pertama kalinya hari ini! Tidak ada kejadian hamba bertemu putrinya terlebih dahulu dan merancang sebuah rencana terhadap Yang Mulia. Tolong percaya pada hamba! ”

“Aku tahu betul bagaimana liciknya putrimu. Selalu mencoba untuk menipuku dan menusukku dari belakang setiap kali dia mendapat kesempatan. Ini juga sama. Tidak cukup bagimu sendiri yang tinggal dalam kekayaan, sehingga kau membawa ibumu. Kau wanita memalukan. ”

 

Aku menampar pipi Lala sekali lagi.

Sekali, dua kali, tiga kali, aku terus memukulnya.

Sang wanita tua berteriak lagi dan lagi. Tapi itu. Setelah aku mengeluarkan pisau wanita tua tersebut buru-buru berlari keluar dari ruangan dan melarikan diri pergi ke suatu tempat.

 

“……”

 

Ruang tamu menjadi hening.

Lapis Lazuli berdiri dan diam-diam membersihkan roknya. Wajah Lala masih tanpa ekspresi, dan tampaknya dia tidak merasa sakit apapun dari pipi merah bengkaknya.

 

“……Sial.”

 

Gedebuk

Aku menikam pisau ke meja.

 

“Itu bohong. Ibumu menertawakan kita dengan berbohong, Lala! Dia tidak datang mencarimu karena dia khawatir, dia mungkin berencana hnya untuk bergantu kepdamu seperti parasit. ”

“Itu kemungkinan benar.”

 

Lapis Lazuli berbicara dengan tenang.

 

“Hamba telah resmi disetujui sebagai kekasih Yang Mulia Dantalian. Ditambah, Yang Mulia juga telah bergabung dengan jajaran orang-orang terkaya di benua. Ibu hamba kemungkinan mendekati Yang Mulia dan hamba bertujuan untuk kekayaan kita. ”

“Lari sendirian ketika putrinya sendiri sedang dipukuli ……!”

 

Itu adalah tes sederhana tapi ekstrim.

Untuk mengkonfirmasi apa maksud sebenarnya wanita tua tersebut.

 

Jika wanita tua itu benar-benar berjalan selama 40 tahun dalam mencari anaknya, maka tidak mungkin dia akan berdiri diam dan membiarkan kekerasan terjadi. Dia akan mencoba untuk menghentikanku bahkan jika dia harus mempertaruhkan hidupnya sendiri.

 

Namun, perempuan tua tersebut telah melarikan diri terlalu mudah. Apa artinya ini? Ini berarti wanita tua tersebut, sebagai seorang ibu, tidak mencintai atau menghargai Lapis Lazuli.

Kemungkinan kunjungannya di sini 10:1 untuk uang. Dia kemungkinan besar merangkak berjalan ke sini untuk bersandar pada putrinya dan hidup mewah. Hatiku menjadi gelap gulita karena marah.

 

“Bagi orang yang telah bertanggung jawab bersetubuh dengan seorang pria, tidak bertanggung jawab punya anak, dan tidak bertanggung jawab lari dari desa dengan dirinya sendiri— untuk mencoba dan datang kembali dan bertindak sebagai seorang ibu sekarang! Betapa tak tahu malunya seseorang setelah meninggalkan anaknya selama 40 tahun! ”

“Yang mulia.”

 

“Aku akan membunuhnya!”

 

Aku berteriak.

 

“Aku akan memotong lidahnya, mematahkan anggota tubuhnya, dan melemparkan dia di kandang babi. Ini hal yang pantas bagi anjing kampung untuk menerima hukuman. Jika Dewa mengabaikan tugas mereka maka tidak ada pilihan lain kecuali aku untuk menghukum dia sebagai gantinya! ”

“Yang mulia.”

 

Lapis Lazuli menatap langsung ke arahku.

 

“Tenangkan diri Anda. Tidak ada alasan untuk Yang Mulia mengotori tangan Anda. ”

“Tidak, ada alasan yang lebih dari cukup, Lala. Kau kekasihku. Baik itu kedok palsu atau tidak kau masih tunanganku. Ejekan yang kau terima juga menjadi kehinaan bagiku. Ejekan yang aku terima dengan demikian menjadi kehinaan bagimu. Bagaimana bisa tidak ada kemungkinan akan alasannya !? ”

 

“……”

“Jangan khawatir. Bagaimana mungkin aku bisa memberitahumu untuk membunuh ibumu sendiri. Tunggu saja dengan sabar. Aku akan mengurusnya sendiri. Aku akan pastikan untuk tidak memperbolehkan sampah sepertinya ikut campur dengan kehidupanmu lagi. Pertama menyuap para penjaga dan …… ”

 

Menampar

 

Aku tidak bisa memahami apa yang telah terjadi padaku sesaat.

Itu karena adalah sesuatu yang aku tidak pernah perkirakan akan terjadi.

 

Aku menatap Lapis Lazuli dengan wajah bingung, masih tidak percaya apa yang telah terjadi.

 

“Tuan Dantalian.”

“……”

 

“Hamba bilang tenangkan diri.”

 

Perasaan di dada ku menjadi tenang.

Lala baru saja menampar ku.

 

Itu bukanlah masalah. Bukankah aku juga memukul pipinya beberapa kali sebelumnya? Mata diganti mata dan gigi diganti gigi. Dia tentu memiliki hak untuk memukulku juga. Namun, kenyataan kalau ‘Lazuli telah memukulku’ adalah yang membuatku terkejut.

 

“Lala……”

“Apakah Yang Mulia akhirnya tenang?”

 

“Maafkan aku. Aku tidak memukulmu sebelumnya karena aku ingin. Aku minta maaf untuk mengayunkan tanganku seperti seorang yang kejam. Aku benar-benar. Tapi aku harus memastikan jika ibumu tulus atau tidak. ”

 

Aku berbicara dengan suara rendah.

 

“Jika aku tidak membuat fakta ini menjadi jelas, maka aku berpikir pada akhirnya, kau akan menjadi yang terluka. Dengan menjadi orang jahat, aku ingin menjamin keselamatanmu. Aku akan bersumpah, aku tidak memiliki maksud tersembunyi. ”

“Hamba tahu, tapi itu bukan masalahnya.”

 

Lapis Lazuli menggeleng.

 

“Tidak ada alasan untuk meminta maaf karena memukul hamba. Hamba adalah rakyat biasa. Hanya berada di sisi Yang Mulia Dantalian hamba bisa berbaring di sebuah hak istimewa yang tidak layak. Masalah sebenarnya adalah sesuatu yang lain. ”

“Apa yang kau maksud dengan masalah yang sebenarnya ……?”

 

“Apakah Yang Mulia tidak tahu?”

 

Jenis pertanyaan yang membuatku gila.

Orang lain memiliki jawabannya tapi aku tidak. Jika begitu, maka aku setidaknya memiliki hak untuk tahu pertanyaan itu, tapi entah mengapa orang lain menahan kedua jawaban dan pertanyaannya. Bukankah ini terlalu tidak adil?

 

“Lala. Aku tidak ingin berdebat denganmu. ”

“Ini bukan debat.”

 

Lapis Lazuli menunduk.

 

“Ini adalah tes sederhana.”

 

Dan kemudian Lala meninggalkan ruangan.

Tanpa meminta izinku untuk dimaafkan.

 

Aku mendadak mendapati diriku sendirian di kamar dan dengan tatapan kosong menatap ruang kosong di depanku. Saat itulah jendela pemberitahuan setengah transparan muncul.

 

[Afeksi Lapis Lazuli turun sebanyak 1.]

 

Untuk waktu yang lama aku menatap kosong ke pemberitahuan tersebut. Karena tidak ada orang lain di ruangan untuk mendengar kata-kataku, gumamku lemah terhadap udara kosong.

 

“…… Apa masalahnya?”

 

Suara kicau burung bisa terdengar melalui jendela.

 

 

 

 

 

 

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 20

Niflheim, Alun-alun Hermes

 

“Apa masalahnya?”

 

Barbatos tampak seperti dia kehabisan kata-kata.

Ini adalah jenis wajah yang tampak seolah-olah dia ingin aku menggigit lidahku dan bunuh diri.

 

“Kau mencoba untuk membunuh ibu kekasihmu!”

 

Hm.

 

“……Terus?”

“Oh Dewi Persephone. Ya Tuhan. Kenapa kau belum mengambil pengecut konyol ini yang jauh diatasku. ”

 

Barbatos menutupi dahinya dengan tangannya.

 

“Dantalian. Apakah kau ingin aku untuk memberitahumu sungguh, sangat jujur? ”

“Sebuah jawaban yang jujur ​​akan jauh lebih baik daripada jawaban munafik.”

 

“Sebelum mendengar ceritamu, aku dengan tulus menyarankanmu untuk putus dengan kekasih 「Succubus」 mu, kan? Tapi sekarang menjadi samar-samar. Kau bodoh. Jika kau ditampar oleh 「Outcast」, maka kau layak ditampar ratusan dan ribuan kali. ”

“Oi. Lalu apa yang akan kau lakukan? ”

 

Aku menurunkan kantong esnya.

Pipi yang ditampar oleh Lala masih panas.

 

“Ada seorang gadis yang kau benar-benar cintai. Tapi gadis ini, mengabaikan kehendaknya sendiri, lahir ke dunia ini semata-mata karena kesalahan orang tuanya. Begitu dia telah meninggalkan rahimnya langsung dicap sebagai 「Outcast」. Bahkan sekarang, Barbatos, kau mengabaikan dirinya juga. ”

 

Barbatos mengerutkan alisnya.

 

“Aku tidak mengabaikan orang-orang berdasarkan status sosial. Aku membedakan mereka. ”

“Maksudmu diskriminasi. Lagipula, tidak masalah. Singkatnya, penyebab utama yang membuat kehidupan Lapis Lazuli ke selokan adalah perempuan tua tersebut. Apa yang seharusnya aku lakukan? Apa yang akan kau lakukan? ”

 

Orang-orang yang aku paling benci adalah sekelompok individu yang memiliki seorang anak sembarangan. Ayahku telah melakukannya, dan begitu pula ibuku.

Orang normal tidak bisa memahami betapa frustasinya anak yang hidupnya sudah hancur pada usia 10 tahun. Namun, dibandingkan dengan Lala, hidupku bisa dianggap sebagai berkah. Hidupnya kusut seperti sepotong aluminium foil sejak usia 1 tahun.

 

“Aku tidak bisa memaafkan wanita tua tersebut. Memaafkannya adalah hal yang salah. Sial. Aku seharusnya tidak khawatir tentang apa yang Lapis pikirkan dan membunuh wanita tersebut saat itu juga. ”

“Dantalian ……”

 

Dengan efek suara hologram muncul di depanku.

 

[Pihak lain kecewa akan dirimu.]

[Afeksi Demon Lord Barbatos turun sebanyak 3.]

 

“Kau pira yang cukup gila, kan.”

 

Barbatos memberiku tatapan simpati.

 

“Kau tampak baik-baik saja tapi dalam tengkorakmu sangatlah rusak. Kau bahkan tidak menyadari kalau kau terlihat seperti seorang pasien sakit jiwa sekarang, kan? ”

“Aku sangat normal.”

 

“Ada dua jenis orang yang menyatakan diri mereka normal. Salah satunya adalah seorang pembunuh, dan yang lainnya merupakan calon pembunuh. ”

 

Barbatos menurunkan punggungnya sedikit.

Dia menatapku dengan sangat serius.

 

“Siapa pun akan membuat kesalahan karena mereka menjalani hidup mereka. Tentu saja, jika mereka melakukan kesalahan maka mereka harus dihukum. Sampai saat itu tidak masalah. Tapi kau menyatakan kalau hukuman harus eksekusi mati tidak peduli apa pun itu. Dan pada ibu kandung kekasihmu, pada saat yang bersamaan. ”

“Jika ada seorang pelacur yang layak untuk mati, maka mereka seharusnya.”

 

Barbatos mengehela napas.

 

“…… Apakah kau mengatakan nama kekasihmu itu Lapis Lazuli? Sial dia mengagumkan. Bagaimana dia bisa berurusan denganmu? Jika itu aku, aku akan memotong bolamu dan melarikan diri sejak lama. Kalian berdua benar-benar harus putus. ”

“Apakah kau berpihak padaku sekarang atau Lala?”

 

“Aku tidak tahu, kau idiot.”

 

Barbatos menggaruk kepalanya.

 

“Aku sebenarnya berharap pemula bermanfaat yang telah muncul setelah sekian lama, tapi bukankah dia hanya seorang pasien sakit jiwa? Haaa, nasibku selalu seperti ini …… Jika kau mengabaikan urusan cintanya maka dia tampaknya baik-baik saja, tapi bagaimana caranya membuat idiot ini berfungsi seperti orang pada umumnya …… ”

“Halo? Aku bisa mendengar semua yang kau katakan. ”

 

“Tentu saja kau akan karena aku ingin kau mendengarnya. Tuan. Pelacur, aku berpikir saat ini dalam bentuk progresif apakah jika aku harus membuat diriku menjadi pengasuhmu. Hal ini cukup menyebalkan. ”

 

Barbatos mencengkeram dahinya dan mengerang

Rasanya seperti dia merenungkan seberapa dalam ia berencana untuk melangkah ke kehidupan orang lain.

 

Jika kau menjadi prihatin dengan masalah pribadi orang lain maka kau kemungkinan berakhir di sebuah rawa tak berujung. Barbatos mungkin berpikir tentang perasaan lengket.

Aku ingin tahu apakah dia akhirnya membuat keputusan.

 

“……Baik. Terus berbicara.”

 

Barbatos memiliki ekspresi yang tampak seolah-olah dia telah mengundurkan dirinya pada simpul di suatu tempat di benaknya.

 

“Terus berbicara? Tentang apa?”

“Kau tolol. Aku sedang berbicara tentang masalah cintamu. Dari apa yang telah kau katakan kepadaku sampai sekarang, itu tidak tampak seperti ada masalah besar antara kau dan kekasih 「Succubus」 mu. Kau mungkin telah bertengkar tapi itu bukan pertarungan yang cukup besar untuk menghasilkan putusnya suatu hubungan. Omong kosong macam apa yang telah kau keluarkan selama sebulan sampai membuat anak tersebut terkejut akan dirimu? ”

 

“Kulihat kau berbicara dengan nada seolah-olah kau sudah yakin kalau akulah yang bersalah.”

“Ya. Aku yakin. Jika kau pikir itu tidak adil maka buktikan tidak bersalah, cih …… ”

 

Barbatos menatap ke luar jendela.

Itu masih tengah hari sehingga di luar cerah.

 

Seolah-olah dia memperkirakan beratnya sinar matahari, Barbatos menyipitkan matanya. Sinar matahari memoles betisnya dan meluncur menuruninya.

 

Jujur, itu menawan.

 

Bahkan sinar matahari akan senang dengan kenyataan kalau ia telah mencium kaki Barbatos. Tidak diragukan setidaknya akan lebih bahagia daripada jatuh ke kepalaku. Jika bukan karena sosok kekanak-kanakannya, maka aku mungkin bahkan jatuh cinta padanya.

 

“…… Oi. Kemana kau melihat? ”

 

Barbatos melotot ke sini seolah-olah dia sedang melihat sesuatu yang busuk.

Aku menjawab jujur.

 

“Aku mengagumi kakimu.”

“Ini tidaklah gratis jadi jika kau ingin mengaguminya maka bayarlah.”

 

“Kau bisa melihat kakiku sebaliknya.”

“Katakan itu setelah kau mencukur semua rambut kakimu.”

 

Aku mengangkat bahu.

 

“Aku memperoleh informasi.”

 

Barbatos memiringkan kepalanya.

 

“Informasi apa?”

“Surat kecil. Tidak ada nama dan tidak ada pengirim tertulis di atasnya. Hanya dua kalimat yang tertulis di atasnya dengan pena bulu ayam. Isinya cukup mengesankan. ”

 

Aku mengambil secarik kertas dari sakuku dan menyerahkannya.

 

Kau memiliki musuh.

10 hari dari sekarang, pasukan 2.000 orang akan menyerang kastil Demon Lord mu.

 

“Hmm.”

 

Barbatos mengeluarkan suara dari hidungnya.

 

“Sebuah ancaman langsung yang tertulis, ya.”

“Aku melihatnya lebih sebagai peringatan daripada ancaman.”

 

“Kenapa? Bahkan sekilas itu terlihat seperti gertakan. ”

“Lihatlah kalimatnya dengan seksama, Barbatos. Ini mungkin hanya dua kalimat tetapi banyak implikasi yang tersembunyi di dalamnya. Pertama, ‘Kau memiliki musuh’ yang tertulis di sini. Hal ini secara halus mengisyaratkan kalau ‘Aku bukan musuh. ”

 

Ini terlalu ringan untuk diperlakukan sebagai surat ancaman.

Itu sebabnya ketika aku menerima pesan ini sebulan yang lalu, Lala dan aku telah merenungkan tentang hal itu.

 

Siapa, tujuannya apa, mengirimkan surat seperti ini.

 

“Melihat gaya penulisannya, tokoh yang telah menulis surat ini dari golongan atas dan telah menerima pendidikan profesional. Dengan kata-kata yang sedikit miring, kau bisa menilai orang tersebut menggunakan tangan kanan atau ambidextrous. ”

“…… Kau dapat mengetahui semua itu?”

 

“Ini semua tidak lebih dari asumsi.”

 

Aku bersandar ke kursi.

Aku terus berbicara dalam posisi yang nyaman.

 

“Ada juga kemungkinan kalau orang tersebut terlibat dalam bisnis di bagian atas.”

 

Barbatos mengerutkan alisnya.

 

“Haa? Mengapa atas? ”

“Jika kau memiliki mata maka litahlah angkanya.”

 

10 hari dari sekarang, pasukan 2.000 orang akan menyerang kastil Demon Lord mu.

“Ada koma antara 2 dan 0. Itu sebabnya ada kemungkinan kalau orang tersebut bekerja dalam posisi yang tinggi.”

“……”

 

Barbatos masih memiliki wajah yang bingung.

Tampaknya anak bengis dari Demon Lord tidak bagus menggunakan kepalanya pada hal semacam ini. Aku menghela napas dan dengan ramah menjelaskan untuknya.

 

“Orang biasa tidak menaruh koma saat menulis angka dalam ribuan. Mereka biasanya menulisnya 2000 tanpa simbol khusus. Tapi orang tersebut telah menulis surat ini sudah terbiasa menambahkan koma. ”

 

Dengan demikian berarti, orang yang biasanya bekerja dengan uang dalam jumlah besar.

Seseorang yang akan selalu menempatkan koma setiap kali tiga 0 ini di antaranya.

 

Seseorang yang berinteraksi dengan jumlah besar seperti 1.000.000 dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Tidak diragukan lagi kalau orang ini sering berhubungan dengan dokumen akuntansi atau buku kas. Orang ini kemungkinan bendahara untuk wilayah, atau kemungkinan pedagang yang bekerja dalam posisi yang tinggi. ”

“Begitukah……”

 

Barbatos membuat wajah masam saat ia menatap surat tersebut.

 

“Keberadaan otakmu ternyata bukan hanya pajangan semata.”

“Jangan langsung terpesona. Masih ada 5 kebenaran yang tersembunyi dalam surat ini. Tapi jika aku harus menjelaskan masing-masing dan satu persatu maka aku akan mati karena bosan, jadi aku akan melewatkannya. ”

 

Sejak zaman dahulu, rahasia mirip dengan seks.

Ketika melepas pakaian pasanganmu kau harus hati-hati memisahkan setiap lapisan. Apa kenikmatan yang bisa kau dapatkan dari merobek pakaian mereka sekaligus?

 

Semuanya pada titik tertinggi dari keindahan ketika setengah dilucuti. Seperti seorang wanita yang hanya setengah mengungkapkan akan lebih menarik daripada seorang wanita yang sepenuhnya telanjang, rahasia memiliki rasa terbaik ketika hanya dilucuti sana-sini dan kemudian dimasak.

 

C’est si bon.

 

“Orang ini bajingan yang sangat mesum, bukannya?”

 

Setelah mendengarkan estetika ku, wajah Barbatos berubah.

 

“Lagi pula, kau mengatakan kalau ada kemungkinan tinggi pelakunya adalah seorang pedagang, kan?”

“Mm. Setidaknya dari luar. ”

 

Aku menggaruk keningku.

 

“Untungnya, aku memiliki persahabatan yang mendalam dengan pedagang. Jika, mungkin, orang itu telah mengirim surat ini benar-benar pedagang dan hanya memainkan lelucon, maka akan lebih dari mudah untuk menangkap pelakunya. ”

“Hm? Bagaimana?”

 

Aku tersenyum halus.

 

“Aku sudah bilang. Pedagang adalah temanku. ”

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 5

Niflheim, Istana Gubernur

 

“…… Hamba tidak pernah menulis surat seperti ini sebelumnya.”

“Ketua. Aku juga ingin percaya kalau kau tidak bersalah. Tapi kau telah bersekongkol melawan aku dan menyerangku dulu, kan? Dengan kata lain, kau belum benar-benar dapat dipercaya. ”

 

“Hamba tidak lagi berencana untuk bermusuhan dengan Yang Mulia.”

“Cukup kasihan. Aku tidak bisa mempercayaimu. ”

 

“……”

 

Ivar Lodbrok menggertak giginya.

Sangat jelas dia marah. Dia memiliki lebih dari cukup alasan untuk marah, lagipula.

 

Orang yang berada di dekatku ini adalah salah satu orang dengan kekuasaan tertinggi. Dia adalah orang terkaya di dunia demon serta penguasa dibalik layar kota merdeka dari Niflheim.

Orang tersebut telah gagal dan sekarang berperan sebagai bonekaku. Dia menggonggong seperti anjing pada setiap perintahku. Menjadi cukup menyedihkan. Meskipun begitu, aku tidak berencana untuk memaafkannya dengan mudah.

 

“Apa yang hamba harus lakukan agar mendapatkan kepercayaan Yang Mulia?”

“Cukup melakukan beberapa bantuan untukku.”

 

“Bantuan seperti apa ……?”

“Pertama, aku ingin menyewa beberapa prajurit.”

 

Tertulis di surat misterius pasukan dua ribu orang akan menyerang.

Meskipun itu masih belum pasti apakah surat itu benar atau palsu, bukanlah hal buruk untuk bersiap. Setidaknya tiga ribu. Ya, aku ingin bersiap dengan tentara setidaknya tiga ribu prajurit.

 

“Aku menganggap hal ini menjadi permintaan yang ringan. Jika itu bagi Keuncuska Firm yang luar biasa maka tentunya kau akan dapat mengumpulkan tiga ribu orang dengan mudah. Bukankah kau berpikir begitu juga? ”

“……Tentu saja. Yang mulia.”

 

Pihak lain memiliki ekspresi seolah-olah dia mengunyah kotoran.

Oi, emosimu terlihat di seluruh wajahmu.

 

Apakah dia mungkin menatapku dengan jijik? Seperti itu kah. Apakah dia memutuskan kalau dia tidak harus menjaga penampilannya di depanku?

 

Itu mengganggu. Sebuah hewan peliharaan yang meremehkan pemiliknya sendiri tidak ada gunanya. Sepertinya aku harus mengajari 「Vampir」 ini sopan santun sekali lagi.

 

“Lodbrok. Apakah kau mungkin tidak menyukaiku? ”

“…… Itu tidak mungkin. Hamba menyimpan rasa hormat dan kesetiaan untuk Demon Lord di dada hamba setiap saat. ”

 

“Itu melegakan. Aku juga sedikit menyukaimu. Aku sangat khawatir ini mungkin menjadi cinta sepihak. Cinta yang bertepuk sebelah tangan hanya indah pada masa kecil seseorang. Tapi pada usia ini, bukankah sangat kasar terjebak dalam hal seperti itu? ”

 

Ivar Lodbrok menatapku dengan tatapan ragu. Dia kemungkinan mencoba untuk mencari tahu apa yang aku bicarakan.

Aku mengambil sesuatu dari lengan bajuku. Nah, itu bukanlah sesuatu yang penting. Sehelai rambut. Itu hanya sehelai rambut pirang.

 

Ivar Lodbrok meringis.

 

“Mungkinkah itu?”

“Aku akan mengatakannya lagi. Aku juga menyukaimu sedikit. Kecuali, bukan penampilan tua mu, tetapi tubuh aslimu. Bentuk lembut dan perempuanmu. Aku lebih menyukainya. ”

 

“……!”

 

Mata Ivar Lodbrok gemetar dengan kegelisahan.

Tubuh asli Lodbrok adalah seorang gadis dengan rambut pirang. Rambut yang baru saja aku keluarkan juga pirang. Apa artinya?

 

“Tentunya……!”

“Dalam hal tubuhmu, aku sendiri lebih menyukai betismu. Dada mungilmu dan bagian pinggangmu juga tidak masalah. Tapi aku benar-benar berpikir kalau betismu adalah yang terbaik. ”

 

Aku tersenyum.

 

“Jika kau membelai hati-hati maka kau bisa merasakan kekencangan tulang dan kelembutan betis mu pada waktu yang bersamaan. Rasanya seperti tanganku akan meleleh karena betapa lembutnya itu. Aroma mawar seperti yang berasal dari kulitmu hampir membuatku tidak sengaja ingin menjilatmu. ”

“Bukankah Yang Mulia berjanji untuk tidak menyentuh tubuh asli hamba!”

 

Ivar Lodbrok mengeluarkan sebuah teriakan marah.

 

“Hamba telah mengkhianati Yang Mulia Paimon sesuai Yang Mulia perintahkan! Hamba telah melindungi Yang Mulia sambil mengorbankan seorang eksekutif perusahaan! Lalu mengapa……!”

“Jangan salah paham.”

 

Aku berbicara dengan nada riang.

 

“Kita tidak membuat janji. Janji adalah sesuatu yang saling menguntungkan. Namun, hubungan kita sedikit lebih sederhana dari itu. Ketua. Ini kepatuhan mutlak. ”

“……”

 

“Berlutut.”

 

Ivar Lodbrok membeku.

Aku ingin tahu apakah dia tidak bisa mendengar dengan baik permintaanku. Melihat ia terjebak dalam tubuh seorang pria tua, apakah pendengarannya kemungkinan rusak juga? Mungkin saja. Jangan khawatir. Aku percaya menghormati orang tua. Aku seorang pria yang mampu menunjukkan belas kasihan terhadap orang tua sebanyak yang diperlukan.

 

Dengan nada lembut, aku memerintahkannya lagi.

 

“Berlututlah, ketua.”

“……”

 

“Lakukan.”

 

Ivar Lodbrok dengan perlahan menekuk lutut.

Aku mengangguk.

 

“Sekarang kemarilah.”

“……”

 

Penghinaan dan kemarahan mewarnai wajah pria tua itu.

Aku sangat menyukai setiap kali seseorang yang berkuasa membuat ekspresi seperti itu. Rasanya seperti aku sedang menonton berandalan tobat dengan cara mereka sendiri. Aku hampir ingin memuji keindahan manusia dengan keras.

 

Ivar Lodbrok merangkak ke arahku.

Aku melepas sepatuku dan menekankan kaki kananku ke kepala pria tua itu. Itu, tentu saja, tindakan kurang ajar. Bahu Ivar Lodbrok bergetar.

 

“Ketua.”

“…… Ya, Yang Mulia.”

 

“Tolong bertingkah dengan lebih hati-hati selagi berdiri di hadapanku. Aku tidak kurang ajar terhadapmu saat kita bertemu. Biasa dan lembut. Aku memperlakukanmu seperti kaki tangan dengan tumpuan yang sama, namun, bukankah kau memandangku seakan kau sedang melihat sampah? ”

 

Menekan menekan.

Aku mendorong kepalanya lebih kebawah.

Hidung Ivar Lodbrok menyentuh lantai.

 

“Inilah sebabnya kenapa berkomunikasi itu mustahil. Berapa lama kau berencana untuk meninggalkanku dalam cinta yang tak terbalas? Jika kau ingin aku untuk menghormati martabatmu, maka kau harus menghormati martabatku terlebih dahulu. Apakah kau mengerti?”

“Hamba akan, selalu mengingatnya ……”

 

“Siapkan tiga ribu pasukan dalam waktu 2 hari.”

 

Aku menarik kakiku.

 

“Akan menyusahkan jika kau mengumpulkan sekelompok orang sembarangan, jadi aku akan meminta pasukan dengan kualitas terbaik. Menurut pesan tersebut, invasi akan terjadi dalam 10 hari, jadi cepatlah. ”

 

Ivar Lodbrok dengan cepat membawa kepalanya kembali.

 

“Yang mulia. Dua hari terlalu singkat! Setidaknya, izinkan kami seminggu …… tidak bahkan jika Yang Mulia memberikan kami setengah bulan, itu akan hampir mustahil untuk memperkejakan tiga ribu prajurit dengan kualitas terbaik. ”

“Apa yang kau bicarakan? Ada banyak pasukan di dekat sini. ”

 

“Maaf?”

“Bukankah ada prajurit yang melindungi Niflheim? Aku mendengar kalau kekuatan militer di sini sekitar 8.000 orang. Pinjamkan aku beberapa dari sana. ”

 

Ivar Lodbrok membuka mulutnya.

Itu adalah wajah seolah-olah ia baru saja mendengar saran yang sulit dipercaya.

 

“Yang mulia! Mereka adalah pertahanan kota ini! ”

“Dan kau adalah penguasa sesungguhnya dari Niflheim. Kau dapat memindahkan pasukan sesukamu. ”

 

“Tolong mengerti! Jika para prajurit tidak ada maka cara bertahan Niflheim juga akan menghilang bersama mereka. Niflheim adalah kota merdeka yang bertanggung jawab untuk semua perekonomian di dunia demon. Jika tempat ini jatuh maka malapetaka besar akan menimpa seluruh dunia demon. Jika itu terjadi sedangkan 「Black Death」 masih merajalela ……! ”

“Whoa, whoa. Tenang.”

 

Aku berdiri dari kursiku.

Aku mengangkat Ivar Lodbrok kembali ke posisinya dan menghilangkan semua debu dari pakaiannya. Ivar Lodbrok, tidak tahu bagaimana untuk bereaksi, tidak dapat mengatakan apa-apa untuk menanggapinya.

 

“Tentu saja ada banyak hal yang perlu dikhawatirkan. Bahaya yang harus kau pikul juga akan besar. Aku mengerti semuanya. Sungguh. Tapi meskipun begitu, ketua. Sangat disayangkan, tapi. ”

 

Akhirnya, membersihkan debu bahu Ivar Lodbrok.

 

“Itu adalah masalahmu. Bukan milikku.”

“……”

 

Aku tersenyum lebar.

Ivar Lodbrok kehabisan kata-kata.

 

“Ah. Aku harus menunjukkan kalau rambut ini bukan dari tubuh aslimu. Bagaimana aku bisa melakukan hal seperti itu ketika aku sangat menghormatimu, ketua? Jangan khawatir.”

“Maaf? Lalu darimana ……? ”

 

“Aku mencabut rambutnya dari anjing yang berkeliaran di sekitar istana gubernur setelah bermain dengannya sebentar. Warna anjing dan keindahannya cukup sempurna. Seperti yang diharapkan, jika pemiliknya hidup cukup layak bahkan hewan peliharaannya juga akan hidup mewah. ”

 

Ekspresi Ivar Lodbrok langsung berubah.

Dia pasti menyadari kalau dia baru saja mengejek dirinya sendiri karena rambut anjing dan tercengang.

 

Itulah kenapa kau seharusnya tidak melawan dengan sia-sia. Kita bisa bahagia keluar dari cara kita sendiri tanpa harus marah satu sama lain. Aku tidak bisa memahami orang-orang yang bersikeras menjunjung tinggi harga diri mereka ketika mereka tahu kalau mereka dengan jelas akan kalah. Apakah kau masokis? Apakah kau dengan sengaja menikmati menerima rasa sakit? Ini cukup mengganggu kalau ada begitu banyak orang mesum di dunia ……

 

“Tiga ribu prajurit. Kualitas terbaik. Aku menyerahkan hal ini di tanganmu, ketua. ”

“……Ya.”

 

“Oh, iya. Aku juga ingin kau untuk mendapatkan beberapa informasi. ”

 

Aku menyeringai.

 

“Ini juga bukan tugas yang sangat sulit sampai kau tidak perlu khawatirkan. Ini adalah tugas untuk menemukan satu manusia. Ah, saat kau berada di sana belilah botol anggur terbaik untukku. ”

“Apapun yang diperintahkan kepada hamba ……”

 

Tampaknya ia akhirnya menyerah untuk menentang. Ivar Lodbrok menundukkan kepalanya. Itu lucu karena rambutnya jatuh menyerupai telinga anjing.

 

Kenyataan kalau ia memiliki banyak keriput adalah kekurangannya, tapi oh baiklah. Akan lebih baik jika aku hanya berpikir hal ini seperti membesarkan hewan peliharaan dengan rasa harga diri yang kuat. Aku akan merasa bersalah jika aku menekannya terlalu banyak, jadi aku harus memberinya hadiah nanti. Oh tidak. Aku seharusnya tidak memiliki hobi seperti membesarkan hewan peliharaan ……

 

 

 

 

 

 

 

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 7

Niflheim, Istana Gubernur

 

Aku bisa mendengar suara kertas yang dikocok.

 

Aku ingin tahu apakah aku berkeringat sepanjang malam sehhingga punggungku terasa basah. Aku mengusap mataku dan menoleh untuk melihat Lapis Lazuli membaca laporan di sampingku di tempat tidur.

 

“Lodbrok?”

“Ya.”

 

Menanggapi pertanyaan singkatku menanyakan apakah itu laporan dari Lodbrok, Lapis Lazuli langsung menjawabnya.

Satu minggu telah berlalu sejak kami menjadi sepasang kekasih. Anehnya, komunikasi antara kami begitu baik. Haruskah aku mengatakannya kami cukup cocok? Tidak, itu mungkin berlebihan menganggapnya sebagai kekasihku ……

 

“Bagaimana.”

“Tingkat informasi yang menguntungkan. Total pasar budak yang terletak di wilayah utara Sardinia adalah 13. Di antaranya, jumlah pasar budak yang menangani budak lahir dari keluarga bangsawan ada 4. Budak Yang Mulia cari terdaftar di Pavia. ”

 

Lapis Lazuli mengeluarkan satu dokumen.

Aku menggeleng dan membenamkan hidungku ke pahanya. Rasanya seolah-olah dia telah menerapkan beberapa jenis minyak manis di kulitnya. Sebuah aroma menyenangkan terpancar dari dirinya.

 

“Minyak zaitun?”

“Ini adalah minyak Anatolia mawar gunung. Yang mulia. Jika Yang Mulia memiliki waktu melecehkan hamba secara seksual, maka tolong lihat laporannya terlebih dahulu. ”

 

“Aku tidak ingin membaca sesuatu begitu aku bangun di pagi hari. Aku akan sangat menghargai jika kau bisa membacanya keras-keras menggantikan aku. ”

“Ini bukan pagi tapi siang hari.”

 

Lapis Lazuli menghela napas.

 

“Hamba berpikir itu karena Yang Mulia siklus hidup hamba menjadi rusak. Terlalu banyak waktu yang dikonsumsi dari sekali berhubungan seksual. Hamba menyarankan Yang Mulia untuk menurunkan 4 jam menjadi 2 jam. ”

“Apa yang harus aku lakukan ketika staminaku tidak ada habisnya?”

 

Aku dengan lembut menyium pantat Lala.

 

“Aku tidak memiliki kecenderungan untuk memuaskan keinginanku dengan cepat. Bagaimanapun, cukup bermasalah orang-orang zaman sekarang tidak tahu bagaimana menunjukkan perhatian pada wanita. Bagaimana menyenangkannya untuk menikmati kehangatan satu sama lain dan …… ”

“Hamba tahu. Hal ini sudah terkenal bagi hamba Yang Mulia adalah mesum yang melewati imajinasi, jadi hamba tidak perlu pelajaran lain. ”

 

Lapis Lazuli mengundurkan dirinya dan mulai membaca laporan.

 

“—Laura De Farnese. Sejak kelahirannya sebagai anak haram dalam keluarga Adipati Farnese, dia selalu dikurung di rumah. Meskipun belum terungkap siapa ibu kandungnya, ada rumor bahwa dia lahir setelah Adipati memperkosa salah satu pelayan. ”

“Hmm.”

 

Aku membelai paha Lapis Lazuli saat aku mendengarkannya berbicara.

Lala tidak memiliki lemak yang tidak berguna. Kemungkinan karena ia lahir sebagai 「Outcast」 dan menghabiskan masa kecilnya kelaparan. Menjelajahi lorong-lorong dan menemukan sisa-sisa dari tempat sampah. Dikutuk menjadi setengah pererkembang biakan. Selalu dilemparkan batu terus-menerus.

 

…… Aku seharusnya membunuh wanita tua itu.

Aku benar-benar menyesal.

 

“Sepertinya Nona Farnesee memiliki masa kecil yang sangat kurang beruntung.”

 

Lapis Lazuli meneruskan.

 

“Tidak hanya kediamannya, tapi ia dilarang meninggalkan kamar tidurnya juga. Saudarannya tidak menganggap Nona Farnese sebagai bagian dari keluarga mereka, dan bahkan para pelayan memperlakukannya seolah-olah dia tidak ada …… Yang Mulia? Apakah kamu mendengarkan?”

“Tentu saja. Aku mendengarkannya dengan tekun. ”

 

“Meskipun, hamba berpikir Yang Mulia hanya menyentuh paha hamba sejak beberapa waktu lalu.”

“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan. Kau hanya melihat sesuatu. ”

 

“…… Hamba akan terus membaca.”

 

Laura De Farnese.

Dia adalah karakter penting yang muncul dalam 「Dungeon Attack」.

 

Mirip dengan protagonis, dia seorang individu berpengaruh di masa itu, tapi jika seseorang harus menunjukkan perbedaannya, maka dia mendorong dunia ke dalam teror bukannya harapan.

Ada sedikit alasan politik yang rumit yang terlibat di balik ini.

 

Pemeran utama「Dungeon Attack」, pahlawan, berafiliasi dengan 「Kekaisaran Habsburg’」 Di sisi lain, Laura De Farnese bekerja untuk negara yang dikenal sebagai 「Kerajaan Brittany」. Kekaisaran dan kerajaan, ingin menentukan siapa penguasa sebenarnya dari seluruh benua, memulai perang besar-besaran.

 

Ada kemungkinan, dibandingkan dengan Demon Lord, jumlah manusia yang mati karena Nona Farnese lebih banyak. Dengan kata lain, bagi pemeran utama, kau bisa mengatakannya dia adalah lawan yang jauh lebih menakutkan daripada Demon Lord.

 

Nah, ini adalah sesuatu yang akan terjadi 15 sampai 20 tahun di masa depan.

Dalam waktu sekarang, Laura De Farnese tak lebih dari seorang gadis 16 tahun yang rapuh dan lemah.

 

Apa yang harus disembunyikan?

Aku ingin merebut gadis ini yang ditakdirkan untuk menjadi seorang jenderal hebat di masa depan dahulu.

Karena tampaknya 2.000 prajurit akan menyerang dari daerah yang tidak dikenal. Selagi aku mempekerjakan prajurit, aku ingin merekrut seorang komandan disaat yang bersamaan. Membunuh dua burung dengan satu batu.

 

Lapis Lazuli selesai membaca laporan dan berbicara.

 

“Yang mulia. Ada sesuatu yang hamba ingin tanyakan. Mengapa Yang Mulia memiliki ketertarikan pada anak dari ras manusia? ”

“Tidak ada alasan khusus. Sederhananya anak ini mempunyai kebencian terhadap manusia paling banyak. ”

 

Aku mengatakan kepadanya kebohongan acuh tak acuh.

Tidak ada alasan khusus. Akan lebih merisaukan jika aku harus menjawabnya dengan jujur ​​dan mengatakan ‘Ini sesuatu yang aku ketahui karena aku memainkan permainan, tapi anak itu akan tumbuh menjadi jenderal terhebat di benua’. Aku hanya bisa mendramatisasi suatu alasan dan mengatakannya kepadanya.

 

“…… Itu, Kebencian?”

“Ya. Pikirkan seperti kau berada di posisi gadis itu. Ia dilahirkan sebagai anak haram dan menghabiskan hari-harinya selamanya terjebak di kamarnya. Dia menerima kekerasan dari orang-orang yang seharusnya menjadi keluarganya. Dia dihindari bahkan oleh pelayannya. Dan sekarang keluarganya telah jatuh ke dalam kehancuran, Laura De Farnese telah menurun drasti menjadi budak dan sedang dijual di sebuah pasar. Apa yang kau pikir akan tersembunyi dalam pikiran gadis ini? Apa yang akan gadis ini sangat inginkan? Bukankah dia tidak mengandung kebenciannya terhadap manusia? ”

 

“……”

“Bagiku, aku memerlukan anak semacam ini. Seorang anak yang terbakar dengan kebencian lebih dari orang lain. Aku membuthkan anak yang akan menjual jiwanya sendiri kepada demon jika itu berarti memperoleh balas dendamnya terhadap manusia. Laura De Farnese, seorang individu yang cocok dengan tipeku. ”

 

Aku tertawa.

Lapis Lazuli menatapku dengan ekspresi tanpa perasaan.

Dia memiliki mata yang muncul seolah-olah dia mengerti tetapi juga tidak mengerti pada waktu yang bersamaan.

 

“Apa? Apakah kau kecewa itu bukan jawaban yang kau harapkan? ”

“Sedikit.”

 

Lapis Lazuli memiringkan kepalanya.

 

“Hamba yakin bahwa Yang Mulia ingin mendapatkan dan menikmati budak seks berkualitas tinggi dari kelahiran bangsawan.”

“Apa? Omong kosong macam apa …… Tunggu. Orang seperti apa yang kau lihat padaku? ”

 

“Tentu saja, hamba melihatnya seperti itu.”

 

Ada pengikut di sini yang memperlakukan Tuan mereka seperti manusia bajingan!

Samar-samar aku mengerti alasan kenapa afeksi Lapis Lazuli belum melewati 10. Bukan, yah, aku memang sebenarnya seorang manusia, meskipun! Aku tidak cukup bejat untuk melakukan sesuatu yang menjijikkan seperti mendapatkan budak seks.

 

“Lala.”

 

Aku berbicara dengan nada sangat serius.

 

“Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk memberitahumu dengan jelas.”

“Apa itu?”

 

“Aku lebih suka orang dewasa yang matang.”

 

Benar begitu.

Lolita kompleks adalah penyakit mental.

 

“Aku tidak tahan dengan orang yang masih bau seperti anak kecil. Tentu saja, aku lebih memilih dada besar daripada yang lebih kecil, dan aku lebih suka pantat yang berisi daripada yang mungil. Apakah kau mengerti. Orang yang menyukai tubuh anak kecil adalah gila dengan sejumlah sekrup longgar di kepala mereka. ”

“Benarkah?”

 

Lapis Lazuli mengangguk.

 

“Singkatnya, daripada Yang Mulia Barbatos, Yang Mulia Paimon lebih mendekati tipe Yang Mulia ‘.”

“Sebelum berbicara tentang apakah itu dekat atau jauh, aku hanya tidak menyukai tubuh anak kecil. Bahkan jika pihak lain mendekat dan menawarkan dirinya kepadaku, aku akan menolak! ”

 

“Itu memalukan. Jika Yang Mulia telah memperoleh Nona Farnese dengan maksud untuk memuaskan keinginan seksual Yang Mulia, maka hamba akan mendukung secara aktif keputusan tersebut, Karena itu berarti beban hamba akan berkurang cukup banyak. ”

“Apakah kau sangat tidak menyukai tidur denganku!? Tidak, tunggu. Pada akhirnya, bukannya kau yang datang kepadaku terlebih dahulu…… !? ”

 

“Maafkan saya. Pada saat itu, hamba belum menyadari bahwa Yang Mulia sebenarnya kuda jantan. Yang Mulia bahkan memuaskan diri sendiri sepenuhnya pada malam pertama, 3 kali berturut-turut pada saat itu …… Jujur, hamba mulai menyesal. ”

“Bukankah itu terlalu banyak !?”

 

Aku berakhir mendengar dari kekasihku selama 1 minggu kalau dia sudah menyesali keputusannya.

Mungkin hanya hubungan fisik tanpa cinta apa pun, tapi aku pasti terpukul ……

 

Selagi aku sedang mengobrol dengan Lapis Lazuli, seseorang mengetuk pintu.

 

“Oh Tuan. Yang Mulia makan siang telah tiba. ”

“Ah. Tidak apa-apa untuk masuk. ”

 

Itu adalah pelayan yang bekerja di istana gubernur.

Pelayan membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. Setiap pelayan membawa nampan perak. Mereka melihat ke sini dan semua wajah mereka membeku sekaligus. Seorang pria dan seorang wanita sedang berbaring telanjang di tempat tidur. Meskipun kita tertutup oleh selimut, tubuh bagian atasku terbuka.

 

“M-Maafkan kami! Yang mulia!”

“Tidak apa-apa. Yang telah memerintahkanmu semua untuk masuk adalah diriku sendiri, tidak ada alasan bagi kalian semua untuk meminta maaf. Abaikan kami dan aturlah makan siang. ”

 

“Ah …… Dimengerti.”

 

Pelayan penuh rasa syukur menempatkan masakan ke meja. Meskipun mereka melakukan yang terbaik untuk menjadi acuh tak acuh kepada kami dan menjaga kepala mereka, mereka akhirnya secara naluriah mengintip ke arah kami.

Hm? Apakah itu pertama kalinya mereka melihat Demon Lord tanpa pakaian?

 

Merasa itu lucu, aku diam-diam terus mengawasi pelayan sampai aku mendengar suara lidah dengan ‘cih’. Itu sangat rendah sehingga aku bisa melewatkan suaranya. Jantungku menjadi dingin secara drastis.

 

“Orang-orang seperti kami harus pergi sekarang.”

“Kalian semua. Berhenti di sana.”

 

Pelayan membeku di tempat pada depan pintu.

Aku tidak sengaja berakhir berbicara dengan suara dingin.

 

“Siapa yang membuat suara dengan lidah mereka.”

“Maaf?”

 

“Jangan belaga tidak bersalah. Aku dengan jelas mendengar salah satu dari kalian membunyikan lidah. Akui siapa pelakunya. ”

 

Pelayan saling memandang dengan tatapan panik. Tapi hanya untuk beberapa saat yang singkat. Mata mereka secara alami berkumpul ke satu orang. Itu adalah gadis dengan telinga kucing dari ras binatang.

Begitukah. Apakah kau penyebab utama yang mendecakkan lidah?

 

Aku mengenakan gaun longgar dan bangkit dari tempat tidur.

 

“……”

 

Pada saat itu, pembantu dari ras binatang telah menyadari kesalahannya dan mulai gemetaran. Giginya gemeretak. Tampaknya rekan-rekannya telah meramalkan nasibnya akan menjadi seperti apa karena mereka telah mengambil beberapa langkah mundur.

 

“Nama.”

“J …… J-Julia, adalah nama hamba.”

 

“Aku mengerti. Julia. Kau memiliki nama yang cukup cantik. ”

 

Berbeda dengan pujian itu, wajahku kaku.

 

“Mengapa kau mendecakan lidahmu sebelumnya.”

“Ha-hamba sangat menyesal, Yang Mulia. Maafkan hamba! ”

 

“Aku bertanya mengapa kau mendecakkan lidahmu.”

 

Sang pembantu tidak bisa menjawab.

Tak’ apa. Aku tidak memintanya dengan harapan baginya untuk menjawab. Aku sudah tahu jawabannya.

 

Gadis ini tidak mendecakkan lidahnya padaku. Sedikit ke sisiku. Dengan kata lain, sambil memandang Lapis Lazuli, ia mendecakkan lidahnya.

Yang membuatku menjadi suasan yang buruk.

 

Luar biasa.

Sampai aku hampir tidak bisa mengendalikan kemarahanku.

 

“Apakah kau meremehkan pemandangan diriku berhubungan intim dengan kekasihku?”

 

“Tidak. Yang Mulia, hamba tidak berpikir sesuatu seperti itu ……! ”

“Aku mengerti. Pasti sangat tidak menyenangkan untuk melihat setengah perberkembang biakan di ranjang yang sama dengan Demon Lord. Pasti pemandangan yang asam bagimu. Itu sebabnya kau mendecakkan lidahmu pada kekasihku, kan? ”

 

“Ha-hamba …… hamba ……”

 

Aku tepat sasaran.

Itu adalah jenis perasaan yang aku dapatkan dari tanggapannya.

 

Tak ada gunanya untuk mengerti.

Aku berjalan dengan langkah panjang menuju dinding di mana pedang sedang dipajang dan menariknya keluar. Pedang tipis keluar sambil membuat suara metalik. Melihat ini, pembantu lainnya menjerit.

 

“Sebelum menjadi seorang rakyat jelata, dia tunanganku. Dengan kekuasaan apa kau mengejek kekasih orang lain. Apakah aku cukup konyol bagimu untuk diejek? ”

 

“Yang Mulia …… setidaknya kehidupan hamba …… tolong, ampuni ……”

 

Itu benar-benar sulit untuk dipahami.

Setelah jatuh ke dunia ini, hanya hal-hal yang tidak dapat dimengerti terjadi.

 

Kenapa orang memandang rendah orang lain dengan mudahnya?

Kenapa orang tidak menjunjung bahkan sedikit pun etika?

Dan akhirnya, kenapa orang menyerang ketika mereka tahu mereka akan kalah?

 

Mereka tidak berhatihati, mereka tidak punya akal sehat, dan mereka tidak memiliki pengetahuan. Seperti yang dilakukan Paimon dan seperti yang dilakukan Lodbrok. Bahwa perempuan tua mengguncang bagian dalamku beberapa hari yang lalu dan sekarang pembantu ini mencoba untuk memulai perkelahian.

 

Itu sebabnya.

Karena dipenuh orang semacam ini.

 

Karena hanya ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab saudara kandungku dan akuI-.

Tiba-tiba, kotak pilihan muncul dengan efek suara.

 

Ο

 

[1. Menghukum.]

[2. Mengampuni.]

 

Ο

 

Jendela setengah transparan yang hanya bisa dilihat diriku sendiri.

Aku memperkuat cengkeramanku pada gagang pedang. Pembantu lainnya menahan napas. Gadis binatang bergumam pengampunan sambil menangis.

 

Membunuh atau tidak membunuh. Semua jenis perhitungan melalui kepalaku. Status politik terancam untuk membunuh seorang pelayan istana gubernur. Akan mengakibatkan dampak sosial. Kerusakan citra publik yang akan ku terima. Namun, meskipun mempertimbangkan semua kerugian ini, sulit untuk memaafkan gadis ini. Itu sangat sulit. Aku tidak tahu alasan kenapa aku tidak bisa, tapi-.

 

“Tuan Dantalian.”

 

Dengan lemah.

dan selalu dengan nada tenang.

 

“Itu cukup jauh.”

 

Lapis Lazuli berbicara.

Aku perlahan-lahan menoleh ke Lala.

 

Di tempat mata yang sama yang aku lihat beberapa hari lalu.

Tatapan sama penuh celaan yang bertanya apakah aku tidak menyadari apa yang telah aku lakukan adalah salah.

 

“……”

 

Pada saat itu.

 

Bagian dalam kepalaku langsung didinginkan.

Aku sekarang dapat menyadari betapa gilanya tindakanku saat ini. Bagiku untuk mencoba dan membunuh seseorang hanya karena mereka telah mendecakkan lidah mereka sekali. Itu konyol.

 

Wanita tua dan pembantu ini di dekatku berbeda. Wanita tua itu penyebab utama sebenarnya yang menghancurkan hidup Lapis Lazuli. Namun, semua pembantu ini telah lakukan adalah mendecakkan lidahnya. Meskipun dia pasti tidak tahu sopan santun, tapi itu saja. Dia tidak melakukan kejahatan yang layak untuk dibunuh!

 

Aku setengah memakasa menuangkan air es ke kepalaku.

 

‘Tenang.’

‘Jangan membuat musuh tanpa alasan.’

 

“Jika mereka sudah mengakui kesalahan mereka, maka melangkah mundur. ‘

 

Prosedur perilaku terukir seperti manual.

Doktrin yang telah menjadi hampir naluriah karena pendidikan ayahku, mulai berpengaruh. 1 detik, 2 detik, dan setelah 3 detik aku telah kembali tenang.

 

Aku susah payah membuka mulut.

 

“…… Apakah kau telah cukup bercemin pada tindakanmu?”

“Y-Ya! Yang mulia! Hamba sangat menyesal! Hamba tidak akan pernah melakukannya lagi! ”

 

“Jangan pernah melupakan emosi itu. Sebuah kesalahan tunggal bisa mengancam hidupmu. ”

 

Aku berbalik untuk melihat pembantu lainnya dan berbicara.

 

“Perlu diingat. Sebagai pelayan seperti kalian semua yang hadir untuk orang bangsawan tinggi, masing-masing dan setiap dari tindakan kalian bisa menyebabkan kesalahan yang tidak dapat diperbaikki. kesalahan kalian akan segera menjadi kesalahan Niflheim. Kelancangan kalian akan segera menjadi kelancangan dari Niflheim. Bertindak dengan tanggung jawab. ”

 

Pelayan semua membungkuk dalam-dalam bersamaan.

 

“” Kami akan mengingatnya, Yang Mulia! “”

 

Aku mengangguk.

Dengan ini, aku telah berhasil memberikan respon yang bersifat mengelak.

 

“Baik. Kalian boleh pergi sekarang. ”

 

Dan kemudian, para pelayan dengan cepat pergi.

 

Ο

 

[1. Menghukum.]

[2. Mengampuni.]

 

Ο

 

Kata-kata bersinar terang di udara.

Kemudian mereka pecah dan membentuk kalimat baru.

 

[Betapa baiknya dan keputusan bermurah hati!]

[Ketenaran sedikit meningkat.]

 

Kalimatnya kemudian terpecah menjadi potongan-potongan kecil dan tersebar seperti kelopak.

Aku seharusnya senang ketenaranku telah meningkat sedikit, tapi jujur, suasana hatiku saat ini adalah mutlak yang terburuk. Itu benar-benar di bagian paling bawah. Sudah lama sejak suasana hatiku menjadi mengerikan seperti ini.

 

Lapis Lazuli menatapku secara diam.

Saat pandangan kita bertemu aku secara naluriah meminta maaf.

 

“Maafkan aku.”

“Untuk apa?”

 

“Itu ……”

 

Aku tidak bisa menjawab.

Perasaan telah melakukan sesuatu yang salah telah menekan pada hatiku. Namun, aku tidak bisa mengetahui persis apa yang telah aku lakukan salah, bahkan sedikit pun. Ini membingungkan.

 

Keheningan berlanjut.

Pada akhirnya, Lapis Lazuli mengeluarkan helaan napas.

 

“…… Dimengerti.”

 

Apa yang dia mengerti?

Dia bangkit dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya. Setelah Lapis Lazuli telah benar-benar mengenakan seragamnya, dia menurunkan punggungnya dan membungkuk. Ini adalah gerakan padat tanpa sedikit pun kesalahan.

 

“Hamba akan membuat persiapan untuk berangkat ke pasar budak. Ini akan pas untuk menyewa para 「Berbere SIsters」 untuk perjalanan ini juga. Silahkan keluar setelah Yang Mulia telah selesai makan siang. ”

“Lala.”

 

“Hamba akan pergi lebih dulu.”

 

Tanpa melihat ke sini, dia membuka pintu dan pergi.

Seperti yang aku lakukan 4 hari yang lalu, aku ditinggalkan di kamar sendirian. Lapis Lazuli mungkin telah pergi, tapi aroma kemerahan nya masih melayang di sekitar.

 

Dan kemudian, jendela pemberitahuan.

 

 

 

[Afeksi Lapis Lazuli turun sebanyak 1.]

 

 

 

“……”

 

Aku dengan diam menutupi wajahku dengan tanganku.

Saat aku menjalani hidupku, aku termasuk sekelompok orang yang dikecewakan orang lain, aku tidak pernah menjadi bagian dari kelompok yang mengecewakan orang lain.

 

Tapi tidak hari ini.

Aku telah mengecewakan Lapis Lazuli.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 20

Niflheim, Istana Gubernur

 

“Kau tahu apa bagian terburuknya?”

“……”

 

“Kenyataan kalau aku tidak tahu kesalahan apa yang aku lakukan.”

 

Larut malam.

Sebelum aku mengetahuinya, pemandangan di luar jendela telah menjadi gelap.

 

Barbatos menatapku berdasarkan cahaya lilin dengan pelan bergoyang.

Di luar semakin gelap, bayangan yang menutupi Barbatos corak wajah yang tersebar di wajahnya. Selagi mendukung dagu dengan tangannya, dia dengan diam menatapku.

 

“Aku setidaknya bisa bersikap malu-malu jika aku tidak merasa seperti aku telah melakukan sesuatu yang salah. Aku bahkan bisa mempertanyakan pihak lain tentang apa masalahnya. Namun tidak bagiku, aku mengerti kalau aku telah melakukan sesuatu yang salah; Aku hanya tidak tahu apa itu. Dan …… itu perasaan yang cukup menyedihkan. Sangat……”

“……”

 

“Katakan padaku. Apa yang Lapis Lazuli inginkan dariku? ”

 

Aku menatap Barbatos dengan mata serius.

Barbatos telah membuka mulut, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.

Sehingga tidak ada pilihan lain selain bagiku untuk terus berbicara.

 

“Apakah dia ingin aku untuk berlutut dan memohon? Apa yang Lapis inginkan dariku? Aku untuk membuang martabatku, seperti budak. Membuang sesuatu seperti imej dan hanya memohon? …… Bisa jadi itu. Itu sudah lebih dari mungkin. ”

“……”

 

“Namun, kenapa dia bahkan tidak memberitahuku apa kesalahanki?”

 

Aku meraih keningku.

 

“Ini membuat orang gila. Barbatos. Ini benar-benar sesuatu yang membuat orang gila. Apakah kau tahu kenapa Lapis tidak mengatakan apa pun? ”

“……Aku ingin tahu.”

 

“Ada satu alasan. Lapis ingin aku untuk menyadari kesalahanku sendiri. Jika dia meninggalkannya sendiri maka aku akan mencari tahunya sendiri. Lapis memiliki harapan padaku. Sial!”

 

Gedebuk

 

Aku memukul lantai.

 

“Itu menghina dan lebih menghina. Kenapa hal itu begitu …… karena dia memperlakukanku seperti orang bodoh. Pertama, ia kecewa aku tidak menyadari kesalahanku. Kedua, dia berharap aku akan mencari tahu apa yang telah aku lakukan salah. Apakah kauu mengerti? Hm? Apakah kau memahami bagaimana menyebalkannya ini? ”

 

Aku mencibir.

Tapi itu tidak keluar dengan benar.

Mencibir yang muncul lebih seperti mennyeringai yang dipaksa.

 

“Lapis tidak hanya menilai diriku saat ini, tapi masa depan diriku juga. Sendirian. Untuk keinginannya sendiri! Seolah-olah dia membuatku benar-benar tahu! Seolah-olah, ia mempertimbangkan dirinya berdiri di posisi yang lebih tinggi daripada diriku sendiri ……! ”

 

Aku menggertakan gigiku.

 

“Itu sangat menghina sampai aku bisa muntah. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku aku menerima hinaan semacam ini. Kekecewaan dan harapan Lapis ‘menjadi dua dinding yang menghancurkanku lebih jauh. Dalam dadaku kemarahan perlahan …… kemarahan perlahan terbangun ke arah Lapis. ”

“Dantalian.”

 

“Aku membuat resolusi dalam pikiranku.”

 

Aku memandang ke arah lilin.

Lilin mengeluarkan dua warna.

 

Bagian atas kuning, bagian bawah biru.

Selagi mengeluarkan warna cahaya, cahaya terbakar dan turun ke bawah perlahan-lahan.

 

“Tertangkap sekali. Aku akan menunggu sampai waktu berikutnya ia menunjukkan rasa tidak hormatnya. Dan jika Lapis secara tidak rasional mengabaikanku sekali lagi. ”

 

Aku meraih sumbu lilin dengan jari-jariku.

Api segera berkedip dan mati.

 

“-Ketika Itu terjadi, aku tidak akan tinggal diam.”

 

 

 

 

 

 

 

 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)