Dungeon Defense Vol 2 – Kata Penutup

Oleh Pride of Nyx on October 2, 2017

Penutup

 

Bagi seorang penulis, kata penutup seperti kehidupan akhirat bagi ateis.

 

 

Selagi merasa nyaman dan menutup mata mereka berpikir hidup mereka akhirnya berakhir, tiba-tiba, seorang malaikat muncul entah dari mana dan mengolok-olok mu sambil mengatakan “Ini belum berakhir, punk ‘. Dan ateis mati-matian mencoba untuk menentang dengan memohon ‘Tapi hidup ku sudah selesai!’, Tapi malaikat kita yang indah tersenyum lembut dan merespon, “Itu masalah mu, nak ♪ ‘. Kemudian ateis akan kehabisan kata-kata. Untuk itu, bagian batang teks mungkin telah berakhir, tapi sekarang saatnya untuk kata penutup.

 

 

 

Pertama hal yang pertama, terima kasih kepada ilustrator <Dungeon Defense>, cocorip. Terima kasih untuk sampul menakjubkan dan ilustrasi mu menggambar kali ini juga. Selalu ada sesuatu yang mengagumkan mengenai karya seni gambar cocorip. Seperti ilustrasi membunuh volume 2– Dantalian, Lapis, dan Laura duduk di kursi bersebelahan satu sama lain– misalnya. Dalam rencana ilustrasi awal ku menggabar untuk ini, tidak ada latar belakang. Dan di sana, cocorip menggambar ‘bendera hitam’. Meskipun kau akan mengerti jika kau melihat ilustrasinya sendiri, tapi hal yang memberikan kehidupan secara keseluruhan untuk karya seni dengan ‘Bam!’, Adalah bendera di sisi kiri yang membentang ke kanan.

 

Dalam film <Amadeus>, Salieri menunjuk ke arah skor yang belum selesai dan bertanya pada Mozart, “Apakah itu saja?”. Pada saat itu, Mozart menjawab, “Tidak, tersisa api yang sesungguhnya.” Dan menambahkan melodi lain. Kemudian skor keluar menjadi abadi sepanjang sejarah. Tidak peduli hasil karya seperti apa, elemen yang mampu meniup kehidupan ke dalamnya sangat diperlukan, dan tanpa itu kau tidak akan dapat merasakan semangat atau suasana. Aku ingin sekali lagi menunjukkan apresiasi kepada cocorip, yang selalu dapat menemukan ‘melodi’ melalui metode yang indah.

 

 

 

Aku ingin memberikan terima kasih kepada orang yang selalu sabar menunggu naskah dari penulis, ibu ku …… bukan orang tersebut, editor ku. Naskah ini khususnya terlambat. Semakin lama yang aku butuhkan, semakin kesulitan editor ku menjalaninya, jadi aku hanya bisa meminta maaf. Naskah berikutnya …… agar memberikan naskah berikutnya sedikit lebih cepat …… aku akan melakukan yang terbaik ……!

 

 

 

Orang terakhir yang aku ingin berikan apresiasi adalah, tentu saja, para pembaca.

 

Meskipun mungkin malaikat cantik yang membawa vonis atas kehidupan, vonis untuk <Dungeon Defense> Volume 2 benar-benar di tangan kalian para pembaca. Membuat sebuah metafora yang kalian para pembaca tidak berbeda dari malaikat bagiku. Ya. Sebenarnya, kata penutup ini, dari awal sampai akhir, benar-benar sebuah kata kiasan. Tidak hanya badan teks, tapi kata penutup adalah cerita dalam cerita juga. Betapa mendalamnya ini! Betapa Baroque-nya ini! Sambil menangis, aku hanya bisa memohon kepada malaikat setidaknya hindarkan aku dari neraka membara ……

 

Aku berharap semua orang bisa menikmati volume 2.

 

 

 

 

 

2016-03-21

Di sebuah ruangan dimana tanah masih dingin

Yoo Heun Hwa

 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)