Dungeon Defense Vol 3 – Bab 6 Part 1

Oleh Alone of Nyx on March 31, 2018

Dungeon Defense: Volume 3 – Bab 6 (Part 1) Bahasa Indonesia


Bab 6 – Demon Lord (Part 1)

 

 

▯ Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian

 

Orang-orang dari kelas terendah yang harapan mereka dikebiri.

Raja Rakyat Jelata, yang menempatkan seorang rakyat jelata sebagai kekasihnya, menempatkan seorang rakyat jelata sebagai Jendralnya, dan menjadikan para rakyat jelata sebagai pengawal pribadinya, akan berbicara kepadamu. Aku bersimpati terhadap kalian semua. Kau apa?

 

―Tolong ampuni kami.

—Jika bukan hamba, setidaknya anak perempuan hamba.

—Aku akan bekerja sebagai anjing selama sisa hidupku, jadi tolong maafkan aku.

 

Warga desa yang terbakar. Kalian semua lemah dan tidak berdaya sehingga kalian bersujud seperti anjing dan memohon. Barbatos mengolok-olok dan bermain-main dengan kalian, yang berkondisi seperti itu. Ketika dia mengambil nyawa kalian, dia tidak perlu repot-repot menanyakan nama kalian satu per satu. Itu karena nama kalian tidak memiliki nilai yang cukup untuk diingat bahkan setelah mati. Karena kalian menyedihkan, aku diam-diam menyusupkan komentar yang tidak relevan sambil menafsirkan kata-kata Barbatos.

 

“Siapa namamu?”

“Apakah kau memiliki kata-kata terakhir, yang ingin kalian tinggalkan?”

 

“Persiapkan dirimu untuk mati.”

 

Saat aku melakukannya, kau akan menyadari kalau kalian akan segera menemui ajal kalian dan menangis. Sampai kalian mati, tidak ada kata-kata kalian yang mencapai Barbatos. Karena kalian semua tidak memiliki kekuatan, kata-kata kalian tidak memiliki arti. ‘Ampuni aku, jangan bunuh aku.’ bahkan kata-kata ini, yang dianggap paling putus asa di dunia, tidak memiliki arti. Aku mengerti karena kalian semua tidak memiliki otoritas. Aku merasa kasihan kepada kalian semua. Kau apa?

 

― Kekasih Yang Mulia merupakan orang buangan, Jendral seorang manusia, dan pengawal pribadi para witch, kemuliaan Yang Mulia menembus langit. Memang, sangat cocok bagi Raja Rakyat Jelata.

― Kau pasti sangat beruntung menjadi sangat populer dengan wanita, Yang Mulia! Tolong ajari kami bagaimana memperlakukan pelacur rendahan dan menyebarkan informasinya ke seluruh dunia.

 

Witch. Kalian dengan tenangnya menerima salju dan lumpur yang dilemparkan kepada kami. Para prajurit telah mencemooh dan mengejekmu, yang seperti itu. Kemungkinan besar mustahil bagi seseorang untuk tidak merasakan sedikit pun rasa bersalah ketika melemparkan kotoran ke orang lain, tetapi mungkin, kalian bukanlah orang bagi mereka. Tapi bagaimana mungkin kalian semua bukan orang? Mereka mengatakan kalau kalian semua tidak memiliki jiwa, tetapi jika memang demikian, siapa yang memilikinya? Aku melihat tubuh telanjang kalian robek, retak, terpukul, dan terinjak, menodai tubuh kalian dengan luka dan memar. Karena kalian menyedihkan, aku memberimu mantelku.

 

“Aku bersumpah, bahwa aku, Dantalian, tidak akan pernah membalas nasihatmu dengan diam, dan tidak akan pernah mengembalikan saranmu dengan cemoohan. Jika kalian berkeringat dan berdarah untukku, maka aku akan membalasmu setara untuk setiap tetes keringat dan darah.”

 

Saat aku melakukannya, kalian mengerti kalau aku telah mengakui kalian semua sebagai orang dan dengan demikian menangis. Apakah ini dunia di mana orang-orang akan menangis ketika mereka diakui sebagai orang? “Aku adalah orang, aku juga orang.”, Apakah kata-kata ini, yang dianggap sebagai salah satu keinginan paling tulus di dunia, tidak diperbolehkan untuk kalian semua? Aku mengerti karena kalian semua tidak memiliki otoritas. Aku merasa kasihan kepada kalian semua. Kau apa?

 

― Saya minta maaf, Ayah. Saya tidak akan melakukannya lagi …… saya minta maaf ……

― Ayah saya bagi gadis ini …… gadis ini, berulang kali ……

 

Budak. Hidupmu hancur karena kesalahan yang bukan milikmu. Orang-orang mengabaikan dan menghiraukanmu, yang seperti itu. Untuk membuatmu menjadi eksistensi yang tidak ada di dunia, mereka memenjarakan dan mengurungmu. Aku mengerti karuan kau selalu diabaikan dan dikurung kemana pun kau pergi, tubuhmu merupakan tempat pengasinganmu dan dunia merupakan penjaramu. Aku mengerti meskipun kau menemukan pacar dan memiliki anak, anak tersebut pasti akan menjadi anak seorang budak, jadi tubuhmu sendirilah yang terkutuk. Aku telah mendengar tentang para pelayan menyedihkan yang telah memutuskan organ reproduksi mereka sendiri untuk tidak mewariskan kutukan mereka. Untuk kalian semua, tidak ada jawaban selain kematian. Namun, bagaimana bisa kematian menjadi jawabannya? Karena kau menyedihkan, aku berbisik kepadamu.

 

“Kamu bukan lagi korban. Kau adalah si penyerang. Kau bukan lagi menjadi bagian dari orang lemah yang terlukai, tetapi bagian dari yang kuat yang melukai. Jika seseorang mencoba mengambil nyawamu, bunuh mereka sebelum mereka dapat mendapatkanmu duluan. Itu sederhana. Jika seseorang itu adalah ayahmu, maka bunuh ayahmu, dan jika seseorang itu adalah Dewa, maka bunuh Dewa juga. Yang harus kau lakukan adalah mengambil hidup mereka semua.”

 

Saat aku melakukannya, kau memimpin kavaleri dan membantai musuh. Setelah aku memberimu otoritas, kau tidak lagi menjadi orang yang terbunuh, tetapi orang yang membunuh. ‘Orang yang mencoba membunuhku, aku tidak punya pilihan lain selain membunuh mereka duluan.’, Apakah kau hidup selagi tidak mampu mengucapkan bahkan kata-kata yang paling kuat di dunia ini? Pada akhirnya, aku mengerti seseorang tidak akan membunuhmu jika kau memiliki otoritas. Aku merasa sedih kepada kalian semua. Kau apa?

Warga desa yang terbakar, witch, budak.

Apakah kalian semua orang yang menyedihkan, menyesal, dan sedih? Apakah itu saja? Apakah itu sebabnya seseorang harus bersimpati, menepuk kepala, dan menjaga kalian? Akankah kalian selamanya menjadi individu yang baik, lembut, dan murni jika seseorang melakukan hal tersebut? Apakah itu warna asli kalian?

 

Jika kami pergi sekarang, kapan kami akan kembali
Jika kami pergi sekarang, kapan kami akan kembali
Desa kami terbakar dan putra kami terbakar
Aha, jika kami pergi sekarang, lalu kapan kami akan kembali ……

 

Namun, wajah tertawa kejam kalian, yang kalian tunjukkan saat menjarah dan melakukan pembakaran, bukankah juga jati diri asli kalian? Apakah dengan segera membantai para rakyat jelata seketika kalian menerima otoritas, bukannya wajah telanjang kalian?

Ah, kalian semua bukannya baik, lembut, dan murni. Kalian sama denganku. Jenis yang sama. Aku seorang yang memiliki otoritas, dan kalian semua tidak lebih dari orang yang belum mendapatkan otoritas. Hanya itu saja. ‘Kami juga sama! Kami juga menginginkan otoritas!’ bahkan kata-kata ini, yang merupakan kecaman paling nyata di dunia, harus diperbolehkan untuk dikatakan oleh kalian semua.

 

Meskipun begitu, orang seperti Rosenberg menganggap kalian semua sebagai subjek yang buruk. Apakah itu lebih baik? Apakah kalian semua ingin hidup naif selama sisa hidup kalian? Apakah kalian tidak memiliki keinginan? Apakah kalian tidak memiliki keinginan untuk otoritas? Apakah kalian berencana untuk patuh untuk selama-lamanya seperti hewan peliharaan yang dikebiri? Aku menganggap kalian semua sama denganku! Oleh karena itu, karena aku tidak menganggap kalian semua sebagai subjek yang baik, lembut, dan berhati murni, karena aku tidak akan hanya bersimpati dan mengusap kepala kalian, aku tidak akan menjaga kalian semua.

Rosenberg percaya bahwa dia berdiri jauh lebih tinggi daripada rakyatnya. Karena itu, itulah sebabnya dia mencoba menarik rakyatnya ke dalam pelukannya, dan mencoba menyelamatkan rakyatnya sampai titik terakhir. Karena dia sudah tua, lelaki tua tersebut kemungkinan besar kesakitan karena keuletannya.

 

Rakyat jelata, aku akan mengambil nyawa kalian jika diperlukan, dan jika diperlukan, kalian semua dapat mengambil nyawaku juga. Itulah yang aku maksud dengan menganggap kalian semua sebagai setara denganku.

Apakah ada perbedaan antara mayat yang terbakar dengan yang tergantung di dinding hitam dan kehidupan menyedihkan yang melekat pada benteng seperti kerang?

Jika ada perpisahan dalam hidup dan mati, maka hanya ada otoritas.

Kalian semua memiliki hak untuk menginginkan otoritas dan hidup untuk itu.
Melihat kalian semua berjuang, berdarah, membunuh, dan terbunuh karena otoritas itu begitu indah bagiku.

 

Jika dia melihat kalian mengaum ketika kalian basah kuyup dengan darah musuh kalian, maka hal yang hanya Demon Lord Dantalian dapat lakukan adalah mencucurkan air mata.

Kau apa?

Kalian semua bukanlah apa-apa sampai sekarang.

Kalian harus menjadi apa mulai sekarang?

Segalanya.

 

Tusuk tombak kalian ke orang-orang yang telah mencuri kata-kata kalian, merampas jiwa kalian, dan mengebiri kalian dari aspirasi. Ambil kembali semua yang telah dicuri mereka dari kalian. Dengan melakukan itu, satu demi satu, kalian semua akan menjadi luar biasa sebagai orang.

 

―   Ampuni aku, jangan bunuh aku!

―   Aku adalah orang, Aku juga orang.

―   Orang yang mencoba membunuhku, aku tidak punya pilihan lain selain membunuh mereka duluan ……

―   Kami juga sama! Kami juga menginginkan otoritas ……

 

Namun, dengarkan. Kata-kata kalian terlalu berantakan.

Apa ini? Apakah kalian berbicara tentang hal itu? Itu bukan kata-kata. Ini hanyalah omelan bayi yang baru lahir. Itu merupakan suara yang juga statis. Aku mengerti, meskipun aku menganggap kalian semua sebagai rekanku, kalian tidak memiliki bahasa.

 

Sebelum kalian semua dapat mengambil nyawa orang lain, kalian harus terlebih dahulu mempelajari kata-kata. Aku telah merenungkan secara mendalam untuk menentukan kata-kata seperti apa yang harus kuberikan kepada kalian semua. Karena bahasa kalian harus menjadi bahasa perjuangan, bahasa pembantaian, dan di atas segalanya, bahasa otoritas.

Kalian semua yang membayarkan pajak kalian kepada orang-orang yang berkuasa, dengan patuh menghadapi musuh yang menyerang dan mati, dan hanya tahu cara membenci orang lain karena tidak ada yang akan membantu kalian, selamanya akan mati mulai dari sekarang. Ketika Black Death melanda benua, nasibmu telah mati bersamamu.

 

Dengan niat semata-mata untuk mengucapkan selamat atas kematian panjang kalian dan baru terlahir, aku memberi kalian pesan kerajaan ini.

Dengarkan, oh, rakyat jelata. Sebagai pengganti dari Dewa yang sudah mati, seorang Demon Lord akan memberikan kalian sebuah bahasa.

Berteriaklah dengan bir dan perangkap masing-masing.

 

 

 

 

 

Oh, umat manusia, dengarkan

Semua sejarah sampai sekarang telah menjadi sejarah perselisihan golongan.

Ada dua perang di dunia.

Salah satunya adalah perang antara manusia dan demon.

Namun, fakta bahwa ada perang yang lebih keras dari itu,

perang yang telah berlangsung selama 1.500 tahun tanpa jeda sedikit pun, itulah.

Apakah kamu, umat manusia, tahu perang apa itu?

Itu adalah perang menghancurkan yang berlangsung selamanya.

Dibandingkan dengan itu, perang antara manusia dan demon itu bodoh.

Manusia dan demon telah berkonflik satu sama lain hanya 8 kali sejak awal dunia, namun, perang besar terus terjadi setiap tahun, setiap bulan, setiap hari, dan setiap detik.

Warga negara dan budak gratis,

aristokrat dan rakyat biasa,

baron dan pelayan,

penindas dan yang tertindas.

Apakah kalian semua masih tidak bisa mendengarnya

suara serak perang menghancurkan yang sedang diperjuangkan oleh orang-orang tersebut?

Itu merupakan perang abadi, hanya itulah perang sejati.

Bahkan jika demon menghilang dari benua

Kalian semua masih akan berperang.

Karena 1.500 tahun telah berlalu, dan bahkan jika 1.500 tahun lagi berlalu sekali lagi,

perang golongan, perang otoritas akan terus tidak berubah.

Untuk semua putra dan putri yang tertindas di dunia, dengarkan.

500 tahun yang lalu, Demon Lord melangkah ke benua untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pada hari itu, para penguasa kerajaan menyesalkan tentang pelindungan umat manusia.

Nenek moyang kalian pergi berperang sambil mempertaruhkan hidup mereka untuk melindungi umat manusia.

Meskipun demikian, bahkan setelah perang usai, pelayan masih pelayan dan subjek masih menjadi subjek.

400 tahun yang lalu, Demon Lord turun ke benua untuk kedua kalinya.

Nenek moyang kalian bertarung melawan Demon Lord lagi dan menjadi pemenang.

Sangat mengejutkan. Sangat mengesankan.

Kalian semua benar-benar perisai yang melindungi umat manusia.

Meskipun demikian, bahkan setelah perang usai, para rakyat jelata masih menjadi rakyat jelata dan subjek masih menjadi subjek.

Jika kalian semua tidak ada di sana, maka benua itu

akan jatuh ke tangan Demon Lord.

Selama ratusan tahun terakhir, kalian semua adalah penjaga umat manusia,

dan adalah pemilik yang telah membawa beban peradaban selama berabad-abad.

300 tahun kemudian, pada hari ini, Demon Lord telah tiba di benua tersebut.

Namun, apa ini? Oh, pemilik benua? Kalian semua rakyat biasa yang masih pelayan, rakyat jelata, dan budak.

Kalian adalah yang terlemah di antara yang lemah dan sekarat menjadi wabah!

Kalian mati sampai sekarang untuk apa?

Kalian semua tentu mempertahankan benua.

Benua merupakan daratan yang tetap sama sebelum perang terjadi dan bahkan setelah terjadi.

Kalian masih dalam kemiskinan.

Kalian sangat miskin sehingga kemiskinan kalian terasa seperti  abadi.

Bahkan jika ibumu terjangkit Black Death dan mati di tempat tidurmu,

Kalian semua melarat sampai pada titik di mana kalian tidak dapat membeli bahkan sepotong obat.

Kalian semua hidup sambil berkorban.

Untuk apa pengorbanan itu?

Kalian semua hidup selagi berperang.

Untuk apa perang itu?

Selama 500 tahun terakhir, apakah kalian semua telah menyebarkan puluhan ribu jiwa dan puluhan ribu air mata untuk melindungi kemiskinan kalian? Apakah kalian mematuhi para penguasa dan orang-orang yang berkuasa karena kalian semua ingin selamanya dimiskinkan? Dengan kondisi di mana ibu kalian mengerang, ayah kalian dicambuk oleh bangsawan, dan saudara kalian terjatuh saat membajak sawah, untuk melindungi pemandangan tersebut, benua ini,

Kalian mati sampai sekarang untuk apa?

Bukan begitu.

Umat manusia, kebenarannya seperti ini.

Umat manusia bahwa raja kerajaan, kaisar kekaisaran, dan para aristokrat dari daerah berseru bukan untuk kalian.

Benua yang ingin dipertahankan oleh para bangsawan bukanlah tanah kalian.

Tokoh-tokoh otoritas yang hidup sampai hari ini, tidak ingin melindungi kehidupan rakyat dan tanah rakyat, tetapi semata-mata untuk tujuan membela kehidupan mereka sendiri dan kekayaan mereka sendiri.

Oh, umat manusia, dengarkan.

Hal-hal yang dilindungi leluhurmu ketika menumpahkan darah

bukan sesuatu yang dimiliki rakyat, tetapi sesuatu yang dimiliki orang lain,

hanya milik para bangsawan palsu tersebut.

Ah, perang sudah berakhir tetapi kalian semua masih dalam kemiskinan!

Itu sudah jelas! Karena kalian semua telah membantu orang-orang yang berkuasa!

Secara umum, orang seperti apakah para penguasa itu? Bahkan jika monster berkerumun ke desa kalian, mereka tidak mengirim pasukan mereka untuk melindungi kalian.

Mereka telah membuang kalian, mereka telah membuang kalian, manusia, membuangnya. Meskipun begitu, ketika Demon Lord mulai mendekat, para bangsawan memaksa kalian semua untuk mengorbankan dirimu saat seketika itu juga.

Untuk umat manusia!

Meskipun Black Death menimpa desa-desa kalian, orang-orang yang berkuasa tidak memberi kalian obatnya. Mereka telah benar-benar membuang kalian, kalian manusia, membuangnya.

Meskipun demikian, ketika Demon Lord mendekat

para aristokrat tersebut memaksa kalian semua untuk mengorbankan diri kalian.

Untuk umat manusia!

Sekarang umat manusia yang dimaksud oleh para bangsawan telah menjadi jelas.

Umat manusia yang mereka bicarakan adalah manusia yang disebut aristokrat.

Benua yang mereka maksudkan adalah semata-mata tanah yang dimiliki para bangsawan tersebut.

Apa gunanya manusia?

Mereka hanya manusia untuk ditindas.

Untuk apa perang ini?

Itu semata-mata perang untuk mempertahankan penindasan tersebut.

Untuk apa sejarah 1.500 tahun tersebut?

Melanjutkan dari seribu hingga lima ratus tahun terakhir, kalian semua telah mati dan terus mati agar dapat dengan bodohnya mewariskan kemiskinan kekal kalian kepada putra dan putri kalian!

Oh, umat manusia, bukan umat manusia yang para bangsawan katakan dengan kata-kata manis,

tetapi kalian, pelayan, rakyat jelata, budak, dan subjek sejati.

Kalian, pemilik tanah ini.

Kalian, subjek yang semuanya harus menjadi pemilik.

Apakah ada sesuatu yang tidak? Apakah kalian semua benar-benar rakyat jelata?

Karena kalian semua adalah pemilik tanah ini,

dan lebih tepatnya, para aristokrat tersebut merupakan parasit

menempel pada kulit dan pembuluh darah kalian,

bukannya mereka rakyat jelata sejati yang mengisap keringat dan darah kalian?

Karena mereka rakyat jelata, maka bukannya pantas bagi kalian semua untuk menjadi tuan?

Mengapa para bangsawan tersebut menggelapkan biji-bijian gandum dan jagung yang telah kalian panen?

Mengapa mereka tidak melindungi subjek mereka ketika mereka diserang oleh monster, meskipun mengklaim sebagai pemiliknya?

Pada akhirnya, mengapa mereka mengumpulkan pajak meskipun semua orang mati kelaparan?

Itu karena mereka bukan pemiliknya.

Oh, umat manusia, mereka bukan pemiliknya tetapi mereka adalah pencuri.

Mereka adalah bandit-bandit yang mencuri semua hasil yang kalian raih.

Para bangsawan hanya mengambil. Dengan merampas, mereka tinggal di rumah yang kalian buat, memakai pakaian yang kalian buat, dan memakan jagung yang kalian panen.

Bagaimana perilaku tidak masuk akal ini berlanjut selama 1.500 tahun terakhir?

Umat ​​manusia, alasannya adalah ini.

Itu karena mereka memegang senjata.

Tidak ada alasan lain selain ini.

Jika kalian mengajukan permohonan agar pajak diturunkan, mereka mengangkat pedang mereka.

Jika kalian memohon agar mereka memberi kalian obat, mereka menjulurkan tombak mereka.

Jika kalian tidak bekerja untuk merawat ibu kalian sendiri, mereka memukul cambuk mereka.

Hanya dengan pedang,

hanya dengan tombak,

dan hanya dengan cambuk.

Jika itu masalahnya, maka umat manusia, apa yang harus kalian lakukan?

Apa yang harus kalian lakukan untuk melindungi apa yang menjadi milik kalian?

Apa yang harus kalian lakukan agar tidak mewariskan kemiskinan kalian!?

Apakah kalian akan diiris oleh pisau dan mati?

Apakah kalian akan ditikam oleh tombak dan menjerit?

Apakah kalian akan dicambuk oleh cambuk sampai tulang kalian lemah?

Ada satu jawaban! Hanya satu jawaban!

Tidak ada pilihan lain selain melawan kekuatan dengan kekuatan!

Angkat kapak Anda. Ambil busur kalian. Persenjatai diri kalian.

Gunakan peralatan pertanian kalian dan tusuk kepala mereka.

Buatlah agar kalian yang memanen hal-hal yang telah kalian kembangkan.

Buatlah hal-hal yang alami, jalankan dengan cara yang wajar.

Jangan terus dibodohi bahwa kalian adalah rakyat jelata.

Kalian semua adalah orang yang memiliki tanah ini.

Kalian adalah sesungguhnya manusia yang menyerupai manusia.

Segala sesuatu di benua ini adalah milik kalian!

Kalian harus pergi berperang hanya untuk diri kalian sendiri!

Berjuang!

Karena tidak ada yang akan mengambil kembali hal-hal yang menjadi milik kalian selain diri kalian sendiri.

Berjuang!

Karena tidak ada yang akan menjalani hidup kalian selain diri kalian sendiri.

Berjuang!

Oh, umat manusia, subjek apa? Mereka segalanya!

Hanya kalian yang bisa disebut sebagai orang.

Sepanjang sejarah, rakyat biasa itu apa?

Mereka bukan apa-apa!

Dan sekarang, mulai dari titik ini

apa yang harus kalian, umat manusia tak tertandingi, menjadi?

Segalanya!

Perang untuk membunuh demon untuk para bangsawan sudah berakhir.

Ketahuilah bahwa perang besar yang sesungguhnya telah tiba.

Kalian harus berjuang semata-mata untuk hidup kalian sendiri dan untuk otoritas kalian sendiri.

Biarkan para parasit, yang berpura-pura menjadi penguasa, tahu siapa pemilik sebenarnya dengan tombak, anak panah, dan kapak.

Mendambakan dunia di mana semua orang hanya hidup sebagai pemilik.

Sadarilah sejarah di mana semua orang berjuang dengan semua orang.

Buat para penguasa merinding akan kekuatan kalian sebagai subjek.

Selain belenggu palsu kalian,

kalian semua tidak akan rugi dalam perang menghancurkan ini.

Hanya dunia yang harus kalian dapatkan, semua yang harus kalian dapatkan, tersebar di depan mata kalian!

Lawan balik, umat manusia!

 

 

 

 

 

 

Ini adalah bahasa rakyat jelata yang telah aku berikan.

Karena mereka terdesak dan putus asa, kau hanya harus berbicara dalam jeritan bergairah dan berbicara sambil meratap.

 

Margrave of Rosenberg dan aku berbeda. Aku tidak berharap diriku dapat menjinakkan kalian semua, dan aku tidak ingin hanya dilindungi oleh kalian. Para pengikut yang paling aku cintai adalah orang-orang yang tahu cara mengkhianati orang lain. Karena itu, aku hanya bisa mencintai Lapis Lazuli. Aku dapat menjamin bahwa Lapis suatu hari akan memberikanku sebuah piala beracun. Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba.

Di sisi lain, pengkhianatan Humbaba mengecewakan. Karena seseorang tidak boleh tertangkap jika mereka berkhianat, mereka juga harus, setidaknya, menuai semua manfaat yang dapat mereka peroleh ketika pengkhianatan mereka terungkap. Bahkan jika aku berasumsi kalau Humbaba membiarkan dirinya ditangkap olehku dengan sengaja, sampai kehilangan uang! Bagaimana bisa mereka hanya menerima separuh harga dari pengkhianatan tersebut!? Itu sebabnya mereka tersesat. Aku tidak punya pilihan lain selain melayani anak-anak yang tersesat ini. Apa lagi yang dapat aku lakukan? Mereka adalah orang-orang yang memalukan.

 

…… Putri Kekaisaran Elizabeth sama denganku.

Kami berdua tahu fakta bahwa kata-kata tidaklah lebih dari alat. Namun, kami juga tahu bahwa kata-kata adalah alat otoritas yang bermanfaat.

Putri Kekaisaran adalah seorang gadis yang akan merobek seluruh wajah manusia yang berkeliling dengan rias wajah. Dia memaksa semua orang untuk berkeliling sambil menampilkan wajah telanjang mereka. Memang, tidak ada teknisi lain yang luar biasa seperti Putri Kekaisaran dalam mengupas kulit dari wajah.

 

Tapi, Elizabeth.

Kau hanya tinggal sebagai Putri Kekaisaran yang lahir di Kekaisaran.

Kau tidak punya pilihan lain selain untuk selamanya hidup sebagai Putri Kekaisaran.

Itu adalah kedalaman dan batasmu. Kau akan selamanya berkeliling sambil memimpin sekelompok bangsawan.

Tapi aku berbeda.

 

Setelah jatuh ke dunia ini, aku terus merenungkan tentang bagaimana aku akan mengalahkanmu. Aku merupakan peringkat yang tidak diketahui dari 71 Demon Lord dan kau adalah orang yang berpengaruh di Kekaisaran yang paling kuat. Aku rendah dan kau tinggi. Aku tidak kompeten dan kau kompeten.

Untuk menarikmu turun dari posisi tinggi tersebut dan mendorongmu ke lumpur, aku menyusun rencana besar.

Yang pertama adalah Lapis Lazuli.

 

― Saya, Lapis Lazuli, lahir dari succubus dan dibesarkan di gang-gang belakang desa dan kota, seseorang yang telah bekerja sebagai pedagang tingkat ketiga untuk Perusahaan Keuncuska selama 10 tahun, akan melupakan masa lalunya dan hidup semata-mata untuk tujuan menjadi bawahan Demon Lord Dantalian. Hati ini. Kepala ini. Jiwa ini selamanya akan menjadi milik Yang Mulia.

 

Aku telah membawa keturunan haram yang kejam, yang diperlakukan sebagai orang buangan, ke sisiku dengan sengaja dan membuatnya menjadi tunanganku. Itu bukan hanya karena dia kompeten. Itu karena dia berguna untuk taktik besarku. Aku bertunangan dengan seorang rakyat jelata.

Berikutnya adalah Laura De Farnese.

 

― Laura De Farnese. Sebagai putri ketiga dari Duchy Parma dan pewaris sah Piacenza, pada malam ini, kalender benua tahun 1505, bulan ke-9, dan hari ke-10, dengan semua Dewa di sini sebagai saksi, saya dengan ini bersumpah: Jika Tuan memerintahkan gadis ini menjadi pedang Tuan, maka dia akan menjadi pedang Tuan. Jika diperintahkan untuk menjadi kepala Tuan, maka dia akan menjadi kepala Tuan. Jika diperintahkan untuk menjadi kaki Tuan, maka dia akan menjadi kaki Tuan. Kehendak gadis ini, pengetahuan gadis ini, dan usaha gadis ini akan selamanya ditujukan kepada Tuan.

 

Aku telah membawa anak haram, yang terlahir sebagai anak seorang budak dan diasingkan dari dunia, sebagai pengikutku dan membuatnya menjadi Jenderal penggantiku. Dia juga berguna untuk rencana besarku. Aku menunjuk seorang rakyat jelata.

Akhirnya, para witch.

 

― Kami Berbere Sisters, lahir tanpa rumah, dibesarkan di gang-gang belakang kota dan desa, dan individu yang telah menghabiskan hidup kami sebagai tentara bayaran selama beberapa dekade dan abad, sekarang ingin melupakan masa lalu kami dan menemukan nilai dalam hidup kami semata-mata sebagai pengikut Demon Lord Dantalian. Hati kami, kepala kami, jiwa kami selamanya akan menjadi bagian dari milik Yang Mulia. Karena itu, Yang Mulia, tolong jagalah hati, kepala, dan jiwa kami yang hilang.

 

Aku menerima para witch, yang dicemooh ke suatu tempat yang terlupakan karena hilangnya jiwa mereka, sebagai bawahanku dan menunjuk mereka sebagai pengawal pribadiku. Para witch memang sangat bermanfaat bagi strategi besarku. Aku memeluk rakyat jelata.

 

Oh, Elizabeth.

Ini merupakan landasanku.

Dengan anak-anak ini, yang diselimuti kegelapan oleh api dunia dan pikiran mereka yang terbakar, aku akan menjungkirbalikkan para bangsawan dan rakyat jelata. Aku akan membakar semuanya. Sebagai Putri Kekaisaran putih murni dan penyendiri, tetap di puncak sampai akhir. Dan kemudian, tersedak oleh asap yang kami angkat dan dibakar sampai mati.

Mulai sekarang, para rakyat jelata dari kelas terendah adalah batu hitamku.

Aristokrat? Kau dapat mengambil semuanya. Ambil semua yang seperti batu putih untuk dirimu sendiri. Lagipula aku yang akan jalan terlebih dahulu.

Oh, rakyat jelata, landasanku yang juga batu matiku, apa yang kalian lakukan? Kalian harus menjadi apa?

 

Setiap batu yang diletakkan di papan adalah batu yang akan membunuh musuh dan akan dibunuh oleh musuh. Jika hidup kalian akan pecah seperti batu, maka perlu bagi kalian untuk menjadi keras seperti batu. Setiap kali kalian dipukul dan kalian menyerang orang lain, suara keras harus beresonansi.

Aku mengerti suara kalian masih terlalu lembut. Aku mendengar semua suara kalian. Bicaralah sekali lagi. Aku akan memegang dan membangkitkan kembali kata-kata yang terkubur pada latar belakang.

 

― Ampuni aku, jangan bunuh aku!

― Orang yang mencoba membunuhku, aku tidak punya pilihan lain selain membunuh mereka duluan ……

 

Suara kalian lemas. Lemah. Jangan hanya dengan teriakan sederhana dan tambahkan bentuk kata-kata. Mengancam orang yang mencoba mengambil nyawamu. Pamerkan bahkan kalian memiliki sedikit kekuatan. Dengan melakukan itu, dibandingkan berteriak, kalian akan bisa mengucapkan kata-kata.

“Kami adalah satu . Kami akan bersatu dengan melawan musuh kami. Jika seseorang yang memiliki otoritas bergantung pada kehidupan seseorang, maka kami akan menjadi seribu dan membalas. Mari kita lihat apakah kau bisa menangani seribu senjata.”

Oh, rakyat jelata, kau apa? Akankah kalian melarikan diri dari orang-orang yang menyedihkan, menyesal, dan sedih? Aku telah memfokuskan telingaku ke arah kebisingan kalian. Bicaralah sekali lagi.

 

― Aku adalah orang, aku juga orang.

― Kami juga sama! Kami juga menginginkan otoritas ……

 

Suara yang luar biasa. Mari kita tambahkan bentuknya. Karena kata-kata adalah otoritas, dan ketika orang-orang jatuh ke dalam kehancuran jika mereka menggunakan otoritas mereka tanpa berpikir, orang akan runtuh jika mereka menggunakan kata-kata sembarangan juga. Agar tidak memungkinkan orang lain mendekat, bangunlah benteng dan benteng dengan kata-kata.

 

“Semua manusia sama. Hak untuk membunuh orang yang mencoba membunuhku sama saja dengan milikku dan milik kami. Jika otoritas adalah kemampuan untuk membunuh orang lain, maka kami juga akan menjadi orang yang berkuasa.”

 

Bagus. Itu merupakan benteng dengan fondasi yang terstruktur dengan baik. Formasi yang tak tertembus. Terus berada di sini.

Jika kalian semua ingin membuat benteng, maka itu akan menjadi bentengku.

Jika kalian semua mengibarkan bendera, maka pasukanku akan maju ke sana.

Jika kalian semua membangun dunia, maka duniaku akan berada di sana juga.

Benar-benar menginginkan semua yang kalian inginkan. Aku akan memberi tahu kalian caranya.

Menjadi sesuatu yang ditakuti. Aku akan memberi kalian semua dengan senjata.

Aku bersimpati dengan kalian semua. Aku akan menjadi keinginan kalian, ketakutan kalian, dan kematian kalian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku Dantalian.

Raja dari kalian rakyat jelata.

 

 

 

 

 

 

 

 


Kunjungi channel chat kami di sini.

Like, Share dan Support Kami!


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻