My Death Flags Chapter 15

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

 

Erika terpesona oleh tatapan dari tekadnya yang kuat. Dia tidak tahu apa masuk sebenarnya dari Zen ketika berbicara seperti itu.

Tanpa dasar apapun dan hanya dengan intuisinya, Erika merasa jika ia menolak tawarannya, cepat atau lambat, dia akan sangat menyesal. Dia didorong oleh kegelisahan mirip dengan perasaan yang memaksa.

 

“Baiklah. Kita harus kemana?” (Erika)

“Ke sini” (Zen)

 

Membawanya ke tempat itu, Zen menggerakkan tumit dan dengan langkah kaki tegas, ia berhenti di depan sebuah ruang.

Zen memilih tempat yang pas untuk berbicara tentang yang sebenarnya. Ini –

 

“Disini!” (Zen)

 

Kamar Harold.

 

“……….Eh?” (Erika)

 

Pada perkembangan yang diluar harapannya, dia tanpa sengaja mengeluarkan suara. Erika begitu bingung sampai ia bahkan tidak memiliki ketenangan untuk merasa malu tentang hal tersebut.

Dari arus pembicaraannya, berpikir dia akan mengungkapkan semacam situasi mengenai pembunuhan pelayan yang Harold sembunyikan, bisa dibilang, rahasia Harold.

 

Apa masudnya melakukan tersebut di ruang dari orang yang secara tegas ingin menyembunyikannya. Mungkin, ia salah paham akan sesuatu dalam percakapannya dengan Zen.

Tapi, kesalahpahaman apa -? Pikiran Erika sedang kacau.

 

“Ayo ayo, kemarilah.” (Zen)

“Eh? Ah, hei ……..” (Erika)

 

Ketika dia tidak waspada karena kebingungannya, Zen mendorong punggung kecil Erika dan melangkah ke dalam ruangan. Dia tidak ragu sama sekali karena ia sudah memastikan kalau Harold sedang tidak ada.

Zen melihat sekeliling ruangan dengan gelisah, dan ketika matanya tertuju pada lemari, ia membukanya dan mendorong Erika, yang tidak bisa mengikuti alurnya siatuasi, di dalamnya.

 

“Maaf! Tolong tunggu di sini sebentar!” (Zen)

 

Menutup lemari, Zen mencoba lari keluar dari ruangan.

 

“Eeh ………..?” (Erika)

 

Sekali lagi, suara yang tidak sengaja keluar dari Erika. Dia adalah tamu dari pemilik, dan juga ketika dia adalah orang yang berposisi sebagai tunangan, mengunci dirinya di tempat semacam ini sudah melampaui rasa tidak hormat. Jika itu orang lain, mereka bahkan akan sampai membunuhnya.

 

Untungnya, Erika tidak akan memilih untuk mengungkapkan kemarahannya dengan cara seperti itu, tapi tetap saja kalau dipikir biasanya, dia harus mengatakan semacam keluhan atas perlakuan semacam ini. Tapi ini bukan waktunya untuk itu. Sebelumnya, dia harus memberikan prioritas tertinggi untuk keluar dari ruangan ini.

 

Dari sudut pandang Erika, meskipun itu benar-benar bertentangan dengan kehendaknya, dia masih penyusup. Jika ini terungkap, dia tidak tahu apa yang Harold akan lakukan.

Berpikir mengenai Zen, saat dia meletakkan tangannya di pintu lemari, dengan ganas, suara ‘gacha’ mencapai telinga Erika.

 

“Owaa!” (Zen)

 

Selanjutnya, teriakan terkejut Zen mencapainya. Dengan waktu ketika ia baru saja akan membuka pintu, karena pemilik ruangan kembali, itu tidak masuk akal baginya untuk menjadi terkejut.

Mendengar teriakannya, Harold mengerutkan keningnya.

 

“Jangan mengeluarkan suara yang mengganggu. Dan, apa yang kau lakukan di kamarku?” (Harold)

“Eh, umm ~ ……….. Sebenarnya, saya perlu memberitahu tentang sesuatu, Harold-sama, tapi meskipun aku mengetuk pintu, karena tidak ada balasan saya mengintip ke dalam ruangan.” (Zen)

 

“Jika tidak ada jawaban, tinggal pergi. Betapa bodohnya kau.” (Harold)

 

Erika mengintip melalui celah antara tirai yang dilengkapi di dalam lemari dan mengamati situasi. Dia benar-benar kehilangan kesempatan untuk melarikan diri.

Jika dia keluar di sini dan menjelaskan, dia masih bisa membuat beberapa alasan. Tapi apa yang akan terjadi pada Zen?

 

Harold adalah orang yang akan membunuh seseorang hanya karena dia tidak menyukainya. Meskipun bisa dikatakan kalau Zen menuai apa yang ia tabur, dia ingin menghindari dia terbunuh.

Tapi itu tidak diketahui apakah Harold akan mendengarkan permohonan Erika untuk mengampuni nyawanya. Dilihat dari perilakunya, dia berpikir kalau kemungkinan itu rendah.

 

(Apa yang harus aku lakukan……..?) (Erika)

 

Ketika Erika mencoba untuk membuat keputusan, situasi jadi semakin memburuk.

 

“Jadi, tentang hal yang saya ingin beritahu!” (Zen)

 

Zen memaksa kembali ke topik. Untuk itu, menghela napas sekan ia jengkel, Harold duduk di sofa.

Dan berlawanan dengan prediksi Erika, Harold mendesak Zen untuk melanjutkannya.

 

“Apa? Secara singkat.” (Harold)

“Ee, sangat sulit untuk mengatakannya, tapi rumornya telah menyebar cukup jauh …….” (Zen)

 

Zen sedang kebingungan dengan ucapannya yang menyebutkan tentang rumor, tetapi baginya, dia tahu apa itu.

 

“Baru saja, ketika saya pergi untuk membeli barang dari kota, di toko tempat saya belanja, penjaga toko dan pelanggan terus-menerus bertanya padaku.” (Zen)

“………..”(Harold)

 

Harold menyilangkan lengannya dan dengan mata tertutup, ia hanya terus mendengarkan Zen.

Bahkan Erika, yang berada di dalam lemari, tidak mengerti apa yang ingin ia katakan, jadi dia mendengarkannya dengan seksama.

 

“Meskipun belum terungkap, dan justru karena itu, reputasi Harold-sama akan jatuh, dan saya merasa kalau itu akan menjadi buruk jika kita tidak mengambil tindakan apapun ……….” (Zen)

“Dan di sini aku sedang berpikir tentang apa yang ingin kau katakan, tidak berguna. Bukankah hal seperti itu sudah jatuh ke bawah dan benar-benar diolesi dengan lumpur.” (Harold)

 

“Tapi………..” (Zen)

“Tapi apa? Apakah kau ingin mengumumkan kalau ‘Clara dan Colette telah melarikan diri ke desa Brosch dan masih hidup’?” (Harold)

 

“Tidak mungkin! Bahkan jika aku mati, aku tidak akan berbicara tentang kejadian sebenarnya.” (Zen)

 

(-Eh?) (Erika)

 

IMAGE

 

Mendengarkan pembicaraan mereka, pikiran Erika menjadi kosong.

Apa yang Harold katakan? Pelayan dan putrinya, Clara dan Colette masih hidup?

Apa yang Zen katakan? Sebuah kebenaran?

 

Kejutan yang dia terima melebihi pengakuan semalam akan pembunuhan tersebut. Erika, yang pikiran dan tubuhnya yang membeku, tidak bisa melakukan apa-apa selain mendengarkan pembicaraan mereka berdua.

 

“Kalau begitu jangan memikirkan hal-hal tidak penting. Jika kebetulan orangtuaku mengetahui kalau mereka masih hidup, aku akan dicurigai. Agar benar-benar menghilangkan kemungkinan tersebut, itu sudah ditetapkan.” (Harold)

“Meskipun saya mengetahuinya, setidaknya bagaimana kalau memberitahu Erika-sama yang sebenarnya? Karena mempercayai akan rumor tersebut, tampaknya dia sangat tertekan.” (Zen)

 

“Tidak akan.” (Harold)

 

Penolakan secara jelas.

Jika suhu suaranya bisa diukur, tanpa diragukan lagi, itu akan berada di bawah titik beku. Zen dan otot Erika membeku dalam sekejap.

 

“………. Kenapa?” (Zen)

 

Zen pasti bertanya.

Kenapa Harold menolak Erika sejauh itu. Itu karena, ubagintuk Harold, di dunia ini dari 「Brave Hearts」, dengan cara berpikir seperti ini yang palih harus dia waspadai ialah Erika.

 

Ciri utama dari karakter yang dipanggil Erika adalah kebaikan. Tapi sebelum itu “cara hidup” juga disertakan.

Dalam cerita aslinya, Harold berpikir kalau ia adalah keberadaan khusus dan ia gumpalan kesadaran yang meyakini dirinya sebagai orang yang terpilih dengan berpikir tidak peduli apa yang dilakukannya pada orang lain, akan diperbolehkan. Itu sebabnya dia bisa tanpa berpikir membunuh seorang pelayan, diskriminasi dan menindas rakyat tak berdaya, dan bahkan bisa membuat sebuah kota menjadi lautan api sebagai korban untuk monster hanya agar ia bisa terus hidup.

Dia mempunyai semua perbuatan mengerikan, namun Erika, sekalipun membenci Harold, tanpa menyerah, terus menderita dengan tetap sebagai tunangannya.

 

Alasannya karena dia merasa memiliki kewajiban sebab kediaman Stokes telah memberikan bantuan keuangan. Kalau dipikir secara normal, karena koneksi dengan Stokes, keluarga mereka dicemooh dan bahkan ada bahaya dari Stokes menarik kaki mereka, tetapi seperti yang diharapkan, itu hanya untuk meramaikan peristiwa Erika, untuk kemudahan skenario game.

Dan, ada ketakutan kalau kebaikannya karena pengaturan game akan tetap ada serta kebodohan dan menancapkan taringnya terhadap Harold mulai dari sekarang.

 

Pertama, sebagai dasar pemikiran utama, tujuan Harold hanya untuk bertahan hidup tanpa sekarat. Hal-hal yang perlu ia pikirkan hanyalah menghindari Death Flags dan membereskan cerita aslinya.

Tidak perlu menjelaskan yang pertama. Lalu alasan kedua, jika misalnya bos terakhir tidak dikalahkan, maka hampir semua orang dari benua termasuk Harold akan mati.

Meskipun belum pasti, dengan menebak dari informasi dalam game, kemungkinan sangat tinggi. Bagaimanapun, jika amukan bos terakhir tidak dihentikan, maka satu-satunya takdir dari benua di dunia ini hanyalah tenggelam— seperti itu.

 

Dengan kata lain, bahkan jika ia menghindari Death Flags, jika bos terakhir tidak kalah karena menyimpang terlalu banyak dari cerita aslinya, sama aja tidak ada artinya.

Protagonis harus menyelesaikan skenarionya dengan cara apapun, dan di dalam tim protagonis, Erika memegang posisi penting menjadi Healer. Kalau tidak ada kehadirannya, tingkat kesulitan penyelesainnya akan berubah. Karena tingkat keselamatan hidup mereka terpengaruhi, bahkan demi Harold, sangat perlu untuk Erika untuk menjadi teman dengan protagonis dan jika itu tidak terjadi akan menjadi masalah.

 

Selain itu, ia memiliki sedikit harapan jika skenarionya diselesaikan sesuai cerita aslinya, ia mungkin bisa kembali ke dunia aslinya. Atau lebih tepatnya, dia tidak bisa memikirkan apa pun selain yang berkaitan dengan kembali ke dunia aslinya.

 

Kembali ke topik, apa yang akan terjadi jika Erika, tidak bisa meninggalkan Harold sampai saat terakhir, menyadari semuanya, dan lebih lagi melihat Harold mengulurkan tangan ke Sumeragi ketika mereka dalam keadaan sulit.

Itu adalah hipotesis yang ia tidak ingin bayangkan. Dia mungkin secara aktif mendukung pertunangan. Nah, itu tidak masalah.

Tetapi jika karena itu, ia tidak bergabung dengan protagonis, apa yang akan terjadi. Itu adalah situasi yang Harold takutkan.

 

Itulah sebabnya, selain tidak jalan di rute jahat untuk menghindari Death Flags, Harold menilai kalau risiko akan lebih rendah jika ia dibenci oleh Erika secara menyeluruh selain bagian itu. Bahkan tidak masalah untuk menyatakan- Biarkan poin afeksinya sampai paling bawah.

 

Betapa mudahnya jika ia bisa menjelaskan seperti itu, tetapi kekurangannya mereka akan mencurigai kondisi kepalanya. Dia memutuskan untuk membuat beberapa alasan yang tepat dan menghentikan pertanyaan Zen.

Memecah keheningan panjang, Harold mulai berbicara.

 

“………Dia menangis” (Harold)

“Eh?” (Zen)

 

“Aku tidak tahu apakah itu karena kenyataan aku membunuh seseorang, atau itu untuk ibu dan anak yang terbunuh. Tapi tidak peduli untuk apa, hatinya tersakiti untuk orang asing dan dia meneteskan air mata. Dia hanyalah orang idiot.” (Harold)

 

Dia teringat kejadian semalam. Diterangi oleh cahaya bulan, ada sebaris air mata membekas di pipi Erika.

Meskipun dia peduli sampai segitunya, itu pasti kebaikan Erika.

 

“Dan secara bersamaan, dia terlalu baik. Itu juga, kebaikan yang hanya bersimpati pada orang lain, kebaikan orang lemah tersebut. Jika orang tersebut mencoba untuk berjalan denganku, dia akan memikul jumlah luka yang tidak terhitung.” (Harold)

“Itu sebabnya, Anda sengaja menjauhkan diri darinya? Memikirkan demi Erika-sama ………” (Zen)

 

“Jangan menyemburkan omong kosong. Kenapa aku harus memikirkan demi dia. Aku hanya mengatakan kalau membatalkan pernikahan dengan seorang gadis merepotkan, yang menangis untuk setiap hal kecil, itu bahkan yang aku harapkan.” (Harold)

 

Ucapan Harold menusuk hati Erika sangat dalam. Itu sangat tajam, tetapi itu rasa sakit yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan malam itu.

 

Kepedihan hati nurani, membenci diri sendiri, penyesalan.

Emosi negatif keluar berturut-turut dan berusaha menelan Erika. Gelombang emosi dan ucapan Harold tidak berhenti.

 

“………. Eh, Harold-sama tidak berniat menikahi Erika-sama?” (Zen)

“Tidak mungkin aku melakukannya.” (Harold)

 

“Lalu kenapa pembicaraan tentang pertunangan ……..” (Zen)

“Sederhananya bahkan otakmu dapat memahaminya, pertunangan ini dikarenakan uang.” (Harold)

 

Kediaman Stokes, ingin garis keturunannya, mengambil keuntungan dari Sumeragi, yang pendapatannya dalam kondisi cukup kurang baik karena hasil kehutanannya, merupakan hal terpenting dari perekonomian mereka, menjadi rendah karena merebaknya racun di hutan.

 

Karena merebaknya racun adalah malapetaka yang tidak memiliki penawarnya di seluruh benua, tidak diketahui apakah Sumeragi akan dapat pulih, dan juga membayar uang yang mereka pinjam. Di antara keluarga kerajaan dan bangsawan lainnya yang ragu baik atau tidak untuk memberikan bantuan keuangan skala besar karena berbagai alasan, pertunangan adalah hasil dari kediaman Stokes yang menjual bantuan tanpa berpikir tentang konsekuensinya.

 

Setelah mengetahui motif dan keadaan dari kedua kediaman, Zen menyadari suatu hal.

 

“Kalau begitu, bagi Sumeragi, membatalkan pertunangannya berakibat fatal?” (Zen)

 

Tentu, seperti kata Zen, jika Sumeragi kehilangan bantuan keuangan karena Harold secara sepihak membatalkan pertunangan, maka dalam waktu dekat, wilayah Sumeragi tidak akan mampu mempertahankan dirinya. Yah, bahkan jika Harold mengamuk, mungkin orangtuanya yang terobsesi dengan keturunan akan memperbolehkan membatalkan pertunangan.

Tapi Harold tidak punya niat hal tidak penting seperti itu.

 

“Aku sudah membuat langkah. Obat dan pertanian LP untuk hal tersebut.” (Harold)

 

Di daerah yang tercemar akibat racun menjadi lemah, dengan menggunakan obat mereka akan mampu memotong kayu seperti biasa. Sampai protagonis menghilangkan racun yang terkumpul, secara bertahap akan memperluas jangkauan, tapi seharusnya tidak meluas lebih dari yang telah terjadi dalam game.

Bahkan di dalam surat ke Tasuku, ia telah membuat peta game dari ingatannya dan telah memberitahukan tentang jangkauan maksimum yang diperkirakan dari pencemaran. Jika mereka bisa memprediksi jangkauan maksimum kerusakan terlebih dahulu, bahkan Sumeragi bisa menarik kembali garis pertahanan mereka.

 

Ditambah, ia juga memiliki niat menawarkan pengetahuan pertanian LP. Meskipun, karena prospeknya masih belum baik, dalam surat tersebut ia berhenti menulis beberapa pernyataan yang meragukan seperti— ‘Aku bahkan sedang mempertimbangkan menawarkan beberapa pengetahuan tentang teknik industrial.’

Mendapatkan penjelasan yang ditinggalkan bagian dari informasi tentang game, Zen mengekspresikan seolah-olah dia tercengang.

 

“Anda bahkan berpikir tentang hal-hal seperti itu …….” (Zen)

 

Ini pertama kalinya dia mendengar tentang obat-obatan dan surat tersebut, dan mengetahui kalau ada niat tersembunyi di balik pertanian LP, Zen pasti akan menjadi heran. Seberapa jauh ke masa depan anak ini memandang.

Dan Zen bukanlah satu-satunya yang terkejut. Bahkan Erika, yang menahan napas, terkejut dengan pandangan ke depan dan kedalaman berpikir Harold.

 

Harold telah merasakan bahaya terhadap Sumeragi terlebih dahulu. Itu juga, sebelum pembicaraan pertunangan muncul, langsung setelah merebaknya racun. Jika berpikir seperti itu, maka ia bisa memahami bagaimana ia bisa mengumpulkan informasi tentang bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat obat bahkan tanpa beberapa hari setelah pertunangan diputuskan.

 

Dengan kata lain, berarti Harold telah mencoba segala cara yang memungkinkan demi menyelamatkan Sumeragi yang seharusnya sama sekali tidak berhubungan dengan dia. Meskipun ia bersikeras kalau ia telah melakukannya untuk menjual bantuan, jika uang, waktu dan usaha yang dihabiskan sampai obat diciptakan, diperhitungkan, maka keuntungan menyelamatkan Sumeragi akan terlalu kurang. Semuanya berhubungan dengan Harold, yang tampaknya untuk prinsip darah murni dari cara dia berbicara.

Berpikir tentang dedikasi dan pikirannya, pandangan Erika buram.

 

Sejujurnya, bahkan Harold telah membuat keputusan tersebut setelah memikirkannya cukup lama.

Sudah jelas jika Erika tahu dia memberi mereka banyak dukungan, maka rasa kewajibannya akan jauh lebih dari cerita aslinya. Lalu alasan kenapa ia mengambil tindakan yang tidak ada dalam game karena ia ingin penyokong.

 

Di tempat penglihatan Stokes bisa capai, dia tidak akan bisa bergerak bebas dan dia juga tidak akan bisa mengumpulkan orang-orang yang bisa bertindak untuknya.

Dan, dia berpikir untuk membuat kontak dengan Sumeragi dengan sampul tunangan. Ia berpikir kalau ia bisa mempercayai Tasuku, karena ia tahu kepribadian Tasuku dari game. Dia memiliki belas kasih, memahami dan juga memiliki koneksi pribadi, dan jika Kazuki bisa mendapatkan kerja samanya, itu akan memudahkannya untuk mendukung protagonis dari balik layar.

 

Dengan menawarkan obat, penghentian industri bisa tertunda, pertanian LP bisa meningkatkan perekonomian dan jika protagonis mengurus kejadian terkumpulnya racun, bahkan hutanan bisa dipulihkan. Jika itu terjadi, bahkan tanpa bantuan keuangan dari Stokes, masalah pengelolaan wilayah mereka akan hilang, dan jika pertunangan Erika dibatalkan, mereka tidak akan menerima masalah serius. Selain itu, mengenai pembatalan, Harold sendiri telah memberitahukan dalam surat tersebut kalau itu tidak masalah untuk melakukannya.

 

(Persis seperti “utang” parade pada skala Kazoe Yakuman. Meskipun perasaan keahlian berdagangnya tidak setengah-setengah, selama aku tidak memiliki permintaan yang tidak masuk akal, Tasuku harus bekerja sama hampir segalanya.) (Harold)

 

Itu bukanlah kepercayaan tapi pendirian.

Namun, ia memiliki sebuah kekhawatiran. Kekhawatiran yang mungkin diklasifikasikan sebagai “permintaan tidak masuk akal” sehubung dengan Zen yang berada di depannya, sehingga ia tidak sengaja memperingatkannya.

 

“Ah iya, setelah itu pikirkan tentang masa depanmu juga.” (Harold)

“Apa maksudnya?” (Zen)

 

Harold yang telah menyesuaikan suaranya agar tidak terdengar dari luar, bahkan lebih menguranginya. Sampai ke Erika, yang bersembunyi di dalam lemari, hampir tidak bisa mendengarnya.

 

“Aku sudah mengatakan sebelumnya, tapi dalam waktu dekat, ada bahaya kalau keluarga Stokes akan jatuh. Jika kau tidak ingin menjadi pengangguran, akan lebih bijaksana bagimu untuk bersiap siap.” (Harold)

 

“Tapi bukannya Anda menyebarkan pertanian LP untuk mencegah itu?” (Zen)

“Jika tidak ada yang dilakukan dengan perpajakan saat ini dan buang uang, itu hanya merupakan perpanjangan. Bahkan aku akan memikirkan sesuatu, tapi mungkin tidak berhasil. Aku tidak punya niat membantumu bajingan, jadi lakukan sesuatunya sendiri.” (Harold)

 

Bahkan selalu senang dan beruntung Zen kehilangan ketenangannya di sini.

Harold yang sedang berbicara tentang hal itu seakan itu alamiah, adalah orang yang aneh.

 

“Jika itu terjadi, apa yang akan terjadi dengan orang-orang dari wilayah Stokes?” (Zen)

“Siapa tahu. Tetapi jika itu Tasuku Sumeragi, dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepada mereka.” (Harold)

 

Dia berbicara dengan teledor. Tapi nama yang Erika tidak bisa biarkan, muncul.

 

(Kenapa nama ayah digunakan di sini ……….?) (Erika)

 

“Err ……… Apa maksudmu?” (Zen)

“Dalam surat itu, aku mengajukan banding ke Sumeragi untuk tidak berurusan dengan rakyat tertindas ketika keluarga Stokes jatuh. Sungguh, aku hanya bisa tertawa pada kelemahan mereka karena mereka tidak akan bertahan jika sesuatu seperti ini tidak dilakukan.” (Harold)

 

Bahkan jika ia mengatakan banding, itu bukan berarti dia meminta Sumeragi untuk membantu mereka. Jika itu Sumeragi yang dekat dengan keluarga Kerajaan, orang-orang bisa mengharapkan bantuan dan dukungan dari mereka.

Itu juga bisa dikatakan karena Kazuki tidak tahu apakah Tasuku akan menerima “permintaan” ini, ia menjual bantuan dengan jumlah berlebihan.

 

(Kemungkinan, itu akan menjadi wilayah bangsawan lain, dan aku berdoa agar muncul orang yang lebih layak daripada yang sekarang.) (Harold)

 

Meskipun, pada saat itu, ia tidak akan ada di wilayah ini. Dia benar-benar siap untuk membuang segalanya untuk penerusnya.

 

“Lagipula, seperti itu. Jika kau melanggar larangan tersebut dengan mengatakannya kepada orang lain, kau tidak akan dengan mudahnya bisa menghindar.” (Harold)

“Aku, aku mengerti. Aku belum menceritakan hal ini kepada siapapun, tidak masalah …….?” (Zen)

 

Tertusuk oleh kilatan tajam Harold, suara Zen bergetar. Ada alasan lain untuk gemetar suaranya, dan cara Zen berbicara—“aku belum memberitahu pada siapapun”, Kazuki tidak menyadarinya pada saat ini. Yah, bahkan jika ia menyadari keberadaan musuh bebuyutannya (Erika) yang besembunyi di dalam lemari, itu sudah terlambat.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)