Dungeon Defense Vol 4 – Bab 1 Part 1

Oleh Alone of Nyx on April 22, 2018

Dungeon Defense: Volume 4 – Bab 1 (Part 1) Bahasa Indonesia


Bab 1 – Musim Yang Bukan Milikku (Part 1)

 

 

 

Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Dataran Bruno, Aliansi Pasukan Bulan Sabit

 

Anjing betina dan jantan yang aku lihat kemarin melakukan kawin juga hari ini.

Di tengah dataran. Sementara memaksa membuat manusia yang berada di sana dan demon yang berada di sini berdiri di tempat penonton, mereka bersenggama di depan pasukan besar yang tidak kurang dari dua ratus ribu. Para prajurit melemparkan batu ke arah mereka dan tertawa. Meskipun manusia dan demon tertawa bersamaan, mereka sebenarnya terlalu jauh untuk mengenainya, jadi di dalam area yang tidak dapat tersentuh, para anjing dapat kawin dengan bebas.

 

— Jangan melempar batu!

— Sadarlah, kalian bajingan. Dewa sedang melihat.

 

Para perwira rendah mencambuk pantat para prajurit. Mereka memperingatkan mereka untuk tidak mengganggu para anjing. Mereka bilang itu lalai. Bagiku, tidak jelas apakah para tentara, yang melemparkan batu ke para anjing ketika perang akan dilaksanakan, adalah orang-orang yang lalai, atau para perwira, yang repot-repot untuk memarahi para prajurit, adalah orang-orang yang sebenarnya lalai. Jangan melempar batu······· berhenti melempar······. Suara-suara batu yang dilemparkan dan suara desakan bergema sampai ke tempat yang cukup jauh, dan ketika menyebar jauh, perlahan-lahan memperpanjang waktu di lapangan.

Farnese bergumam dengan datar.

“Mereka terlambat. Apakah Anda mengatakan itu adalah Putri Kekaisaran Elizabeth?”

“Ya. Meskipun begitu, aku berharap dia segera keluar.”

Kami berdua, tuan dan pelayan, berdiri berdampingan dan menatap perkemahan tentara manusia di sisi lain dataran.

Area tempat negosiasi dimana Putri Kekaisaran dan diriku memainkan Go pagi ini telah benar-benar terbakar. Tenda itu telah berubah menjadi puing-puing dan tergeletak di tengah lapangan. Putra Mahkota Kekaisaran dan keturunan Margrave kemungkinan besar mati di bawah sisa-sisa itu. Meskipun kami tidak dapat melihat mayat dari sini, gagak sesekali akan menukik ke bawah dan menghilang di antara reruntuhan. Aku membayangkan di dalam benakku gambar burung gagak mematuk dan menggerogoti area wajah telanjang Putra Mahkota yang wajahnya terkelupas. Daging yang benar-benar dikuliti dan dimasak dengan sangat renyah kemungkinan cocok dengan selera burung gagak.

Pidato kami telah berakhir. Sekarang giliran Putri Kekaisaran Elizabeth untuk memberikan pidatonya. Karena Putri Kekaisaran masih belum menunjukkan dirinya, para prajurit melewati waktu mereka dengan anjing kawin.

Sesekali, para prajurit dari pasukan demon akan mencemooh kelambatan perwakilan tentara manusia dengan berteriak ‘Boo······’. Keluarlah, apa yang sedang kau lakukan, apakah mereka melarikan diri karena mereka takut······? Meskipun begitu, Putri Kekaisaran tidak menunjukkan dirinya. Berdampingan, para anjing yang bersanggama, mayat yang sedang di makan burung gagak, dan para prajurit yang datang ke sini untuk berperang, semuanya tampak santai.

“Farnese, apakah kau percaya pada Dewa?”

“Dewa tidak membantu gadis ini bahkan ketika hidupnya suram. Baik itu Dewa atau Iblis, jika mereka tidak membantu gadis ini, lalu apa yang harus diperhatikan? Gadis ini tidak memaksakan syarafnya untuk hal-hal yang tidak perlu.”

Farnese melihat ke arah sini.

“Bagaimana denganmu, Tuan? Apakah Anda percaya pada Dewa?”

“Tentu saja. Sulit untuk menemukan seseorang yang sepenuhnya beriman seperti diriku.”

“Aku melihat kekonyolan Yang Mulia pahit hari ini.”

“Aku akan menemuimu setelah pidato selesai.”

“Untuk alasan apa Tuan harus melihat gadis ini nanti? Gadis ini tepat di depan mata Tuan saat ini. Lihatlah wajah cantik gadis ini sebanyak yang diinginkan Tuan sampai Anda bosan. Oh, sekarang gadis ini baru memikirkannya, apakah Tuan seorang kasim yang tidak bisa terangsang ketika melihat wanita selain Nona Lapis? Tuan, gadis ini meminta maaf. Gadis ini tidak menganggap Tuan impoten. Karena gadis ini telah mengabaikan situasi tubuh bagian bawah Tuan, ia tidak bisa benar-benar disebut sebagai subjek setia Anda.”

“Bocah ini·······.”

Dia cukup gembira hanya karena dia selesai memberikan pidatonya.

Tentu saja, jika itu Farnese, dia pasti senang. Bahkan jika dia bertindak setelah menjadi bonekaku, dia akhirnya bisa mengukir namanya ke dunia. Namanya kemungkinan besar akan dicatat dalam sejarah sebagai revolusioner abad ini. Berbeda dengan Lapis dan diriku, yang mengejar otoritas mutlak, Farnese mengejar reputasi, dan hari ini adalah hari peringatannya yang luar biasa.

Mirip dengan seorang anak kecil yang senang setelah menerima hadiah.

Gadis yang dikenal sebagai Laura De Farnese benar-benar merasa senang.

Terlepas dari kenyataan bahwa dia benar-benar telah mendorong umat manusia ke pembantaian tanpa akhir.

“Pidato gadis ini sempurna.”

Farnese berbicara.

“Tepatnya, akan benar untuk mengatakan bahwa itu adalah pidato yang dicapai berkat kerja sama Tuan dan gadis ini. Mulai sekarang, benua akan dibagi menjadi dua peringkat dan pedesaan akan dipenuhi mayat dan bersimbah darah. Apakah Yang Mulia masih mengkhawatirkan wanita yang dikenal sebagai Elizabeth itu? Sejujurnya, gadis ini tidak takut.”

“······.”

Aku melirik dataran yang terbentang di depan kami. Tidak perlu memberikan jawaban. Bahkan jika dia tidak sadar sekarang, dia akan melihatnya dengan sendirinya segera dan dengan demikian akan mengerti begitu dia telah menyaksikannya. Meskipun ada banyak orang di dunia yang tidak mampu memahami sesuatu meskipun telah melihatnya sendiri, Farnese adalah murid terbaikku. Dia akan dapat menyadarinya sendiri dengan baik.

Angin bertiup di atas lapangan. Woosh······. Karena hujan tiba-tiba yang datang pagi ini, pandangan kami tidak bisa menjangkau jauh dan dipaksa berkedip di area yang dekat. Semuanya mendekat. Telapak tangan kasar para perwira rendah yang menyerang para prajurit itu dekat, terengah-engah anjing betina dan jantan yang kawin itu dekat, dan bendera musuh yang berkibar keras di sisi lain lapangan sudah dekat. Woooosh······. Angin bertiup sebentar, dan lapangan menjadi diam setelah omongan menjadi hanyut. Aku bisa merasakan ada sesuatu yang mendekat.

“Dia di sini.”

“Apa yang Anda maksud, Tuan?”

“Perhatikan baik-baik. Itu adalah musuh bebuyutanmu.”

Farnese memiringkan kepalanya dan berbalik ke arah tempat aku memandang. Itu pada saat dia benar-benar mengalihkan tatapannya. Pidato Elizabeth dimulai seakan itu adalah hembusan angin yang bertiup dari sisi lapangan itu ke sini.

 

⎯⎯ Tentara dari banyak negara, jangan tertipu oleh bisikan manis demon.

 

Seolah-olah ratusan ribu tentara dibimbing oleh angin, pandangan mereka mengarah ke gadis tersebut. Kami tidak dapat melihat wujud Putri Kekaisaran karena dia terlalu jauh, namun, hanya suaranya yang terasa begitu dekat.

 

⎯⎯ Mereka semua adalah demon dan monster. Bukannya kalian semua kehilangan orang tua, teman, dan kawan kalian karena taring jahat dari monster-monster itu? Lihatlah. Untuk seseorang yang memakai kulit manusia, gadis itu berdiri di antara monster-monster tersebut. Yang aku maksudkan adalah seseorang yang hidup berdampingan dengan iblis sebagai iblis sehingga anak tersebut tentu saja salah satu dari mereka.

 

Aku mengeluarkan teleskop portabel dari mantelku dan melihat ke kejauhan. Pandanganku berpindah antara spanduk dan bendera. Karena aku masih tidak dapat melihat di mana Putri Kekaisaran Elizabeth berada, aku dengan hati-hati memperkirakan lokasinya hanya dengan suaranya yang terasa seakan dibisikkan langsung ke telinga ku.

 

⎯⎯ Iblis berbicara. Mereka mengklaim bahwa kami telah membunuh orang-orang kami sendiri. Di mana kalian dapat menemukan kebohongan yang sebesar ini? Iblis menyatakan bahwa kalian semua berada di pihak mereka dan merupakan sekutu mereka. Di mana lagi kalian bisa menemukan kebohongan yang sebesar ini juga?

⎯⎯ Ini adalah sesuatu yang kalian semua harus tanyakan pada dirimu sendiri. 400 tahun yang lalu, siapa yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi benua? 300 tahun yang lalu, siapa yang meninggalkan kehidupan mereka untuk melindungi umat manusia?

⎯⎯ 250 tahun yang lalu, siapa yang mengayunkan pedang mereka di bawah dinding putih sampai berdiri paling terakhir? 200 tahun yang lalu, siapakah yang akan menyerang monster di Dataran Ulm?

⎯⎯ Dan pada hari ini, untuk melawan seratus ribu monster sekali lagi, ada orang-orang di sini yang telah membuang segalanya untuk keluarga mereka, untuk putra dan putri mereka, dan untuk para Dewa. Ini adalah sesuatu yang harus kalian tanyakan pada diri kalian sendiri! Siapakah orang-orang tersebut!?

⎯⎯ Begitulah. Orang-orang tersebut adalah kalian.

⎯⎯ 400 tahun yang lalu, 300 tahun yang lalu, 200 tahun yang lalu, dan di sini pada hari ini, orang-orang yang mengabdikan hidup mereka untuk melindungi benua ini adalah kalian, dan hanya kalian sendiri!

 

Elizabeth menyatakan. Dia tidak membuat napas sia-sia. Karena tidak ada suara yang tidak perlu, rasanya seakan suaranya melodi yang perlahan-lahan meningkat. Para prajurit manusia terpesona oleh lagu tersebut dan semuanya menghadap ke satu tempat. Dengan teleskopku, aku mengikuti tatapan mereka. Dia memanggilku.

 

⎯⎯ Oh, para perwira yang dibanggakan dan orang-orang dari banyak negara, orang-orang yang selalu dibantai oleh monster-monster itu adalah kalian, rakyat. Tempat-tempat yang monster-monster itu selalu jarah adalah ladang yang dibudidayakan olehmu, rakyat. Hal yang monster-monster itu selalu injak adalah ayah dan ibu kita, setiap kali kita berusaha hidup damai, monster-monster tersebut dengan kejam menginjak-injak hidup kita.

⎯⎯ Sekarang iblis berbicara kepada kalian. Mereka mengklaim bahwa mereka sendiri tidak pernah mengancam orang-orang. Aku bertanya kepada kalian semua. Apakah itu benar?

Lingkungannya terhening.

Suasana yang memanas karena pidato yang diberikan oleh Farnese sebelumnya telah mati. Pasukan musuh yang Farnese pisahkan menjadi rakyat jelata dan bangsawan sekali lagi dipeluk menjadi satu oleh Elizabeth, dan Putri Kekaisaran mulai memanggil setiap tentara yang berkumpul bersama.

 

⎯⎯ Boeotians. Aku mengingatnya. 400 tahun yang lalu, di dataran berbatu Aulis, Anda dengan putus asa melindungi salah satu garis pertahanan manusia dengan hidup Anda, melawan tiga puluh ribu monster selama lebih dari tiga hari. Pangeran besar yang memimpin Anda, Peneleos, bersandar di bawah bukit di samping saudara-saudara kalian.

⎯⎯ Suku Minyans. Aku mengingatnya. 300 tahun yang lalu, di wilayah merpati, Thisvi, meskipun monster dari alam baka mendekat, kalian dapat melindungi kota kalian dengan hanya 400 orang. Terlepas dari otoritas kota, bangsawan, warga, dan budak, kalian semua menjadi satu dan membalas bersama. Manusia tidak akan pernah melupakan perjuanganmu.

⎯⎯ Orang dari Aspledon. Siapa yang mungkin bisa melupakan pertempuran legendaris yang kalian tunjukkan 150 tahun yang lalu!?

 

Saat dia mengatakan kalimat itu, satu kelompok bersorak. Suku yang dikenal sebagai Aspledon telah memberikan respon yang kuat.

 

⎯⎯ Hore untuk Aspledon! Hore untuk Aspledon!

 

Sejak saat itu. Penamaan Elizabeth bukan lagi sekadar panggilan peran yang sederhana, tetapi sekarang itu adalah gema besar yang mengguncang tentara manusia. Setiap kali Putri Kekaisaran memanggil suku atau kota, para prajurit yang dikirim dari tempat-tempat tersebut akan menggoyahkan bendera mereka dengan ganas dan bersorak.

 

⎯⎯ Locrians, orang-orang yang hidup sambil mengolah air dari Sungai Cephissus yang terhormat! Aku mengingatnya. 200 tahun yang lalu, kalian semua memenggal tidak kurang dari 2 naga di Euboea. Bahkan Dewi Surga pasti tergerak oleh pencapaian kalian!

⎯⎯ Locris! Locris! Locris!

 

Thud··· Thud···, para prajurit dari satu tentara mulai memukul puntung tombak mereka ke tanah. Mereka berteriak sambil bangga terhadap tanah air mereka. Mereka kemungkinan besar tidak diperintahkan untuk melakukannya, tetapi para pemukul drum mengangkat stik drum mereka dan mulai menggebrak drum mereka, yang terbuat dari kulit sapi. Bang······ Bang······. Sementara bumi berguncang karena raungan, udara bergetar karena drum. Di antara gemetar dan berguncang, suara Elizabeth tidak terganggu.

 

⎯⎯ Orang-orang dari Abantes! Orang-Orang dari Alfeus! Pertempuran agung kalian masih terukir di setiap dinding batu benteng kalian. Ketika aku berusia enam tahun, sambil menggosok tanganku yang tanpa batas di atas nama-nama yang terukir di dinding tersebut, aku membuat sebuah resolusi. Bahwa aku akan mengingat nama-nama para pemberani yang tertulis di situ di dinding itu selamanya. Oleh karena itu, aku akan memanggil leluhur kalian. Adrastus, Menestheus, Elephenor, Styra, Opoüs, Scarphe, Augeae, Tarphes ⎯⎯⎯⎯ .

(Note: bukan main, tersentuh gw pas bagian ini.)

 

Dia benar-benar menghafal semua nama dan memanggil mereka satu per satu. Suaranya perlahan menjadi lebih kencang dan lebih keras. Gemetar dan guncangan para prajurit mengikuti suaranya dan naik dengan tajam.

Begitu jumlah nama yang dia panggil telah mencapai lebih dari 20, para prajurit bersorak, ketika jumlah nama yang dia teriakkan telah mencapai lebih dari 30, para prajurit melemparkan topi mereka, dan begitu jumlah nama yang dia teriakkan akhirnya mencapai lebih dari 50, seluruh pasukan manusia telah menjadi satu dan berteriak bersamaan.

Aah.

 

⎯⎯ Oh, umat manusia!

 

Betapa indahnya, Elizabeth.

Satu demi satu, kau menyulam bersama-sama manusia yang telah aku rusak menjadi serpihan. Jika pidatoku tajam dan telah memotongnya, maka kau telah menerapkan lem ke setiap sisi yang terputus dan dengan lembut menariknya bersamaan. Meskipun aku telah membangkitkan kemarahan dan kebencian mereka, Elizabeth memimpin mereka dengan menggunakan kebanggaan mereka terhadap tanah air mereka dan dengan ilusi bahwa manusia adalah satu.

Tidak seorang pun ingin menyebut diri mereka seorang rakyat jelata. Tidak peduli siapa pun itu, orang akan ingin percaya bahwa mereka hanyalah manusia. Sebelum disebut sebagai rakyat jelata, mereka ingin disebut sebagai manusia. Sebelum membahas hierarki, mereka lebih menyukai rumah mereka, dan sebelum melompat ke dalam suatu perpecahan, mereka mencintai harmoni.

Elizabeth tahu itu.

Dia tahu kalau cinta bisa dipicu semudah yang dibenci.

 

⎯⎯ Kalian semua, yang dipanggil oleh ribuan nama kemarin, ada di sini hari ini sebagai Habsburg, Francia, Brittany, Batavia, Teuton, Kastilia, Sardinia, Anatolia, Moskow, Kalmar, dan Bernicia. Namun, kami tahu. Kami tahu bahwa kalian pada awalnya satu!

⎯⎯ Terkadang, manusia menjadi terpecah belah. Terkadang, manusia saling membenci. Namun, terlepas dari semua itu, kita masih satu. Setiap kali monster-monster itu menjarah tanah tercinta kita dan membantai keluarga dan kawan-kawan kita, kita selalu menjadi satu dan berjuang bersama!

⎯⎯ Rasa cemoohan dan kebencian tidak mampu menghentikan kita. Bahkan gigi taring yang kuat dari monster tidak dapat memisahkan kita. Itu benar, itu karena kita manusia. Itu karena kita terlahir sebagai manusia, dan sampai saat-saat terakhir kita, kita akan dengan senang hati menginginkan mati hanya sebagai manusia!

⎯⎯ Karena perjuangan kita tidak terhadap umat manusia itu sendiri.

⎯⎯ Perjuangan kita adalah semata-mata demi umat manusia!

Akhirnya, teleskopku menemukan Elizabeth. Seolah-olah Putri Kekaisaran berambut perak itu terlihat seperti ini sejak awal karena rasanya mata kami bertemu satu sama lain di jarak yang sangat jauh ini.

Elizabeth menarik pedangnya dan mengangkatnya. Itu merupakan pedang perak. Satu sinar cahaya menembus celah antara awan keruh dan membuat pedang Putri Kekaisaran bersinar dengan perak yang cerah. Setiap kali Elizabeth berteriak, para prajurit akan menjawab dengan mengatakan ‘Itu benar’.

 

⎯⎯ Hari ini, pada hari ini, manusia sekali lagi mencapai momen di mana semua orang telah menjadi satu kelompok. Lebih dari sebelumnya, monster-monster itu lebih kuat dan lebih berbahaya. Mereka tahu bahwa mereka hanya bisa menang jika kita harus terpisah. Kalian semua pasti telah mendengar dengan baik bisikan palsu mereka. Tapi bagaimana mungkin seseorang dapat lupa? Fakta bahwa manusia selalu menjadi satu!

⎯⎯ Itu benar! Itu benar!

⎯⎯ Selama ratusan tahun, monster-monster itu berusaha keras untuk memisahkan kita. Tapi kita ingat. Fakta bahwa manusia selalu menjadi satu!

⎯⎯ Itu benar! Itu benar!

⎯⎯ Hari ini, mereka sekali lagi mencoba membuat kita terpisah. Namun, kita tahu. Kenyataan kalau, pada hari ini, umat manusia pasti menjadi satu! Seperti nenek moyang kita yang telah lakukan sebelumnya, seperti yang kita lakukan hari ini, dan sebagai keturunan kita akan melakukannya besok, manusia akan terus ada selamanya sebagai satu umat manusia!

⎯⎯ Itu benar! Itu benar!

 

Elizabeth menempatkan pedang di tangannya dan memotong telapak tangannya. Perban tersebut robek dan darah merah mulai mengalir. Dia mengepalkan darahnya dan berteriak.

 

⎯⎯ Aku, Elizabeth dari Habsburg, dengan ini bersumpah. Aku akan selalu berdiri di garis depan sepanjang perang berlangsung, yang akan dilakukan mulai hari ini. Kapan pun kalian ingin berlutut di hadapan kekejaman monster-monster tersebut, aku akan berada tepat di belakang kalian, mendukung punggung kalian. Setiap kali kalian melihat ke depan dalam keputusasaan, karena kekejaman monster tersebut, aku akan berdiri di sana!

 

Elizabeth membuka kepalannya. Darah yang telah berkumpul di telapak tangannya menyebar sekaligus dan terbang di udara. Seakan mencoba untuk membayar setiap tetes darah, para prajurit berteriak. Akhirnya, mengabaikan kampung halaman mereka, raungan mereka bercampur dengan kacau dan tidak bisa dipahami lagi.

 

 

⎯⎯ Hari ini, akan ada yang gugur dan akan ada yang bertahan hidup. Di sini, di tempat ini, darah manusia akan diminum dengan rakus oleh dataran Bruno. Biarkan saja. Biarkan dataran minum darah sebanyak yang diinginkan! Jika rasa haus kita padam dengan melakukannya, maka biarkan saja. Karena hari ini adalah karnaval manusia yang kejam!

⎯⎯ Perwira dan prajurit dari banyak negara! Orang-orang, keturunan leluhur kalian yang dibanggakan! Bersamaku, maukah kalian membuktikan kepada monster jahat tersebut sekali lagi bahwa kita masih manusia!?

⎯⎯ Itu benar!

⎯⎯ Apakah kalian sudah selesai memperkuat tekad kalian untuk tetap berada di dalam sejarah berdarah sekali lagi!?

⎯⎯ Itu benar!

 

Cakrawala bergetar karena raungan. Bendera-bendera melambai. Para pemukul drum terus memukul kulit sapi dengan riuh. Seperti guntur yang tidak memiliki tempo atau ritme, suara yang diucapkan oleh tentara manusia dari seratus ribu tentara mengguncang bumi dan langit.

 

⎯⎯ Demi perang!

⎯⎯ Demi perang!

 

Setelah itu, para prajurit meneriakkan perang tiga atau empat kali lagi. Elizabeth bisa mencuci racun yang dikenal sebagai perselisihan peringkat, yang telah menyebar ke seluruh pasukan mereka, dengan bersih. Setidaknya, sepertinya semangat juang mereka hancur tidak akan terjadi hari ini. Sungguh luar biasa. Tentunya, itu layak untuk gadis yang telah aku akui sebagai musuh tangguh seumur hidupku.

“······.”

Farnese terdiam di sampingku. Suasana sembrono yang menyenangkan, yang ia miliki ketika pidatonya berakhir, telah menghilang tanpa bekas. Dia hanya menatap tajam melihat tentara manusia bersorak-sorai. Aku telah mendengar dari suatu tempat bahwa suhu tatapan seseorang sama dengan jantung mereka. Jika seperti itu, maka, pada akhirnya, hati Farnese kemungkinan besar membeku seperti musim dingin. Aku mengelus kepala Farnese.

“Bagaimana? Apakah kau masih tidak khawatir?”

“······ Selama 2 bulan, gadis ini telah mempersiapkan pidato hari ini. Jika Anda memasukkan waktu yang dihabiskan untuk belajar dari Nona Lapis, maka itu tidak kurang dari setengah tahun. Pidato tersebut, gadis ini, dan hasil Tuanku.”

“Ya.”

Aku menganggukkan kepalaku.

“Putri Kekaisaran telah merobohkan pukulan kita hanya dalam 10 menit. Dia kemungkinan besar langsung berpikir tentang tindakan balasan setelah dia mendengar pidato kita. Dia menyusun pidato tersebut di kepalanya tanpa persiapan sebelumnya sama sekali.”

Farnese, perempuan, yang kau dan aku harus hadapi mulai sekarang, adalah monster seperti itu. Jika kita tidak dapat mengambil nyawa Putri Kekaisaran, maka sebagai gantinya, Putri Kekaisaran akan mengambil milik kita. Akibatnya, pahlawan yang memiliki nama mereka tetap dalam sejarah akan menjadi dirinya. Paling-paling, gadis yang dikenal sebagai Farnese akan dicatat sebagai jenderal yang gagal revolusioner dan kalah.

Tanpa emosi di wajahnya, Farnese menggigit bibir bawahnya.

“······ Elizabeth. Elizabeth Atanaxia, Evatriae, von Habsburg.”

Farnese mengeja nama wanita tersebut, yang akan menjadi musuh bebuyutannya, secara detail. Suara Farnese terkutuk. Mirip dengan cara dia mengucapkannya, seakan dia bermaksud untuk mengiris tubuh Putri Kekaisaran, secara detail.

“Gadis ini tidak bisa memaafkannya. Orang yang akan menjadi pemilik era ini tidak lain adalah gadis ini. Untuk tujuan itu, gadis ini menjadi pengikut Tuan. Bagaimana mungkin gadis ini membiarkan gadis seperti itu ketika dia bermaksud untuk menghalangi ambisi gadis ini? ”

“Mm.”

Aku senang dengan niat membunuh gadis ini. Betul. Aku menginginkan reaksi semacam ini. Karena aku ingin tanggapan seperti ini, aku membuang pahlawan lain di masa depan dan memilih Laura De Farnese.

Tidak peduli seberapa berkilaunya penentangan, aku membutuhkan kecaman yang bisa menganggap sesuatu semata-mata sebagai penghalang untuk alasan kalau pancaran tersebut menghalangi jalan mereka.

Kekejaman yang tidak goyah bahkan sedikit pun ketika dihadapkan dengan dalih bombastis dalam melindungi umat manusia, sebuah kepribadian yang mampu membunuh hal-hal yang harus dibunuh secara diam-diam, dan jika oposisi tidak dapat dibunuh, maka seseorang yang dapat melakukannya dengan membunuh apa pun yang mungkin.

Karena Farnese adalah gadis congkak dan kejam, Putri Kekaisaran, Elizabeth, tidak lebih dari tamu yang tidak disukai yang mengganggu waktu menyenangkan dan tenangnya. Farnese adalah seorang psikopat. Itulah mengapa aku memilih anak ini daripada orang lain······.

Ada banyak orang yang akan mengatakan itu sunyi ketika angin bertiup. Ada banyak orang yang akan pergi setelah mengatakan mereka harus pergi ke suatu tempat setiap kali angin bertiup. Namun, anak, yang sama menyenangkannya dengan adik perempuanku, karena angin bertiup, kau dan aku adalah orang-orang yang menuntut agar bendera dinaikkan. Bahkan jika Elizabeth adalah badai yang mirip dengan bencana, bagi kami, itu tidak lebih dari sekadar tanda untuk menaikkan spanduk kami.

“Tuan.”

Farnese menatapku. Warna kebencian samar-samar dapat terlihat pada mata anak ini yang jarang menunjukkan emosi. Rasanya seolah-olah dia adalah seorang anak yang tempat bermainnya diganggu dan mengeluhkannya ke ayahnya.

“Gadis ini akan membunuh wanita itu. Tolong ijinkan gadis ini melakukannya.”

“Belum saatnya.”

Saya menggelengkan kepala. Farnese mengerutkan alisnya.

“Kenapa tidak? Bukannya Tuan membawa gadis ini dari pasar budak untuk membunuh wanita itu? Tuan benar. Gadis ini juga mengerti sekarang. Ternyata wanita seperti itu tidak bisa dibunuh oleh sembarang orang. Namun, jika gadis ini, maka dia pasti akan bisa membunuhnya.”

“Sabarlah. Waktunya belum tiba.”

Aku perlahan membujuk murid terbaikku. Meskipun tirai permainan telah terangkat dan pertunjukkan telah dimulai, masih banyak krisis yang harus diatasi. Untuk membunuh Macbeth, seseorang harus tiba di babak keempat terlebih dahulu.

“Meskipun mengambil kehidupan seorang individu adalah tugas yang kecil, itu adalah sesuatu yang harus aku lakukan secara pribadi. Ada ribuan manusia yang harus kita bunuh, puluhan ribu. Bagaimana kau berharap menundukkan Elizabeth ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang harus kita bunuh?”

“Kata-kata Anda ambigu, Tuan. Tolong beritahu gadis ini maksud Anda yang sebenarnya.”

“Aku mengatakan kalau itu berat untuk menghadapi lawan di depan sambil mengesampingkan musuh yang ada di belakang.”

Aku tersenyum.

“Kita memiliki aliansi dengan Fraksi Dataran Barbatos, tetapi hubungan itu sangat terbatas pada satu di mana kita hanya menggunakan satu sama lain. Hanya karena manfaatnya kuat, bukan berarti kepercayaannya kokoh. Selain itu, kepala yang memimpin fraksi terbesar di benua demon, Fraksi Gunung, adalah Paimon. Orang tersebut bermusuhan dengan kita.”

Farnese menyipitkan matanya.

“Gadis ini mengerti. Sepertinya kita harus menyingkirkan hal-hal yang mengganggu di belakang terlebih dahulu. Karena kita kemungkinan besar akan sakit perut jika kita terlalu serakah, akan lebih baik untuk merobek mereka satu gigitan pada saat yang bersamaan. ”

“Bingo. Itu adalah bagaimana seekor singa memburu rusa.”

Aku perlahan menarik pipi Farnese. Ini adalah kontak fisik yang mengandung arti pujian. Meskipun, Farnese tidak menyukainya dan merintih, ‘Uuuh’.

“Siapa yang Anda rencanakan untuk pertama kali?”

“Paimon adalah yang pertama.”

Aku langsung menjawab.

Aku memiliki hubungan yang buruk dengan Paimon. Sejak awal, ketika aku bertujuan untuk menyembuhkan penyakit dan dengan cepat mengumpulkan kekayaan luar biasa, Paimon menjadi waspada terhadapku. Mungkin aku harus mengatakan kalau dia terlalu waspada. Dia memiliki sangat menumpuk kebencian ke arah seorang bajingan berbahaya sepertiku. Sampai saat ini, aku tidak bisa mengingat membiarkan seseorang yang berani menghalangi kehidupanku.

Untungnya, hadiah yang diberikan oleh Putri Kekaisaran Elizabeth kepadaku sedang beristirahat di saku mantelku. Jam saku. Memoria Artifact. Benda yang sangat berisi adegan di mana aku harus membakar pasar budak untuk mengambil Farnese.

Awalnya, Humbaba adalah orang yang merekam dengan objek ini, dan dia telah menjualnya ke Paimon. Jam saku tersebut ada di tangan Putri Kekaisaran Elizabeth. Itu berarti dari Humbaba ke Paimon, dan dari Paimon ke Elizabeth. Apa artinya ini······?

Jawaban sebenarnya sederhana.

“Paimon menjual informasi tentang diriku ke Kekaisaran.”

“······.”

“Dia kemungkinan besar menginformasikan kepada Kekaisaran bahwa aku adalah pelaku sebenarnya di balik dimulainya perang ini secara rahasia. Dia menyampaikan informasi pribadiku ketika dia berada di sana. Selanjutnya, dari sekian banyak pilihan, itu harus Putri Kekaisaran Elizabeth······. Pengkhianat yang licik.”

Aku tertawa kecil.

“Bukannya dia disebut pelacur yang akan menjual tubuhnya ke pedagang? Kata-kata Barbatos memang benar. Untuk menghentikanku, Paimon, wanita itu, menjual tidak hanya tubuhnya tapi juga jiwanya. Sekarang giliran dia untuk membayar akibatnya secara drastis.

Tidak perlu diragukan, aku telah melakukan yang terbaik. Paimon, bahkan jika pihakmu yang menyerang terlebih dahulu, aku memperlakukanmu dengan sopan. Namun, kau tidak hanya mengganggu akan segala hal yang aku lakukan, tetapi tindakan pengkhianatanmu juga telah terungkap. Kau dengan jelas telah melewati batas.

Sebelumnya, karena daerah di belakang kami agak bising, aku turun dari batu besar. Aku menemukan kalau Barbatos dan Paimon sedang bertengkar. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi Paimon menunjuk ke arahku dan menyatakan   ‘Pria itu milikku mulai sekarang’. Karena itu, keributan kecil terjadi······.

Paimon kemungkinan besar menyadari kalau pengkhianatannya telah terungkap. Aku tidak yakin bagaimana dia mengetahuinya, tetapi dia memiliki jaringan informasi yang mencekik. Dia tahu kalau dia dalam keadaan berbahaya karena kelakuannya terungkap, dan itulah mengapa dia dengan mendesak mencoba untuk memenangkanku dengan mengatakan ‘Bergabunglah dengan fraksiku’.

Betapa menggelikan.

Sudah terlambat, Paimon.

Jika kau takut akan pengkhianatan yang ketahuan, maka kau seharusnya tidak melakukannya sejak awal. Jika kau sudah melakukan pengkhianatan, maka kau seharusnya melakukan apa pun yang kau bisa untuk tidak membuatku mengetahuinya sampai akhir. Jika kau merupakan kasus yang pertama, maka kau akan menjadi orang yang baik, dan jika kau merupakan kasus yang kedua, maka kau akan menjadi orang yang bijaksana. Namun, kau bukanlah keduanya. Kau jahat dan bodoh. Aku tidak cukup bodoh untuk membiarkan mangsa semacam itu pergi······.

Farnese berbicara dengan suara rendah.

“Tuan, gadis ini adalah pedangmu. Bilah ini hanya akan diayunkan ke tempat-tempat yang Tuan perintahkan untuk diayunkan. Namun, apa tidak masalah? Ada musuh di depan kita dan seorang pengkhianat di belakang kita. Meskipun orang mengatakan bahwa seseorang harus menghukum si pengkhianat sebelum menghadapi musuh, mirip dengan alasan tersebut, logika di mana seseorang harus menghadapi pasukan musuh sebelum menghukum si pengkhianat, juga didirikan. Ini adalah situasi yang sulit.”

Aku menganggukkan kepalaku. Itu poin yang bagus. Memang, sangat berharga bagi Lapis dan diriku sendiri untuk menginvestasikan waktu kami secara pribadi membimbing gadis ini. Mereka mengatakan kalau burung gereja di dekat sekolah dapat menyanyi primer, dan itu tampaknya benar.

(Catatan TL: Pepatah di Korea yang bermaksudkan “Seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungannya”)

“Tidak maslah. Aku memiliki rencana akan hal itu. Bukannya kita bertahan sebagai sekutu Barbatos? Bahkan bagi Barbatos, Paimon merupakan saingan politik yang menyebalkan. Jika kita membuang tanah untuk membersihkan Paimon, sudah jelas Barbatos akan lari tanpa keraguan sama sekali.”

“Mm. Pastinya.”

“Lapis seharusnya sudah mulai dengan perlahan menarik pemain catur yang dibutuhkan sekarang······. Bagaimanapun juga, Farnese, sampai kita berurusan dengan si pengkhianat, jangan sembarangan menghadapi Elizabeth. Bahkan jika kau bertemu secara kebetulan di garis depan, hindari dia dengan damai. Apakah kau mengerti? Jangan melawannya sedikit pun. Ini perintah untuk tidak benar-benar melawannya. ”

“······.”

“Oho? Lihat ke sini. Aku melihat tidak ada jawaban. Apakah kau menentang perintahku hanya karena kau memberikan sepotong pidato dengan baik? Jika kau telah diberi perintah, maka kau harus mengakuinya. Untuk apa kau pamer?”

“······ Saya mengerti, Tuan. Saya mendengar Anda dengan jelas.”

Farnese cemberut. Sepertinya dia sangat ingin membunuh Putri Kekaisaran Elizabeth. Aku tidak bisa menahan tawa. Anak yang imut.

Tentu saja, itu bukan sesuatu yang tidak dapat aku pahami. Sebelum aku jatuh ke dunia ini, aku menganggap ayahku sebagai musuh bebuyutanku dan akan terus berharap aku bisa mengambil nyawanya sehari lebih cepat. Dengan jari telunjuk dan ibu jariku, aku meraih pipi Farnese dan menariknya.

“Sheesh, hal yang menjijikkan ini. Aku bisa hidup karena kau, karena kau. ”

“······ uuuu, guh.”

Lengan Farnese menggeliat.

“Lepaskan, Tuan. Biasanya, Tuan menyentuh tubuh gadis ini tanpa terlalu banyak berpikir. Tolong tunjukkan sopan santun saat berinteraksi dengan seorang wanita.”

“Kau mungkin bisa berbicara tentang menjadi wanita setelah kau benar-benar menjadi salah satu bagiannya. Setidaknya, aku akan mempertimbangkan mengubah sikapku terhadapmu begitu dadamu menjadi sedikit lebih besar.”

“Jika Tuan akan berdalih atas kecilnya dada, maka tidak ada banyak perbedaan antara Nona Lapis dan gadis ini?”

“Lapis adalah pengecualian.”

Aku dengan tenang membuang argumennya.

“Terlepas dari situasinya, Lapis memiliki kewenangan untuk mendapatkan pengecualian khusus semacam itu. Jika kau memiliki keluhan, maka pergi lalu menjadi sepintar dan secantik Lapis, kau permen karet. Tentu saja, bahkan jika seratus tahun berlalu, kemungkinan akan mustahil bagimu untuk mencapai prestasi seperti itu. ”

“Tuan sangat menyukai Nona Lapis······.”

“Bukannya sudah jelas ketika dia adalah satu-satunya orang dengan hati yang sama sepertiku?”

Lapis adalah cintaku.

Lapis adalah matahariku.

Tidak peduli apa yang dikatakan orang, ini adalah kebenaran nyata yang sejelas hukum fisika.

Seperti itu, kami, tuan dan bawahan, turun dari batu besar sambil saling mengejek satu sama lain. Di bagian bawah batu besar, termasuk Barbatos, Paimon, dan para Demon Lord lainnya yang merupakan komandan korps pasukan, ada sekitar 30 Demon Lord yang menunggu kita. Karena pidato dari pihak kami dan pihak musuh sudah berakhir, satu-satunya hal yang benar-benar tersisa sekarang adalah perang.

Di antara mereka, Barbatos bersandar di kursi dan melambaikan tangannya.

“Hei, yang menyebutkan dirinya sendiri Tuan Genius. Kerja bagus.”

“Yang saya lakukan adalah melaksanakan tugas suci.”

Aku membungkuk. Meskipun secara pribadi, Barbatos dan aku adalah teman seks yang berbicara secara informal satu sama lain, kami saat ini di hadapan orang lain. Terlebih lagi, kami berada di dalam area militer di mana peraturan komando dan disiplin sangat ketat. Sudah jelas diriku, yang peringkat ke-71, akan berbicara secara formal kepada Barbatos, yang berada di peringkat ke-8.

Itu tidak masalah. Sesuatu seperti hubungan kami berantakan karena aku berbicara secara formal tidak mungkin terjadi. Bukan hanya karena kami memiliki hubungan persahabatan ketika sendirian, tetapi karena Barbatos dan aku bersekutu secara politik. Kami telah bersekutu sampai sekarang, dan kami kemungkinan besar akan terus seperti itu untuk sementara waktu yang lebih lama. Sampai kita mengalahkan musuh bersama kita, Demon Lord Paimon, kepercayaan kita teguh. Tidak apa-apa untuk memastikan hal ini.

“Tugas suci. Tugas suci, kah······?”

Barbatos menyeringai dan menyilangkan kaki putihnya.

“Benar. Kami memberi kau tugas suci, bukan? Dantalian, kami menyerahkanmu, anak yang masih berada di bagian paling bawah dari jajaran Demon Lord, hak untuk memberikan pidato pembukaan dari Aliansi Bulan Sabit yang bergabung bersama untuk pertama kalinya dalam waktu tidak kurang dari 200 tahun. Tidak kepada orang lain, kami memberikannya kepadamu sambil mempertimbangkan kontribusimu kepada tentara kita selama perang ini.”

“······.”

Aku berhenti berjalan.

Barbatos tersenyum seperti biasa. Namun, atmosfer yang berasal dari para Demon Lord Fraksi Dataran, yang berdiri di sekelilingnya, mengancam. Secara naluriah aku membuat Farnese berdiri di belakangku.

Udara terasa mengancam.

Tepatnya, mata Barbatos.

Kemarahan yang bahkan tawa tak bisa disembunyikan masih melekat di matanya.

“Hah? Kenapa kau menyembunyikannya? Mari lihat wajahnya. Kau memberikannya hak berbicara yang kami khusus berikan kepadamu, bukan? Atas kemauanmu sendiri, tanpa berkonsultasi dengan kami. Aku ingin melihat betapa hebatnya seorang gadis karena dia mampu membuat Tuan Dantalian memberikan semua keberanian dan organnya kepadanya. ”

“······Nona Barbatos.”

“Yang Mulia, Barbatos.”

Dia berbicara dengan dingin.

“Tambahkan ‘Yang Mulia’, kau tolol.”

Mata Barbatos dingin. Aku tidak bisa menemukan bahkan satu ons kasih sayang terhadapku dalam tatapannya. Suhu mata seseorang sama dengan hati mereka, kan? Jika perkataan itu benar, maka ini adalah kemungkinan temperamen sejati Barbatos.

“Aku adalah salah satu komandan korps yang memimpin Aliansi Bulan Sabit dari seratus ribu tentara. Apa? Apakah kau memandang rendahku karena aku selalu tidur denganmu?”

“······.”

“Apakah kau pikir kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan mulai sekarang hanya karena kau menyelamatkan pasukanku ketika mereka berada dalam bahaya sekali? Oh sayang, Dantalian. Kau melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk mengirimkan anak manusia sebagai perwakilan dari kita demon. Apakah kau pikir aku akan memujimu seperti ini?”

Senyum Barbatos menebal.

“Gali lubang telingamu dan dengarkan baik-baik, Dantalian, karena aku akan menyebutkan kejahatan yang kau lakukan berkat pidato tunggalmu ini. Pertama, karena kau mengedepankan seorang anak kecil, yang masih basah di belakang telinga, sebagai pengganti dari kita, para demon agung, itu merupakan pengkhianatan terhadap ras.”

Barbatos mengangkat jari tengahnya di tangan kirinya.

“Karena kau memiliki keberanian untuk mengacaukan disiplin militer kita ketika perang akan segera menimpa kita, pembangkangan juga ditunjukkan di hadapan musuh. Karena bukan kau sendiri yang melakukan omong kosong, tetapi kau telah bekerja sama dengan para witch, yang kau tunjuk sebagai pengawal pribadi, untuk menyusun pidato, itu merupakan pemberontakan kelompok.”

Mengikuti jari manis di tangan kirinya, Barbatos mengangkat jari tengahnya di tangan kanannya, juga.

“Karena Demon Lord, yang berada di kursi terendah dari tentara, dengan berani secara tidak resmi melakukan lese majesty di medan pertempuran di mana 12 dewa suci akan mengawasi kita, kau bahkan telah melakukan penghujatan. Wow, Dantalian. Lihat. Berapa banyak ini? Bahkan jika kau hanya menghitung jumlah lese majesty, ada empat. Bahkan jika kita memutuskan lehermu, kita harus melakukannya 4 kali. Itu perasaan yang agak buruk, bukan?”

“Yang Mulia, Barbatos.”

“Ya aku tahu. Kenyataan kalau kau melihat area militer ini sebagai taman bermain di mana kau bisa berkeliling semaumu. Karena aku terlalu sering menikmatimu, tidak ada yang menyala di rongga mataku sekarang. Meskipun demikian, kau keparat, hidup tidak semudah itu.”

Aku bahkan tidak diberi satu kesempatan pun untuk memberi alasan.

Barbatos menjentikkan jarinya.

“Pegang bajingan itu.”

Dan bayangan bergerak.

 

 

 

Itu mirip dengan mulut binatang.

Cairan hitam pekat melesat dari bayangan Barbatos, hal gelap tersebut kemudian menunjukkan taringnya dan bergegas ke arahku. Semua giginya setebal lengan bawah seseorang. Gyaaaaaak ⎯⎯⎯⎯ udara menjerit karena terobek. Seketika itu juga. Binatang bayangan tersebut tumbuh dalam jumlah banyak seperti tsunami dan rasanya seakan itu akan langsung menelanku.

“······!?”

Saya ingin tahu apakah otakku merasa kalau aku dalam bahaya. Lingkunganku mulai bergerak dengan kecepatan yang jelas lebih lambat dari biasanya. Di suatu tempat. Aku harus pindah ke suatu tempat dan menghindarinya. Bahkan jika aku tidak yakin tentang jenis cairan apa yang terbuat dari tsunami hitam tersebut, sudah jelas kalau itu bukan sesuatu yang sangat menggemaskan seperti H20.

Atas bawah kiri kanan. Mataku mencari sisi di mana bayangan tersebut yang bahkan memiliki lebih sedikit bagian. Pada saat aku akan melarikan diri ke kanan, aku akhirnya menyadari sesuatu.

Farnese.

Farnese berdiri di belakangku.

Jika aku bergerak dari posisiku, maka bayangan itu akan langsung menelannya.

Kepalaku memanas dan mencoba membedakan prioritasku. Keselamatanku atau keamanan Farnese. Kesadaranku menentukan yang mana memiliki prioritas lebih tinggi.

“Abaikan dia.”

Tepi kesadaranku menyatakannya. Aku lebih penting daripada Farnese. Tidak ada nilai dalam mempertimbangkan hal ini. Namun, penilaian yang lebih rumit dan kompleks membantah langkah belakangan.

‘Lakukan sebaliknya. Lindungi Farnese dan lindungi dia.’

‘Omong kosong.’

‘Tidak mungkin Barbatos akan membunuhku secara tiba-tiba. Tidak ada keuntungan bagi Barbatos untuk melakukannya. Paling-paling, semua yang dia lakukan hanya melukaiku. Tetapi Farnese berbeda. Dalam posisi Barbatos, tidak masalah apakah dia membunuh Farnese sebanyak yang dia mau atau tidak. Karena itu, Farnese akan mati jika kau pindah sekarang.’

‘Dan?’

‘Dan.’

 

Dan Farnese merupakan anakku dan Lapis.

 

“······.”

Akhir keputusan.

Tidak ada lagi argumen. Pada saat itu, kesadaranku mengakhiri kalkulasinya.

Aku menghentikan gerakanku yang akan membuat tubuhku menghindar ke kanan. Karena kesadaranku agak terlambat, tubuhku bergerak dengan tergesa-gesa karena tertunda. Aku berbalik begitu saja dan memeluk Farnese. Karena aku memeluk Farnese dengan seluruh tubuhku, aku hampir tidak dapat menutupi sepenuhnya. Farnese kecil menggeliat dalam pelukanku.

“Tu······.”

Sebelum dia bahkan bisa selesai mengatakan ‘Tuan’.

Aku bisa merasakan bayangan binatang yang menyapu kami di udara. Dengan nafas, yang Farnese keluarkan, sebagai pemicu terakhir, lingkungan kami telah kembali ke kecepatan normal. Sekarang metode untuk menghindari serangan tersebut telah hilang.

Itu tidak dapat dihindari. Kapan pun bahaya mendekat, aku adalah seseorang yang bertindak sesuai dengan prioritasnya. Aku sudah seperti ini sejak kecil.

Apa yang dapat aku lakukan? Aku hanya bisa berharap kalau Barbatos akan sedikit kasihan kepadaku. Aku memeluk Farnese lebih erat dan menutup mataku.

⎯⎯⎯ Pada saat itu, sesuatu yang mirip dengan angin menyapu pipiku.

Sepertinya bayang-bayang binatang tersebut, yang akan segera merampas kami, telah berhenti di suatu tempat di udara, dan tidak ada lagi tanda-tanda ada sesuatu yang mendekati kami. Ketika aku dengan perlahan mengangkat pandanganku, aku bisa melihat 7 mantel hitam bergoyang di depanku.

7 topi kerucut.

7 tongkat.

“Ahahah.”

Pengawal pribadiku.

The Berbere Sister.

“Anda tidak bisa melakukan itu, Anda tidak bisa melakukan itu. Itu akan merepotkan bagi orang-orang seperti kita jika satu-satunya tuan kita akan dilukai.”

Kelompok witch, yang merupakan Humbaba sebagai ketuanya, sedang mengangkat tongkat mereka dan mengibaskan mantel hitam yang telah aku berikan kepada mereka beberapa waktu lalu.

Binatang bayangan dihalang oleh tongkat dan tidak bisa mendekat lebih jauh. Itu hanya menggeliat dengan menakutkan dan melakukan apa pun yang dia bisa untuk menemukan jalan lain dengan menggeliat di sana-sini. Setiap kali melakukannya, para witch mengubah arah tongkat mereka sedikit dan menghalangi binatang tersebut.

Grrrurrrg, grrrk ⎯⎯⎯⎯ geraman frustrasi mengalir keluar dari rahang binatang tersebut. Tanpa terganggu oleh hal itu, Humbaba tertawa.

“Apa ini? Agilis’ demon? Ahahah? Ini benar-benar familiar kuno. Saya pikir ini sudah sekitar 300 tahun sejak saya terakhir melihatnya. Haruskah saya katakan itu memang Yang Mulia Barbatos? Tidak hanya lebih mulia daripada orang-orang seperti kami bahkan sekelompok faimiliarnya juga luar biasa, rasa hormat terbentuk secara alami pada orang rendah seperti kami.”

“······.”

Barbatos mengerutkan alisnya.

“Gadis-gadis ini. Beraninya kau tidak sadar akan posisimu.”

“Ya, kami ikut campur meskipun tidak sadar akan posisi kami. Kami mohon maaf. Meskipun orang-orang seperti kami adalah yang terendah dari yang rendah, kami memiliki penyakit mematikan di mana kami akan mati jika kami tidak dapat melindungi Yang Mulia, Dantalian. Secara alami, ini adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan seperti omong kosong, tetapi bukankah orang-orang seperti kami sudah terkenal karena mirip dengan omong kosong? Kami berharap bahwa makhluk yang lebih mulia, seperti Yang Mulia, mampu memahami dengan murah hati.”

Humbaba tertawa. Saat dia melakukannya, para witch lainnya juga tertawa.

Ketika konfrontasi berlangsung lebih lama, lebih banyak penyihir yang berafiliasi dengan pasukanku perlahan mulai berkumpul. Sebelum aku menyadarinya, Pengawal pribadi 20 witch ku mengelilingiku tanpa meninggalkan satu celah pun.

“Ah, sebagai referensi, meskipun anak-anak muda jaman now benar-benar buta, kami yang paling bawah tahu bagaimana cara membuang barang-barang seperti ini, Anda tahu? Meskipun kami bisa secara langsung memberantasnya, kami menunggu dengan sabar karena rasa hormat kami kepada Yang Mulia.”

Grrrrk······ si binatang bayangan merintih. Semacam cairan hitam jatuh ke tanah.

Binatang tersebut telah menyusut sampai tidak bisa bergerak sedikit pun dan bergetar seakan bertanya pada tuannya apa yang harus dilakukannya sekarang.

“Cih.”

Barbatos mendecakkan lidahnya. Saat dia menjentikkan jarinya, binatang tersebut langsung hancur. Cairan hitam meresap ke bumi dan menghilang seperti itu.

“Aku membiarkan hal-hal ini, yang seharusnya aku bunuh sebelumnya, hidup karena pemandangan mereka merengek-rengek sangat menyedihkan······. Ini mengesankan, Dantalian. Sungguh mengesankan. Sungguh, ketika kau menjadi gila sepertinya kau benar-benar gila sebagai sebuah kelompok.”

Barbatos meludah ke tanah.

“Bagaimana caramu membujuk belatung-belatung jiwa yang sudah membusuk itu untuk bisa menjadikan mereka sebagai binatang jinak? Hm? Tunanganmu darah haram, Jenderal penggantimu manusia jalang, dan pengawal pribadimu adalah witch, kan? Melihat medali yang melekat di kepala mereka, mereka semua Quadriphyllous, juga? Wow. Kau mengalami segala macam kesenangan. Kau, apakah kau tahu berapa kali para pelacur itu harus menyebarkan pantat mereka ke Demon Lord untuk mendapatkan Quadriphyllous? Asssssuuu Oi, pantat bajingan-bajingan itu sudah sangat longgar sampai aku bisa mendengarnya mengepak dengan bebas dari sini.”

Humbaba mengangguk setuju.

“Ahah. Perkataan anggun Yang Mulia memang benar, master. Sebenarnya, kami sedih bahwa kami peringkat kedua di benua demon untuk kategori bagian yang longgar. Namun, jangan khawatir! Kami telah bersumpah bahwa, mulai tahun ini, dan sampai hari kami mati, kami akan melebarkan lubang bawah kami hanya untuk tuan kita dan tuan kami saja! Ini adalah sesuatu yang seharusnya tersentuh.”

Barbatos menggertakkan giginya.

Witch sialan. Karena para pelacur ini sangat mesum, mereka tidak menerima kerusakan bahkan jika kau memaki mereka······.”

Mm

Itu sesuatu yang sangat aku setujui.

Aku menghela nafas dan berbicara pada Humbaba.

“Terima kasih. Sepertinya aku berhutang padamu sekarang.”

“Ahah, utang seperti apa? Pengawal pribadi adalah sesuatu yang Anda tunjuk untuk menggunakannya pada saat-saat seperti ini. Tapi, jika Yang Mulia benar-benar merasa berterimakasih terhadap kami, maka tolong berikan kami kemuliaan Yang Mulia hari ini.”

Gadis-gadis ini tidak berubah bahkan dalam situasi seperti ini.

·····Sekarang, aku dapat melewati masa krisis untuk saat ini. Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Pertama, perlu untuk mencari tahu mengapa Barbatos bersikap sangat agresif.

Gagak terbang dan kemudian bertengger di atas topi dan tongkat penyihir. Burung-burung mengaum. Karena para witch merupakan rakyat jelata sehingga mereka tidak berani membuat keluhan terhadap Barbatos, rasanya seakan para gagak memberontak melawan Barbatos sebagai gantinya. Terlebih lagi, para witch, yang tubuhnya disembunyikan sepenuhnya oleh mantel hitam mereka, tampak seakan mereka tubuh dan jiwanya bersatu dengan gagak. Di atas topi kerucut dan gagak, Barbatos berteriak keras.

“Hei, Dantalian! Apakah kau benar-benar akan melakukan ini padaku? Hah? Apakah kita akan menampar satu sama lain dan putus seperti ini? Hitung saja kejahatan yang kau lakukan sekarang, sialan, pengkhianatan secara ras, pembangkangan di depan musuh, pemberontakan kelompok, dan bahkan bid’ah! Tidak ada yang bisa mengeluh jika aku merobek kepalamu dan memeriksa warna ususmu sekarang! Serahkan gadis manusia yang di sana kepada kami dan akhiri dengan patuh selagi aku masih bertanya dengan baik!”

“······.”

Apakah itu saja?

Aku mengerti mengapa Barbatos berperilaku kasar lebih dari yang seharusnya. Dengan membuat Farnese menanggung tanggung jawabnya secara berlebihan, Barbatos ingin mengurangi jumlah total kesalahan yang diarahkan kepadaku. Dalam perspektif Barbatos, dia melakukan itu demi diriku. Ini adalah cara Barbatos sendiri untuk menunjukkan perhatian, sehingga untuk berbicara.

Namun.

“Maafkan saya, Yang Mulia, Barbatos.”

Aku menundukkan kepala.

Aku menghargai sentimenmu, tetapi aku harus menolak.

“Bahkan jika anak ini merupakan bagian dari ras manusia, dia adalah seorang anak yang saya putuskan untuk dibesarkan dan dia adalah bawahan yang menjadi tanggung jawab saya. Karena saya adalah orang yang telah menunjuk anak ini sebagai Jenderal pengganti saya, saya juga yang telah menunjuknya untuk menyampaikan pidato. Jika Jenderal Farnese membuat kesalahan, maka itu adalah kesalahan saya, dan jika ada sesuatu yang harus ditanggung oleh Jenderal Farnese, maka itu adalah beban yang harus saya tanggung sendiri.”

“······Tuan.”

Farnese, yang dipertahankan di dalam pelukanku, menatap lurus ke arahku. Aku ingin tahu apakah dia khawatir. Aku sangat terkejut sampai-sampai aku hampir mendengus.

Ayahku dan aku berbeda.

Aku tidak memikul seseorang jika aku tidak mampu menanggung tanggung jawab sejak awal, dan jika aku merangkul mereka, maka aku akan memastikan untuk menanggung beban tersebut sampai akhir.

Tentu saja, jika aku mengambil alih semua kesalahan bukannya Farnese, maka akan ada sedikit perubahan dalam rencanaku untuk menyingkirkan Paimon. Namun demikian, aku seorang jenius yang luar biasa. Aku memiliki rencana. Aku juga memiliki kartu di lengan bajuku. Malahan, hambatan kecil hanya akan membuatnya lebih menyenangkan bagiku.

Dengan tangan kananku, aku menepuk punggung Farnese. Kau terlalu muda untuk mengkhawatirkan keselamatanku, Nak. Jika kau seorang anak, maka bersikaplah seperti itu dan patuh dilindungi oleh orang dewasa.

“······.”

Farnese mengangguk sedikit. Dia perlahan menyandarkan kepalanya ke dadaku. Bahkan jika kami tidak terhubung dengan darah atau sesuatu yang lain, putri yang aku dan Lapis putuskan untuk memikulnya bersama bergantung padaku seperti itu.

Pemandangan ini kemungkinan besar membuatnya kesal. Barbatos meludahkannya dengan tajam.

“Haa, terus kenapa? Apakah kau akan meronta-ronta seperti ular, tanpa menanggung tanggung jawab apa pun, meskipun kau melawan disiplin militer tepat di depan mataku? Kenapa kau tidak kencing di mataku saja, Dantalian? Karena aku tidak ingin menyaksikan disiplin militer yang berantakan bahkan jika aku mati.”

Aku menggelengkan kepala.

“Bahkan saya tahu betul seberapa besar tekanan Yang Mulia berikan pada peraturan militer. Saya tidak memiliki niat sedikit pun untuk melakukan sesuatu seperti menghindari tanggung jawab saya. Saya akan menanggung kesalahan Jenderal Farnese juga. Yang Mulia, tolong eksekusi saya.”

“Apa?”

“Saya telah meminta eksekusi atas diriku sendiri.”

Aku dengan tenang melihat ke sekelilingku. Suasana di sekitarnya menjadi kaku. Entah kenapa, tampaknya Paimon melihat ke arah sini dengan wajah yang tampak seakan dia khawatir tentang sesuatu. Tanpa merenungkan sedikit pun apa arti di balik ekspresi tersebut, aku menyatakan.

“Peringkat ke-71, Demon Lord Dantalian. Saya akan meninggalkan otoritasku sebagai Demon Lord dan menempatkan diriku di pengadilan militer di sini.”

 

 

 

 


8396/7000 kata


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻