Isekai at Peace Chapter 7 Part 1

Oleh Alone of Nyx on April 25, 2018

I Was Caught up in a Hero Summoning, but That World Is at Peace Chapter 7 Part 1 Bahasa Indonesia


Chapter 7: Jatuhnya Baby Castella (Part 1)

 

 

Aku berhasil bertemu dengan Lunamaria-san, ketika aku kembali ke kediaman Lilia-san, sudah waktunya untuk makan malam. Meskipun ini semua merupakan kelengahanku, Lilia-san sangat mengkhawatirkanku yang tersesat di jalan dan aku ditanyai berbagai macam pertanyaan, aku menjelaskan kejadian di mana aku diselamatkan oleh demon wanita yang baik.

Tetapi ada sedikit yang dikhawatirkan Lilia-san, kalung yang diberikan oleh Kuro, untuk memastikan tidak ada magic aneh di dalamnya— memintaku untuk menyerahkannya, aku tidak memiliki alasan untuk menolaknya, jadi aku menyerahkannya.

 

Ketika saat makan malam—— Makan malam Duke sedikit menakutkan, apakah kau sedikit memperhatikan Lilia-san? Bukan masalah dengan bentuk makanannya, tapi itu disajikan dalam bentuk makan di restoran dan sangat lezat.

Setelah itu diberikan penjelasan singkat mengenai kediaman, diberikan kamar yang sangat luas untuk digunakan oleh satu orang dan mendapatkan penjelasan mengenai waktu untuk mandi. Tentu saja, tidak ada pria lain di rumah ini selain aku. Mau tidak mau waktu mandi harus bergantian dan ditentukan dengan jelas.

Di dalam novel di sinilah keberuntungan yang telah dijanjikan, kejadian ecchi seharusnya terjadi di sini tapi, sangat disayangkan tidak ada koreksi pahlawan bagiku, aku memasuki kamar mandi yang terlalu besar untuk digunakan sendiri dan kembali ke kamar setelah mandi tanpa terjadi apapun.

Bukan api atau bola lampu, aku menyusuri koridor yang diterangi oleh cahaya misterius seperti bola lampu yang melayang di udara. Seperti yang diharapkan dari rumah yang luas dan sangat pantas dengan kediaman Duke, meskipun begitu ini tidak cukup gila sampai aku tidak tahu arah ke toilet dari ruangan yang diberikan kepadaku.

 

“……U~……san……” (…)

 

Dikarenakan heningnya malam, atau dikarenakan malam pertama di dunia lain dan inderamu tetap waspada, aku mendengar suara tangisan dari balik pintu yang sepertinya kedap suara.

Aku menghentikan kakiku tanpa sadar. Kalau tidak salah ini adalah kamar yang di tempati Yuzuki-san?  Apakah kau menangis? Bukan berarti itu hal yang dapat ditertawakan. Tiba-tiba terbawa ke dunia lain, diberitahu kalau tidak dapat pulang selama 1 tahun, —Wajar jika rasa gelisah dan kesepian akan muncul karena hal ini.

……Meskipun begitu, aku tidak dapat berbuat apa-apa. Karena diriku baginya hanyalah orang yang memiliki latar belakang serupa dengannya (nihonjin), terlebih lagi aku belum pernah berbicara dengannya. Hal yang hanya dapat aku lakukan adalah membiarkannya dan menanggapnya tidak pernah terjadi.

 

—Aku menarik nafas, mulai berjalan lagi dan seakan tidak terjadi apa-apa.

Tapi entah kenapa, hal buruk terus terjadi—— Kali ini aku melihat sosok Kusunoki-san berjalan di hadapanku. Meskipun seharusnya ada suatu perkembangan dalam baju tidur untuk perempuan di abad pertengahan tapi, pakaian yang dipakai Kusunoki-san hanyalah gaun putih polos yang memberikan kesan zaman old.

 

“……” (Kusunoki Aoi)

“……” (Miyama)

 

Meskipun menyedihkan untuk dikatakan, aku bukanlah kenalan maupun teman dari Kusunoki-san dan Yuzuki-san.

 

“……Miyama-san.” (Kusunoki Aoi)

“Un?” (Miyama)

 

Oleh karena itu, aku menjadi sedikit terkejut karena tiba-tiba dipanggil.

 

“………Miyama-san, kamu cukup tenang, ya?”

“Terlihatnya seperti itu?” (Miyama)

“………Apa kamu percaya mengenai hal yang diceritakan Lilia-san?” (Kusunoki Aoi)

 

Bukannya menjawab, Kusunoki-san melanjutkan ucapannya. Meskipun ada cahaya walau redup tetapi aku masih dapat melihatnya, bahunya yang kecil kelihatan bergetar.

Tapi apakah kau mempercayai hal yang diceritakan Lilia-san? Apa mengenai keselamatan yang dijamin dan mengenai kalau mereka akan mendukung kebutuhan kita? Kalau begitu, jawabanku ialah――

 

“Yah, aku tidak tahu. Setidaknya, belum.” (Miyama)

“………eh?” (Kusunoki Aoi)

“Yah aku berpikir kalau dia merupakan orang baik, kalau harus dibilang percaya atau tidak, lagipula mustahil untuk pulang. Tidak mungkin aku dapat mempercayai seseorang yang baru aku kenal kurang dari setengah hari. ……Namun, saat ini, aku rasa tidak ada orang lain yang dapat kita andalkan.” (Miyama)

“………Benar………juga.” (Kusunoki Aoi)

 

Yah, bukan berarti Lilia-san dan Lunamaria-san merupakan orang jahat, dia tidak berniat berbohong kepada kami. Aku sadar kalau aku telah di perlakukan dengan baik dan aku berterima kasih akan hal itu. Tapi jika ditanya apakah kau mempercayainya, aku tidak bisa menjawabnya.

Karena kita belum dapat berbicara dengan seseorang selain Lilia-san di dunia ini. Singkatnya tidak ada hal yang dapat dibandingkan. Karena itu aku tidak boleh lengah, karena aku tidak memiliki kepribadian yang optimis.

 

“……” (Kusunoki Aoi)

“……” (Miyama)

 

Keheningan yang terasa canggung. Apa yang sebenarnya ingin dikatakan Kusunoki-san?

 

“……Kenapa, kamu menyetujui untuk pergi berbelanja berduaan dengan Lunamaria-san?” (Kusunoki Aoi)

“Karena memang kebutuhan yang perlu dibeli, mungkin?” (Miyama)

“……Aku, takut. Di tempat yang tidak diketahui, kebaikan yang tidak mengharapkan sesuatu dari yang dibicarakan, aku sangat takut.” (Kusunoki Aoi)

“Tidak ada hal paling berharga dari kebebasan? Aku pikir itu wajar untuk tetap waspada?” (Miyama)

“……Kalau begitu, kenapa kamu sangat tenang? Meskipun aku mengenal Haruna-chan dan Mitsunaga-san, aku cukup merasa gelisah sampai bisa menangis jika aku tidak berhati-hati…… Bukannya aku mengatakan kalau Lilia-san berniat melukai kita, kamu tersesat di perkotaan, kan? Tiba-tiba menjadi sendirian di dunia lain, kamu tahu? Kenapa, kamu bisa setenang ini?” (Kusunoki Aoi)

“Yah, bukannya aku tidak merasa gelisah……” (Miyama)

“……Ada kemungkinan terluka bahkan mati…… Apakah kamu tidak pernah memikirkannya?” (Kusunoki Aoi)

 

Fumu, sepertinya Kusonoki-san kepikiran tentang diriku yang tersesat di hari pertama, terlebih lagi itu yang membuatnya menjadi gelisah.

Sebenarnya aku sangat menyadari hal itu, ketika aku terpisah, aku menjadi sangat kebingungan dan gelisah…… Meskipun aku membahasnya, itu hal yang sudah berlalu, mau bagaimana lagi.

Tapi jika dipikir lagi memang ada kemungkinan akan terluka dan paling parah bisa mati.

 

“Yah, itu hal yang sudah berlalu…… Lagipula, jika terluka atau mati— yah itu lagi ‘sial’.” (Miyama)

“……U, n?” (Kusunoki Aoi)

 

Akhirnya, Kusunoki-san melihat ke arah sini. Sepertinya matanya yang bergetar tercampur dengan sedikit rasa takut.

 

“Meskipun bukan isekai, ketika seseorang mati ya mati. Tidak peduli kamu menyayangi dirimu dengan kesehatanmu, entah itu orang baik atau jahat, jika sial ya mati. Ah, aku tidak bilang kalau aku ingin mati. Aku juga takut mati sih, aku pikir aku tidak mau mati…… Yah, ketika tidak ada harapan bukannya percuma, kan?” (Miyama)

“……” (Kusunoki Aoi)

“Ah, eto…… maaf. Mungkin aku mengatakannya berlebihan. Bukannya aku memaksamu untuk mengikuti cara berpikirku, aku rasa jangan terlalu dipikirkan hal yang sudah berlalu……” (Miyama)

“……Tidak, aku juga, maaf karena telah membuatmu mendengarkan hal aneh.” (Kusunoki Aoi)

 

U~n  dameda. Karena terlalu lama menyendiri, kemampuan berbicaraku terlalu rendah, aku tidak bisa menjawabnya dengan baik. Maitta na, dia juga seseorang yang akan kuhabiskan waktu bersama selama satu tahun, aku tidak ingin dianggap aneh atau lainnya……

 

“……Satu lagi, bolehkah?” (Kusunoki Aoi)

“Un?” (Miyama)

“……Miyama-san, selama satu tahun di dunia ini, apa yang akan kamu lakukan?” (Kusunoki Aoi)

“……” (Miyama)

 


Sebelumnya | Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻