My Death Flags Chapter 1

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

(Gashan)

Sebuah suara bernada tinggi bergema di dalam ruangan.

Kebisingan, yang akan membuat seseorang menutup telinga mereka dengan kedua tangan mereka secara refleks, dikarenakan oleh seorang pria, yang tampaknya berusia pertengahan 30-an, tumbuh jenggot kaisar, memegang tongkat yang bersinar dengan kilauan hitam, dan mengenakan seragam militer berkerah tinggi. Dia telah memecahkan vas besar, sekitar 1 meter, dengan tongkat digenggaman tangan kanannya.

Kelopak putih berkibar ke bawah, selagi air mengalir menyebar ke sebuah karpet merah tua.

 

「Bagaimana kau akan bertanggung jawab akan hal ini?!」

「Saya sangat menyesal! Mohon maafkan saya……!」

 

「Jangan bercanda, kau wanita lemah!」

 

Wajah pria itu diwarnai dengan kemarahan. Ungkapan, ekspresi jahat, menunjukkan bentuk wajahnya dengan sempurna dalam situasi saat ini.

Seperti api mengamuk, dalam kemarahannya, yang seolah-olah itu tidak dapat dipuaskan hanya dengan menghancurkan vas, ia menggunakan bahasa kasar untuk memaki pelayan di depannya, yang sedang berlutut, menunduk ke bawah dan menawarkan kata-kata permintaan maaf sambil menangis.

 

Di situ juga ada seorang wanita muda, mengenakan gaun gemilang, memeluk seorang anak muda dan melihat pelayan dengan delaan di matanya, di samping pria itu. Sepintas, tampaknya seolah-olah pria dengan seragam militer dan wanita bergaun menganiaya seorang pelayan secara lisan.

Memahami kondisi saat ini, Hirasawa Kazuki menyimpulan.

 

(…… Mungkin, ini adalah peristiwa dalam permainan?)

 

Ini mungkin tampak seperti sebuah kesimpulan membingungkan dan gila, tapi ada alasan dicapainya kesimpulan ini — Kazuki mengenali tokoh dan adegan ini.

Saat ini, urutan argumen berlangsung di depannya memiliki kemiripan dengan adegan di single-player RPG — 「Brave Hearts」, yang dijual beberapa tahun yang lalu.

 

Dia mampu mengingat hal itu langsung karena ia adalah seorang penggemar permainannya, dan tidak ada alasan lain. Bahkan jari pada kedua tangan tidak cukup untuk menghitung berapa kali ia menyelesaikan permainan tersebut.

Tidak mungkin salah, karena dialog karakter dalam setiap adegan kurang lebih hafal.

 

Pria dengan seragam militer dan wanita bergaun adalah orangtua dari karakter yang muncul dalam permainan, dan pelayan yang memohon ampun sambil menangis adalah ibu dari karakter utama dari permainan.

 

Memahami kodisi sampai di sana, Kazuki, yang dipeluk oleh wanita dengan gaun sejak tadi, jatuh ke dalam keadaan kebingungan bukan main dan terhenti.

Kenapa karakter permainannya bergerak; sejak awal, apa ini kenyataan; ada sesuatu yang terjadi pada tubuhku.

 

Pikirannya berlomba dengan setiap pertanyaan yang muncul.

Tiba-tiba dijatuhkan ke tempat kejadian konflik, membuat pemahamannya tidak bisa mengejar, satu hal yang jelas.

 

(Akan menyusahkan jika aku terlempar ke suatu peristiwa menyedihkan tiba-tiba !?)

 

Demi pendapat yang berbeda, jika adegan saat ini untuk menelusuri skenario permainan, maka sang pelayan, kehidupan Clara dalam situasi yang sangat genting.

Berdasarkan pengalaman Kazuki, bisa ditebak ini adalah suatu peristiwa di mana sang pelayan dibunuh. Kehidupan Clara diambil alih oleh Harold, anak laki-laki dari pria dengan seragam militer.

 

(Dimana Harold, karakter sangat penting? Jika aku tidak salah, dalam adegan ini, ibu cemasnya ……… eh, tidak mungkin)

 

Dan kemudian, Kazuki menyadari fakta yang datang sebagai pukulan telak — Bahwa posisi saat ini sama dengan Harold.

Perasaan tidak nyaman tertentu bangkit seperti berhubungan. Itu adalah kekhawatiran tentang ketinggian sudut pandangnya.

Meskipun ia berdiri tegak pada kedua kakinya, sudut pandangnya lebih rendah.

 

Adegan peristiwa ini diperlihatkan sebagai cerminan dari masa lalu dalam cerita. Usia tepat nya tidak diketahui, tapi pada kejadian itu, Harold adalah seorang anak berumur sekitar 10 tahun.

Berbagai faktor memunculkan kebetulan yang tidak menyenangkan.

 

(Mungkin, aku telah menjadi Harold ……?)

 

Itu adalah pemikiran tidak masuk akal yang memukulnya. Itu bukan disebabkan karena tidak ada buktinya. Tapi saat itu kemungkinan melewati kepalanya, menggigil berlari menuruni tulang punggungnya.

 

(Tidak, tidak, apa yang aku katakan. Ini adalah mimpi, jika aku berpikir secara normal.)

 

Seakan melepaskan sebuah firasat tidak menyenangkan, ia meyakinkan dirinya. Itu adalah jawaban paling pas yang dapat diterima menurut akal sehat.

 

Tidak peduli seberapa putus asa alasannya mengklaim kalau ini adalah mimpi, kehangatan di kirimkkan dari pelukan, suara marah mengejutkan telinganya, membawa perasaan nyata, menjerit di ke-lima indra Kazuki. Tidak peduli seberapa banyak ia menyangkal hal itu, sama sekali tidak bisa itu dianggap sebagai mimpi.

 

(Baiklah, karena aku tahu kalau ini bukan mimpi, seperti yang diharapkan, apakah ini dunia game? Tidak munkin ……… tapi perasaan ini sangat nyata, hanya dapat dianggap sebagai …… ..tapi tetap saja, dunia dalam permainan …… .Jika berpikir seperti itu, bukankah Clara-san akan mati !?)

 

Dicabik-cabik antara pikiran yang saling bertentangan dari penalaran dan nalurinya, Kazuki hanya bisa bertindak seperti idiot. Dia ingin berhenti berpikir, karena pikirannya itu berulang kali hanya berputar-putar.

 

Seolah-olah itu terputus dari kemauannya, tubuhnya bergerak berlawanan dengan pikirannya. Mengibas lengan ibunya, kakinya melangkah maju, langkah demi langkah.

 

「Tidak ada manfaat mendengarkan kau mengemis untuk hidupmu. Darah yang rusak, aku akan secara pribadi membersihkannya. 」

「Ayah, tunggu. Percayakan eksekusi wanita ini kepadaku」

 

Pria itu telah mengambil pedang yang tergantung di dinding, siap untuk menebas sang pelayan. Dari belakangnya, Harold mengucapkan kata-kata menahannya.

 

Kazuki hafal dengan kalimatnya karena ia telah melihatnya pada layar.

Dia berbicara dengan dialog yang tidak bersuara dalam permainan aslinya, dalam suara Harold, yang ia sudah terbiasa. Ikut campur pada saat itu tidak sepenuhnya hanya niatnya.

 

「Kepadamu? Apa yang ingin kamu lakukan? 」

「Baru-baru ini, aku belajar magic baru. Biarkan dia menjadi kelinci percobaan untuk menguji itu. Daripada mengotori ruangan dengan darah spesies rendah seperti ini, bukankah itu lebih baik penggunaannya? 」

 

Dia mengetahui kalau sudut-sudut bibirnya naik. Bertentangan dengan perasaan Kazuki, senyum jahatnya mengapung.

Ini muncul bahkan tanpa berkata, tapi Kazuki bahkan tidak memiliki sedikit pun rasa puas untuk mengekspresikan senyumnya. Ditempatkan dalam situasi yang tidak bisa dimengerti, tubuhnya menjungkirbalikkan kehendaknya dan mengambil tindakan sendiri adalah teror tak tertahankan baginya.

 

Kazuki tidak pernah menumpuk kelimpahan pengalaman hidup untuk berpikir cepat dalam situasi seperti ini. Seseorang yang bisa beradaptasi dan menghadapi situasi seperti itu, melampaui apa yang dapat disebut sebagai tenang atau terampil dan hanya dapat disebut sebagai orang aneh.

Untungnya atau sayangnya, Kazuki tidaklah aneh.

 

Tapi jika dilihat dari sudut yang lain, ini berarti aliran peristiwa dapat diubah.

 

「Hohou, mungkin menjadi lucu juga. Sampai saat itu, lempar wanita ini ke ruang bawah tanah! 」

 

Begitu Seragam Militer mengangkat suaranya, seketika prajurit tiba dan menyeret Clara pergi dengan memegang tangannya. Kazuki hanya bisa melihat bentuk tubuhnya pergi.

 

「Darah campuran kotor. Meskipun ia dipekerjakan setelah aku kasihan padanya, ketika diminta untuk melakukan sesuatu, dia tidak bisa melakukan bahkan satu hal dengan benar. 」

「Lagipula, dia adalah spesies rendah. Harold ingin menguji sihirnya, jadi dia mungkin berguna. 」

 

「Humph, itu juga benar.」

 

Seakan melihat sebuah benda yang kotor, mata mereka tidak berniat menyembunyikan rasa jijik mereka. Pasangan yang sudah menikah ini bahkan tidak menganggap pelayannya, Clara, sebagai manusia.

Dalam keadaan normal, ke arah ini, Kazuki akan menyatakan ketidaknyamanannya.

 

Namun, karena pandangannya telah diperpendek karena kekacauan, ucapan dan perilaku pasangan yang menikah tidak mencapai telinganya. Bahkan jika itu telah sampai kepadanya, ia tidak akan menerimanya dengan baik.

 

Dia telah terjatuh sampai mabuk selama beberapa menit. Jangankan lingkungannya, sejak saat itu, percakapan seperti apa dan dengan siapa, bagaimana ia mencapai lokasi ini, tidak ada satu pun yang diingatnya.

Ketika ia akhirnya sadar, Kazuki berada di sebuah ruangan, yang ia tidak memiliki kenangan apapun terhadapnya, beristirahat di sofa seseorang, dengan tatapannya berkelana ke ruang kosong.

 

「……Dimana ini? Apakah ini ruangan Harold? 」

 

Ketika bergumam dengan suara tak’ berdaya, tanpa tujuan, ia melihat sekitar di dalam ruangan dengan mata berenang.

Karena tidak muncul selama permainan, bagian akurat tidak diketahui, tetapi dari perasaan yang dia dapatkan dari melihat lebar ruang, tempat tidur berpayung, sofa ia beristirahat, dia bisa menebak ruangan milik siapa ini.

 

Di sudut ruangan, ada cermin yang tingginya lebih besar dari laki-laki ini. Kazuki menelan ludah, dengan gemaan suara tajam dari tenggorokannya.

 

Berdiri setelah menempatkan semua kekuatan ke dalam lututnya yang gemetar, dia berjalan menuju ke cermin dengan langkah gemetaran.

Untuk mengkonfirmasi hipotesisnya. Sambil berdoa kalau hipotesisnya salah.

 

Saat ia mendekati langkah demi langkah, detak jantungnya bertambah keras dan napasnya juga menjadi cepat dan dangkal. Namun, Kazuki tidak menghentikan langkahnya.

Dan akhirnya, ia berdiri di depan cermin. Dia perlahan-lahan mengangkat wajahnya, dari posisi di mana kepalanya rendah membungkuk dan hanya bisa melihat ujung kakinya.

Menghadapi cermin sepenuhnya, ia membuka kelopak matanya yang tertutup dengan erat. Orang yang tercermin dari permukaannya, tidak diragukan—

 

「Ini bohong, kan …….」

 

Dengan kejam tergambarkan, sosok Harold dengan penampilan masih muda.

 


Daftar Isi | Chapter Selanjutnya


Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)