My Death Flags Chapter 16

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

 

“Apakah itu saja? Jika sudah selesai, keluar segera.” (Harold)

“Meskipun saya benar-benar ingin melakukan itu ~ ………… Ah, Harold-sama, apa yang akan Anda lakukan sekarang?.” (Zen)

 

“Apa, tiba-tiba. Tidak perlu memberitahumu.” (Harold)

“Yah, aku berpikir apakah Anda akan berlatih pedang hari ini.” (Zen)

 

Melihat perilaku Zen yang mencurigakan, matanya yang bergerak gelisah, dalam hati, Harold memiringkan lehernya.

Tentu saja, ketika ia sedang mengobrol dengan Zen, karena makanan di perutnya juga telah dicerna, ia berpikir untuk pergi ke tempat yang biasa untuk berlatih teknik, tapi seharusnya tidak ada kaitannya dengan Zen.

 

“Ada apa dengan itu?” (Harold)

“Aku sudah merahasiakannya sampai sekarang, tapi sebenarnya aku tertarik pada permainan pedang! Itu sebabnya, saya berpikir untuk melihat Harold-sama mengayunkan pedang.” (Zen)

 

Dia tidak sengaja ingin menjawab—  Kalau begitu, ubah pekerjaan utamamu menjadi prajurit. Hanya saja kemampuan fisik Harold yang tinggi dan ia hanya seorang amatir, itu akan menjadi kurang ajar menyebutnya gaya otodidak dengan tingkat kemampuannya.

Belum lama ini, karena ia meragukan kemampuannya, Harold meminta para prajurit untuk berlatih dengannya, tapi mungkin karena takut melukai dia, semuanya hanya bertahan dan tidak satupun dari mereka mencoba untuk menyerangnya dengan benar.

 

Sangat jelas jika ia berpikir tentang posisi mereka, tetapi bagi Harold, tidak memiliki pasangan berlatih pribadi adalah suatu masalah.

Dia berpikir untuk meminta orangtuanya, tapi jika kedua orang itu, yang berpihak terhadap Harold akan menyiapkan seorang instruktur. Ia ragu-ragu apakah ia bisa mempelajari permainan pedang yang digunakan dalam pertempuran nyata, dengan yang ia inginkan.

Memikirkan hal itu dia akan memikirkannya sedikit demi sedikit, ia mempertimbangkan itu tidak akan menjadi masalah karena hari ini dia menemukan partner latihan untuk hari ini.

 

“Kalau begitu aku akan menunjukkannya kepadamu, dari tempat duduk khusus.” (Harold)

“Umm, Harold-sama? Kenapa Anda memegang 2 pedang? Meskipun aku tertarik, bukan berarti saya memiliki pengalaman, kan? Tiba-tiba meminta untuk menjadi lawan agak sedikit ……….” (Zen)

 

“Jangan menjawab.” (Harold)

“To, tolong, beri saya istirahat!” (Zen)

 

Karena ia diseret dibagian tengkuknya, teriakan Zen yang memudar. Segera, ketika dia tidak bisa mendengar suara atau langkah, Erika keluar dari kamar Harold ketika menjadi hening.

Untungnya, dia tidak dilihat oleh siapapun, tapi bahkan ketika ia kembali ke ruang yang diberikan kepadanya, ia tidak bisa mengendalikan emosi yang benar-benar bercampur.

 

Dia merenungkan ucapan yang Harold sendiri ucapkan.

 

Pelayan yang dia pikir terbunuh, masih hidup.

Dan ketika menuntun mereka, untuk memberikan prioritas tertinggi terhadap keselamatan mereka, ia menderita hinaan.

Dia juga sengaja membuat dirinya dibenci oleh tunangannya, Erika.

Namun, ia ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Erika dan Sumeragi.

 

Tentu, dia tidak mempercayai semuanya. Dia juga menyadari kalau Harold dan Zen mungkin telah mempersiapkan sebelumnya.

Tapi tetap saja, pada saat yang sama, ada bagian-bagian yang meyakinkan. Terutama, sikapnya yang memicu permusuhan Erika terhadap dirinya, dan perilakunya yang menunjukkan petunjuk kalau ia telah mulai menggarap obat dari beberapa tahun yang lalu.

 

Apa yang benar dan apa yang salah, bagaimana mendekati Harold– Erika tidak bisa lagi mencari tahu jawaban untuk hal tersebut. Bahkan perasaannya sendiri tentang apa yang dia ingin lakukan tidak jelas.

Rasanya seolah-olah ia sedang berkeliaran di sekitar dalam kabut tebal tanpa tujuan apapun. Orang yang membangunkan kesadarannya adalah Juno, yang telah kembali setelah menyelesaikan tugasnya.

 

“Erika-sama, kau di sana ~?” (Juno)

 

Diikuti ketukan ringan, suara pelan biasanya terdengar dari seberang pintu.

Dengan itu, hati Erika tenang sedikit.

 

“………. Ya, tidak masalah untuk masuk.” (Erika)

“Permisi ~.” (Juno)

 

Dia mengenakan pakaian memasak yang sama seperti biasanya. Pakaian yang yang tidak berubah kapanpun, sekarang terasa seakan itu menenangkan.

Juno dengan mudah merasakan perubahan kecil dalam hati Erika.

 

“Apakah sesuatu terjadi selama aku pergi ~?” (Juno)

 

Meskipun itu dalam bentuk pertanyaan, Juno yakin sesuatu telah terjadi pada Erika. Dan dia secara naluri mengerti kalau hal itu ada hubungannya dengan Harold.

Pada ketajaman Juno, tubuh Erika menegang.

 

Dia ragu-ragu apakah tidak masalah untuk memberitahu segalanya yang dia dengar ke Juno tanpa menahan diri.

 

Jika isi dari apa yang Harold katakan benar, sehingga tidak menganggap remeh keputusan Harold, dia harus tetap diam. Karena Harold sudah susah payah menerima hinaan untuk melindungi pelayan dan keselamatan putrinya.

 

Tapi sebagai orang dari Sumeragi, bagaimanapun juga perlu untuk menilai keaslian mengenai hal ini. Bahkan demi memastikan Harold orang seperti apa.

 

“– Juno, Tolong dengarkan.” (Erika)

 

Setelah mengkhawatirkan hal tersebut, Erika memutuskan untuk memberitahu Juno. Tentu saja, tidak semuanya.

Hanya sedikit informasi tentang bagaimana Zen mendorongnya ke dalam ruangan Harold, dan kemudian berbicara tentang bagaimana 2 orang yang dikabarkan mati masih hidup.

Meskipun ia menyembunyikannya cukup banyak, hal tersebut lebih dari cukup untuk membuat Juno mengangkat alisnya.

 

“Itu sebabnya, aku ingin itu diselidiki apakah Clara dan Colette benar-benar hidup atau tidak.” (Erika)

“Baik ~. Aku akan segera membuat persiapannya ~.” (Juno)

 

Meskipun Juno baru saja kembali dari kota, ia sekali lagi kembali. Karena Juno sendiri tidak bisa bergerak sangat jauh dari tempatnya, dia harus meminta pengintai untuk pergi dan menyelidiki di desa Brosch.

Dan bahkan saat ia akan ke kota, Juno terus berpikir. Mendengarkan Erika, Juno telah merasakan ketidaknyamanan yang tidak sedikit.

 

(Akankah hal seperti Harold-sama tidak menyadari orang lain bersembunyi di ruangan terjadi~?) (Juno)

 

Harold cukup kuat untuk dengan mudahnya merasakan kehadiran Juno, yang kehidupannya sebagai mata-mata. Apakah itu mungkin orang tersebut akan mengabaikan Erika, yang bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menyembunyikan kehadirannya.

Jawaban yang Juno simpulkan adalah tidak.

 

Kemungkinan Harold sengaja membocorkan informasi ini untuk Erika, ke Sumeragi, cukup tinggi. Kenapa ia membocorkan informasi, yang disembunyikan dari orang-orang disekitarnya, kepada Sumeragi, bahkan ia tidak bisa memahami motif sebenarnya untuk melakukan hal ini.

Jika itu terjadi, maka sekarang, dia bergerak seperti yang Harold inginkan darinya. Ketika dia berpikir seperti itu, Juno secara pahit menyesal.

 

(Pada usia saat ini, dia membuat orang merasa ketakutan tanpa dasar ~. Jika dia tumbuh dewasa, skema cerdik seperti apa akan ia munculkan ~.) (Juno)

 

Dia tidak tahu apakah untuk mengantisipasi atau takut akan dirinya di masa depan. Jika ia menjadi sekutu, tidak akan ada banyak orang yang dapat diandalkan seperti dia.

Tidak hanya dia pandai, pada usia itu, ia bahkan belajar pedang. Bahkan kalimat anak ajaib hanya akan dianggap sebagai terlalu suram.

 

Tapi kalau dia menjadi musuh, tidak diragukan lagi, dia akan menjadi musuh berat. Sampai jika ia dibunuh ketika ia masih muda, mereka bisa mengurangi kerugian luar biasa di masa depan.

Dia bisa menjadi ancaman yang cukup besar bagi mereka sampai berpikir seperti itu.

 

Sehubungan dengan perilaku Harold, itu tidak bisa terhindarkan kalau Juno memberikan penilaian seperti itu.

Itu tidak bisa disebut kekanak-kanakan. Membuat orang dewasa malu– bahkan itu tidak cukup.

Hanya sampai tingkat itu, tidak mungkin dia bisa dengan mudahnya memainkan Juno dan bergerak tanpa Tasuku melihat motif sebenarnya.

 

Bahkan jika itu bukanlah keinginan Harold sendiri, dapat dikatakan hal itu tak terelakkan kalau orang lain akan menganggapnya seperti itu.

Dan kesalahan terbesar Harold adalah memanipulasi tingkat afeksi dan karena terlalu putus asa untuk mengikuti cerita aslinya, ia telah mengabaikan penilaian dirinya sendiri dari lingkungan. Meskipun ia sendiri mengerti kalau perilakunya menyimpang dari anak-anak seusianya, tapi harus sadar akan hal itu dan bertindak bijaksana hanya karena itu, ia tidak punya cukup waktu atau pikiran atau tenaga kerja.

 

Di satu sisi, itu adalah situasi yang sangat memungkinkan.

Tetapi jika di sini, ia menyadari bagaimana ia dilihat dan dianggap seperti itu, dia bisa menghindari melangkah ke keadaan sulit karena tidak siap. Jika dia memikirkan ingin menghindari situasi semacam ini, ia bisa saja.

 

Dan juga, fatal baginya untuk tidak menyelidiki tujuan Erika dan Juno meskipun ia merasa kalau mereka sangat mendadak menginap dengan jangka panjang dan tidak bisa dijelaskan.

Jika penjelasan yang dibutuhkan, maka ini karena kelalaian Harold sendiri, justru karena ia tahu jalan cerita aslinya, Erika membenci ketidakadilan dan berjalan-jalan benar adanya. Dia tidak pernah berpikir sedikitpun kalau dia atau pembantunya akan bertindak seperti mata-mata.

Jika dia memperhatikan gerakan Erika dan Juno, jika ia menyadari kalau informasi tentang Clara dan putrinya yang masih hidup ketahuan, setidaknya, kemungkinan terjadinya situasi seperti ini sangatlah rendah .

 

Hasil dari mengabaikan semua itu, Harold dengan bodohnya datang ke wilayah Sumeragi sekali lagi yang diluar dari kehendaknya sendiri.

Awal ketika hampir 3 minggu berlalu sejak Erika mengetahui Clara masih hidup, yaitu, ketika sekitar satu bulan berlalu sejak Erika mulai tinggal di kediaman Stokes. Itu adalah perintah yang diberikan oleh ayah Harold, Hayden.

 

“Aku harus pergi ke kediaman Sumeragi?” (Harold)

 

Seperti hari sebelumnya, setelah Hayden meminta Harold untuk datang ke ruang kerjanya, topik yang ia bicarakan secara serius adalah tentang bagaimana ia ingin Harold untuk mengawal Erika, yang tidak merasa enak badan, kembali ke Sumeragi dan saat ini, ia ingin Harold menginap di tempat mereka untuk memperdalam hubungan mereka.

Yang pertama hanya cover dari maksud yang sesungguhnya(kedua). Hayden berpikir kesehatan buruknya hanya karena kangen rumah.

 

“Betul. Karena aku tidak bisa pergi kali ini. Tapi itu perlu demi menunjukkan itikad baik.” (Hayden)

 

(Itikad baik, ya? Kemungkinan, ia hanya ingin menarik sekitarnya kalau hubungan antara aku dan Erika cukup baik dengan membuat diriku mendampinginya ……..) (Harold)

 

Sudah resmi diumumkan di wilayah Stokes kalau Erika adalah tunangan Harold. Karena itu, tentu saja, emosi masyarakat terhadap Erika bergeser ke kasihan.

Dia sangat kagum pada popularitasnya di rumahnya sendiri itu tidak ada. Dia tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengubahnya ke penilaian positif.

 

“Baiklah. Kalau begitu tidak masalah jika membuat persiapan untuk keberangkatan sesegera mungkin.” (Harold)

“Hahaha, tidak disangka kau sangat khawatir. Sepertinya tanpa disadari, kau secara mengejutkan menjadi begitu akrab.” (Hayden)

 

Tentu, bukan itu. Sejak awal, karena Erika telah mengurung dirinya di dalam kamar sepanjang waktu, ia tidak punya kesempatan untuk medekatinya, tapi tampaknya Hayden mengartikannya menjadi sesuatu yang diinginkan baginya.

Meskipun ia ingin berkomentar sinis tentang betapa naifnya pemikirannya tersebut, karena tidak mungkin mulut mengganggu ini yang pura-pura patuh di depan orangtuanya akan memperbolehkannya, Harold, dengan Hayden yang tertawa karena suasana hati yang bagus dalam pandangannya sendiri, menganggap kunjungan ke kediaman Sumeragi sebagai kesempatan. Haruskah aku bertaruh pada pertandingan di sini— ia sangat menginginkannya dalam hati.

 

Meskipun ia tidak sabar di dalam, itu adalah keputusan yang sangat gegabah. Kemungkinan juga ia menjadi sombong karena ia telah menemukan petunjuk untuk mengatasi situasi bahkan ketika masih ada setumpuk masalah.

Artinya, seperti menginjak ranjau darat terbesar. Dia seharusnya lebih tenang sebelum mengambil tindakan.

 

Bahkan dasar-dasar seperti itu sudah dilupakan oleh Harold saat ini. Dia masih tidak tahu karena tindakannya akan mengundang Death Flags baru.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)