Re:Host My Death Flags Chapter 10

Oleh Alone of Nyx on November 15, 2017

My Death Flags Show No Sign of Ending Chapter 10 Bahasa Indonesia


 

Ini merupakan artikel dari Cyborg-tl, dikarenakan web tersebut down, jadi kami re:host di sini.

 

Sore hari, di saat Kazuki membaca laporan yang ditulis oleh Jake, Hayden yang telah kembali ke rumah memanggilnya. Mendengarkan pelayan yang menjemputnya, tidak ada pilihan lain, diapun melangkahkan kakinya ke ruang studi Hayden.

Melihat Hayden yang telah menunggunya, firasat buruknya semakin menjadi-jadi. Alasannya, karena Hayden yang biasanya berwajah galak, sekarang tampak dalam suasana hati yang bagus. Dia yang pertama memulai percakapan segera setelah Harold memasuki ruangan.

“Bergembiralah, Harold, ayah punya berita bagus.” (Hayden)

“Berita bagus?” (Harold)

Meskipun Kazuki tahu apa yang akan Hayden katakan, dengan sikapnya yang pertama memulai percakapan, tetap saja dia heran.

“Sepucuk surat datang dari Tasuku-dono hari ini. Untuk sementara waktu, Erika-jou akan tinggal di kediaman Stokes.” (Hayden)

Sesuai dugaan– pikir Kazuki.

Fakta bahwa Erika dari awal berniat menumpang di rumah ini, mereka pasti memiliki motif tertentu. Tapi tetap, Kazuki berusaha menentangnya.

“Aku tidak setuju tinggal bersama gadis itu.” (Harold)

“Tidak perlu malu. Lagipula, hubunganmu dengan Erika-jou sudah secara resmi diakui kedua keluarga.” (Hayden)

Tapi Hayden salah paham mengiranya malu. Mungkin karena terlalu gembira, ia sampai tidak memperhatikan kata-kata Harold dengan benar. Meskipun Kazuki bersikeras menolak, pada akhirnya ia setuju menyambut Erika walaupun ia tidak suka.

Keesokan harinya, ia pergi ke gerbang masuk bagian timur yang menghubungkan kediaman Stokes dengan jalan raya untuk menyambut Erika.

Rencananya mereka tiba pagi ini, tapi karena mereka sudah menununjukan diri kemarin, kemungkinan mereka menginap di hotel terdekat. Kazuki yang sedang dalam suasana hati yang buruk terus terguncang dalam kereta.

(‘Bukankah ini terlalu cepat?”

Meskipun seharusnya perjalanan satu arah menghabiskan waktu 6 sampai 7 hari, dengan mereka tiba hari ini, kemungkinan mereka tidak berniat mendengarkan jawaban atau sudah tahu bahwa Hayden akan mengizinkan mereka tinggal. Tapi ada satu hal yang pasti, peristiwa ini tidak ada dalam cerita asli dan penyebabnya adalah surat yag ditulis oleh Kazuki.

Dengan kata lain, Kau menuai apa yang Kau tanam. Memikirkan itu dengan perasaan tertekan, tanpa terasa kereta sudah sampai di pintu gerbang bagian timur.

Ketika ia turun dari kereta dengan langkah berat seolah-olah ada belenggu yang mengikat kakinya, Erika dan seorang wanita yang berada dibelakangnya berdiri di sana.

“Disambut oleh Harold-sama secara pribadi, sungguh merupakan suatu kehormatan.” (Erika)

“Ha, meskipun bukan itu maksudmu yang sebenarnya.”(Harold)

Mulut ini, bahkan sampai sekarang tidak berhenti membuat masalah. Setelah 3 bulan terbiasa, Kazuki mulai memuji variasi cibiran mulut barunya ini yang tiada habis-habisnya.

Sambil memikirkan hal itu, Kazuki mengalihkan pandangannya pada seorang wanita di belakang Erika.

Usianya sekitar 20-an, dengan pita putih besar mengikat rambutnya yang berwarna coklat, terurai sampai pinggang, memberikan semacam kesan.

“Siapa itu?” (Harold)

“Juno, pelayanku. Dia yang bertugas memenuhi semua kebutuhanku selama berada di sini.” (Erika)

“Saya Juno.”

Memperkenalkan dirinya, ia membungkuk. Dengan suaranya yang lembut, menandakan ia adalah sosok wanita yang kalem. Dan Kazuki tidak mengenalnya. Artinya ia tidak muncul dalam cerita asli permainan.

“Aku ingatkan sekali lagi, aku tidak ada waktu untuk menemanimu atau apa. Tinggal di sini adalah keputusanmu, tapi ingat kau harus melakukan apa yang aku katakan.” (Harold)

Karena dia tidak tahu tujuan mereka ataupun identitas sebenarnya Juno, Kazuki melakukan pencegahan.

Pengunjung yang datang bersamaan dengan akan dilaksanakannya penerapan metode pertanian LP, Kazuki sebisa mungkin berusaha menyingkirkan faktor yang tidak diinginkan.

Kedua orang itu menerima kata-kata tajam Harold tanpa menyeruakan keberatan sama sekali.

“Aku akan mengingatnya.” (Erika)

“Dipahami!.” (Juno)

(Jika kau serius mengerti …. Tidak bisakah kalian pulang sekarang?)

Meskipun Kazuki mengeluh tentang hal ini, Erika yang datang atas persetujuan Hayden, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membuatnya pulang. Pilihan yang paling bijak adalah berusaha menghindari mereka.

Akan tetapi, mustahil harapannya akan terkabul begitu mudah.

Kazuki, yang kembai ke rumah bersama mereka berdua, dalam keheningan terus diserang oleh kata-kata kejam.

“Untuk menunjukan rasa terima kasih kami sebelumnya, kita akan berkeliling kota besok. Karena mengawal seorang wanita juga merupakan kemampuan yang dibutuhkan seorang bangsawan, tidak ada ruginya bagi Harold-kun untuk memulainya dari sekarang.” (Hayden)

Tidak perlu dikatakan, ini adalah saran Hayden. Jujur, ini sangat merepotkan. Tapi karena Erika adalah Erika, ia menjawab:

“Terima kasih atas perhatian Anda.” (Erika)

Seolah-olah ia menunjukan sikap baik, Harold saat itu kehilangan kata-kata.

Menenangkan dirinya dengan berjalan-jalan karena masalah yang disebabkan Erika sepanjang hari ini. Kazuki sepertinya sudah melewati pembatas yang disebut Harold, sekarang dia benar-benar marah.

“Wajahmu sekarang tampak lebih mengerikan dari biasanya. Bukankah tunanganmu akan ketakutan jika melihatmu seperti itu?” (Zen)

Memasuki kamar, segera setelah Zen melihat wajah Harold, ia bicara blak-blakan tanpa ragu. Hal ini patut diacungi jempol, mengingat betapa beraninya ia mengatakan hal seperti itu pada seorang bangsawan.

“Justru karena anak itulah penyebabnya, sial sangat menyebalkan …” (Harold)

“Apa tidak salah? Meskipun dia gadis cantik?” (Zen)

“Begitukah? Aku tidak tahu jika seleramu seperti itu.” (Harold)

“Tidak, kau salah! Ini sebuah kesalahpahaman, lagipula aku lebih suka Juno-san” (Zen)

Tidak terima tuduhan palsu, Zen panik segera menyangkalnya. Sebenarnya Kazuki tidak peduli, selama dia tidak SHOTACON, apapun selera Zen tidak masalah baginya.

Dan alasan kenapa Zen tahu topik ini, karena saat Erika tiba, Hayden langsung mengumpulkan semua orang dan memperkenalkannya sebagai tunangan Harold. Mungkin dia bermaksud menunjukan bahwa anaknya telah dewasa. Tapi bagi Kazuki, ini hanyalah pencitraan publik.

Hampir 90% orang yang melihat Erika sebagai tunangan Harold, meraka menunjukan wajah kasihan. Hal ini didasarkan pada penilain mereka setelah bekerja sekian lama di rumah ini.

“Aaah- berhenti teriak-teriak dan cepat panggil Norman dan Jake. Aku perlu menyiapkan rencana untuk besok dan seterusnya.” (Harold)

“Sungguh, aku suka wanita dewasa, kau mengerti kan?” (Zen)

Zen meninggalkan kamar Harold, ia tetap menyangkalnya sampai akhir.

Pada saat yang sama, di sebuah ruangan , Erika dan Juno memeras otak mereka, penyebabnya tidak lain adalah Harold.

“Saya pernah mendengar tentangnya, tapi sepertinya dia lebih nakal dari laporan.” (Juno)

Normalnya, jika dilihat dari usia Juno, menyebutnya ‘Anak kurang ajar’ tidaklah salah. Tapi kata ‘Nakal’ adalah batas toleransinya saat ini. Akan tetapi, masalah utamanya adalah sikap menjengkelkan Harold.

“Ayah mengatakan ada kemungkinan jika Harold-sama terhubung atau dimanfaatkan seseorang, tapi ….” (Erika)

“Melihat kepribadiannya, dia bukanlah seseorang yang mudah patuh pada orang lain.” (Juno)

Jika dia bertindak karena kehendaknya sendiri (cuci otak), kemungkinan akan sangat sulit memanipulasinya.

Sebaliknya, jika ia bergerak atas perintah orang lain. Tasuku menduga setelah peristiwa yang terjadi, pihak lain mungkin akan segera memulai kontak.

Inilah alasan kenapa dia mengirim surat melalui Erika ketika kepala kelurga Stokes tidak di rumah. Pada saat itu, gangguan relatif akan lebih sedikit. Tapi hasilnya gagal, hal ini membuat masalah ini semakin rumit.

Tasuku berpikir, jika Harold adalah boneka ataupun bergerak atas kehendaknya sendiri , yang pasti tujuannya adalah menghancurkan Keluarga Stokes ataupun membantu Keluarga Sumeragi. Yang manapun, ia harus segera membuat kontak dengan pihak lain, tapi sampai saat ini masih belum ada respon, bahkan sampai sekarang.

Karena tujuan pihak lain masih belum jelas, tidak diketahui apakah mereka musuh ataupun sekutu, oleh karena itu, dia mengirim Juno untuk menyelidikinya.

Erika menumpang di rumah ini hanyalah kamuflase agar Juno bisa melakukan tugasnya. Dengan kata lain, dia hanyalah umpan. Erika juga tahu mengenai hal ini, tentang tujuan dan perannya. Dia memahaminya dengan sempurna.

Hanya ada satu hal yang tidak diketahui olehnya. Yaitu kemungkinan Harold bergerak tidak atas perintah orang lain ataupun cuci otak.

Jika ini kebenarannya …

“Ini mungkin akan memerlukan usaha lebih~.” (Juno)

Menghela napasnya, tanpa sepengatahuan Erika, Juno mengeluarkan sebuah perangkat gelap dari lengan bajunya yang berdering dengan suara ‘Kashan’.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


Founder | Spam-Slayer | Emperor of Nyx | I wonder how many miles I’ve scrolled with my thumb… (╯°□°)╯︵ ┻━┻