My Death Flags Chapter 17

Oleh Pride of Nyx on October 4, 2017

 

Jadi, karena diputuskan secara mendadak dia akan mengunjungi Sumeragi pada saat yang bersamaan, Harold menjelaskan secara detail tentang kebijakan yang akan mereka ikuti mulai hari ini kepada Norman dan yang lainnya, dan membuat persiapan yang diperlukan untuk menginap jangka panjang.

Setelah itu, beberapa hari kemudian dia meninggalkan kediaman Stokes, dan seminggu kemudian, dia tiba di wilayah Sumeragi di mana bunga sakura bermekaran.

 

Bunga sakura yang Harold tahu tidak bisa mekar selama sebulan penuh, tapi sepertinya berbeda dengan dunia ini.

Sambil memikirkan hal itu, Harold sedang duduk secara seiza di atas bantal yang diletakkan di atas tikar tatami, dan menatap bunga sakura yang berayun tertiup angin.

 

Sudah sekitar 30 menit. Sambil mempraktekkan metode yang telah dia pelajari cara duduk seiza di dunia sebelumnya agar tidak membiarkan kakinya menjadi mati rasa, Harold menunggu Tasuku menyelesaikan tugasnya, sambil beberapa kali meminum teh hijau. .

 

“Harold-kun, mau secangkir teh lagi? “ (Koyomi)

“………  Buat sedikit lebih kuat kali ini. Aromanya tipis dan yang terpenting, rasanya hangat.” (Harold)

 

Dengan meja di antaranya, duduk secara diagonal di seberang Harold, istri Tasuku, Koyomi, seolah-olah dia adalah seorang pelayan, menunggu sampai cangkir teh Harold kosong dan mengulurkan tangannya ke arah ketel besi yang dipanaskan di perapian kecil sekitar 40 cm di samping meja

Berlawanan dengan betapa berterima kasihnya dia di dalam, mulut Harold yang tidak tahu rasa takut, memberi perintah. Ya, memang benar meskipun tehnya enak, itu terasa hangat dan terlebih lagi sangat berbeda dengan manisnya makanan ringan tradisional yang dimakan bersama tehnya, teh yang diencerkan terasa sedikit tidak memuaskan.

Meskipun begitu, tidak perlu mengucapkan kata-kata seperti itu.

 

“Ara, maka kali ini, aku akan membuat tehnya sedikit lebih kuat dan lebih panas.” (Koyomi)

“Lakukan itu” (Harold)

 

Sepertinya kata sopan bukannya aktif di hadapan yang lebih tua tetapi hanya di depan orang tuanya. Tapi, bahkan terhadap sikap angkuh Harold, senyum lembut Koyomi tidak hilang, dan dengan gerakan yang terlatih, dia menuangkan air panas dari ketel besi ke teko kecil dan menuangkan tehnya.

Meskipun agak melenceng, Harold tidak tahu kalau untuk kualitas yang bagus, agar mendapatkan teh hijau kelas atas, paling bagus menggunakan air dengan suhu 70 derajat.

 

Di dalam ruangan, di mana aroma daun teh mengisi ruangan, Harold meminum teh hijau sambil menatap bunga sakura. Satu-satunya suara yang masuk ke telinganya adalah bisikan rumput yang diombang-ambingkan oleh angin dan suara ‘kakon’ yang dibuat oleh air mancur bambu yang menabrak batu secara berkala.

Itu adalah momen yang sempurna seakan estetika Jepang tentang kesederhanaan yang tenang dan kemurnian yang tenang dijejalkan ke dalamnya.

 

(Aah, aku tersembuhkan ………..) (Harold)

 

Bagi Harold yang sebenarnya orang Jepang, ini merupakan penyambutan kelas tertinggi. Ada pengaruhnya juga karena Harold yang selalu bekerja baik pikiran maupun tubuhnya semenjak dia datang ke dunia ini, ini pertama kalinya dia merasakan seperti ini.

Terkesan akan momen yang juga bisa disebut sebagai puncaknya kebahagiaan- Tidaklah buruk kalau tinggal di kediaman Sumeragi- dengan pemikiran seperti ini, dia mengangkat lehernya.

 

Koyomi menatap Harold, yang memejamkan mata dan bernafas perlahan, sambil tersenyum, tapi juga tertarik. Hal yang menarik perhatiannya adalah perilaku di mana Harold memasuki ruangan.

Sejauh yang diketahui Koyomi, satu-satunya tempat di negeri ini yang tahu tentang budaya seiza adalah wilayah Sumeragi.

 

Dari kunjungan sebelumnya, dia mengerti kalau Harold begitu mengetahui budaya Sumeragi.

Tapi melepas sepatu dan beralih ke alas kaki di pintu masuk, duduk seiza untuk waktu yang lama, makan makanan dengan sumpit – Bahkan jika ada yang tahu terlebih dahulu tentang semuanya dan kebiasaan budaya yang unik bagi Sumeragi, adalah suatu yang berbeda apakah mereka bisa melakukannya atau tidak.

 

Biasanya, bahkan jika seseorang mengetahuinya, akan ada beberapa hal di mana mereka akan ragu, tetapi Harold, tanpa kesulitan, seakan itu sebuah kebiasaan, melakukan hal-hal tersebut secara alami. Dia memiliki selera dan suhu teh hijaunya sendiri, hal tersebut berada di luar dugaannya.

Bukannya dia tahu tentang budaya Sumeragi. Dia pernah mengalaminya.

 

(Tetapi dimana?) (Koyomi)

 

Sulit untuk membayangkan kalau dia pernah mengalaminya di kediaman Stokes. Kepala keluarga, Hayden, hampir sama sekali tidak tahu tentang hal-hal semacam ini.

Jika ada orang yang berasal dari Sumeragi di dekat Harold, dia tidak tahu apa artinya memberikan latihan kepada Harold dan bukannya Hayden.

Bagaimanapun, dia adalah anak laki-laki yang memiliki banyak hal yang tidak dapat dijelaskan tentang dirinya.

 

Mungkin karena hal tersebut, Koyomi tanpa di sadar mulai mengamati gerakan Harold.

Akibatnya, ruangan tersebut benar-benar sunyi. Yah, karena keduanya tidak merasakan itu menyakitkan, tidak perlu khawatir. Mereka menghabiskan waktu selama 10 menit dengan damai seperti ini, dan kemudian, suara langkah kaki seseorang yang berjalan di lorong mulai semakin dekat.

 

“Maaf telah membuatmu menunggu. Pekerjaannya diperpanjang.” (Tasuku)

 

Dari sisi lain pintu geser yang dibiarkan terbuka, Tasuku menunjukkan dirinya. Mungkin karena merasa tidak enak saat membuat Harold menunggu, ada senyum canggung di wajahnya.

 

“Seperti biasanya, sepertinya kau tidak tahu harus berbuat apa.” (Harold)

“Meskipun tampak seperti itu, itu telah menjadi jauh lebih baik. Ini berkat obat daya tahan yang diciptakan oleh Harold-kun. Aku sangat bersyukur. Terima kasih” (Tasuku)

 

Tak lama setelah Tasuku duduk di atas bantal dia langsung menundukkan kepalanya. Koyomi juga mengikutinya.

Harold tercengang akan kejadian mendadak tersebut.

 

“Angkat kepalamu, Ini tidak sedap dipandang. Aku tidak melakukannya untuk mendapatkan kalimat terima kasih darimu sialan.” (Harold)

“Aku tidak mampu melakukannya. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan sampai melakukannya, tapi tetap saja, ini adalah kebenaran yang tak tergoyahkan bahwa situasinya berubah menjadi lebih baik berkatmu.” (Tasuku)

 

Karena itulah, tidak mungkin aku tidak menunjukkan rasa terima kasihku sebagai kepala keluarga Sumeragi- agar tidak diketahui Harold, Tasuku menatap mata Harold dengan ekspresi gembira.

Karena tidak menahannya, Harold mengalihkan pandangannya.

 

“Fuh, tidak berharga. Tidak punya pilihan selain menurunkan kepalamu kepada anak kecil sepertiku, malulah dengan ketidakmampuanmu sendiri.” (Harold)

“Aku tidak memiliki kata-kata untuk menyangkalnya. Yah, sejauh yang aku tahu, aku senang bertemu dengan pemuda sepertimu yang masa depannya akan penuh dengan harapan.” (Tasuku)

 

“Begitukah. Kalau begitu kibaskan ekormu dan bekerja sama denganku.” (Harold)

“………. Itulah alasanmu meminta untuk berbicara denganku? Apakah kau tidak terlalu terburu-buru dengan langsung melompat ke masalah utama tanpa ada pembukaan?” (Tasuku)

 

“Aku tidak memiliki niat untuk terlibat dalam mengukur tangan masing-masing. Baca ini terlebih dahulu.” (Harold)

 

Dengan teliti diproduksi oleh Norman dan Jake, itu adalah versi terbaru dari dokumen yang menggabungkan dampak dan penerapan pertanian LP yang terbukti pada saat ini. Dia meletakkannya di atas meja.

Didesak dengan pandangan Harold yang memintanya untuk “membaca”, Tasuku membawa ke tangannya.

 

Dan saat ia terus membalik halaman, keseriusan wajah Tasuku terus meningkat. Reaksinya seperti dugaan Harold.

Atau lebih tepatnya, jika tidak seperti itu, dia akan menjadi susah. Pertama-tama, penting agar Tasuku memahami nilai luar biasa dari pertanian LP.

Itu adalah premis dalam perundingan kali ini yang akan diadakan.

 

 

Tasuku, yang membaca dokumen tersebut dengan teliti seolah sedang memakannya, setelah membaca halaman terakhir, menghela nafas kecil dan menutup dokumennya.

 

“Bagaimana mengatakannya ………. Isinya gila.” (Tasuku)

“Ya? Tapi itu memang benar.” (Harold)

 

“Jadi, ini sesuai perhitunganmu kalau aku meragukannya?.” (Tasuku)

“Meragukan? Bagaimana kalau terus terang mengatakan kepadaku “Aku tidak percaya”?.” (Harold)

 

Berani. Satu kata itu lebih dari cukup untuk menggambarkan Harold yang tertawa terbahak-bahak dengan sudut mulutnya yang terangkat.

Melihat dari sisi lain, itu berarti dia memiliki kepercayaan diri sebanyak itu. Jika, misalnya, ini adalah gertakan, maka dia aktor yang handal.

 

Namun, dia memiliki testimonial. Berkaitan dengan racun yang terjadi pada hutan di area Sumeragi, dia telah menawarkan metode tersebut untuk membuat obat penawar secara gratis.

Karena itu, harapan untuk merekonstruksi pengelolaan wilayah Sumeragi menjadi terwujudkan di saat mereka terpojok.

 

“………. Untuk sekedar menegaskan dan menyelesaikannya seperti itu adalah kehebatanmu. Karena, meski dengan isi yang tidak masuk akal ini, kau membuatku berpikir ingin mendengarkan kelanjutannya.” (Tasuku)

“Bahkan jika itu benar atau bohong, gratis untuk bagian mendengarkan.” (Harold)

 

“Tentu. Tapi hanya dengan menunjukkan dokumen ini kepadaku, ini sudah hasil besar bagiku.” (Tasuku)

“Jika kau menginginkan hal seperti itu, aku akan memberikannya kepadamu. Lagi pula, itu hanya sebuah salinan.” (Harold)

 

Melihat Harold memotong dan membuangnya seolah tidak masalah sama sekali, meski di dalam, Tasuku terkejut untuk pertama kalinya.

Dalam dokumen ini yang menginformasikan tentang metode penanaman tanaman orisinil yang disebut pertanian LP, rincian dan juga banyaknya informasi cukup besar dan telah digabungkan dengan cara yang sangat baik. Prosesnya sendiri mudah dan risikonya rendah. Akan mudah untuk menerapkannya.

Jika dia menghentikan negosiasi di sini dengan – “Ku rasa, aku tidak mempercayainya”, dia bisa memperoleh keuntungan tanpa kerugian untuk Sumeragi.

 

Meskipun begitu, Harold memberinya inisiatif untuk memimpin negosiasi. Ini berarti pemikiran Harold tentang LP itu sendiri tidak lebih dari sebuah pembuka untuk masalah sebenarnya.

 

(Karena aku menyadari kemungkinan ini, aku tidak bisa mundur, ya) (Tasuku)

 

Tepatnya, risikonya akan meningkat jika ia mundur. Untuk mengujinya pada Sumeragi apakah pertanian LP memiliki cacat = adalah situasi yang inginkan.

Atau, bahkan jika tidak ada kerusakan nyata, dia mungkin akan bernegosiasi dengan tempat lain dan ada bahaya bahwa mereka mungkin akan menderita di kemudian hari.

Untuk mencegah hal tersebut, seperti yang diduga, dia harus mendengarkan topik utama yang akan dibicarakan Harold di sini dan mencoba membaca motif sebenarnya sebanyak mungkin.

 

Jika bahkan proses berpikir ini terprediksi, maka bukan sampai batas dia sangat hebat – yang disiratkan Tasuku.

Dari laporan yang disampaikan dari Juno, Tasuku diberitahu kalau Harold bukanlah boneka seseorang, dan kemungkinan dia bertindak karena kemauannya sendiri sangat tinggi. Setelah menghadapi dia seperti ini dan bertukar kata, dia yakin kalau itu benar adanya.

Tidak mungkin memanipulasi seseorang sampai ke tingkat yang begitu tinggi dengan mempengaruhi pemikiran mereka atau mencuci otak mereka.

 

“Lalu, biarkan aku mengambil tawaranmu.” (Tasuku)

“Lakukan itu. Atau lebih tepatnya, jika tidak seperti itu negosiasi tidak dapat dilanjutkan.” (Harold)

 

“Fumu, apa artinya?.” (Tasuku)

“Dengan asumsi kalau semua yang tertulis dalam dokumen itu benar adanya, bagaimana menurutmu?” (Harold)

 

Untuk pertanyaan Harold, Tasuku menjawabnya.

 

“Ini adalah penemuan yang mengesankan. Setelah menerapkannya dan meningkatkan panen, jika tidak ada masalah tertentu, mulailah dengan, sistem produksi dapat disiapkan di wilayah ini. Dan setelah tingkat keunggulan tertentu terjamin, aku akan membiarkannya menyebar ke seluruh penjuru negeri.” (Tasuku)

“Kau tidak akan memonopolinya?” (Harold)

 

“Jika sejumlah kecil orang memonopoli sumber daya, maka akan memicu perselisihan di kemudian hari. Karena aku berpikir bahkan aku belum menjadi cukup bodoh untuk jatuh begitu rendah untuk dikelilingi oleh musuh karena melompat pada keuntungan dalam waktu dekat.” (Tasuku)

“………. Okelah, kau lolos.” (Harold)

 

Bagi Harold yang mengetahui kepribadian Tasuku, itu adalah jawaban yang ideal. Menahan untuk ingin mengatakan “Kau pikir kau siapa, hah” untuk dirinya sendiri, dia melanjutkan negosiasi.

 

“Bahkan aku juga sependapatmu. Tidak masalah untuk mendapatkan keuntungan dari pertanian LP, tapi dilihat sebagai musuh oleh sekitar cukup menjengkelkan. Jadi, aku datang untuk membuat proposal.” (Harold)

“Aku sangat ingin mendengarnya.” (Tasuku)

 

Karena kedua garis pandang mereka berpotongan, seketika suasana ruangan menjadi tegang.

Dan sekali lagi, Harold memasang senyum tanpa takutnya seperti burung pemangsa.

 

“Aku akan membuatmu menjadi pengembang dari pertanian LP.” (Harold)


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)