Dungeon Defense Vol 3 – Intermission

Oleh Alone of Nyx on April 6, 2018

Dungeon Defense: Volume 3 – Intermission Bahasa Indonesia


Intermission

 

▯Demon Lord Kebajikan, Peringkat 9, Paimon
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Polles, Dataran Bruno, Pasukan Sekutu Demon Lord

 

—Nona ini menahan nafasnya

Untuk sesaat, demon dan manusia menahan nafas tanpa pandang bulu. Meskipun itu tidak lebih dari sesaat, bagiku itu terasa seperti selamanya.

Nona ini baru menyadari. Waktu yang baru saja dilewati oleh nona ini, waktu yang telah terkikis dan mengalir melalui setiap makhluk hidup di dataran, bukan hanya waktu yang diinginkan tetapi sebuah momen sejarah. Mulai dari hari ini, semua buku sejarah yang akan tertulis tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan seluruh halaman untuk momen ini. Untuk satu momen di tempat ini, adanya sejarah.

Namun.

 

“……Apa-apaan itu?

 

Mirip dengan yang lainnya, karena sejarah adalah sesuatu yang juga terkubur akan waktu dan mengalir bersamanya, itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat setelah momen tersebut selesai. Satu individual pada suatu waktu, mulut Demon Lord, yang menahan nafas karena sesuatu yang tak terkendali, terbuka. Kata yang keluar dari mulut mereka bukanlah kejutan, kekaguman, atau bahkan kutukan, tetapi.

 

“Kenapa Dantalian dengan bodohnya menyerahkan wewenang untuk memberikan pidato kepada gadis manusia ketika kita memberikannya hak untuk melakukannya? Apakah idiot itu sudah sakit gila?”

 

Hanya ketidakpuasan.

Itu dia.

 

“Oi, Marbas tua. Jika ingatanku belum berubah, aku sangat yakin hak pidato kita belum pernah dilakukan oleh manusia sebelumnya.”

“Itu juga sesuai dengan pemahamanku…… Ini menjadi merepotkan. Barbatos, aku hanya bertanya untuk ketelitian, apa mungkin kau memperbolehkan Dantalian untuk melakukan hal itu?”

“Apakah aku gila? Kenapa aku harus memberi manusia jalang rendahan posisi suci untuk mempersatukan Pasukan Bulan Sabit……? Bagaimanapun juga, aku ingin tahu apa itu dikarenakan Dantalian sebagai pemula karena dia terkadang tidak tahu apa yang benar dan salah. Anak itu tidak tahu keadaannya.”

“Tidak hanya bentuk pidatonya yang menjadi masalah, tapi isi pidatonya juga banyak yang bermasalah. Menanam benih perpecahan dalam manusia memang sangat bagus, namun, bagaimana bisa memisahkan manusia dan demon merupakan hal yang salah? Meskipun tampaknya Dantalian menggunakan seorang pembelot kelahiran manusia sebagai pemainnya untuk mengguncang pasukan musuh…… Dia terlalu kelewatan. Ini bertentangan dengan apa yang benar dan bertentangan dengan adat.”

“Ya. Dia mengatakan hal yang tidak masuk akal.”

 

Aah.

Nona ini menjadi berkabut karena pembicaraan yang dilakukan Barbatos dan Marbas. Tidak hanya reaksi dari kedua Demon Lord. Semua Demon Lord yang menyaksikan pidato tersebut kemungkinan besar juga berpikiran seperti itu. Prasangka atau ketidaktahuan, atau lebih tepatnya, rasa jijik yang dapat dikatakan bias mengalir ke sekitar. Merasa tercekik oleh sensasi tersebut, menjadi sulit bagiku untuk bernafas……

Manusia dan Demon sama. Orang biasa dan bangsawan sama. Karena itu, semua orang, terlepas dari ras, harus berdampingan, semuanya harus menghargai satu sama lain sambil tidak mempedulikan ras seseorang…… Kebenaran yang sederhana dan jelas ini tidak dapat dilihat oleh mata buta mereka. Mereka sama sekali tidak dapat melihatnya. Nona ini hampir tidak bisa membuka bibirnya.

 

“Semuanya……”

“Hm?”

“Semuanya, apakah kalian tidak dapat menyadari maksud dari pidato tersebut?”

“Apa yang sedang kau bicarakan?”

 

Barbatos mempersempit alisnya. Gerakan tubuh yang sepele seperti itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kebodohan Barbatos. Nona ini menyerah untuk mencoba membujuknya. Sangat mengesankan, Barbatos. Kau memiliki kemampuan untuk menangkal nona ini hanya dengan gerakan alismu. Aku memberikan hormatku terhadap kebodohanmu.

 

“Pertama, mari kita hukum Dantalian begitu pidato dari pihak manusia selesai.”

 

Menghukum? Apa yang kau maksud dengan hukuman?

Nona ini membuka matanya lebar-lebar dan menatap Marbas. Selain Marbas, Barbatos menganggukkan kepalanya seakan itu sudah jelas.

 

“Jika hanya sampai pertengahan, maka kita bisa memujinya, tetapi karena dia telah merangkak dari dasar yang mutlak, tidak ada pilihan lain. Kita sedang berperang, hanya untuk formalitas, mari kita hanya menghukumnya dengan kurungan. Dan untuk manusia tersebut, cambuk saja sampai dia hampir mati dan lakukan secukupnya. Jika kita benar-benar membunuhnya maka Dantalian akan sangat menyedihkan……”

 

Kurungan?

Cambukan?

Omong kosong macam apa baru saja mereka katakan?

…….Barbatos telah membuat Dantalian menjadi miliknya. Namun, aku tahu. Aku tahu bahwa, pada dasarnya, Barbatos bukanlah individual yang akan mau berbagi cintanya dengan orang lain. Nona ini dapat dengan mudahnya menduga Barbatos hanya mengikat Dantalian dengan tubuhnya karena dia diperlukan.

Apapun itu, untuk dapat melakukannya dengan mudah.

Untuk dapat membuang kawan dan kekasih, yang telah menyelamatkan hidupnya dan kehidupan pasukannya sebulan yang lalu, seperti kotoran.

 

“……”

 

Keputusan Barbatos mungkin benar dalam skema politik. Namun, karena itu tidak sepenuhnya benar, itu juga belum tentu benar secara politik. Nona ini menganggap aturan yang tidak berbasiskan keadilan dan menyalahgunakan kekuasaan, sebagai sesuatu yang jahat. Ya, tidak perlu dipertanyakan, Barbatos merupakan wanita jahat.

Nona ini menggigit bibirnya dan langsung berpikir.

……Jika fraksi wanita ini benar-benar dapat menjadi unggul dalam keadaan di mana kami berlawanan dengan Barbatos dan Marbas secara bersamaan. Jika Demon Lord lainnya, yang mengikuti nona ini, benar-benar akan setuju dengan patuh atas keputusan di mana aku memasukkan Dantalian ke dalam Fraksi Pegunungan nona ini setelah selama ini bermusuhan dengan dia. Segala macam situasi dan hipotesis bercampur dengan kacau. Di tengah kabut yang menyesakkan itu, satu kalimat berdiri dengan sendirinya.

 

Baru saja,

Aku melihat untuk pertama kalinya dalam hidupku seseorang yang memiliki kesamaan dalam cara berpikir dengan diriku.

 

“……”

 

Keheningan nona ini semakin dalam. Ini bukan kedalaman penyelidik yang menuju dasar. Ini adalah kedalaman dari seorang yang selamat tenggelam karena tidak ada dasar atau batas. Aku telah kehilangan jalanku. Ini mencekik.

……Paimon, kau tidak boleh bertindak berdasarkan perasaan. Secara rasional, pertimbangkan dampak politik yang akan terjadi jika kau ingin melindungi Dantalian. Selain itu, Meskipun aku mempercayai kalau rakyat biasa dan bangsawan sama, aku juga mengakui kebutuhan rakyat jelata. Orang yang terlahir tercela ada di mana-mana. Witch contohnya. Namun, Dantalian kemungkinan besar akan merangkul bahkan rakyat jelata itu juga. Cara berpikir kami sangat sedikit berbeda. Singkatnya, tidak perlu menyamakan diriku dengan Dantalian sampai tingkat perasaan. Tenang. Perasaan hanya akan menghancurkanmu. Tenang. Sebuah peluang akan selalu datang……

 

“Tunggu. Sekarang aku baru memikirkannya. Tidak bisakah kita menyeret Dantalian ke sini sekarang?”

 

Barbatos berbicara.

 

“Lagipula yang menjadi oratornya manusia itu, jadi kita bisa meninggalkannya dan hanya membawa Dantalian ke sini untuk dihukum.”

“Benar, itu cukup adil. Kau bawa dia.”

 

……

Paimon.

Kau tidak bisa.

Lihatlah dirimu secara objektif. Kau adalah pemimpin dari Fraksi Pegunungan. Kau memiliki fraksi terbesar dalam Pasukan Demon Lord. Jika kau menegaskan posisimu hanya karena sebuah perasaan, makan pengaruh tersebut akan langsung dimanfaatkan oleh Demon Lord lainnya. Tolong. Jika kau sudah hidup selama 500 tahun makan kau harus bijaksana. Bukannya sudah cukup bagi Demon Lord, yang selamanya berkelakuan seperti anak kecil, untuk tetap hanya Barbatos saja? Itu benar, Paimon. Tenang. Alasan kenapa kau selalu merasakan tercekik itu dikarenakan kau berpikir kau menderita angina. Jika menarik nafas perlahan, maka semuanya akan baik-ba……

 

“Hei, jalang.”

“Ah?”

“Kenapa kau tanpa mengatakan sepatah katapun menghalangi jalanku, kau jalang?”

 

Barbatos menatap wajahku dari bawah. Wajah vulgar itu, yang terlihat seperti itu akan meludah kapan saja, membuktikan Barbatos seperti apa.

……Ara?

Kapan nona ini berjalan di sini?

Aku tidak ingat pernah berjalan ke sini. Sudah jelas, aku berdiri di sisi lain sedetik yang lalu. Saat ini, nona ini menghalangi jalan Barbatos ke Dantalian. Ini aneh. Ini sangat aneh. Jika aku tidak bergegas kembali……

 

“Kau keparat, coba hidup sambil mengambil beberapa lemak dari dadamu. Karena kau mendorong lemak perut payudaramu, keluar bau tidak enak. Sungguh, aroma yang memuakkan terpancar karena bau payudaramu dan bau keringat bercampur.”

“……”

 

Jika aku tidak bergegas kembali.

 

“Oh? Kau tidak akan pergi? Apa yang akan kau lakukan jika kau menatapku? Tidak peduli apapun, kau benar-benar hidup sesuai dengan reputasimu sebagai lajang liar di antara succubi karena bahkan pandanganmu berubah-ubah. Ada banyak demon yang ingin melakukannya melalui rongga matamu, namun kau dapat terus hidup tanpa menjadi mata satu? Apakah kau ingin aku untuk memperkenalkan mu kepada seseorang? Atau apakah kau akan menurunkan matamu sebelum aku memperkenalkan mu kepada mereka?”

“……”

 

Kumohon.

Rasional.

Tidak secara emosional.

 

“Hei. Hei. Minggir. Kau tidak mau minggir? Apa jalang ini sudah gila? Sialan—.”

“Bukannya seseorang yang memancarkan aroma busuk payudara adalah dirimu, Barbatos? Aku berpikir aku tidak dapat melihatmu karena kau terlalu pendek, tapi setelah melihatnya hari ini, payudaramu sangat kecil sampai aku berpikir kalau kau seorang pria. Bagaimana kalau kau menempatkan indikasi yang jelas di suatu tempat agar memungkinkan untuk orang lain mengetahui kalau kau seorang perempuan? Ah benar. Seperti menulis kata-kata “Aku seorang pelacur” dengan warna merah di dahimu, cobalah seperti itu. Bukannya itu bagus karena sangat berbeda?

 

Ah.

Aaaaah.

A-aku tidak mengatakan ini!

Aku tidak mengucapkan kata-kata itu karena aku ingin!

Tubuhku, tubuh yang bergerak dengan sendirinya tadi, sekarang mengendalikan mulutku dan menggerakkan lidahku atas kemauannya sendiri. Ya. Itu benar. Ini bukan niatku, tapi—.

 

“Omong kosong macam apa yang kau katakan? Kaulah pelacurnya, kau pelacur liar. Mereka mengatakan bahwa jumlah demon yang dibuang, yang masuk ke lubangmu dan tidak dapat menemukan jalan keluar, mencapai hampir 200 orang tahu ini. Apakah itu sebabnya perutmu sangat lembek karena ada 200 orang di dalam dirimu? Pelacur berkeliling mengatakan bahwa mereka ‘melahap pria’, tetapi kau pasti cukup puas karena kau benar-benar pergi memakan pria, hah?”

 

—Anjing yang bertulang seperti gadis.

Apakah dia ingin mati?

 

“Kenapa anak ini, yang bahkan tidak bisa memuaskan nafsu seekor goblin jika dia tidak memutar dan memutuskan bagian tubuhnya, melempar epilepsi dan mencoba untuk memulai berkelahi dengan nona ini tanpa menyadari posisinya? Hm? Karena dadanya sudah rata, haruskah kita mencukur rambutnya dan membuat kepalanya datar juga? Sepertinya mereka tidak belum belajar bagaimana cara memperbaiki kejenakaan seperti anjing mereka sejak kecil dan datang kepadaku lagi, meskipun aku sudah pernah mencukur kepala mereka 300 tahun yang lalu sekali saat mereka menjadi gila. Jika mereka mengerti kalau dada mereka jelek, maka mereka setidaknya harus merobek mulut mereka dan menempelkannya ke puting mereka dan berpura-pura memiliki payudara. Kau tampaknya hidup cukup puas meskipun memiliki papan cuci memalukan yang melekat pada dadamu. Yah, karena bawahanmu merupakan mayat yang bangkit dari kematian, kemungkinan mereka tidak memiliki apapun di bawa sana. Bawahanmu tidak memiliki apapun di bawah, dan kau tidak memiliki apapun di atas, jadi penyelarasan kalian cukup mengagumkan. Meskipun aku hanya mengatakan ini karena melihatmu bergaul dengan mayatmu sangatlah indah, karena kau bermayat dengan mayat mati, bisakah kau juga mati?”

“Aaaaaaaang—?”

“Apa yang akan kau lakukan dengan memelototiku?”

 

Barbatos dan aku saling menatap dengan kasar. Apakah kau pikir seseorang tidak bisa mengutuk karena mereka tidak tahu caranya? Karena mereka memiliki martabat dan rasionalitas, mereka menahan diri. Mereka adalah eksistensi yang benar-benar berbeda darimu yang tidak memiliki rasa malu dan akal sehat.

Pada saat itu, suara langka kaki bisa terdengar. Itu Dantalian. Setelah mengetahui kami membuat keributan, Dantalian dengan hati-hati mendekati kami.

 

“Saya minta maaf. Pidato di kedua belah pihak belum berakhir, jadi jika Barbatos dan Nona Paimon bisa diam sebentar……”

“Hei, Dantalian. Kau datang di waktu yang tepat.”

 

Barbatos berjinjit dan melihat ke arah Dantalian. Dia kemungkinan besar berniat untuk memegang Dantalian seperti ini dan menghukumnya. Meskipun mereka mengatakannya itu tidak akan lebih dari sebuah hukuman untuk formalitas, formalitas adalah tempat hukuman dimulai. Apakah kau pikir nona ini akan membiarkannya begitu saja?

 

“Kenapa kau melakukan pidato yang sangat buruk seperti itu? Sini aku pukul sedikit. Mulai sekarang, pergi ke dalam kandang dan sesalilah seumur hidup—.”

“Diamlah, Barbatos.”

“……Apa?”

“Aku bilang diam.”

 

Nona muda ini membentangkan tangan kanannya dan menempatkannya di antara Barbatos dan Dantalian. Ya, aku menghalanginya. Pada akhirnya, aku menghalanginya.

Rasionalitas? Perhitungan politik? Singkirkan itu semua. Sejak dulu, nona ini hidup berdasarkan perasaannya. Meski begitu, nona ini dapat membentuk fraksi terbesar dalam Pasukan Demon Lord. Itu artinya, semakin banyak nona ini bertindak sesuai dengan perasannya, semakin banyak keberuntungan mengalir ke kakinya. Pembuktian selesai. Aku tidak akan menerima argumen yang menentang.

Untuk saat ini, jika aku bisa menyaksikan pemandangan di mana anak yang berada di hadapanku merubah bentuk wajahnya, aku akan puas dengan itu.

 

“Mulai sekarang, Dantalian bukan lagi sekutu dari Fraksi Daratan, tetapi, Demon Lord yang di dukung oleh Fraksi Pegunungan yang dipimpin oleh diriku sendiri, Paimon. Jika kau ingin menghukum Dantalian, maka dapatkan persetujuan dari Fraksi Pegunungan atau melanjutkannya melalui pemungutan suara resmi salam Walpurgis Night.”

“……Ha?”

“Oh sayang. Sekarang aku baru kepikiran, prosedur untuk melakukan Walpurgis Night selama perang sangatlah kompleks dan rumit. Betapa malangnya, Barbatos. Karena kau harus balik dengan pahit sambil memegang dada yang pahit tersebut.”

“Kau…… Paimon. Apa yang kau katakan?”

“Apa kau masih tidak mengerti?”

 

Nona ini menyeringai. Sebenarnya, nona ini berbicara sesuai dengan apapun lidah bergerak sambil banyak darah yang naik ke kepala. Aku bahkan tidak dapat mengatur dengan baik apa yang aku katakan saat ini. Sifat nona ini memang seperti ini setiap kali dia menjadi marah.

 

“Pria itu bukan milikmu.”

Nona ini menunjuk ke arah Dantalian dengan ujung kipasnya.

“Dia sekarang milikku.”

“…………”

 

Wajah Barbatos perlahan mulai berubah.

Benar. Ini dia. Jika nona ini dapat melihat wajah ini, maka dia mampu menahan penyiksaan dan pelecehan. Aah, sungguh. Seluruh bagian dalamku terasa menyegarkan. Kenapa seseorang melawan nona ini hanya dengan sedikit kemampuan yang mereka miliki, dan dengan berani menunjukkan kebodohannya, ketidaktahuannya, dan ketidaksopanannya mereka ke seluruh dunia? Sungguh, agar Barbatos mengerti……

…………Ara?

Aku melihat sekeliling. Entah kenapa, para Demon Lord di sekitarku semuanya membeku seperti patung. Bahkan rasanya seakan udara telah membeku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

………Apa yang nona ini baru saja katakan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FIN.


Like, Share dan Support!


SebelumnyaSelanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻