Isekai at Peace Chapter 5 Part 2

Oleh Alone of Nyx on March 30, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 5 Part 2 Bahasa Indonesia


Chapter 5: Pahlawan Memang Pahlawan Hebat (Part 2)

 

 

“Legenda mengatakan bahwa perjalanan Pahlawan Pertama sangat keras. Pahlawan Pertama melakukan perjalanan di Dunia Manusia yang berada di tengah-tengah kekacauan pada waktu itu, menyelamatkan banyak orang, mengumpulkan rekan untuk bertarung, dan setelah pertempuran sengit, mereka akhirnya mengalahkan Demon Lord.” (Lilia)

 

Itu benar-benar bisa disebut cerita tentang jalan kerajaan, tapi aku pikir itu bukan merupakan bahan tertawaan. Sama seperti situasi yang sedang kami alami sekarang, orang tersebut seharusnya merasa putus asa saat permulaan, dan mungkin tidak ada orang yang memberitahu dia perbedaan antara di sini dan Bumi.

 

Orang tersebut dipanggil sendirian ke tempat yang tidak diketahui, berkeliling dunia sambil mengumpulkan informasi, dan pergi melawan musuh kuat demi orang-orang di dunia ini …… Aku yakin itu adalah hal yang mustahil bagiku.

 

“…… Penaklukan Demon Lord dilakukan oleh Pahlawan Pertama. Setelah itu, dikatakan kalau Keenam Raja bertindak sangat cepat. Mereka segera menjelaskan keadaan ke Pahlawan Pertama, dan Keenam Raja langsung membersihkan sisa dari Pasukan Demon Lord. Berkat bantuan Pahlawan Pertama, mereka dapat mengajukan banding ke Ras Manusia kalau mereka ingin meminta maaf dan tidak memiliki niat untuk berperang, jadi tidak akan menimbulkan perang.” (Lilia)

 

“…… tapi, bukan seperti rasa permusuhan hilang begitu saja, bukan?” (Kusunoki Aoi)

 

“Ya, seperti yang dikatakan Aoi-san. Perjanjian yang dibuat antara Dunia Manusia dan Dunia Spirit pada waktu itu dapat disebut perjanjian gencatan senjata dan non-agresi. Meskipun Demon Lord dikalahkan, kerugian di Dunia Manusia tampaknya sangat besar.” (Lilia)

 

Ya tentu saja. Meskipun Demon Lord dikalahkan, bukan berarti semuanya kembali normal. Sebaliknya, kesan Ras Manusia terhadap Ras Magical seharusnya sudah sangat buruk ……

 

“Namun, Pahlawan Pertama tidak berhenti di situ. Pahlawan Pertama yang memahami keadaan dari Keenam Raja mengklaim bahwa penyebab terbesar akan masalah Demon Lord merupakan non-intervensi antara ketiga dunia. Mengetahui hal tersebut, Pahlawan Pertama melakukan sebisanya agar tragedi semacam itu tidak akan terulang kembali.” (Lilia)

 

“……” (…)

 

“Pertama-tama, Pahlawan Pertama meyakinkan Keenam Raja, meminta untuk membantu Dunia Manusia yang rusak dengan persediaan makanan berlimpah dari Dunia Spirit. Selanjutnya, Pahlawan Pertama pergi ke Dunia Celestial dan bernegosiasi dengan Ras Divine. Tentu saja, itu bukan sesuatu yang mudah. Masalah di sana-sini dan perbedaan antara ras menciptakan masalah. Namun, Pahlawan Pertama tidak menyerah. Pahlawan Pertama mengunjungi semua tempat, tanpa henti berseru dengan ucapannya …… dengan putus asa berteriak ‘Bahkan aku yang berasal dari dunia yang benar-benar berbeda dapat memahami satu sama lain di antara kami. Aku benar-benar mencintai dunia ini dari lubuk hatiku’ lebih dari siapa pun. ”

 

Pahlawan Pertama, aku ingin tahu sebenarnya seberapa kuat hatinya? Aku yakin saat itu tidak ada orang yang mendukungnya. Tapi, dia tidak menyerah, terus bernegosiasi dengan semua orang. Itu pasti lebih sulit daripada bertarung dengan Demon Lord.

 

“…… Sedikit demi sedikit, orang-orang yang mendukung Pahlawan Pertama bertambah. Teleportasi Gates dibuat di banyak tempat, meningkatkan kemungkinan individu dari ketiga dunia yang berbeda datang dan pergi. Tidak lama akan impian damai yang dibicarakan oleh Pahlawan Pertama, menjadi masa depan yang diinginkan banyak orang. Dan setelah menghabiskan waktu sembilan tahun, di tempat Pahlawan Pertama mengalahkan Demon Lord …… di tempat pertarungan baru dimulai bagi Pahlawan Pertama, Raja Dunia Manusia, Keenam Raja Dunia Spirit, dan Creator God Dunia Celestial―― individu yang berada di puncak pada ketiga dunia berkumpul, dan di bawah kehadiran Pahlawan Pertama, Perjanjian Persahabatan dari ketiga dunia terbentuk.” (Lilia)

 

“…… Itu sangat menakjubkan.” (Yuzuki Hina)

(AoN: yah sangat menakjubkan.)

 

Yuzuki-san berseru karena kagum. Itu sangat luar biasa sehingga terdengar seperti dongeng. Tapi, di dunia ini, ini bukan dongeng tapi sesuatu yang benar-benar terjadi. Itu sebabnya, Pahlawan Pertama masih terus dipuji sebagai pahlawan.

 

“Seperti itulah, pertarungan Pahlawan Pertama berakhir. Dan, dengan kerja sama dari ketiga dunia, sebuah kota dibuat di tanah di mana Perjanjian Persahabatan terbentuk. Nama kota tersebut disebut ‘Hikari’, menggunakan nama Pahlawan Pertama, itu merupakan kota tempat Festival Pahlawan akan diadakan.” (Lilia)

 

…… hm? Hikari? Karena itu dinamai dari Pahlawan Pertama, maka Pahlawan Pertama―― seorang perempuan?

 

“Dan, sejak saat itu, festival yang memuji Pahlawan berjasa setiap sepuluh tahun sekali, menyamakannya dengan jangka waktu perjalanan Pahlawan Pertama, ialah Festival Pahlawan. Nah, penjelasannya berubah menjadi sesuatu yang sangat panjang. Apakah ada pertanyaan?” (Lilia)

 

“…… apa yang terjadi pada Pahlawan Pertama setelah itu?” (Miyama)

 

Lilia-san selesai berbicara, bernapas dengan tenang. Setelah keheningan mengalir beberapa saat, aku secara pribadi mengangkat tanganku dan menanyakan hal yang ingin aku ketahui.

 

Setelah mendengar semua itu, aku mengerti alasan mengapa Pahlawan Pertama dipuji. Pahlawan Pertama benar-benar simbol perdamaian di dunia ini dan dia tanpa diragukan lagi merupakan pahlawan.

 

Seorang Pahlawan yang berjuang keras, melakukan sesuatu yang tidak pernah orang lain lakukan―― tetapi setelah itu, aku ingin tahu apa yang terjadi padanya? Itu merupakan pertanyaan sederhana.

 

“…… Tidak ada yang tahu pasti. Setelah Perjanjian Persahabatan terbentuk, Pahlawan Pertama tiba-tiba menghilang dari mata publik. Setelah itu, dikatakan bahwa pedang yang digunakan Pahlawan Pertama ditemukan di atas bukit, dekat tempat di mana Perjanjian Persahabatan terbentuk …… dan monumen batu tempat Summoning Magic Circle juga ditemukan. Kalimat yang akan kukatakan sekarang merupakan apa yang ditulis oleh Pahlawan Pertama di monumen batu tersebut.” (Lilia)

 

Setelah mengatakan itu, itu terasa seperti Lilia-san telah menghafalnya, membaca kata-kata yang ditulis Pahlawan Pertama pada monumen batu.

 

“Pertarunganku sebagai Pahlawan telah berakhir. Sungguh menakjubkan aku bisa datang ke dunia ini. Ada orang yang menghiburku. Ada orang yang menyemangatiku. Ada semua orang yang mendukungku. Mereka semua adalah alasan mengapa aku bisa melakukan yang terbaik. Itu bukan karena aku disebut Pahlawan terus aku dapat meraih segalanya. Itu dikarenakan orang-orang yang tinggal di dunia ini, setiap keberanian mereka untuk melangkah maju, membuat ketiga dunia terhubung. Aku bukan satu-satunya Pahlawan. Semua orang yang hidup di dunia ini adalah pahlawan hebat―― Aku yakin tidak akan ada masalah lagi mulai dari sekarang. Aku sangat mencintai dunia ini. Aku berharap dunia ini akan damai dan penuh senyuman, selalu―― Kujou Hikari.” (Lilia)

 

 

“…… Magic pengawetan yang sangat kuat digunakan pada monumen pedang dan batu Pahlawan Pertama, begitu kuat sehingga masih ada sampai sekarang dengan kondisi yang sama seperti pertama kali ditinggalkan.” (Lilia)

 

“…… Apakah Pahlawan Pertama kembali ke dunianya?” (Miyama)

 

“Aku tidak tahu. Ada orang yang mengatakan bahwa Pahlawan Pertama kembali dan ada beberapa yang mengatakan bahwa dia tinggal di dunia ini. Namun, menurut informasi yang ditemukan dalam beberapa tahun terakhir …… dapat dikatakan kalau hanya Void King yang mengetahui kebenarannya.” (Lilia)

 

Pahlawan Pertama yang meraih prestasi hebat dan menghilang begitu saja. Itu benar-benar terdengar seperti legenda dongeng. Tapi, meskipun aku tidak tahu apa magic pengawetan yang Lilia-san katakan, dari nadanya, sepertinya ada informasi tambahan yang ditemukan.

 

“Sekitar dua ratus tahun yang lalu, sebuah jalan tersembunyi ditemukan di dalam gua yang dikatakan bahwa Pahlawan Pertama pernah sekali kunjungi, dan surat serta buku harian yang tampaknya milik Pahlawan Pertama ditemukan. Magic pengawetan yang tidak sangat kuat digunakan pada barang ini, membuat catatan hariannya menjadi tidak ada yang bisa membacanya, tetapi bagian dari surat yang ditulis menggunakan bahasa dunia lain diuraikan oleh Pahlawan yang diundang dalam Festival Pahlawan.” (Lilia)

 

Setelah mengatakan itu, Lilia-san meletakkan selembar kertas di atas meja. Terlihat seperti salinan surat tersebut, meskipun beberapa karakternya telah menghilang …… kalimat ucapan rasa terima kasih dan perpisahan dengan Void King tertulis dalam bahasa Jepang.

 

“Void King menolak untuk menjawab masalah Pahlawan Pertama karena janji di antara mereka, tetapi menambahkan informasi kalau Void King telah membantu Pahlawan Pertama datang ke berbagai tempat, membantunya banyak hal…… dikatakan kalau Void King lah yang menggunakan magic pengawetan pada pedang dan monumen batu ketika Pahlawan Pertama meninggalkannya di sana.” (Lilia)

 

“……Jadi begitu.” (Miyama)

 

Pada akhirnya, apa yang terjadi pada Pahlawan Pertama setelah itu masih merupakan misteri, tapi …… aku mengerti sekarang mengapa Pahlawan sangat dipuji di dunia ini. Dia mungkin seseorang dengan hati yang sangat kuat, bahwa siapa pun akan mengerti perbedaan reputasi dibandingkan dengan Demon Lord.

 

 

 

Dear Okāsama, Otōsama―― masih ada banyak hal yang tidak kuketahui di dunia lain ini. Tapi―― sang Pahlawan memang Pahlawan hebat.

 


Isekai at Peace sudah mengejar terjemahan ‘EN’, dan ‘EN’ tidak update sampai 1 bulan. Mungkin kalau share pada page novel Isekai at Peace menyentuh angka 55, TL akan mengerjakan dari ‘JP’ langsung ^^ (Novel favorit TL buat isekai slice of life) Good Luck Reader!


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻