Dungeon Defense Vol 3 – Bab 6 Part 2

Oleh Alone of Nyx on April 1, 2018

Dungeon Defense: Volume 3 – Bab 6 (Part 2) Bahasa Indonesia


Bab 6 – Demon Lord (Part 2)

 

 

Pembunuh Sanak-Famili, Putri Kekaisaran, Elizabeth von Habsburg
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Polles, Dataran Bruno, Aliansi Manusia

 

—Oh, umat manusia, dengarkan.

 

Suara seorang gadis bergema di seluruh dataran.

Itu merupakan suara yang elegan dan halus. Itu merupakan suara yang mengingatkan pada musim dingin karena emosi yang terkandung dalam nada tersebut cukup tipis. Itu merupakan suara yang dilatih dengan kuat dan berdiri tegak di tengah. Kemungkinan besar diajarkan kepadanya oleh seorang guru yang kompeten. Hanya mendengar seseorang, yang telah benar-benar belajar berbicara, memberikan bentuk yang indah.

Dengan sepasang teropong di tangan, aku mengamati gadis yang berdiri di atas batu besar tersebut. Apakah gadis itu Laura De Farnese ……? Aku bergumam keras. Itu budak yang Dantalian sampai pergi ke Kerajaan Sardinia untuk mengangkutnya. Tentu saja, itu merupakan individu dengan banyak kegunaan.

 

―Semua sejarah sampai sekarang telah menjadi sejarah perselisihan golongan.

 

Apa yang sedang dia bicarakan?

Aku memandang melalui teropong. Gadis tersebut tidak memiliki emosi di wajahnya. Dia merupakan seorang gadis yang memiliki keindahan salju dan embun beku. Tentunya, dengan penampilan seperti itu, sudah pasti kalau rumor liar, bahwa Dantalian telah membawa pelacur manusia karena dia terpikat oleh penampilannya, akan muncul. Saat pidatonya berlanjut, para bangsawan di sekelilingku mulai saling berbisik satu sama lain.

 

“Awal dari pidato perangnya sangat eksentrik.”

“Tidak peduli apa yang mereka bicarakan, persatuan kita manusia tidak bisa dipecahkan …”

 

Setiap bangsawan memiliki sepasang teropong yang ditempatkan di mata mereka. Isi dari pidato tersebut benar-benar berbeda dengan apa yang telah mereka prediksi. Tentu saja, para kapten dan prajurit mulai bergerak. Tidak ada yang pernah mendengar atau mengetahui tentang perang besar yang mendekati perang suci Tentara Salib.

 

― Itu adalah perang abadi.

 

Namun.

Saat kata-kata gadis tersebut terus berlanjut dengan tegas menyerang udara.

Saat suara gadis tersebut terus bergetar dan bergema di seluruh langit.

 

― Untuk semua orang di dunia yang tertindas, dengarkan!

 

Wajah para bangsawan berubah bentuk menjadi marah dan wajah para prajurit menjadi keheranan. Tidak ada batasan untuk kata-kata agresif yang keluar dari mulut gadis cantik tersebut. Mereka bukan kata-kata penolakan, juga bukan kata-kata persuasi. Itu adalah kata-kata yang memukul dan menghancurkan tanah yang menyembunyikan sesuatu di bawah tanah beku, sampai akhirnya, menariknya keluar.

 

― Untuk apa pengorbanan itu? Untuk apa perang itu!?

 

Gadis tersebut berteriak tanpa menahannya. Kata-katanya dengan mudah menakutkan. Karena mereka adalah kata-kata yang membelah dan menyebabkan perpecahan, mereka adalah kata-kata yang terbagi dan menghasilkan hasutan dan juga kata-kata yang bergejolak dan dimanipulasi. Gadis tersebut menebas manusia dengan kata-kata yang lebih tajam dari pisau.

 

“……”

 

Aah.

Aaah!

Aku menyadari niat pihak lawan. Niat gadis tersebut, niat Dantalian yang bersembunyi di belakang gadis tersebut dan menyebarkan racunnya. Dantalian, Demon Lord itu tidak bermaksud untuk melawan manusia. Dia memikat manusia untuk bertarung satu sama lain!

 

― Umat manusia, dengarkan. Apa yang harus kalian lakukan untuk melindungi apa yang menjadi milik kalian? Apa yang harus kalian lakukan untuk mengambil kembali apa yang menjadi milik kalian dari para pencuri tersebut!?

 

Para prajurit sudah goyah. Suara gadis tersebut menyemburkan racun. Terinfeksi racun itu, para prajurit melihat ke sekeliling wajah para prajurit lainnya. Para bangsawan tidak bisa mendapatkan kembali ketenangan mereka dan berteriak.

 

“I-Itu! Itu, itu, apa, kata-kataku! ”

“Aku sudah mengetahui cukup baik akan ke licikkan demon, tetapi untuk mengatakan kata-kata tanpa berpikir seperti itu!”

 

Betapa bodohnya.

Mereka bahkan tidak bisa mencium bau racun yang mendekati kami dari semua sisi. Aku merasa seakan tercekik. Hanya pikiran mencegah ucapan tersebut terlintas dalam pikiranku.   ……Betul. Kami harus menghentikan kata-kata perpecahan itu bagaimanapun juga. Aku harus memblokirnya untuk mencegah kekacauan dan bencana yang tidak dapat dibatalkan dan nantinya akan menelan benua. Aku cepat-cepat berdiri dari kursiku dan bergegas menuju para mage.

 

“Segera aktifkan mantra untuk pidato kita.”

“Yang mulia?”

“Apakah kamu tidak mendengarku? Aku memerintahkanmu untuk mengaktifkan mantranya.”

 

Para mage menatapku dengan wajah yang agak menyusahkan. Seorang lelaki tua dengan keriput di dahinya menundukkan kepalanya.

 

“Maafkan saya, Yang Mulia. Persiapannya belum selesai. ”

“Belum selesai?”

“Karena kami diberi tahu oleh Yang Mulia bahwa pasukan kami akan memberikan giliran pidato kedua, kami telah siap untuk mengaktifkan mantra tepat pada saat itu.”

“Tidak apa jika hanya dengan sihir peningkatan suara. Aku tahu cara berbicara bahasa demon. Sekarang juga……”

“Yang Mulia, meskipun sihir peningkatan suara bukanlah teknik yang sangat sulit, kerja awal sangat penting untuk menaikkan volume ke titik di mana ia dapat beresonansi di seluruh dataran. Mohon dengan murah hati pahamilah bahwa sihir tersebut tidak universal. ”

“Kalau begitu, berapa lama sebelum persiapan selesai?”

“Paling cepat, butuh 10 menit.”

“10 menit……?”

 

Keringat dingin turun di leherku.

Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku merasakan keringat dingin. Mungkin pada saat saudaraku menyeretku ke kamarnya dan memaksaku untuk menonton dia bersetubuh dengan saudara perempuanku? Apakah itu pertama kalinya sejak saat itu? Sama seperti hari itu, yang telah menghancurkan hidupku, keringat dingin menyelimuti leherku. Aku bisa merasakan setetes keringat meluncur di garis leherku dan menuruni garis luar dadaku.

 

“……”

 

Aku perlahan membalikkan kepala dan memeriksa para prajurit sekali lagi. Mereka semua pelayan, budak, dan rakyat jelata. Kerusuhan menyebar di masing-masing dan setiap wajah mereka. Ah, 10 menit sudah terlambat. Jika 10 menit berlalu, maka itu akan terlambat selamanya……

Apakah aku hanya bisa mendengarkannya dengan tenang?

Seperti waktu aku harus menonton saudara-saudariku bercampur bersama.

Haruskah aku menderita seperti ini, sementara tidak dapat melakukan apa pun, sekali lagi?

 

― Oh, umat manusia, subjek apa? Mereka segalanya! Hanya kalian yang bisa disebut sebagai orang. Sepanjang sejarah, rakyat biasa itu apa? Mereka bukanlah apa-apa! Dan sekarang, mulai dari titik ini apa yang harus kalian, manusia tak tertandingi, menjadi?

― Segalanya!

 

Seakan mabuk oleh obat, para prajurit menatap gadis tersebut. Meskipun mereka seharusnya tidak dapat melihat wajah gadis tersebut karena mereka tidak memiliki teropong, dengan megah suaranya, gadis tersebut memancarkan kehadiran yang kuat. Aku merinding.

Jadi itu pedang Dantalian.

Jadi itu adalah kata-kata Dantalian.

…… Pidato tersebut kemungkinan besar ditulis oleh Dantalian. Aah, tidak diragukan lagi. Aku bisa mendengar suara pria itu dalam suara gadis tersebut. Samar-samar aku bisa merasakan garis besar Dantalian dalam kata-kata dan kalimat-kalimat yang dilafalkan gadis tersebut. Bagaimanapun juga, mengapa Dantalian tidak memproklamasikan pidato itu sendiri, dan sebaliknya, mengirim gadis tersebut sebagai penggantinya?

Alasannya adalah mengartikulasikan.

Kata-kata yang diucapkan Dantalian, sementara kami berjabatan tangan hari ini, melewati otakku. Dantalian menyeringai lebar.

 

― Oh sayang, Elizabeth! Aku Dantalian. Dantalian, kataku.

― Jika kau bersinar seperti matahari, maka aku akan selalu bersembunyi di bulan gelap. Suatu hari kau akan kehabisan daya dan runtuh, namun, aku tidak. Aku tidak akan pernah mengungkapkan diriku, bagaimanapun juga.

 

Hatiku bergetar. Sulit untuk mengakui kebenaran itu sendiri bahwa hatiku gemetar ketika menyadari ketakutan dan teror. Aah, jadi Dantalian berencana untuk bersembunyi. Dia berencana untuk tetap sebagai manipulator di balik layar dan tidak pernah mengungkapkan dirinya!

Dengan menempatkan Farnese sebagai yang berdiri, Dantalian akan bersembunyi. Orang yang berdiri di depan untuk mengayunkan pedang dan memberi perintah kemungkinan besar adalah Farnese. Oleh karena itu, semua orang di benua akan memuja dan membenci Farnese. Meskipun pelakunya sebenarnya yang menghasut mereka adalah Dantalian. Sementara Farnese menjadi kuda Demon Lord dan menyebar kata-kata Demon Lord, Dantalian sendiri akan ditutupi oleh tirai pertunjukan dan tidak tertangkap oleh siapapun, memungkinkan dia untuk dengan bebasnya menghancurkan benua tanpa terhalang oleh apapun.

Sebaliknya.

 

Aku tidak dapat melakukannya.

Sebagai Putri Kekaisaran, itu tidak mungkin aku lakukan. Aku harus menghabiskan waktu dengan ratusan bangsawan di sekelilingku setiap saat. Karena selalu ada telinga di sekitarku untuk mendengar kata-kata yang aku ucapkan, jika aku mengambil tindakan, maka akan selalu ada mata untuk melihat hal-hal yang aku lakukan. Sampai sekarang, aku telah memperlakukan takdirku dilahirkan sebagai Putri Kekaisaran dengan rasa syukur. Bahkan untuk sesaat, tidak pernah aku berpikir bahwa kedudukanku sebagai Putri Kekaisaran mungkin bisa menjadi kelemahanku ……!

Pidato gadis tersebut telah mencapai puncaknya. Dia menarik pedang panjang dari pinggangnya dan mengangkatnya ke langit. Setiap prajurit menahan nafas dan terserap pada gadis tersebut.

 

― Aku, Laura De Farnese, terlahir sebagai manusia dan dicap sebagai budak, sebagai seorang rakyat jelata sendirian yang berada di sini sekarang berjuang bersama kalian semua, dengan ini akan menyatakan! Entah itu manusia, demon, rakyat biasa, atau rakyat jelata, aku akan berjuang untuk orang-orang tanpa membedakannya!

― Kalian juga, berjuanglah denganku! Buang semua batasan yang menindas kalian semua! Menjadi bebas diri sendiri, umat manusia!

 

Gadis tersebut …… Jadi anak itu merupakan penerus Dantalian.

Orang-orang terkejut oleh kenyataan kalau gadis tersebut adalah manusia. Itulah efek yang diincar oleh Dantalian. Dantalian telah menggunakan seorang gadis manusia sebagai oratornya secara sengaja.

Jika orang yang memberikan pidato tersebut, mungkin, Demon Lord atau demon, maka para prajurit tidak akan tergerak. Jika orang yang berdiri di sana adalah seorang bangsawan, maka para prajurit akan mencemooh pidato tersebut. Namun, Laura De Farnese, yang berdiri di atas batu tersebut, bukanlah seorang Demon Lord atau seorang bangsawan dan hanya orang bebas dengan darah manusia. Dia manusia. Karena itu merupakan kata-kata manusia, secara alami meresap ke subjekku yang juga manusia.

 

“……Ha.”

 

Apakah tawa datang ketika keputusasaan semakin dalam?

Aku akhirnya tidak sengaja menyeringai.

Tiba-tiba, siapa aku dan di mana aku berdiri menjadi jelas.

Aku adalah Putri Kekaisaran. Sampai sekarang, aku telah membuktikan kalau akulah adalah satu-satunya Putri Kekaisaran.

Namun, karena Dantalian tiba-tiba muncul di tempat itu, dia telah mendefinisikan nasib seperti apa yang terpapar di belakangku sebagai Putri Kekaisaran. Dia adalah eksistensi yang mendefinisikanku.

 

“Dantalian ……”

 

Jika aku ingin bertahan sebagai Putri Kekaisaran, maka aku harus mengambil nyawanya.

Jika aku bertahan sampai akhir, maka aku juga harus mengambil nyawa gadis tersebut.

Jika aku gagal melakukannya, maka kehidupan yang akan jatuh ialah milikku.

 

“Demon Lord……!”

 

Suatu aliran emosi tertentu mengalir keluar dari hatiku yang diperketat oleh rasa takut. Aha, aku yakin aku gila. Meskipun ada eksistensi yang harus aku bunuh agar tetap hidup di depanku, aku merasakan kesenangan dalam hidup dari hal tersebut.

 

“Jadi kau adalah takdirku …!”

 

Dia kemungkinan besar akan bersembunyi dan tidak keluar.

Orang-orang kemungkinan besar tidak akan pernah tahu siapa dia.

Tapi aku tahu.

 

Hanya aku yang melihatmu.

 

Alam semesta adalah kerumunan yang tidak berarti dan jika itu samudera yang menyendiri, maka satu pulau akan hanyut di atas dan kita akan duduk di sana menghadap satu sama lain. Seperti saat kami berhadapan satu sama lain dengan batu hitam dan putih, sementara di tengah-tengah bermandikan hari ini, masa depan kami mulai dari sekarang akan dihabiskan menghadapi satu sama lain lain. Demon Lord, kau adalah takdirku dan aku pasti akan menjadi takdirmu juga.

Merasa gelisah, para bangsawan berteriak. Mereka menggertak para prajurit sambil memukul pipi mereka.

 

“Kau bodoh! Apa yang kau pandangi sambil melamun!? Apakah kalian semua tidak dapat berteriak dan membuktikan kepada mereka kalau kalian adalah subjek dari Kekaisaran!? ”

“Apakah kamu ingin menjadi pengkhianat dan mati !?”

 

Para prajurit dengan cepat berlutut dan mematuhi para bangsawan. Namun, aku menyadarinya. Para prajurit lain di sekitar mereka melirik para bangsawan dengan tatapan dingin. Apakah ini pemandangan yang telah digambarkan oleh Demon Lord dalam mimpinya?

Para aristokrat berteriak dan para petugas dan prajurit tetap diam. Karena omelan marah tersebut kasar, melonjak ke atas ke langit, tetapi dengan cepat menghilang, namun, keheningan itu dilemparkan dengan keras dan menyebar luas. Udara yang dipisahkan menjadi dua lapisan terasa seperti dunia yang segera akan dibagi menjadi dua bagian. Aku, Elizabeth, akan jatuh ke celah di antara pecahan tersebut.

Tapi apa masalahnya?

Hidupku telah menjadi kebahagiaan. Akhirnya, hari esokku tidak akan menjadi pengulangan dari hari ini, dan sebaliknya, menjadi hari setelah hari ini. Hari ini, Dantalian telah memenuhi janji yang dia buat padaku.

 

― Demon Lord, bisakah kau mati di sini bersamaku?

― Aku tidak keberatan dengan hal itu, tapi perlu untuk mati saat ini juga?

― Apa gunanya hidup lebih lama lagi saat cahaya akan memudar setelah hari ini? Jika sekarang, maka aku bisa dengan mudahnya pergi.

― Aku berjanji bahwa jumlah kejadian yang lebih menyenangkan daripada ini akan meningkat mulai sekarang.

 

Betapa indahnya.

Suara yang indah. Jadi ini adalah kata-kata Dantalian.

Jadi takdir adalah sesuatu yang sangat berseri dan indah serta membuat kehancuran menjadi sesuatu yang menyilaukan.

 

“……Ah.”

 

Aku meneteskan air mata untuk pertama kalinya dalam hidupku.

Pada bulan ke-4 dan hari ke-3, sepertinya aku lahir untuk pertama kalinya.

Sementara dengan senang hati menerima definisi hidupku untuk membunuh dan dibunuh dengan pria itu, aku menutup mataku. Karena ada satu untaian melodi di dunia yang gelap, rasanya seakan gadis tersebut akan terus melanjutkan melodi itu selamanya. Aku, untuk waktu yang cukup lama, sambil memikirkan perasaan tersebut, mendengarkan musik gadis tersebut yang bukan terdiri dari melodi, tetapi dengan kata-kata ……

 

― Kalian semua, marah karena semua orang, dan hanya mengamuk sebagai umat manusia. Sadarkan orang-orang yang berkuasa tentang siapa pemilik aslinya. Kita akan bernyanyi. Lagu yang kita nyanyikan adalah nyanyian sumpah di mana kita bersumpah bahwa kita tidak akan lagi turun dari pemilik dan menjadi budak. Saat kalian mengangkat suara dan memegang tombak kalian, para Dewa akan memberkati hidup mulia dengan nama hari esok!

― Buat mereka merinding. Jadikan figur-figur otoritas tersebut gemetaran sebelum revolusi total. Selain belenggu palsu kalian, Anda semua tidak akan kehilangan apa pun dalam revolusi ini. Hanya dunia yang harus kalian dapatkan, semua yang harus kalian dapatkan, tersebar di depan mata kalian—

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

—Oh, umat manusia, lawan balik!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fin.


Like, Share dan Support kami!


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻