Dungeon Defense Vol 3 – Prolog

Oleh Alone of Nyx on October 15, 2017

Sebelumnya | Selanjutnya


 

Pidato Adalah Kekuatan

 

 

Prolog

 

 

 

Pepatah mengatakan kalau hidup adalah pertaruhan yang dapat dipercaya.

 

Seseorang yang bagus dalam berperang jika mereka menangani orang-orang seperti mereka bertaruh. Jika kehidupan seseorang tidak diperlakukan sebagai taruhannya, kalau begitu perang ratusan dan ribuan nyawa yang hilang akan menjadi neraka. Barbatos mengatakan kalau seseorang tidak dapat menyeberangi neraka hidup ini selagi mabuk.

 

“Di atas bajingan tekun adalah bajingan sensitif, dan di atas bajingan sensitif adalah bajingan gila. Itu sebabnya, jika kau ingin menang perang maka kau terlebih dahulu harus menjadi bajingan gila. ”

 

Ada campuran tawa dalam ucapan Barbatos.

 

Tawa dan kekejaman di wajahnya sangat sulit dibedakan. Aku tidak tahu apakah dia bersikap seperti itu untuk menunjukkan kesenangannya, atau apakkah itu karena dia ingin menyiarkan kebrutalannya padaku. Meskipun, secara pribadi, rasanya seperti ketakterbedaan merupakan kegilaan Barbatos.

 

Aku sering berhubungan seks dengan Barbatos. Meskipun begitu, kami tidak saling berbagi perasaan. Aku sangat mengerti dia, tapi aku tidak bisa memahami bagian dalamnya. Barbatos hanyalah jalang tekun, seorang jalang tidak sensitif, dan jalang gila. Dan bahkan bagi Barbatos, aku hanyalah seorang bajingan malas, bajingan bersemangat, dan bajingan gila. Preferensi kami di tempat tidur cocok. Karena jalang gila dan bajingan gila bertemu, maka mereka harus bisa akrab dengan baik untuk saat ini.

 

 

 

— Tolong ampuni kami.

— Jika bukan hamba, setidaknya anak hamba.

— Saya akan bekerja sebagai anjing selama sisa hidup saya, jadi tolong maafkan saya.

 

 

 

Bahkan dihadapan kelompok manusia yang tertangkap sebagai tawanan, Barbatos tersenyum. Dia telah siap untuk berperang sejak sebelum dimulainya musim gugur. Karena orang bertaruh dalam perang, Barbatos memiliki banyak alasan untuk menjadi kejam. Hanya para tahanan yang tidak tahu tentang perang yang akan datang. Bagi mereka, senyum Barbatos hanya bersinar kekerasan tak beralasan.

 

“Lakukan apa yang kalian inginkan. Kenapa kau bertanya padaku tentang hidup dan kematianmu? Jika kau mau hidup kalau begitu hidup, jika kau mau mati kalau begitu mati. ”

“Mm.”

 

Aku mengangguk. Bahasa yang digunakan oleh manusia dan bahasa yang digunakan oleh Barbatos berbeda, jadi aku harus berdiri sebagai perantara untuk menafsirkan. Satu-satunya orang yang mahir dalam bahasa manusia juga menjadi Demon Lord adalah diriku sendiri.

 

“Dia bilang mati dengan patuh.”

 

Para tahanan menundukkan kepala mereka ke tanah.

 

 

 

— Karena kami bodoh, sulit untuk memahaminya.

— Tolong putuskan apa yang harus kami lakukan.

 

 

 

“Oi, apa kau lihat itu?”

 

Barbatos mencibir. Para prajurit demon di sekelilingnya tertawa juga.

 

“Dantalian. Apa yang mereka ocehkan? ”

“Mereka mengatakan ucapan sialanmu sangat tidak jelas, dan ingin kau untuk memecahnya agar mereka dapat memahaminya lebih mudah.”

 

“Iyaa, sangat omong kosong. Jika mereka hidup maka itu hidup mereka, dan jika mereka mati maka itulah kematian mereka. Kenapa aku harus peduli? ”

 

Aku mengangguk.

Aku kemudian menerjemahkan ucapannya persis ke tahanan.

 

“Wanita di sini mengatakan kalau kalian sangat penuh omong kosong.”

 

 

 

— Oh tuan, maafkan kami!

— Tolong ampuni kami kemarahan Anda!

 

 

 

Para tahanan terisak dan demon tertawa sekali lagi. Tangisan dari para tahanan sudah selesai dan mengibar, sedangkan suara tawa dari demon bergema ke atas dan menyebar. Suara isakan dan tawa sangat ramai, menyebabkan pengucapan kata-kata menjadi sulit dan gemetar. Ucapannya diselimuti oleh tawa dan termakan oleh tawa. Karena sulit untuk menangani ucapan ku sendiri, aku melakukan apa yang aku bisa dan berimprovisasi.

 

Jika Barbatos bertanya.

 

“Apakah situasi perbekalan di kekaisaran layak?”

 

Aku akan menerjemahkannya.

 

“Dia bertanya apa yang kalian makan rata-rata atas semua cangkir kalian terlihat begitu kotor seperti gelandangan.”

 

Dan untuk pertanyaan.

 

“Aku mendengar kalau di lingkungan kalian, putra mahkota dan putri kerajaan ke-3 mengalami pertarungan hebat untuk menjadi kaisar berikutnya. Apakah konfrontasi hidup mereka memiliki efek pada kalian penduduk? ”

 

Aku menerjemahkannya.

 

“Mereka mengatakan putra mahkota, setelah memakai saudara kecilnya dan kemudian membunuh mereka, kini mencoba untuk memakai adik ketiganya. Apa yang kalai pikirkan tentang hal ini? ”

 

Meskipun begitu, tidak ada masalah dalam hal komunikasi.

Itu bukan lelucon.

 

Sejak awal, Barbatos berencana untuk mengeksekusi semua tahanan. Dia hanya menusuk tawanan di sana-sini setengah bercanda. Akan lebih jujur ​​untuk memberitahu mereka buru-buru mempersiapkan kematian mereka daripada memberikan mereka harapan palsu.

 

Jika kau benar-benar menyingkirkan tawa dan tangisan seperti debu yang melekat pada kata-kata.

 

 

 

— Mati.

— Kami Ingin hidup.

 

— Bagaimanapun juga mati.

— Bagaimanapun juga kami ingin hidup.

 

 

 

Akan tetap bersih.

Ini sangat sederhana.

Kadang-kadang, sambil berpura-pura untuk menafsirkan, aku akan melemparkan pertanyaan acak.

 

“Siapa namamu?”

“Apakah kau memiliki kata-kata terakhir yang ingin kau tinggalkan?”

“Siapkan dirimu untuk mati.”

 

Kemudian, para jelata, setelah menyadari kematian mendekati mereka, menangis.

 

Beberapa saat setelahnya, Barbatos bosan dan memutuskan kehidupan para tahanan. Kepala yang dipenggal jatuh ke lantai dan berguling ke arah yang terpisah. Semua kepala memiliki mulutnya terbuka dengan kalimat tertentu masih tersisa di bibir mereka.

 

 

 

— ……

— ……

 

 

 

Aku menatap mulut yang terbuka lebar. Hanya gelap. Aku tidak bisa melihat bagian dasar tenggorokan.

 

Melalui lidah, jalan ke neraka berbaring menunggu …… adalah pikiran yang terlintas di benakku.

 

Barbatos mengatakan kalau untuk pergi berperang dan menghindari jalan ke neraka, seseorang harus memperlakukan kehidupan orang lain seperti taruhan. Namun, baik itu Demon Lord, para Kaisar, demon, atau manusia, semua orang hidup sambil memiliki neraka tertelan hingga melewati lidah mereka. Hal yang penting bukanlah menghindari neraka atau tidak …… adalah pikiran lain yang muncul di benakku. Satu-satunya hal yang penting adalah, jika ada orang yang melemparkan neraka dari mulut mereka, maka ada orang-orang yang menahan neraka dalam perut mereka dan memikulnya.

 

“Dantalian. Apakah jumlah manusiayang  kita sudah bunuh mencapai sekitar lebih dari seribu sekarang? ”

“Siapa yang tahu. Karena ini adalah desa pertanian ke-22 yang kita bakar, seharusnya segitu. ”

 

Barbatos mendongak ke ruang kosong.

Dia bergumam.

 

“Kalau begitu kita masih kurang …… Kita bakar sedikit lagi. Jika kita menahan pembantaian di sini, maka banyak dari kita yang akan mati nantinya. ”

 

 

 


Sebelumnya | Selanjutnya


Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻