Isekai at Peace Chapter 1 Part 1

Oleh Alone of Nyx on March 2, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia


Chapter 1 Part 1—

 

 

Bukan seakan ada pertanda akan terjadi sesuatu, juga tidak ada pemandangan yang luar biasa dan misterius saat itu. Tapi jika kau bersikeras ingin tahu apakah ada sesuatu yang berbeda dari hal biasa, yang paling aku pikirkan adalah aku melihat pelajar laki-laki dan perempuan mengenakan seragam almamaterku.

Dua laki-laki dan dua perempuan, mereka terlihat seperti berada di klub yang sama, mengobrol dengan riang di depanku. Aura mereka yang elit membutakanku. Terutama dua gadis SMA yang mungkin paling cantik di kelas masing-masing, membuatku merasa iri pada dua anak laki-laki SMA yang berjalan bersama mereka. Pas banget 1:1, jadi mereka mungkin pasangan …… riajuus sialan, pergi dan meledak saja ……

 

Benar. Itu merupakan adegan yang sering terjadi saat pulang ke rumah. Artinya, sampai lingkaran sihir misterius muncul di belakang mereka setelah mereka berhenti di persimpangan―

 

Sebelum aku berpikir “apa?”, Pemandangan di depanku berubah drastis diiringi suara seperti di tv. Tanah yang diaspal dengan aspal berubah menjadi batu, kecerahan matahari sore yang bahkan bisa digambarkan menyebalkan berubah menjadi cahaya lampu redup …… tunggu sebentar, apa yang terjadi?

 

“Selamat datang, 「 Pahlawan-sama 」 .”  (…)

 

Tanpa memiliki waktu luang untuk kebingungan, tanpa sempat mengerti apa yang terjadi, aku berbalik ke sumber suara merdu yang menggelitik telingaku seperti bel. Yang kulihat adalah perempuan cantik dengan rambut panjang berwarna keemasan dan mata biru seperti langit, mengenakan gaun putih polos, bersama dengan kelompok empat … atau lebih tepatnya, sekarang, kelompok tiga pelajar SMA yang aku lihat sebelumnya. Tidak diragukan lagi, salah satu dari mereka tidak ada.

 

“Maafkan kami karena mendadak― eh ?!” (Perempuan dengan rambut keemasan)

 

Melihat kami, senyuman menawan perempuan cantik berambut keemasan tersebut tiba-tiba membeku …… menghentikan ucapannya di pertengahan.

Dan yang terjadi kemudian adalah keheningan …… aku dan ketiga pelajar SMA yang tidak dapat mengikuti situasi ini, bahkan perempuan cantik tersebut yang akan mengatakan sesuatu berhenti, bersama dengan orang-orang yang mengenakan jubah yang biasanya kau lihat di sebuah setting abad pertengahan juga terdiam. Keheninganlah yang menguasai keadaan saat ini.

 

Ilustrasi

[collapse]

 

“…… u-uhm, ojō-sama? Apakah mataku benar-benar melihat empat orang?” (Luna)

“…… Kebetulan yang sangat menganggumkan, Luna. Mataku juga melihat empat orang.”  (ojō-sama)

 

Salah satu orang berjubah memberanikan dirinya dan berbicara dengan perempuan cantik tersebut, dan sebagai gantinya, perempuan cantik tersebut menjawab dengan suara yang terdengar kebingungan. Sayangnya, pikiran dan kesadaranku tidak dapat mengikuti kejadian luar biasa yang menimpaku. Jika aku adalah desktop komputer, apa yang terlihat di layar pasti ikon jam kaca yang menungguku untuk merespon. Seharusnya aku tadi membeli …… tunggu, apa yang aku katakan?!

 

Aku mengalihkan pandanganku kepada tiga pelajar SMA yang berada di dalam situasi yang sama sepertiku. Tampaknya mereka juga sama sepertiku, melirik ke arahku dengan ekspresi kebingungan.

 

“Ap-a-a-a-a-apa yang akan kita lakukan?! Ini, ini kan?! Sepertinya tiga lainnya ikut terseret 「 Summon 」 , itulah yang terjadi? !! ” (Ojō-sama)

“Mu-Mungkin begitu …… apa yang akan kita lakukan Ojō-sama?”

“Apa atau terserahlah, ini tidak seperti kita bisa mengatakan ‘Kami gagal, Teehee ~!’ atau sesuatu yang lain! Pertama-tama kita harus menjelaskan kepada semua orang apa yang sedang terjadi …… ahh, tapi, kita harus membedakan siapa Pahlawan di antara mereka terlebih dahulu …… ” (Ojō-sama)

“Teehee ~ ……? Ojō-sama. Maafkan saya karena bersikap kasar, tapi saya pikir tidak cocok untuk dikatakan oleh seseorang seusia Anda …… ” (Luna)

“Mengapa kau dengan santai memperjelasnya?!!” (Ojō-sama)

 

Aku bertanya-tanya apa ini? Percakapan yang mengecewakan ini. Seolah-olah, perasaanku terhadap keadaan yang mendesak tentang situasi yang tidak diketahui jadi hilang …… dua gadis SMA tercengang dengan mulut mereka terbuka juga, dan kau, siswa SMA― kenapa kau melakukan pose guts? Berpose ketika berada di dalam situasi ini?

Un? Tunggu sebentar …… Pahlawan? Summon? Terseret? Kedengarannya seperti istilah yang biasa aku dengar. Pikirkan baik-baik, diriku. Kedengarannya pernah tau―

 

“*Uhuk* Sekali lagi, selamat datang di―” (Ojō-sama)

“Maaf. Aku sedang berpikir sekarang. Bisakah kamu diam?” (MC)

“Ah, iya. Aku sangat menyesal.” (Ojō-sama)

 

Aku mendengar suara yang mengganggu pemikiranku, jadi aku meminta suara tersebut untuk diam sehingga aku bisa berpikir. Ahh, iya, aku ingat. Ini sangat mirip dengan Light Novel yang aku baca baru-baru ini!

Meski aku tidak akan menyombongkan diri, aku merupakan seseorang yang bisa kau sebut otaku atau seseorang yang memiliki hobi semacam itu. Aku suka game, light novel, tapi tidak pernah menonton anime, jadi itu membuatku menjadi setengah otaku, tapi …… bagaimana pun juga, situasi ini sama persis dengan cerita yang terjadi di dalam light novel tersebut. Cerita dimulai dengan karakter utama yang dipanggil dari dunia yang berbeda menggunakan Hero Summoning, selanjutnya akan melawan Demon King. Kalau dipikir-pikir, aku telah melihat banyak novel yang serupa seperti itu.

 

“…… u-uhm ……” (Ojō-sama)

 

Ahh, tapi, meski biasanya kau bisa menyebutnya cerita Isekai, ada banyak jenis perkembangannya. Ada yang ceritanya sang pahlawan benar-benar berperang melawan Demon King, mereka keluarga kerajaan yang menggunakan summon ternyata adalah penjahatnya, mereka yang terseret dalam summon namun dicap sebagai sampah karena kurangnya kekuatan super, atau yang berperilaku malu-malu tapi sebenarnya memiliki cheat yang paling kejam ……

 

“…… uhm, permisi ~ ……” (Ojō-sama)

 

Kalau memang seperti itu, apa yang dibutuhkan terlebih dulu adalah informasi? Meskipun mereka mengatakan ‘Fakta lebih aneh daripada fiksi’, mungkin salah jika saat ini sudah menganggapnya sebagai dunia yang berbeda. Tapi, aku bisa dengan jelas mengatakan kalau ini adalah sesuatu yang luar biasa, jadi aku harus benar-benar mencari tahu apa yang sedang terjadi― bentar?Aku pikir aku lupa sesuatu ……

 

“…… uhm ……” (Ojō-sama)

“…… eh?” (MC)

 

Dan di sanalah aku akhirnya melihat perempuan cantik berambut emas menatapku dengan mata penuh kebingungan dan kekhawatiran, membuat kesadaranku cepat kembali ke kenyataan.

Dan bersamaan dengan kembalinya diriku ke kenyataan, aku ingat kalau berpikir terlalu dalam setelah menginterupsi wanita yang berada di depanku, membuatku seakan terasa darah menghilang dari wajahku.

 

“…… jika memungkinkan, saya ingin melanjutkannya sekarang …… apa tidak apa-apa?” (Ojō-sama)

“Saya-saya minta maaf ?! Saya memiliki kebiasaan melupakan situasi sekitar saat saya berpikir, dan …… ” (MC)

 

Dengan cepat aku menundukkan kepala dengan meminta maaf mendengar ucapannya yang tercampur dengan keengganan. Sial, aku melakukannya lagi …… kebiasaan burukku. Aku tidak tahu dari mana aku mendapatkannya, tapi aku akan mulai melupakan lingkungan sekitar saat aku berfokus pada sesuatu. Kau dapat secara positif mengatakan kalau aku fokus, tapi kau juga dapat secara negatif mengatakan kalau aku memiliki penglihatan yang sempit.

 

Bagaimanapun juga, aku melakukannya lagi. Aku bahkan merasa seperti kedua gadis SMA yang menatapku sambil memalingkan mata mereka, dan orang-orang yang mengelilingi perempuan cantik tersebut menatapku dengan senyum masam. Anak laki-laki SMA …… entah kenapa, bergumam sambil memandang ke bawah. Tiba-tiba aku merasa bisa menjadi teman baik dengan pria ini.

 

“Tidak, Anda tidak bisa disalahkan karena bingung dengan keadaan mendadak ini. Sekali lagi, semua orang dari dunia lain. Selamat datang di 「 Kerajaan Symphonia 」 . ” (Ojō-sama)

 

Setelah memberikan senyuman hangat ke arahku setelah aku meminta maaf, perempuan cantik tersebut menyambut kami secara anggun dengan cara memegang ujung roknya. Dan itu, seperti yang diharapkan harus aku katakan, sebuah Kerajaan di dunia lain.

Hmmm ~ , dari keanggunan yang bisa kurasakan darinya, dan dari dugaanku mengenai dia dipanggil Ojō-sama, apakah dia seorang bangsawan? Mungkin juga seorang Putri Kerajaan.

 

“Nama saya Lilia Albert. Pertama-tama, mohon maafkan kami untuk summon mendadak. Saya percaya bahwa kalian kebingungan karena kejadian yang mendadak terjadi. Kami mengerti bahwa kami harus menjelaskan kepada kalian apa yang sudah terjadi terlebih dulu…… Namun, saya sangat malu untuk menanyakan hal ini demi keuntungan pihak kami, tapi sebelum kami mulai menjelaskan, dapatkah saya menanyakan nama setiap orang?” (Lilia)

“……ah iya. Uhm …… namaku Miyama Kaito. “( 宮 間 快 人 )

 

Aku menjawab perempuan cantik tersebut― Lilia duluan, sebagai orang tertua dalam kelompok kami. Dalam novel-novel yang pernah aku baca, ada orang-orang yang akan berteriak tidak karuan atau mencari masalah dengan mereka yang menyambut mereka …… tapi mengalaminya sendiri, aku dapat mengatakan kalau aku sangat kebingungan dan heran sehingga aku menjawabnya dengan tenang.

 

“…… aku Kusunoki Aoi.” ( 楠 葵 あ お い )

“…… Yuzuki Hina.” ( 柚木 陽 菜 )

“…… Mitsunaga Seigi.” ( 光 永 正義 )

 

Ketiga pelajar SMA mengikutiku. Maksudku, si siswa SMA, betapa kerennya namanya. Kau seharusnya menjadi Pahlawan. Lampu abadi ( 光 永 ) dan Keadilan ( 正義 )? Bukankah sudah dipastikan kalau kau akan menjadi pahlawan dengan nama seperti itu ……? Meskipun kau terlihat lebih seperti tipe indoor. (TL : Anak rumahan.)

 

“Miyama-sama, Kusunoki-sama, Yuzuki-sama, dan Mitsunaga-sama, benar? Senang bertemu Anda semua. Maafkan kekasaranku dan tunggu sebentar. ” (Lilia)

 

Sambil mengatakan itu, Lilia-san melirik orang yang berjubah berbeda, dan orang berjubah itu mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti bola kristal. Aku tidak bisa menahan ketegangan dari suasana yang sepertinya mereka akan melakukan sesuatu, tapi Lilia-san berkata, “Kami tidak akan menyakitimu” tergesa-gesa untuk menjelaskannya, jadi aku hanya berdiam di tempatku karena mengira itu bukan rencana yang bagus untuk berbuat sesuatu …… itu pasti bukan karena aku pengecut atau kurang berani untuk mengajukan keberatan. Tentu saja tidak.

 

“…… sepertinya Mitsunaga-dono yang di summon sebagai Pahlawan. Sepertinya yang lain terseret bersamanya.” (Berjubah A)

“Memang seperti itu, ya.”

 

Sepertinya sang Hero adalah Mitsunaga Seigi-kun. Meski tebakanku tepat sasaran, ini, apa yang akan terjadi, benarkah?Dalam situasi di mana kita tidak tahu mana yang kiri dan kanan, Mitsunaga-kun benar-benar menakjubkan melakukan pose itu lagi setelah dinyatakan sebagai Hero. Kamu adalah nomor satu. Tolong lakukan yang terbaik dan tangani semua masalah.

 

“Kalau begitu, penjelasan Hero akan dilakukan di sana?” (Lilia)

“Ya, mari kita lanjutkan seperti itu.Lilia-sama, kami akan merepotkan Anda mengenai menjelaskan situasinya kepada ketiga tamu yang terseret.”

 

Setelah mendengar percakapan tersebut, Lilia-san mengatakan kepada kami kalau kami akan dipisahkan dengan Mitsunaga-kun karena isi penjelasannya berbeda antara kami dan Hero.

Sejauh ini, Kusunoki-san dan Yuzuki-san keberatan …… aku? Kepalaku penuh dengan hal yang berbeda jadi aku tidak punya waktu untuk itu.

 

Jujur saja, aku tidak bisa menyebut diriku sebagai orang yang baik hati, dan aku tidak memiliki kemampuan di hatiku untuk mengkhawatirkan orang lain dalam situasi darurat seperti ini. Masalah terbesar yang aku khawatirkan saat ini …… adalah Lilia-san yang mencoba menenangkan Kusunoki-san dan Yuzuki-san. Kepalaku penuh dengan pertanyaan, orang macam apa dia, dan apa yang dia rencanakan untuk kami.

Menurut kesan yang dia tunjukkan sejauh ini, dia tidak tampak seperti orang jahat, memiliki kerendahan hati seperti itu. Tapi mereka belum memberi penjelasan tentang alasan memanggil Pahlawan, dan aku bahkan tidak tahu otoritas apa yang dimilikinya.

 

Mungkin salah jika berlandaskan dari informasi light novel yang pernah aku baca, tapi ada klise dalam jenis cerita di mana keluarga kerjaan dan bangsawan akan menggunakan Hero sebagai budak, atau mereka akan memperlakukan orang-orang biasa secara buruk.

Sebenarnya, Pahlawan, Mitsunaga-kun, akan menerima penjelasan yang  berbeda dari kami, dan aku tidak dapat disalahkan karena mengira mereka memiliki niat buruk terhadap kami.

 

Tapi, sayangnya, semuanya, termasuk dasar yang mendukung dugaan dan petunjuk untuk mengatasi situasi ini, dipegang olehnya, jadi tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti rencananya.

 

“Saya bisa mengerti kalau kalian akan merasa cemas. Namun, saya akan bersumpah dengan nama saya bahwa kami tidak memiliki niat buruk terhadap kalian. Ini merupakan keegoisan kami memperlakukan kalian seperti ini, tapi mohon maafkan kami.” (Lilia)

 

Lilia-san berbicara dan menundukkan kepalanya. Kusunoki-san dan Yuzuki-san yang masih belum terlihat yakin menghentikan kata-kata keberatan mereka, dan Mitsunaga-kun ikut mengangguk juga. Tentu saja, aku juga mengangguk.

Mereka bertiga mungkin juga mengerti, kemungkinan besar mencoba untuk melawan hal yang sia-sia. Melihat sekilas ke sisi mereka, dengan cepat aku menghitung bahwa ada lebih dari dua kali lipat orang daripada kita, dan yang terpenting, percaya pada perkataannya bahwa ini adalah dunia lain …… mungkin tidak diragukan lagi kekuatan seperti magic juga ada.

Tentu saja, Mitsunaga-kun sang Pahlawan mungkin memiliki kekuatan khusus, tapi aku tidak percaya kalau orang yang “terseret” sepertiku memiliki kekuatan seperti itu. Dengan begitu, satu-satunya pilihan yang bisa menyelamatkan diri adalah mendengarkannya.

 


Ini merupakan Side Project, ingin tau lebih detail mengenai Side Project ini dapat dilihat dihalaman Novel atau I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace. Ikut berpartisipasi dalam menentukan Main & Side Project Novel di Acedia of Nyx! Vote di sini! 


Halaman Isekai at Peace | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻