Isekai at Peace Chapter 1 Part 2

Oleh Alone of Nyx on March 3, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 1 Part 2 Bahasa Indonesia


Chapter 1 Part 2—

 

 

 

Dipandu oleh Lilia-san, kami meninggalkan ruang bawah tanah yang gelap, dan tiba di aula besar dengan hiasan bagian dalam yang cantik. Sepertinya penjelasan untuk Hero, Mitsunaga-kun, akan dilakukan di sini, membuatnya berada di sini bersama dengan orang-orang berjubah yang kelihatan religius, dan aku dipandu ke ruangan yang berbeda bersama siswi SMA.

 

Ruangannya kira-kira setengah lebih besar dari ruang aula sebelumnya, cukup lebar dan didekorasi dengan tema abad pertengahan. Ada meja panjang dan kursi― meski tidak ada suasana dari dunia yang berbeda, jadi aku benar-benar tidak bisa merasa seperti berada di dunia lain.

 

 

 

“Silahkan duduk. Luna, beri ketiga tamu kita minuman.” (Lilia)

 

“Baik.” (Luna)

 

 

 

Lilia-san duduk di seberang kami, dan memberikan perintah pada Luna-san yang melepaskan jubahnya entah sejak kapan, menunjukkan seragam maid (TL AoN : tetap maid aja dah daripada diterjemah menjadi pelayan, terasa ada seninya kalau pakai maid. hihi~) di dalamnya. Aku tidak bisa melihatnya dengan baik di ruang gelap tadi dan dia juga mengenakan tudung jubahnya, jadi aku tidak memperhatikan ternyata rambut berpotongan rapi Luna-san, yang sepundak pajangnya berwarna biru muda…… ternyata ada, yang disebut suasana dari dunia yang berbeda.

 

Setelah melihat Luna-san menundukkan kepala dan meninggalkan ruangan, kami duduk dengan perasaan cemas. Pertama, aku duduk menghadap kursi Lilia-san― kursi bagian kanan dari kursi yang langsung menghadapnya, Kusunoki-san dan Yuzuki-san duduk dua kursi lebih jauh dariku.

 

 

 

“Pertama, tolong maafkan kami sekali lagi karena tiba-tiba memanggil kalian ke dunia yang berbeda, dan juga membutuhkan waktu lama untuk menjelaskan situasinya kepada kalian karena keadaan pihak kami.” (Lilia)

 

“Ah, tolong jangan terlalu mempedulikan kami ……” (Miyama)

 

“Uhm, apa yang kami …… apa yang akan terjadi pada kami mulai sekarang?” (Kusonoki)

 

 

 

Itu Kusunoki-san yang menanyakan hal yang paling aku ingin tahu. Ekspresinya yang sesuai dengan sebutan Yamato Nadeshiko bersamaan dengan rambut hitamnya yang panjang dan berkilau dan sosoknya yang ramping, terlihat sedikit lebih tenang dibanding diriku. Aku yakin dia wanita yang kuat di bagian dalamnya, ya, perbandingan itu tidak ada hubungannya denganku menjadi pengecut atau semacamnya.

 

 

 

“Pertama, sebagai dasar utama, saya akan bersumpah atas nama “Kediaman Duke Albert “, kami tidak akan membahayakan kalian termasuk Mitsunaga-sama.” (Lilia Albert)

 

“…… Kediaman …… Duke Albert?” (Kusonoki)

 

“Oh. Maafkan saya. Seharusnya saya menjelaskan statusku terlebih dahulu. Sekali lagi, nama saya Lilia Albert. Saya adalah …… Bangsawan Kerajaan Symphonia, memegang gelar bangsawan dari Duke. ”

 

“Ojo-sama Lilia merupakan saudara perempuan Yang Mulia Raja, memegang gelar bangsawan dan memiliki hak keempat untuk naik takhta. Itulah sebabnya, ucapan sumpah ojo-sama atas nama kediamannya dapat dianggap sebagai persetujuan Kerajaan.” (Luna)

(Note: Lilia dan Sang Raja lahir hanya beda ibu)

 

 

 

Duke?! Hak untuk naik takhta?! Meski aku sudah menduga hal ini, dia adalah orang yang benar-benar bangsawan.

 

 

 

“Omong-omong, dia saat ini berusia 22 tahun, dan di Kerajaan Symphonia ini di mana orang biasanya akan menikah pada usia 15 sampai 19 tahun, dia memiliki kasus langka menjadi singel sebagai bangsawan yang memegang gelar Duke.” (Luna)

 

“…… Luna? Mengapa kau menyemburkan informasi semacam itu? Hal-hal seperti itu, mereka sama sekali tidak membutuhkannya, kan? ” (Lilia)

 

“Maafkan saya ojo-sama, saya hanya berpikir bahwa sudah cukup memalukan untuk Anda dipanggil “Ojo-sama” baru-baru ini ……” (Luna)

 

“…… Kupikir kita perlu melakukan ‘pembicaraan’ yang sebaik-baiknya nanti, Luna.” (Lilia)

 

 

 

Ini, apa ini? Mengapa aku merasa sangat disesalkan …… walaupun dia terlihat seperti bangsawan cantik yang sangat mulia, sopan santun dan nada suaranya bagus, rasanya seperti …… juga, Luna-san sangat kejam.

 

 

 

“…… Sa-saya akan melanjutkannya. Saya akan menjawab pertanyaan Kusunoki-sama tadi. Saya percaya bahwa hal yang paling kalian khawatirkan adalah apakah kalian bisa kembali ke dunia kalian, tolong jangan mengkhawatirkan hal tersebut.” (Lilia)

 

“Ka-Kami …… bisa kembali?” (Yuzuki)

 

 

 

Orang yang bertanya dengan suara yang agak ketakutan adalah Yuzuki-san yang memiliki rambut cokelat pendek dan terlihat imut seperti hewan kecil. Melihat Kusunoki-san dengan lembut memegang tangan Yuzuki-san yang ketakutan, dengan ditambah perawakan Yuzuki-san yang kecil, orang dapat dengan mudah melihat bahwa mereka dalam hubungan senpai-kouhai. Tapi, dada Yuzuki-san lebih― berhenti, apa yang kupikirkan?!

 

 

 

“Ya …… hanya, uhm ……” (Lilia)

 

 

 

Lilia-san yang mendengar kata-kata Yuzuki-san menunjukkan ekspresi memiliki kesulitan untuk mengatakannya. Ini, benarkah seperti itu? Ada Demon Lord, dan kami tidak bisa kembali sampai kami mengalahkannya.

 

Jika itu yang terjadi, maka mempercayai Lilia-san akan menjadi sulit―

 

 

 

“Akan memakan waktu …… setahun sebelum summoning magic circle bisa digunakan kembali.” (Lilia)

 

“Sa-satu tahun?!” (Yuzuki)

 

 

 

Hm? Ini sedikit berbeda dari apa yang aku harapkan. Kedua gadis tersebut mungkin terkejut akan memakan waktu selama satu tahun, tapi aku terkejut dengan perasaan yang berbeda. Betul. Kondisi yang jelas terasa sedikit, tak tepat ……

 

Biasanya, dalam perkembangan seperti ini, bukankah seharusnya kami tidak bisa kembali sampai Demon Lord dikalahkan? Oh ya, mungkin itu yang terjadi dengan Mitsunaga-kun. Itu mungkin alasan mengapa dia menerima penjelasan sendirian.

 

Dan walaupun aku menyebutnya ‘tak tepat’, hilang selama satu tahun penuh, orang tidak akan mudah diyakinkan mengingat pengaruhnya saat kita kembali.

 

 

 

“…… tidak mungkin, turnamennya sudah dekat juga ……” (Yuzuki Hina)

 

“Hina-chan, bukan itu masalahnya, itu ……” (Kusunoki Aoi)
(Note: Tolong diingat nama panjangnya, ya~.)

 

 

 

Apakah Yuzuki-san seorang natural air-head? Aku agak terkesan dia bisa mencemaskan hal turnamen dalam situasi ini.
(Note: natural air head; Mereka adalah orang-orang yang tidak menyadari hal buruk, niat buruk, atau orang jahat di sekitar mereka. Orang-orang ini biasanya digambarkan sebagai orang baik, menyenangkan, manis, canggung, pemalu, dan mudah malu, dan akan selalu berusaha melakukan hal yang benar dan akan selalu melihat kebaikan orang.)

 

 

 

“Ah, tolong jangan khawatir. Menurut ‘Dewi’, arus waktu di dunia ini dan dunia kalian berbeda, jadi ketika kalian kembali ke dunia kalian, kalian akan kembali ke saat sebelum kalian dipanggil ke sini. Tubuh kalian yang telah tumbuh dalam periode satu tahun ini akan dikembalikan ke kondisinya sebelum kalian dipanggil, jadi tidak akan ada masalah.” (Lilia)

(Note: Dewi; Goddess; Kami-sama. Akan memakainya bergantian, untuk membuat pengalaman membaca lebih beragam.)

 

“……” (…)

 

 

 

Tepat ketika hal yang sangat mengkhawatirkan dengan cepat terselesaikan, sebuah istilah baru yang tidak dikenal bernama ‘Goddess‘ muncul.

 

Uhh, singkatnya, akan memakan waktu setahun sebelum kami bisa kembali ke dunia kami. Tapi tidak perlu khawatir tentang selang waktu, dan bahkan jika kami menjadi gendut seperti babi di dunia ini, Kami-sama atau sesuatu akan mengubahnya kembali ke semula ……

 

 

 

“Tentu saja, kami akan menyediakan makanan, pakaian, dan tempat tinggal saat kalian tinggal di sini. Meskipun kami tidak bisa menghibur kalian dengan sesuatu seperti tinggal dengan megah dan flamboyan, saya bisa menjamin hidup kalian tanpa ketidaknyamanan.” (Lilia)

 

“……Oh-ok……?” (Kusunoki)

 

“Uhm, terima kasih banyak?” (Yuzuki)

 

 

 

Haruskah aku menggambarkannya sebagai tercengang? Informasi yang sangat menguntungkan terus diberikan kepada kami, sehingga Kusunoki-san dan Yuzuki-san tampak kebingungan. Sampai mereka secara tidak sadar mengucapkan terima kasih ……

 

Namun, bukan waktunya untuk membiarkan penjagaanku turun. Ah iya. Kasus Mitsunaga-kun belum terpecahkan. Jika Hero dipanggil untuk melawan Demon Lord, itu berarti dunia ini berbahaya.

 

 

 

“…… bisakah saya mengajukan pertanyaan?” (Miyama)

 

“Tentu saja ya. Miyama-sama.” (Lilia)

 

“Uhm, tentang Mitsunaga-kun …… yang diberi penjelasan berbeda di ruangan yang berbeda. Dia disebut ‘Hero’. Itu berarti, ada sesuatu seperti Demon Lord, dan dia akan melawannya? Apakah tidak ada kesalahan dalam pertanyaan ini?” (Miyama)

 

 

 

Aku menekatkan diri dan bertanya. Kemungkinan besar, ini akan menjadi titik balik. Semuanya akan bergantung pada Lilia-san, jika dia menjawab dengan jujur ​​atau mengubah pertanyaannya. Arah tindakanku akan berubah tergantung jawabannya. Nah, apa yang akan menjadi jawabannya?

 

Dibanding diriku yang bertanya dengan dadaku yang berdebar-debar, mereka berdua, Lilia-san dan Luna-san …… mereka memiringkan kepala mereka kebingungan.

 

 

 

“Demon Lord, ya? Telah dikalahkan oleh Pahlawan Pertama seribu tahun yang lalu.” (Lilia)

 

“……he? Lalu, apakah ras manusia dan ras demon dalam hubungan yang tidak bersahabat?” (Miyama)

 

“Tidak sama sekali. Ras manusia dan ras magical dalam hubungan yang sangat baik. Pertukaran dan perdagangan kami dengan mereka berkembang baik juga.” (Lilia)

 

“…… bagaimana dengan perang?” (Miyama)

 

“Sejauh yang saya tahu, itu tidak terjadi selama 800 tahun.” (Lilia)

 

“…… ada luapan monster?” (Miyama)

 

“Meskipun monster memang ada, itu merupakan pekerjaan Adventure Guild dan Order of Knight untuk mengalahkannya. Semua orang di sini dan Mitsunaga-sama tidak perlu melawan mereka.” (Lilia)

 

“……” (…Miyama)

 

 

 

Hah? Ini, ada apa dengan percakapan ini? Hei, tolong tunggu, tolong biarkan aku berpikir sebentar, oke?!

 

Uhh, tidak ada Demon Lord? Hubungan baik dengan ras demon? Tidak ada perang sejak 800 tahun yang lalu? Ada monster, tapi itu tidak ada hubungannya dengan kami?

 

 

 

“…… lalu, untuk apa Hero dipanggil?” (Miyama)

 

“Seribu tahun yang lalu, lebih tepatnya lagi, 1009 tahun yang lalu, Demon Lord dikalahkan, dan Pahlawan Pertama menjadi mediator antara ras magical dan ras manusia. Menghormati prestasi dan keinginan untuk kedamaian di masa depan, setiap sepuluh tahun, Hero akan diundang dari dunia di mana Pahlawan Pertama berasal, dan sebuah festival besar akan diadakan.” (Lilia)

 

“……festival?” (Miyama)

 

“Ya. Karena itulah, bagi Mitsunaga-sama, untuk menjadi aktor utama dalam ‘Hero Festival’ tepat satu tahun mulai dari sekarang, dia akan diberi penjelasan tentang hal-hal yang dibutuhkan untuk upacara tersebut, termasuk mengunjungi negara lain. Tentu saja, kami menghargai kemauannya sendiri, jadi dia akan diijinkan untuk mengundurkan diri dari hal ini.” (Lilia)

 

“Ahh, dia bisa menolaknya ya.” (Miyama)

 

“Ya, sering kali di masa lalu di mana ada peran pengganti Hero dalam Hero Festival. Jika dia menerimanya, dia akan diperlakukan sebagai tamu negara, perlakukan yang dia dapat sangat tinggi, dalam satu tahun sampai Festival Pahlawan. Jika dia memutuskan untuk mengundurkan diri, kami masih akan menjamin kehidupannya, sehingga dia bisa pergi jalan-jalan selama setahun dan kembali lagi setahun kemudian. ”

 

“…… uhh, singkatnya …… tentang kami, mulai sekarang ……”

 

“Ya …… walaupun saya percaya bahwa kalian akan kebingungan dengan beberapa hal …… Saya ingin meminta kalian untuk menikmati budaya dunia yang berbeda ini, membantu kalian pergi berkeliling dan bertemu orang baru, dan setelah merasakan festival yang diadakan hanya setiap sepuluh tahun sekali …… dengan aman mengembalikanmu ke duniamu sebelumnya.” (Lilia)

 

“……” (…Miyama)

 

 

 

Dear Okāsama, Otōsama―― Aku terseret dalam Hero Summoning. Tapi, dunia tersebut―― dalam keadaan damai.

 

 


Untuk ilustrasi karakter dapat dilihat pada halaman I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace, banyak spoiler di sana. Vote series ini untuk mendapatkan prioritas lebih~.


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻