Dungeon Defense Vol 3 – Bab 4 Part 2

Oleh Alone of Nyx on March 3, 2018

Dungeon Defense: Volume 3 – Bab 4 (Part 2) Bahasa Indonesia


Bab 4 – KABUT PERANG (Part 2)

 

 

▯Penjaga Utara, Margrave of Rosenberg, Georg von Rosenberg
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 3, Hari 11
Dataran Neris

 

Ο

 

Para petugas dan prajurit tidak dapat mengenaliku yang telah mendekat sambil berjalan dengan tongkat. Bahkan setelah aku menunjukkan cincin Kediaman Rosenberg, penjaga gerbang masih setengah ragu. Penampilanku kotor dan lusuh. Meskipun aku akan pergi dan bertanya, jangan berharap terlalu banyak, penjaga gerbang mengucapkan ini dan pergi untuk memberitahu orang-orang akan kedatanganku.

 

Setelah sekian lama, seorang kapten tiba sambil memegang tali yang digunakan untuk mengikat penjahat. Itu adalah kapten yang aku kenal. Karena tidak dapat memperlakukanku sebagai penjahat, sang kapten tergagap.

 

“Mereka bilang kejahatan membawa kami kekalahan, itu mengerikan ……”

 

“Apakah Yang Mulia Putri Kekaisaran memerintahkanmu untuk mengikatku?”

 

“Maafkan saya, Yang Mulia.”

 

Tenggorokanku kering. Aku batuk kering. Karena aku dipukul di bagian belakang kepala dan jatuh ke salju, batukku menjadi lebih sering. Batuk yang telah menemaniku setelah usia 60 memberitahuku usiaku. Usia yang aku hadapi karena aku sudah tua, sangat menyakitkan.

 

“Untuk apa meminta maaf. Ikat aku.”

 

“Tolong benci kapten ini.”

 

Sang kapten mengikat kedua lenganku dan menuntunku ke pangkalan. Selama tengah hari, daerah yang dipenuhi sinar matahari di pangkalan militer sangatlah luas. Di setiap lokasi di mana matahari bersinar, tentara berkumpul dan berbagi obrolan ringan. Begitu seorang kapten mulai memimpin seorang pria tua yang terikat tali, tentara berpaling untuk melihat ke arah ini. Seseorang pasti sudah mengenali tulang lamaku karena namaku langsung menyebar dengan cepat.

 

Ο

 

― Itu Margrave of Rosenberg.

 

― Yah, alasan posisi kita diambil tempo hari ……

 

 

 

Para petugas dan prajurit berbisik. Rasanya tubuhku benar-benar terbuka dan daging dalamku terungkap. Kapten membimbingku tidak ke tempat tinggal yang digunakan untuk dewan perang, tapi ke tenda pribadi Putri Kekaisaran.

 

“Saya telah membawa Jenderal yang kalah, Yang Mulia.”

 

Jendral yang kalah.

 

Aku merinding. Rasa malu yang aku rasakan sekarang tenggelam ke sudut yang lebih dalam daripada saat berjalan di depan tentara.

 

Putri Kekaisaran tidak menanggapi. Bayangannya bisa terlihat dengan samar melalui kain tenda putih.

 

“Yang Mulia.”

 

Kapten memanggil sekali lagi. Tidak ada respon. Merasa bingung, sang kapten menoleh untuk menatapku. Tampaknya kapten tidak memiliki keberanian untuk mendesak dan memanggil Yang Mulia Putri Kekaisaran, yang seperti langit, untuk ketiga kalinya. Aku berdeham.

 

“Yang Mulia, hamba berada di sini untuk menundukkan kepalanya.”

 

“Masuk.”

 

Suara bermartabat keluar dari tenda.

 

Dengan langkah-langkah kriminal, aku memasuki ruangan. Putri Kekaisaran sedang duduk di meja dan berurusan dengan dokumen. Di tengah tenda, uap naik dari ember penuh air panas.

 

Bahkan setelah kami masuk, Putri Kekaisaran terus menyentuh dokumen-dokumen tersebut. Tampaknya berada di tenda Yang Mulia untuk jangka waktu yang lama membuat kapten berada dalam tekanan yang sangat besar. Hanya suara tulisan tangan pada perkamen yang bergema di seluruh tenda. Meskipun waktu seharusnya sama tidak peduli jenis ruang apa pun kau berada, kapten tidak dapat menangani waktu di dalam ruang yang terisolasi ini. Putri Kekaisaran berbicara.

 

“Kau bisa pergi sekarang, kapten.”

 

Sang kapten pergi dengan cepat.

 

Dan saat itulah, Putri Kekaisaran berdiri. Mata yang merah seperti darah menatap wajahku. Tidak ada emosi di sana.

 

“Tuan Rosenberg.”

 

“Ya, tolong bicara, Yang Mulia.”

 

“Engkau telah kalah.”

 

Aku berlutut.

 

“Jangan maafkan hamba, Yang Mulia.”

 

“Itu benar. Begitulah seharusnya kau bersikap. Namun, jika aku tidak memaafkanmu, apakah tentara yang telah gugur kembali hidup? Akankah daerah pegunungan yang tertembus dapat diblokir sekali lagi? Prajurit kita, yang telah dibakar sampai mati, masih merupakan orang-orang yang telah dibakar, dan tentara, yang telah melakukan pengepungan dan telah mundur, masih tentara kita yang telah melarikan diri. ”

 

“……”

 

“Kenapa kau kalah?”

 

Secara lengkap, aku menceritakan semua hal yang aku ketahui.

 

Putri Kekaisaran dengan seksama mendengarkan kata-kataku. Setelah mendengar semuanya, dia mengucapkan.

 

“Jadi begitu, jadi dia itu Dantalian.”

 

“Bagaimana Yang Mulia mengetahui itu …… ”

 

“Seorang kenalanku mengirimiku beberapa informasi. Silahkan lihat juga. ”

 

Putri Kekaisaran mengeluarkan jam tangan dari dalam pakaiannya. Begitu dia memutar jam, asap mulai keluar. Layar transparan tampak agak gelap terlihat di asap. Artifak Memory Play. Itu adalah alat dengan harga selangit.

 

 

 

― Ubah tempat ini menjadi Neraka.

 

― Aha? Dengan ‘Neraka’, apakah maksudnya master?

 

― Aku bisa mencium aroma di suatu tempat. Ini adalah bau lemak yang berasal dari massa daging yang menjijikkan. Ini adalah bau keserakahan dan kemunafikan.

(TL Acedia: Paimon, you bitch~!)

 

 

 

Mataku terbuka. Sosok Dantalian muncul di layar. Dia memerintahkan untuk pembantaian dan sejumlah manusia terbunuh. Aku menahan napas. Putri Kekaisaran mematikan artifak tersebut dan menanyaiku.

 

“Bagaimana? kau pasti pernah melihat Demon Lord ini secara pribadi. ”

 

“Ya …… Tanpa diragukan lagi, itu adalah Demon Lord Dantalian.”

 

“Apakah tidak ada kemungkinan kalau mereka telah mengakuisisi seorang pria dengan wajah yang sama seperti Dantalian dan membuatnya bertindak sebagai Demon Lord? Juga, apakah tidak mungkin mereka telah menyewa sekelompok penyihir untuk melakukan pertunjukan ini sambil menyamar? ”

 

“Kemungkinan hal seperti itu sangat rendah. Yang Mulia, hamba mengenali witch yang muncul bersama Demon Lord. ”

 

“Siapa?”

 

“Kami bertarung beberapa hari yang lalu. Hamba bahkan memotong gadis tersebut. Jika itu merupakan pertunjukan, maka akan sulit untuk memiliki penampilan yang hampir identik seperti itu. Selanjutnya, gadis yang dipeluk di dalam lengan Dantalian adalah Jenderal Demon Lord. ”

 

Putri Kekaisaran meletakkan tangannya di dagu dan berpikir.

 

“Aku telah mengirim seseorang ke Pavia untuk mengkonfirmasi kejadian ini. Ternyata, memang ada insiden di mana pasar budak diserang musim gugur lalu. Orang-orang dari Pavia percaya bahwa itu adalah tindakan demonic beast liar.”

 

“Yang Mulia.”

 

“Demon Lord Dantalian kemungkinan besar membantai orang-orang dengan sengaja, terlepas dari ras mereka, untuk menyamarkan serangan di pasar sebagai serangan oleh binatang. Karena manusia dan demon mati tanpa pandang bulu, tidak ada pilihan lain selain melihatnya sebagai tindakan yang dilakukan oleh demonic beast.”

 

“……”

 

“Dia adalah pria yang kejam, Tuan Rosenberg.”

 

Kejam.

 

Penilaian Putri Kekaisaran sangat benar. Demon Lord Dantalian adalah orang tak berperasaan. Tidak mungkin dia mengampuni kehidupan manusia yang telah ditangkapnya sebagai tahanan. Jika itu untuk meraih kemenangan, maka ia dengan tenang akan menyudutkan bawahannya ke dalam situasi yang mematikan. Tentunya, tanpa diragukan lagi, Dantalian adalah seorang penjahat yang paling cocok dengan gelar ‘Demon Lord’.

 

Tapi kenapa? Mengapa adegan yang aku saksikan, setelah tersadar dari pingsan, terasa begitu sentimental? Pemandangan yang aku tidak yakin apakah itu nyata atau halusinasi. Dalam sinar matahari yang mirip dengan kabut, Dantalian dan gadis-gadis bercampur bersama-sama seperti cahaya yang menyilaukan. Adegan yang telah menjadi misteri tersendiri dan terukir ke dalam mataku. Sebisaku untuk mencoba mendorong pemandangan tersebut jauh dari kepalku, malah menjadi semakin dekat. Namun, bahkan kedekatan tersebut terlalu jauh bagiku untuk disebrangi. Rasanya seolah-olah tempat itu merupakan surga.

 

“Rosenberg.”

 

“Ya, Yang Mulia.”

 

“Habsburg telah memberikan kepercayaannya satu kali.”

 

Putri Kekaisaran mengangkat belati.

 

Aku perlahan-lahan menutup mata. Aku datang ke sini sudah bertekad. Alasan mengapa aku tidak bunuh diri dikarenakan individualitasku menganggap bunuh diri sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Seperti sekarat secara sukarela merupakan tugas sendiri, itu adalah sesuatu yang sangat memalukan untuk pengkhianat yang telah mempermalukan ras dan menghancurkan negaranya. Kematianku tidak lagi punya diriku sendiri, dan harus menjadi hukuman dari negara. Aku datang ke sini untuk mati.

 

“Yang Mulia. Berlakukan keadilan Anda.”

 

“……”

 

Tanpa diduga, suara tawa hampa mencapai telingaku.

 

Pisau bergerak di udara dan memotong tali, membebaskan kedua tanganku. Merasa heran leherku belum putus, aku membuka mataku. Di depanku, Putri Kekaisaran tersenyum.

 

“Aku tidak akan mengambil nyawamu.”

 

“Yang Mulia ……?”

 

“Tubuhmu sangat kotor. Mengapa Margrave, yang hanya kami miliki empat di kerajaan kami, tidak memperhatikan pakaiannya sama sekali? Dasar pikiran seseorang dalam tubuh mereka, dan dasar tubuh seseorang dalam pakaian mereka, jadi jika pakaian yang berantakan, maka itu mengungkapkan bahwa pikiran seseorang juga berantakan.”

 

Putri Kekaisaran mengendurkan kerahku. Meskipun aku mencoba untuk mundur, Putri Kekaisaran dengan tegas mencengkeram tepi pakaianku. Itu membingungkan. Tidak mungkin Putri Kekaisaran akan menginginkan tubuh tua ini, jadi aku tidak tahu alasan di balik tindakannya saat ini.

 

“Ini adalah perintah.”

 

“Sebagai seorang pengikut, bagaimana mungkin ……”

 

“Apakah kau pernah menjadi pengikut ku? Namun, karena kau merupakan narapidana kekaisaran, akan sulit bagimu untuk menentang kata-kataku. Atau mungkin, kau akan menolak kata-kata Penguasa dengan tubuh penjahat?”

 

“……”

 

Aku tidak bisa melawan.

 

Tangan putih Putri Kekaisaran meraih dadaku. Seiring dengan kancing yang terlepas, mantelku tergelincir.

 

Permukaan tangan Putri Kekaisaran kasar tidak sesuai dengan wanita yang seharusnya lahir di Istana Kerajaan. Samar-samar aku ingat rumor sejak dari kecil Putri Kekaisean telah belajar bagaimana untuk menangkap ikan dari nelayan, diajarkan bagaimana untuk berburu burung dari pemburu, dan belajar bagaimana untuk membajak sawah dari petani. Para Bangsawan berbicara dengan berbisik-bisik kalau itu adalah perilaku unik Putri Kekaisaran. jari Putri Kekaisaran yang kasar. Sensasi kasar ini membuktikan bahwa perilaku unik Putri Kekaisaran  tidak hanya sebuah tindakan kenakalan karena masih kecil. Sementara merasakan kemewahan Putri Kekaisaran melepas bajuku, yang tidak mewah, aku berbicara.

 

“Yang Mulia, buaya ……”

 

“Mm?”

 

“Bagaimana Yang Mulia belajar untuk menguliti buaya?”

 

“Aku melihat koki melakukannya di Istana Kerajaan.”

 

“Apakah sang koki memasak mengajari Yang Mulia?”

 

“Tidak, aku tidak diajari apapun. Aku hanya menontonnya.”

 

Putri Kekaisaran menarik kayu ember agar mendekat dan dicelupkan kain lap ke dalamnya. Aku terkejut.

 

“Apakah Yang Mulia mengatakan pada hamba, Anda belajar metode memegang pisau untuk menguliti hanya dengan observasi saja?”

 

“Memang seperti itu biasanya bagiku.”

 

Dengan splash, Putri Kekaisaran membasuh tubuhku dengan kain lap tersebut. Kulitku gersang dan kering sehingga menerima air hangat dengan baik. Aku merasa kulitku bernapas dengan terengah-engah. Karena terus bernapas, pikiranku menjadi rileks. Putri Kekaisaran menghibur kelelahan punggung dan bahuku dengan handuk.

 

 

Di belakang punggungku, Putri Kekaisaran berbicara.

 

“Tubuhmu memberitahuku cara hidupmu. Ini adalah bukti bahwa kau hidup tidak dengan kepala, tetapi dengan tubuhmu.”

 

“Itu adalah sesuatu yang tidak senonoh bagi penjahat untuk didengar. Silakan menahan diri dari berbicara kata-kata seperti itu, Yang Mulia.”

 

“Di mana kau mendapatkan luka tusuk ini di punggungmu?”

 

“Itu adalah bekas luka yang hamba peroleh ketika hamba berusia 18 tahun dan pergi ke medan perang untuk pertama kalinya. Selagi hamba melarikan diri ketakutan, hamba diserang oleh orang tak bernama.”

 

“Aha. Jika 18 tahun, maka itu sama dengan usiaku saat ini.”

 

Meskipun itu fasik, tawa kecil mengalir dari bibirku. Itu mengejutkan bahwa Putri Kekaisaran berusia 18 tahun dan anehnya aku sudah melewati usia 60. Sejak warisan aku telah berjalan turun dari usia 18 sampai 60 begitu jauh, aku tertawa samar-samar. Ini adalah sesuatu yang hanya aku bisa tertawa kan samar-samar.

 

“Meskipun jumlahnya bisa hampir sama, hamba tidak percaya bahwa prestasi Yang Mulia dapat dicapai oleh orang lain.”

 

“Kau telah berpegang pada kesetiaanmu untuk Keluarga Kekaisaran selama 60 tahun terakhir dan telah setia kepada orang-orangmu selama itu juga, tetapi tampaknya hanya dikalahkan dua kali sudah cukup untuk merusakmu. Aku akan menghibur tubuh Anda.”

 

“……”

 

“Penghinaan terhadap dirimu merupakan punyamu sendiri dan adalah sesuatu yang aku tidak bisa bersihkan. Oleh karena itu, karena aku tidak bisa membersihkan pikiranmu, memikirkan kalau aku menghiburmu dengan membersihkan tubuhmu. Jalan pertimbangan setidaknya tidak akan sendirian.”

 

Aku menyipitkan mataku.

 

Seperti air mengalir, uap panas naik ke atas. Uap mengisi tenda seperti asap. Bau kulit terpancar dari uap. Entah buaya, yang kulitnya sudah dikuliti oleh tangan Putri Kekaisaran sendiri, telah menikmati kemewahan sedalam binatang, atau aku menikmati kemewahan yang lebih dalam karena tubuku dibersihkan oleh Putri Kekaisaran sebagai pengikut. Aku tidak bisa memutuskan di mana dari keduanya yang lebih unggul. Saat menerima uap hangat, aku berbicara.

 

“Apa yang harus hamba lakukan?”

 

“Aku akan memimpin para ksatria dan mundur. Barbatos sangat tidak mungkin akan meninggalkan kita sendirian selagi kita mundur. Kekejamannya kemungkinan besar telah menumpuk ke titik di mana ia ingin membalas kita akan kekalahannya sampai sekarang secara penuh. Kau akan memblokir belakang kami.”

 

“Apakah Yang Mulia mengatakan hamba harus mati saat bertahan?”

 

“Aku tidak akan menghentikanmu.”

 

Tubuhku gemetar.

 

Putri Kekaisaran menyikat bahuku dengan tangan telanjang. Karena telapak kasarnya telah menyerempet kulitku, daging dalamku menjadi gatal juga.

 

“Namun, bukan hanya kau. Adikku akan berada di sana juga. Jika kau membiarkan Pangeran Mahkota Kekaisaran mati, maka kau kemungkinan besar akan dikenal sebagai pengkhianat selamanya. Tapi, jika kau dapat dengan aman membawa Putra Mahkota ke selatan, maka bukankah itu menjadi reputasi yang sangat besar?”

 

“…… Apakah Yang Mulia memberikan hamba kesempatan?”

 

“Aku hanya ingin memberikan lokasi yang tepat.”

 

Putri Kekaisaran berkata.

 

“Bahkan jika kau kehilangan kalah kali ini juga, aku tidak akan menghukum wilayah utara. Aku bersumpah pada nama Habsburg, jadi pergilah sambil membahu semua penghinaanmu sendiri.”

 

Ini adalah hal yang mewah bagi kriminal yang tidak dapat mengharapkan lebih.

 

Aku menunduk.

 

“Tulang-tulang tua ini akan melaksanakan perintah Anda, Yang Mulia.”

 

Ο

 

Ο

 

Ο

 

Ο

 

Ο

 

 

▯ Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 3, Hari 11
Dataran Neris, Kamp Pasukan Dataran

 

“Ssst.”

 

Barbatos membangunkanku.

 

“Jangan berisik.”

 

Tubuhku menjadi letih setelah bermain dengan Barbatos sejak tengah hari, jadi aku tertidur. Barbatos juga seharusnya begitu juga karena kelelahan, tapi di malam hari, selama malam yang ambisius ini, bahkan suara burung pun tidak dapat terdengar, dia membangunkanku. Sebagai referensi, orang yang paling aku benci di dunia adalah orang-orang yang membangunkanku saat aku sedang tidur. Orang yang membangunkan orang lain merupakan psikopat dan pasien penyakit mental. Aku tidak akan menerima argumen apapun.

 

“Ada apa?”

 

“Ikuti aku dan jangan berisik.”

 

Barbatos menurunkan suaranya dan tertawa cekikikan. Meski dia menyuruhku mengikutinya, dia tiba-tiba mencengkeram tanganku dan mulai menyeretku. Barbatos dan aku saat ini berada di situasi di mana kami bahkan tidak memakai satu pun pakaian, jadi artinya kami telanjang. OMG. Barbatos berusaha menyeretku keluar dari ruangan saat kami telanjang. Aku tidak punya pilihan selain kaget.

 

“Hei, apakah kau gila?”

 

“Aku akan menunjukkan sesuatu yang bagus.”

 

“Aku tidak tahu apa itu, tapi aku tidak bisa pergi keluar saat telanjang!”

 

“Sudah kubilang kau diam saja, idiot.”

 

Barbatos terus tertawa. Dia adalah seorang gadis tanpa akal sehat. Bagian mengerikan tentang gadis ini ialah meskipun dia tidak masuk akal, kekuatan pegangannya juga sangat kuat. Dari mana kekuatan fisiknya dari tubuh kecilnya berasal? Ketika Barbatos menyeretku, aku dengan tak berdaya ditarik seperti sedotan yang melayang menyusuri sungai. Oh my. Pelacur gila ini menyeretku keluar dari tenda!

 

Ini sudah larut malam, jadi perkemahan sepi. Hanya obor yang dipegang oleh penjaga patroli yang berkedip-kedip di kejauhan. Aku menjerit.

 

“Selamatkan aku, Dewi Kemurahan Hati!”

 

“Sheesh, diam sedikit, bisa kan? Kau benar-benar mengabaikan apa yang orang lain katakan, bukan? ”

 

“Apakah kau mengatakan hal itu kepadaku? Aang? Apa itu yang kau katakan padaku sekarang? ”

 

“Oh, Embers of Solace.”

 

Barbatos meniupkan napas ke telapak tangannya. Barbatos kemudian menyentuh wajah, leher, bahu, dada, dan bagian bawahku, dengan tangan kanannya. Begitu dia melakukannya, panas yang hangat menyebar dari daerah yang Barbatos sentuh. Malam musim dingin yang mengerikan itu telah menjadi semulus malam menjelang awal musim gugur. Bulu es yang berkibar di udara meleleh sebelum mereka bisa mencapai kulitku.

 

“Sekarang, apa sudah lebih baik?”

 

“Terima kasih, terima kasih. Aku sangat bersyukur, tapi masalah yang lebih mendasar, bukankah kau berpikir mungkin ada masalah yang lebih mendasar? ”

 

“Kenyataan bahwa kau jelek?”

 

“Ini keparat ……”

 

“Sialan, aku membawamu untuk menunjukkan sesuatu yang bagus, jadi ikuti saja aku. Tidak masalah jika hanya alat bawahmu yang panjang, tapi mulutmu juga panjang sekali. Lidahmu begitu panjang sehingga kau mungkin bisa membuat peternakan di atasnya, kau bajingan pincang. Haruskah aku merobek mulutmu dan mendorongnya ke pantatmu, kau sialan? Bajingan yang telah mengepakkan pantatnya setiap kali dia membuka mulutnya dan juga membuat bau kotoran dari Lautan utara sampai Lautan Putih adalah kau, kau anak sialan. Hm? Jangan membuatku mengubah lubang pantatmu itu menjadi lubang diare dan membuatmu bocor air setiap kali kau berjalan, kau amatir. Tutup mulutmu sialan dan ikuti aku.”

 

“……”

 

Melawan Barbatos dalam pertempuran mengutuk merupakan hal yang sangat bodoh untuk dilakukan.

 

Karena aku merupakan seorang individu yang mengenal diriku sendiri dengan pendidikan yang baik dan penyempurnaan yang indah sejak awal hidupku, ditambah, karena kata-kata kotor adalah bahasa dunia lain, aku hanya bisa terbelenggu oleh tangan penjahat yang dikenal sebagai Barbatos. Apa yang aku bisa lakukan terhadap Divine Grace Barbatos tentang kata-kata tidak senonoh yang berisi 500 tahun masa kerjanya. Jika terlahir menjadi baik merupakan sebuah dosa, maka aku adalah orang berdosa itu. Aku memperlakukan kejahatan dengan simpati.

 

Barbatos membawaku ke luar pangkalan militer. Kami hampir tertangkap oleh patroli beberapa kali. Sambil menghindari para penjaga, kami telah membuat tikungan dan belokan melalui kamp militer. Dan saat itu, Barbatos kadang-kadang berbalik dan menciumku tanpa alasan sama sekali. Barbatos adalah seorang gadis yang berciuman saat dia ingin berciuman. Aku hanya bisa pasrah.

 

Karena salju, bagian luar perkemahan menjadi bidang putih. Mayat terkubur di lapangan salju, dan di atas badan-badan itu, lebih banyak salju turun dan mendorongnya lebih dalam ke tanah. Setelah kami sampai di tempat ini, Barbatos melepaskan tanganku.

 

“Oke. Apa rencanamu di sini ……?”

 

Barbatos berjalan menuju lapangan tertutup salju sendirian.

 

Terhadap langit malam tempat salju turun, Barbatos menjulurkan tangannya. Dia mulai bernyanyi. Heran akan tindakan seperti apa yang terjadi di tengah malam, aku menatap gadis itu.

 

Itu merupakan lagu yang mengalir tanpa lirik tapi hanya suara.

 

Barbatos menatap ke langit seolah-olah dia adalah seorang saintess yang menerima karunia Dewa, dan saat dia berjalan menuju ladang bersalju yang tak terhingga, dia menarik seulas salju ke dalam pelukannya seolah dia akan lenyap selamanya.

 

Sulit untuk membedakan lapangan tertutup salju dengan tubuh telanjang Barbatos yang putih.

 

Lagunya terasa seakan berasal dari badai salju dan bukan pita suaranya, dan badai salju terasa seperti menangis di langit musim dingin yang jauh.

 

Ο

 

―.

 

Ο

 

Musim dingin meraung di tempat itu. Teriakan dingin musim dingin dengan mudah menembus kehangatan yang menutupi kulitku. Leherku menjadi dingin.

 

Menambahkan kekuatan ke pita suaranya, lagu Barbatos perlahan menjadi lebih kuat. Barbatos membuka mulutnya lebar-lebar dan membuat matanya menyipit. Dia menerima badai salju yang turun dari atas dengan melodi, dan membuat angin kembali ke atas. Rasanya suaranya telah memasuki rentang vokal yang tak bisa kudengarkan oleh telingaku.

 

Ah― …… angin bersalju membawa suara ini. Terbawa angin, dari sisi tanah bersalju ke sisi lain, ke tepi hutan poplar, hingga serigala yang mengeluarkan kepalanya dari hutan dan diam-diam mengawasi kami, sampai celah antara gigi serigala, ke mayat-mayat yang wajah mereka masuk ke bumi yang membeku, ke mata tubuh tempat darah membeku, dari sana ke sini, dan bahkan daerah yang lebih jauh dari tempat-tempat itu dan diisolasi, badai salju merayap ke lokasi-lokasi itu dan melodi itu meresap ke dalamnya juga.

 

Thuck.

 

Dari bawah tanah bersalju, lengan mayat yang busuk bangkit. Potongan daging robek dari lengan jadi terlihat tulangnya. Bahkan setitik salju yang ada di tulang bisa terlihat. Dengan bunyi ‘thuck’, suara yang terbuat saat seseorang melangkah di salju bergema pelan di seluruh wilayah. Thuck, thuck, setiap kali suara ini bergema, lengan muncul dari salju. Seolah-olah mereka mencoba meraih sesuatu, tangan yang membeku melambaikan tangan melalui udara yang kosong. Ratusan, ribuan tangan mencakar langit.

 

Lagu Barbatos perlahan berakhir. Dengan dia di tengah, sejumlah besar lengan mati telah keluar dari salju. Sambil menatap sekeliling, Barbatos berbicara.

 

Ο

 

―Kalian semua. Kembali hidup.

 

Ο

 

Apakah mereka menunggu satu baris tersebut?

 

Gerakan lengan mayat berhenti. Di ruang kosong di mana tidak ada apa-apa, lengannya mengepalkan tinjunya. Saat mayat-mayat itu berdiri, embusan salju berserakan juga. Begitu ribuan tumpukan salju berserakan pada saat bersamaan, badai salju menjadi semakin parah, dan kemudian, perlahan-lahan mulai tenang. Begitu sudah tenang, ada ribuan mayat yang berdiri di lapangan yang tertutup salju.

 

Barbatos mengeluarkan napas. Napas putihnya yang terlihat mengalir dari antara bibirnya. Aku menganga menatapnya.

 

“Bagaimana?”

 

Barbatos berkomentar.

 

“Meski agak dingin, ada bagusnya mengikutiku, kan?”

 

“…… Apa yang kau baru saja lakukan?”

 

“Hm? Mengisi ulang pasukan. ”

 

Barbatos langsung menjawabnya.

 

Mengisi ulang pasukan? Bagaimana ini bisa melengkapi pasukan!? Bukankah gadis ini benar-benar gila?

 

Ο

 

Aku baru saja menyaksikan tingkat dalam kemampuan yang tidak akan pernah bisa aku capai tidak peduli aku mati-matian berjuang. Aku juga telah menyaksikan alasan mengapa sistem sosial, yang serupa dengan suku, belum runtuh di dunia demon. Demon King bukan hanya penguasa, tapi juga para priest, shaman, dan saint. Demon lainnya taat karena kekuatan mengerikan yang berada di dalam nama terhormat tersebut.

 

Suatu hari, otoritasku mungkin menjadi cukup hebat untuk memungkinkanku mengendalikan kehidupan orang lain seperti yang aku inginkan. Namun, aku tidak dapat mengendalikan hal-hal yang tidak memiliki kehidupan. Kemampuan politikku tiba-tiba menjadi rendah saat berada di hadapan kemampuan Barbatos sendiri. Bagaimana aku bisa menerimanya? Bagaimana aku bisa menaklukkannya? Tidak yakin bagaimana aku akan menerimamu, aku bertanya.

 

“Barbatos, siapa kau?”

 

Barbatos meletakkan bibirnya di mayat. Dia tidak membedakan mayat dengan daging robek dan tengkorak yang telah kehilangan dagingnya. Dia memberkati semua mayat dengan ciuman. Embusan salju meniup lapangan. Dengan kepala mayat di tangannya, Barbatos hanya memalingkan kepalanya untuk menatapku.

 

Dia menyeringai.

 

“Seorang bajingan.”

 

Dan dengan begitu, tentara tengkorak bergerak maju.

 

Ο

 

Ο

 

Ο

 

Ο

 

Ο


Kuota Minggu ini 7003/7000
Ikut berpartisipasi dalam menentukan Main & Side Project Novel di Acedia of Nyx! Vote di sini! 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻