Isekai at Peace Chapter 3 Part 2

Oleh Alone of Nyx on March 13, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 3 Part 2 Bahasa Indonesia


Chapter 3: Duke-sama Merupakan Orang Baik (Part 2)

 

 

 

Setelah makan siang berakhir dan teh setelah makan di sajikan, entah kenapa, Lilia-san bertanya kepadaku “apakah ada waktu sebentar?”, dan aku dibawa ke ruang lain.

 

Dan di dalam pikiranku―― kenapa jadi seperti ini lagi?

 

Sekarang, ada perempuan berdiri tegak di depanku. Ada yang memakai baju maid, ada yang memakai baju besi, dan ada yang memakai baju sesuai pekerjaannya. Mata mereka semua menuju ke arahku, jadi aku bahkan tidak mendeskripsikan betapa tidak nyamannya diriku.

 

 

 

“…… Kelihatannya sudah semuanya berkumpul.” (Lilia)

 

 

 

Lilia-san berdiri di depanku yang sama sekali tidak mengerti apa yang telah terjadi, dan dengan tenang …… tapi tajam, dia menatap mereka.

 

 

 

“Pertama-tama, aku minta maaf karena mendadak memanggil kalian semua. Karena aku rasa akan lebih baik untuk mengatakannya dari awal, jadi aku memanggil kalian untuk berkumpul, sambil meninggalkan beberapa, tapi cukup orang untuk melakukan pekerjaanmu.” (Lilia)

 

 

 

Aku berani bersumpah kalau dia tidak menggunakan suara kencang. Tapi, suara Lilia-san bergema di dalam keheningan tersebut. Melihat indahnya dan elegannya dia dari samping, aku bahkan bisa merasakan elegannya dari sifatnya.

 

 

 

“Yah, masalah utamanya …… mengenai Miyama Kaito-sama. Memang benar ia laki-laki, tapi dia juga ‘tamu’ penting yang telah aku undang. Terhadap jenis kelamin seperti itu yang jarang aku undang, wajar kalau kalian akan kebingungan harus bagaimana. Pasti sangat sulit bagi kalian.”  (Lilia)

“……” (…)

 

 

 

Setelah mendengarkan sampai di situ, aku akhirnya mengerti apa yang Lilia-san ingin sampaikan. Aku juga mengerti kenapa Lunamaria-san mengatakan kalau Lilia-san bijaksana .

 

 

 

“Namun, aku harus mengatakannya dengan jelas kepada kalian. Bahkan jika laki-laki …… memperlakukannya secara tidak adil karena alasan tersebut, aku tidak akan pernah mengizinkannya. Setelah mendengarkannya, jika hal-hal seperti itu sengaja dilakukan lagi …… itu setara dengan kalian menodongkan pedang kepadaku!” (Lilia)

 

 

 

Ucapannya dipenuhi dengan keinginan kuat yang tidak memperbolehkan ketidaksukaan. Seperti pedang yang diayunkan diiringi dengan keheningan. Ahhh, sangat memalukan bagiku …… betapa malunya diriku yang pernah terlintas di benakku kalau dia merupakan orang jahat.

 

 

 

“Apakah kalian mengerti? Aku tidak peduli apakah akan ada dampaknya atau tidak. Bahkan jika itu hal yang yang kalian pikir tidak akan menjadi masalah, jika aku berpikiran sebaliknya …… aku tidak akan menunjukkan belas kasihan. Itu saja. Kembali ke pekerjaan kalian masing-masing.” (Lilia)

 

 

 

Setelah Lilia-san selesai berbicara, wanita yang berkumpul kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, dan hanya Lilia-san dan diriku yang tinggal di ruangan.

 

 

 

“Dengan ini, aku percaya kalau ini akan membuatmu lebih nyaman.” (Lilia)

“Ah, uhh , terima kasih banyak.” (Miyama)

“Tidak, seharusnya akulah yang minta maaf …… walaupun tidak disengaja, kediaman kami mulai memiliki suasana yang membuat pria dilarang, dan mungkin di antara kami ada yang membencimu hanya karena kamu pria. Aku hanya bisa mengatakan maaf untuk Kaito-san yang merasa tidak nyaman.” (Lilia)

“Ah tidak.” (Miyama)

“Aku heran jika …… jika itu dikarenakan aku tidak memiliki teman pria? Mmm, itu mungkin dikarenakan aku kurang pesona perempuan.” (Lilia)

 

 

 

Bermartabat dan ekspresi elegannya Lilia-san hilang, dan menunjukkan senyum pahit namun sengsara.

 

Aku sekarang tahu kalau pemikiran tentang bangsawan di isekai semuanya jahat hanyalah prasangka salah. Aku merasa seharusnya akulah yang meminta maaf.

 

 

 

“…… Aku pikir, Lilia-san sangat baik dan mempesona.” (Miyama)

“…… !! Fufu, terima kasih banyak. Baiklah, Aoi-san dan Hina-san pasti sedang menunggu. Ayo kembali.” (Lilia)

 

 

 

Sejujurnya, aku tidaklah kaya akan pengalaman mengenai hubungan sehingga dapat mengatakan hal yang bagus dan pantas. Tapi, pujian sederhana keluar dari mulutku secara alami.

 

Mengikuti Lilia-san yang menunjukkan senyum sedikit terkejut kemudian terkikik riang  aku juga meninggalkan ruangan.

 

Dipikir-pikir lagi―― pengalaman ini mungkin yang membuatku sangat berharap akan 1 tahun yang akan aku lalui di dunia ini.

 

 

 

“Ngomong-ngomong, memang ada masalah di makan siangku tadi?” (Miyama)

“…… Ya. Ini memalukan, tapi ketika aku dengan ‘baik hati’ bertanya tentang masakannya, sepertinya mereka menggunakan kualitas yang lebih rendah, hanya untuk bagian Kaito-san.”  (Lilia)

“Jadi begitu …… tapi, aku rasa aku tidak akan mengetahui perbedaannya walaupun aku memakannya.” (Miyama)

“…… Aku juga tidak bisa membedakannya.” (Lilia)

“Eh?” (Miyama)

“Dari reaksi pelayan wanita, aku percaya hal itu terjadi, tapi …… bahkan setelah memakannya, terasa enak. Tampaknya aku tidak memiliki bakat untuk menjadi pengkritik makanan.” (Lilia)

“Ahaha, yah …… pasti sangat beruntung memiliki koki mengaggumkan seperti itu.” (Miyama)

“Fufufu, ya. Sayangnya, lidahku tidak bisa menyamai dengan kemampuan bermasak sang koki.” (Lilia)

 

 

 

Dear Okāsama, Otōsama―― hanya ada perempuan di lingkunganku di dunia ini, menjadi penyendiri sangat menyiksa. Tetapi, Duke-sama merawatku―― dia merupakan orang yang sangat baik.

 

 


Ini chapter hasil dari vote mingguan untuk side project. Update 2/3.

Karena vote side project terbanyak ialah Isekat at Peace dengan perolehan (50%, 12 Votes), minggu ini akan rilis 2 chapter atau lebih.

Vote sudah di reset, ikut berpartisipasi dalam menentukan side project lagi, guys!


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻