Dungeon Defense Vol 3 – Bab 5 Part 3

Oleh Alone of Nyx on March 30, 2018

Dungeon Defense: Volume 3 – Bab 5 (Part 3) Bahasa Indonesia


Bab 5 – Kata Tanpa Suara (Part 3)

 

▯ Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Polles, Dataran Bruno

 

 

 

Aku tertidur selama 3 jam. Karena aku tidak memiliki alasan untuk menunggu dalam satu jam, aku berjalan ke dataran. Pada hari ini, sudah 1 tahun sejak aku terseret ke dunia ini.

 

Datarannya basah dengan bau busuk air. Embun pagi mencoba membuat persiapan sebelumnya untuk membentuk, atau jika hujan tiba-tiba membuat deklarasi perang, kantuk kelopak mataku dengan lembut menyebarkan udara yang basah kuyup dengan kelembaban. Transmisi tersebut terasa menyenangkan. 10 menit setelah aku memasuki tenda, Putri Kekaisaran tiba.

 

“……”

“……”

 

Kami saling menyapa. Kami menurunkan kepala kami lebih dari yang kami lakukan kemarin.

 

Pertandingan terakhir sudah dimulai. Aku mengambil inisiatif dengan batu hitam sementara Putri Kekaisaran jalan kedua menggunakan batu putih. Melanjutkan yang kemarin dan sehari sebelumnya, pertandingan paling megah dimulai hari ini.

 

Seperti pertandingan pertama, kami saling memprovokasi tanpa ragu. Namun, kami tidak saling mengejek. Bahkan jika dia masuk tiba-tiba, formasiku tidak beresiko karena basisku masih tetap ada. Di lokasi yang berbahaya, batu-batu hitam dan putih bercampur rata bersamaan karena ada risiko di bagianku. Meski pertarungan cukup sengit sehingga membuat kepalaku terasa kusam, karena tidak ada hitungan mundur, aku bisa mendapatkan kembali ketenanganku melalui pikiranku. …… Aha, perkelahian tanpa batasan waktu memang bagus sekali, kan? Keindahan yang penting bisa dianggap hanya keindahan saja.

 

Gerimis jatuh saat fajar.

 

Hujan turun ke tanah sambil mengandung aroma awan. Orang mengatakan jika seseorang ingin menjadi wangi, maka mereka harus dipecah berkali-kali. Tetesan air hujan sudah pasti pecah dan menimbulkan aroma. Sambil basah kuyup oleh suara hujan yang terpecah dan aroma busuk yang keluar dari air hujan, kami melanjutkan permainan Go kami. Karena pakaian kami lebih berat daripada hujan, kami melepas beberapa lapisan. Seperti bagaimana tubuhku sudah basah kuyup dengan air, aku sekarang basah kuyup lebih nyaman.

 

Banyak tetes hujan jatuh di atas papan Go juga. Hujan yang jatuh di atas batu hitam berceceran, sementara hujan yang jatuh di atas batu putih mengalir lancar pada garis batu. Air menyatu di atas papan. Baik itu batu hitam atau batu putih, tubuh mereka setidaknya setengah ditelan air. Tidak seperti kami menempatkan mereka di sana sendiri, seolah-olah mereka berada di sana secara kebetulan, membuat penempatan mereka lebih dekat ke sebuah kebetulan daripada sebuah kebutuhan. Terkadang, aku meletakkan batu-batuku tanpa berpikir, membuatnya terasa seakan hujan yang menggantikanku memikirkannya, dan batu-batu tersebut menumbuhkan segalanya di tempatku. Jika seseorang melihatnya lagi, maka itu adalah langkah bagus yang mengandung ke hati-hatian. Namun, jika seseorang bertanya apakah aku melakukan langkah yang sangat baik karena aku ingin melakukannya,maka aku hanya bisa memiringkan kepalaku. Bagiku, itu terasa seperti gerakan yang adil.

 

Deretan hujan turun ke dataran juga. Ketika hujan turun dengan kasar di sekitar kami, membuat hujan di sekitar kami terasa tenang. Untuk mencegah hal-hal lain yang tidak biasa dari mendekati kami, suara hujan menerjang suara-suara lain-lain. Meskipun aku basah kuyup, aku percaya kalau hujan turun melewati kami dan jatuh di ujung dataran. Aku tidak merasa seakan pasukan demon dan tentara manusia, yang tinggal di sini dan di sisi dataran, adalah pulau-pulau, namun sebaliknya, percaya kalau tempat yang kami tempati saat ini merupakan sebuah pulau. Papan permainan adalah pulau lain yang berada di pulau tersebut. Karena itu, kami berdua yang mengelilingi pulau itu begitu tenang seperti samudera.

 

 

Sebelum aku menyadarinya, aku bertarung bukannya untuk menang, tapi aku bertarung agar tidak melakukan kesalahan.

 

Hari ini tidak boleh ternoda oleh kesalahan. Meskipun akan menjadi kasus yang berbeda jika aku membuat kesalahan di mana aku tidak dapat memprediksi permainan lawan karena pemikirannya, aku sama sekali tidak bisa memaafkan kesalahan yang terjadi karena kemalasan dan tidak serius. Itu akan menjadi hal yang memalukan dan menyedihkan yang harus dilakukan.

 

Karena aku punya banyak waktu untuk berpikir dan memahami, kecepatan peletakkan batuku melambat. Putri Kekaisaran juga seperti itu. Kami terasa lesu. Badan yang perlahan basah oleh hujan sehingga sangat mendalam. Begitu hujan turun dari langit, kami menahan napas sejenak. Air telah dibersihkan dari papan. Pertandingan berakhir.

 

“……”

“……”

 

313 putaran.

Bulgye.

Beda 1 poin.

Hitam menang.

 

Putri Kekaisaran Elizabeth bergumam.

 

“…… Sepertinya aku sudah menikmati semua keindahan yang bisa kuhabiskan selama hidupku.”

“Memang.”

“Demon Lord, bisakah kau mati di sini bersamaku?”

 

Aku perlahan mengangguk kepalaku.

 

“Aku tidak keberatan dengan hal itu, tapi perlu untuk mati saat ini juga?”

“Apa gunanya hidup lebih lama lagi saat cahaya akan memudar setelah hari ini? Jika sekarang, maka aku bisa dengan mudahnya pergi.”

“Aku berjanji bahwa jumlah kejadian yang lebih menyenangkan daripada ini akan meningkat mulai sekarang.”

“……”

 

Elizabeth meletakkan tangannya di dagunya dan berpikir.

 

“Aku mengerti. Aku akan percaya pada kata-katamu, Demon Lord, dan hidup lebih lama. Bahkan jika memiliki harapan dan kemudian dikhianati itulah yang disebut sebagai kehidupan, aku berharap setidaknya kau tidak akan mengkhianati harapanku, Demon Lord.”

“Aku akan melakukan yang terbaik. …… Ah, kita perlu meninjau pertandingan Go hari ini.”

“Mm. Aku juga ingin membiarkannya seperti ini. ”

 

Aku merendahkan kepalaku.

 

“Aku Dantalian. Senang bertemu denganmu.”

“Aku Elizabeth. Aku juga senang bertemu denganmu.”

 

Putri Kekaisaran menundukkan kepalanya juga.

 

Kami telah memperkenalkan diri pada hari ketiga setelah pertama kali bertemu satu sama lain.

 

Aku berbicara.

 

“Putri Kekaisaran, di kampung halaman tempat di mana aku pernah tinggal, 6 sampai 7 poin dikurangkan dari batu hitam yang jalan terlebih dulu. Jika ini merupakan kampung halamanku, maka ini akan menjadi kemenanganmu.”

“Bagaimana seseorang bisa menilai pertandingan ini dengan peraturan asing? Tolong cabut kata-katamu. Aku ingin menerima kekalahan sebagai kekalahan.”

“Bagaimana aku bisa membuang rumahku dan membodohi pikiranku saat jantungku terus-menerus tertinggal di rumah meski tubuhku berada di sini? Bagiku, ini sama saja dengan aku kalah olehmu, Putri Kekaisaran. Ini bukan sesuatu yang bisa di kompromi juga.”

“Kalau begitu kita sama-sama kalah.”

“Kita berdua menang.”

 

Kami mengangguk. Untuk beberapa saat, kami menatap papan yang memiliki air hujan di atasnya. Meski hujan yang turun telah terjatuh, masih ada waktu tersisa untuk mengalir. Beberapa tetes air hujan membentuk aliran sungai dan mengalir dengan lembut. Aku berbicara.

 

“Tidak akan menjadi masalah kalau kita berbicara sekarang. Tolong pertimbangkan ini sebagai pertemuan rahasia antara kita berdua, Putri Kekaisaran. Jika kebetulan, apakah tidak masalah jika memastikan kalau kau memiliki artifak seperti Memory Play? Jika tidak keberatan, itu adalah …… ”

“Ah, tentu saja.”

 

Putri Kekaisaran berdiri dan melepaskan satu lapisan pakaian sekaligus. Aku menerima pakaiannya dan merasakan kantong dalamnya dan bagian luarnya. Tidak ada apa-apa. Ada tetesan air hujan yang terbentuk pada tubuh putih telanjang Putri Kekaisaran. Aku mengembalikan semua bajunya.

 

“Terima kasih.”

“Apakah tidak masalah aku memeriksanya juga ……?”

“Tentu saja.”

 

Aku melepas semua pakaianku dan mendorongnya ke arah Putri Kekaisaran. Seperti yang telah kulakukan, Putri Kekaisaran juga bahkan mencari pelipat pakaianku. Dia mengangguk dan mengembalikan bajuku.

 

“Maaf atas ketidaknyamanannya.”

“Omong kosong.”

 

Kami kembali memakai pakaian kami. Sambil duduk berhadapan langsung di kursi kami, akhirnya kami bisa sampai pada hal utama. Orang pertama yang membuka mulut adalah Putri Kekaisaran.

 

“Itu merupakan kesalahanmu karena telah mengampuni Margrave of Rosenberg dan mengirimnya kepadaku, Demon Lord. Meskipun sepertinya kau mengharapkan Rosenberg dan diriku mengalami perselisihan internal mengenai kekuatan militer, margrave terlalu tua untuk melakukannya.”

“Aku juga menganggap itu sebagai sesuatu yang disesalkan.”

 

Itu benar. Kupikir kalau Margrave of Rosenberg akan melawan Putri Kekaisaran sedikit lebih keras. Aku tidak menduga kalau dia akan patuh untuk menjadi meatshield dan mati di medan perang. Dalam cerita aslinya, dia merupakan seorang individu yang membuat Kekaisaran dalam kekacauan karena dia hampir memulai sebuah pemberontakan melawan Putri Kekaisaran.

 

“Bagaimana kau membujuk si margrave untuk melakukannya?”

“Dia dengan patuhnya menyetujui setelah aku menggunakan tubuhku untuk melawan dia satu kali. Dia orang tua konyol.”

 

Aku terkekeh. Dia merupakan seorang gadis yang tahu bagaimana menikmati lelucon.

 

“Jadi Putri Kekaisaran sangat bagus dalam lelucon.”

“Iyakah? …… Itu merupakan pujian yang aku dengar untuk pertama kalinya sejak saya lahir.”

 

Putri Kekaisaran tersenyum tipis. Itu adalah senyuman yang sesuai dengannya. Aku meletakkan tubuhku dengan nyaman di kursiku dan berbicara.

 

“Kau mengkritikku kalau aku telah membuat kesalahan, tapi Putri, itu sama halnya denganmu. Sepertinya kau telah mengirim Putra Mahkota bersamaan dengan margrave. Betapa malangnya. Jika dia meninggal saat pertarungan liar, maka kau akan menjadi satu-satunya penerus takhta. Meskipun kau mungkin sudah memikul tanggung jawab kematian Pangeran Mahkota pada margrave …… ”

 

Putri Kekaisaran menghela nafas.

 

“Apakah saudaraku tertangkap?”

“Kami menangkapnya hidup-hidup. Putra Mahkota saat ini merupakan tawananku.”

“…… Tidak pernah seumur hidupnya kerabat darahku membantuku. Aku telah mencoba untuk meracuni dan membunuh dia sebelumnya, tapi dia anehnya cukup cerdas sehingga dia bisa bertahan sampai hari ini. Paling tidak, aku memberinya kesempatan untuk mati dengan terhormat, namun tertangkap sebagai tahanan di sana …… ”

“Aku sering berbagi percakapan pribadi dengan Pangeran Mahkota. Berkat itu, aku telah mengetahui sebagian besar masa lalumu. Ini cukup inspirasional. ”

 

Dengan mulus aku mengangkat sudut mulutku.

 

“Rupanya, kau telah membunuh kedua saudara perempuanmu dan kedua saudara laki-lakimu.”

“……”

 

Helaan nafas Putri Kekaisaran semakin dalam.

 

“…… Jadi kakakku benar-benar telah memberitahumu segalanya. Oh, Demon Lord, apakah saudara laki-lakiku menceritakan seluruh kebenaran di balik alasan mengapa aku membunuh darah dagingku sendiri?”

” Ya.”

 

Dengan membujuk Pangeran Mahkota, aku telah mengumpulkan segala sesuatu yang mungkin bisa bekerja sebagai kelemahan melawan Elizabeth. Sejarah keluarga yang dipegang Pangeran Mahkota dan Putri Kekaisaran agak konyol. Di antara apa yang telah aku kumpulkan, walaupun ada beberapa fakta yang telah aku dapatkan melalui permainan, jumlah informasi yang tidak terungkap dalam permainan atau hanya disinggung dan tidak diungkapkan dengan jelas, sangatlah luar biasa. Aku mulai berbicara.

 

“Awalnya, keluargamu dari darah yang sama terdiri dari dua saudara perempuan dan tiga saudara laki-laki …… Meskipun tidak ada kekurangan dalam jumlah, dalam hal mempertahankan keluarga Kekaisaran, setelah menghadapi kematian misterius setelah kematian, hanya Putri Kekaisaran dan Putra Mahkota, hanya tinggal berdua saja.”

“……”

“Rumor tentang kematian tragis ini sangatlah banyak. Pangeran Mahkota telah membunuh mereka, tidak, mereka memiliki perseteruan rahasia yang mengakibatkan kehancuran bersama. Mereka dikorbankan karena sebidang tanah oleh beberapa bangsawan …… ”

 

Tapi mereka semua salah.

 

Semuanya.

 

Aku menatap lurus ke arah Putri Kekaisaran.

 

“Menurut apa yang dikatakan Pangeran Mahkota, dia mengklaim bahwa, sebenarnya, kau, Putri Kekaisaran, telah membunuh semua saudara kandungmu. Benarkah?”

 

Putri Kekaisaran mengangguk.

 

“Itu benar. Aku membunuh mereka semua.”

“Meskipun ada adik kecil berusia 6 tahun di antara mereka ……”

“Memang. Apakah ada masalah?”

“……”

 

Aku tertawa terbahak-bahak.

 

“Meskipun begitu, apakah kau tidak merasakan sedih, Putri Kekaisaran?”

“Tentu saja aku merasa sedih. Namun, masalah apa yang ada di dalam kesedihan? Seseorang harus merasa sedih untuk sesuatu yang menyedihkan, kita juga harus mengambil nyawa dari hal-hal yang harus dibunuh. Begitulah cara hidupku. Apa mungkin, kau hidup dengan cara yang berbeda, Demon Lord? ”

 

Tanpa perubahan apapun, wajah Putri Kekaisaran tetap dingin. Wajahnya tetap sama sejak pertama kali memasuki tenda dan bahkan saat dia sedang bermain Go. Rasanya tidak seperti dia mengatur ekspresi wajahnya. Putri Kekaisaran kemungkinan besar dengan tulus bertanya kepadaku ‘apakah adalah masalah dengan hal hal itu?’. Aku menggaruk kepalaku dan menjawab.

 

“Tidak, aku kira-kira hidup seperti itu juga.”

“Entah bagaimana aku mengetahui kalau kau juga begitu. Hidupmu cukup menyedihkan …… ”

“Apakah itu sesuatu yang harus kau katakan ke padaku ……..?”

 

Angin akhirnya berhembus setelah waktu yang cukup lama. Itu adalah angin yang mengandung uap air. Kain putih terangkat seperti tirai dan sesaat menghalangi pandangan kami satu sama lain. Begitu angin tersebut mereda, kami bisa melihat wajah masing-masing. Putri Kekaisaran berbicara.

 

“Aku tidak tahu apakah saudara laki-lakiku telah memberi tahumu atau tidak, tapi saudara laki-lakiku telah membuat saudara perempuan pertama dan keduaku menjadi kekasihnya secara rahasia. Mereka melakukan incest.”

“Aku sudah dengar.”

“Apakah mereka melakukan hubungan incest atau tidak, aku tidak peduli. Namun, karena aku harus bersaing dengan saudara laki-lakiku untuk naik tahta di kemudian hari, ketika itu terjadi, aku pikir ini akan sedikit mengganggu dan tidak praktis jika saudara perempuanku mendukungnya. Jadi, ketika saudara laki-laki dan perempuanku kelelahan setelah berbagi ranjang yang sama, aku menggunakan kesempatan tersebut untuk membunuh mereka. ”

“……”

“Saudaraku tidak bisa menunjukkan perlawanan apapun. Saudara perempuanku terbunuh di tempat tidurnya saat mereka telanjang. Jika kejadian ini diketahui oleh orang lain, maka saudaraku akan segera dicurigai. Apakah dia melakukan hubungan intim dengan saudara kandungnya? Apakah dia membunuh mereka setelah tidur dengan mereka ……? Akibatnya, saudara laki-lakiku sangat ingin menyembunyikan mayat saudara perempuanku. Saudaraku merupakan orang yang menyedihkan.”

“Mm. Tindakan yang cukup bersih.”

“Itulah yang aku pikirkan juga.”

 

Putri Kekaisaran menghela nafas lagi.

 

“Aku menangani sisa saudara laki-lakiku setiap kali kesempatan muncul dengan sendirinya. Namun, aku memastikan untuk tidak meninggalkan bukti di balik insiden tersebut. Hanya saudaraku yang memiliki keyakinan kalau itu aku. Meskipun begitu, dia adalah orang yang tidak memiliki kepercayaan diri untuk bahkan mengungkapkan kepercayaan tersebut kepada orang lain …… Demon Lord, kau bisa berhasil membujuk saudara laki-lakiku itu.”

“Aku tidak yakin dengan detail yang pasti, tapi rasa benci terhadapmu cukup mengesankan. Ketika aku bersumpah kalau aku akan menjadi musuh Putri Kekaisaran, mulutnya terbuka dengan sendirinya. Nah, ini berkat rasa benci tersebut aku bisa mendapatkan begitu banyak informasi tanpa harus melalui masalah tertentu.”

“Apakah kau mendapatkan bukti?”

 

Aku mengangkat bahu.

 

Tidak sama sekali.

 

Aku hanya memiliki kesaksian Pangeran Mahkota pencandu alkohol.

 

Setelah memeriksa wajahku, Putri Kekaisaran memejamkan mata.

 

“Itu melegakan. Hampir saja, jika mungkin. Jika kau, mungkin, juga memiliki bukti, maka aku akan berakhir di tanganmu tanpa dapat melakukan perlawanan, Demon Lord. Jauh dari pemersatu benua, untuk berpikir kalau aku hampir dibawa keluar sebelum aku bisa naik menjadi Permaisuri …… ”

“Tapi aku memiliki kesaksian dari Putra Mahkota. Akan sangat mengganggu jika Putra Mahkota berkeliling membicarakan kejahatanmu secara terbuka. Kehormatan dan reputasimu akan mendapat pukulan besar …… ”

“Siapa yang akan mempercayai kesaksian Putra Mahkota yang ditangkap oleh Pasukan Demon Lord? Paling-paling, orang-orang akan mengabaikannya karena dia telah diancam atau dicuci otaknya oleh Demon Lord. Selanjutnya, pria tersebut mungkin saudara laki-lakiku, tapi dia sama sekali tidak memiliki sedikit kepercayaan dari para bangsawan. Itu akan sia-sia, Dantalian.”

“Apakah benar akan sia-sia?”

“……”

“Apakah kau ingin mengujinya, Elizabeth?”

 

Putri Kekaisaran mengetuk dahinya dengan jarinya. Tak peduli betapa tidak kompetennya Putra Mahkota, dia masih merupakan Putra Mahkota. Bahkan tanpa bukti, ia masih bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat kekaisaran dengan keyakinannya sendiri.

 

Seperti yang dikatakan Putri Kekaisaran, gangguan tersebut bisa jadi kecil.

 

Atau mungkin, kerusuhan itu bisa menjadi sangat substansial.

 

Tidak ada yang namanya 100% kepastian.

 

Putri Kekaisaran perlahan menggerakkan bibirnya.

 

“Apa kondisimu?”

“Bentengku hancur karena Margrave of Rosenberg. Meski begitu, aku mungkin hidup tanpa rumah dengan berkeliaran di sana sini, bahkan saat ini sudah sangat melelahkan. Bantu aku dalam pengadaan rumah baru.”

“…… Apakah kau mengatakan kalau kau ingin aku memberimu wilayah margrave?”

“Mm. Karena orang yang telah merampas rumahku adalah margrave, maka bukannya pantas bagiku untuk mengambil rumah margrave?”

“……”

 

Ketuk ketuk ketuk.

 

Sentuhan jemari Putri Kekaisaran semakin kuat.

 

Suara kuda bisa terdengar di dataran. Begitu kuda-kuda di satu sisi dataran mulai meringkuk, kuda-kuda di perkemahan di sisi berlawanan lapangan juga meringkuk rendah. Suara meringkik ringan melintasi tenda dan mereda di antara kami berdua. Sampai suara kuda menjadi sunyi, Putri Kekaisaran dan aku saling menatap.

 

“Baiklah. Aku menerimanya.”

“Kalau begitu aku akan sementara kembali ke perkemahan.”

“Aku juga.”

 

Kami kembali ke tenda setelah 30 menit. Aku membawa Pangeran Mahkota bersamaku sementara Putri Kekaisaran membawa seorang pria yang berada di masa jayanya dan seorang anak muda, keduanya diikat oleh sebuah tali. Mereka berdua memiliki kain yang melilit wajah mereka. Dia telah menangani mereka seperti itu untuk mencegah orang lain mengetahui siapa mereka. Aku menyerahkan Putra Mahkota ke Putri Kekaisaran terlebih dahulu.

 

“Ini. Saudaramu.”

“Cukup tersentuh dapat bisa bersatu kembali dengan keluargaku.”

 

Putri Kekaisaran berbicara tentang emosinya dengan datar. Dia mengambil kain dari wajah Pangeran Mahkota. Sambil melepaskan napas terengah-engah, Pangeran Mahkota dengan cepat melihat ke sekelilingnya.

 

“Di-dimana ini? …… Elizabeth? Apa yang kau?”

“Aku telah mengirimmu untuk mati, tapi sepertinya kau telah kembali hidup-hidup, kakakku.”

 

Putri Kekaisaran bernafas lega.

 

“Kau telah membuat hal-hal yang menyulitkan bagiku. Ini kemungkinan besar pencapaian terbesar yang pernah kau capai sepanjang hidupmu, Saudaraku.”

“Apa ……? Kau jalang, bagaimana mungkin iblis sepertimu bisa dapat lolos …… ”

 

Pangeran Mahkota tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Putri Kekaisaran telah mengayunkan bilah pedangnya dan memotong tenggorokan Putra Mahkota dengan garis lurus. Sementara darah berdeguk, Pangeran Mahkota jatuh ke lantai.

 

Putri Kekaisaran berlutut dan menguliti wajah kakaknya. Sebelum Putra Mahkota sepenuhnya bisa mencapai ajalnya dan masih bernafas, dia perlahan meninggal saat wajahnya dikuliti. Putri Kekaisaran mendorong kulit wajah kakaknya ke sakunya.

 

“Terima kasih, Demon Lord. Melihat ciri-cirinya tidak berubah meski sudah mati, dia memang saudaraku dan bukan orang yang berpura-pura.”

“Janji cukup berharga, bukan?”

“Mm. Janji memang penting.”

 

Putri Kekaisaran memberi isyarat ke arah dua orang tawanan manusia yang dia bawa.

 

“Orang ini di sini, yang berada di usia terbaiknya, merupakan putra tunggal Margrave of Rosenberg. Setelah aku mendapatkan kecurigaan kalau margrave mencoba memulai persekongkolan, aku terus membuat orang ini menjadi tawanan.”

“Dan siapa anak kecil itu?”

“Cucu margrave. Sepertinya dia adalah anak haram pria ini, jadi dia bukan keturunan formal. Aku mengalami beberapa masalah untuk menangkapnya. Inilah sisa garis keturunan yang ditinggalkan margrave di dunia ini.”

 

Aku merobek kain yang menutupi wajah kedua tawanan tersebut. Mereka berdua menutup mulutnya dengan sehelai kain. Uh, uuh, uub …! Dua sandera membuka mata mereka lebar dan melihat sekelilingnya. Aku memeriksa dengan teliti laporan yang telah diteliti oleh Lapis, demikian dengan deskripsi ciri-ciri anak dan cucu margrave. Tahanan di hadapanku memang benar.

 

“Ya memang mereka.”

“Apakah kau ingin aku menguliti wajah mereka juga, Demon Lord?”

“Tidak. Meski mungkin ini kali pertama bagiku menguliti wajah seseorang, selalu ada pengalaman pertama untuk semuanya …… ”

“Sikap yang bagus sekali.”

“Kalau begitu ……”

 

Aku menangani putra dan cucu saat mengikuti gerakan pisau yang telah ditunjukkan Putri Kekaisaran kepadaku beberapa saat yang lalu. Putri Kekaisaran menurunkannya punggungnya di sebelahku dan menunjukkan kesalahan yang aku lakukan saat melakukannya.

 

“Tunggu sebentar, Demon Lord. Kau seharusnya tidak membiarkan bilahnya menganggur seperti itu.”

“Tapi bukankah ini membuatnya tampak lebih rapi?”

“Memang kelihatan seperti itu pada awalnya, tapi ketika kau melihat produk jadinya nanti …… Mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa menonton sambil berdiri menganggur. Berikan aku pisaunya.”

“Tsk tsk. Ini juga tipe fiksasi …… ”

“Berisiknya. Jika kita akan melakukannya, maka akan lebih baik melakukannya secara efisien.”

“Kita akan membakar semuanya lagipula ……”

 

Kami berdebat satu sama lain sambil terus bercerita. Kami menghancurkan mayat-mayat tersebut sampai pada titik di mana orang tidak dapat lagi mengenali identitas mereka.

 

Sambil mengangkat ember minyak yang telah kami bawa, kami menuangkannya ke seluruh mayat dan tenda. Kami kemudian keluar dari tenda dan membakarnya. Itu adalah kebiasaan lama untuk membakar tenda pada saat perundingan gagal. Saat asap hitam naik, ia memberi tahu kedua tentara kalau perang akan dimulai mulai sekarang. Tenda putih diliputi api seketika. Sambil menonton api, aku berbicara.

 

“Sangat disayangkan papan Go-nya harus terbakar ……”

“Bukannya luar biasa kalau bisa terbakar seperti apa adanya? Rekaman pertandingannya ada di kepala kita, jadi kita bisa melihat kembali kapan pun kita mau.”

“Mm.”

 

Aku berjabat tangan dengan Putri Kekaisaran.

 

“Mau bagaimanapun, itu merupakan negosiasi yang bagus, Putri Kekaisaran.”

“Aku juga puas. Omong-omong, Demon Lord. Aku akan memberimu setengah dari dunia ini, jadi apakah kau tidak mau menjadi bawahanku? Jika kita berdua menggabungkan kekuatan kita, maka kita bisa mempercepat persatuan benua dalam satu dekade.”

“Aku setuju.”

 

Aku memegang tangan kasar Kekaisaran Putri dengan erat.

 

“Namun, Putri Kekaisaran. Pernahkah kau mendengar cerita semacam ini sebelumnya? Dulu, ada penakluk terhebat kedua di dunia. Penakluk tersebut memiliki segalanya di dunia. Suatu hari, sang penakluk mengunjungi seorang bijak. Orang bijak tersebut, tetua tersebut tidak membutuhkan material, tidak memiliki apa pun yang bisa dianggap sebagai propertinya. Penakluk bertanya. ‘Katakan apa yang kamu inginkan. Aku akan memberimu apa saja.’ Pada saat itu, orang bijak menunjuk ke arah bahu penakluk dan menjawab. ‘Minggir. Kau menghalangi sinar matahari yang datang ke arahku.’ Penakluk meratapi lama dan meninggalkan tempat tersebut. Menurut legenda, sang penakluk mengatakan hal ini. Jika aku tidak dilahirkan sebagai penakluk, maka aku pasti ingin dilahirkan sebagai orang bijak tersebut …… ”

 

Putri Kekaisaran mengangkat alisnya seolah takjub.

 

“Itu cerita yang menarik. …… Tidak, itu sungguh cerita yang menarik. Ini adalah cerita yang memungkinkan mengeluarkan aroma wangi semakin kau memikirkannya. Aku tersentuh.”

“Aku senang mendengar kau menyukainya. Putri Kekaisaran, apakah kau tahu apa moral dari cerita tersebut?”

“Apa?”

 

Aku tersenyum.

 

“Sangat sederhana. Entah mendapatkan semuanya atau tidak mendapatkan apapun sama sekali. Elizabeth, sampai kau memintaku untuk menjadi bawahan seseorang, itu merupakan lelucon yang berlebihan. Kau yang seharusnya menjadi pengikut-ku. Aku akan menyajikan setengah dunia kepadamu.”

“……”

 

Putri Kekaisaran menatap wajahku dengan hampa.

 

“…… Jadi begitu, tidak ada kesamaan landasan di antara kau dan aku.”

“Sangat disayangkan aku juga berpikir seperti itu. Namun, bukankah metodologi kita untuk merasakan kesedihan atas hal-hal yang harus disesali dan melakukan hal-hal yang harus diselesaikan?”

“Itu memang kata yang tepat, Dantalian. Aku benar-benar ingin membuatmu tunduk kepadaku sehari lebih cepat. Aku akan berdoa agar hari di mana aku membuat kau menjilat kakiku mendekat lebih cepat.”

“Oh sayang, Elizabeth. Tenang saja kau pasti akan kalah. Aku Dantalian. Dantalian, kataku. Jika kau bersinar seperti matahari, maka aku akan selalu bersembunyi di bulan gelap. Suatu hari kau akan kehabisan daya dan runtuh, namun, aku tidak. Aku tidak akan pernah mengungkapkan diriku, bagaimanapun juga.”

“Aku akan dengan senang hati mengizinkan kearogansianmu itu. Kau memiliki kebebasan untuk menjadi sombong. Tapi itu sebelum seseorang menjerumuskan kebebasan tersebut. Tolong nikmati kebebasan itu sebanyak yang kau bisa sekarang.”

“……”

“……”

 

Kami melepaskan cengkeraman kami.

 

Menempatkan tenda yang terbakar di belakang kami, kami menuju ke lokasi di mana kami berdua masing-masing harus kembali. Pulau putih itu mengambang di atas laut selama 3 hari. Kemungkinan besar tidak akan pernah muncul kembali setelah tenggelam.

 

“Ah, benar. Dantalian.”

 

Sebuah suara terdengar dari belakang. Begitu aku berbalik, ada sesuatu yang terbang ke arahku. Aku menerima barang yang terbang ke arahku dengan kedua tangan tanpa berpikir. Itu adalah jam saku tua. Bingung, aku melihat ke kejauhan dan Putri Kekaisaran mengangkat bahunya.

 

“Aku memikirkannya dengan hati-hati. Tidak peduli berapa banyak sampah yang tidak kompeten dari saudara laki-lakiku, Putra Mahkota masih merupakan Putra Mahkota. Putra mahkota Kekaisaran. Tidak akan ada keanggunan jika aku menukar figur itu dengan hanya putra dan cucu dari margrave. Anggap itu sebagai niat baik kecilku. Juga akan lebih baik untuk menganggapnya sebagai taruhan dari pertandingan kita.”

“Apa yang kamu bicarakan?”

“Habsburg memberikan kepercayaan mereka hanya satu kali.”

 

Putri Kekaisaran tersenyum.

 

“―Dan Habsburg baru saja memberikanmu kepercayaan mereka.”

 

Putri Kekaisaran berbalik dan berjalan menuju ke sisi lain dataran. Untuk jangka waktu yang cukup lama, aku melihat dia pergi. Aku meletakkan barang tersebut ke jubahku dan kembali ke perkemahan Pasukan Sekutu Demon Lord.

 

Demon Lord berbaris di pintu gerbang kamp militer dan menunggu kedatanganku. Mereka sudah melihat asap yang naik dari tenda yang terbakar. Mulai dari musim gugur yang lalu dan terus melewati musim dingin, asap itu kini akhirnya sampai di lokasi ini. Dengan kata lain, itu adalah suar api terakhir. Asap dimulai dari pegunungan, mengalir ke Istana Niflheim, melintasi wilayah demon, melewati gerbang Benteng Hitam dan Putih, dan akhirnya, api tersebut berkobar di dataran Bruno ini. Begitulah. Itu adalah perang. Siapa pun akan tahu bahwa perang diproklamirkan. Meski begitu, aku, saat melihat ke sekeliling Demon Lord, berteriak seperti guntur yang harus menabrak cahaya petir yang berkobar.

 

“Perpecahan!”

 

Demon Lord mengangkat tinjunya ke udara. Mereka semua berteriak dengan satu suara.

 

 

 

― Perang!

 

 

 

Pada saat ini, tidak ada pendukung perang atau pendukung perdamaian. Hanya binatang yang telah terjun ke medan perang yang hadir di sini. Perang! Perang! Perang ……! Dari Demon Lord sampai kapten, dari kapten sampai prajurit, teriakan binatang mencapai ke semua orang. Deru pasukan besar seribu prajurit melanda langit. Karena langit telah menurunkan hujan, sekarang giliran bumi untuk menumpahkan darah.

 

Datanglah, oh perang yang manis.

Tidak ada yang akan mengabaikanmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

▯ Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Polles, Dataran Bruno

 

 

 

Ada semacam upacara dalam perang dimana puluhan ribu dan puluhan ribu lainnya saling berhadapan. Itu merupakan proklamasi perang. Di dunia ini, karena orang-orang menganggap kata-kata yang diucapkan sebagai sesuatu yang lebih suci daripada teks tertulis, deklarasi perang harus mengalir keluar dari mulut seseorang dalam sebuah perang besar yang seharusnya menjadi pertempuran paling agung.

 

Begitu pembicara mengakhiri pidatonya pada proklamasi perang di depan ribuan orang, Pasukan Demon Lord tidak akan lagi menjadi Pasukan Sekutu dan malahan akan disebut sebagai Aliansi Pasukan Bulan Sabit. Demon menghormati bulan dan malam. Dengan menarik sifat yang mereka hormati dan paling dikagumi, mereka memasukkan namanya ke dalam aliansi yang kuat.

 

Pada saat pidato berakhir, manusia tidak lagi menjadi semacam Aliansi Manusia, namun disebut sebagai Tentara Salib. Salib merupakan simbol yang mewakili cahaya matahari. Seiring manusia memuja matahari, bahkan jika malam itu tiba tepat hari ini, itu menjelaskan kalau sepanjang malam akan ada senja yang dinikmatinya pada saat pagi hari.

 

Perang antara Aliansi Bulan Sabit dan Tentara Salib sekarang bukan lagi perkelahian hal sepele mengenai tanah. Itulah tatanan alam dan bantuan langit. Itu merupakan sejarah para Dewa. 1.500 tahun sejak benua ini terbuka dan peradaban didirikan, para dewa telah membiarkan darah pembantaian dan jeritan pembantaian terjadi di bawah nama suci mereka sebanyak 7 kali.

 

Kalender Kekaisaran, tahun 1506, bulan ke-4, dan hari ke-3. Sekali lagi, para dewa telah memerintahkan buku sejarah ke-8 untuk dicatat dengan tinta darah merah.

 

Sebagai utusan yang telah melakukan negosiasi akhir, aku dinominasikan untuk menjadi pembicara proklamasi perang secara default. Itu merupakan sebuah kehormatan besar. Paling tidak, tampaknya Demon Lord lainnya berharap kalau aku menganggapnya sebagai sebuah kehormatan besar. Aku tidak menyadari fakta kalau mereka telah mendorong segala hal kepadaku karena mereka tidak ingin disalahkan karena mereka melangkah maju.

 

Baik itu sejarah dewa atau sesuatu yang lain, pamer tetaplah pamer, jadi kita orang-orang di bumi hanya bisa hidup sambil makan garam.

 

Oh, Dewa, kamu benar-benar hebat. Siapa yang mungkin akan membenci penyampaian makna suci pembantaian? Terlebih lagi, karena Dewa yang disembah oleh Aliansi Bulan Sabit dan Tentara Salib eksistensinya sama, bukankah ini menjadi konflik dalam? Aku akan menerima hal ini atas kemauanku sendiri dalam pertengkaran dalam ini ……

 

Tidak apa-apa untuk mengatakan kalau aku hina. Aku merupakan orang yang hina.

 

Tidak apa-apa untuk mengatakan kalau aku kurang ajar. Aku merupakan orang yang kurang ajar.

 

Aku ingin agar dunia menjadi lebih hina dan orang menjadi tidak berperikemanusiaan. Aku berencana untuk mendapatkan keinginanku dari lumpur di mana orang-orang yang hina dan orang-orang yang kurang ajar menumpahkan darah mereka.

 

Murni dan sederhana, tujuanku adalah menyelamatkan dunia yang akan hancur. Aku sudah hampir ketakutan oleh paradoks ini beberapa kali. Bahkan sekarang pun, aku hampir tidak mampu menahan keinginan rasa untuk kaget.

 

Siapa yang bisa menyangkal tujuan ini?

 

Jika seluruhnya, pembakaran, pembantaian, dan tragedi yang telah aku sebabkan, memainkan peran menyelamatkan dunia pada akhirnya, maka tuan yang baik, siapa yang bisa menolakku?

 

Betapa putus asanya suara-suara yang menyangkalku, dan betapa menyedihkannya suara mereka? Suara-suara tersebut pasti akan dimulai dengan ‘tapi … betapapun … meskipun begitu …’.

 

Fakta kalau mereka harus memulai kata-kata mereka dengan sebuah kata sambung. Inilah kemalangan mereka. Mereka harus melipat, membungkuk, dan mengumpulkan kata-kata mereka. Di sisi lain, aku mengucapkan seperti orang yang berkuasa.

 

‘Menyelamatkan dunia itu benar.’

 

Seberapa mudahnya ini?

 

Aku ingin hidup seperti ini sekali.

 

Sambil mengayun-ayunkan otoritasku sesukaku dan dengan anggun memegang segelas anggur di tanganku, aku ingin mencoba mengatakan ‘Tenang, teman, aku hanya mencoba menyelamatkan dunia’. Aku hanya ingin menikmati otoritasku tanpa akhir. Keinginanku terwujud.

 

Dengan pengikutku di belakang, aku membawa mereka ke puncak bukit berbatu. Demon Lord yang lain berada di jalanku ke puncak bukit. Demon Lord dengan gesit memberikanku jalan saat aku mendekat. Sejak saat ini, aku adalah petugas yang telah menerima kata-kata para dewa. Tidak ada yang bisa berbicara denganku dengan gegabah. Bahkan Demon Lord, yang merupakan jenderal komando korps tentara, Barbatos, Paimon, dan Marbas, terdiam.

 

Akhirnya, pengikutku dan aku tiba di atas batu tersebut.

 

Tempat itu adalah dataran.

 

Sebuah lapangan yang mulus terbentang di depan kami. Aku ingin tahu apakah karena hujan turun pada waktu fajar karena kabut basah tersendat di dataran. Melewati kabut basah, sekilas bendera melambai bisa terlihat. Setiap kali angin bertiup, ribuan bendera dan spanduk bergemuruh.

 

“……”

 

Rasanya tidak ada suara yang terdengar.

 

Keheningan yang sempurna

 

Karena tidak ada kelas tinggi atau rendah di dunia yang diselimuti kabut, tidak ada bangsawan atau penyihir yang menyiksa yang mendapat cemoohan, tidak ada witch yang menerima hinaan, tidak ada prajurit yang dibantai, dan sebaliknya, segala sesuatu yang ada terkuburkan dalam kabut.

 

Para witch menatapku. Mereka memberi tahuku kalau persiapan untuk deklarasi pidato perang telah selesai. Sekarang suara orator akan beresonansi di seluruh dataran dengan mantra peningkatan suara.

 

Humbaba membentangkan jari-jarinya di kedua tangan. Karena jari manis tangan kirinya sudah hilang, Humbaba menghitung mundur bukan dari 10, tapi dari 9. Penghitungan mundur telah dimulai.

 

9, 8, 7 · · · · · · · .

 

Orang yang melakukan pidato di sini akan menjadi musuh publik benua ini.

 

Tentara manusia akan mengutuki mereka saat mereka mati dan tentara demon akan menyalahkan mereka saat mereka gugur. Itulah peran orang buta yang bertanggung jawab. Alasan mengapa aku, Demon Lord peringkat terendah, diberi wewenang untuk memberikan apa yang disebut pidato agung dan suci ini karena orang lain tidak mau bertanggung jawab atas perang tersebut. Paimon, tentu saja, dan bahkan Barbatos juga seperti itu.

 

6, 5, 4 · · · · · · · .

 

Selain itu, aku juga seperti itu.

 

Aku sama sekali tidak suka mengambil peran tanggung jawab. Bukankah itu posisi sempurna yang akan digunakan sebisa mungkin sampai tidak ada gunanya? Sebagai referensi, seorang bangsawan harus menghindari tempat-tempat berbahaya dengan sendirinya.

 

Karena itu.

 

“Farnese.”

“Aah.”

 

Aku dengan senang hati menyerahkan otoritas agungku kepada bawahanku.

 

Kepada gadis yang sangat ingin menikmati namanya tercantum dalam sejarah.

 

Aku dengan senang hati memberi kehormatan kepadanya untuk menjadi selebriti yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menghiasi anarki.

 

“Hati-hati di jalan.”

 

Farnese mengangguk ringan dan melangkah maju. Meskipun aku bisa mendengar suara Demon Lord, yang mengawasi kami, mengeluarkan suara-suara yang terkejut, aku mengabaikannya. Mantra peningkatan suara sudah terpasang. Tidak ada yang cabul atau cukup berani untuk menghentikan pidato yang telah dimulai.

 

Humbaba telah secara tidak sengaja menghapus keseluruhan 3 detik terakhir dan mengaktifkan mantranya. Para witch dan aku melangkah mundur dan menyeringai. Aah, kami benar-benar mencemooh dengan gembira.

 

Bahkan pendidikan tentang metode pidato yang Lapis terus masukkan ke kepala Farnese semua untuk saat ini. Sekarang, wilayah otoritas yang paling suci akan dinodai bukan oleh Demon Lord atau demon, tapi oleh manusia. Tanah otoritas tersuci akan diolesi oleh anak haram. Seperti yang dilakukan Lapis di Istana Gubernur Niflheim, sekarang giliran Farnese untuk melakukan hal-hal yang bernoda.

 

 

 

Sekarang, putriku.

Sebarkan racun ke seluruh dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

― Oh, umat manusia, dengarkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semua sejarah sampai sekarang telah menjadi sejarah perselisihan golongan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Menurut prediksi TL, vol.3 minggu depan selesai. Minggu ini selesain sampai Bab 6.


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻