Dungeon Defense Vol 4 – Bab 2 Part 4

Oleh Alone of Nyx on July 11, 2018

Dungeon Defense: Volume 4 – Bab 2 (Part 4) Bahasa Indonesia


Bab 2 – Engkau Datang kepadaku (Part 4)

 

Demon Lord Kebajikan, Peringkat 9, Paimon
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 7
Dataran Bruno, Sayap Kiri dari Pasukan Aliansi Bulan Sabit

Ο

“······Ini.”

Nafas keluar dari bibir nona ini secara tidak sengaja.

Perkembangan pertempuran bergerak dengan cepat. Belum lama, perkembangannya tidak seperti ini. Sayap kiri dan sayap kanan masing-masing akan menangani satu pasukan dan melakukan pertempuran jarak dekat. Tidak diragukan lagi, kami telah merencanakan untuk melakukan serangan pertama dengan taktik standar semacam itu hari ini······.

Namun, setelah pasukan, dipimpin oleh gadis yang dikenal sebagai Farnese, telah menonjol ke depan, pergerakannya telah berubah sepenuhnya.

Gadis itu merupakan orang yang maju untuk memberikan pidato sebagai wakil dari Aliansi Bulan Sabit, meskipun seorang manusia. Dalam perspektif musuh, dia adalah seorang pengkhianat yang harus mereka hadapi secepat mungkin. Jika mereka bisa mendapatkan kepala Farnese, maka itu kemungkinan besar akan dianggap sebagai pencapaian terbesar. Permainan yang menggoda.

Setelah dibutakan oleh itu, pasukan manusia tanpa pikir panjang memerintahkan pasukan kavaleri mereka untuk menyerang. Awalnya, Kerajaan Polandia-Lithuania, kemudian Kekaisaran Francia, Republik Batavia, Kerajaan Teuton······. Setiap pasukan, yang bertarung untuk pencapaian militer, mengirim kavaleri mereka.

Itu merupakan langkah yang sangat buruk.

Kavaleri, yang dibebankan secara bersamaan dari semua sisi, tidak dapat terhubung bersama dengan benar, dan mereka bahkan tidak dapat memperoleh ruang yang luas. Cuacanya sangat buruk. Setelah menambahkan lebih banyak hujan ke tanah yang sudah penuh dengan air, tanah berubah menjadi berawa. Begitu puluhan ribu kuku melewati air berlumpur tersebut—, tanah langsung menjadi rawa yang mirip dengan rawa yang lunak dan basah.

Hal yang jatuh pada pasukan kavaleri musuh, yang jatuh ke lumpur dan menggelepar, adalah hujan terus-menerus dari para pemanah yang ditempatkan di depan pasukan Farnese, membuatnya tampak seolah-olah dia telah menunggu saat ini sejak lama. Karena bagian depan mereka terhalang oleh lumpur dan belakang mereka diblokir oleh bala bantuan yang mendekat dari pasukan lain, kavaleri, yang terdiri dari tidak kurang dari sepuluh ribu orang, secara harfiah dibantai.

“······.”

Nona ini membeku.

Ini, bukanlah pertempuran.

·····Serupa dengan Aliansi Bulan Sabit kami, Tentara Salib manusia tidak lebih dari aliansi bebas.Mereka tidak memiliki kesatuan pimpinan.Begitu pasukan kavaleri mulai dibantai, beberapa negara memerintahkan agar mereka mundur, sementara negara-negara lain mengirim lebih banyak pasukan berkuda untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka yang berada dalam bahaya. Untuk kedua kalinya, penarikan pasukan berkuda dan pasukan berkuda yang maju bertabrakan satu sama lain.

Jeritan yang datang dari pasukan musuh bisa terdengar bahkan dari sini. Sejumlah mayat yang tak terhitung jumlahnya tergeletak di atas dataran yang, di sana, menjadi lumpur, dan hujan deras menghantam tubuh-tubuh itu dari atas. Nona ini, bahkan sesaat lupa untuk memerintahkan pasukannya sendiri, hanya menyaksikan dengan takjub ketika kekuatan tempur dari pasukan berkuda musuh meleleh begitu saja······.

Ο

— Buuuuuu.

Ο

Aku ingin tahu apakah mereka tidak dapat menunggu dan menyaksikan situasi lebih lama lagi.

Beberapa terompet, membunyikan penyerangan, bergema dari seluruh perkemahan Tentara Salib. Pada saat yang bersamaan, infanteri, dalam jumlah yang luar biasa dan tidak mungkin dibandingkan dengan sejumlah kecil pasukan berkuda, maju ke depan.

Meskipun masing-masing bendera berasal dari negara yang berbeda, semua bendera-bendera tersebut menuju ke satu lokasi, ke unit Farnese. Untuk menyelamatkan kavaleri mereka, dan untuk membalaskan dendam pada pembantai yang jahanam, para komandan Tentara Salib akhirnya mengirim semua pasukan infanteri mereka. Bahkan jika sulit untuk melihatnya karena hujan lebat, tampaknya kekuatan militer mereka sekitar 50.000.

Tentu saja, seseorang pasti akan kalah jika berhadapan dengan kekuatan militer sebesar itu. Pasukan Farnese akhirnya mulai mundur. Meninggalkan kavaleri yang menggelepar sendirian, yang masih terjebak di lumpur, pasukan Farnese perlahan mundur.

Menurut pandangan Farnese, itu pasti merupakan mundur yang pahit karena seolah-olah dia sedang menyerahkan seekor ikan, yang sudah dia tangkap secara menyeluruh, kepada musuh. Seakan mereka menjadi bersemangat karena mengetahui pasukan Farnese mundur, pasukan infanteri Tentara Salib menjadi lebih gembira dan melanjutkan penyerangan mereka. Pasukan Farnese perlahan mundur lebih jauh ke belakang, dan pasukan infanteri Tentara Salib perlahan masuk lebih dalam ke sisi kami.

“······.”

Tunggu dulu.

Apakah ini benar-benar rencana mundur yang pahit?

Sadar akan sesuatu seperti kilat menimpa kepala nona ini. Nona ini tanpa sengaja mengeluarkan nafas.

“Tidak mungkin······!”

Jika ini sesuai dengan apa yang dia incar sejak awal, maka gadis Farnese itu benar-benar monster yang tidak masuk akal. Tidak mungkin. Tapi······. Tapi, jika seseorang melihat-lihat kejadian dari medan perang sekali lagi, maka tidak diragukan lagi, itu telah memenuhi persyaratannya. Entah apakah Farnese mengincar hal ini atau tidak, perintah yang harus diberikan nona ini sangatlah jelas······!

“Semua pasukan!”

Nona ini mengangkat kipasnya dan memerintah.

“Sebar pasukan kita! Menyebar selebar mungkin! Mulai detik ini, pasukan kita akan menjadi sayap kiri dari formasi sayap burung bangau dan mengelilingi pasukan musuh dari sisi kiri!”

“Hm? Tiba-tiba ada apa, kak?”

Sitri, yang sedang mempersiapkan pertempuran, memiringkan kepalanya. Seperti biasa, dia memiliki wajah naif yang juga hanya berisi tatapan bingung seolah dia tidak dapat memahami situasi dengan baik. Nona ini bergegas menjelaskannya, bagaimanapun juga, sementara juga sepenuhnya berhati-hati untuk tidak gegabah.

“Lihat ke sana. Pasukan Farnese mundur. Pasukan infanteri Tentara Salib melakukan sebisa mereka untuk mengejar dia. Jika Farnese mampu memikat dengan baik semua infanteri musuh······.”

“······.”

Pada saat itulah mata Sitri mulai bersinar menggelikan.

“······Heeeh. Keadaan berbenturan akan terjadi. Hanya satu unit pasukan yang mundur, tetapi karena ada banyak pasukan yang mengejarnya, mereka secara alami akan berkumpul di satu tempat.”

Itu dia!

Sungguh, Sitri biasanya seorang gadis yang membosankan tanpa tandingannya, tapi ketika topik berhubungan dengan pertempuran, dia akan berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda yang juga sangat tajam. Nona ini, selagi pikirannya masih menyala, memerintahkan sekali lagi.

“Semuanya bersiap untuk melakukan pertempuran pengepungan dari pembasmian!”

Tentu saja, bahkan Barbatos pasti menyadari niat sebenarnya di balik situasi yang sedang berlangsung di hadapan kita. Karena anak itu, terlepas dari hal-hal lain, setidaknya diberi naluri tajam ketika harus berperang!

Jika Barbatos menyebar sayap kanan dan nona ini menyebar sayap kiri, maka Farnese akan memancing musuh masuk ke dalam pengepungan. Ini berpacu dengan waktu. Jika kami bisa menyelesaikan pengepungan sebelum Farnese terkejar oleh serangan musuh, maka itu akan menjadi kemenangan kita. Jika pasukan musuh mampu menghancurkan Farnese sebelum kita dapat menyelesaikan pengepungan, maka itu akan menjadi kekalahan total kami. Kemenangan menyeluruh atau kekalahan total. Meskipun nona  ini tidak memiliki hobi berjudi, disaat-saat seperti inilah ialah tugas komandan militer untuk membuat taruhan!

Garis-garis hujan menjadi lebih tebal. Karena kabut basah dan hujan lebat, jarak penglihatan semua orang perlahan mulai menyempit. Ini merupakan nasib baik juga. Kemungkinan, musuh tidak dapat melihat kami menyelesaikan pengepungan di pihak kami meningkat. Selain itu, jika mereka dibutakan oleh prestasi militer······ maka pertempuran ini, ada peluang untuk menang!

Nona ini menyuruh kapten bergegas sekali lagi.

“Semuanya, tidak ada waktu untuk ragu. Kita harus cepat——.”

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Demon Lord Keabadian, Peringkat 8, Barbatos
Kalender Kekaisaran: Tahun 1506, Bulan 4, Hari 7
Dataran Bruno, Sayap Kanan Pasukan Aliansi Bulan Sabit

Ο

“—— Cepat sebar pasukan kita! Kau sialan!”

Selagi secara pribadi menendang pantat para bawahanku, aku berteriak dengan suara keras. Meskipun, karena ini merupakan taktik yang tidak kami rencanakan sebelumnya, jadi para prajurit menunjukkan kebingungan, sial, ini bukan saatnya untuk berdalih tentang sesuatu seperti itu. Perlu untuk bergerak cepat bahkan jika itu berarti aku harus memukul orang bodoh yang canggung ini di daerah bijinya!

“Y-Yang Mulia. Maafkan saya, tetapi jika Anda dapat memberikan alasannya kepada kami,······.”

“Jika itu adalah mata yang melekat pada cangkirmu itu, maka lihatlah sendiri, keparat.”

Aku meraih kerahnya dan memaksakan pandangannya ke garis depan.

“Apa yang kau lihat di belakang pasukan gadis manusia itu?”

“······ Sa-saya melihat banyak infanteri musuh?”

“Betul. Bukan banyak infanteri saja, tetapi infanteri yang mendekat sialan secara gegabah terkonsentrasi di satu tempat. Kita juga berantakan, tetapi manusia itu bahkan lebih berantakan daripada kita. Mereka tidak punya pilihan lain selain menjadi seperti itu karena mereka memiliki seorang komandan untuk setiap negara.”

Slap, aku memukul pipinya.

“Sekarang ini pertanyaannya. Infanteri mendekati kita saat terkonsentrasi di satu titik. Mereka sangat fokus sehingga mereka bahkan tidak bisa mengangkat pedang mereka dengan benar. Apalagi mereka juga dibutakan oleh keinginan untuk mengambil kepala gadis manusia itu. Kebetulan, sepertinya kita sedang berada di sayap kanan? Apa yang harus kita lakukan, tuan kepala batu?”

“······.”

Anak buahku yang bodoh perlahan membuka matanya lebar-lebar.

“······Kita harus melingkari mereka, Yang Mulia.”

“Itu benar, kau bodoh. Satu tambah satu sama dengan dua, dan pasukan infanteri musuh, yang mengejar ke pihak kita karena mereka telah dibutakan oleh prestasi militer, adalah mangsa yang kita harus hancurkan sepenuhnya. Jika kau mengerti, maka cepatlah dan menyebar dalam formasi sayap burung bangau. Ok? Kita akan menjadi sayap kanan formasi sayap burung bangau dan membungkus tentara manusia bodoh itu.”

“Tapi, Yang Mulia. Pengepungan tidak dapat diselesaikan jika kita satu-satunya yang bergerak. Mereka Fraksi Gunung, yang menangani sisi kiri, juga harus mengikuti rencana ini agar kita······.”

Aku memukul pipi bawahanku sekali lagi.

“Paimon mungkin jalang gila, tapi dia bukan wanita jalang yang tidak kompeten. Jika jalang itu benar-benar tidak kompeten, maka kepalanya telah dipenggal oleh tanganku sejak lama. Sial, kita sudah berada di 6 ekspedisi Aliansi Bulan Sabit bersamaan, dan jumlah kita melakukan perang saudara sebanyak 14 kali! Setidaknya, kecerdasannya jauh lebih baik dari kau jadi berhentilah mengkhawatirkan orang lain—— Bego! Apa yang sedang aku lakukan!? Cepat gerak!”

Slaaap.

Aku memukul pipi bawahanku untuk terakhir kalinya.

Baru setelah itu semua orang mengumpulkan diri mereka sebelum mereka bergegas memindahkan pasukan. Teriakan bergema dari sana-sini dan para utusan bergerak dengan sibuk. Seperti yang selalu terjadi, dan seperti biasanya, pertempuran pengepungan merupakan pertarungan melawan waktu. Jika kita terlambat, maka pasukan pusat kita akan dibasmi dan dengan demikian mengakibatkan kita terkoyak. Ini adalah peluang optimal.

Tapi.

“······.”

Aku tidak menyukainya.

Jika mungkin, pertempuran pengepungan yang memusnahkan ini berhasil, maka itu akan membuat anak manusia itu telah memerintahkan dan mengendalikan pertempuran ini dari awal sampai akhir. Apakah itu mungkin? Tidak mungkin bagiku, yang telah disebut sebagai seorang Jenderal pemberani selama ratusan tahun dan dipuji sebagai pemberani, untuk melakukan aksi seperti itu. Sejak awal, agar hal semacam itu menjadi memungkinkan, seseorang harus dikaruniai sesuatu yang berbeda .

Dantalian.

Kau, monster macam apa yang telah kau bangkitkan······ !?

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

Ο

 


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻