Dungeon Defense Vol 3 – Bab 5 Part 1

Oleh Alone of Nyx on March 14, 2018

Dungeon Defense: Volume 3 – Bab 5 (Part 1) Bahasa Indonesia


Bab 5 – Kata Tanpa Suara (Part 1)

 

 

 

 

Kesucianku dalam bahaya.

Terlebih lagi sangat parah.

Ini bukan lelucon.

Aku bisa merasakan para witch meneteskan air liur saat mereka menatapku.

 

Meskipun tidak terjadi apapun, para witch akan mengundangku ke distrik lampu merah yang mereka dirikan dan mengatakan, ‘Master, terjadi sesuatu yang besar. Master, terjadi sesuatu yang kecil … ‘. Jika aku masuk ke sana, mereka akan merokok opium dan dengan tajam menghampiriku. Mereka semua telanjang. Sungguh, mereka sekumpulan binatang. Jadi inilah mengapa hidup para witch sangat tidak adil. Penglihatanku menjadi kabur karena godaan parah ini.

 

“Apakah kalian semua sudah gila?”

“Aha. Apakah master mengatakan kalau Anda mau melakukannya dengan kami semua secara sekaligus?”

“Kenapa ketika aku menuangkan kata-kataku ke telinga kalian, kalian para gadis mendengarnya melalui pantat kalian?”

“Ara? Apakah lebih baik bagi tubuh master untuk melakukannya melalui lubang belakang kami? ”

“Apakah kita benar-benar berbicara dalam bahasa yang sama?”

“Tutup mata Anda sekali dan―owie.”

 

Aku memukul bagian atas kepala Humbaba dengan tinjuku.

 

“Dengar baik, kalian gadis dengan dada kecil. Aku tidak menganggap individu seperti kalian sebagai pasangan potensial seks. Jika kalian datar, maka kalian harus bersikap seperti itu dan hidup secara sederhana, namun kalian mencoba untuk meraih lebih banyak. Kalian tidak berada dalam posisi diambil oleh dunia, melainkan kalian berada dalam situasi di mana kalian harus mengambil dunia itu sendiri.”

“Ahahah? Ini agak menyusahkan bagi kami, ketika master kita, yang dengan patuh dimakan oleh Nona Barbatos, mengatakan dada datar sebagai pengalihan?”

“……”

 

Sekumpulan orang sialan ini. Mereka benar-benar menggali kelemahan orang lain sembarangan.

 

Kapan pun para witch pergi keluar, mereka akan selalu mengenakan pakaian berlapis tebal. Bahkan selama akhir musim dingin, di mana bau busuk air berasal dari sekitarnya, dan awal musim semi, di mana bau busuk air meresap ke dalam usus seseorang, para witch tidak menyadari musim karena pakaian tebal mereka. Humbaba telah mengatakan kepadaku karena tubuh tanpa jiwa adalah sesuatu yang harus dikutuk, mereka seharusnya tidak menunjukkannya kepada orang lain. Setiap kali para witch akan menurunkan topi kerucut mereka di atas kepala mereka, aku mengingat sarung tangan putih yang biasa dipakai Lapis. Topi kerucut witch dan sarung tangan Lapis memiliki dasar yang sama. Burung dengan bulu sedang bermain bersama.

 

Melihat bagaimana mereka berjalan ke di sisiku dari semua tempat, jelas mereka tidak berkumpul di sini dengan sengaja. Tempat ini kemungkinan besar adalah tempat di mana mereka akhirnya tiba setelah diusir dan diusir oleh orang lain. Meskipun ada keniscayaan dalam hidup, dan jalan seseorang menuju tempat tujuan tersebut cukup indah, jalan seseorang dikirim ke tempat pengasingan, karena kehidupan mereka bergantung pada suatu keniscayaan tertentu, tidaklah luar biasa. Di tempat pengasingan tersebut, aku percaya kalau aku harus menyingkirkan status sosial kelas terendah dan membiarkan semuanya menjadi orang biasa.

 

Dalam satu malam, aku menggambar sebuah pola. Simbol dari tiga lingkaran putih dengan latar belakang hitam. Saat menunjukkan ini ke para witch, aku berbicara.

 

“Mulai hari ini, ini akan menjadi simbol Demon Lord Dantalian. Karena kalian semua adalah pengawal ku, wajar bila kalian pergi berkeliling sambil mengenakan lambang ini di jubah kalian.”

 

Bagi para witch, pakaian merupakan sebuah penjara yang terus-menerus melilit tubuh mereka. Sebagai orang yang dikucilkan karena memiliki afiliasi atau rumah, bagi witch, pakaian tersebut adalah tempat pengasingan mereka. Dengan meletakkan lambangku ke jubah mereka, aku melepaskannya dari pengasingan mereka. Para witch mengerti maksudku. Awalnya, mereka tidak bisa membuka mulut mereka, sampai akhirnya, mata mereka dipenuhi dengan air mata.

 

“M-Maaaaaaster- ……”

“Berisik. Jika kalian tidak ingin memakainya, ya sudah.”

“Tidak peduli apapun, kami hanya akan melucuti pakaian kami di depan master!”

 

Sambil menangis, para witch menempel padaku. Sheesh. Hanya nafas yang bisa aku keluarkan. Jika memungkinkan, aku ingin mereka untuk tidak melucuti pakaian mereka di depanku, tapi apa yang bisa aku lakukan dalam situasi ini? Aku menepuk punggung para witch. …… Aku harus hidup dengan orang-orang ini, aku mengerti. Pada akhirnya, takdirku untuk tinggal bersama mereka. Nasib terkutuk ini.

 

gusu. Jadi, kapan master akan melepaskan pakaian dalam kami?”

“……”

 

Bangun dari mimpi liarmu, kau sepotong permen karet.

 

Tidak hanya para witch, satu-satunya yang diizinkan menggunakan lambangku hanyalah Lapis dan Farnese. Sementara memakai mantel hitam yang menutupi bahu kami masing-masing, kami sering melewati kamp militer Pasukan Sekutu Demon Lord. Setelah melihat kami dari kejauhan, para prajurit akan berbisik antara satu sama lain.

 

 

 

― Raja Rakyat Jelata ……

― Raja Pelacur dan budak ……

― Mengapa pelayan wanita vulgar semacam itu ……

 

 

 

Kami menganggap bisik-bisik prajurit sebagai sesuatu yang lebih sepele daripada teriakan seekor ayam jantan pagi. Sambil ‘kya- kya-‘, para witch menggantung di pundakku. Rasanya bahuku merupakan taman bermain bagi mereka. Bahkan saat kami berjalan, Farnese membaca buku dengan satu tangan, sambil diam-diam memegang ujung bajuku dengan tangan yang lain. Ah, aku berteriak agar mereka yang menyusahkan untuk melepaskanku. Lapis secara diam mengikuti kami yang seperti itu.

 

Tiba-tiba, rasanya seakan aku datang ke dunia ini dan membuat sebuah keluarga.

 

 

 

 

 

 

Tanah yang beku di musim dingin, telah mencair.

 

Limbah beku meleleh menjadi potongan kecil. Sinar matahari memeluk bumi yang mencair lebih cepat. Seakan mencoba menerima sinar lebih jauh lagi, bidang yang tertutup salju membuka celah mereka sedikit demi sedikit. Sekilas lantai tanah bisa terlihat melalui celah. Hamparan salju yang dangkal tampak seperti insang ikan putih. Bumi menarik napas berat dengan insang dan menyerap lebih banyak sinar matahari, sampai akhirnya, ladang yang tertutup salju meleleh dan mengalir ke sungai kecil. Meskipun ikan air tawar, serangga, dan makhluk hidup lainnya tidak dapat tinggal di sana karena air sungai masih dingin, suara air mengalir memanggil makhluk hidup lainnya. Suatu ketika, seekor rusa betina dengan tanduk datang ke sungai dan meletakkan kuku di air. Setelah melihatku, si rusa buru-buru melompat keluar dari sungai dan melarikan diri. Musim semi tiba di tempat dekat sungai tempat rusa tersebut pergi.

 

Selagi bertahan akan musim dingin, Pasukan Sekutu Demon Lord meningkatkan jumlah mereka.

 

Desas-desus bahwa kami telah membakar Pegunungan Hitam dan mengambil kepala Margrave of Rosenberg menyebar ke seluruh benua demon. Mereka yang dari ras demon berbisik satu sama lain, mungkin, kali ini, kita bisa …. Kali ini, tanah di mana musim dinginnya pendek, kita bisa mengusir manusia dan mendapatkan kembali rumah kita …… Demon mengambil tombak mereka. Tentara yang disewa berkumpul. Tentara relawan terbentuk. Beberapa Demon Lord, yang pernah skeptis terhadap perang, mengangkat pantat mereka yang berat. Selama musim semi di mana makhluk hidup, demon mempersiapkan perang untuk mengambil nyawa musuh. Musim semi tahun ini akan menjadi musim yang brutal.

 

Sepanjang musim dingin, manusia bergerak dengan sibuk. Ketika perang jangka pendek dipastikan menjadi perang jangka panjang, setiap kerajaan yang diperintah oleh manusia meletakkan rancangan perintah mereka. Anak-anak muda, yang bersiap untuk menginjak tahun pertama di desa pertanian mereka, dikumpulkan ke medan perang. Terkadang, kapan pun desas-desus tentang tentara manusia akan sampai ke kami, semua rumor mengenai Demon Lord, yang tinggal di dekat wilayah manusia, menderita bencana tragedi.

 

 

 

― Yang Mulia, Peringkat ke-49 Crocell, telah kehilangan kastil Demon Lord-nya dan mencari perlindungan di Niflheim ……

― Mereka mengatakan kalau Peringkat ke-70, Demon Lord Seere, gugur dalam pertempuran.

― Bajingan manusia busuk itu.

 

 

 

Suaranya terdengar menjadi-jadi. Sementara Pasukan Sekutu Demon Lord mengambil nafas, dan Aliansi Manusia sedang mengembangkan nafasnya, Pasukan Sekutu dan Aliansi dengan tergesa-gesa menyampaikan suara mereka satu sama lain melalui para utusan.

 

Seorang raja manusia telah mengirim sebuah laporan yang mengklaim bahwa karena para demon merupakan yang pertama menyeberangi Pegunungan Hitam dan menyerang, ini dianggap sebagai invasi.

 

Karena yang telah menjarah dan menghancurkan kastil Demon Lord Dantalian terlebih dahulu ialah Margrave of Rosenberg, dan karena Rosenberg adalah manusia, kau manusia yang menyerang terlebih dahulu. Kami bukan penyerang, kami adalah korbannya, adalah laporan yang dikirim kembali oleh Demon Lord.

 

Lagian, kalian demonlah yang telah menyebarkan Black Death ke seluruh dunia, dan karena Rosenberg menjarah kastil tersebut dengan maksud untuk menyembuhkan orang-orangnya dari penyakit tersebut, ah, jika kita ingin mengurutkan permasalahannya, lalu apakah kalian demon, bukankah yang pantas mati? Raja Manusia mengirim laporan yang sedikit lebih keras.

 

Bagi orang-orang yang tidak memiliki bukti bahwa kami yang pertama kali menyebarkan wabah tersebut, namun, dengan sangat bersikeras, saya mengerti bahwa Anda memiliki kepala bodoh di bahu Anda, adalah jawaban yang Barbatos tulis. Namun, Demon Lord lainnya bergegas mencegahnya mengirimkan pesan itu, dan sebaliknya, menafsirkan kata-katanya dengan gaya penulisan yang lebih mendingan.

 

Begitu mereka mulai berdalih atas siapa yang telah melakukan kesalahan pertama, jumlah kritik yang tidak dapat diverifikasi mulai mencurahkan tanpa akhir. Surat-surat tersebut tidak memiliki bukti aktual, namun mendapatkan dukungan melalui retorika mewah. Sepanjang musim dingin, meskipun Pasukan Sekutu Demon Lord dan Aliansi Manusia bertengkar tentang siapa pemrakarsa, sebenarnya, mereka semua sudah menyadari betul fakta bahwa, jika sudah seperti ini, tidak peduli siapa yang pertama kali. Meskipun mereka sudah mengetahui itu semua, tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda mengetahui. Menurut kata-kata yang disampaikan oleh sang utusan, manusia menjadi korban dan demon menjadi korban, membuat alam semesta dipenuhi hanya dengan pihak yang dirugikan. Oleh karena itu, mereka semua kemungkinan besar mengerti bahwa di dunia di mana langit dan bumi menjadi korban, dunia tersebut tidak dapat menjadi dunia yang memiliki orang yang teraniaya. Itu merupakan kebenaran yang terbukti. Jika seseorang ingin menceritakan dari mulut mereka untuk mengungkapkan kebenaran yang nyata tersebut dari mulut mereka, maka orang-orang akan tersentuh, meraba-raba, dan menggosokkan kepahitan itu, melapisinya dengan kulit tangan mereka yang sudah mati, sampai akhirnya, kebenaran yang terbukti menjadi kebenaran kasar yang dilapisi kotoran, sehingga para penguasa tidak mengucapkan kata-kata ini. Yang pertama berbicara akan menjadi yang pertama kalah.

 

Dan tidak ada yang mau kalah.

 

Tak seorangpun.

 

 

 

 

 

 

Aku mempekerjakan lebih banyak tentara bayaran dan meningkatkan jumlah tentaraku menjadi 7.000 orang.

 

Setelah mendengar desas-desus bahwa ‘Yang Mulia Dantalian memberi upah yang bagus’, kapten tentara bayaran datang mencariku dengan kedua kaki mereka sendiri. Kapten menyaksikan wajahku di hadapanku.

 

“Kata bahwa sebuah perang besar akan segera terjadi, semakin kental ……”

“Rumor tersebut benar. Maukah kau mengikutiku ke garis depan juga?”

“Jika iya, jika kami; hamba yang rendah hati harus pergi ke garis depan, tidakkah Yang Mulia akan terlihat kotor?”

“Ini bukan perang yang berdasarkan alasan besar, ini adalah pertempuran di mana kita menyerang sambil memanfaatkan kemalangan musuh. Bagaimana bisa lebih kotor dari ini?”

“Bukankah mengalahkan manusia akan menjadi alasan yang hebat?”

“Sekalipun itu penyebab yang hebat, apakah itu penyebabmu? Bahkan jika kita menyingkirkan kerajaan manusia dan membangun milenium, apakah tempat itu menjadi kerajaanmu?”

“Kata-kata Anda tak terukur, Yang Mulia. Tolong jelaskan.”

“Pembayaran dilakukan setiap 10 hari di dalam pasukanku. Infanteri akan menerima 1 emas, dan kavaleri akan menerima 3 emas. Sedangkan untuk makanan, tidak masalah jika kalian meninggalkan setengah gaji kalian kepadaku dan masalah terselesaikan, atau kalian dapat membeli dari penjaja yang mengikuti di belakang unit kami. Karena kami tidak menyediakan senjata secara pribadi, urus sendiri. Karena beroperasi seperti itu, pahami juga. Jangan khawatir tentang alasan yang besar, dan hanya mempertimbangkan keuntungan pribadi yang bisa kalian dapatkan. Aku akan menjadi orang yang mempedulikan penyebabnya.”

 

Kapten mengangguk. Mereka memiliki mata yang menunjukkan kalau mereka mengerti kata-kataku.

 

“Tolong beritahu kami; hamba peraturan militer yang harus diikuti.”

“Jangan membeda-bedakan ras atau tempat kelahiran seseorang dan hanya mengikuti pangkat.”

 

Kapten berdiri dan menundukkan kepalanya ke tanah.

 

“Kami telah menerima perintah Yang Mulia.”

 

Selama akhir musim dingin, Farnese melatih tentara bayaran yang baru mendaftar sekali lagi. Karena sudah ada sejumlah prajurit yang setia pada Farnese, tidak sulit seperti sebelumnya untuk melatih rekrutan baru. 2 prajurit yang telah membunuh seorang pelacur sampai mati, seorang prajurit yang telah mengancam seorang pedagang, dan 4 prajurit yang telah melakukan riba, semua prajurit tersebut ditangkap dan dipaksa untuk mengeluarkan isi perut mereka sendiri. Farnese secara pribadi mengeluarkan organ dalam mereka dan mendidihkan beberapa sup darah. Farnese berbicara setelah meludahkan sepotong usus.

 

“Bahkan bagian dalam dari orang bodoh ini busuk sehingga rasa dagingnya alot. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang seharusnya tidak didekati. Memenggal mereka dan memberi makan mereka ke anjing.”

 

Bahkan saat musim dingin berlalu dan musim semi mendekat, bagi prajurit, Farnese akan selalu berada di dalam pikiran mereka seperti musim dingin, jadi setiap kali mereka melihat wajah sang Jenderal, bahu mereka bergetar. Meskipun tanah yang membeku sepanjang musim dingin telah mencair, disiplin di dalam militer tetap dingin seperti pisau.

 

Para tentara tidak merasa senang dengan sinar matahari musim semi, dan sebaliknya, dilatih dengan giat. Sambil memberi teriakan, para prajurit menyesuaikan barisan mereka dan mengulurkan tombak mereka. Keringat prajurit jatuh ke tanah tempat salju meleleh.

 

Setelah bulan keempat tiba, Pasukan Sekutu Demon Lord bergerak ke selatan, Aliansi Manusia bergerak ke utara, dan seakan mereka telah mengaturnya terlebih dahulu, kedua pasukan mendirikan perkemahan mereka di ujung yang berlawanan dari dataran yang terletak di pusat wilayah manusia dan demon.

 

 

 


2467/14288 ~ Update Part 1/3

Part 2:day2 (14/03) ; Part 3:day3 (15/03), update part akan sesuai kronologi di Bab.


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻