Isekai at Peace Chapter 6 Part 1

Oleh Alone of Nyx on April 4, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 6 Part 1 Bahasa Indonesia


Chapter 6: Aku Bertemu Demon Misterius (Part 1)

 

 

Setelah selesai menjelaskan mengenai monster dan pahlawan, selanjutnya penjelasan mengenai Kerajaan Sinfornia dan kota di sekitarnya.

 

“Karena penjelasannya cukup banyak, dan kalian juga pasti ingin mencerna informasi ini di dalam kepala kalian, jadi penjelasannya sampai di sini dulu aja.” (Lilia)

“Benar juga. Sudah saatnya untuk mempersiapkan kamar—— ah…” (Luna)

“Luna?” (Lilia)

“….Maafkan saya Ojo-sama, aku lupa akan perlengkapan Miyama-sama …” (Luna)

“Ah….” (Lilia)

 

Setelah Lunamaria-san menjelaskanya dengan suasana yang seakan baru saja mengingat sesuatu. Kemudian, aku diberitahu dengan wajah yang merasa bersalah, dan aku langsung mengerti situasinya.

Biasanya hanya perempuan yang tinggal di rumah Lilia. Dapat dikatakan sama sekali tidak ada pakaian pria.

 

“Luna…… apakah masih sempat?” (Lilia)

“Ya. Tapi bahkan saya tidak tahu mengenai pakaian dalamnya.” (Luna)

“Kaito-san, maafkan aku. Ini salahku. Tidak ada satupun pakaian pria di sini. Aku tidak dapat menyiapkan pakaiannya.” (Lilia)

“….Aku tidak keberatan untuk tidak berganti pakaian selama sehari….” (Miyama)

“Tidak, untung saja masih sore. Aku ingin membelikannya… Untuk pakaian dalam pasti kami akan kesulitan untuk memilihnya, maaf memintamu saat sedang lelah, bisakah kamu pergi bersama Luna untuk memilih pakaiannya?” (Lilia)

“Ah, ok.” (Miyama)

 

Sejujurnya, aku tidak keberatan untuk tidak berganti pakaian selama sehari dan itu tidak menjadi masalah bagiku…. mengingat dia mengatakan akan menanggung makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Itu mungkin sesuatu yang tidak dapat ditoleransi oleh Lilia.

 

“Ojo-sama, ada berapa banyak dananya?” (Luna)

“Tolong belikan 5 pakaian termasuk pakaian gantinya, setidaknya gunakan 100.000R.”  (Lilia)

“Ah!?” (Miyama)

“Dimengerti.” (Luna)

 

Tunggu sebentar!? Bukannya 100.000R kalau dalam Yen sekitar 10juta!? Apa bagi bangsawan untuk menghabiskan segitu banyak merupakan hal yang biasa? Di depan diriku yang kebingungan, Lilia-san dan Lunamaria-san menyiapkan uangnya dengan cepat.

 

“Oh, hampir saja lupa, Kaito-san, Aoi-san, Hina-san. Jika kalian memiliki alat yang disebut ‘Denki Keihin(デンキケイヒン), aku akan menyimpannya. Dikarenakan itu merupakan teknologi dari dunia lain, kita harus menitipkannya kepada Law God/Goddes of Law.” (Lilia)

(TL: Menurut kalian Law God apa Godess of Law, bagusnya?)

“Barang elektronik(電気製品) …. Seperti smartphone, ya kan?” (Miyama)

(TL: Jadi salah pengucapan si Lilia. Wajar, bukan orang jepun.)

“Aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan smartphone, pernah kejadian sesuatu yang pahlawan miliki menjadi bahan incaran, dan sekarang akan dititipkan ke megami-sama untuk di simpan selama 1 tahun.” (Lilia)

 

Jadi begitu, barang elektronik bukanlah barang umum di dunia ini…. Jika ada seseorang yang menginginkannya, sudah pasti hal seperti itu akan terjadi. Yah, bagaimanapun juga, aku tidak bisa mengisi baterai smartphone, apalagi untuk berfoto.

Di sebuah kotak indah yang Lunamaria-san telah persiapkan, kami bergiliran meletakkan smartphone, jam tangan digital, dan sebagainya. Aku kebingungan untuk memeriksa jam, tapi mereka meminjami kami sesuatu yang mirip jam saku. Hanya dengan melihatnya aku dapat langsung mengerti. Jam sakunya sangat tinggi……. aku merasa ngeri pada seseorang yang mempunyai hal ini.

 

 

 

 

 

 

Sekitar 10 menit terguncang oleh kereta kencana, hanya dalam hitungan menit turun dari kereta kencana. Aku sampai di toko pakaian dengan berjalan kaki diiringi pemandangan seperti eropa abad pertengahan, kemudian membeli 5 pakaian dalam dan baju tidur.

Mungkin seperti yang diharapkan dari bangsawan kerajaan, pakaian manapun sangat berlebihan sehingga membuatnya terlihat sangat mahal.

Meskipun aku berencana untuk membeli pakaian biasa tapi entah mengapa, total harganya 25.000R… 2.5 juta yen. Itu 2.5 juta yen…… Apa kau mempercayainya? Aku hanya membeli pakaian.

 

“……Pakaian yang lebih biasa tidak akan menjadi masalah…..” (Miyama)

“Miyama-sama merupakan ojo-sama— tamu dari duke, jadi jika pakaiannya terlalu murah, kualitas ojo-sama akan dipertanyakan.” (Luna)

“Apa memang seperti itu?” (Miyama)

“……Bagi bangsawan, itu merupakan kehormatan diri mereka sendiri. Tetapi tetap saja kita harus memilih pakaian yang kelihatan agak sederhana.” (Luna)

(TL: Tolong bantu, agak bingung. 「……貴族と言うのは、見栄を張ってこそのものでもありますからね。それでも比較的簡素な服を取り扱っている店を選ばしていただきましたが」)

“Kalau begitu, yang sederhana…….” (Miyama)

 

Jalan yang sudah senja ramai dengan banyak orang, aku berjalan sambil berbicara dengan Lunamaria-san. Aku juga membeli baju yang sangat berkilauan, meskipun begitu itu dianggap sederhana dalam kebangsawanan.

 

“Walaupun demikian, cukup ramai, yah.” (Miyama)

“Waktunya tidak tepat ya, apalagi besok merupakan tahun baru.” (Luna)

 

Ah jadi begitu, aku rasa sebelum libur musim panas……. tetapi di dunia ini merupakan tahun baru. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada tahun baru di dunia ini, aku rasa karena ini merupakan ibukota pasti akan ramai.

Sambil berpikiran hal seperti itu, ketika aku sampai di tempat kotak luas dengan air mancur, aku berhenti untuk melihat kereta kencana yang melayang.

Ah, mungkin itu magic, kan? Aku sudah menduganya dengan mendengar kata seperti magic pengawetan, memang seperti yang diharapkan dari dunia lain! Aku sedikit tersentuh karena magic menjadi hal yang biasa digunakan sehari-hari.

 

“Lunamaria, itu yang melayang— apaan?” (Miyama)

 

Hanya beberapa detik aku melihat sesuatu yang melayang, tetapi aku sudah tidak dapat melihat figur bagian punggung Lunamaria-san. Aku bergegas dan melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi terlalu banyak orang sehingga tidak dapat menemukan Lunamaria-san.

Aku menjadi pucat. Ini tidak salah lagi kan? Meskipun bukan begitu, harus dikatakan seperti itu kan?

 

“……Ter, sesat?” (Miyama)

 

Bahaya bahaya bahaya. Aku tidak dapat menemukan Lunamaria-san!? Terlebih lagi, terlalu ramai untuk mencarinya dan banyak kereta kencana yang lewat, aku bahkan tidak tahu arah pulang.

A-apa yang harus aku lakukan!? Bukannya lebih baik untuk tidak gegabah di saat seperti ini?

Tidak, meskipun aku diam di sini, itu hanya akan terbawa arus orang yang lewat……. ah, benar juga! Jika berada di depan air mancur besar tersebut!

Sambil kebingungan akan situasi seseorang yang tersesat di daerah yang tidak diketahui, entah bagaimana aku dapat begerak ke depan air mancur yang akan menjadi petunjuk.

Aku berhasil…… Meskipun itu menjadi petunjuk, aku tidak bisa langsung tertawa. Mungkin sekarang Lunamaria-san sudah menyadarinya dan sedang mencari, dapatkah kau menemukan orang tidak berguna yang mengaggumkan seperti ini? Uwa, malah tambah kepikiran!? Apa yang harus aku lakukan……

 

“Ada apa? Kelihatannya sedang dalam masalah?” (Siapa?)

“……e?” (Miyama)

 


Mencoba langsung dari ‘JP’, misalkan masih rancu tolong kasih tau. Udah gitu baru instal ulang, proofing word ilang juga *sigh.

Like, Share dan Support!


SebelumnyaSelanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻