My Death Flags Chapter 25

Oleh Alone of Nyx on February 25, 2018

― My Death Flags Show No Sign of Ending Chapter 25 Bahasa Indonesia ―


 

Chapter 25 ―

 

(PoV Cody) 

 

“Fuwa~a, kenapa kita harus melakukan patroli di saat seperti ini.” (entah)

 

Mengenakan sebuah baju besi yang diukir dengan lambang yang mewakili Knight Order, sayap hitam yang mirip dengan obsidian dan pedang perak, seorang pria di pertengahan usia dua puluhan bergumam lesu sambil menguap.

Bawahannya, yang mengikuti di belakangnya, mencacinya karena melihat dia bersemangat sama sekali.

 

“Karena ini sebuah pekerjaan, tolong jangan mengeluh, Pemimpin Regu. Bahkan aku tidak mau patroli di pagi hari.” (entah II)

 

Jarum jam saat ini sedikit melebihi pukul 5 pagi. Selain itu, patroli tersebut dimulai bersamaan dengan terbitnya matahari pada pukul 4 pagi.

Alasannya karena toko sudah buka dan ramai. Terutama toko-toko yang menyajikan alkohol.

 

Sekali dalam setahun, selama 3 hari saat turnamen bertarung berlangsung, hampir semua nelayan akan beristirahat sejenak dari kerjaannya, dan mereka akan minum alkohol sejak pagi hari agar bersemangat saat turnamen yang akan berlangsung.

Kota ini akan meluap dengan orang-orang mabuk, jadi akan sering terjadi pertengkaran dan ketertiban umum akan menjadi sedikit buruk. Patroli akan bertindak sebagai pencegah dan juga untuk menangani kasus-kasus seperti itu.

 

“Aku pikir kau tidak perlu begitu bersemangat hanya dikarenakan berlangsungnya festival.” (entah/komandan pasukan)

 

“Meskipun kau mengatakannya, kenapa kau mencoba untuk meminum alkohol?” (entah II)

 

Sang bawahan meraih pundak atasannya, Pemimpin Regu Cody, yang mencoba memasuki sebuah bar seakan itu hal yang biasa.

Dia menjadi informal dalam ucapan dan sikap terhadap atasannya di karena kan kepribadian Cody. Bukannya dia ada rasa hormat terhadap Cody.

 

“Ale memanggilku.” (Pemimpin Regu/Cody)

 

“Jangan tiba-tiba mengatakan hal bodoh dengan wajah yang serius.” (entah II/bawahan)

 

Bawahan Cody membawanya kembali ke jalur patroli seakan dia menyeretnya.

Tanpa bisa melakukan apapun, Cody hanya melihat bar yang menjadi semakin jauh. Tidak jelas posisi siapa yang lebih tinggi.

 

“Haa ……… Jadi, tidak bisa melakukan apapun selain melihat orang di sekitar minum alkohol akan terus berlanjut selama 3 hari lagi, ya …………” (Cody)

 

“Meskipun kau bilang begitu, Pemimpin Regu, bukankah kau lemah terhadap alkohol?” (Bawahan)

 

‘Selain itu, sangat menyebalkan kau selalu terlibat dalam pertengkaran sehabis minum’, terhadap bawahan yang menambahkan keluhan semacam itu, Cody menjawab.

 

“Bukannya aku suka minum alkohol. Aku suka menjadi mabuk.” (Cody)

 

Bagi Cody, minum ale merupakan alasan dan bukanlah tujuannya. Dia menyatakan kalau semuanya tidak masalah asalkan dia mabuk.

Mendampingi Cody untuk minum alkohol murah yang tak menimbulkan selera dan akhirnya terjebak dalam pertengkaran, baginya, itu tak tertahankan.

 

Selagi mereka berdua melakukan dialog yang tidak berguna tersebut, dari gang di depan mereka, mereka tiba-tiba mendengar suara seakan kaca pecah. Ditambah lagi, mereka juga mendengar jeritan seorang wanita dan suara keras.

Mereka saling memandang, dan kemudian, keduanya menghela napas dalam.

 

“Sepertinya sudah waktunya untuk bekerja.” (Bawahan)

 

“Astaga ……… Tidak bisakah mereka minum dengan cara yang lebih menyenangkan.” (Cody)

 

“Itu bukanlah sesuatu yang Pemimpin Regu dapat katakan.” (Bawahan)

 

“Diamlah. Nah, Robin-kun, mari kita kontrol situasi dengan wajah menakutkanmu yang membuat semua orang takut tanpa ada pengecualian.” (Cody)

 

Sambil berbicara, mereka berlari menuju arah suaranya. Berbelok di tikungan gang, mereka mendorong kerumunan orang untuk memastikan apa yang sedang terjadi. Dia mengabaikan Robin alias Robinson yang bergumam, ‘Tidak bisakah kau mengubah cara mengatakannya …………’, dibelakangnya.

 

“Baiklah, tolong permisi.” (Cody)

 

“Haah? Jangan dorong- !?” (…)

 

Orang kekar yang tinggal di lautan, berbalik untuk mengeluh kepada Cody, yang memaksa membuka jalan, dan setelah melihat ke belakangnya dia melihat wajah Robinson dan terhenti.

Sosok setinggi 190 cm dengan fisik yang berotot, dengan kulit gelap lebih kecokelatan dibanding nelayan. Mata abu-abu sanpaku ditambah dengan kemiringannya, wajahnya buasnya tampak seolah-olah dia mengintimidasi pihak lawan.

Dia jauh lebih menakutkan daripada monster-monster di sekitar sini.

 

Temperamen Robinson adalah lembut. Dia adalah tipe orang yang paling dirugikan karena penampilannya.

Tapi sering digunakan sebagai keuntungan saat ia bekerja sebagai ksatria. Jika musuh dengan mental lemah, mereka akan menjadi ketakutan begitu mereka dipelototi, dan dalam situasi seperti ini, jalannya tentu akan terbuka.

Bahkan saat ini, efeknya langsung terlihat. Sampai-sampai begitu mereka melihat kehadiran Robinson, kerumunan orang berpencar.

 

“Sungguh, sangat lancar saat Robin-kun ada di sini.” (Cody)

 

“Aku akan menerimanya sebagai pujian ……….” (Robin)

 

Seperti inilah, setelah Cody dan Robinson berjuang dan tiba di tengah kerumunan, ada seorang anak laki-laki dan laki-laki dewasa, dan juga orang yang menggeliat selagi mengepakkan kakinya sementara bagian tubuhnya dimasukkan ke dalam kendi air besar di depan sebuah toko

Bahkan saat Cody dan Robinson masih belum bisa memahami apa yang terjadi, anak laki-laki tersebut menarik keluar orang yang terjebak dalam kendi air. Sambil memandang rendah pada pria yang basah kuyup tersebut, yang terbatuk-batuk dan tersedak saat merangkak, anak laki-laki tersebut bergumam sinis.

 

“Bagaimana? Apakah kau sudah sedikit sadar?” (Harold)

 

Pria yang dengan panik menghirup udara tidak punya waktu untuk menjawabnya. Sebaliknya, pria satunya marah terhadap anak laki-laki tersebut.

 

“Kau sialan, apa yang kau lakukan!” (Penjahat A)

 

“Bukannya sudah jelas dengan melihatnya saja? Sepertinya bahkan kau tidak mengingat apa yang telah kau lakukan, jadi bagaimana kalau kau juga bermandikan air dingin sendiri seperti bajingan ini? Nah, jika kau waras sejak tadi, maka ini tidak ada artinya.” (Harold)

 

“Ngomong sesukamu …… ..! Aku tidak akan menunjukkan belas kasihan bahkan jika kau masih kecil!” (Penjahat A)

 

Mungkin karena dia terlalu mabuk, pria tersebut mendekati anak laki-laki sambil berlari mengangkat lengan kanannya, ingin memukul anak laki-laki tersebut.

Meskipun dia tahu dia tidak bisa melakukannya tepat waktu, Cody mengejar pria tersebut untuk menghentikannya. Dan dia melihat matanya.

Anak laki-laki tersebut yang sangat dingin.

 

Bahkan dengan pria yang ingin menyakitinya tepat di depan matanya, apalagi menunjukkan kejengkelannya, anak tersebut sepertinya tidak tertarik padanya. Dan tidak hanya itu, dia bahkan berhasil melihat Cody, yang dengan cepat mendekat dari belakang pria tersebut, dalam penglihatannya.

Dalam situasi ini, dia memiliki ketenangan dan keluasan penglihatan yang tidak mungkin bagi seorang anak-anak.

 

Matanya bertemu dengan mata anak laki-laki tersebut. Pada saat itu, mata tanpa emosi tersebut dicat oleh ekspresi terkejut, dan kemudian dengan kewaspadaan.

Tapi itu juga hanya sesaat. Anak laki-laki tersebut menghindari ayunan tangan besar pria tersebut dan mengarahkan siku ke perutnya.

 

Itu lebih dari cukup untuk membuat pria tersebut berlutut. Anak laki-laki tersebut, yang muncul dari sisi lain pria yang telah terjatuh, masih melihat ke arah Cody, memandang tajam padanya, bahkan saat dihujani tepuk tangan penonton di sekitarnya.

Berada di tengah rangkaian kejadian ini, Cody menyadari sesuatu.

 

(Jangan bilang, dia menyadari kekuatanku? Hanya dengan pandangan kami saling bertemu yang sesaat saja?)  (Cody)

 

Sikap tidak semangatnya, tidak menyukai kewajiban dan menyembunyikan kekuatan aslinya telah mempengaruhi Cody dan membuatnya puas dengan memiliki jabatan resmi Pemimpin Regu, namun kemampuan bertarungnya meskipun di dalam Knight Order, akan Jauh lebih cepat jika dihitung dari atas untuk mencapainya. Sampai dia bisa bertarung setara dengan orang yang kemungkinan besar akan menjadi kapten berikutnya dari Knight Order, Vincent Van Westerfort.

Jika ternyata anak laki-laki tersebut menjadi terkejut dengan kekuatannya dan terus waspada karena campur tangannya, Cody bisa mengerti reaksi anak laki-laki tersebut.

 

(Bahkan jika kekuatannya bisa mengalahkan pria besar dalam satu pukulan, hal yang mengejutkan adalah matanya yang jeli.) (Cody)

 

Untuk dapat secara akurat melihat apakah kekuatan lawan lebih tinggi atau lebih rendah dari pada diri sendiri hanya dengan melihatnya, orang itu sendiri harus memiliki kemampuan yang pasti. Sepertinya anak laki-laki tersebut sangat kuat.

Karena ingin menenangkan kewaspadaan anak laki-laki tersebut, yang masih mengamatinya dengan cermat, Cody mengangkat kedua tangannya dan menempelkan senyum lelah di wajahnya.

 

“Nah, mahir sekali. Onii-san terkejut.” (Cody)

 

Sosok dirinya yang tertawa, ‘Ha ha ha’, sangatlah busuk. Tapi mungkin karena anak laki-laki tersebut memutuskan kalau dia tidak ingin berurusan dengan Cody, dia mengurangi kewaspadaannya. Berpikir tidak ada salahnya untuk bertanya kepadanya mengenai kejadian ini, Cody terus berbicara.

 

“Maaf, tapi bisa tolong beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi? Bahkan kami baru sampai dengan berlari, jadi kami masih belum memahami situasinya.” (Cody)

 

“……… Hanya pemabuk yang bertengkar. Dan saat itu, salah satu dari mereka didorong ke arahku jadi aku hanya membalasnya.” (Harold)

 

“Begitu ya. Mengatasinya cukup berseni. Cukup bercandanya.” (Cody)

 

Mengingat kaki yang keluar dari kendi air, dia tertawa. Nanti, mungkin menjadi cerita lucu saat dia sedang minum. Anak laki-laki tersebut mencoba pergi karena tidak ada yang perlu untuk dibicarakan lagi.

 

“Ah, tunggu, tunggu! Kau tidak terluka, kan? Bahkan jika hanya goresan, jika kuman masuk itu akan mengerikan.” (Cody)

 

“Aku hanya berurusan dengan orang-orang yang bahkan tidak bisa membantuku pemanasan(i.e. Warn-up). Tidak ada masalah.” (Harold)

 

“Benarkah? Jangan anggap enteng. Jika kau menggerakkan badanmu sedikit, maka ada rasa sakit yang mungkin ……….” (Cody)

 

“Berisik. Jika kau ingin tahu tentang apa yang terjadi, tanya saja ke penonton. Atau, apakah kau ingin membuang waktuku dengan menanyakanku?” (Harold)

 

“Ah, kau menyadarinya?” (Cody)

 

Sebenarnya sekitar 20% untuk memahami situasi. Selebihnya karena dia penasaran dengan identitas anak laki-laki tersebut, dia ingin menyeret pembicaraan tapi berakhir dengan sia-sia. Melirik Cody yang dengan mudah mengakuinya, anak laki-laki tersebut pergi.

 

“Pemimpin Regu, harus di apa kan orang-orang itu?” (Robin)

 

“Ah, benar, tunggu bentar. Untuk saat ini, kita akan menunggu mereka pulih, dan sementara itu ……….” (Cody)

 

Sementara memberikan perintah kepada Robinson, Cody memikirkan anak laki-laki berambut hitam tersebut. Ketajaman dan cara dia bersikap, dan juga mental kuat bahkan dengan orang sekuat Cody di depannya, semua ini adalah kemampuan yang tidak dapat dipelajari jika dia tidak mempunyai pengalaman bertarung yang sesungguhnya. Seperti yang dia lihat, anak laki-laki berusia sekitar 12 sampai 13 tahun, tapi tidak diketahui dari mana dia menumpuk pengalaman semacam itu.

 

(Ada banyak poin yang aku ingin ketahui, tapi pertama-tama, ada baiknya memperhatikan turnamen bertarung. Sepertinya aku bisa melihat sesuatu yang menarik.) (Cody)

 

Dari kata-katanya yang mengatakan kalau mereka bahkan tidak mampu untuk menjadi pemanasan, kemungkinan dia berpartisipasi dalam turnamen bertarung hari ini sangatlah tinggi. Ketika dia memikirkan bagaimana pertarungan untuk divisi di bawah 13 tahun diadakan pada hari pertama, usia anak laki-laki tersebut juga sepertinya sangat cocok.

Pekerjaan yang tadinya membosankan, sebuah fragmen kesenangan muncul. Sambil memikirkan untuk mengingat nama anak laki-laki tersebut, Cody baru menyadari kalau ia lupa menanyakan nama anak laki-laki tersebut.

 

 

 

 

(PoV Harold)

 

(Aku panik! Aku benar-benar panik! Kenapa Cody berada di sini !?) (Harold)

 

Seolah kabur dari kerumunan, atau lebih tepatnya setelah benar-benar melarikan diri, Harold memasuki sebuah gang kosong dan memegangi kepalanya.

Alasannya karena seseorang yang baru saja dia temui, Cody. Sudah jelas karena Harold mengetahui namanya, merupakan tokoh yang muncul di dalam game.

 

Dia merupakan orang inti dari Tentara Bayaran 「 Friel 」 , yang terdiri dari para pengembara ……… tapi kadang-kadang dia akan muncul di depan kelompok pahlawan dan memiliki tujuan yang sama, dan kadang-kadang akan menggunakannya dengan cara yang baik― Dia adalah karakter yang tidak bisa dimengerti. Nah, pada dasarnya dia merupakan orang baik yang muncul di beberapa tempat dan memiliki peran menyelamatkan kelompok pahlawan.

(TL : フリエリ(Furieri) = Frieri/Friel)

 

Harold sudah mengetahui tentang latar belakang Cody merupakan mantan anggota Knight Order, jadi dia tidak terkejut melihatnya memakai baju besi tersebut, tapi dia bahkan tidak berpikir kalau dia akan bertemu Cody di tempat ini.

 

Karena keramaian kota dimulai saat matahari terbit, Harold telah membuka matanya saat jarum jam sedikit melewati pukul 4 pagi.

Sambil memikirkan suasana yang ramai dan gelisah, dia teringat akan festival universitas di saat dia masih kuliah, dan seolah-olah itu mengundangnya, kakinya berbalik ke arah kota.

 

30 menit setelah dia memikirkan untuk melakukan pemanasan beberapa saat menjelajahi Delfit, sebuah teriakan keras terdengar di telinga Harold saat dia berkeliaran di jalan pasar tanpa tujuan apapun. Ketika dia mengalihkan pandangannya ke arah asal suara tersebut, ada 2 orang yang saling memegang kerah masing-masing dan bertengkar. Karena perkelahian mereka, sebuah meja kayu terbalik, piring dan gelas di atasnya terjatuh dan hancur diiringi suara pecah.

Saat dia memikirkan kenapa mereka dipenuhi dengan semangat pagi-pagi sekali, dan ketika akan melewatinya karena merepotkan untuk menghentikannya, sesuatu terjadi.

 

Orang yang terdorong pergi jatuh ke arah Harold. Itu bukan masalah besar. Tidak masalah jika cepat-cepat menghindarinya dan pergi begitu saja. Ketika dia hendak melakukannya, dia menyadari ada seorang gadis kecil di belakangnya. Jika Harold menghindar, gadis tersebut mungkin tertimpa oleh pria tersebut.

 

Dan dari situ, tubuhnya tergerak sebelum dia sempat berpikir. Harold menyapu kaki pria tersebut, yang tidak seimbang dan terjatuh ke arahnya, sementara pada saat bersamaan dia mencengkeram pergelangan tangan pria tersebut dan memasukkannya ke dalam kendi air yang tidak ditutupi. Orang yang terbang di udara tidak bisa melawan.

Setelah itu, Harold menjadi melawan orang lain dan membalasnya setelah mengejeknya dengan kalimat sarkasme. Sampai di sini, Harold memiliki mental berpikir secara menantang, ‘Apapun yang terjadi, bodo amat’.

Dia sudah menyerah akan bisa di mulutnya yang setiap kali melontarkan ucapan ceroboh karena itu hanya akan membuatnya lelah.

 

Ketika Harold berpikir untuk menanganinya secepat mungkin, dia melihat Cody yang tiba-tiba datang dan pikirannya berubah menjadi kacau.

Karena itu, dia kehilangan ketenangannya dan secara tidak sengaja keliru menahan diri saat menggunakan sikunya.

 

(Maaf, aku berlebihan, paman yang namanya aku tidak tahu) (Harold)

 

Mengingat penampilan pria yang pingsan, Harold meminta maaf di dalam hatinya, dan setelah tiba-tiba menenangkan diri, dia menyadari kalau tidak perlu melarikan diri dari Cody.

Hubungan Harold dan Cody dalam permainan tidak dijelaskan. Pada saat permainan dimulai, Harold telah menjadi anggota dari Knight Order, dan Cody telah membentuk Friel. Meskipun mungkin adakalanya ketika mereka berdua menjadi anggota, itu sangatlah singkat.

 

(Bukannya, akan menjadi lebih mudah nantinya jika dia mengingat wajahku?) (Harold)

 

Karena ada kalanya Cody menemani kelompok pahlawan, jika Harold memiliki hubungan dengannya, Cody bisa menjadi sumber bagi Harold untuk mempelajari urusan dalam kelompok tersebut. Jika dia memikirkannya, tindakan sebelumnya mungkin terlalu terburu-buru.

Sambil memikirkan bagaimana membangun persahabatan dengan Cody saat bertemu lagi, Harold kembali ke penginapan untuk sarapan.

Saat dia tiba di depan penginapan, dia bertemu dengan Itsuki yang baru saja keluar.

 

“Selamat pagi, Harold-kun. Habis dari mana kau?” (Itsuki)

 

“Meninjau tempat.” (Harold)

 

Memang benar selagi berjalan-jalan, dia sempat melirik ke tempat berlangsungnya turnamen. Melihat stadium yang cukup besar, sejujurnya dia sedikit gugup.

 

“Sepertinya kau cukup bersemangat. Aku memiliki sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu.” (Itsuki)

 

“……… Apa ini?” (Harold)

 

Itsuki menyerahkan sesuatu yang dibungkus kertas. Sambil merasa curiga, ia mengupas pembungkusnya. Benda yang ada di dalam merupakan topeng yang menutupi dari atas hidung, seperti yang biasa di pesta dansa.

 

“Karena kau berpartisipasi sambil menggunakan nama samaran, aku berpikir kenapa tidak menyembunyikan wajah aslimu sekalian.” (Itsuki)

 

“Tidak mungkin aku akan mengenakannya!” (Harold)

 

Jawaban yang datang dari jiwanya langsung. Itu mungkin merupakan ucapan yang paling kuat sejak dia merasuki tubuh ini. Entah bagaimana baru-baru ini karakter Itsuki menjadi semakin tidak masuk akal. Ketika mereka pertama kali bertemu, Harold berpikir kalau dia adalah seseorang dengan penyakit siscon akut, tapi sebenarnya, dia memiliki sifat menyenangkan yang bisa dianggap sangat mirip dengan Erika dalam permainan.

Tapi ketika dia mempersiapkan barang semacam itu dengan wajah serius, Harold sangat meragukan apakah dia bercanda atau memang bodoh. Apakah dia benar-benar orang yang sama yang telah mengecoh Erika dan Harold tadi malam?

 

Harold, yang kecewa dengan topeng yang diberikan sebagai hadiah, akan langsung mengetahui kalau dia telah terdaftar di turnamen tersebut dengan nama yang sangat meragukan seperti 「 Mr.Lord 」 , dan sekali lagi akan bertengkar dengan Itsuki sebelum turnamen berlangsung.

Akibatnya, kegugupannya menghilang dengan kelelahan yang tak ada gunanya sebagai gantinya, dan dia berdiri di atas stadium untuk pertandingan pertamanya.

 

Panggung di tempat itu dikelilingi kerumunan besar dengan tatapan antusias dan sorak sorai mereka yang ditujukan kepada para peserta. Tekanan terasa seakan bisa mendorong secara fisik. Jika seseorang mengambil langkah keluar dari ruangan di mana peserta divisi di bawah 13 muncul, mereka pasti akan bermandikan dengan tekanan tersebut.

 

“Dan lawannya, dengan nama aslinya yang tidak diketahui, Mr.Lord-kun !” (Komentator)

 

Ketika nama terdaftarnya dipanggil, Harold naik ke atas panggung dengan langkah kaki yang berat. Meski ini aneh, satu-satunya yang menggunakan alias dari semua peserta hanyalah Harold, jadi dia semakin mencolok. Bahkan jika dia tidak ingin latar belakangnya diketahui, jika dia mengumpulkan perhatian karena hal itu, bukannya itu akan berdampak sebaliknya.

 

Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, Harold mendorong rasa malunya, dan seolah menghilangkan semua emosinya, wajahnya menjadi tanpa ekspresi. Meski penampilan seperti sedang berkonsentrasi pada pertandingan, jika seseorang melihat ke arah anak laki-laki tersebut dari dekat, mereka akan merasa seolah melihat keberadaan yang menakutkan.

 

Dan saat pertandingan akan dimulai, Harold melihatnya. Rambut pirang yang bersinar karena sinar matahari lebih panjang dari yang dia ingat, dan sekarang diikat dengan gaya ponytail, adalah gadis yang dia selamatkan 3 tahun yang lalu. Meski masih memiliki ciri kekanak-kanakan, masih terlihat bagian yang akan muncul 5 tahun kemudian yang hanya diketahui Harold, Colette Emerel ada di kursi penonton.

Colette juga menatap Harold dengan mata berwarna kastanye. Seolah melarikan dari pandangan tersebut, Harold mengalihkan pandangannya.

 

Dia benar-benar menyadarinya. Ketika melihat bagaimana Colette melebarkan matanya karena terkejut, Harold sangat yakin. Ini merupakan waktu terburuk untuk sebuah reuni dikarenakan Erika berada di sini. Jika dewa memang lah ada, dia ingin mengutuk kebusukannya.

 

(Ah, jika aku tahu akan seperti ini, akan lebih baik memakai topeng yang diberikan oleh Itsuki …… .. Mungkin itu akan menjadi hal yang sangat populer. Bukannya itu merupakan barang terkuat karena bisa menyembunyikan identitas seseorang sambil bisa mengundang tawa?) (Harold)

 

Harold, yang mengalami situasi gawat, untuk saat ini, berusaha melarikan diri dari kenyataan.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻