My Death Flags Chapter 11

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

 

Seakan mengubah suasana yang agak berat, Juno mengubah topik.

 

“Ngomong-ngomong Erika-sama, apa yang akan Anda lakukan untuk kencan besok ~?” (Harold)

“Tentu, aku akan pergi. Karena ini adalah kesempatan yang sempurna untuk berhubungan langsung dengan Harold-sama.” (Erika)

 

Erika menunjukkan semangatnya dengan mengepalkan kedua tangannya dengan ‘Mun!’ dekat tubuhnya. Ketika Harold mengatakan kepada mereka untuk tidak mendekatinya langsung setelah mereka bertemu, dia bingung apa yang harus dia lakukan, tetapi kesempatan muncul karena pernyataan Hayden. Meskipun Erika merasa tidak enak mengikuti usulan Hayden, tetapi ia tidak bisa melewatkannya.

 

“Kalau begitu, saatnya untukmu berdandan~. Dan, bagaimana kalau mengenakan pakaian bergaya Barat yang Anda jarang pakai ~.” (Juno)

“Tidak perlu menjadi begitu antusias ………” (Erika)

 

Juno menyemangatinya karena dia akan kencan, tapi pasangannnya adalah Harold. Sulit untuk membayangkan situasinya akan berubah menjadi romantis.

Bisa dibilang, ini hanya akan jalan-jalan ke sekitar daerah pusat. Daripada kencan, akan lebih pas untuk menyebutnya sebagai inspeksi.

 

“Tidak boleh~. Seorang gadis harus menarik tidak peduli kapan waktunya~.” (Juno)

 

Seperti kakak, Juno menganjurkan tentang bagaimana seorang gadis seharusnya, tetapi kalimat tersebut seharusnya berasal dari Erika.

Meskipun tidak bisa membantu selama bekerja, menghabiskan hari libur dengan pakaian memasak, Erika pasti berpikir bagaimana bisa seorang gadis berpakaian seperti itu. Seingat Erika, tidak pernah Juno tidak memakai pakaian memasak.

Jika dia ingin protes tentang seorang gadis berperilaku, daya bujuknya hampir tidak ada.

 

“Bagaimana kalau kamu berpakaian modis sekali-kali? Padahal kamu cantik, sangat menyayangkan.” (Erika)

“Fu Fu Fu ~, ini merupakan strategi ~. Pada saat tertentu, dengan daya tarikku menjadi berbeda dari yang biasanya, aku akan menangkap hati seseorang ~ (Juno)

 

“Kalau begitu, aku akan mempertahankannya sampai saat tertentu.” (Erika)

“Eeeh ~, ini adalah kencan pertamamu, kan ~? Jika berjalan dengan baik, kemungkinkan dapat membuat Harold-sama menyukaimu, ya kan ~? (Juno)

 

「Dia bukanlah orang yang akan membungkuk kepada seseorang dengan hal semacam itu.”

 

Bagaimanapun juga, Erika tidak bisa membayangkan Harold akan lembut terhadap seorang gadis. Tapi akan mudah untuk membayangkan dia melemparkan kata-kata kasar kepadanya tanpa belas kasihan, bahkan jika dia berdandan.

 

“Kemarin, aku menemukan gaun manis ~. Pakailah, Erika-sama ~!.” (Juno)

“Kapan kamu membeli hal seperti itu ……..” (Erika)

 

Juno mengambil satu potong gaun dengan hiasan dari dalam bagasi, dan meminta Erika. Daya tarik yang melewati ingin mempertahankan martabat seorang gadis atau menjerat Harold, dan itu hanya keinginan pribadinya untuk melihat Erika mengenakan gaun tersebut.

 

“Juno, kita bukannya datang ke sini untuk bermain-main. Bahkan kamu juga tahu itu, kan?” (Erika)

“Mmmm, sayang sekali ~.” (Juno)

 

Menyangka tidak adanya ruang untuk bernegosiasi, Juno menaruhnya kembali ke bagasi.

Tentu saja, bukan pembicaraan yang serius. Juno melakukannya dengan sengaja untuk mengubah suasana, sehingga dapat mengurangi kecemasan Erika.

Dan karena dia telah menduganya, Erika tidak menunjukkan kertertarikannya, tapi tidak mungkin dia bisa tetap santai.

 

“Kalau begitu, mari kita kembali ke masalah yang sebenarnya ~. Aku akan memberitahukanmu hal yang harus diingat ketika berhubungan dengan Harold-sama ~.” (Juno)

“Ya, silahkan.” (Erika)

 

Di bawah satu atap, kedua motif bersinggungan. Penyelidikkan keliling antar niat masing-masing, pengunci pada pistol telah dihilangkan.

 

 

Kazuki secara paksa diminta untuk memainkan peran sebagai pemandu untuk Erika, tapi untuk menyelesaikan misi ini, ia memiliki kekurangan besar. Kenyatannya ia tidak tahu apa-apa tentang kota, kemana dia harus bertindak sebagai pemandu.

 

Sejak awal, wilayah Stokes hanya dijelaskan dalam bagian dari beberapa percakapan dan dalam sebuah adegan peristiwa, dan karena di dalam permainan bahkan tidak tertera pada peta, jika Norman tidak memberinya peta dia tidak akan bisa mengetahui posisi akuratnya.

Dan karena Kazuki telah menghabiskan seluruh waktunya menghindari 「Flag」 sejak 3 bulan terakhir, berapa kali dia pergi ke kota bisa dihitung dengan jari pada satu tangan. Itu juga, perjalanannya hanya mampir ke kuil, dan dia tidak pernah pergi bahkan sekali pun untuk belanja atau jalan-jalan.

Sebaliknya, sampai dia sendiri ingin dipandu berkeliling.

 

Namun, Kazuki memutuskannya sebagai kesempatan.

Kazuki tidak tahu apa-apa tentang kota, tapi tidak diketahui apakah Harold tahu segalanya tentang hal tersebut atau tidak. Jika ada tempat yang Harold sering kunjungi, dan jika dia tidak mengetahuinya, itu akan mencurigakan.

 

Tapi kali ini, ia memiliki alasan untuk “Menunjukkan Erika sekeliling kota”. Akan tidak wajar baginya untuk bertanya tentang kota jika dia mengambil sikap ingin tahu tentang tempat-tempat yang cocok untuk membimbing seseorang bukan untuk kesenangannya sendiri. Mengira hipotesis tersebut mungkin benar, Kazuki berhasil memperoleh informasi dari orang-orang di rumah, secara tidak langsung.

 

(Yah, hal ini tidak seperti aku bisa memanfaatkannya………..)

 

Sejak awal, dia tidak berniat untuk memandu Erika dengan benar karena dia tidak ingin menaikkan poin afeksinya. Itu hanya mengenai bagaimana dia akan bisa mengamankan kesempatan untuk memperoleh informasi yang mungkin menjadi berguna di masa depan.

Meski begitu, situasinya sedikit keluar dari harapannya.

 

“Eh, um Harold-sama ……….” (Erika)

 

Erika dengan canggung memanggil Kazuki (Harold).

Dia benar-benar bingung.

 

“Apa?” (Harold)

“……….Tidak, Tidak apa-apa.” (Erika)

 

Karena tanggapan Harold, yang tampak seakan ia muak, Erika menjadi diam. Bagian dalam gerbong didominasi oleh suasana canggung.

Penyebabnya adalah di luar gerbong, karena penduduk kota.

 

Dia menyadari keanehan ketika mereka pertama kali turun dari kereta. (T/L : Ingat, kebanyakan kata “Kereta” yang kami pakai itu berarti “Kereta Kuda”, Middle-age mana ada KRL.)

Tidak, suasananya mungkin langsung berubah setelah mereka memasuki kota.

 

Hanya ada keheningan, cukup tenang sampai menyakiti telinganya.

Jika Kazuki harus memilih situasi yang sama dengan ini dari ingatannya, sama seperti ketika ia membeku saat di SMP, ketika guru pembimbingnya yang merupakan guru olahraga dan ditakuti oleh semua siswa, menemukan benda yang dilarang oleh peraturan sekolah tersebar di kelas sepulang sekolah.

Dan guru olahraga dalam hal ini adalah Harold.

 

Begitu sosok Harold muncul, orang berhenti bergerak, dan ketika ia berjalan seakan menghindarinya, kerumunan memecah. Wajah pemilik toko yang dipanggil menjadi pucat karena takut, dan terlihat dari penduduk yang sedang memperhatikan situasinya dari jauh, dengan jelas dipenuhi dengan sikap kebencian.

Pokoknya, kota tersebut terbungkus dalam keheningan aneh yang tidak nyaman. Sikap tersebut mulai mengikikis penuh mental Kazuki.

 

(Mengabaikan rumor tentang aku membunuh Clara menjadi kurang menguntungkan ……….)

 

Mengenai itu, bahkan Kazuki telah berpikir untuk melakukan sesuatu. Tapi memastikan keselamatan Clara dan Colette, dan juga ingin menghindari situasi menyusahkan dari perselisihan dengan orangtuanya, dia tidak bisa memikirkan tindakan yang akan efektif.

Hasilnya adalah ini.

 

Melihat betapa banyaknya Harold dan juga kediaman Stokes dibenci di depan matanya sendiri, Erika juga terdiam.

Karena mereka tidak tahu tentang Erika, dapat dikatakan reaksi mereka jelas karena dia bersama dengan Kazuki (Harold). Yah, karena akan segera resmi diumumkan kalau Erika adalah tunangan Harold, ekspresi mereka akan berubah seperti dari para pelayan, dipenuhi dengan iba.

 

Jika mereka berjalan di sekitar kota lebih dari ini, dia merasa akan kehilangan lebih dari apa yang akan didapatkan. Terutama, pada bagian mental.

Mereka telah berjalan-jalan sekeliling kota sekitar lebih dari satu jam, dan Kazuki hampir mencapai batas kemampuannya.

 

“Ini sudah cukup. Kita akan kembali.” (Harold)

“………..Baik.” (Erika)

 

Terlihat seperti dia tidak bersemangat, Erika mengangguk. Wajahnya mengungkapkan kelelahan yang tidak sedikit.

Penyebabnya adalah dia terus-menerus menghadapi pandangan yang mengandung kebencian dari penduduk kota.

 

Mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, dan juga mendapatkan kasih sayang dan rasa hormat dari orang-orang dekat dan orang-orang dari wilayah Sumeragi, itu adalah pertama kali dalam hidupnya dia mengalami dihujani dengan perasaan jijik dan kebencian.

Dia bahkan tidak berpikir itu akan menjadi perasaan yang kuat.

 

Oleh karena itu, dia bahkan tidak memiliki keinginan untuk menolak ucapan Harold. Dia memilih untuk kembali karena diperintahkan.

Tidak ada percakapan antara mereka berdua ketika mereka kembali ke kediaman Stokes.

 

“Anda kembali dengan cepat ~.” (Juno)

 

Juno memanggil Erika, karena kembali sangat cepat.

Tapi dia tidak menanyakan tentang hal itu.

Karena, Juno telah mengamati sepanjang waktu dari lokasi yang berbeda.

Dan, dia memahami keadaannya.

 

“Aku mendengar kalau dukungan untuk kediaman Stokes dari rakyat rendah, tapi aku tidak menyangka akan sampai segininya.” (Erika)

 

Dengan suara lelah, Erika mengatakannya.

Berbicara dengan jujur, meskipun sedikit, dia merasa kalau dia dalam bahaya.

 

“Tentu, tingkat kebenciannya tidak normal ~. Yah, sejauh pembicaraan yang bersangkutan, sudah pasti ~.” (Juno)

 

Pembicaraan Juno yang didengar dari para pelayan dan rumor yang mengalir di sekitar cukup mengerikan. Terutama, hampir semua keuntungan dari rakyat terkuras karena pajak, dan jumlah orang-orang yang dipaksa bekerja sampai mereka hanya bisa mempertahankan kehidupan mereka tidaklah sedikit.

Bahkan merampas energi mereka untuk menyebabkan pemberontakan, dan sebaliknya dibandingkan dengan para bangsawan dengan tingkat yang sama dari wilayah dan kekuatan ekonomi, Stokes memiliki investasi besar dalam militer mereka. Dan karena itu, kehidupan rakyat menjadi lebih parah. Dengan ini, bahkan jika mereka menyebabkan pemberontakan, sudah jelas mereka akan mati sia-sia.

 

“Dari kelihatannya, tampaknya menyelidiki urusan internal berjalan dengan baik.” (Erika)

“Tentu, sudah jelas ~.” (Juno)

 

Jika orang-orang dari mansion ini ditanya tentang satu hal, 10 atau 20 topik akan muncul. Mereka tampaknya membeci sampai segitunya.

Tetapi diantaranya ada informasi yang tidak dapat diabaikan bagaimanapun juga.

 

“Hanya saja, ada suatu informasi yang mengkhawatirkan ~.” (Juno)

“Informasi yang mengkhawatirkan, apa ?” (Erika)

 

“Ya ~.” (Juno)

 

Itu adalah sesuatu yang sampai dia meragukan telinganya sendiri, dan tanpa berpikir dia bertanya – “Bukankah itu semacam kekeliruan ~?”. Tapi dia mendapatkan cukup bukti baginya untuk percaya.

Dia sedikit keberatan untuk menceritakannya kepada Erika, tapi dengan demikian, dia tidak bisa mengabaikan kemungkinan mengeksposnya ke dalam bahaya, jadi Juno membuka mulutnya.

 

“Sebenarnya, Harold-sama baru-baru ini membakar seorang pelayan dan keluarga mereka hingga tewas, menggunakan magic ~.” (Juno)

“-Eh?” (Erika)

 

Tanpa bisa memproses kalimat yang disampaikan oleh Juno, Erika mengeluarkan napas dalam keadaan bingung.

 

“Nampaknya orang yang tewas adalah seorang wanita bernama Clara adalah seorang pelayan di mansion, dan putrinya Colette-chan ~.” (Juno)

“Tu-tunggu, Juno! Apakah itu benar? Bukan hanya rumor ………….” (Erika)

 

“Ada kemungkinannnya, tetapi ketika orang yang berbeda ditanya secara terpisah, kesaksiannya yang diperoleh hampir identik ~. Tampaknya tidak menjadi gosip yang tidak berdasar ~.” (Juno)

“Itu………….” (Erika)

 

Mulut Harold buruk, dan bahkan sikapnya yang menindas. Erika sendiri merasa kalau dia memandang rendah orang lain, berprasangka buruk terhadap mereka dan menghindari mereka sendiri.

Namun, Harold menunjukkan kepada mereka harapan untuk menyelamatkan orang-orang dari wilayah Sumeragi.

Bahkan jika dia punya niat sendiri dalam melakukannya, kenyataannya tidak akan berubah.

 

Itulah sebabnya, jauh di lubuk hatinya, Erika berpikir kalau Harold berbeda dari orangtuanya.

Sampai-sampai kalimat yang dibawa Juno membuatnya sangat terkejut. Kedua tangan Erika yang menutupi mulutnya, mulai gemetar.

 

“Aku akan terus menyelidiki secara diam-diam, tapi menahan diri untuk berhubungan dengan Harold-sama sendiri mulai dari sekarang ~. Karena kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi ~.” (Juno)

“………..Ya, Aku akan berhati-hati.” (Erika)

 

“Tidak apa-apa Erika-sama ~. Karena aku di sini ~.” (Juno)

 

Seakan menghibur seorang bayi dengan suara lembut, Juno menyemangati Erika. Seakan meyakinkannya selama dia ada di sini, Erika akan benar-benar aman.

Tapi tetap saja, gemetar Erika tidak berhenti selama beberapa waktu.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)