Dungeon Defense Vol 4 – Bab 1 Part 2

Oleh Alone of Nyx on April 26, 2018

Dungeon Defense: Volume 4 – Bab 1 (Part 2) Bahasa Indonesia


Bab 1 – Musim Yang Bukan Milikku (Part 2)

 

 

▯ Demon Lord Kebajikan, Peringkat 9, Paimon
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Dataran Bruno, Aliansi Pasukan Bulan Sabit

 

“Peringkat ke-71, Demon Lord Dantalian. Saya akan meninggalkan otoritasku sebagai Demon Lord dan menempatkan diriku di pengadilan militer di sini.”

Saat Dantalian mengucapkan kata-kata itu, sekeliling membeku. Itu sama halnya bagi Nona ini juga. Untuk berinisiatif meminta eksekusinya sendiri melalui pengadilan militer, ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini······. Ini, melampaui batas.

Barbatos menatap Dantalian secara tercengang.

“Kata-kata Tuan sangatlah berat. Kata-kata yang pernah diucapkan tidak pernah bisa ditarik kembali, Dantalian. Ini adalah sebuah nasihat sebagai teman dekat dan seniormu. Aku memberimu kesempatan untuk mengubah kata-kata yang kau katakan tadi untuk terakhir kalinya.”

“Saya minta maaf dengan tulus, Yang Mulia, tetapi saya tidak berniat mengubah ucapan saya. Jenderal Farnese adalah anak yang hamba sayangi. Saya lebih baik mati daripada memberikan bebannya kepada anak ini.”

“······.”

Wajah Barbatos menjadi hampa emosi.

···· Awalnya, untuk menghukum Demon Lord, konfirmasi kejahatan dan beratnya hukuman harus diputuskan secara resmi selama Walpurgis Night. Dengan kata lain, Demon Lord hanya bisa dihukum selama Walpurgis Night. Karena setiap Demon Lord memiliki otoritas untuk menolak pengadilan lainnya, ini adalah salah satu keistimewaan Demon Lord. Jika tidak seperti itu, maka ada bahaya dari Demon Lord peringkat tinggi menggunakan dalih perang untuk membersihkan Demon Lord tingkat yang lebih rendah selama persidangan militer.

Namun, Dantalian telah meninggalkan otoritasnya sebagai Demon Lord sekarang. Itu berarti dia telah jatuh ke dalam status di mana dia secara hukum dapat diserahkan ke pengadilan militer.

Pengkhianatan rasial, pembangkangan di depan musuh, pemberontakan kelompok, dan bahkan bid’ah, itu adalah daftar pelanggaran yang telah dilakukan oleh Dantalian saat ini······ Semuanya termasuk dalam kategori kejahatan berat. Di antaranya, prajurit biasa akan dieksekusi jika mereka melakukannya bahkan satu. Tetapi untuk melakukan 4 lese majesty······. Misalnya persidangan militer dilakukan seperti ini, maka Dantalian tidak dapat menghindari eksekusinya.

“Aku dengan jelas memberimu kesempatan. Terlebih lagi, beberapa kali.”

“Dan saya telah menyatakan diriku dengan jelas, Yang Mulia.”

“Kau tidak menyesal, kan?”

“Ya, itu benar. Saya, setiap saat, hanya peduli tentang Yang Mulia, keselamatan dan kehormatan Barbatos.”

“Haaa.”

Barbatos menghela nafas. Bahkan dia sangat tahu apa hasilnya jika pengadilan militer diadakan. Karena dia tahu, dia kemungkinan besar bermaksud untuk menutupi kejadian ini hanya dengan mencambuk Dantalian sedikit.

Bahkan itu tampaknya membebani pikiran Barbatos karena dia sampai membuat gadis manusia tersebut mengambil sebagian besar tanggung jawab dari Dantalian. Jumlah minimum kesalahan untuk Dantalian. Hukuman yang tidak lebih dari formalitas belaka akan menimpanya. Bahkan Dantalian seharusnya sadar akan hal ini. Jadi kenapa?

“Baik. Mari kita buka, pengadilan militer atau apalah. Seperti yang terjadi, semua komandan korps ada di sini juga. Bukankah itu hebat? Aku, Barbatos, sebagai peringkat 8 dan pemimpin dari Fraksi Dataran, sebagai orang yang menyombongkan keabadian, akan mengadakan pengadilan militer Demon Lord Dantalian.”

Orang yang bertanggung jawab atas pengadilan militer biasanya merupakan orang dengan peringkat tertinggi dalam korpsnya.

Karena Dantalian tidak bergabung dengan Demon Lord manapun dan dengan inisiatif sendiri menyewa tentara bayaran, dalam situasi ini, orang dengan peringkat tertinggi yang bertanggung jawab atas korpsnya adalah komandan militer. Jadi, Barbatos, Marbas, dan Nona ini. Tepat pada waktunya, mereka semua berkumpul di sini sebelum terjadinya perang ······.

“Pak tua Marbas. Suarakan niatmu untuk berpartisipasi dalam persidangan.”

“Mm.”

Tokoh dari Fraksi Netral dan komandan tentara kedua. Peringkat ke-5, Demon Lord Marbas menganggukkan kepalanya perlahan-lahan ······.

“Aku mengakui keikutsertaan diriku dalam persidangan ini.”

Ekspresinya bercampur. Pria itu memiliki hutang terhadap Dantalian.

Karena kekalahan Marbas dalam pertempuran sebelumnya, ada kemungkinan kalau ekspedisi Aliansi Bulan Sabit akan gagal pada saat itu. Tidak, jika Dantalian tidak memperoleh kemenangan, maka sudah pasti ekspedisi akan gagal. Dia merasa tidak enak karena itu.

Jika memungkinkan, dia akan menutupi kesalahan Dantalian····· pengadilan militer sangatlah buruk. Ini adalah sesuatu yang terhubung langsung dengan moril. Sama sekali tidak ada artinya dalam pengadilan militer yang mengampuni pengkhianatan tingkat tinggi. Bagi Marbas, yang begitu menekankan pada peraturan dan perundang-undangan, hampir tidak mungkin baginya untuk menolong Dantalian selama persidangan. Tidak peduli sebanyak apapun dia mencobanya, hal terbaik yang bisa dia lakukan adalah memberikan suara kosong.

····Dan.

Itu, sama juga dengan Nona ini.

Terlepas dari apakah Dantalian adalah orang pertama yang pernah Nona ini temukan dalam hidupnya dengan ideologi serupa dengannya, terlepas dari apakah itu pertama kalinya Nona ini bertemu seseorang yang memiliki mentalitas serupa dengannya, tahan hal tersebut di dada, Nona ini saat ini komandan dari 30.000 pasukan. Nona ini berdiri di posisi di mana dia harus mengkhawatirkan tentang moral 30.000 prajurit. Sesuatu seperti melempar suara tidak setuju selagi orang lain menonton, Nona ini tidak bisa melakukan hal seperti itu.

Karena Nona ini adalah orang yang bertanggung jawab.

Karena itu adalah tugas seorang komandan yang memimpin pasukan.

“······.”

Apa yang harus dilakukan Nona ini?

Apa yang harus dilakukan Nona ini untuk secara biasa melewati pengadilan militer tanpa harus memberikan suara tidak setuju?

Jika ini bukan pengadilan militer, maka mempertahankan kehidupan Dantalian sesuatu yang memungkinkan. Pada akhirnya, setiap masalah diselesaikan melalui pemungutan suara selama Walpurgis Night. Dengan kata lain, itu murni pertarungan jumlah.

Sebagai pemimpin Fraksi Gunung, Nona ini dapat menggerakkan 20 suara. Jika Barbatos menggunakan 15 suara dari Fraksi Dataran di sini, meski dengan itu, Nona ini sudah menjadi mayoritas. Itu benar. Kalau bukan pengadilan militer. Jika kita bisa melewati momen ini ······.

“Oi, pelacur. Suarakan niatmu untuk berpartisipasi dalam persidangan.”

····.

··········.

“Apa? Apakah kau mengabaikanku sekarang? Pelacur. Halo? Nona pelacur yang pikirannya luas karena lubangnya compang-camping. Pelacur, meski tampangmu begitu kau masih komandan pasukan, kau tahu? Jika kau sadar maka katakan kalau kau akan berpartisipasi dalam ······.”

Ok.

Jika ini, maka ada kemungkinan.

Meskipun itu berbahaya. Meskipun itu adalah pertaruhan yang sangat berbahaya.

Jika Nona ini, maka dia bisa melakukannya.

Karena melompat ke dalam pertaruhan adalah keahlian Nona ini.

Nona ini memperkuat pikirannya dan mengangkat kipas bulunya untuk menyembunyikan bibirnya. Postur yang selalu Nona ini gunakan. Dengan menutupi setengah wajah, hanya separuh dari Nona ini yang terungkap. Ini yang paling nyaman.

Nona ini berbicara sambil menatap Barbatos.

 

“Tidak. Nona ini tidak akan menyuarakan keikutsertaannya.”

 

⎯⎯⎯ Keheningan melanda sekitarnya.

Mulai dari Barbatos, semua Demon Lord menatap Nona ini seakan mereka ingin tahu apakah mereka tidak salah dengar barusan.

Itu sudah jelas. Sampai saat ini, Dantalian dan Nona ini telah membangun hubungan yang berlawanan satu sama lain untuk setiap tindakan yang kami ambil. Ini mungkin tidak berlaku untuk Barbatos atau Marbas, tetapi semua orang kemungkinan tidak pernah menduga bahwa Nona ini akan menjadi orang yang melakukan veto.

Itulah alasannya.

Dibandingkan dengan yang lain, karena Nona ini adalah saingan politik yang paling menonjol ketika mencoba menyingkirkan Dantalian, itulah mengapa rencana ini, yang dipikirkan Nona ini, adalah sah.

“······Sialan, apa lagi sekarang? Hei, apakah kalian semua menjadi mabuk hari ini hanya supaya kau bisa mempermainkanku? Bajingan yang dikenal sebagai kekasihku mengacaukan dirinya sendiri dan sekarang meminta untuk pengadilan militernya sendiri, dan sekarang pelacur di sana menolak karena hal yang tidak diketahui. Apakah kalian berdua pergi ke suatu tempat dan bercinta saat aku tidak menonton?”

“Tolong jangan berasumsi kalau semua orang di dunia ini vulgar sepertimu. Tentu saja, jika mereka terlahir kurang cerdas sama sepertimu, maka tidak ada yang bisa dikatakan lagi.”

Noni ini menunjukkan senyum tipis. Sebuah urat muncul di dahi Barbatos, tapi itu tidak masalah. Lagipula aku mengejeknya dengan sengaja.

“Nona ini sudah memberitahumu sebelumnya, bukan? Barbatos, pria itu bukan lagi mainanmu dan sekarang milikku. Nona ini memiliki rencana untuk menarik Dantalian ke dalam Fraksi Gunung. Tidak mungkin Nona ini akan setuju dengan pengadilan seperti itu ketika itu terjadi.”

“Aaang?”

“Baik itu pengadilan militer atau sesuatu yang lain, lakukan sendiri. Namun, apakah kau tahu ini, Barbatos? Meskipun Dantalian mengirim seorang gadis manusia sebagai pengganti tentu saja lese majesty, kau adalah orang yang telah memilih Dantalian untuk menjadi orator Aliansi Bulan Sabit kita.”

“······.”

Wajah Barbatos langsung menjadi dingin.

“Terus? Apa yang kau coba ocehkan?”

“Siapa tahu? Nona ini hanya penasaran. Karena kau adalah orang yang telah menominasikan Dantalian, yang tidak lebih dari peringkat ke-71, tentu saja kau bisa saja menyuruh dia untuk tutup mulut?”

Nona ini tersenyum.

Semakin banyak Nona ini mencampur sedikit suara tawa ke dalam suaranya, semakin dingin suasana sekitar. Beberapa orang di saat yang bersamaan, para Demon Lord lainnya seharusnya mulai memahami apa yang dimaksud Nona ini dengan kata-kata itu.

“Barbatos, Nona ini memiliki kecurigaan. Jika Dantalian telah melakukan kesalahan, maka terlebih dahulu, bukannya itu tanggung jawabmu? Kau menominasikan Dantalian sebagai negosiator perang, dan kau adalah orang yang memilih Dantalian menjadi orator. Jika mungkin, Dantalian telah melakukan kesalahan hanya karena dia tidak kepikiran, maka itu adalah tanggung jawabmu karena tidak menyadari ketidakmampuan Dantalian. Terlebih lagi, jika mungkin, Dantalian telah melakukan kesalahan secara sengaja······.”

Ya.

Benar.

“Kalau begitu bukannya kau si penjahat yang telah melakukan lese majesty?”

Menyerang Barbatos, bukannya Dantalian.

Inilah taktik Nona ini.

Sekarang keheningan total menyapu sekeliling. Tidak ada yang berani membuka mulut mereka dengan terburu-buru. Orang-orang melihat ke arah sini dengan wajah mereka yang diwarnai syok.

Baru saja, apa yang dilakukan Nona ini tidak berbeda dengan membuat deklarasi perang terhadap Barbatos yang merupakan komandan pasukan. Meskipun hal yang dilakukan Nona ini hanyalah menimbulkan kecurigaan, itu adalah kecurigaan yang dapat mengakhiri hidup seseorang dalam politik.

Barbatos menatap Nona ini dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tidak ada permusuhan atau kemarahan. Hanya senyuman mengejek yang tenang meresap melalui dirinya.

“······hmm. Aku merasa aneh ketika seorang wanita jalang sepertimu tiba-tiba ingin mengambil Dantalian dariku. Aku berasumsi kalau kau bertindak dengan dorongan hati sesaat mengabaikan dirimu pada pikiran bodohmu lagi, tetapi secara pasti. Kau benar-benar mencoba memulai pertempuran segalanya atau tidak sama sekali denganku selama perang ini?”

“Oh sayang. Itu merupakan interpretasi yang berlebihan, Barbatos. Satu-satunya yang dikatakan Nona ini hanya dia penasaran. Kau menunjuk Dantalian sebagai orator, dan kemudian kau menyerangnya langsung setelah pidatonya selesai? Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, itu bukanlah perlakuan yang adil.”

“Apa? Apakah kau pikir aku mengirim Dantalian untuk melakukan pidato tersebut dengan sengaja supaya aku bisa menyingkirkannya setelah itu? Kau seharusnya langsung menuduhku menghasut semuanya dari awal hingga akhir saat kau melakukannya.”

“Siapa tahu? Nona ini tidak pernah mengatakan apapun dengan pasti. Nona ini hanya ingin menyuarakan keberatannya terhadap penanganan persidangan militer ini dengan lebih cepat daripada hati-hati. Ada kemungkinan kalau Dantalian dapat menjadi saksi penting. Ya, dan jika mungkin, sementara juga menarik dia ke dalam fraksi Nona ini.”

“······.”

Saat-saat hening.

“Aha, puhahah—, puhahahahah—!”

Barbatos tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.

Orang-orang terkejut dan saling melirik satu sama lain. Meskipun dia menghadapi deklarasi perang, jauh dari amarah, dia tertawa dengan keras. Bagi mereka, ini kemungkinan pemandangan yang membingungkan.

Namun, Nona ini tahu. Barbatos merupakan wanita yang seperti itu. Tokoh yang membuat takut orang-orang dengan tidak tertawa ketika seharusnya tertawa, dan tertawa ketika seharusnya tidak tertawa.

Barbatos tertawa sampai ke titik di mana air mata terbentuk di sudut matanya.

“Ya, mhm. Benar. Kau seperti itu, Paimon. Kau selalu seorang pelacur yang licik. Kau pergi berkeliling berpura-pura menjadi orang baik dan memilih hal-hal yang seukuran ekor tikus. Terakhir kali, kau mengajukan kecurigaanmu kalau menciptakan Black Death, dan sekarang kau dengan sungguh-sungguh menuduhku menghasut untuk pengkhianatan rasial? Iyaaaah. Pelacuur sepertimu benar-benar pelacur sialan yang mengesankan. Aku! Ya, aku akui itu! Aku mengakuinya! Kenyataan kalau kau memang bajingan, Paimon!”

“······.”

“Kalau begitu, apa yang ingin kau lakukan? Seperti yang kau lihat, persidangan militer sudah tidak dapat lagi dilakukan. Haruskah kita memanggil para Demon Lord yang sedang buang hajat di belakang, hmm? Apa ingin mengadakan Walpurgis Night di sini? Apakah itu benar jika aku mati atau tidak karena aku melakukan pengkhianatan tingkat tinggi? Atau haruskah aku menanggung kecurigaan tersebut dan menjadi seperti, Oh, Nona Paimon, sesuatu seperti itu tidak pernah terjadi, mari kita pikirkan hal ini nanti, dan menjelaskannya padamu seperti ini?”

Barbatos meludah ke lantai.

“Ha, kau keparat. Kau pelacur sialan. Kau benar-benar melakukan pekerjaan dengan bagus ketika musuh ada tepat di depan kita. Ekspedisi Bulan Sabit Aliansi ini berakhir juga, sudah berakhir. Pokoknya, kau seorang wanita jalang yang kemampuannya mengacaukan seluruh rumah tangga memang mengagumkan.”

Para Demon Lord yang tergabung dengan Fraksi Dataran berdiri di garis melewati Barbatos. Mereka semua melepaskan niat membunuh sambil melotot ke arah sini. Itu sama untuk sisi ini juga, rekan Nona ini akan melawan niat membunuh tersebut dengan intimidasi yang menggeram. Dengan ini, Aliansi Bulan Sabit langsung terpecah menjadi dua sisi. Para Demon Lord dari Fraksi Netral melakukan yang terbaik untuk menenangkan semua orang, tapi ini di luar kemampuan mereka.

Di tengah pasukan yang tersapu kekacauan.

“······.”

Dantalian berdiri dan menatap Nona ini.

Matanya hitam pekat seperti bagian bawah sumur. Sulit bagi Nona ini untuk menebak apa yang dipikirkan dan dirasakan di balik mata tersebut. Rasanya seakan merenungkan sesuatu atau mencoba untuk mengukur niat Nona ini. Terhadap Dantalian yang seperti itu, Barbatos berbicara.

“Dantalian.”

“······Ya, Yang Mulia.”

“Aku menunda persidanganmu untuk waktu yang tidak terbatas. Aku akan menyiapkan sel penjara, jadi tetaplah di sana. Kami akan mendiskusikan kejahatanmu dengan benar setelah situasi telah membaik.”

Dantalia mengangguk.

“Dimengerti. Namun, tidak termasuk diri saya sendiri, saya meminta agar Anda toleran terhadap pengikut saya. Sepanjang musim dingin, pengikut saya merekrut tentara bayaran dan sangat mampu membangun kekuatan 7.000 pasukan. Mereka tidak diragukan lagi akan bermanfaat ketika bertempur dalam pertempuran melawan manusia.”

“Ya, ya. Lakukan apa yang kau inginkan.”

Barbatos kemudian memimpin kelompok Fraksi Datarannya menuruni bukit berbatu. Mulai dari sini, Fraksi Dataran akan melepaskan diri dari persatuan bagian depan dan melakukan perang secara sepihak. Aksi Barbatos secara implisit menunjukkan niat tersebut.

Marbas menghela nafas.

“Apakah kita akan terkoyak sebelum perang dimulai? Oh, Paimon. Apakah ini benar-benar arti dari tujuanmu? Aku perlahan mulai tidak mengerti dirimu. ”

“······Marbas.”

“Aku yang akan melakukan pengawasan terhadap Dantalian. Dengan apa yang baru saja terjadi, aku tidak dapat mempercayaimu dan Barbatos untuk menunjuk seseorang. Akan lebih baik jika pengawasan penjara dilakukan oleh Fraksi yang berbeda setiap hari. Meskipun demikian, jika Aliansi Bulan Sabit ini gagal juga, lalu harus berapa kali······?”

Marbas dengan lembut menatap ke ruang kosong. Untuk sesaat, hati Nona ini terasa kaku karena mata veteran yang dipenuhi dengan kesedihan.

Marbas kemungkinan besar muncul dalam ekspedisi ini dengan niat tulus untuk mensukseskan Aliansi Bulan Sabit ini. Bahkan jika itu adalah pilihan yang tidak dapat dihindari, Nona ini mengabaikan niat Marbas. Kepala Nona ini menunduk dengan sendiri······.

Tanpa meninggalkan kata-kata apapun lagi, Marbas pergi sambil memimpin Fraksi Netral. Satu-satunya yang tersisa di bukit sekarang adalah anggota Fraksi Gunung, termasuk Nona ini. Anak, yang memiliki salah satu pangkat tertinggi dalam Fraksi Gunung, peringkat kedua dari Nona ini, Sitri, mendekat dan berbicara. Sitri memiliki wajah yang penuh dengan kegembiraan.

“Kakak Paimon, kamu luar biasa! Iyaah. Mereka Fraksi Dataran sialan. Pemandangan mereka memelotot kami karena serangan mendadakmu, sangat berharga untuk dilihat. Bagaimanapun juga, orang-orang itu, yang hanya memiliki kotoran di kepala mereka, mencoba untuk berpura-pura kalau mereka berada di atas kuda yang tinggi!”

“······.”

Bukan hanya Sitri. Rekan Nona ini dari Fraksi Gunung lainnya juga menunjukkan respon yang sama. Sungguh memuaskan, itulah Yang Mulia Paimon bagimu, aku tidak berpikir dia akan membantah seperti itu di sana······. Tanpa bosan, pujian terhadap Nona ini tidak berhenti dan berlanjut.

Tempat Gunung Fraksi kami cukup jauh dari perang dan berada di sekitar pegunungan dan garis pantai. Bahkan jika ekspedisi Aliansi Bulan Sabit gagal, kami tidak akan menerima kerusakan yang separah apa yang Fraksi Dataran atau Fraksi Netral akan terima, jadi sikap mereka terhadap perang juga agak riang. Bahkan jika ini gagal, selalu ada kesempatan berikutnya. Sikap mental tersebut ditunjukkan dengan terbuka.

Nona ini tidak percaya itu salah. Setiap perang sangat membebani tenaga dan kekayaan. Jika memungkinkan, menyelesaikan masalah melalui diplomasi adalah yang terbaik. Itu sebabnya Nona ini telah bernegosiasi dengan Kekaisaran secara rahasia sampai sekarang dan telah menyiapkan operasi yang berbeda di latar belakang.

Namun, entah mengapa.

Tawa gila Barbatos dan suara helaan nafas Marbas, entah kenapa, suara-suara tersebut menempel di telinga Nona ini dan menolak untuk jatuh.

Seakan mencoba melepaskan sesuatu yang menolak menghilang, Nona ini mengalihkan tatapannya ke arah tentara manusia di seberang dataran. Sejumlah bendera yang tak terhitung jumlahnya melambai-lambai di tempat itu dan menahan angin musim yang mendekati kami, sebelumnya. Kemungkinan perang akan meledak sebentar lagi.

“······.”

Bulan ke-4 dan hari ke-3.

Musim dingin melipat dan Musim semi mekar lagi.

Nona ini hanya bisa menutup matanya di hadapan pemandangan orang-orang kami mencoba memuntahkan darah selama kebutaan sejarah ini, meskipun bunga-bunga semuanya memancarkan aroma saat mekar penuh. Nona ini ingin menutup matanya seperti ini selamanya. Bahkan emosi seperti ini berdiam di sudut pikiran Nona ini.

“Kakak Paimon, kenapa kita belum pergi juga? Kita harus bersiap untuk perang.”

Namun, ada suara yang menarik Nona ini.

Begitu Nona ini membuka matanya, ada Demon Lord, yang semata-mata menunggu perintah Nona ini, berbaris di hadapannya. Karena Nona ini berada di posisi di mana dia harus bergerak secara alami, Nona ini mengangguk.

“······Ya. Sitri, dan semuanya, kembali ke kamp militer kita dan perintahkan pasukan kita untuk masuk ke formasi pertempuran. Sitri, tolong berdiri sebagai garda depan kita. Nona ini akan menjadi pusatnya dan mengikutimu.”

“Oke. Serahkan garis depan padaku, kak! Sejak aku lahir, satu-satunya hal yang aku tahu adalah bertarung!”

Dengan ‘Ehehe’, Sitri tertawa polos. Sulit untuk melihat itu sebagai wajah seorang jenderal yang akan segera terjun ke medan perang. Tapi ini kemungkinan merupakan kepolosan Sitri.

Tidak apa-apa. Jika kalian semua terus menunjukkan hanya penampilan polos ini, maka Nona ini bisa terus tersenyum. Nona ini bisa berjalan. Bahkan jika itu adalah perang yang tidak kau harapkan, Nona ini akan melakukan apa yang dia bisa untuk mendapatkan kemenangan.

“Semuanya. Perintahkan pengusung bendera untuk menaikkan bendera mereka. Tiup terompet. Sudah waktunya untuk maju.”

“Ya, Yang Mulia, Komandan!”

Semua Fraksi Gunung yang hadir di sini merespon bersamaan.

Kita jangan sampai menyerang unit yang dipimpin oleh Putri Kekaisaran Elizabeth. Itu merupakan pintu masuk ke Neraka. Tentara terlemah dalam Aliansi Manusia, juga dikenal sebagai Tentara Salib, mungkin adalah tentara kekaisaran Francia······ Meskipun Republik Batavia juga terkenal sebagai yang terlemah dalam peperangan terbuka······ ya. Tentunya, kita harus membidik tentara kekaisaran di sini.

 

⎯⎯ Buuuuuu······.

 

Sebelum kami menyadarinya, suara terompet yang ditiup bisa terdengar. Itu merupakan suara dari Fraksi Dataran. Tampaknya Barbatos sudah mulai bergerak. Melihat arah mereka bergerak maju······ mereka menuju ke arah tentara kekaisaran Habsburg yang diperintahkan oleh Putri Kekaisaran Elizabeth. Sangat menyedihkan.

“Kak, persiapan sudah selesai! Kamu hanya harus memberi perintah sekarang!”

Sitri berlari seperti anjing dan menatap Nona ini.

“Kemana kita harus pergi? Manusia mana yang harus kita akhiri terlebih dahulu? Habsburg? Francia? Brittany? Polandia-Lithuania? Atau haruskah kita menyapu mereka sekaligus?”

“Tidak. Kita akan memusnahkan tentara kekaisaran Francia terlebih dahulu.”

“Oke!”

Sitri mengepalkan tangannya dengan dentuman suara. Bahkan hanya dengan itu, udara terdorong kembali sehingga Nona ini hampir menjatuhkan kipasnya. Meskipun anak ini simple, dia memiliki kekurangan karena dia berperilaku gegabah.

Nah, sekarang.

Tidak ada waktu untuk ragu. Meskipun ini adalah perang yang bukan dimulai oleh Nona ini dan merupakan perang yang pada awalnya Nona ini tidak ingin berpartisipasi, pokoknya, Nona ini berdiri dalam posisi yang sangat dekat dengan perang. Untungnya, keinginan untuk damai tetapi tidak menganggap perang dengan hina adalah apa yang disebut pasukan Nona ini. Sesuatu seperti pasukan Francia, yang terkena penyakit, kita bisa menghancurkan mereka dengan mudah.

Nona ini mengangkat ujung kipas bulunya dan menunjuk ke arah ke mana kita harus pergi.

“Fraksi Gunung. Maju.”

 

 

 


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻