Vol 2 – Prolog

Oleh Pride of Nyx on October 2, 2017

Dungeon Pertahanan: Volume 2 – Prolog

 

Seorang ahli filsafat mungkin mengajukan pertanyaan hebat,

tapi politisi memberikan jawaban yang hebat.

Aku adalah semua jawabanmu.

 

 

 

Prolog

 

 

 

Lampaui masa lalumu.

Orang-orang akan mengatakannya dengan mudah.

 

Jika aku harus memberikan nasihat kepada orang-orang optimis, maka akan ada banyak pengalaman masa lalu di dunia yang tidak bisa dilampaui.

 

Bagaimana jika ibumu sendiri sampah manusia?

Tidak masalah. Kau bisa mengatasinya.

 

Atau jika ayahmu sendiri adalah seorang pria seperti sampah?

Kau bisa bersabar untuk itu juga.

 

Tapi, jika kau menonton adik tirimu sendiri gemetar ketakutan karena ibu mu sendiri telah menamparnya, semata-mata karena mereka berasal dari ibu lain, dan ayahmu menyaksikan saja dari samping sambil tidak mengucapkan sepatah kata— maka pada saat itu, kau hanya bisa menerima kenyataan.

 

Bahwa hidup mu telah didorong ke kotoran anjing.

Aku samar-samar mengasumsikan kalau hidupku telah mencapai posisi ini ketika aku berusia 10 tahun.

 

Adik tiriku berpelukan satu sama lain dan menangis. Alasannya sederhana. Ibuku telah memaki mereka dengan berteriak, “Kamu anak kotor dari pelacur!”. Tentu saja, saat itu aku tidak tahu apa arti dari kata ‘pelacur’. Pada hari aku menemukan keberadaan penis dapat digunakan untuk sesuatu selain kencing ketika aku berumur 11, itu berarti, aku harus menunggu 1 tahun lagi sebelum aku melangkah ke dunia percabulan.

 

Aku serius.

Bahkan aku punya waktu ketika aku polos.

Kembali ke cerita.

 

Tidak mungkin anak berusia 6 tahun dan 5 tahun bisa memahami kata ‘pelacur’, ketika anak berusia 10 tahun pun tidak tahu. Kecuali, itu jelas kalau kata-kata itu dikatakan dengan nuansa ofensif. Bagaimana aku bisa tahu? Itu karena ketika ibu ku memanggil mereka pelacur.

 

“Astaga. Jadi kalian berdua anak-anak dari pelacur. ”

 

Dia tidak berbicara ramah seperti ini, tapi.

 

“Anak-anak seperti anjing pelacur itu. Beraninya kau tidak tahu tempatmu dan-! ”

 

Sebaliknya ia meledakan kemarahannya keluar secara kejam.

Bahkan anak-anak tahu kapan mereka tidak diterima.

 

Terlepas dari mampu memahami kata-kata atau tidak, kau setidaknya tahu ketika orang dewasa di depanmu mencoba untuk membunuhmu atau membantumu. Sangat terlihat ketika orang dewasa telah menampar di bagian wajahmu dengan mengatakan “anak pelacur”.

 

Jadi, saat bahu adik tiriku mulai gemetaran.

Saat adikku, yang tertawa gembira hanya satu detik yang lalu, telah diredam tangisan mereka karena mereka sungguh takut kalau mereka akan dibunuh,

 

Aku punya firasat jika aku tidak memperbaiki situasi menyebalkan ini, maka kehidupanku juga akan menjadi omong kosong.

 

“Ayah. Buang ibuku. ”

“Apa?”

 

“Tidak perlu bertanya kembali. Kau mendengar semuanya. Bercerailah dengan ibuku. ”

 

Ayahku berkedip.

Bahkan kedipannya terasa seperti alasan yang selanjutnya membuat kekesalanku terhadap dia.

 

“……Apa yang kamu katakan?”

“Jadi kau akan terus mendukungnya? Tidak maslaah, aku akan menggunakan kesempatan ini dengan jelas mengatakannya sekarang. Ibuku gila. Adikku hanya merusak cangkir keramik karena tidak sengaja, tetapi apakah kau tahu apa yang ibuku lakukan? ”

 

Aku menampar wajahku sendiri. Dengan keras.

Karena aku berpikir kalau aku harus menunjukkan kepadanya.

 

“Dia menamparnya. Cukup keras untuk membuat saudaraku jatuh ke lantai. Sampai di sini kau masih dapat mengabaikan dirinya sebagai pasien histeris normal, tapi apa yang dia lakukan berikutnya adalah masalah sebenarnya. Ibuku pergi untuk mengambil pisau dapur dan mendorongnya ke dekat wajah saudaraku’.

“……”

 

“Apakah kau mengerti? Sebuah pisau dapur. Dia menunjukkan pisau ke adik 5 tahunku. Ibuku bukanlah pasien histeria. Dia melalui dan melampaui orang gila. Bercerai dengan ibuku segera dan menendangnya keluar dari rumah kita. ”

“Nak. Dia masih ibumu. ”

 

“Aku sadar akan hal itu.”

 

Aku berbicara secara dingin.

 

“Itu sebabnya aku mendesakmu untuk menceraikannya bahkan lebih. Sebelum aku melanjutkan mengejek ayah yang mengaku mencintai wanita itu dan membuatnya menjadi istri. ”

“……”

 

“Ayah. Kau membacakan ku kutipan dari Rousseau kemarin. Bahwa perbedaan antara manusia dan binatang adalah mereka mempunyai hasrat. Kau membacakan ini kepadaku dengan lembut, nada yang sangat lembut. Dan hari ini, aku telah menemukan binatang dalam wajah ibuku. ”

“Tentu saja, itu efektif memberikan kau seorang guru di retorika. Melihatmu  jauh lebih fasih daripada aku saat seusiamu. ”

 

“Aku sudah menyadari kalau aku adalah seorang jenius ketika aku berumur 6 tahun. Kau tidak akan membuatku menyadarinya lagi dengan memujiku sekarang. ”

“Apakah kau mendengar itu sebagai pujian? Aku mengejek. ”

 

“Ha. Kaulah yang perlu mendengarkan kelas retoris, ayah. Kau bahkan tidak tahu bagaimana cara yang benar mengejek anakmu sendiri dan kau berpikir kau akan dapat memegang istrimu? Silakan lakukan lebih baik pada dirimu sendiri. ”

“Aku akan mengatakannya lagi. Dia ibumu. ”

 

Suara ayahku menjadi dingin.

 

“Untuk 10 bulan, dia melalui segala macam rasa sakit menahanmu dalam perutnya sebelum melahirkanmu. Orang pertama yang tersenyum ketika kau datang ke dunia ini adalah ibumu, orang pertama yang menangis untukmu ketika kau terluka untuk pertama kalinya juga ibumu. Nak. Sadarlah. Beraninya kau mengatakan kata-kata tak bermoral seperti menendang ibumu sendiri. ”

 

Aku mencibir.

 

“Betapa tak tahu malunya.”

“Apa?”

 

“Ini bukan masalahku. Ini masalahmu, ayah. Karena seorang ibu, 6 anak-anakmu sedang dianiaya. Ini matematika sederhana. Akankah menyimpan 1, atau menyimpan 6. Buanglah kata menjengkelkan seperti bermoral. Tidak ada manusia sampah beretika seperti kau, ayah. Tidak ada. ”

“……”

 

“Ini akan menjadi terakhir kalinya aku akan meminta sesuatu darimu mengenai topik ini, ayah. Untuk kebaikan. Jadi berikan respon yang serius. Kau akan menceraikan ibuku? ”

 

Ayahku terdiam.

Dia tetap diam selama lebih dari 40 menit.

Alasan kenapa aku ingat waktunya persis karena aku telah memelototi arloji ayahku setelahnya. Itu sekitar jam 11:00 sedang menyeberang ke 12 siang hari.

 

“Aku tidak bisa.”

 

Sialan 12 siang hari.

Sejak saat itu, aku membenci jam ini secara permanen. Kebiasaanku menolak untuk bangun di pagi hari berasal dari sini juga. Aku akan mengatakan ini lagi tapi. Aku benar-benar membenci pagi dan siang hari.

 

“……Kenapa tidak?”

“Karena aku mencintai ibumu.”

 

“Itu adalah benar-benar, sangat, jawaban yang mengecewakan. Lalu apakah itu berarti kau tidak mencintai anak-anakmu, ayah? Apakah kau tidak peduli jika istrimu membunuh semua anak-anakmu? ”

“Ya.”

 

Dan dengan demikian aku tidak pernah bisa melupakan momen ini.

Seperti pematung menggunakan palu dan paku untuk mengukir tanda pada otakku.

 

Sebuah jenis trauma tertanam.

 

“Aku sangat mencintai ibumu.”

“……”

 

“Maafkan aku, Nak.”

“…… Baru saja, ayah.”

 

Aku menelan ludah.

Ini mungkin tidak hanya air liur yang aku telah ttelan.

 

“Ayah, Kau sekarang baru saja kehilangan semua rasa kepercayaanku.”

“Aku tahu.”

 

“Ayah, Kau sekarang baru saja menghancurkan hidupku.”

“Aku tahu itu juga.”

 

Ayahku mengangguk.

 

“Tidak peduli apa yang kau pilih, kau akan hidup lebih keras daripada aku.”

 

Ayah sialan ini.

Aku benar-benar membencimu.

 

“…… Izinkan aku menanyakan satu hal. Jika ini adalah pertanyaan yang normal …… Kau jelas akan mengorbankan 1 orang untuk 6. Orang seperti itulah kau, ayah. Tapi, karena hal yang disebut cinta, kau mengatakan bahwa kau lebih memilih 1 dari 6? ”

“Benar.”

 

“Jika itu cintamu, ayah, hanya membuatmu lemah, maka apa gunanya cinta?”

 

Ayahku tidak menjawab.

Itu karena dia tidak bisa menjawab.

Aku menggigit bibirku dan memaki.

 

“Aku merasa malu untuk melihat ayahku yang lemah. Apakah kau mengerti? Aku malu sampai ingin mati. Pada akhirnya kau tidak bisa memilih apa pun, ayah. Kau benar-benar itu, si sialan yang ragu-ragu. ”

 

Pada saat itu ‘sialan’ adalah tingkat tertinggi dari makian yang aku tahu.

Aku tidak tahu bagaimana menggunakan makian yang lebih mengerikan dari itu.

 

Bukannya aku sudah bilang?

Bahkan aku punya waktu ketika aku polos.

 

“Nak.”

“Jangan minta maaf. Aku tidak sedang marah padamu untuk mendapatkan permintaan maaf. Apa yang mungkin bisa berubah jika kau meminta maaf. Hanya ketahu ini. ”

 

Aku bersumpah.

Sebuah sumpah dingin.

Sebuah sumpah yang jelas.

 

“Aku tidak akan menjadi lemah sepertimu, ayah.”

“……”

 

“Tidak akan pernah.”

 

Dan.

 

Dan……

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

▯Demon Lord Terlemah, Peringkat ke-71, Dantalian

Kalender Kekaisaran: Tahun 1505, Bulan 9, Hari 20

Niflheim, Alun-alun Hermes

 

 

 

Tamparan!

 

Sebenarnya, itu adalah suara riang.

Suara kulit dan kulit bertabrakan bergema keras.

 

Orang pasti khawatir dengan gelombang kejut yang kuat tiba-tiba karena mereka mulut mereka menganga. Sekitar 200 demon dari berbagai ras sedang melihat ke arah sini. Dalam situasi ini, ‘arah sini’ sangat sederhana menyebutkan dua orang.

 

Aku.

Dan Lapis Lazuli.

 

“Hamba kecewa.”

“……”

 

“Tidak menyangka Yang Mulia hanya orang dengan derajat segini.”

 

Dengan wajah yang benar-benar emosi.

Tapi dengan nada lebih dingin, dia berbicara.

 

“Jika itu Anda Yang Mulia, hamba sempat berpikir bahwa Yang Mulia akan berbeda dari Demon Lord yang lainnya. Hamba berharap bahwa Yang Mulia akan menampilkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan orang lain yang dimabukan oleh kekuasaan. Tapi semua yang hamba lihat langsung adalah babi yang sangat digemukkan. ”

 

Perlahan aku merasakan pipiku.

Itu sakit.

 

Kulitku merah dan bengkak.

Bukankah itu mengesankan?

 

“…… Lapis Lazuli. Selagi kau menjadi kekasih dan tunanganku, kau pada saat yang sama juga adalah pengikutku. Tengah hari, ketika di tengah alun-alun, di depan ratusan warga, kau telah mengangkat tanganmu pada tuanmu. Kau tahu arti dari tindakan tidak setia ini, kan? ”

“Ya. Hamba tahu. ”

 

“Bagus.”

 

Aku mengangguk.

 

Baik itu 「Outcast」 atau setengah perkembang biakan, untuk seseorang seperti itu berani memukul Demon Lord yang tidak dapat diganggu gugat. Ini saja sudah cukup untuk mencapai berita populer tahunan. Bahkan orang-orang di alun-alun sedang melihat ke sini dengan tatapan heran.

 

Tapi itu belum berakhir. Biarkan aku membuatnya lebih menyenangkan.

Aku mendekritkan.

 

“Aku, Dantalian, dengan ini membebaskan Anda dari tugas Anda.”

“……”

 

“Jangan muncul di hadapanku lagi.”

 

 

 

 

 

 

 

Pada hari itu, sebuah berita mengejutkan tersebar di seluruh kota.

Pasangan yang telah menjadi yang paling terkenal di dunia demon karena telah mengatasi status sosial sudah berpisah dalam 2 bulan.

 

Jika ini bukanlah kejadian yang indah, maka aku tidak tahu apa itu.

 

Ο

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)