Isekai at Peace Chapter 4

Oleh Alone of Nyx on March 28, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 4 Bahasa Indonesia


Chapter 4: Demon Lord Hanya Makhluk Lemah

 

 

 

Isekai At Peace ―

 

Chapter 4: Demon Lord Ternyata Makhluk Lemah

 

 

 

Di dalam ruang yang relatif kecil tapi terawat baik. Apakah ini ruang resepsi? Nah, penjelasan yang terhenti saat makan akan dilanjutkan di sini.

 

“Sekarang, mengenai dunia ini …… karena sudah diberitahu sebelumnya, aku akan melanjutkannya bersamaan dengan kisah Pahlawan pertama.” (Lilia)

 

Lunamaria-san menempatkan sesuatu yang terlihat seperti peta di atas meja seperti yang dipinta oleh Lilia-san.

 

Kesan pertama yang aku dapatkan, bentuk benua terlihat seperti peta Eropa abad pertengahan yang diperbesar dan di bagian paling bawah―― di sekitar Spanyol, ada tanda hitam dan putih, dan sedikit jauh dari sana, lingkaran merah mengelilingi pusat dari benua.

 

 

 

“Tempat yang ditandai lingkaran merah adalah Kerajaan Symphonia, yang saat ini kita berada. Utara dari sana adalah Kerajaan Alexia, di seberang laut ke selatan adalah Kerajaan Haidora … dan ‘sampai seribu tahun yang lalu’, negara-negara tersebut merupakan segalanya dari dunia yang kita ketahui.” (Lilia)

 

“…… Maksudmu sekarang sudah berbeda?” (Kusunoki Aoi)

 

“Ya, persis seperti yang kamu katakan, Aoi-san. Peta ini merupakan Manusia, Elf, dan Dwarf―― yang secara kolektif disebut sebagai kehidupan ‘Ras Manusia’. Ini disebut ‘Dunia Manusia’. Selain dunia ini, ada ‘Dunia Spirit’ di mana ‘Ras Magical’ hidup, dan ‘Dunia Celestial’ tempat ‘Ras Divine’ hidup.” (Lilia)

 

Bersama dengan ucapan tersebut, dua peta baru ditambahkan di atas meja. Salah satunya berukuran dua kali lebih besar dari peta sebelumnya, dan bentuknya terlihat mirip dengan Australia. Hanya dengan melihatnya, seseorang bisa mengerti betapa luasnya itu. Yang lainnya berbentuk seperti donat. Benua yang terlihat seperti lingkaran kecil.

 

“Peta yang besar adalah Dunia Spirit dan peta yang kecil adalah Dunia Celestial. Mungkin mudah untuk membayangkan jika aku mengatakan kalau ini terhimpit? Dunia Celestial, Dunia Manusia, dan Dunia Spirit. Ketiga dunia ini dipisahkan oleh dinding dimensi yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, yang ada berdampingan. Ketiga dunia ini, dalam arti yang sebenarnya, adalah seluruh dunia, bernama ‘Trinitas'(aka. Trinity).” (Lilia)

 

“…… ini, tiba-tiba menjadi begitu wow?” (Miyama)

 

“Fufufu, ya. Bagi kalian bertiga yang berasal dari dunia yang berbeda, mungkin terasa sangat berbeda. Tetapi bagi kami yang mampu mengakses ketiga dunia tersebut melalui Teleportation Gates, kami memiliki pandangan yang berbeda mengenainya dibandingkan dengan Pahlawan dan duniamu di mana kami tidak dapat berhubungan selain menggunakan Summoning Magic Circle.” (Lilia)

 

“Jadi begitu.” (Miyama)

 

Sudut pandang seseorang berbeda di dunia yang berbeda. Sementara dinding dimensi tersebut terdengar aneh dan misterius bagi kami, bagi orang-orang di dunia tersebut, itu tidak berbeda dari gunung atau lautan.

 

Uhh, ya, aku benar-benar harus menganggapnya seperti itu juga.

 

“Tentang bentuk pemerintahan di Dunia Manusia, aku percaya kalau para Pahlawan dari masa lalu mengatakan kalau itu ada saat di masa lalu kalian …… bagaimana? Apakah kamu mengetahui sesuatu tentang hal itu?” (Lilia)

 

“…… uhhh, Ada seorang Raja, ada bangsawan, dan masing-masing memiliki daerah masing-masing? Sesuatu seperti itu?” (Yuzuki Hina)

 

“Ya, tidak ada kesalahan dalam hal tersebut.” (Lilia)

 

 

 

Yuzuki-san menjawab Lilia-san tanpa rasa percaya diri. Itu juga batas gambaran yang aku ketahui, tapi sepertinya itu tidak salah. Tapi, yang membuatku penasaran, Lilia-san mengatakannya seperti ‘Dunia Manusia’. Aku ingin tahu apakah berbeda kalau di Dunia Celestial dan Dunia Spirit?

 

Dan, aku menyadari kalau Lilia-san mengalihkan tatapannya ke padaku, jadi aku mengangguk, menyatakan kalau aku memiliki pemahaman yang sama dengan Yuzuki-san.

 

“Selanjutnya, mengenai kejadian yang menyebabkan hubungan baik antara ketiga dunia, aku harus mengatakannya juga …… Aku harus menjelaskan Dunia Celestial dan Dunia Spirit terlebih dahulu. Dunia Celestial, dengan puncaknya ‘Creator God’ …… seseorang dapat menggambarkannya sebagai dunia dengan satu negara. Ras Divine menganggap kehendak Creator God dengan mutlak tanpa pengecualian.” (Lilia)

 

Creator God tidak menunjukkan dirinya yang agung di khalayak umum, selain Festival Pahlawan yang diadakan setiap sepuluh tahun. Aku percaya bahwa Anda tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya. Lagipula, mereka mengatakan kalau Creator God mengawasi arus dunia kita tanpa ikut campur sedikitpun. Menurut legenda, sejak Perang Besar melawan Dunia Spirit pada zaman kuno, dirinya yang agung belum menggunakan kekuatan absolutnya.” (Luna)

 

Lunamaria-san menambahkan rincian terhadap penjelasan Lilia-san.

 

Dengan kata lain, Dunia Celestial adalah masyarakat yang terstruktur secara vertikal ya. Dan, bos besar mereka, Creator God, pada dasarnya hanya mengawasi semuanya …… mungkin?

 

“Selanjutnya adalah Dunia Roh. Ini merupakan yang terbesar dalam ketiga dunia dan dunia di mana hidup ras paling beragam. Meskipun mereka pada umumnya disebut sebagai Ras Magical, ada banyak perbedaan di antara mereka bahkan jika kalian hanya menyebutkan penampilan mereka. Meskipun banyak Pahlawan melihat mereka sebagai monster atau binatang buas, “Binatang Magical” atau “Monster” pada umumnya adalah ras di Dunia Spirit yang tidak memiliki cukup kecerdasan atau perasaan.” (Lilia)

 

Uhh, sejujurnya, Ras Magical dan Binatang Magical terdengar sama untukku. Apakah mereka memiliki standar yang jelas di antara mereka? Meskipun, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti tanpa melihat mereka secara langsung ……

 

“Dunia Spirit dikuasai oleh kekuatan. Atau harus aku katakan, semakin kuat eksistensinya, semakin tinggi status sosialnya. Namun, aku harus mengatakan ini agar kalian tidak salah paham. Meskipun yang kuat berkuasa di Dunia Spirit, bukan berarti Ras Spirit pada menyukai kekerasan dan buas. Sebagian besar Ras Spirit bijaksana. Mereka tidak menggunakan kekerasan tanpa alasan atau memandang rendah yang lemah. Hanya saja dunia mereka lebih melihat ke kekuatan aktual individu daripada garis keturunan atau warisan mereka.” (Lilia)

 

“Kamu bisa mengatakan kalau mereka bahkan lebih ramah daripada Ras Manusia. Baik saya dan Ojo-sama telah mengunjungi Dunia Spirit berkali-kali dan kami diperlakukan dengan sangat baik.” (Luna)

 

“Ya, aku benar-benar ingin pergi ke sana lagi. Dan Dunia Spirit, tidak memiliki pembagian negara, tetapi dibagi menjadi enam wilayah. Ada enam Magical Individu yang berkuasa di sana…… mereka adalah eksistensi yang disebut ‘Enam Raja’. ‘Void King’, ‘War King’, ‘Death King’, ‘World King’, ‘Dragon King’, dan ‘Phantom King’ …… masing-masing dari mereka adalah anggota Ras Magical yang telah hidup selama ribuan tahun, dan dikatakan kalau kekuatan mereka bisa dengan mudahnya menghancurkan dunia kita.” (Lilia)

 

 

 

Keenam Raja …… hmm …… Maksudku, hanya mendengar nama panggilan mereka menghidupkan kembali Sejarah Hitam yang aku ciptakan ketika aku masih muda …… tapi sepertinya ada eksistensi mutlak yang tidak boleh kau provokasi di dunia ini.

 

Tapi, ada satu hal yang membuatku penasaran setelah mendengar penjelasannya. Baik Lilia-san dan Lunamaria-san mengatakan kalau Ras Magical pada umumnya baik dan ramah, tetapi bukankah Ras Manusia berperang melawan Ras Magical di masa lalu?

 

 

 

“Uhm, bisakah aku bertanya sesuatu?” (Miyama)

 

“Ya silahkan.” (Lilia)

 

“…… Kamu mengatakan kalau Ras Magical ramah, tapi seribu tahun yang lalu, ada Demon Lord dalam Keenam Raja, dan menyerang Dunia Manusia, kan?” (Miyama)

 

“Uhh, yah. Bagaimana aku harus mengatakannya ya…… Demon Lord yang menyebabkan malapetaka di masa lalu. Sebenarnya, eksistensi tersebut hanya berada di level preman di Dunia Spirit.” (Lilia)

 

“Hah?” (Miyama)

 

Lilia-san menjawabnya dengan senyum masam. Semuanya seperti yang diharapkan sampai sekarang, tapi Demon Lord, hanya makhluk lemah ……? Itu membuatku penasaran.

 

“Seperti yang telah aku katakan sebelumnya, mereka Ras Magical pada umumnya ramah-ramah. Dunia Spirit itu sendiri luas dan cukup kaya dengan makanan. Dan terlebih lagi, Keenam Raja di puncaknya berhubungan dengan baik dan akur satu sama lain dengan sangat baik. Meskipun ada pertempuran kecil di Dunia Spirit, dikatakan bahwa mereka berperang melawan dunia lain hanya sekali, Perang Besar melawan Dunia Celestial pada zaman kuno. Lagipula, sampai Demon Lord dan Pahlawan Pertama muncul, Ras Manusia mengetahui keberadaan Ras Spirit, tetapi mereka belum pernah melihatnya, dan juga tidak ada alasan untuk melawan mereka.” (Lilia)

 

“Yah, kamu bisa mengatakan bahwa tidak peduli di dunia apa saja, ada orang-orang ambisius yang tidak berpikir bahwa hidup dengan tenang dalam damai sudah cukup baik.”  (Luna)

 

Lunamaria-san menambahkan sambil menghela nafas. Tidak seperti Pahlawan Pertama yang dihormati bahkan setelah seribu tahun, ingatan terhadap Demon Lord sangatlah rendah.

 

“Ya. Itu merupakan Demon Lord yang pada waktu itu mencoba mengumpulkan Ras Demon yang haus darah dan mencoba untuk mengalahkan Keenam Raja untuk berdiri di puncak Dunia Spirit. Kalau di Dunia Manusia, mereka adalah bandit …… tidak, pemberontak. Namun, jumlah dari Ras Magical sangatlah banyak, sebagai hasilnya, pasukan Demon Lord menjadi pasukan besar yang melebihi satu juta. Tapi meski begitu, itu masih skala kecil dari perspektif seluruh Dunia Spirit …… ” (Lilia)

 

Semakin banyak pengikut, jumlah simpatisan juga meningkat ya …… sejujurnya, aku tidak bisa membayangkan seberapa besar satu juta pasukan, tapi Demon Lord muncul saja seperti itu. Kalau begitu, Demon Lord, mengapa dia menyerang Dunia Manusia tanpa menantang Keenam Raja?

 

“…… Dan, untuk mendapatkan hak berkuasa, Pasukan Demon Lord menantang Void King yang terhormat.” (Lilia)

 

“Ah, mereka berperang di Dunia Spirit terlebih dulu?” (Yuzuki Hina)

 

“……lalu? Apa yang terjadi?” (Miyama)

 

 

 

Karena mereka menyerang Dunia Manusia setelahnya, itu berarti mereka kalah, tapi, bagaimana aku harus mengatakannya. Yuzuki-san dan aku sangat ingin tahu jadi kami langsung meminta Lilia-san untuk melanjutkan.

 

“Dengan satu lawan satu juta, mereka mengatakan bahwa Void King yang terhormat mengalahkan mereka hanya dalam beberapa menit.” (Lilia)

 

“……ah……” (Yuzuki Hina)

 

“Itu, ya …” (Miyama)

 

“…… malangnya.” (Kusunoki Aoi)

 

Kusunoki-san terpaksa merasa kasihan terhadap Demon Lord yang kalah dengan kekalahan yang luar biasa telak. Apakah pasukan Demon Lord segitu lemahnya? Atau apakah Void King sangat kuat …? Apapun itu, seperti yang Kusunoki-san katakan, betapa malangnya Demon Lord. Maksudku, beberapa menit setelah dimulainya pertempuran? Apakah itu berakhir dengan satu atau dua serangan ……?

 

“Namun, Void King yang terhormat sangatlah baik. Tidak satu pun dari pasukan Demon Lord yang terbunuh. Mereka diberi peringatan seperti ‘Tidak masalah menjadi bersemangat, tetapi kalian seharusnya tidak menyusahkan orang lain’, dan dibebaskan.” (Lilia)

 

Tidak hanya menahan diri saat melawan mereka, mereka diperlakukan seperti bocah nakal tetangga?!! Sudah hentikan oke?! Gambaran akan Demon Lord di dalam diriku akan runtuh!!

 

“Dan setelah itu, Demon King yang menyadari kalau dia bukan tandingan Keenam Raja yang terhormat …… dimulailah, yah, berangkat menuju Dunia Manusia di mana Keenam Raja telah memutuskan untuk tidak berurusan pada saat itu.” (Lilia)

 

“” ”……” ”” (…)

 

 

 

Demon Lord, dia melarikan diri?!! Melarikan diri dari Dunia Spirit?! Demon Lord ini, dia sangat pengecut, aku bisa merasakan persamaannya dengan dia!! Sama seperti anak yang dimarahi dan kabur dari rumah ……

 

Ini …… sungguh ……? Maksudku, bagaimana aku harus bereaksi terhadap hal ini?

 

 

 

Dear Okāsama, Otōsama―― sepertinya Ras Magical cukup bijaksana dan ramah. Dan, Demon Lord hanyalah makhluk lemah.

 


Alhamdullilah akhirnya sembuh juga, sakit emang gak enak apalagi tipes. Mulai mengerjakan hal yang tertunda, sorry janji yang sebelumnya jadi hanya omong kosong belaka T_T.


Chapter SebelumnyaChapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻