Dungeon Defense Vol 4 – Bab 2 Part 2

Oleh Alone of Nyx on July 11, 2018

Dungeon Defense: Volume 4 – Bab 2 (Part 2) Bahasa Indonesia


Bab 2 – Engkau Datang kepadaku (Part 2)

 

Pedang Kesayangan Raja, Manusia, Laura De Farnese
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 7
Dataran Bruno, Pusat Pasukan Aliansi Bulan Sabit

Ο

Otoritas untuk darah.

Darah untuk otoritas.

Ο

“······.”

Gadis ini menatap bendera cukup lama.

Bendera Tuannya. Pepatah yang disulam dengan benang perak. Garis-garis yang melengkung dan kain yang menghubungkan kami dan Tuan bersama. Aku tidak membenci kata-kata yang memancarkan bau dan keharuman tubuh Tuanku.

Kami tidak hanya melatih 7.000 tentara elit selama musim dingin yang sedingin es. Tuan menganugerahkan seragam kepada kami dan menciptakan pepatah baru. Selagi gadis ini melatih 7.000 tentara yang sepenuhnya sendiri, Tuan mengumpulkan 7.000 tentara menjadi satu unit. Metode pelatihan gadis ini dan perakitan Tuan berhubungan satu sama lain dan pada saat awal musim semi tiba, kami telah membentuk satu pasukan yang berbeda dan kuat.

Humbaba, kepala Royal Guard, berbicara.

“Ini, sepertinya kita akan pergi bertempur hari ini tanpa master lagi.”

“Tidak ada masalah sama sekali.”

Gadis ini berbicara dengan tenang.

“Sejujurnya, Tuan tidak berguna selama pertempuran. Paling-paling, dia biasa-biasa saja, dan hanya bisa dianggap bijak ketika meregangkan aturan. Karena Tuan tidak ada, rasanya kepala pasukan kita terputus, tapi hampir terasa seolah-olah ekor kita terputus, membuat tubuh kita lebih ringan.”

“Ahah. Aku hanya mengatakan ini karena tuan tidak ada di sini, tetapi aku ingin mengatakan kalau aku juga berpikir demikian!”

Pemimpin Royal Guard terkekeh.

Tawanya, jika gadis ini harus mengekspresikannya, mengandung sesuatu yang hanya bisa digambarkan sebagai hal gila. Sesungguhnya, bahkan ekspresi seperti orang gila sebenarnya salah. Itu bukan seolah-olah dia gila, tapi kegilaan merupakan dirinya sendiri. Jika gadis ini harus berkata jujur, maka di antara orang-orang yang bekerja atas naungan Tuan, gadis ini merupakan satu-satunya bawahan yang setidaknya waras.

Nona Lapis lebih mirip dengan hewan liar yang sangat cerdas dibandingkan dengan manusia. Mulai dari Humbaba, pemimpin Royal Guard, setiap witch merupakan hewan berbulu yang kepalanya hanya terisi dengan nafsu. Tuan, yang merawat para pengikut ini di kedua sisinya, benar-benar binatang di antara binatang dan raja di antara hewan buas. Karena terbawa suasana, orang yang berpendidikan seperti gadis ini terperangkap ke dalam kebun binatang yang sangat berbahaya ini, jadi itu cukup mengerikan.

Oh, ini musim dingin. Meskipun musim dingin telah berlalu, tapi tetap dingin. Bagi seorang wanita cerdas seperti gadis ini untuk hidup, angin dunia telah menjadi dingin sekaligus······.

Pemimpin Royal Guard berseri-seri dan berbalik ke arah sini.

“Sekarang. Jenderal pengganti yang terhormat? Dimana kita harus mengacau terlebih dahulu? ”

“Hm.”

Gadis ini melihat ke medan perang.

Saat ini, pasukan kami telah memperoleh kemenangan terus menerus.

Aliansi Bulan Sabit dan Tentara Salib saling berhadapan satu sama lain dengan total 200.000 tentara, yang cukup luas untuk melakukan pertempuran. Namun, kenyataannya agak berbeda. Dalam Aliansi Bulan Sabit, pasukan terbagi menjadi Fraksi Dataran, Fraksi Netral, dan Fraksi Gunung . Masing-masing kelompok berjuang sendiri. Tentara Salib juga sama. Masing-masing negara mereka mengoperasikan tentara mereka secara terpisah saat berperang melawan kami.

Akibatnya, seakan unit 7.000 tentara bayaran, yang dipimpin oleh gadis ini, telah menjadi kekuatan terpisah, kami pergi ke pertempuran yang terjadi di lapangan dan menyerang pasukan musuh di sana-sini.

Kemarin kami telah menyingkirkan para kesatria Kerajaan Brittany. Sehari sebelum kemarin kami telah membantai tiga earls dari Kekaisaran Francia. Sehari sebelumnya adalah resimen dari Republik Batavia. Itu adalah medan perang yang menyenangkan di mana ada kesenangan dalam memilih mangsanya. Aah, menyenangkan sekali. Gadis ini sangat bahagia. Gadis ini yakin bahwa dia dilahirkan ke dunia yang menyesalkan ini untuk menyebabkan kekacauan di sini.

Tentara Salib kemungkinan besar mulai membenci gadis ini.

Sudah waktunya untuk berhenti bermain-main dan memanen kebencian.

“Selama beberapa hari terakhir, tentara manusia terus dikalahkan oleh gadis ini lagi dan lagi. Menghiraukan apakah mereka kelompok yang berbeda sesuai dengan negara mereka, jika apa yang melekat pada leher mereka adalah kepala dan bukannya cangkang kosong, maka mereka akan merencanakan operasi gabungan.”

“Aha. Jadi tentara akan bergabung dan merencanakan bersama untuk memburu kita, kan? Ini, kita tidak suka kalau harus jatuh dari posisi pemburu ke posisi mangsa.”

Gadis ini mengangguk. gadis ini juga berpikir demikian, dalam hal tidak memiliki hobi untuk diburu.

“Tuan memberi perintah kepada gadis ini. Untuk tidak melawan Putri Kekaisaran Habsburg. Dengan kata lain, Tuan tidak ingin kita mendapatkan kemenangan yang menentukan, dia juga tidak ingin kita berpura-pura seakan kita mendapatkan kekalahan yang menentukan.”

“Lalu?”

“Kekacauan. Hanya itu saja.”

Gadis ini mendeklarasikan.

“Tuan hanya ingin kekacauan menyebar ke seluruh dataran. Itu adalah perintah yang diberikan kepada kita oleh Tuan.”

Gadis ini meratap dalam-dalam.

Bukannya ini Tuan yang absurd? Dia tidak memerintahkan gadis ini, yang berusia tidak lebih dari 17 tahun sekarang, untuk memenangkan pertempuran, juga dia tidak memerintahkan gadis ini untuk kalah secara meyakinkan, sebaliknya, dia memerintahkan gadis ini untuk mengubah seluruh medan perang menjadi pencampuran perselisihan. Apa yang harus dilakukan gadis ini mengenai perintah semacam itu oleh Tuannya? Meskipun gadis ini pernah merenungkan apa yang harus dia lakukan, keputusan gadis ini sudah ditentukan.

“Karena gadis ini adalah subjek agung yang setia, gadis ini hanya bisa mengikuti perintah. Kapten, bunyikan terompetnya. Kau telah melakukan pekerjaan dengan baik dan hanya mendapatkan manfaat sepele selama 4 hari terakhir. Mulai saat ini, pasukan kita akan benar-benar mengubah medan perang ini menjadi bencana.”

“Ahahahah—.”

Pemimpin Royal Guard, Humbaba, tertawa.

“Bagus, kekacauan. Itu sangat bagus. Itu adalah salah satu hal yang paling disukai oleh orang-orang seperti kami. Mirip dengan bagaimana seekor babi perlu didorong ke sebuah lumpur agar menyadari bahwa itu adalah anak babi, manusia perlu berguling-guling di genangan darah sebentar agar mereka menyadari bahwa mereka manusia bajingan. Kami akan dengan senang hati mengubah orang menjadi orang bersama Jenderal!”

Pada saat itu juga, para witch mengeluarkan terompet. Beberapa suara terompet naik ke langit seperti asap.

Karena hujan yang tiba-tiba di pagi hari, awan jadi tebal dan langit rendah. Suara tersebut dengan mudahnya mencapai awan gelap yang terbuat dari uap air. Dunia gelap dan para prajurit mengakhiri waktu istirahat mereka dan mengangkat tubuh mereka seperti bayangan. Gadis ini menunggangi kuda hitamnya dan menatap ke garis depan.

Angin bertiup. Itu adalah angin yang membawa musim semi.

Karena hujan turun selama beberapa hari terakhir, garis depan menjadi lembap dan gembur. Aroma awal musim semi cukup pekat, membuatnya seolah-olah padang rumput akan segera dicat dengan warna hijau kekuningan secara menyeluruh. Gadis ini merasa seakan ada aroma darah di luar sana yang bahkan cat alami ini tidak mungkin mewarnai atau menutup seluruhnya. Mewarnai dunia menjadi hijau adalah yurisdiksi musim ini, dan yang bertanggung jawab mewarnai tanah menjadi merah adalah tugas gadis ini.

“Pembawa Bendera maju.”

“Diterima. Pembawa Bendera maaajuu!”

Para witch melompat ke sapu mereka dan dengan entengnya naik ke atas. Mereka menjadi penyanyi di bawah awan gelap dan mulai menyanyikan lagu perang. Menanggapi itu, para prajurit dari tanah bernyanyi serempak. Kami memamerkan bahwa pertempuran, yang sedih dan ratapan di sisi lain, tidak lebih dari sejenis melodi bagi kita.

“Semua pasukan. Maju.”

Dan dengan demikian, unit kami bergerak maju.

Medan pertempuran itu sistematis. Tentara seratus ribu dan tentara seratus ribu orang keduanya berdiri dalam formasi dan mendekati satu sama lain.

Karena sudah jelas jika satu unit tiba-tiba melaju ke depan, mereka akan segera diserang, entah itu pasukan musuh atau pasukan sekutu, mereka semua bertempur menggunakan kecerdasan. Sambil melepaskan diri dari pusat, gadis ini memerintahkan.

“Semua pasukan. Terus maju.”

Para witch tertawa dan mengulang perintahku.

“Terus majuuuu!”

Serentak, pasukan kami menonjol dari tentara seratus ribu, perkemahan Aliansi Bulan Sabit dan bergerak maju. Sangat jelas bahwa unit Demon Lord lainnya di kejauhan menunjukkan tanda-tanda kebingungan. Bahkan ada orang-orang yang mengirim utusan, menanyai kami tentang apa yang kami ingin lakukan. Setelah mengatakan kepada para utusan ‘Dipahami, kami akan menyesuaikan kecepatannya’, dan mengirim mereka kembali, gadis ini memberikan perintah lain tanpa berekspresi.

“Maju dengan kecepatan penuh.”

“Maju dengan kecepatan penuh!”

Nah, sekarang.

Meskipun Tuan adalah seorang tukang daging di antara bajingan, pria tersebut merupakan satu-satunya Tuan dari gadis ini. Pria yang telah menemukan gadis ini di benua yang luas ini dan membawanya. Orang yang telah menjadi keluarga baru gadis ini. Ada baiknya untuk mengetahui bahwa gadis ini tidak akan dengan mudahnya mengabaikan kejahatan yang mereka lakukan karena telah berani memenjarakan Tuan, pria, dan keluarga gadis ini, ke kandang babi.

Tidak peduli apakah mereka Aliansi Bulan Sabit atau Tentara Salib. Hadapi gadis ini. Kalian semua tidak lebih dari sekadar penonton, bukankah begitu?

Pertarungan ini hanyalah sebuah melodi untuk Tuan yang dilakukan oleh gadis ini.

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻