Dungeon Defense Vol 3 – Bab 2 Part 2

Oleh Alone of Nyx on October 15, 2017

Volume 3: Bab 2 – Musim Dingin Part 2


Sebelumnya (Eclair) | Selanjutnya (Eclair)


 

 

Satu jam kemudian eksekusi dilakukan.

 

Farnese telah membuat lubang pada es di atas sungai. Tiga pelaku dijatuhkan ke lubang tersebut. Namun, mereka tidak terendam sepenuhnya tetapi hanya sampai ke titik di mana air mencapai dagu mereka. Sang nona memerintahkan para 「Witch 」untuk membekukan kembali sungainya. Tubuh para tersangka kemudian benar-benar terjebak pada air es dengan hanya kepala mereka yang terlihat. Farnese membungkukkan punggungnya dan menatap mereka.

 

“Kata mereka monster dahulu kala bersembunyi di sungai ini. Lakukan yang  terbaik untuk bertahan. ”

 

Wajah para pelaku menjadi sangat pucat pasi.

 

Iblis yang hidup di air berenang menuju mereka. Bayangan binatang yang bergerak di bawah lapisan es dapat terlihat.

 

Para tersangka menjerit dan memukul-mukul, dan pada saat yang bersamaan dengan gerakan mereka yang keras, monster-monster tersebut bergegas ke tubuh bawah mereka dan mulai merobeknya.

 

Ο

 

— Tolong lepaskan kami!

 

— Kami minta maaf, oh jenderal yang hebat! Aku memohon padamu!

 

Ο

 

Sedikit demi sedikit.

 

Di bawah air es, binatang-binatang memakan daging mereka sedikit demi sedikit. Monster tersebut merobek kaki para tersangka dengan giginya, merobek daging pinggang mereka, dan menggerogoti paru-paru mereka. Seiring dengan berlalunya waktu, jeritannya pun mulai melemah. Sebuah keheningan menyelimuti sekitarnya. Ribuan prajurit yang menyaksikan eksekusi terdiam. Hanya kepala para tersangka yang tetap berada di atas es, sementara di bawah lapisan es, warna merah menyebar dan mewarnai air.

 

Farnese memandang ke bawah untuk melihat darah yang menyebar di bawah kakinya.

 

Dia kemudian mengangkat kepala para tersangka. Karena tubuh mereka sudah benar-benar terlepas dari kepala mereka, kepala mereka terlepas dari es dengan mudahnya. Farnese memeriksa wajah-wajah yang membeku dalam ekspresi sedih dan bergumam seperti hakim yang menilai karya pelukis kelas 3.

 

“Ini tidak menarik. Bentuk kepala mereka tidak memuaskan. ”

 

Farnese melemparkan kepalanya ke kapten.

 

“Gantung mereka.”

 

Kepala para tersangka tertusuk di atas batang dan dipajang di tengah desa. Kata ‘Pemerkosa’ diukir pada wajah mereka dengan pisau. Darah membuntuti bekas pisau tersebut. Di tengah malam itu, udara dingin menjadi sangat parah hingga darahnya membeku.

 

Keesokan harinya, prajurit menempatkan kepala yang terpenggal di belakang mereka dan menyeberangi lapisan es. Sambil menginjak es, para prajurit sering melirik ke bawah kaki mereka. Sepertinya pikiran tentang kepala yang dipenggal masih tersimpan dalam pikiran mereka masing-masing. Setelah hari itu, tidak ada lagi tentara yang melawan tata tertib militer.

 

Tanpa sepengetahuan para prajurit, Lapis dan aku membuat penilaian.

 

“Lihat? 30 poin. ”

 

“Itu terlihat 20 poin bagi hamba.”

 

Farnese hanya memilih satu ketakutan dalam memberikan hukuman. Tidak ada ketepatan dalam hukuman dan ketakutan yang tidak jelas yang terlihat. Karena hanya dipenuhi dengan ketidakjelasan, hukumannya tidak memiliki bentuk, dan jika tanpa bentuk, tidak akan bisa ada dengan sendirinya.

 

Hukuman Farnese tidak bisa mencapai tindakan hukuman. Sekarang, para prajurit hanya akan takut pada Farnese yang telah memberlakukan hukuman. Seperti anak kecil yang takut pada orang tua mereka. Entah itu orang yang berwenang mencoba mengelola politik dengan rasa takut, atau orang tua yang berusaha merusak anak mereka dengan ketakutan, ini adalah kesalahan umum yang dilakukan oleh orang-orang. Itu tidak mengherankan bahwa orang tua yang mengerikan juga orang yang mengerikan pada otoritas. Aku memandang rendah orang-orang yang mencoba menjalankan sebuah negara dengan benar ketika mereka tidak dapat mengelola rumah tangga mereka sendiri sejak awal walaupun menggunakan metode Confucius dan Mencius.

 

Lapis menghela nafas.

 

“Yang Mulia, hamba kecewa. Kalau seperti ini, dia tidak akan bisa memahami satu hal pun bahkan jika 5 tahun akan berlalu. ”

 

“Apa yang kau sarankan?”

 

“Hamba akan merombak dari akarnya. Jika nona tidak bisa memahami logika dengan sendirinya, bukankah seharusnya kita sendiri yang harus menyuntikkan akal ke padanya? ”

 

Mata Lapis bersinar tanpa ampun.

 

— Pembelajaran hafalan lahir di sini pada saat ini.

 

Lapis mendidik Farnese lebih ketat.

 

Di daerah di luar pemandangan para prajurit, Lapis memukul dan melatih Farnese. Lapis tidak memiliki kecenderungan untuk memuji pihak lawan. Tanpa pujian, dia mengajari Farnese untuk tidak merendahkan kepalanya, bagaimana caranya agar tidak bicara gagap, bagaimana caranya tidak menunjukkan ekspresi wajahnya, bagaimana caranya agar tidak membungkuk, dan bagaimana caranya agar tidak merusak gaya berjalannya. Lapis berbicara pelan.

 

“Lihat ke depan. Berbicara tegas. Berjalan lurus.”

 

Farnese belajar sambil dipukul. Setelah dipukuli selama 4 hari, saat Farnese hampir tidak bisa menyiapkan satu pidato pun. Lapis juga telah mengajarkan kepadanya bagaimana sudut pandang yang benar, ke mana harus mengarahkan langkahnya, dan di mana harus menekankan kata-katanya. Akhirnya, saat di depan tatapan para tentara, Farnese berpidato.

 

Ο

 

— Kuatkan keberanianmu. Jangan nekat maju sebisa mungkin. Kuatkan belaskasihanmu. Jangan memberi belaskasihan terhadap lainnya sesukamu. Kuatkan nafsumu. Jangan mencoba menangkap dan memperkosa sesuka kalian. Keberanian yang kalian miliki saat berperang bersama rekan kalian bukanlah keberanian. Belas kasihan yang kalian berikan terhadap musuh kita bukanlah perbuatan baik. Nafsu yang kau lepaskan terhadap rekan kalian bukanlah keinginan. Saya, Jenderal sangat membenci prajurit yang bertindak dengan berani ketika mereka seharusnya tidak melakukannya, menunjukkan belas kasihan ketika mereka seharusnya tidak melakukannya, dan memerkosa jika seharusnya tidak melakukannya.

 

— Saya, Jenderal menginginkan keberanian kalian digunakan semata-mata untuk mengambil leher musuh, memberikan belas kasihan hanya untuk memaafkan rekan kalian, dan hawa nafsu kalian hanya digunakan untuk keluarga musuh. Genggamlah keberanianmu, simpanlah rasa belas kasihanmu, pertahankan nafsumu, dan curahkanlah ketakutanmu kepada Jenderal. Sebagai gantinya, kalian semua akan menerima teror dan ketakutan dari setiap musuh di dunia sebagai penghargaan.

 

Ο

 

Para prajurit bersorak.

 

Hanya prajurit yang bersorak.

 

Setelah pidato usai, Lapis memberikan penilaian.

 

“30 poin. Berusahalah untuk bisa berimprovisasi pidato tingkat segitu mulai sekarang. ”

 

“……”

 

Farnese berbalik untuk menatapku. Wajahnya masih tanpa emosi, namun, entah kenapa, keinginan untuk diselamatkan bisa dirasakan dari matanya.

 

“Tuan……”

 

Aku tersenyum.

 

“10 poin. Itu pidato yang menyedihkan. Lebih banyak dipukul. ”

 

“Bahkan Tuan juga ……”

 

Farnese berlutut di atas salju.

 

Farnese kemungkinan besar tidak menyadari fakta bahwa di tempat di mana dia tidak berada, Lapis dan aku membahas cara mendidiknya sepanjang malam.

 

Kami adalah pasangan yang berlebihan, putriku.

 

Baik untuk alasan yang baik atau buruk, Farnese sedang mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan Jenderal dari seorang Demon Lord.

 

Pasukan yang mengikuti Farnese benar-benar menjadi tentara Demon Lord.

 

Nona Farnese memerintah militer sebagai Jenderal, aku mengatur prajurit sebagai raja, dan Lapis mendukung kamp militer sebagai penasihat. Nona Farnese memimpin prajurit dengan ketakutan di depan, aku memegang prajurit menggunakan belas kasihan di tengah, dan Lapis membuat tentara merasa nyaman dengan ketelitian di belakang, itulah keadaan kita. Tidak ada celah di antara kami bertiga. Kami memperoleh keuntungan dari satu sama lain masing-masing dan saling berkaitan seperti karakter 凹凸. Strategi-Personal Administrasi-Komando Logistik bergabung menjadi sebuah badan.

 

Di antaranya, jika kita berbicara tentang Lapis, yang menangani logistik, dia sering mengikuti di belakang barisan kami selagi memimpin persediaan bahan. Di belakang tentara kami, tidak hanya ada gerobak, tapi penjual, calo, dan pelacur berkeliaran. Adalah kewajiban Lapis untuk mengawasi dan mengelola hak-hak orang-orang tersebut.

 

Dia tidak berperasaan.

 

Kekasih yang berdarah dingin kepadaku dan kejam terhadap Farnese adalah tipe Lapis Lazuli. Tidak ada kemungkinan Lapis yang semacam itu akan mengurus para penjual dengan murah hati.

 

Pada saat Farnese mengeksekusi 2 prajurit, Lapis telah memenggal 20 penjual. Lapis tidak memaafkan orang-orang yang mengganggu area perdagangan. Dia dengan kejam menghukum siapa pun yang melakukan tindakan menipu prajurit. Lapis menentukan tingkat keparahan hukuman dengan apa yang sang pelaku lakukan, dan melakukan tindakan penghukuman pada hari yang sama putusan tersebut diputuskan.

 

Keputusan Lapis selalu singkat.

 

“Belah tenggorokanmu.”

 

“Potong anggota badanmu.”

 

“Potong terbuka perutmu dan tampilkan organ dalammu.”

 

“Dikubur.”

 

Putusannya mudah dipahami dan tidak memiliki ruang untuk salah paham.

 

Yang mengerikannya adalah metode hukuman semata-mata hukuman mati.

 

Eksekusi dengan pemancungan agak di sisi yang penuh belas kasihan. Roda pemutus adalah pilihan terbaik kedua setelah pemenggalan kepala. Sedikit sedikit martabat seseorang setidaknya dipertahankan sampai saat ini.

 

Kau setidaknya bisa melihat mayat tersebut dan berkata, ‘Jadi orang ini adalah goblin‘, atau, ‘Jadi orang itu orc‘, dengan mengidentifikasi bentuk tubuh mereka.

 

Namun, entah menguliti hidup para pelaku yang memperlakukan pelacur mereka seperti budak dan mencuri gaji mereka, atau merobek organ dalam para penjual seperti sekumpulan mie karena keuntungannya tidak adil dari prajurit yang tidak memiliki kepala, di sini tidak ada harga diri sama sekali. Hanya ada darah di dalam perut mereka.

 

Lapis berhati dingin.

 

Jika ada satu kesalahan pada histori seseorang maka, tanpa diragukan lagi, mati pada hari itu. Sekalipun jumlahnya sesuai dengan daftar, sebagai orang yang pekerjaan sebelumnya adalah seorang pedagang, dia menyadari tipuan tersebut dan memastikan membunuh yang bertanggung jawab. Mustahil untuk membodohi Lapis yang dulunya adalah seorang rakyat jelata yang naik menjadi eksekutif di Perusahaan Keuncuska.

 

Karena para prajurit di depan takut pada Jenderal Farnese, dan para pemasok di belakang ketakutan atas hukuman Lapis, baik bagian depan dan belakang pasukan kami sangat tenang.

 

Suara orang-orang yang mengabaikan Nona Farnese dengan mengklaim bahwa dia adalah pelacur manusia, menghilang. Dan kata-kata cacian yang berbicara tentang Lapis dengan memanggilnya seorang rakyat jelata setengah keturunan yang jorok juga telah lenyap.

 

Yang harus aku lakukan hanyalah berdiam diri saja.

 

Bahkan jika aku mengacaukannya, barisan prajuritku berkembang tanpa masalah.

 

Selagi perjalanan kami berlangsung selama seminggu, para kapten mengatakan dengan heran bahwa ini adalah pertama kalinya dalam pengalaman mereka mengalami perjalanan yang begitu mudah. Biasanya, para prajurit akan kehilangan energi sesuai dengan jauhnya tujuan mereka dan alasan utama mereka akan melemah, namun prajurit Yang Mulia semakin jauh kita berjalan menjadi semakin jelas tujuan kita, sehingga mereka dapat memahami apa arti istilah Royal Grace karena ini , adalah apa yang para kapten katakan.

 

Aku, yang sebenarnya tidak melakukan apa-apa, menganggukkan kepalaku sebagai jawaban. Yang harus aku lakukan hanyalah memberi upah mereka tepat waktu, kadang-kadang menghukum orang-orang yang menggelapkan uangnya, dan para prajurit akan berteriak, ‘Hooray untuk Yang Mulia Demon Lord!’, dengan sendirinya. Farnese dan Lapis adalah orang-orang yang melakukan kerja keras, tapi aku monopoli semua pujian.

 

Referensi, inilah metode kemenangan dalam hidup.

 

Bonjour— .

 

Dan seperti itu, seminggu berlalu.

 

Sebuah lapangan terbuka terbentang di depan kami.

 

Dengan ‘clang, clang’, suara sungai beku pecah bergema. Para prajurit memegang alat dan memukulkan ke es. Di belakang mereka, sejumlah tenda yang tak terhitung jumlahnya berbaris.

 

Jauhnya sungai mengalir di hadapan kami terhalang oleh tenda-tenda. Terus mengalir meskipun dalam keadaan tersembunyi dan di tempat terus mengalir. Pada setiap titik selokan sungai, 10 goblin di tempatkan dan menghancurkan esnya. Pemandangan ini meluas sampai ke cakrawala.

 

Farnese memeriksa cakrawala dengan matanya.

 

“Perkiraan tentara sebesar 60.000 ……”

 

Kulit Orc yang biru gelap, kulit Goblin yang berkerut hijau, dan kulit abu-abu troll yang padat memadati perkemahan militer. Itu penuh dengan warna. Beraneka ragam bercampuran bersama dan menggeliat seperti sarang semut. Orang-orang tersebut telah mendirikan dunia mereka sendiri di sana.

 

Itu merupakan dunia yang sebenarnya tidak ingin aku genggam. Aku ingin menolak dengan sopan. Aku terlalu muda untuk menerima sesuatu yang ramai, diserbu, dan menggeliat secantik itu.

 

“Apakah itu benar-benar 60.000? Goblin di sana tidak mengenakan pakaian jadi mereka palingan pelayan dan bukannya tentara. Ini mengkhawatirkan …… ”

 

“Apa yang Anda khawatirkan, Tuan?”

 

“Karena mereka secara bebas mencampurkan prajurit yang berperang dengan pembantu yang membatu, tidak mungkin disiplin militer mereka akan ketat. Aku khawatir jumlah prajurit mungkin tampak banyak, tapi kualitas mereka yang sebenarnya tidak sesuai dengan jumlah mereka. ”

 

Sambil menatap barisan pasukan Sekutu Demon Lord, yang berkumpul di sini untuk menekan manusia, Farnese angkat bicara. Sepertinya dia terkejut akan banyaknya tenda yang menutupi lapangan.

 

“Tapi bukankah ini pandangan yang cukup mengaggumkan?”

 

“Ya.”

 

Aku mengangguk.

 

“Pemandangan ini memang mengaggumkan.”

 

Ο

 

Bulan ke-2 dan hari ke-12.

 

Kami sampai di lapangan yang sudah ditentukan.

 

Ο

 

Ο

 

Ο

 

▯ Pelindung Utara, Margrave of Rosenberg, Georg von Rosenberg
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 2, Hari 12
Polles

 

Ο

 

— Sebuah rumor beredar kalau akhirnya sudah mendekati.

 

— Mereka mengatakan bahwa Demon Lord akan tiba saat mengarahkan Black Death ke kita.

 

— Itu rumor yang salah, rumor yang salah ……

 

Ο

 

Saintess Kekaisaran terbatuk-batuk dan jatuh pingsan.

 

Saintess tersebut mengklaim bahwa dia telah menyaksikan akhir dunia dalam mimpinya. Para prajurit berkumpul berduaan dan berbisik satu sama lain kalau sang Saintess telah dirasuki oleh roh jahat. Wajah ketakutan para prajurit terlihat jelas.

 

Ο

 

— Asap hitam menyelubungi pegunungan. Ini akan menelan kekaisaran dan, akhirnya, menelan seluruh benua. Awan abu-abu tidak memiliki batasan atau batas, dan dengan demikian, musim dingin akan terus berlanjut tanpa batasan atau batas. Membeku di musim dingin yang terus-menerus. Semuanya akan membeku. Asap hitam tidak akan hilang. Sang Hitam harus ……

 

Ο

 

Berbicara sampai pada tahap ini, Sang Saintess kemudian memuntahkan darah. Darah tersebut lengket karena isinya tercampur bersama darahnya. Alasan aku bisa secara detail menceritakan kejadian ini dengan begitu percaya diri karena kebetulan aku berada di sana untuk mendengar ramalan pada malam sebelumnya.

 

Karena aku adalah komandan yang bertanggung jawab atas wilayah utara, aku berpartisipasi dalam konferensi tersebut sebagai anggota pemerintahan tertinggi. Kami menerima informasi bahwa Pasukan Sekutu Demon Lord akan segera menyerang. Kami harus bersiap menghadapi invasi. Aku bukan satu-satunya orang yang ikut serta dalam pertemuan strategi, tapi pihak yang berwenang, Yang Mulia Pangeran Mahkota dan Yang Mulia Putri Kekaisaran, dan ditambah, The Saintess, hadir juga. Di lokasi tersebut, Saintess dirasuki roh.

 

Ο

 

— Hitam, hitam, hitam harus, hitam harus ……

 

Ο

 

Saintess batuk berdarah. Dia muntah berulang kali. Matanya berguling ke bagian belakang kepalanya dan memperlihatkan putih matanya. Ada banyak gumpalan dari isi perutnya yang ikut bercampur darahnya. Saintess tersebut mengejang. Kami mendesak memanggil para clerics untuk menyembuhkannya.

 

Putri Kekaisaran membuat sebuah permohonan.

 

Ο

 

— Kejadian ini bersifat rahasia. Hanya kita yang harus tahu akan hal ini. Jangan membocorkan informasi ini ke luar. Jika para prajurit mendengar ramalan Sang Saintess, maka mereka akan terguncang, oleh sebab itu, kita tidak bisa membiarkan moral kita turun dalam situasi kita saat ini di mana Demon Lord berencana untuk menyerang. Tidak peduli apapun taruhannya, perhatikan ucapanmu.

 

Ο

 

Aku setuju.

 

Pangeran Mahkota, diselimuti ketakutan, ikut mengangguk juga.

 

Dengan itu, kasus itu seharusnya terkuburkan, tapi- entah kenapa, belum satu hari pun berlalu sebelum ramalan tersebut akhirnya bocor. Ke semuanya, pada saat itu.

 

Dari perwira veteran hingga anggota baru, mereka semua tahu kabar bahwa Saintess telah memuntahkan darah hitam pekat tadi malam. Bahkan para penjaja di dasar kamp militer tahu isi ramalan tersebut. Orang-orang berbisik kalau itu merupakan pertanda buruk.

 

Sepanjang malam, aku berkeliaran di keramaian dan menegur para kapten. Tidak ada yang lebih mengerikan dari rumor yang tidak terkendalikan. Tidak ada yang lebih mengerikan dari pada bunyi ucapan. Karena para prajurit kehilangan dan melukai hidup mereka dengan mudah, mereka merasa takut dengan mudahnya. Itulah inti dari seorang prajurit. Karena aku telah hidup lebih dari 60 tahun sekarang, aku telah melihat banyak kejadian di mana tentara jatuh karena rumor yang tidak berdasar. Tidak ada yang menjamin kalau hal itu tidak akan terjadi saat ini juga.

 

Aku ingin menolak dikalahkan bahkan sebelum terlibat dengan Pasukan Sekutu Demon Lord. Kemungkinan rencananya harus segara dibahas. Lebih penting lagi, aku tidak boleh mati sampai aku membalaskan dendam karena penghinaan yang aku alami pada musim gugur yang lalu ……

 

“Yang Mulia Putri Kekaisaran, saya di sini pagi ini untuk memberikan penghormatan.”

 

“Masuk.”

 

Putri Kekaisaran menghabiskan waktunya di dalam tenda putih. Dia tidak menyukai tidur di bawah atap. Putri Kekaisaran menyatakan bahwa jika tentara dijatuhi salju dan hujan, dan jika seseorang tidak dapat mencegah jatuhnya salju dan hujan tersebut, maka hal itu seharusnya tidak dihindari. Para prajurit menganggap Putri Kekaisaran dengan sangat terhormat, dan sangat khawatir akan kesehatan Sang Putri pada saat hujan turun atau turun salju.

 

…… Tentu saja, tindakan Putri Kekaisaran kemungkinan besar adalah sebuah skema politik, namun mayoritas bangsawan tidak dapat melakukan hal sederhana ini dengan benar. Abaikan kepribadian Putri Kekaisaran, aku menghargai kemampuannya.

 

Sambil mendorong kain putih ke samping, aku menjadi kaget saat melihat Putri Kekaisaran.

 

Dan pemandangan yang sama sekali tak terduga.

 

Di dalam tenda, sebuah meja panjang diletakkan.

 

Itu bukanlah masalah.

 

Itu hal yang biasa.

 

Tapi jika ada mayat seekor buaya yang telentang di atas meja, dan di tambah, jika Putri Kekaisaran secara pribadi memegang pisau dan memotong buaya tersebut, maka pemandangan itu berjalan seribu mil dari keadaan normal.

 

“Untuk Margrave yang datang memberikan rasa hormat. Betapa langkanya. ”

 

Putri Kekaisaran terus menguliti kulit buaya.

 

Dia tidak melirik ke arahku sekali pun.

 

“Bukannya kau membenciku?”

 

“Tidak, Yang Mulia. Jenderal ini selalu menghormati Yang Mulia. ”

 

“Itu bukan bohong. Tidak bohong Namun, kau juga tidak memujaku. Bukan begitu? ”

 

“……”

 

“Kau menghormatiku. Namun, terkadang kata ‘hormat’ tidak lebih dari cara yang sedikit lebih aman dan lebih ringan untuk mengucapkan kata ‘makian’. Kata-kata yang sepele. ”

 

Thack

 

Putri Kekaisaran mengupas sebatang kayu harum dan menancapkannya ke dalam Brass Incense Holder¹. Benda tersebut, dipanaskan oleh api arang, perlahan menyalakan potongan kayu yang terbakar. Aroma kayu terbakar. Saat asap terbentuk, harumnya menyebar. Aromanya menutupi bau darah buaya tersebut. Sambil menyembunyikan aroma darah, asap harum berkumpul dengan padatnya. Aromanya merembes sampai ke perutku.

 

Thuck

 

Putri Kekaisaran menguliti buaya di dalam asap.

 

Putri Kekaisaran mengupas kulitnya dengan memutus lapisan luar otot dan menusuk lapisan dalam otot. Batas lapisan luar dan dalam terlihat jelas bagi sang putri. Aku secara tidak sengaja mengagumi gerakan tangan cekatan yang mampu membangun perbatasan dalam daging dan mengukir batas itu secara alami seperti tukang daging profesional. Aku tidak bisa membayangkan kapan dan di mana wanita, yang lahir dalam garis keturunan tertinggi di dunia, belajar cara menguliti seekor buaya. Putri Kekaisaran, yang merupakan tempat terpencil di mana dia dilahirkan dan dibesarkan, sulit ditangani.

 

“Apa kau tidak berpikir kalau sebagian besar percakapan yang telah kita lakukan bisa disingkat menjadi lebih sederhana? Aku suka kamu. Aku membencimu. Pikiran seseorang mungkin dimulai dari sana, tapi mereka tidak bisa sampai di lokasi ini pada akhirnya. Meskipun orang mungkin menganggap ini sebagai jalan atau rintangan hidup, sejujurnya aku menyebutnya buang-buang waktu. Tuan Rosenberg. Jangan sampai kita saling membuang waktu. Mengapa kau datang menemuiku meskipun kau membenciku? Katakan alasan mengapa aku harus mendengarkan kata-kata seorang pria, yang tidak memujaku, saat masih siang hari. ”

 

 

Apakah itu sebuah ancaman? Atau apakah dia serius?

 

Aku tidak dapat memahami perasaannya. Tidak ada ekspresi di wajahnya. Tampak seolah-olah dia hanya fokus menguliti buaya. Meski Putri Kekaisaran ada di luar, rasanya seakan dia masih tinggal di dalam istana. Rasanya seperti dia adalah istana. Jika jumlah bangsawan yang dia bersihkan tidak menjangkau lebih dari lusinan-  mungkin aku sudah tertipu oleh penampilan luarnya pada saat ini.

 

“Yang mulia. Anda tidak bisa mendapatkan kekaguman bangsawan secara otomatis. ”

 

“Oh sayang. Aku tidak menginginkan kekagumanmu. ”

 

Putri Kekaisaran melepaskan perasaannya dan tertawa.

 

Terdengar suara tawa tanpa suhu.

 

“Aku hanya bertanya apa artinya rasa hormatmu. Kata hormat mengandung 5 arti yang berbeda dan 10 variasi nada. Itulah sebabnya aku tidak mempercayai kata-kata. Apa yang aku minta darimu bukanlah kata-kata, tapi tindakan. Tindakan yang jelas nyatanya dan terakulasi. Tentu saja, kau tidak akan mendengarkan bahkan jika aku memerintahkanmu untuk menyukainya. Bagaimanapun juga, kau adalah orang tua yang keras kepala. ”

 

“……”

 

“Bicara.”

 

“…… Informasi Demon Lord Barbatos, Demon Lord Marbas, dan Demon Lord Paimon, sebagai individu utama, memanggil pasukan bersama telah tiba. Meskipun total kekuatan militer tidak pasti, sangat jelas mereka memiliki lebih dari 50.000 tetapi kurang dari 70.000. ”

 

“Sepertinya tidak begitu menakutkan dengan yang aku bayangkan. Mereka tidak memiliki Baal dan juga tidak memiliki Agares. Barbatos tidak tahu apa-apa, Marbas bimbang, dan Paimon …… yah, Paimon. ”

 

“Yang Mulia saat ini meremehkan kekuatan musuh.”

 

“Tidak juga.”

 

Pada saat itu, Putri Kekaisaran menatapku untuk pertama kalinya.

 

Pikiranku merasa gelisah karena matanya yang ungu terasa seperti bisa menembus jiwa seseorang.

 

“Tidak. Oh sayang, oleh para Dewa. Itu tidak sama sekali! Mengapa aku meremehkan kekuatan musuh? Tidak pernah dalam hidupku aku pernah meremehkan seseorang. ”

 

“Apakah begitu?”

 

“Tentu saja. Sebagai buktinya, kau masih hidup. ”

 

“……”

 

“Kau adalah orang berbakat yang diperlukan kekaisaran kita. Kediaman Rosenberg telah setia kepada keluarga kekaisaran selama 500 tahun terakhir. Dan mereka telah melindungi kita dari serbuan para Demon Lord yang datang dari Pegunungan Hitam selama 1.000 tahun. Kau adalah individu yang kompeten, Georg. Aku menghargaimu. Jika mungkin, aku tidak menghormatimu, kalau begitu- seperti panglima perang yang mengkomando pasukan tidak mungkin masih hidup, bukankah begitu? ”

 

“……”

 

“Inilah artinya untuk menunjukkan tujuan seseorang melalui tindakan. Berbeda, jelas, dan terakulasi. Georg, aku kadang merenungkan betapa hebatnya jika orang hidup tanpa pernah menggunakan kata-kata. ”

 

Rip.

 

Ototnya terkoyak.

 

Putri Kekaisaran menancapkan pisaunya ke daerah leher buaya. Lehernya lebih empuk dibanding daerah lain pada tubuh buaya. Begitu Putri Kekaisaran memindahkan pisaunya, kulit di leher tersebut dikuliti begitu saja.

 

“Untung situasinya bukanlah sekarang. Bersantailah dan lanjutkan. Telingaku siap untuk mendengarkan dengan sopan. ”

 

“Jika Demon Lord akan menyerang, mereka harus memilih satu dari tiga jalur. Jalan pertama adalah jalan di pegunungan …… ”

 

“Sebuah jalan yang mengarah ke Kerajaan Teuton. Itu tidak ada kaitannya dengan kita. ”

 

“…… Jalan kedua adalah melalui dataran.”

 

“Jalan menuju Kerajaan Polandia-Lituania. Itu tentu saja tidak penting bagi kekaisaran kita juga. Demi Dewa, kita harus berdoa ke para Dewa agar mempengaruhi tentara Demon Lord untuk pergi menuju pegunungan atau dataran. Kita bisa menghirup napas kita saat mereka akan berperang, lagipula. ”

 

 

“Yang mulia.”

 

Aku mengerutkan alisku.

 

Aku tidak bisa tahan untuk meresponsnya.

 

“Saya minta maaf, tapi jika Jenderal ini benar, mereka adalah manusia yang sama dengan kita.”

 

“Dan tidak ada binatang lain yang bisa membunuh manusia seefisien manusia lainnya. Tuan Rosenberg, tolong berhenti mencoba bertindak bermatabat dengan sendirinya! ”

 

Putri Kekaisaran tertawa terbahak-bahak.

 

“Persisnya berapa banyak penduduk desa yang terbakar sampai mati di pegunungan musim dingin ini? 100? 200? ”

 

Aku menutup mulutku.

 

“Atau apakah itu 300? Aku pernah mendengar kalau angka tersebut dengan mudahnya melampaui 1.000, dan jika ingatanku benar, penduduk desa juga merupakan manusia yang sama dengan kita. Apa yang dilakukan Tuan Rosenberg hebat kami saat ribuan penduduk desa dibantai sebagai manusia? Kau mengamati. Kau hanya menonton. ”

 

“……”

 

“Apakah kau tidak menganggap kata ‘mengamati’ menjadi istilah yang sama dengan ‘menonton api’, namun diungkapkan dengan cara yang lebih elegan? Oh, Pelindung Utara, Salah satu dari Empat Margrave, Pengendali Benteng Hitam dan Putih- Sir von Rosenberg. ”

 

Aku menatap mata buaya. Karena kepalaku diturunkan, aku tidak bisa melihat mata Putri Kekaisaran. Sebagai gantinya, aku bermaksud untuk setidaknya memelototi binatang tersebut.

 

Putri Kekaisaran membiarkan ucapannya mengalir keluar.

 

“Sepertinya aku telah mengejekmu dengan sangat parah. Aku minta maaf. Aku meminta maaf atas kenyataan bahwa aku tidak merasa sangat menyesal. Terus ingatlah itu. ”

 

“…… Aku akan mengingatnya.”

 

“Bagus..”

 

Riiiip

 

Putri Kekaisaran mencengkeram kulit belakang buaya dan merobeknya. Kulitnya langsung terlepas. Kulit dengan mudahnya terkelupas mengikuti garis yang telah dikoyak sebelumnya. Begitu kulitnya hilang, kulit dalam berwarna merah muda terlihat. Warna daging buaya tersebut sederhana dan ringan.

 

“Jangan khawatirkan jalur menuju pegunungan atau dataran. Yang harus kita lakukan adalah mempertahankan jalur menuju kekaisaran. Apakah kau memerlukan bantuan keluarga kekaisaran? ”

 

“Bagian utara tidak memerlukan bantuan siapa pun.”

 

Aku menanggapinya sejelas mungkin.

 

“Tapi saya akan mengucapkan terima kasih atas tawaran Yang Mulia untuk membantu.”

 

“Oh, sayang, sepertinya dia menjadi kesal karena ejekkan ku …… Hanya kerugianmu jika pria berusia cantik seperti dirimu kehilangan kesabaranmu terhadap gadis pemalu ini. Menurut saja menerima bala bantuan. ”

 

“Saya minta maaf, tapi Yang Mulia, saya benar-benar tidak membutuhkan bala bantuan. Hamba harus mempertahankan pegunungan, jadi Yang Mulia harus memperkuat istana di samping Yang Mulia Pangeran Mahkota. Dengan begitu, jika kita dipaksa, kita akan bisa melakukan kontak dengan Teuton atau Polandia-Lithuania dan membuat sebuah strategi. ”

 

“Dengan saudara laki-lakiku? Kau sangat tahu cara bagaimana membuatku tertawa. ”

 

“……”

 

“Apakah kau melihat orang itu sebagai seseorang yang tahu bagaimana mengelola urusan militer? Dia adalah orang yang tidak bisa menjaga mulut dan bagian bawahnya. Apakah kau tidak melihatnya juga? Aku memperingatkan setiap orang untuk merahasiakan ramalan Saintess, namun, isu tersebut menyebar dalam satu malam. ”

 

“Anugerah Anda tak terukur, Yang Mulia”

 

Putri Kekaisaran menutup mulutnya. Aku tidak mampu memahami mengapa dia menutup mulutnya. Tak lama kemudian, Putri Kekaisaran berbicara lagi.

 

“Mulut kakakku lebih longgar dari lubang bawah pelacur. Bahkan orang-orang tidak menghormati saudaraku. Apakah kau menyuruhku mengumpulkan tentara dengan orang seperti itu? ”

 

“…… Bagi Jenderal ini, Pangeran Mahkota adalah komandan yang setara. Yang Mulia Kaisar memerintahkan Jenderal ini untuk mengelola utara, dan tidak memperlakukan Putra Mahkota dengan cara yang berbeda di sana. ”

 

“Sungguh, sepertinya kau setia pada ayahku, sang Raja. Aku mengerti. Aku menghormati kesetiaanmu …… Tapi ngomong-ngomong, Margrave, apakah kau tidak berpikir bahwa istilah bakti anak bersinar paling terang saat berbakti kepada orang tua yang tidak berharga, dan kata kesetiaan semakin silau saat setia kepada seorang tuan tak bernilai? Kesetiaanmu kepada kaisar cukup mengagumkan. Ini sangat mengesankan. ”

 

Putri Kekaisaran menancapkan pisau tersebut ke meja.

 

Dengan kain lap, Putri Kekaisaran membersihkan tangannya yang basah akan darah. Begitu dia melakukannya, dia dengan ringan menepuk pundakku. Wajah Putri Kekaisaran begitu jauh, tapi suaranya hampir terasa seolah-olah sedang berbisik langsung ke telingaku.

 

“Kau adalah seorang loyalis, Tuan Rosenberg.”

 

“……”

 

“Tapi kau tidak bisa membeli rasa hormatku dengan kesetiaan. Jika kau menginginkanku untuk menghormatimu, maka hal terpenting, kau harus mendapatkan kemenangan. Meskipun aku mungkin menerima perintah militer karena kau adalah panglima tertinggi pada perang yang akan berlangsung ini, jika kebetulan, kau melakukan kesalahan …… Yah, kemungkinan besar aku akan sangat kecewa, bukan? ”

 

“Jenderal ini tidak akan memberikan kekecewaan.”

 

“Aku akan mempercayaimu.”

 

Dan Putri Kekaisaran mengucapkan kata-kata tersebut.

 

“Habsburg memberikan kepercayaan mereka hanya satu kali.”

 

“Bagian Utara tidak akan melupakannya.”

 

Kami berdua bertukar pepatah yang diturunkan di keluarga kami dari Kediaman Habsburg dan Kediaman Rosenberg. Tindakan bertukar semboyan yang diwariskan selama hampir 1.000 tahun tersebut sangatlah keramat. Sumpah Putri Kekaisaran, yang tampil seperti orang yang sama sekali tidak memercayai orang lain, terasa jauh lebih penting. Pada saat aku memutuskan kepercayaan tersebut, tidak diragukan lagi dia akan melenyapkanku……

 

Putri Kekaisaran menancapkan kulit buaya tersebut ke atas sebuah tongkat dan mengangkatnya ke tengah kamp militer.

 

Buaya dikenal sebagai keturunan naga. Naga adalah simbol Demon Lord. Sambil menatap kulit buaya, para prajurit berbisik di antara satu sama lain bahwa monster tersebut ditangkap oleh Yang Mulia Putri Kekaisaran sendiri.

 

Setelah memeriksa kalau tanda-tanda para prajurit masih ketakutan telah menghilang, aku berpikir tentang pasukan Demon Lord yang mendekat dari atas pegunungan. Apakah mereka akan menjadi tentara yang kuat atau perusuh, dan apa nasib seperti apa yang mereka bawa, sulit untuk membuat asumsi. Seperti Putri Kekaisaran yang wajahnya tersembunyi oleh asap, pasukan Demon Lord yang sama bersembunyi di pegunungan, namun, aku tidak dapat menilai apakah aku harus takut hal yang tidak bisa dilihat meskipun dengan aku berada di sisinya, atau jika aku harus takut hal yang tidak bisa dilihat karena jarak. Dikelilingi oleh rasa takut dari belakang dan ketakutan di depan, tubuhku melemah.

 

Aku memenggal dua personil militer yang bertanggung jawab atas beredarnya rumor liar di antara prajurit dan memajang kepala mereka.

 



Sebelumnya (Eclair) | Selanjutnya (Eclair)


 

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻