Isekai at Peace Chapter 6 Part 2

Oleh Alone of Nyx on April 5, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 6 Part 2 Bahasa Indonesia


Chapter 6: Aku Bertemu Demon Misterius (Part 2)

 

 

Saat memegang kepala di depan air mancur, terdengar suara yang sangat jelas meskipun sedang ramai. Aku melihat ke belakang pada arah suara tersebut berasal secara refleks dan terdiam. Salah, pandanganku tercuri mungkin kata yang lebih tepat.

Anak kecil yang tingginya kurang dari 140cm berada di hadapanku, tetapi auranya sangat tidak menggambarkan hal tersebut.

Rambut berwarna perak pendek yang tampak berkilau, mata berwarna emas yang seindah permata, wajah imut yang bisa terlihat seperti anak laki-laki… Jubah hitam yang kebesaran—— karena lengan jubahnya hanya tersisa sedikit, terlihat seperti anak kecil. Disinari oleh sinar matahari senja dan dia terlihat berkilau seperti sebuah seni. Tanpa disadari aku terkagum.

 

Ilustrasi

Kuro

[collapse]

 

“Eto? Apa kau baik-baik saja?” (?)

“Ah, e…” (Miyama)

Kimi, orang dari dunia lain kan. Jangan-jangan kamu tersesat? Kamu bisa bertanya padaku loh~” (?)

“Hah!?” (Miyama)

 

Senyuman seperti bunga yang mekar, anak kecil tersebut berbicara kepadaku dengan suara yang lembut… Orang dari dunia lain? Kenapa bisa?

 

“Perasaan magical power mirip dengan pahlawan dan pakaian yang tidak terlalu sering aku lihat, jadi aku pikir begitu.” (?)

“E, eto…” (Miyama)

 

Kalau pakaian sih masih bisa dipahami, magical power apa sesuatu yang diperlukan untuk menggunakan magic…. apakah itu sesuatu yang dapat kau mengerti hanya dengan melihatnya?

 

“Bukannya dilihat, tapi lebih tepatnya dirasakan.” (?)

“Ah, jadi begitu ya…… e?” (Miyama)

 

Aku tidak mengatakannya, kan? Anak ini, esper?

 

“Haha, dapat terlihat dari ekspresimu, sangat mudah dipahami.” (?)

“Uh……” (Miyama)

“Ah, maaf maaf. Aku bukan mengolokmu. Sebaliknya, aku lebih suka orang yang seperti itu.” (?)

 

Sambil mengubah ekspresi wajah, aku sedikit lega ketika melihat anak tersebut tertawa dengan wajah yang imut. Namun, meskipun nada suara dan penampilannya sangat terlihat muda, itu merupakan anak misterius dengan cara bicara dan aura seperti orang dewasa.

 

“Yah, selain itu…… Meskipun aku terlihat seperti ini, aku hidup 100x lebih lama daripada kamu, jadi jika kau sedang dalam masalah aku dapat membantu?” (?)

“……100x?” (Miyama)

“Un! Ah, aku tahu, ini pertama kalinya kamu melihat demon ya? Namaku Chromeina…… Kuromu, Eina, panggil aku sesukamu~.” (Kuro)

(TL: Chromeina(latin)/Kuromueina(romanji) (クロムエイナ) )

 

Demon!? Apa tadi dia bilang demon? Aku hanya bisa melihatnya sebagai manusia……

 

“Apakah akan lebih dipercaya jika memiliki tanduk? Yosshi, kalau sekarang bagaimana?” (Kuro)

“Kenapa dari hidung?” (Miyama)

“Fufufu, gini-gini aku juga tahu banyak tentang dunia lain, tau! Ada cerita yang kalau berbohong hidungmu akan memanjangkan tanduk, bukan? Jadi seperti itu!” (Kuro)

“Tidak, itu merupakan cerita hidung yang memanjang……” (Miyama)

arya?” (Kuro)

(TL: ‘arya’ semacam ‘are’, suara tercengang kaya ‘ah’.)

 

Aku tidak tahu cara melakukannya, karena dia dengan sangat percaya diri menumbuhkan tanduk di hidungnya, aku jadi mempercayainya tanpa disengaja. Lalu demon bernama Chromenia menghilangkan tanduk yang berada di hidungnya dengan senyuman pahit, terus berbicara sambil tersenyum.

 

Bitter Smile

[collapse]

 

“Jadi, namamu?” (Kuro)

“Ah, namaku Miyama Kaito……” (Miyama)

“Kaito-kun ya! Senang bertemu denganmu~” (Kuro)

“Se- senang bertemu denganmu juga. Eto, Chromenia-san?” (Miyama)

“Tidak perlu pakai honorific, kamu bisa memanggilku Kuro, tahu.” (Kuro)

“Jā, jā senang bertemu denganmu, Kuro?” (Miyama)

“Un, senang bertemu denganmu! Jā, sebagai memperingati pertemuan ini…… kamu boleh mengambil satu.” (Kuro)

 

Ketika sedang memperkenalkan diri, Kuro dengan wajah yang tersenyum bahagia memasukkan tangannya ke dalam jubah dan mengeluarkan sebuah kantong kertas. Barusan, apa itu muncul dari jubah?

Di dalam kantong kertas tersebut, tercium harum manis…… Terdapat camilan manis yang dikenalnya.

 

“Ini, mungkinkah.” (Miyama)

“Sō sō, camilan dari duniamu? Babi Casteru” (Kuro)

“Baby Castella” (Miyama)

“Are? Yah, nih nih, enak tau.” (Kuro)

 

Baby Castella

[collapse]

 

Kuro sepertinya memiliki pengetahuan setengah-setengah mengenai dunia lain, tadi dia bilang mengenai pahlawan yang lain, memang tidak kelihatan jika dari penampilannya, tetapi dia hidup cukup lama dan kemungkinan dia mendengar ceritanya dari pahlawan di masa lalu.

Membawa baby castella ke mulutnya dengan senyuman murni di wajahnya, rasa manis lembut yang aku pernah rasakan menyebar ke mulut, entah kenapa suasana hatiku menjadi tenang.

Kuro tersenyum melihatku yang seperti itu, terus berbicara sambil memakan baby castella.

 

“Terus, Kaito-kun sedang dalam masalah apa? Kau merasa gelisah sejak tadi.” (Kuro)

“Ah, aku terpisah dari seseorang…… Aku tidak tahu arah pulang. Ah iya! Kuro, apa kamu tahu di mana Kediaman Duke Albert?” (Miyama)

“U~n…… maaf, aku tidak tinggal di negara ini, jadi aku tidak mengetahuinya.” (Kuro)

Sokka……” (Miyama)

“Ah, tapi tidak apa. Jika kamu tersesat, kamu dapat menemukannya.” (Kuro)

 

Setelah menghiburku dengan senyuman, Kuro memasukkan tangannya ke jubah lagi dan mengeluarkan kalung dengan dihiasi batu permata hitam.

 

“Ya, aku akan memberikanmu ini! Dengan ini, pikirkan orang yang ingin kamu temui~.” (Kuro)

“Eh? Ah, un!”

 

Meletakkan kalungnya di tangan seperti yang diberitahu, memikirkan Lunamaria-san…… Keluar cahaya garis hitam dari permata tersebut.

 

“Ohhhh!?” (Miyama)

“Hanya dengan mengikutinya kamu akan menemuinya. Kalung ini memiliki magic pencarian.” (Kuro)

“Te-terima kasih! Ta-tapi, ini…… bolehkah aku memilikinya?” (Miyama)

“Haha, kamu tidak perlu sungkan karena masih muda. Ketika kamu sedang dalam masalah, kita saling membantu!” (Kuro)

“Muda kah…… Jika dari penampilan, Kuro terlihat lebih muda…..” (Miyama)

“Ah, benar juga.” (Kuro)

 

Sudah kuduga, akal sehatku tidak akan berguna di dunia ini. Yah, kau tidak boleh terus-terusan terkejut, Lunamaria-san pasti sedang mencariku jadi aku harus bergegas menemuinya.

 

“Terima kasih, ya!” (Miyama)

“Tidak perlu dipermasalahkan yo~ kita ngobrol lagi jika ada kesempatan lain.” (Kuro)

“Ah.” (Miyama)

“Sampai ketemu lagi, Kaito-kun.” (Kuro)

 

Mengatakan terima kasih sekali lagi terhadap Kuro yang melambaikan tangan sambil tersenyum. Mengikuti cahaya garis hitam yang memanjang dari kalung dan meninggalkan tempat tersebut.

 

Dear Okāsama, Otōsama―― Aku tersesat di dunia lain, dan aku ditolong. Anak kecil yang dewasa, aku yang tidak mengetahui apa-apa, dan memberikan rasa aman yang tidak aku miliki. Seperti itu—— aku bertemu demon yang aneh.

 

 

 

 

 

 

Alun-alun tempat air mancur di mana sedikit demi sedikit matahari mulai terbenam. Terdengar suara tenang dari belakang setelah Kuro melihat pemuda tersebut sampai tidak terlihat.

 

“Datang untuk menjemputmu Chrome-sama.” (…)

“N? Apa sudah siap?” (Kuro)

“Ya. ‘Raja Sinfonia’ telah menunggu.” (…)

“Baiklah. Kalau begitu, mari kita berangkat.”

 

Mendengar suara dari baju besi hitam yang entah dari mana datangnya, sang demon berjalan dengan santainya.

 

“…… Sepertinya, sedang sangat senang?” (…)

“Un. Aku bertemu ‘orang jepang’ yang menarik~.” (Kuro)

“…… Meskipun saya mendengar tentang peran pahlawan dari Shiro di istana……” (…)

“Mungkin kesalahan dalam summon, mungkin dia sampai repot-repot menjelaskannya sendiri di istana, aku pikir karena hal ini.” (Kuro)

“Jadi begitu ya.” (…)

“Yah, aku senang karena pertemuan ini.” (Kuro)

 

Bayangan kecil berjalan sambil tersenyum diikuti kesatria. Meskipun figur tersebut yang dengan nikmatnya membawa baby castella ke mulutnya merupakan anak kecil, di dalam mata emasnya yang secara diam menantikan masa depan—— terdapat semacam martabat.

 

 


Misalnya ada yang rancu, please notif me!
Like, Share dan Support!


SebelumnyaSelanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻