Dungeon Defense Vol 4 – Bab 1 Part 3

Oleh Alone of Nyx on April 28, 2018

Dungeon Defense: Volume 4 – Bab 1 (Part 3) Bahasa Indonesia


Bab 1 – Musim Yang Bukan Milikku (Part 3)

 

 

▯ Raja Rakyat Jelata, Peringkat ke-71, Dantalian
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 3
Dataran Bruno, Aliansi Pasukan Bulan Sabit

 

—— Semuanya berjalan seperti prediksiku.

Paimon merupakan pengkhianat bajingan. Aku yakin jika aku lengah, maka dia akan, tanpa diragukan lagi, mengambil kesempatan tersebut. Benar saja, Paimon langsung mengincar Barbatos seperti anjing hutan yang mencium bau darah······.

Membuat diriku bergabung dengan Fraksi Gunung kemungkinan besar tidak lebih dari dalih. Tujuan sebenarnya dari Paimon adalah Barbatos. Dengan membuat kesalahanku menjadi kesalahan Barbatos, dia kemungkinan besar berencana untuk membuat Barbatos jatuh dari posisinya.

Sebelumnya, ketika aku meminta persidangan militer, aku mengatakan ini.

 

—— Saya, setiap saat, hanya peduli tentang Yang Mulia, keselamatan dan kehormatan Barbatos.

 

Itu umpan.

Seakan menyiratkan kalau persidangan militer adalah satu-satunya cara untuk melindungi Barbatos. Aku dengan sengaja menyimpulkan jika aku dieksekusi, maka kesempatan untuk membuat Barbatos bertanggung jawab akan hilang bersamaan denganku. Itu tidak lebih dari implikasi kecil, tetapi tampaknya Paimon, yang merenungkan tentang bagaimana mengacaukan Fraksi Dataran, dia dengan jelas dapat mendengarnya.

Bukannya itu luar biasa?

Paimon, meskipun kau merupakan seorang pengkhianat yang telah menjual rasmu sendiri, kau adalah pengkhianat dengan kecerdasan luar biasa, yang tak tertandingi. Jika mengkhianati merupakan bakat, maka tidak diragukan lagi Paimon diberkati dengan bakat kelas satu. Ini adalah sesuatu yang mau tidak mau harus aku akui. Jujur, aku ingin memberinya tepuk tangan.

Sejak awal, dalam sejarah, Paimon sebenarnya merupakan makhluk parasit yang mengkhianati tentara Demon Lord dan menempel ke pahlawan.

Dalam permainan 〈 Dungeon Attack 〉 , sang pahlawan bertemu dengan Paimon secara kebetulan saat berjalan di sekitar perbatasan kota. Pada saat itu, Demon Lord Paimon jatuh cinta ke pahlawan pada pandangan pertama dan akan muncul di hadapan mereka secara konstan sesudahnya.

 

—— Ini pertama kalinya Nona ini bertemu pria seperti dirimu.

—— Nona ini akan memberikanmu hak untuk mencuri bibir Nona ini, Tuan yang menyebut dirinya sendiri Pahlawan.

 

Sesuai dengan gelar Queen of Succubi, Paimon dengan mahir mendekati sang pahlawan. Meskipun pada saat itu, pahlawan memang jatuh cinta kepadanya dan merasakan emosi yang disebut cinta untuk pertama kalinya, pada akhirnya, mereka tidak dapat mengatasi perbedaan antara ras dan Paimon mati di tangan pahlawan. Cukup lucu, bahkan setelah hatinya ditembus oleh pedang dingin sang pahlawan, Paimon tidak membuang perasaannya terhadap sang pahlawan.

 

—— ······Demon dan manusia hidup bersama. Nona ini mulai memimpikan kemungkinan itu setelah bertemu denganmu. Namun, itu tidak bisa dihindari, kan? Karena mimpi mirip dengan kelopak bunga yang lemah, Nona ini tidak bisa menyalahkanmu.

 

Ketika momen terakhirnya tiba.

Paimon tersenyum selagi darah mengalir ke sisi mulutnya.

 

—— Ini merupakan tubuh yang sudah sekarat. Bisakah kamu setidaknya memberikan ciuman terakhir pada Nona ini?

 

Seakan dia sedang mengutuk.

Seakan dia menganugerahkan berkah.

····Haruskah aku memanggilnya seorang yang romantis karena ia mampu mewujudkan cintanya setelah mengorbankan hidupnya sendiri?

Meskipun itu akan melegakan jika dia membayar hukuman tersebut hanya dengan hidupnya, Paimon merupakan inti yang memimpin fraksi terbesar di benua demon. Karena hal itu, karena pahlawan tidak menerima ancaman khusus dari demon, mereka mampu mengabdikan diri untuk menyelesaikan perpecahan dalam kemanusiaan. Dan pihak oposisi yang seharusnya menghadapi pahlawan yang berkeliaran bebas tidak lain adalah······.

“Hampir saja, Tuan. Bagaimanapun juga, gadis ini tidak pernah bosan setiap kali dia melihat Tuan dari samping. Sesekali, ada hari-hari ketika gadis ini percaya bahwa hidup Tuan mungkin mungkin hanyalah sebuah lelucon konyol.”

“······.”

Benar.

Itu anak nakal ini yang tidak memiliki ekspresi di wajahnya.

Putri Kekaisaran Elizabeth, yang memimpin Kekaisaran Habsburg, membuat pahlawan menjadi barisan depan, dan Ratu Henrietta, yang memimpin Kerajaan Brittany, menunjuk Farnese sebagai Jenderal. Kedua pahlawan abad ini mendekati perang untuk membuat bangsa mereka sendiri menjadi unggul······ ini merupakan sejarah yang seharusnya terungkap 15 tahun dari sekarang. Saat ini, sama seperti bagaimana aku telah menunjuk Farnese, itu merupakan masa depan yang benar-benar tidak pernah bisa terjadi sekarang.

“Terlebih lagi, apa itu tadi? Tentunya Tuan tidak mencoba untuk menyelamatkan gadis ini dengan mengorbankan diri Anda, bukan? Sejujurnya, gadis ini hanya bisa mengatakan bahwa itu hanya mengganggu, Tuan. Gadis ini lebih suka dibunuh oleh Demon Lord daripada dirangkul oleh Tuan. Walaupun gadis ini menilai kecerdasan Tuan sangat tinggi, hamba memiliki sudut pandang yang sangat obyektif ketika mengenai tubuh Tuan. Dengan kata lain, tubuh Tuan sedikit mengerikan. Sesuatu terasa agak kurang ketika dipeluk, sesuatu yang sangat tidak enak dipandang ketika membiarkan tubuh hamba sepenuhnya dipeluk, sulit untuk menemukan hal lain yang tidak pantas seperti ini, tubuh yang seperti itu. Oleh karena itu, jika kebetulan, bahaya mendekati gadis ini, maka jangan jadi pamer, biarkan saja gadis ini sendiri dan······ Ha-ah? Hoa—— ah ah?”

Aku mengambil topi Farnese dan menekan mahkota kepalanya. Anak ini, hanya karena dia belajar cara berbicara dari Lapis, kesombongannya benar-benar menjulang melewati atap sekarang. Bajingan seperti ini pantas dihukum dengan meremasnya.

Farnese gemetaran dan mengayunkan kedua lengannya.

“Tuan⎯⎯. Bukannya gadis ini telah memberitahu Anda, bukannya gadis ini telah memberitahu Anda berkali-kali? Uu, hoa. Jangan di mahkota. Di tempat lain mungkin tidak masalah, tapi, aah ······ aaah ······ mahkotanya, setidaknya jangan di mahkotaaa······.”

“Mencairlah dengan patuh, kau kue nasi.”

“Hauh, gadis ini meleleh. Gadis ini menjadi genangan.”

Untuk anak berambut pirang ini, yang saat ini berada di pelukanku dan berubah menjadi bubur, ditakdirkan untuk menjadi jenderal yang terkenal, musuh bebuyutan pahlawan, dan malapetaka umat manusia yang mendekati umat manusia. Meskipun aku menyadarinya, dunia ini juga cukup busuk.

Tak lama setelah itu, kapten yang bergabung dengan Fraksi Netral datang untuk mengawalku. Aku tidak dapat merasakan bahkan satu ons agresivitas atau temperamen buruk terhadap diriku dari mereka. Mereka hanya memintaku untuk menemani mereka sambil menjaga etika.

“Meskipun tidak seberapa, kami telah menyiapkan sel penjara, Yang Mulia Dantalian. Jika mungkin, ini bukannya tidak sopan, maka······.”

“Apanya yang tidak sopan? Bimbing aku ke sana. Aku akan mengikuti dengan patuh dengan mentalitas seseorang yang telah menjadi tahanan. ”

Sang kapten Fraksi Netral menundukkan kepala mereka.

Setelah itu, ada sebuah sel penjara sederhana yang terletak di tempat yang aku ikuti sang kapten. Haruskah aku menyebutnya penjara? Itu lebih mirip dengan kandang besi yang digunakan untuk ditempati binatang. Hanya seikat jerami berserakan di dalam kandang binatang tersebut, benar-benar tidak ada perabotan atau dekorasi.

Setelah melihat kondisi sel penjara yang kumuh, Humbaba tertawa.

“Ahahah? Apakah ini semacam lelucon yang lucu? Atau lelucon yang tidak lucu? Pastinya kau tidak berniat untuk menempatkan Tuan kita di dalam lusuh seperti ini, kaaaaan? Haruskah kita melemparkan kutukan yang akan membuatmu harus hidup sebagai kasim seumur hidupmu? Haruskah kita zap zap kau dengan kutukan yang akan membuatnya sehingga kau hanya dapat merasakan sesuatu dari pantatmu——? Aku hanya bertanya karena ingin tahu, tetapi apakah kau memiliki minat yang besar dalam hidup tanpa wanita, petapa, seperti biksu Budh*?”

“M-Maafkan saya, tapi ini benar-benar hal yang hanya kami miliki saat ini······.”

“Ah jadi itu etikamu kalau memberitahu seseorang untuk makan tai dengan sopan karena hanya itu yang kau miliki saat ini. Mhm. Uhum. Aku mengerti. Tapi, ngomong-ngomong. Saat ini, satu-satunya hal yang bisa kami berikan padamu saat ini yaitu kutukan kasim(e.g eunuch), apa pendapatmu mengenai hal ini?”

Para witch mengepung para kapten sambil tersenyum. Wajah mereka tentu saja tertawa, tetapi tatapan mereka buas. Orang yang menjadi menyedihkan di sini adalah orang yang bertanggung jawab. Jika itu adalah pelanggaran untuk menyampaikan perintah atasan mereka ketika mereka tidak memiliki posisi kekaisaran, maka itu adalah pelanggaran mereka.

Aku menghela nafas.

“Humbaba, tidak apa-apa.”

“Ara. Tapi, Tuan······.”

“Bukankah aku mengatakan itu tidak masalah? Aku sedang dibawa sebagai tahanan. Dengan segala cara, apakah aku akan berkuasa setelah pergi ke ruang kecil itu? Apakah tempat itu akan mewah hanya karena aku mengatakan kalau menikmati kemewahan di sana? Jika seorang Raja tidak dapat berperilaku sebagai Raja, maka, setidaknya, seharusnya seorang tahanan tidak berperilaku sebagai tahanan?”

“Tidak, bukan itu.”

Humbaba berbicara dengan wajah yang kerepotan.

“Paling tidak, harus ada tempat tidur yang nyaman jika orang-orang seperti kita akan pergi ke sana bersama dengan Tuan dan menikmati hubungan antara pria dan wanita, bukan? Jika kita diperintahkan untuk bersanggama di atas tumpukan jerami, maka, tentu saja, kita bisa melakukannya, tetapi ketika Anda menyeret punggung Anda di atas jerami itu sedikit perih······.”

Para witch di sekitar mengangguk-angguk sambil berkata, ‘Mhm’. Tampaknya ini merupakan suasana di mana mereka setuju dengan antusias terhadap apa yang dikatakan Humbaba.

“······.”

Aku menarik pipi Humbaba. Pipi pemimpin Pengawal Kerajaan tersayangku membentang seperti keju pizza.

“Gehuhuhuh! Gahu, gyahuh!?”

Tentunya, bahkan cara seorang witch menggerutu adalah hal yang luar biasa.

Tanpa jeda, aku menarik pipi Humbaba sampai batasnya. Orang ini, aku heran apakah itu karena dia menjalani hidupnya disiksa setelah sekian lamanya, tapi dia bahkan tidak sedikitpun goyah dari rasa sakit yang normal.

“Berhenti bermimpi. Apa maksudmu pergi ke sana bersamaku? Kalian semua akan segera mengikuti Farnese di sini dan pergi berperang. Dengarkan Farnese dengan baik dan Lapis dan kembalilah setelah kalian memburu banyak manusia.”

“Bagaimana bisa.”

Humbaba memiliki wajah yang tampak seakan dunia telah berakhir.

“Karena Tuan sudah di penjara, kami ingin menikmati dikurung bersama······.”

“Jangan bicara omong kosong.”

“Ah. Atau mungkin, bukannya bertindak seperti tahanan, apakah kita memainkan peran penjaga penjara akan lebih cocok untuk fetish Tuan? Jangan khawatir. Terlepas dari penampilan kami, kami benar-benar mahir dalam penyiksaan dan masokisme. Tidak peduli betapa mesumnya hobi tuan, kami siaaaaap melayani Tuan dengan tulus!”

“Ya ampun. Sekarang kau berbicara kaya orang gila.”

Cih Cih, aku mendecakkan lidahku.

Sungguh, orang-orang ini memang bermasalah. Sungguh, aku tidak merekrut mereka dan memakainya dengan sia-sia.

“Farnese.”

“Mm. Jangan khawatir, Tuan. Gadis ini tidak memiliki keinginan apapun untuk masuk penjara dengan Tuan. Gaids ini hanya bisa berharap bahwa Tuan dengan patuh masuk penjara sendirian dan menikmati hidup Anda di penjara. Jika Tuan tidak ada, bukannya sekarang itu akan membuat Nona Lapis menjadi satu-satunya yang menyiksa gadis ini dengan dalih pendidikan? Mhm, menyenangkan sekali. Jika memungkinkan, akan sangat bagus jika Tuan berada di sana dan tidak pernah keluar. ”

Farnese mengangguk pada dirinya sendiri.

“Tenang saja, Tuan. Gadis ini akan menyampaikan salam Tuan kepada Nona Lapis. Tentu saja. Gadis ini merupakan selamanya subjek Tuan yang setia. Gadis ini bisa mengatasi masalah semacam ini sebanyak yang dibutuhkan.”

“······.”

Ini, dengan caranya sendiri, sangatlah mengganggu······.

Mengapa para pengikutku jadi makin parah? Apakah konsep yang indah seperti sikap tidak berlebihan dan pengendalian diri tidak dimasukkan ke otak mereka, sama sekali? Dosa macam apa yang aku lakukan dalam kehidupanku sebelumnya yang membuat aku harus merencanakan sesuatu dengan orang-orang semacam ini ······?

Tanpa diragukan lagi, kemungkinan besar hanya ada orang-orang dengan bakat luar biasa dan orang-orang yang mendapat informasi dengan baik dalam budibahasa berdiri di sisi Putri Kekaisaran Elizabeth. Sebaliknya, Jenderal penggantiku adalah psikopat gila dan pemimpin Pengawal Kerajaanku adalah seorang cabul, yang didorong oleh nafsu dan hanya memiliki warna merah muda di otaknya. Dunia tidak adil······.

“Baiklah. Apa lagi yang bisa aku harapkan dari kalian? Hanya saja, melakukan yang terbaik dalam perang. Lakukan perang dengan baik. Itu lebih dari cukup. Jangan pergi ke suatu tempat dan hidup sementara hanya mengambil pemukulan, oke? Jika mereka memukul kalian sekali, makan pukul dua kali. Aku percaya kalian akan mampu melakukan setidaknya seperti itu. Apakah sudah jelas?”

Farnese dan Humbaba menganggukkan kepala mereka. Sesuai urutan, mereka memberi tanggapan.

“Tentu saja. Malahan, gadis ini berencana untuk memutuskan leher semua musuh dan menumpuk menara tulang. Mulai besok, hanya dengan mendengar nama gadis ini musuh akan membasahi celana mereka. Air kencing mereka akan mengalir dan mengalir sampai akhirnya, seluruh dataran ditutupi oleh cairan, membuat bau busuk mencapai penjara Tuan, gadis ini akan sungguh-sungguh berharap untuk hal ini. Jumlah ekor tikus dari kesetiaan gadis ini mungkin akan terkandung di sana.”

“Bahkan jika tidak sampai, orang-orang seperti kami secara pribadi akan pergi dan mengisi ember dan mengirimkannya kepada Anda, Tuan, jadi jangan khawatir. Rendahan seperti kami, sebelum berjanji kesetiaan kami kepada Anda, Tuan, kami mencari nafkah sebagai kurir. Kami sudah pernah mengirimkan kotoran sebelumnya, jadi sesuatu seperti air kencing itu hal mudah!”

“Karena aku sudah sepenuhnya mengerti seberapa dekat keberadaanmu dengan kencing dan kotoran, silakan pergi saja······.”

Baik Farnese dan Humbaba memberi hormat sebelum berangkat.

Setelah orang-orang itu pergi, satu-satunya yang tersisa adalah kapten Fraksi Netral dan aku sendiri. Sang kapten melirikku dengan mata yang tampak seakan mereka sedang melihat orang gila. Meskipun aku mempertimbangkan untuk membuat alasan untuk diriku sendiri, karena sudah jelas jika berbicara tentang hal itu hanya akan membuat aku jatuh lebih jauh ke dalam lubang, aku tidak memiliki pilihan lain selain menahan perasaan buruk itu.

“Tolong kurung aku sekarang.”

“Ya, Yang Mulia.”

Seakan mereka menunggu hal itu, para kapten dengan cepat bergegas ke depan dan mengunci gerbang besi. Kesopanan yang pada awalnya mereka perlihatkan ketika mereka mengawalku sudah hilang. Aku dapat secara eksplisit merasakan kalau wajah mereka berkata, ‘Ini akan menjadi masalah besar jika kita tidak mendorong bajingan mesum ini ke penjara dengan cepat’.

····.

Ya. Tak apa.

Lagipula ini adalah strategi.

Dengan tidak mengambil perhatian di mata orang-orang dan diingat sebagai seorang pria yang canggung, untuk menarik tali benua di balik tirai, itu merupakan rencana dari awal sampai akhir. Itu benar. Aku sungguh baik-baik saja······.

 

—— Clank.

 

Suara logam menggema dan kandang binatang tertutup.

Seakan aku telah menjadi makhluk tunggal yang putus asa, aku menatap ke atas ke langit dengan pasrah. Langit yang menghujani sesaat saat fajar dan cerah beberapa saat yang lalu, sekarang gelap lagi. Apakah langit berniat untuk menyokong bumi, yang akan segera berlumuran darah, dengan hujan?

 

—— Uuuu······.

—— Buuuuu······.

 

Aku bisa mendengar suara terompet di kejauhan. Rasanya seakan terompet adalah suara guntur yang jatuh dari awan gelap di dunia yang jauh di sana. Ketika guntur bergemuruh beberapa kali, mereka menyerang di tempat-tempat yang tidak ada hubungannya denganku dan orang-orang di sana saling bertengkar sementara tidak ada hubungannya denganku. Meskipun itu adalah perang yang aku mulai, perangnya jauh dariku.

“······.”

Drip.

Tiba-tiba, sesuatu jatuh dari langit-langit kandang besi.

Dingin sekali.

Aku melihat ke arah langit.

Di antara celah-celah awan gelap, beberapa tetes hujan mulai turun. Tetesan hujan, yang lebih seperti tersebar daripada turun, saling tumpang tindih satu sama lain sampai mereka segera tumbuh menjadi garis-garis hujan.

Aku percaya hujan itu mirip dengan garis-garis darah yang berasal dari tentara yang bertempur, yang ditanam di sini di medan perang ini sementara kehendak mereka yang sebenarnya telah diabaikan. Hal-hal yang mengalir di sini tidak dapat ditolong. Namun, apakah tidak pahit untuk mempertimbangkan hal-hal yang dibuat mengalir sebagai sesuatu yang juga tidak bisa ditolong?

 

—— Woosh, shoooo······.

 

Aku memprediksi bahwa sejarah yang aku mulai, mulai mengalir seperti badai di bersamaan dengan hujan. Perang yang akan terjadi di sana semuanya milikku. Namun, mirip dengan waktu yang ditampilkan oleh jam dan menit tangan jam dan waktu terpisah yang terurai lama ketika musik dimainkan—— aliran yang deras dan tetes hujan acuh tak acuh, yang mengamuk di sisi lain dari kandang, hanya jatuh ke sini setetes demi setetes. Merasa acuh dengan waktu yang mengalir di sana, waktuku diam-diam meresap ke dalam tubuhku.

“······.”

Aku melepas bagian atasku dan menerima air hujan secara langsung. Di dalam pakaianku, ada kantong pinggang dan sebuah jam saku yang aku bawa sebelumnya. Di antaranya, jam saku berdetak ringan.

Barbatos, Paimon, Elizabeth, dan Farnese akan bergerak dengan bebas di medan perang tersebut. Namun, kapan mereka semua akan menyadari bahwa waktu yang telah tersedia untuk mereka dengan ruang itu selalu menjadi milikku? Siapa yang akan menjadi pertama di antara mereka untuk mendekatiku? Hujan terus mengalir dan menyapu debu dari kulitku dan membawanya turun ke bumi. Perangnya jauh, tetapi perang yang jauh tersebut adalah milikku.

Aku di sini di penjara ini.

 

 

 

 

 

 

 


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻