Re:Host My Death Flags Chapter 6

Oleh Alone of Nyx on November 14, 2017

My Death Flags Show No Sign of Ending Chapter 06 Bahasa Indonesia


 

Ini merupakan artikel dari Cyborg-tl, dikarenakan web tersebut down, jadi kami re:host di sini.

 

“Kalau begitu, aku pergi.” (Zen)

Setelah menerima perintah dari Harold, Zen segera bergegas keluar ruangan dengan penuh semangat. Kazuki tidak tahu kenapa Zen sangat antusias, ia memiringkan kepalanya bingung.

Semoga saja dia tidak membuat kekacauan, pikir Kazuki cemas.

Yah, jika aku mempercayai penilaian Norman, seharusnya dia juga tidak akan membuat masalah, Kazuki berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Setelah itu, ia memutuskan untuk mulai berlatih pedang yang nantinya akan menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Ini adalah dunia RPG. Di luar wilayah manusia, banyak monster berkeliaran dimana-mana.

Untuk bertahan hidup di dunia yang sangat berbahaya ini, sudah jelas ia harus mempunyai kekuatan yang cukup. Apalagi dirinya sekarang adalah Harold Stokes, yang di masa depan tidak akan luput dari berbagai pertempuran.

Kazuki ingin menghindari pertempuran sebisa mungkin, tapi itu mustahil jika berdasarkan cerita asli dalam game. Oleh karena itu, untuk mengantisipasinya ia muai berlatih pedang.

Ketika sampai di halaman belakang, sambil memegang pedang yang dibeli Zen dari Lietze, setelah memastikan tidak ada orang lain disekitarnya, ia mulai menerapkan menu latihan yang telah ia susun sendiri.

Menggenggam pedang dengan kedua tangannya, ia mulai mengayunkan pedang dari atas ke bawah, setelah itu dari kiri ke kanan. Setelahnya, ia kemudian melangkahkan kaki kanannya ke depan sebagai tumpuan, memutar badannya searah jarum jam, lalu mengayunkan pedangnya membentuk garis lurus dari sisi kiri.

Ini adalah kombinasi dasar yang biasa Kazuki gunakan dalam permainan,

Kazuki, yang bahkan tidak memiliki pengalaman dalam kendo, tidak bisa menilai apakah serangan ini benar-benar efektif dalam pertempuran atau tidak, tapi untuk saat ini, ia memutuskan untuk menggunakannya sebagai serangan pamungkas.

Satu bulan hampir berlalu sejak dia memulai latihan pedang, sekarang ia mulai terbiasa dengan tubuh barunya ini. Seolah-olah dirinya bukanlah Kazuki, tapi Harold Stokes.

Kalau dipikir-pikir, meskipun Harold adalah manusia rendahan dan seorang bajingan, berjuang sendirian di dalam penjara serta bertarung melawan partai pahlawan, dia adalah sosok yang cukup luar biasa. Jika aku terus berlatih dengan serius, mungkin aku bisa mendapatkan kekuatan yang tidak kalah dengannya.

“Berpikir seperti itu, membuat adrenalinku semakin naik.” (Harold)

Meskipun ia menghadapi situsi seperti ini, seperti yang diharapkan dari penggemar [Brave Heart], Kazuki tidak pantang menyerah.

Walaupun dia adalah karakter yang paling dibenci dalam permainan, Kazuki sangat bersemangat mengetahui jika ia bisa mempunyai kemampuan yang sama seperti dalam permainan.

Dengan semangat dan tekad sebagai pendorong, Kazuki perlahan-lahan terus mengayunkan pedangnya. Seorang anak kecil dengan mudah mengayunkan pedang ukuran orang dewasa, dari penilaian orang normal, ini terbilang aneh.

Pada awalnya, ia merasa kesulitan dalam mengayunkan pedang, tapi lama-kelamaan ia semakin terbiasa. Ditambah tubuhnya yang tinggi memudahkannya latihan, Kazuki bepikir, nampaknya anak yang dipanggil Harold sebenarnya sangat menakjubkan.

Dan begitulah, membudidayakan tanaman, berlatih pedang, dan menghibur kedua orang tuanya sudah menjadi rutinitasnya setelah satu bulan berlalu.

Sudah tiba saatnya dimana semua tanaman dalam pot tumbuh subur dan tinggi, Kazuki berencana membuat langkah selanjutnya.

Hari itu, Kazuki memanggil pria kurus berkacamata ke kamarnya. Dengan usia sekitar awal 30-an, mungkin karena tatapannya yang tajam, ia memberikan kesan dingin dan tidak berperasaan.

Nama pria itu adalah Jake, dia adalah orang yang bertanggung jawab mengurus keuangan keluarga Stokes. Walaupun dia biasanya memang tidak ramah, tapi sekarang ia jauh lebih pendiam dari biasanya.

Ada 3 orang yang telah menunggu di dalam ruangan. Pemilik kamar, Harold, pelayan senior, Norman, dan Zen.

“Duduk!” (Harold)

Kazuki segera menyuruhnya duduk. Norman, yang posisinya di samping Harold, menyerahkan dokumen yang berisi beberapa halaman untuk Jake, yang perlahan duduk di kursi.

“Kau, baca itu.” (Harold)

“Baik.” (Jake)

Jake bingung, tentang apa sebenarnya yang anak ini rencanakan.

Namun, setelah ia membuka dokumen dan mulai membacanya, sorot matanya berubah.

Apa yang tertulis di sana adalah rincian keuangan keluarga Stokes. Bagi orang biasa, ini akan menimbulkan sakit kepala karena banyaknya jumlah angka dalam dokumen, tapi bagi Jake, ini adalah makanannya sehari-hari.

“Apa ada kesalahan di sana?” (Harold)

” ….. Tidak, tidak ada.” (Jake)

Tidak salah lagi, ini adalah salinan lengkap laporan keuangan yang telah Jake susun sendiri. Diminta memeriksa dokumen yang telah ia kerjakan, mungkin alasannya dipanggil adalah untuk menerima tuduhan palsu- itulah yang terlintas dalam benaknya sekarang.

“Benarkah?” (Harold)

Tapi, tidak seperti dugaanya, Harold hanya mendesah kecewa. Tidak tampak seperti dia akan memarahinya.

“Beberapa tahun terakhir, keuangan keluarga Stokes semakin memburuk. Penyebab utamanya adalah pemborosan yang dilakukan kedua orang tuaku. Cadangan keuangan dari generasi sebelumnya ditambah pajak yang telah terkumpul tidak akan bertahan lebih lama lagi. Keluarga Stokes akan hancur, apa aku salah?” (Harold)

“Saya memang menyadarinya, dan itu adalah apa yang paling saya takutkan.” (Jake)

Jake tetap bicara tanpa ekspresi, tapi di dalam hatinya, ia sangat panik.

Dia heran, bagaimana anak ini bisa sangat sempurna dalam memahami isi laporan keuangan, tapi yang lebih ia khawatirkan, ia tidak bisa mengerti maksud dari pertanyaannya sama sekali.

Bagaimanapun, Harold adalah anak tertua sekaligus ahli waris, mengkritik orang tuanya sendiri, ia tidak bisa mengerti apa yang anak ini pikirkan.

Kebingungan, Jake lalu menatap Norman. Tapi dia hanya diam di samping Harold seolah-olah mengabaikannya.

“Meskipun situasi sekarang ini tidak terlalu berbahaya, suatu hari nanti, aku yakin keluarga Stokes dan rakyat tidak akan mampu bertahan lagi. Kehancuran keluarga Stokes sudah di depan mata.” (Harold)

“Tolong jangan mengatakan hal-hal seperti itu Tuan, jika ada orang lain yang mendengarnya, mereka akan berpikir bahwa Anda adalah pemberontak.” (Jake)

Untuk sekarang, Jake memilih untuk cari aman.

Namun dari sudut pandang Kazuki, ia tidak memikirkan hal-hal jahat seperti mencuri semua warisan atau berencana menjadi kepala keluarga selanjutnya. Dia bahkan tidak keberatan jika keluarga Stokes hancur seperti cerita dalam permainan. Jake telah salah paham.

“Hn.. Akan tetapi, untuk rakyat terutama para petani, jika hasil panen tidak juga meningkat, sangat jelas kita akan bangkrut.” (Harold)

Jake tidak bisa merespon. Karena memang benar bahwa pertanian di wilayah Stokes akhir-akhir ini mulai menurun. Karena tarif pajak yang tinggi, banyak warga yang sudah mulai meninggalkan wilayah Stokes, terutama para petani kecil.

Jika hal ini tidak berhenti, pemasukan dari setiap kawasan pertanian akan terus menurun. Jika sudah begitu, tidak ada pilihan lain kecuali menurunkan tarif pajak. Tapi, mengingat sikap Kepala keluarga Stokes saat ini, rasanya mustahil dia akan melakukanya. Yang ada, malah akan semakin memperparah dengan terus meningkatkan pajak.

‘Apa Harold-sama sudah mengerti sampai sejauh itu?‘ (Jake)

Bagaimanapun, ini bukanlah perkara yang anak usia 10 tahun bisa mengerti. Biasanya, seseorang bahkan akan sulit untuk bisa memahami laporan keuangan dengan benar. Tapi, anak laki-laki di depannya ini, seolah-olah ia tidak cocok dengan usianya.

“Itu sebabnya aku memanggilmu. Aku akan menyerahkan pemeriksaan kawasan pertanian padamu.” (Harold)

“Apa maksud Anda?” (Jake)

“Zen!” (Harold)

“Baik” (Zen)

Menanggapi panggilan Harold, Zen segera membuka jendela yang terhubung ke balkon, lalu mengambil keranjang berisi groot merah. Dengan suara ‘gedebuk’, keranjang ditaruh di depan Jake. Sekali lagi, ia tidak mau ketinggalan eksis.

“Um, ini …..” (Jake)

“Sekarang, tanpa mengatakan apapun, cobalah groot merah ini, Harold-sama sendiri yang menanamnya lho!!” (Zen)

“Kau terlalu banyak bicara. Apa kau sudah bosan hidup?” (Harold)

“Maaf!” (Zen)

“Harold-sama yang menanamnya?” (Jake)

Jika harus jujur, yang sebenarnnya ingin ia tanyakan adalah “Mengapa?”. Dia tidak tahu kenapa Harold membudidayakan sayuran di kamarnya dan bahkan memintanya untuk memakannya.

Jake perlahan mengambil groot merah, memakanya dengan perasaan was-was.

” …. M, manis?” (Jake)

“Benarkan?” (Zen)

“Kenapa malah kau yang senang?” (Harold)

Melihat Zen yang tidak menunjukan hormat pada Harold, Jake merasakan perutnya mulai sakit. Tapi bukannya menegurnya, Harold hanya memegang pelipisnya seolah ia tidak mempermasalahkannya.

“Kembali ke topik, sesuatu yang kau makan barusan, aku menanamnya dengan metode yang aku kembangkan sendiri. Aku perlu bantuanmu untuk menyebarkan metode ini.” (Harold)

“Mengapa harus saya?” (Jake)

“Untuk menerapkan metode ini, akan memakan biaya, dan tergantung pada situasinya, peralatan khusus mungkin juga diperlukan. Aku memilihmu, karena kau yang paling mengerti mengenai keuangan keluarga Stokes. Ditambah kau juga petugas pemeriksaan, secara alami kau juga mengerti situasi lapangan saat ini.” (Harold)

Tentu saja, menghitung biaya dan peralatan yang diperlukan, dan orang yang paling mengerti kondisi lapangan saat ini, Jake adalah pilihan yang paling tepat.

Masalahnya, apakah dengan menyebarkan metode ini bisa membuat hasil pertanian jauh lebih baik? Dibandingkan dengan komoditas normal, groot merah mempunyai banyak kelebihan. Bisa ditebak jika ini sudah dipasarkan, permintaan akan membludak.

Akan tetapi, jika biaya produksi sama atau lebih tinggi dari harga pasar, hal itu tidak akan ada artinya. Jika lebih tinggi, mungkin akan banyak para petani yang sudah kehabisan modal sebelum panen tiba, ini merupakan masalah besar.

“Sepertinya kau masih memikirkannya.” (Harold)

Menatap Jake, yang tetap diam setelah diminta melakukan suatu pekerjaan. Bukannya marah, Harold malah menatapnya kagum.

Bagi Kazuki, Daripada seseorang yang setuju melakukan suatu pekerjaan karena tekanan dari atasannya, ia lebih memilih orang yang memutuskannya atas kehendaknya sendiri.

Kazuki hanya tahu gambaran kasar peristiwa yang akan terjadi dalam permainan, dibandingkan dirinya, orang-orang seperti Jake dan Norman, yang memiliki pemahaman yang luas, sangat ia butuhkan.

“Jika hal ini bisa memperbaiki situasi sekarang, saya bersedia membantu. Tapi …” (Jake)

“Karena ayah iyakan? Jika itu dia, setelah mendengar ini kemungkinan dia akan memarahimu, dan bahkan dalam kasus terburuk, mungkin kau juga akan dijebloskan ke penjara.” (Harold)

Mendengar kata-kata ini, tubuh Jake langsung gemetar, dia berpikir-‘Sesuai dugaan, bagaimanapun dia adalah anak orang itu.’ Tapi untuk beberapa alasan, Norman dan Zen hanya tersenyum.

” ….. Hmm, itu reaksi yang wajar. Jika kau begitu mudah menyetujuinya tanpa meminta penjelasan secara rinci, ini hanya akan manambahkan satu lagi Zen yang baru, itu malah akan membuatku semakin cemas.” (Harold)

“Hey, apa artinya itu?” (Zen)

“Itu berarti bahwa kau juga harus menggunakan kepalamu, dasar bodoh!” (Harold)

“Kau mengerikan ….” (Zen)

Mengabaikan Zen yang begitu mudah tertekan, Kazuki meneruskan percakapan. Dari sini, masalah yang sebenarnya baru dimulai.

“Baiklah, biarkan aku menjelaskannya. Benda ini akan menjadi kuncinya.” (Harold)

Sambil menunjukan botol Life Potion, Harold mulai menjelaskan semuanya pada Jake. Rencana Kazuki seperti ini,

Metode pertanian dengan menggunakan Life Potion, untuk sementara kita sebut dengan metode pertanian LP. Saat ini, ada 3 jenis sayuran yang telah diuji, hasil dari ketiga percobaan itu adalah memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan rasa yang lebih manis.

Metode ini tidak akan langsung diuji pada semua perkebunan secara serentak, tetapi akan diterapkan pada skala kecil terlebih dahulu agar meminimalisir kegagalan.

Selama bulan ini, Harold telah berulang kali melakukan pengujian, dan hasil yang paling jelas adalah, budidaya dengan metode pertanian LP memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat.

Orang bisa menyebutnya aneh. Dalam kasus groot merah sebagai contoh, dalam keadaan normal, groot merah biasanya dipanen paling singkat 2 bulan sejak ditanam. Tapi jika diberikan Life Potion, hanya membutuhkan 5 sampai 7 hari waktu yang dibutuhkan hingga panen.

Bahkan dalam permainan, jika pemain menanam benih lalu ditinggal semalaman, keesokan harinya sudah bisa dipanen. Tapi sesuai perkiraan, tidak ada hal seperti itu di dunia ini.

Kesimpulannya, dengan kecepatan pertumbuhan seperti ini, bahkan jika itu ladang yang kecil, akan tetap memberikan keuntungan.

“Panen bisa dilakukan dalam 5 hari!?” (Jake)

Karena pernyataan yang terlalu mengejutkan, bahkan Jake yang biasanya tenang tanpa sadar menaikan suaranya. Bagaimanapun, ini adalah penemuan yang revolusioner.

“Tapi, karena kecepatan pertumbuhan terlalu pesat, metode seperti ini perlu kita batasi.” (Harold)

“Kenapa?” (Jake)

“Karena jika barang murah berkualitas tinggi muncul dalam jumah besar, kemungkinan harga pasar akan jatuh. Hal ini hanya akan menyebabkan pertanian di luar wilayah Stokes semakin hancur.” (Harold)

Hal ini bukan tanpa alasan, jika produk yang sama bersaing di pasaran, hal itu hanya akan membuat produk yang ditanam tanpa menggunakn metode pertanian LP malah akan semakin jatuh.

Jika Kazuki ketahuan menyebarkan metode ini di wilayah Stokes, hal ini hanya akan membuatnya dibenci orang lain.

Sebaliknya, jika itu orang tuanya, mereka hanya akan memonopoli metode pertanian LP untuk kepentingan mereka sendiri.

Maka dari itu, Kazuki berniat memulainya dari ladang kecil, setelah masalah keuangan teratasi, baru akan secara bertahap menerapkanya pada skala yang lebih besar. Dan ada kemungkinan juga metode ini akan diterapkan pada tanaman lain juga.

Saat ini, sudah diketahui bahwa dengan perbandingan 1:1 yang terdiri dari air dan LP berlaku untuk tanaman groot merah dan umbi bell, dan perbandingan 7:3 berlaku untuk bluna dengan 7 untuk air dan 3 untuk LP, menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan rasa yang enak.

Kazuki pernah mencoba menggunakan takaran 100% LP pada tanaman bluna dengan hasil: ditanam di pagi dan bisa dipanen sore harinya. Tapi ini kegagalan, kerana saat Zen membawanya ke dapur, mereka menggatakan bahwa rasanya tidak enak.

Kesimpulannya, tergantung pada takaran air dan LP, hal itu juga akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan tanaman dan rasanya. Jika metode ini juga diterapkan pada tanaman lainnya, pertanian di wilayah Stokes juga akan stabil.

“Biasanya, hal seperti ini akan dimulai dengan membentuk tim ahli, tetapi ….” (Harold)

Untuk mewujudkan hal ini, pertama ia harus membicarakanya dengan ayahnya. Tapi dari gambaran orang tuanya, yang dibutakan oleh harta, Kazuki tidak berpikir ini adalah pilihan yang tepat.

Dia tidak ingin menimbulkan kebencian antara dirinya dan para petani dan juga bangsawan lainnya. Walaupun ia tidak bisa menyembunyikan metode ini sampai akhir, ia masih ingin memperbaiki kehidupan para para petani di wilayahnya sampai mereka bisa mandiri.

Dia tidak peduli seberapa sakit kepalanya, sebisa mungkin ia ingin menghindari bendera kematian. Kazuki tidak punya pilihan lain.

Setelah menjelaskan panjang lebar, ia baru sadar, Jake yang berada di depannya melongo dengan mulut terbuka lebar, begitu pula dengan Norman, dan Zen, dia telah tertidur pulas. Sebenarnya, ia tidak mengharapkan apapun dari Zen, tapi kedua orang ini, apakah mereka baik-baik saja?

“Aku akan menegaskan satu hal. Aku tidak memerlukan jawaban ‘Ya’. Jika kau menemukan poin yang aneh, tanpa kecuali, jangan ragu mengatakannya, apa kau bisa?” (Harold)

Kazuki memberikan semacam perasaan di hati Jake dan Norman.

Menemukan metode budidaya yang yang bisa membalikan tonggak sejarah pada usia semuda ini, memiliki kecerdasan untuk keluar dari masalah politik dengan rencana yang masuk akal. Selain itu, ia tidak berbangga diri dan malah terbuka untuk orang lain, ia menerima saran agar memperbaiki dirinya sendiri.’

Bahkan, ia tidak mementingkan uang ataupun kehormatan, ia lebih memilih menyelamatkan orang-orang.

-Harold adalah anak yang dilahirkan untuk berdiri di puncak.

Intuisi dan keyakinannya, memancarkan karisma dimana orang lain bersedia mengikutinya.

“Kalau begitu, aku akan memastikannya sekali lagi. Jake, apa kau bersedia menjadi tangan dan kakiku?” (Harold)

“Saya bersedia mengerahkan segenap kemampuan saya demi Harold-sama” (Jake)

“Jika kau ingin berguna, lakukan itu untuk rakyat, bukan untukku. Mereka lemah, mereka tidak akan bertahan lebih lama jika kita tidak melakukan ini.” (Harold)

Tetap sombong sampai akhir tapi selalu berjuang untuk yang lemah. Dengan cara itu, ia membuat orang lain kagum.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


 

Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻