My Death Flags Chapter 12

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

 

“Bagaimana perkembangannya?” (Harold)

“Saya telah memastikan budidaya tanaman ini berjalan lancar di kesemua 6 lokasi. Jumlah panen juga kira-kira seperti yang diasumsikan.” (Norman)

 

“Kalau begitu, aku ingin memperluasnya secepat mungkin, tapi ……..” (Harold)

“Disayangkan, jika kita memperbesar ruang lingkupnya lebih dari ini, kita tidak akan memiliki cukup tenaga.” (Jake)

 

“Dan jika tidak diperiksa, rumah-rumah pertanian yang egois akan memulai budidaya mereka sendiri karena terpesona akan keuntungan yang akan muncul.” (Norman)

 

Sudah 2 minggu sejak awal uji coba implementasi pertanian LP (T/L: Life Potion), dan Kazuki selagi mengkonfirmasikan hasilnya dengan Norman dan Jake juga membahas tentang kemungkinan yang akan muncul mulai sekarang.

Tempatnya sudah pasti kamar Harold. Kali ini kurang 1 dari jumlah biasanya. Norman, Jake dan Zen yang seringkali berada di dalam ruangan.

 

“Aku tidak bisa melakukan apa-apa tentang kekurangan tenaga kerja. Tidak ada orang lain di rumah ini yang bisa kita gunakan?” (Harold)

“Sulit dalam kondisi saat ini. Jika kita menanyakan Elias atau Saxon untuk bekerja sama, itu hanya akan bersifat sementara ……….” (Norman)

 

Norman memunculkan nama 2 tentara yang membantu dalam rencana menyelamatkan Clara.

Tapi meminta mereka pergi ke daerah pertanian untuk pemeriksaan di atas pekerjaan asli mereka, itu sangat tidak realistis. Seperti yang Norman katakan, itu hanya akan bersifat sementara.

 

“Tsk, kalau begitu jika aku mempekerjakan orang dari luar …………?” (Harold)

“Dari luar ?” (Norman)

 

“Contohnya, jika aku meminta ayahku kalau aku ingin asisten pribadi ………… Tidak, itu tidak bagus. Jika itu orang yang direkomendasikan oleh ayah, bergerak akan menjadi lebih sulit.” (Harold)

 

Jake menghentikan Kazuki (Harold), yang tampaknya terbenam ketika bergumam pada dirinya sendiri.

 

“Harold-sama, saya ingin melanjutkan laporannya terlebih dahulu.” (Jake)

“Nn? Ah, persoalan tentang tanah.” (Harold)

 

“Ya. Mengenai tanah di bidang pengujian, tidak ada perubahan besar yang diamati.” (Jake)

 

Singkatnya, bidang pengujian adalah bidang tanah yang sekarang berada di rumah Jake. Dia telah membudidayakan hanya 3 jenis sayuran di sana.

Hal yang dia ingin konfirmasi apakah masalah yang berkaitan dengan tanah akan muncul ketika mereka melakukan ini selama periode waktu yang panjang atau ketika mereka menggunakan banyak LP. Jika karena ini, tanah layu dan jika itu tidak dapat digunakan sebagai lapangan untuk pertanian lagi, mereka harus langsung menghentikan penggunaan LP.

 

“Termasuk saat ini, berapa kali rotasinya?” (Harold)

“Sepertinya groot merah 7 kali, umbi bell 6 kali dan bluna 11 kali. Aku bahkan memiliki sampel hidangannya secara berkala, tetapi tidak ada perbedaan dalam rasanya.” (Jake)

 

“Laporannya tidak buruk, tapi jumlah percobaan terlalu sedikit. Lanjutkan pengujian budidayanya dan mengamati perkembangannya. Lalu………..” (Harold)

 

Seperti ini, menjadi rutin bagi Kazuki sesekali menemani mereka dalam beberapa dan bekerja keras untuk memahami keadaan saat ini. Meskipun dia memiliki rasa kepuasan yang dia tidak alami ketika saat dulu jadi murid, bahkan sekarang masa depannya penuh masalah.

Dan karena dia menggunakan kepalanya dengan cara yang sangat berbeda dengan yang dia gunakan selama di SMA atau Universitas, akibatnya badannya mulai membuat gaduh.

 

Dan setelah selesai berdiskusi, memegang pedang, Kazuki membawa kakinya menuju daerah terbuka luas di hutan belakang rumahnya yang sering dia kunjungi, tempat yang mereka telah gunakan untuk rencana menyelamatkan Clara.

Ini adalah satu-satunya tempat dimana dia bisa mengayunkan pedang dengan seluruh kekuatannya.

 

Begitu Kazuki tiba, dia dengan ringan melonggarkan tubuhnya dan segera memulai rutinitas biasanya.

3 hit combo dari memotong ke bawah secara diagonal dari atas, memotong ke atas, membelah sambil berputar.

 

Tetapi ketajaman ayunan dan kecepatan pedangnya telah mencapai ke tingkat yang tidak dapat dibandingkan dengan ketika dia baru saja memulai latihan. Seolah-olah itu akan mengiris udaranya, sebuah permainan pedang yang akan membuat takjub orang yang melihatnya.

Namun teknik pedang Kazuki (Harold) tidak berhenti hanya sampai itu.

 

Menutup matanya, dia menenangkan napas dan kegugupannya.

Menjadi hening dan seakan memecahnya, Kazuki mulai bergerak.

 

Dengan seketika, dia melancarkan combo 3 hit, mirip dengan yang sebelumnya. Bedanya berada di bagian selanjutnya.

Pedang yang berayun karena pemotongan berputar itu dibalut –Petir.

 

“「Raijin」“ (Harold)

 

Seakan setuju dengan kata tersebut, pedang langsung menikam tanah, mengeluarkan arus listrik yang terang.

Dengan Kazuki di pusatnya, 8 garis listrik menyerang sekitar. Satu mencungkil tanah keluar, satu menghanguskan batu, satu mematahkan batang pohon.

 

Jangkauan petirnya sekitar 3 meter. Kazuki melepaskan serangan yang bisa menyerang ke semua arah, seolah-olah itu bisa mengabaikan kelemahan angka. Tapi dia bergumam seakan dia tidak puas.

 

“Ini bahkan tidak akan berguna kalau hanya segini.” (Harold)

 

Serangan yang Kazuki lepaskan tadi disebut 「Raijin」, salah satu skill dasar di 「Brave Hearts」.

Terlihat cukup mencolok, dan ketika berhasil untuk pertama kalinya, Kazuki sendiri ketakutan, tapi di dalam permainan itu hanya skill lemah yang mengkonsumsi 5 MP (Magic Points). Bisa dibilang itu karena protagonis akan mempelajarinya sejak level 1, membuatnya menjadi lebih buruk.

 

Alasan kenapa dia tidak merasa puas karena, perasaan misterius kalau dia bisa “melakukan lebih baik” yang berasal dari dalam dirinya. Perasaan tersebut belum tentu salah karena jumlah garis-garis petir pada awalnya hanya 4.

Pada dasarnya, memungkinkan bagi Harold untuk menggunakan semua atribut magic, tetapi di antaranya, petirlah melambangkan dia. Dan karena tubuh Harold berteriak “Ini masih belum yang terbaik”, seolah-olah untuk menjawab seruan tersebut, Kazuki sendirian mengayunkan pedangnya untuk menyempurnakan “Raijin” yang terlintas dalam pikirannya.

 

Itulah kenapa dia tidak menyadarinya. Dia sekarang telah naik ke ketinggian yang tidak mungkin dicapai oleh seorang anak berusia 10 tahun.

Itulah bagaimana sangat tidak normal itu.

Dia tidak memperhatikan bagaimana dia akan terlihat dari pandangan orang lain.

 

Seolah-olah tidak ada yang berubah di dalamnya, Juno memiliki ekspresi tenang, tapi tidak biasanya, ada setetes keringat mengalir di pipinya.

Setelah mencapai titik tertentu dalam menyelidiki kediaman Stokes, ketika dia mulai serius menyelidiki Harold, pada hari pertama dia menemukan adegan yang membuatnya meragukan matanya sendiri.

Setelah bertemu dengannya, aku selalu meragukan kelima indraku– ia memunculkan senyum samar-samar.

 

Tapi dia tidak bisa hanya terus-terusan tersenyum. Tidak peduli bagaimana dia memikirkannya, Harold tidaklah normal.

Dia dengan mudah mengayunkan pedang besi yang panjangnya setinggi dirinya, dan kecepatan pedang juga tidak akan kalah dengan ahli pedang berpengalaman. Ditambah lagi, dia juga bisa menggunakan magic pada pedang.

 

Itu tidak akan menjadi dasar pasti untuk membuktikan apapun, tapi Juno memegang keyakinan yang mutlak kalau dia memiliki rahasia besar.

Masalahnya adalah apakah rahasia tersebut mempunyai risiko menyebabkan kerugian terhadap keluarga Sumeragi dan Erika.

 

Menurut rencana yang telah dipersiapkan sebelumnya, dia telah memikirkan berhubungan langsung dengannya, tapi dia merasakan akan lebih baik untuk menyusun ulang rencanannya. Berpikir seperti itu, dia langsung menggerakkan tumitnya, berencana untuk pergi tanpa membuat suara, seseuatu terjadi.

 

Dibelakang Juno yang telah membalik ke Harold, ‘Gan’- dengan suara keras mengejutkan, udara bergetar.

 

(- !?)

 

Karena situasi tidak terduga, Juno secara refleks membungkukkan tubuhnya.

Asal suara tersebut adalah pedang Harold. Sekarang, telah meninggalkan tangan pemiliknya dan tertancap dalam ke pohony, di belakangnya Juno yang menyembunyikan tubuhnya.

Itu adalah serangan mendadak yang mengincar celah ketika dia mengubah fokusnya. Jika pohon tidak ada di sana, tanpa diragukan lagi itu akan menembus nya.

 

Karena itu, Juno menjadi pucat. Meski begitu, alasan dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun karena hasil dari latihan dan pengalamannya.

Namun karena terlalu terkejut, dia menabrak semak belukar dadn merupakan kesalahan fatal.

 

IMAGE

 

“Siapa itu? Tunjukkan dirimu dan berhentilah bersembunyi.” (Harold)

 

Terdengar suara tajam Harold.

Juno memikirkan rencana untuk mengatasi situasi ini, tapi dia menyangka dia tidak akan bisa membodohinya, yang telah secara akurat mengetahui penyamarannya, dia menyerah dan muncul di depan Harold.

 

Setelah itu, mata Harold melebar sedikit kemudian ekspresinya seketika berubah.

 

(Itu tadi lega ……… kan ~?)

 

Dapat membaca perubahan tersebut adalah kemampuan unik pengamatan mata Juno.

Tapi dia tidak tahu apa artinya.(T/L : Perubahan membesar mata Harold yang dimaksud, jika ada yang bingung.

 

Dibandingkan dengan itu, Kazuki benar-benar bingung.

Karena dia sangat berkonsentrasi berlatih Raijin, pedangnya tergelincir dari tangan kanannya dan terbang menuju arah yang tak’ terduga, dan berhenti setelah menusuk pohon yang lebih dari 10 meter.

Dia terkejut karena seperti ada sesuatu di sana.

 

Menyangka kalau itu telah membentur seseorang dan melukainya. Nyaris lari ke arah semak-semak, Juno muncul dari bayang-bayang pohon.

Dari kelihatannya, karena dia tampaknya tidak terluka, Kazuki lega. Dia hampir menjadi pembunuh.

 

“Maaf Harold-sama ~, itu tidak disengaja ~.” (Juno)

 

Selagi Kazuki sangat khawatir untuk mengeluarkan kalimat maaf apalagi dari muluh Harold, entah kenapa Juno menunduk.

Seolah-olah ia meminta maaf karena mengintip latihan Kazuki (Harold). Bagi Kazuki, itu tidak masalah sama sekali.

 

“Bergelantungan dalam bayangan, kurang ajar. Jika kau tidak memahami posisimu, kau akan terluka parah.” (Harold)

 

Jika kau ingin menonton, berada di posisi yang dapat aku lihat. Karena jika aku tidak tahu dimana kau, aku mungkin melukaimu– bahkan tidak sedikitpun kekhawatiran Kazuki tersampaikan.

Sebaliknya, ini adalah apa yang Juno dengar.

 

(Dia memberikan peringatan ya ~ ………)

 

Dengan mudah mengetahui kehadirannya, bahkan tanpa menawarkan ruang untuk melawan, tanpa mengambil tindakan apapun dan menekannya, sangat cemerlang tindakannya. Dia bukan seseorang yang bisa dia hadapi sebagai lawan, ketika ada sebuah eksistensi seperti Erika di dekatnya, yang harus dilindungi.

Dia juga harus memperingatkannya seperti ini karena dia mengerti itu.

 

–Tidak akan ada selanjutnya jika dia mencoba lebih jauh dari ini

 

Itu bukan karena dia memiliki niat untuk bersantai karena Harold hanya anak kecil. Dia juga tidak optimis.

Tapi tetap saja, ia dengan mudah melampaui dirinya. Seolah-olah dia telah mengetahuinya semuanya sejak awal.

 

Itu adalah kekalahan telaknya. Apakah dia bisa membayangkan kalau dia bertarung dengan Harold? Dia telah menunjukkan perbedaan dirinya dalam kemampuan bahkan sampai membuatnya merasa heran.

Dia tidak hanya memiliki kekuatan fisik, tapi juga banyak akal.

 

“Fuh, tidak masalah. Ngomong-ngomong, apa yang gadis naif itu lakukan?” (Harold)

 

Harold tiba-tiba menanyakan itu ke Juno, yang tidak membalas.

Karena perubahan mendadak terhadap topik pembicaraan, bahkan saat sedang bingung, Juno menjawab pertanyaan tersebut.

 

“Tubuh Erika-sama masih tidak dalam kondisi sangat baik ~. Dia mungkin sedikit bingung dengan lingkungan asing ~.” (Juno)

 

(Hanya karena kondisi fisiknya sangat lemah, 2 minggu terlalu lama. Seharusnya dia tidak memiliki kondisi tubuh yang lemah ……….)

 

Setelah kembali dari berkeliling kota, Erika mengatakan kalau dia tidak enak badan, dan sejak saat itu ia telah mengurung dirinya di ruangan selama hampir sepanjang waktu dan tidak muncul. Berkat itu, dia sepenuhnya memprioritaskan untuk pelaksanaan uji coba pertanian LP, tapi karena itu begitu lama, kekhawatirannya secara bertahap meningkat.

Mungkin itu semacam Flag– persepsi krisisnya membunyikan alarm lonceng. Yah, meskipun itu sudah terlambat.

 

“Mungkin, dia rindu kampung halaman. Kenapa kau tidak langsung pulang saja?” (Harold)

“Anda sangat dingin, ya ~? Meskipun hanya sementara, dia adalah tunanganmu, bukankah tidak masalah untuk menjadi sedikit lembut ~?” (Juno)

 

Jika dia bisa melakukannya, dia tidak akan kesusahan. Mulut Harold seperti alat terkutuk.

 

“Tak berguna. Seperti yang kau katakan, hubungan antara kami bersifat sementara. Aku tidak memiliki niat untuk terikat akan hal seperti itu.” (Harold)

“Apa maksudmu ~?” (Juno)

 

(Ah, sial. Aku mungkin telah berbicara terlalu banyak)

 

Dia masih belum memberitahu kalau dia memiliki rencana untuk membatalkan pertunangannya nanti.

Satu-satunya orang yang tahu tentang hal ini adalah Tasuku, yang telah membaca surat tersebut. Dan meskipun Kazuki yang menulis surat tersebut, bahkan dia tidak berpikir kalau Tasuku benar-benar akan mempercayainya.

 

Itulah sebabnya saat ini, jika seseorang mengetahui Harold Stokes sendiri memiliki niat membatalkan pertunangan, risikonya akan terlalu tinggi.

Pada saat ini, dia bahkan tidak memiliki kemungkinan untuk mempersiapkan rencana tersebut.

 

“Tidak perlu aku untuk menjelaskannya kepadamu.” (Harold)

 

Tanpa bisa menyembunyikan itu secara sopan, menyemburkan kata-kata yang menyakitkan, Kazuki kembali ke rumah seakan lari dari Juno.

Meskipun dia merasa pandangan Juno terfokus di belakang kepalanya, Kazuki terus mengabaikannya.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)