Dungeon Defense Vol 3 – Bab 2 Part 4

Oleh Pride of Nyx on October 19, 2017

Dungeon Defense Volume 3: Bab 2 – Musim Dingin Part 4


Sebelumnya (Eclair) | Selanjutnya


Ο
▯Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 2, Hari 13
Dataran Yotvingian, Benteng Pasukan Sekutu Demon Lord

Ο

“Ku dengar kau secara pribadi membersihkan Witch. Dasar bajingan gila! ”

Barbatos berbicara.

Kata-kata tersebut diteriakkan setelah menerobos masuk ke sini tiba-tiba pada tengah malam .

Aku meletakkan penaku dan menghela napas.

“Terima kasih, Lapis. Kau bisa pergi sekarang.”

“……”

Lapis, yang membantuku sepanjang malam dengan dokumen, pergi tanpa sepatah kata pun. Sementara Lapis adalah wanita ku, aku adalah pria Barbatos, jadi Lapis bersikap seakan dia tidak terlihat saat berada di depan Barbatos, dan Barbatos memperlakukan Lapis seakan tidak ada di sana. Jarak antara Barbatos dan Lapis terlalu luas untuk dihubungkan satu sama lain karena mereka berbagi pria yang sama. Begitu Lapis meninggalkan tenda, aku berbicara.

“Rumornya menyebar cukup cepat.”

“Aku di sini untuk memujimu. Kau menahan diri dengan baik. Sepuluh banding satu, aku yakin kejadian tersebut adalah salah satu dari rencana pelacur Paimon itu. ”

“Mungkin. Karena itulah aku menahannya. ”

“Bisa dikatakan mengesankan kau dapat menahannya. Jika itu aku, maka aku pasti sudah memukul Sitri tepat di wajahnya. Dantalian, kau cukup hebat. ”

Seakan ada sesuatu yang lucu, Barbatos tertawa. Dia adalah tipe orang yang tidak memberi tahu orang mengapa dia tertawa, dan aku adalah bajingan yang tidak mengabaikannya dan memastikan untuk menanyakan apa yang lucu.

“Apa yang lucu? Mari kita tertawa bersama. ”

“Ini lucu karena orang tulus yang percaya pada Witch sepertinya pecundang. Hei, apa kau ingin tahu sesuatu yang lucu? Kau tahu aku terus-menerus menempatkan penyusup di sekitar Paimon sang pelacur, bukan? Dia tipe jalang yang berpura-pura menjadi polos dan malu saat melakukan semua yang dia inginkan. Jika aku tidak menyebarkan mata-mata ke sekelilingnya, maka sheesh, aku tidak bisa merasa tenang. ”

Barbatos menyeringai.

“Yah, pelacur itu mungkin juga memiliki mata-mata yang ditanam di sekitarku, tapi itu tidaklah penting sekarang. Apakah kau tahu siapa yang baru saja masuk ke tenda Paimon sang pelacur? ”

“……”

Aku menatap Barbatos. Meniadakan lilin putih yang diletakkan di atas meja, tidak ada sumber cahaya lain yang tedapat di tenda. Saat cahaya lilin bergetar, bayangan yang menutupi wajah Barbatos juga bergetar. Menghiraukan gemetaran tersebut, Barbatos tersenyum muram. Aku menggelengkan kepala.

“Itu tidak mungkin.”

“Betapa polosnya. Imutnya.”

“…… Humbaba? Euryale? ”

“Siapa tahu? Aku tidak hafal dengan baik nama mereka. Aku hanya tahu bahwa setelah meninggalkan tenda Paimon sang pelacur, mereka menghilang ke perkemahanmu. ”

“Berikan aku bukti.”

Barbatos mengangkat jari tengahnya.

“Makan ini sial, Dantalian. Aku tidak akan memberikan sebuah bukti kepada seseorang sepertimu. Entah kau mempercayai kata-kata ku atau tidak, itu adalah sesuatu yang harus kau putuskan sendiri. Tugasku selesai begitu aku tidak menutup mata terhadap masalah ini. ”

Setelah meninggalkan kata-kata tersebut, Barbatos pergi dengan santainya. Tidak ada ucapan perpisahan. Tidak memberikan salam dengan benar sangat cocok seperti dia, dan hanya membuang sesuatu yang dia mulai dengan sendirinya. Aku menjadi canggung seperti anak pra-sekolah yang tiba-tiba dihadapkan dengan kertas gambar yang secara paksa diberikan kepadanya karena kemauan seorang guru. Bagaimana aku akan mengatasi hal ini?

Pengkhianatan adalah respon sosial yang terjadi saat sebuah kontrak tidak memuaskan. Namun, aku tidak pernah melanggar kontrak antara aku dan para Witch. Meski aku tidak meragukan fatka dimana pengkhianatan adalah kejadian yang nyata di dunia, aku curiga karena aku yakin pengkhianatan tanpa alasan tidaklah ada. Tiba-tiba terpikir olehku. Apakah mungkin ini sebuah kode?

Aku keluar dari tendaku dan menuju ke tempat para Witch. Para Witch telah membangun sebuah tenda besar untuk mereka sendiri dan tinggal di dalamnya bersama-sama. Aku heran apakah mereka mengendalikan suhu menggunakan sihir karena bagian dalam tenda mereka lembab meski ada badai salju di luar. Para Witch sedang bermain-main dengan satu sama lain dan melibatkan tubuh mereka satu sama lain. Bahkan setelah melihatku memasuki tenda mereka, para Witch tidak segera memakai atasan mereka.

“Ara, Master? Apa yang membawamu ke sini pada malam ini? ”

“Apa master kita akhirnya mulai menginginkan tubuh kami dan datang mengunjungi kami untuk memberi kami Anugerahnya-?”

Para witch tertawa cekikikan. Di antara mereka, ada tiga atau empat Witch yang saling menekan satu sama lain dan menjilati kulit satu sama lain. Aroma bunga yang kuat berasal dari udara. Itu adalah bau tidak moral. Karena keharumannya begitu tebal, aku tidak bisa membedakan apakah aku sedang bernapas melalui hidungku atau disekap menggunakan ekstraknya. Langit dan bumi di keempat sisinya diselimuti oleh musim dingin, membuat dunia menjadi putih, namun para Witch secara terpisah membuat tempat ini menjadi sebuah distrik merah kecil.

Aku mendecakkan lidahku.

“Tampaknya tempat ini bukanlah kamp militer tapi tempat tinggal berlisensi. Apakah aku harus membayar biaya masuk? ”

“Tentu saja tidak. Master kita selalu disambut. ”

“Tsk, para cabul ini ……”

Aku duduk di tempat yang terasa nyaman. Witch yang tiba-tiba duduk di sampingku menyeringai ceria.

“Yin dan Yang harus menyatu bersama untuk membentuk persatuan, namun, kalian gadis-gadis tampaknya berada dalam keadaan yang sangat baik dengan orang-orang cabul bermain-main dengan orang-orang yang tidak senonoh lainnya.”

“Eeh. Mengapa Master kita khawatir padahal ini bukan pertama atau kedua kalinya Anda melihat kami seperti ini? ”

“Apa ada yang telah Master lakukan untuk melengkapi kami karena bersikap cabul, tidak teratur, dan ceroboh-?”

“Diamlah. Kalian terlalu berani karena kalian tidak khawatir akan kematian dengan pedang di medan perang, tapi sebaliknya, kalian bersiap untuk mati dengan bersetubuh lebih dulu. Cepat dan pakailah pakain dalam kalian. Ada sesuatu yang serius ingin aku diskusikan, itulah sebabnya aku datang jauh-jauh ke sini sendiri. ”

Para Witch cemberut dan meletakkan pakaian di atas bahu mereka. Sebenarnya, itu adalah pakaian yang lebih cocok untuk disebut kain daripada pakaian sebenarnya. Tengkuk leher mereka terbuka lebar dan dada mereka benar-benar terungkap. Melihat bahwa mereka mengekspos diri mereka selagi di hadapanku, jelas kalau mereka mencoba menggodaku. Aku tidak ingin menegur mereka lagi, jadi aku membiarkannya.

Para Witch menyesuaikan pakaian mereka perlahan. Sepertinya mereka berpikir jika mereka melakukan itu, maka aku akan berubah menjadi binatang bergairah dan menerkam mereka. Melihat perilaku konyol mereka, aku mengeluarkan dengusan, dan begitu aku melakukannya, para penyihir menggerutu dengan wajah yang menunjukkan ketidakpuasan. Bagaimanapun juga, mereka tidak tahu batasannya.

Aku menatap Humbaba yang bersikap sebagai pemimpin para Witch.

“Apakah ada ketidaknyamanan saat berada di kamp?”

“Kami diberi makan dan tempat untuk tidur, jadi ketidaknyamanan tidak mungkin ada-”

“Aku khawatir karena sebelumnya kau sering diperlakukan tidak adil. Apakah tidak ada orang-orang tidak sopan yang menganiaya atau menghajarmu? ”

“Ya. Orang-orang yang memperlkakukan kami dengan buruk biasanya adalah bangsawan, tapi seperti yang Tuan sudah ketahui, tidak ada bangsawan di perkemahanmu, dan kalaupun ada, hanya bangsawan kecil yang berbau kencing di pohon keluarga sekarang- …… ”

Ekspresi para Witch berangsur-angsur menjadi lebih buruk.

Tidak mungkin Tuan mereka akan datang berkunjung tengah malam hanya untuk menanyakan tentang kesejahteraan mereka. Ada urutan dalam percakapan, jadi landasan harus ditetapkan terlebih dahulu. Namun, karena landasannya terus terbenam, para Witch khawatir tentang pembicaraan macam apa yang akan terjadi selanjutnya. Begitu aku menutup mulutku, tenda tersebut menjadi sunyi. Tempatnya masih lembab, namun bukan lagi kehangatan yang menyenangkan tapi hanya panas biasa saja. Aku berbicara.

“Kudengar kalian mengkhianatiku. Kenapa kau melakukannya?”

“……”

“Aku tidak ingin kalian berdalih menggunakan ketidakwajaran dan informasi yang kalian berikan. Katakan alasan di balik pengkhianatan tersebut. ”

Di atas tenda, suara burung hantu teriak bisa terdengar. Tenda Witch cukup tipis sehingga suara burung tersebut terasa sangat dekat. Para Witch dilarang memakai atau menggunakan kulit hewat. Itulah hukum di dunia demon. Tenda tersebut terbuat dari kapas. Begitu teriakan burung hantu berhenti, Humbaba berbicara.

“Hamba akan menebus kejahatannya dengan kematiannya.”

“Aku meminta alasan pengkhianatannya. Apakah aku tidak perlu mengetahui sesuatu sebelum bisa menentukan apakah aku mau menerima permintaan maafmu atau tidak? Tidak ada artinya jika kau mati dengan sendirinya. ”

“Kami kecanduan uang-.”

“Uang? Jika kau menginginkan uang, kau bisa memintanya kepadaku, bukan? Kalian semua seharusnya tahu betul kalau aku memiliki begitu banyak uang sehingga hampir tidak terkendali. ”

“Karena tidak ada yang lebih mengerikan dari pada uang gratis, itu juga tidak masuk akal bagi kami. Melainkan, melakukan pekerjaan mata-mata lebih efisien dan bersih. ”

“Oh, orang-orang tolol ini.”

Aku meletakkan tanganku di dahiku. Otakku mulai terasa sakit.

Aku mengerti karena para Witch menjalani kehidupan mereka dengan di ejek oleh ras lain, satu-satunya tempat yang bisa mereka percayai adalah uang. Orang tidak menganggap tindakan melanggar janji dengan individu kelas rendah memalukan. Selama itu bukan hubungan bisnis, pengkhianatan adalah nasib rakyat jelata yang telah ditakdirkan. Sungguh menyedihkan melihat mereka menggunakan takdir mereka sebagai alasan.

“Dan terus? Apakah kau mendapatkan uangnya? ”

“Tidak. Kami hanya mendapat setengah dari jumlah yang dijanjikan- ”

“Apa? …… Setelah mengkhianatiku, kau dikorupsi setengahnya? ”

Aku tercengang.

“Dear God. Aku sudah tahu kalau kalian semua adalah orang-orang tolol tapi aku tidak menduga kalau kalian juga sekelompok bocah polos. Jika kau menusuk seseorang dari belakang, lakukan dengan benar. Apa yang kau lakukan sebenarnya? ”

“Kami mendengar bahwa Nona Paimon bersikap baik terhadap rakyat jelata, jadi kami sedikit berharap. Tapi ternyata dia tidak sebaik dengan rumornya. Ahahaha. ”

“Kau tertawa? Apakah tadi benar-benar suara tertawaan? ”

Bahu para Witch bergetar.

Aku mendesak mereka untuk mengatakan informasi apa yang telah mereka jual. “Tidak, bukan sesuatu yang penting. Itu benar bukan apa-apa ‘, dan kejahatan yang Humbaba lakukan termasuk dalam kategori sesuatu yang besar. Setelah mendengar bahwa mereka telah memberitahukan semua proses pengambilan Farnese dan proses perintah untuk pembantaian kepada Paimon, aku meraih bagian belakang leherku. Ketika aku bertanya kepada mereka berapa banyak uang yang seharusnya mereka terima, mereka menjawabnya 3.000 emas. Karena mereka telah kehilangan separuh dari jumlah tersebut, mereka hanya mendapatkan 1.500 emas setelah menjualku.

Betapa menjengkelkan.

Aku melihat sebuah mantel yang tergantung pada tali jemuran di dalam tenda. Itu merupakan mantel hitam yang kuberikan pada Humbaba kemarin. Semua noda kotor telah hilang dan mantelnya kering, yang membuatku heran apakah mereka mencucinya dengan salju di luar. Rasanya bagi para Witch, ketulusan mencuci pakaian yang telah kuberikan kepada mereka dan tindakan spele mengkhianatiku dengan uang, dengan mudahnya hidup berdampingan.

Kegembiraan di wajah para Witch sudah tidak ada lagi. Aku bisa melihat para Witch dengan wajah tanpa emosi untuk pertama kalinya. Mereka sama sekali tidak terlihat aneh. Orang yang selalu tersenyum seharusnya menjadi orang yang memiliki alasan untuk terus tersenyum, tapi kenyataan bahwa mereka harus terus tertawa tidak begitu lucu bagi mereka. Itulah alasannya.

Aku berbicara selagi aku menghela nafas.

“Girls, politik tidaklah pantas bagi kalian. Demon Lord dan aku saat ini bergerak di belakang layar, dan jika sekelompok gadis sepolos seperti kalian semua mencoba dan masuk, maka kalian hanya akan terluka parah. Karena kalian semua menentang perintah militer, kalian harus membayar denda. ”

“……”

“Bawa cutting board. Aku akan memotong satu jari dari kalian semua. ”

Satu per satu, aku memotong jari dari witch dengan pisauku. Pisau tersebut adalah pisau yang sama ketika aku menggunakannya untuk membunuh pertama kalinya di dunia ini, pisau yang telah membunuh Andromalius.

Saat jari manis di tangan kiri mereka dipenggal, para witch tidak tampak seakan merasakan rasa sakit. Rasa sakit dan pikiran yang seharusnya memburuk akibat jari manis mereka, tidaklah ada. Sambil memotong jari mereka, aku berbicara.

“Karena masa hidup kalian panjang, suatu hari kalian akan bertemu pasangan seumur hidup kalian. Bahkan jika pasangan seumur hidup itu mengakui cintanya dan melamar kalian, kalian sekarang tidak lagi memiliki jari untuk memasang cincin. Kalian lumpuh selamanya. Menyesallah dalam debu dan abu karena kebodohan tidak memiliki ikatan yang berharga dan dengan cepat mengkhianatinya. Kalian akan mengerti perasaan ini saat kalian bertemu dengan orang yang kalian cintai. ”

“……Master.”

“Temui aku saat pagi tiba. Aku akan memberikan sisa emas yang kalian tidak dapat terima. ”

Aku mengusap pisau tersebut dengan ujung mantelku dan meninggalkan tempat tersebut. Begitu aku kembali ke kemahku sendiri, Lapis sedang mengatur tempat tidur. Dengan suatu cara, Lapis mendengarkan percakapan yang aku lakukan dengan para witch, jadi dia tahu segalanya.

“5 poin, Yang Mulia. Hukumannya sangat lemah. Akan lebih baik jika membunuh mereka. ”

“Mereka sengaja tertangkap .”

“Maaf?”

Aku mengangkat botol alkohol dan langsung meminumnya.

“Apakah witch yang telah hidup selama lebih dari 200 tahun adalah orang yang begitu naif? Mereka jelas tahu bahwa Barbatos akrab denganku, jadi jika mereka melakukan pekerjaan mata-mata, maka mereka akan bersikap lebih hati-hati. Meskipun begitu, bukannya mereka bolak-balik dari perkemahanku dan Paimon tanpa menyamar sama sekali? ”

Lapis mendukung dagunya dengan tangannya.

“Apakah Yang Mulia mengatakan bahwa para witch telah mengkhianati Yang Mulia secara sengaja dengan tujuan agar tertangkap? Hamba tidak mengerti. Manfaat apa yang bisa mereka dapatkan dari melakukannya? ”

“Ini sebuah tes. Mereka sedang menguji untuk melihat apakah aku benar-benar orang baik yang dapat diandalkan atau tidak. ”

“Sebuah tes……”

“Mereka pasti merasa cemas karena aku selalu memperlakukan mereka dengan baik. Mereka ingin percaya dan mengabdikan kesetiaan mereka kepadaku, tapi mereka tidak dapat melakukannya karena mereka tidak yakin apakah aku akan menghargai mereka atau tidak. Itulah sebabnya mereka mengujiku. Jika perlu, mereka mungkin telah membuat rencana untuk berpindah haluan dan bergabung dengan pihak Paimon …… ”

Sepertinya Lapis agak ragu setelah mendengar kata-kataku.

Begitu fajar tiba, para witch datang. Karena mereka tidak berani untuk memasuki tempat peristirahatanku, para witch berlutut di atas salju di luar. Begitu aku keluar dari tenda, kedua belas witch menurunkan tubuh telanjang mereka di atas salju. Mereka tidak memakai pakaian.

Di punggung putih para witch, bekas luka permanen tetap ada. Tanda cambuk, tanda bekas luka dari siksaan di masa lalu, dan luka yang disembuhkan kemudian dilukai lagi sampai bekas luka tetap utuh, luka-luka ini bertahan di tubuh mereka. Setiap witch, yang tidak mengenakan apa-apa, memiliki kalung di leher mereka dan menggantung dari kalung tersebut adalah jari manis yang telah aku potong.

Humbaba menurunkan dahinya ke tanah.

“Kami 「Berbere Sisters」, yang lahir tanpa rumah, dibesarkan di gang-gang belakang kota dan desa, dan individu-individu yang telah menghabiskan hidup kami sebagai tentara bayaran selama beberapa dekade dan abad, sekarang ingin melupakan masa lalu kami dan menemukan nilai dalam hidup kami sebagai pengikut Demon Lord Dantalian sepenuh hati kami, kepala kami, jiwa kami selamanya akan menjadi milik Yang Mulia. Karena itu, Yang Mulia, tolong rawat hati, kepala, dan jiwa kami yang hilang. ”

Sebuah sumpah setia.

Ketika para bangsawan menjanjikan kesetiaan mereka, mereka mencurahkan hati mereka, orang biasa mengabdikan hati dan kepala mereka, dan para rakyat jelata mengabdikan semuanya bahkan sampai jiwa mereka sendiri.

Aku membawa semua mantel yang aku miliki dan mengenakannya pada mereka satu per satu. Para witch dengan sungguh-sungguh menyesuaikan mantel hitam mereka. Aku menempelkan dahiku ke dahi Humbaba.

“Aku bersumpah, bahwa aku, Dantalian, tidak akan pernah mengembalikan nasihat engkau dengan keheningan, dan tidak akan pernah mengembalikan saran engkau dengan cemoohan. Jika engkau berkeringat dan berdarah untuk kepentinganku, maka aku akan membayar kembali berat yang sama untuk setiap tetes keringat dan darah. ”

Ο

[The Barbere Sister telah direkrut sebagai bawahan.]

[Tingkat kesetiaan akan muncul dalam status Witch.]

[Kesetiaan total dan kuat. Pihak lain menganggap Anda sebagai satu-satunya Tuan mereka. Mereka tidak akan mengkhianati Anda selama Anda tidak mengkhianati mereka terlebih dahulu.]

Ο

eb8d98eca084-eb9494ed8e9cec8aa4-volume-3-page-173

Ο

Dengan menerima gadis-gadis ini, sama saja dengan mengakui bahkan witch memiliki jiwa.

Para witch terisak-isak pada salju. Mereka tidak meneteskan air mata untukku, tapi untuk diri mereka sendiri. Mereka duduk berlutut di dalam salju yang berkibar untuk jangka waktu yang lama. Aku menepis salju yang jatuh di kepala mereka dengan tanganku.

Ο

Ο

Pada hari ini, strategi Pasukan Sekutu Demon Lord akhirnya diputuskan.

Pasukan pertama. Peringkat ke-8, Barbatos
Maju dengan Fraksi Dataran dan 21.000 tentara di bawah komandonya.

Pasukan kedua. Peringkat ke-5, Marbas
Maju dengan Fraksi Netral dan 15.000 tentara di bawah komandonya.

Pasukan ketiga. Peringkat ke-9, Paimon
Maju dengan Fraksi Gunung dan 13.000 tentara di bawah komandonya.

Meskipun barisan pasukan mencapai enam, tentara yang tertulis di atas kertas hanyalah ini. Peringkat 1, Great Demon Lord Baal memimpin Pasukan Keenam, namun Baal tidak memimpin tentara untuk bertemu dengan kami di sini. Ada sekitar 30 Demon Lords lainnya yang juga seperti itu.

Dengan kata lain, ini adalah seluruh tentara kami.

Martabat Kekuatan Pasukan Sekutu Demon Lord, yang memimpin sebuah pasukan besar terdiri lebih dari 100.000 tentara di seluruh dataran, telah datang sejauh ini. Meski tidak ada yang mengakuinya, semuanya sudah tahu. Bahwa era Demon Lord sudah berakhir.

Manusia secara perlahan berhasil dalam pemerintahan otoriter yang terpusat, dan di era dimana kerajaan dan kekaisaran dibangun, demon masih dikelola oleh desa dan klan. Demon menunjuk manusia dan memandang rendah mereka, menunjuk mereka sebagai hewan ternak yang dijinakkan, namun kenyataannya adalah kebalikannya. Demon adalah binatang malang yang bahkan tidak bisa dijinakkan.

Era ini sudah menjadi gelap. Mayoritas benua ditempati oleh manusia. Demon bisa saja layu saat dikelilingi oleh manusia atau mempercayakan tubuh mereka pada sebuah peperangan terakhir tanpa harapan. Lagipula, itu bunuh diri.

Paimon, yang menyarankan agar kita meringkuk karena tidak ada harapan untuk memenangkan perang, atau Barbatos yang menyatakan bahwa tidak akan ada kesempatan untuk bertahan hidup jika kita tetap jinak sehingga perang harus dilancarkan. Mereka tidak lebih dari pelopor yang mencium aroma pemusnahan dan telah putus asa.

Barbatos yang berteriak untuk mengutus, mengklaim bahwa ini adalah kesempatan emas yang diberikan kepada kita oleh surga karena manusia dimusnahkan oleh 「Black Death」 yang menyebar ke seluruh benua. Atau Paimon, yang memperingatkan semua orang bahwa tidak akan ada akhir dalam perang yang dimulai sambil percaya bukannya dengan kekuatan tentara kita sendiri, namun dengan kelemahan musuh, maka begitu perang dimulai, tidak dapat diambil kembali. Sepertinya tidak ada penjelasan untuk membuka pintu ke era baru.

Di era tanpa kejelasan, Barbatos membahas tugas seorang Raja yang harus memimpin rakyat mereka, dan Paimon menganugerahkan nasib seorang Raja yang harus jatuh bersama rakyatnya. Bahkan jika mereka mengikuti tugas mereka atau menerima nasib mereka, hal yang harus dibuang adalah kehidupan mereka. Apakah lebih baik menyerahkan pada hidup seseorang atau tugas seseorang, atau membuang nyawanya dengan mengikuti takdirnya, Barbatos atau Paimon tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Itu adalah pertanyaan yang tak terjawab. Untuk menemukan jalan yang berisi jawabannya, Demon Lord membawa hidupnya ke jalan masing-masing.

Barbatos pergi ke selatan. Tanahnya rata dan luas di wilayah selatan. Sangat mudah untuk memimpin pasukan melalui dan mengangkut perbekalan. Itu juga mudah untuk pertempuran terjadi. Sepertinya Barbatos sedang mencari jalannya menuju cakrawala tanpa henti. Namun, Barbatos kemungkinan besar tidak tahu apa yang akan menunggunya melewati cakrawala. Dia bukan Raja yang mempertanyakan akhir, tapi hanya seorang Raja yang berjalan di jalan setapak.

Paimon pergi ke barat. Medan pegunungan sangat berbahaya di barat. Sulit untuk memimpin pasukan melalui dan memindahkan perbekalan. Tampaknya Paimon akan mencari jalannya setelah berhasil keluar dari pegunungan terjal. Namun, sudah jelas bahwa setelah Paimon melarikan diri dari pegunungan, dia pasti tidak tahu arah mana yang harus diambil. Dia adalah seorang Raja yang mencari akhir jalan, namun tersesat dalam perjalanan.

Dan aku secara miring melintasi antara selatan dan barat.

Bagian barat daya adalah rute yang mudah dan sulit untuk dilewati. Itu adalah lokasi di mana satu pegunungan meringkuk dan satu pegunungan lagi menyebar. Jalan setapak diletakkan di antara pegunungan yang berakhir dan pegunungan dimulai. Begitu kau melewati lorong sempit, kau akan langsung berada di jantung kekaisaran manusia. Itu merupakan jalan pintas.

Bahkan manusia pun tahu betul pendeknya rute ini. Manusia membangun benteng di dalam celah antara pegunungan. Benteng tersebut menghalangi jalan setapak dengan dua lapisan. Jika seseorang berencana untuk menyeberang melewati gunung, yang tidak ada dataran dan pegunungan, kita harus melewati 2 kubu. Itu adalah jalan yang pendek tapi sulit. Namun, yang sesuatu menunggu di depan melewati gunung tersebut sudah pasti, dan ke mana harus pergi setelah melakukan jalannya juga jelas.

Pertemuan selesai. Saat itu sudah tengah malam saat aku meninggalkan tenda.

Cahaya bulan cerah dan meresap ke ladang bersalju. Langit malam dan ladang bersalju memeluk sinar bulan dan menyinari pegunungan yang jauh seperti senja. Gunung-gunung berada di ujung lapangan.

Aku mencoba memahami mengapa Hannibal menatap Pegunungan Alpen dan mencoba mencari jalan di daerah yang bukan jalan setapak. Jalan ini akan berakhir di ujung gunung dan jalan lain akan terbentang sebelum itu selesai. Hannibal kemungkinan besar melihatnya sebagai akhir dari sebuah era dan awal zaman baru.

“Yang mulia.”

“Tuan.”

“Master.”

Lapis, Farnese, dan para witch mendekati sisiku. Melihat bahwa aku tidak menanggapi panggilan mereka, mereka mengikuti pandanganku dan menatap langit malam. Mata gadis-gadis yang lahir dan dibesarkan di tempat yang gelap tersebut bisa beradaptasi dengan baik pada malam hari dan bisa melihat jauh. Bagi kami, malam lebih nyaman dan menenangkan dibanding pagi hari.

Akhirnya, para witch berlutut terlebih dulu, Farnese membungkuk, dan Lapis menundukkan kepalanya.

Lapis kemudian bertanya.

“Yang Mulia, kemana kita akan pergi?”

Sambil memandang gunung, aku berbicara.

“Ke Kekaisaran.”

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο


Sebelumnya (Eclair) | Selanjutnya


 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)