My Death Flags Chapter 2

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

Rambut hitam yang mengkilap dan mata merah. Bahkan jika ia tidak ingin, ia bisa merasakan wajah Harold memiliki fitur yang ditemukan pada orang-orang di luar Jepang dan bahkan jauh dari Asia.

Kira-kira 140 cm dan seperti yang diharapkan, berusia sekitar 10 tahun.

 

Mengenakan kemeja putih polos dengan dasi menyilang dan setinggi celana selutut, ia memiliki penampilan yang persis seperti lukisan dari seorang anak muda dari keluarga terhormat dan bangsawan.

 

Hirasawa Kazuki telah menjadi Harold Stokes. Tampaknya sulit untuk menerimanya, tapi dengan ini, ia bisa dibilang mengkonfirmasi kalau ini adalah benar adanya.

 

Entah penalaran atau proses memahami. Baiklah kalau begitu, jika situasi ini disimpulkan sebagai merasuki seseorang atau seharusnya tidak masalah dengan melihatnya sebagai mimpi menakutkan yang nyata. Atau mungkin, Hirasawa Kazuki telah beralih posisi dengan Harold Stokes, atau mungkin juga kesadaran Hirasawa Kazuki telah dilahirkan oleh delusi pemilik tubuhnya yang sudah gila.

 

Hilangnya faktor untuk memverifikasi diri sendiri. Diserang oleh perasaan bagaikan kehilangan semua dukungan pada kakinya, pada saat yang sama ia meletakkan tangannya di lututnya, yang telah kehilangan hampir seluruh kekuatannya, ia menahan rasa mual yang mengalir.

Napasnya menderita sekali dan jarak penglihatannya diwarnai putih karena rasa pusing, sedangkan lambungnya mengamuk ke arah yang berlawanan.

Bagaimanapun, itu merupakan perasaan yang mengerikan.

 

Haruskah aku membuang segala sesuatunya dan pergi tidur— Dengan perasaan yang tidak bertanggung jawab seperti itu, Kazuki roboh ke tempat tidur. Dia tidak mempunyai kekuatan yang tersisa untuk menjalankan pikirannya.

Bangun setelah tidur dan mengatakan 「Itu semua mimpi, aku serius kebingungan」 — menggumamkan itu, ia menyeka keringat dinginnya. Menempel ke harapan, selagi kesadarannya menjauh, ditarik kembali ke dalam tubuhnya karena suara ketukan pintu.

 

“……Masuklah”

 

Pikiran berlaga tidak tahu melewati pikirannya.

Tapi sebelum dia bisa berpikir secara mendalam tentang hal tersebuut, ia memberi balasan.

Tidak jelas apakah itu kehendak Harold atau bawah sadar Kazuki.

 

(Ah, tapi aku tidak akan tiba-tiba memberitahu mereka untuk 「Masuklah」)

 

Bahkan tanpa mengetahui siapa orang itu, berbicara dengan cara yang kasar, Kazuki bukan orang yang tidak tahu tentang sopan santun. Jika itu terjadi, seperti sebelumnya, apakah tubuhku bergerak sendiri?

Karena ia sudah menjawab, tanpa pilihan lain, ia mengangkat tubuh lesunya selagi memikirkan hal tersebut, yang membuatnya dalam suasana yang lebih tertekan.

 

Mungkin benar, itu bukan seolah-olah pengunjung akan menahan diri dari memasuki ruangan. Seorang pria dengan rambut yang mulai memutih membuka pintu, membungkuk penuh hormat dan melangkah ke dalam ruangan.

Melihat wajahnya, Kazuki menyadari siapa orang tersebut.

 

Norman.

Dia, yang menjabat sebagai seorang pelayan di kediaman ini, diberi julukan- 「Suara Hati dari Rumah Stokes」 oleh pemain, adalah karakter dengan penuh sayang yang dipanggil 「Norman-san」. Karena dia hanya seorang pelayan dan bukan berhubungan darah, dia bukan anggota keluarga Stokes.

 

Pokoknya, dia, yang menjadi agen menyegarkan bagi jantung dalam kejadian yang berkaitan dengan kediaman Stokes berperingkat tinggi dan sangat dihargai, melangkah ke kamar Kazuki (Harold).

 

「Maafkan ketidaksopanan saya」

「Apa yang kau inginkan?」

 

「Sejujurnya, saya ingin berkonsultasi dengan Harold-sama tentang …….」

 

Kalimat Norman terhenti di tengah ucapannya.

Merasa curiga, Kazuki dengan serius mengamati wajah Norman. Ketika dia melakukannya, kalimat setelahnya, membingungkannya.

 

「Mungkin, anda tidak enak badan? Kalau begitu…….”」

「”Tidak ada masalah”」

 

「Tapi ekspresi anda–」

「Aku bilang tidak ada masalah」

 

Tanpa sedikit pun mempertimbangkan, ia memotong kalimat Norman penuh dengan keprihatinan dan mengabaikannya.

Jujur, ada berbagai macam masalah, tapi itu bukan seolah-olah ia bisa terus terang menyampaikannya – 「Sebenarnya, tampaknya aku telah merasuki Harold-kun」. Dan, ketika dia sedikit ingin menolak, itu menjadi seperti ini. Sepertinya seolah-olah mulut ini secara otomatis menerjemahkan kalimat dalam gaya Harold. Sebelumnya 「Masuklah」 juga hasil dari mulut ini. Jika seperti itu, betapa menjengkelkannya fitur ini.

 

Menanggapi reaksi terus terang Harold, Norman merasa ada sesuatu yang aneh.

Tuan Muda Harold menyadari ia memiliki kebencian parah terhadap menahan, dan tidak akan pernah bekerja keras, akan lari dari rasa sakit, dan akan menghilangkan segala sesuatu yang ia tidak sukai.

 

Orang tuanya juga bertanggung jawab karena biasanya menyetujui sesuatu seperti itu, artinya, jika Harold merasa tidak enak badan, bukannya menahan seperti ini, ia akan berteriak berlebihan tentang kondisinya.

Namun, hanya pada hari ini saja, dia tidak melakukan hal ini, mendesak untuk melanjutkan pembicaraan, meskipun wajahnya sangat pucat.

 

Dia berpikir tentang berbicara di lain waktu, tapi melihat mata Harold yang berteriak – 「Cepat dan berbicara」, Norman melanjutkan percakapannya.

 

「…….Kalau begitu, Saya akan singkat. Saya meminta untuk mengurangi hukuman yang dikenakan pada Clara 」

 

Ketika ia mendengarnya, Kazuki ingat. Kenyataan kalau saat ini dia memegang kehidupan seseorang.

Kejutan dari menyadari kalau ia telah menjadi Harold terlalu besar, karena ingatannya telah tergelincir sepenuhnya.

 

Mulutnya yang mengeluarkan dialog saat kejadian, dimana ia membuat pelayan sebagai subjek tes untuk magic barunya, dengan sendirinya, tentu, Kazuki tidak punya niat untuk melakukan itu.

Itulah yang terjadi, karena ia hampir langsung menyetujui permintaan Norman, dia bahkan tidak dapat membentuknya menjadi kalimat.

 

Itu bukan seolah-olah kehendak Harold menghalanginya. Itu Kazuki sendiri, menelan kata-katanya.

Ini dikarenakan ia harus menjawab sesuai dengan situasi, karena ia memiliki pengetahuan tentang karya aslinnya.

 

Jika situasinya mengikuti karya aslinya, maka sang pelayan, Clara, akan dibakar sampai mati oleh magic Harold. Akibatnya, anak wanita tersebut, Colette, akan diusir dari wilayah Stokes, karena dia tidak mempuyai kerabat.

Tidak lama kemudian, Colette, yang akan roboh karena kelelahan dari pikiran dan tubuhnya, kemudian akan berlindung, dan akan mulai hidup dengan protagonis aslinya dan keluarganya, di bawah atap yang sama.

 

Singkatnya, Colette adalah tokoh utama perempuan dan jika Clara diselamatkan sekarang, dia tidak akan bertemu protagonis, yang akan menjadi kelainan besar dari cerita. Kazuki menyadari hal ini dan tidak tahu harus berkata apa.

 

Pada akhirnya, ini hanya kemungkinan.

Ada kemungkinan jika Clara terselamatkan atau terbunuh, Colette mungkin bertemu protagonis dan menjadi temannya.

Fenomena yang bisa disebut sebagai kekuatan untuk mengubah sejarah.

Jika kekuatan ini bekerja bahkan jika Kazuki bergerak sesuka hatinya, maka untuk lebih baik atau buruk, tidak ada yang perlu dikhawatirkan olehnya.

 

(Jika itu benar, maka peristiwa aslinya tidak dapat dihindari dan masa depanku akan gelap gulita. Biarkan aku berasumsi kalau kekuatan seperti itu tidak ada)

 

Jika dia tidak melakukan itu, kesehatan mental Kazuki akan terguncang.

Sebaliknya, jika hal seperti kekuatan mengubah tidak beroperasi, menggunakan pengetahuan tentang karya aslinya, Kazuki bisa menghindari tindakan kacau yang diambil oleh Harold, dan itu tidak akan sangat sulit untuk berperilaku dengan cara yang tidak akan menurunkan kesannya.

Secerah harapan bangkit di hati Kazuki.

 

(Untuk itu, jika aku mengambil tindakan yang melenceng terlalu jauh dari karya asli, aku akan kehilangan keuntungan, akan menjadi rencana yang buruk. Tanpa mengubah skenario dalam arti luas, jika aku bisa menuntun hanya kesimpulan arah yang benar, maka …… ..!)

 

Seperti itu, jika ia tidak mengambil tindakan apapun dan skenario berkembang sepenuhnya sesuai dengan cerita aslinya, dalam beberapa tahun lagi, Kazuki akan menyambut kematian. Dia harus melakukan semua yang dia bisa untuk menghindari hal tersebut.

Namun, pengaruh apa yang disebabkan dari penghancuran cerita aslinya, tidak diketahui. Apalagi, dalam dunia RPG, di mana kematian semakin dekat. Dalam dunia seperti ini, mengetahui aliran masa depan adalah keuntungan terbesar, dan jika ini diabaikan, kematian mungkin datang karena tidak ada pengembangan dari cerita aslinya.

 

Sebuah 「Death Flag」 (mean; bendera kematian, sering muncul dalam game) luar biasa besarnya yang disebut keberlangsungan hidup lebih sesuai. Membawa kedua belah pihak tersebut dan bertahan hidup, arus cerita asli harus dibuat sementara tidak akan menjadi masalah untuk bergerak maju dengan menghancurkan 「Flag」 nya sendiri.

Pokoknya, Kazuki memperkuat tekadnya untuk melakukan semua yang dia bisa sebelum dia bisa mulai berbicara sok, jika ia tidak ingin mati.

Norman dikejutkan dengan melihat mata Kazuki, yang mengandung seperti tekad yang keras kepala. Ini karena, ia belum pernah melihat anak laki-laki tersebut membuat mata seperti ini sebelumnya.

 

「Clara adalah pelayan itu, kan? Brengsek, kau mengatakan padaku untuk bertindak demi menyelamatkan dia. 」

 

Kazuki langsung menyesal membuka mulutnya.

Sedangkan bagi Kazuki, niatnya adalah untuk memberitahu – 「Clara-san adalah pelayan yang tadi, kan? Aku benar-benar ingin menyelamatkannya, tapi aku tidak bisa bergerak secara terbuka 」. Betapa bebasnya diterjemahkan komentar tersebut menjadi seperti ini.

 

Tentu saja, bagaikan ia tidak bersemangat, ekspresi Norman menjadi berkabut.

 

(Ini buruk!)

 

Kazuki merasa seluruh tubuhnya kalau sudah menjadi sangat buruk. Sesuatu yang berjalan, poin bencinya akan meningkat dari jumlah yang sudah ada.

Entah bagaimana mencoba untuk mengabaikan sesuatu, ia panik mencari kata-kata.

 

「Jika kau ingin membantu, mulailah dengan, bergerak sendiri. Aku akan mendengarkan ucapanmu setelah itu 」

「Kalau, kalau begitu …… ..!」

 

「Mengganggu. Pergi sekarang 」

 

Kazuki, bingung dengan mulutnya sendiri yang mengeluarkan bahasa kasar lebih dari apa yang ia harapkan, membuat Norman pergi, dengan meninggalkannya di pertengahan kalimat.

Melihat dia pergi sementara mengekspresikan rasa terima kasih bahkan setelah perlakuan tersebut, Kazuki merasa lega keinginannya untuk agak bekerjasama dapat tersampaikan.

 

Melemparkan dirinya ke atas tempat tidur, melihat ke atas kali ini, Kazuki mulai merenungkan secara mendalam terhadap pemikiran cerobohnya.

Dia sudah tidak bisa menghindari menarik kembali pendapatnya sebelumnya. Selama mulut ini ada, sepertinya itu akan menjadi masalah yang lebih sulit untuk mengubah hanya kesimpulan akhir dari kejadian tanpa menurunkan kesannya.

 

Mungkin benar, dia tidak bisa memberitahu begitu saja – 「Seperti yang diharapkan, apa aku menyerah saja」. Jika situasi terburuk harus diasumsikan, situasi di mana kematian bagi dunia ini, tanpa diragukan lagi, menjadi kematian Hirasawa Kazuki, yang akan sangat menyusahkan. Mungkin juga ada kemungkinan kembali ke dunia aslinya dengan mati di sini, tapi risikonya terlalu tinggi baginya untuk menerapkannya ke dalam tindakan.

 

Dan, sampai petunjuk untuk meloloskan diri dari situasi terjebak saat ini, cara terbaik untuk bertahan hidup sebagai Harold Stokes adalah bertindak sesuai dengan cerita asli dan menghindari perbuatan mengacau.

Dengan cara itu, dengan kondisi yang mirip dengan cerita aslinya, jika arus dunia ini terus dicermati lebih dekat, itu akan menjadi jelas apakah tempat ini adalah dunia yang sama dari 「Brave Heart」 atau dunia tiruan.

 

Dan, apa yang Kazuki harus lakukan sekarang. Mengumpulkan informasi, untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang situasi sekarang.

 

Kazuki, yang telah pulih tenaganya sampai tingkat tertentu karena menemukan harapan, turun dari tempat tidur dan mulai mengobrak-abrik laci dan mencari rak buku. Ketika ia melakukan itu, selain barang biasa ia juga menemukan beberapa barang yang muncul dalam permainan.

Hampir semuanya disimpan di rak buku adalah buku yang berhubungan dengan magic atau biografi yang berisi banyak ilustrasi. Untungnya, buku-buku itu ditulis dalam bahasa Jepang, yang dapat dibaca bahkan oleh Kazuki.

Seperti dugaan, kemungkinan dunia yang dibuat · di · Jepang.

 

Setelah menyelesaikan dengan singkat pencariannya, ia pergi keluar dari ruangan. Untuk berbicara dengan Clara.

Dia memanggil seorang tentara berlapis baja yang berada di dekatnya.

 

「Oi, brengsek」

「Ha ha!」

 

Tentara tersebut berlutut dengan satu kaki dan menunduk.

Ngomong-ngomong, dia berhenti memikirkan tentang penggunaan bahasa setiap kali penggunannya.

 

「Arahkan aku ke penjara di mana pelayan bernama Clara dipenjara」

「Ke penjara?」

 

「Apa? Jika kau keberatan, aku akan mendengarkanya」

「Tidak, saya tidak! Silahkan lewat sini!」

 

Dengan gerakan cepat, prajurit memimpin. Baju besinya itu ribut bergemrincing. Sepertinya itu akan menjengkelkan jika ia berkeliaran di rumah pada malam hari.

 

Dia mengikuti di belakang prajurit seperti itu untuk sementara waktu.

Mereka tiba di depan sebuah tempat terpencil yang terlihat bangunan dengan ketinggian 3m, terbuat dari batu, yang terletak di belakang rumah.

 

「Ini adalah penjaranya」

「Berapa banyak orang yang berada dipenjara?」

 

「Untuk saat ini, seharusnya satu orang, tapi …… ..」

 

Jika seperti itu, sepertinya satu-satunya yang berada di dalam adalah Clara. Bagi Kazuki, ini hal bagus.

 

「Kau tetap di sini dan tetap waspada agar tidak ada yang masuk ke dalam」

「Te, tentu」

 

Membuat prajurit berdiri di luar, hanya Kazuki yang masuk dalam bangunan setelah membuka pintu kayu.

 

「Ha, Harold-sama !? Uo! 」

 

Di ruangan sempit, ada sebuah tempat ruang penjaga, disana ada sesosok prajurit lain. Berbaring di atas kursi yang berbaris, adalah postur tubuh prajurit yang menandakan menganggur terang-terangan.

 

Tentara tersebut, bergegas mencoba untuk bangkit, tersandung dan jatuh dari kursi. Kazuki mengabaikan itu dan mengulurkan tangannya pada panggangan besi, dilengkapi di atas tanah di sudut kiri ruangan, yang tampaknya mengarah ke penjara. Ketika ia menariknya, ia mendapati kalau itu terkunci erat.

 

「Serahkan kuncinya」

「Y, ya!」

 

Tentara tersebut menyerahkan kuncinya kepada Harold, dari yang tergantung di dinding. Dia memasukkan kunci ke lubang kunci dan ketika ia berbalik ke sisi kiri, gembok terbuka dengan dentangan keras.

 

「Aku akan berbicara dengan orang di ruang bawah tanah. Jangan berani-beraninya kau masuk 」

 

Menekankan hal itu itu, ia menuruni tangga menuju ruang bawah tanah selagi ia masih memegang kunci, sehingga ia tidak akan terkunci, bahkan jika kebetulan.

Anak tangganya sangat gelap dan bahkan langkah-langkah tidak bisa terlihat dengan benar. Dia akhirnya mencapai penjara setelah hati-hati menuruni 10 langkah yang aneh.

 

Penjaranya memiliki total 4 sel, 2 di setiap sisi. Setiap sel hanya memiliki sesuatu yang terlihat seperti tempat tidur terbuat hanya dari jerami dan toilet sederhana di tempat terbuka. Di dinding pada sisi lain dari penjara adalah jendela kecil, dengan tinggi 20 cm dan lebar 30 cm, di mana sejumlah kecil cahaya menerangi penjara.

 

Kazuki menghentikan kakinya di depan sel yang terletak di sisi kanan bagian dalam, tempat Clara dipenjarakan.

 

「Tidak ada kesalahan kau adalah Clara Emerel, kan?」

「Harold-sama ……?」

 

Kazuki berdiri di depan sel Clara suatu posisi yang ia tidak bisa lihat wajahnya.

Itu pada tingkat dimana ia hanya bisa menebak siapa itu dari melihat bayangan hitam kecil seseorang dan mendengarkan suaranya.

 

Namun, keraguan muncul dalam benaknya.

Sebuah keraguan tentang kenapa ia datang ke sini.

 

「Mungkin ……… Sudah tiba waktunya?」

 

Suaranya bergetar.

Sebuah subjek tes untuk bereksperimen magic baru. Anak laki-laki yang berdiri di depannya pasti telah memberitahunya beberapa saat yang lalu.

Berpikir kalau sudah waktunya, wajah Clara terukir dengan warna lebih dalam dari keputusasaan.

 

Tapi jawaban dari Harold adalah sesuatu yang sangat melenceng dari prediksinya.

 

「Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan melakukannya. Tapi saat ini, itu untuk hal yang berbeda. 」

 

Harold melipat tangannya dan bersandar kembali pada jeruji besi sel yang berlawanan.

Dia berpikir tentang apa yang dimaksud dengan hal yang berbeda. Dia sudah bekerja di rumah ini selama hampir 2 tahun dan jumlah ia berbicara langsung dengan Harold tidak dapat terhitung, tapi tetap saja, ia memiringkan kepalanya kebingungan.

 

「Hal yang berbeda?」

「Hanya mengkonfirmasi. Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku tanpa kebohongan atau menipu 」

 

「…… ..Ok, saya akan menjawab semua pertanyaannya yang ditanyakan kepada saya」

 

Semangat yang Clara tunjukan dalam kesepakatan, hanya dengan menganggukkan. Itu benar-benar berbeda dari bagaimana ia biasanya berperilaku, dimana dia selalu ingin memiliki caranya sendiri. Dia ditelan oleh suasana yang dilepaskan oleh Harold, yang memancarkan aura tenang dan sabar dan itu tak pantas untuk usianya.

 

「Apa susunan keluargamu?」

「Saya mempunyai seorang putri」

 

「Siapa namanya?」

「Namanya Colette」

 

「Bagaimana dengan hubungan darah atau anggota keluarga dekat selain dia?」

「Saya meninggalkan kampung halaman dengan suami saya, yang mirip dengan melarikan diri, dan sejak saat itu keadaan terpisah dari rumah saya. 3 tahun yang lalu, karena penyakit, suami saya …… .. 」

 

(Jadi ada alasan seperti itu bagi Colette tidak memiliki saudara selain dari ibunya)

 

Tujuan dari pertanyaan tersebut untuk membandingkan dan menyesuaikan pengetahuan tentang cerita aslinya.

Clara kebingungan dengan mendengarkannya mengajukan pertanyaan tentang keadaan dirinya yang tidak ada hubungannya dengan hukuman, tapi Kazuki tak mempedulikan itu dan terus menginterogasinya.

 

「Usia putrimu?」

「Dia menjadi 9 tahun ini」

 

「Apakah kau memiliki pengalaman dalam seni bela diri atau menggunakan magic apapun?」

「Tidak ada, hal-hal seperti itu terutama …… ..」

 

Waktu yang dibutuhkan adalah beberapa menit. Kazuki acuh tak acuh mengulangi pertanyaan. Hasilnya juga cukup bagus.

Semua informasi yang diperoleh dari Clara sejalan dengan Kazuki. Dengan ini, semua informasi yang bisa diperoleh pada saat ini tersajikan dan ia dapat untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

 

「Itu saja. Baiklah kalau begitu」

「Tunggu sebentar.」

 

Clara memohon pada Kazuki, yang hendak meninggalkan, untuk berhenti.

 

「……..Apa?」

「Jika aku mati, maka anak saya ……… Colette akan sendirian. Pada usia itu, dia bahkan tidak akan mampu bertahan jika dia dibiarkan saja …… .. 」

 

Clara mengatakannya sambil menangis.

 

「Oleh karena itu, setelah kematian saya, tolong urus anak saya! Gadis itu tidak bersalah. Tolong, tolong saya mohon …….! 」

 

Bukannya khawatir tentang hidupnya sendiri, ia, cemas akan masa depan anaknya, memohon sambil menyembah-nyembah dan menundukkan kepalanya, ke orang yang seharusnya di sangat benci, yang mirip dengan orang licik yang menuduhnya.

Jika itu adalah Harold yang asli, ia mungkin telah mengejek dan menertawakannya.

 

Tapi Kazuki berbeda. Dia saat ini bisa merasakan kasih sayang tanpa pamrih dari ibu ke anaknya, dari Clara.

Kazuki tidak bisa menertawakan ibu yang mengemis untuk kebahagiaan putrinya, bukannya mencemaskan hidupnya sendiri. Dia sekarang memegang keyakinan kalau dia adalah eksistensi yang benar-benar diperlukan untuk Colette.

Membunuh orang seperti itu mustahil.

 

「Menyakitkan mata. Penampilan dan juga ucapan bodo yang direbut oleh kecemasan sia-sia dan tidak berarti 」

 

Bagi Harold, ini tampaknya kata-kata penghibur. Sampai sejauh mana sikap angkuhnya muncul.

 

「Itu, apa yang kau maksud dengan ……… ..」

 

Tanpa menjawab pertanyaan Clara, Kazuki mulai berjalan pergi. Jika ia tinggal di depannya lebih dari ini, sepertinya dia akan mulai menangis karena simpati. Membalikkan dirinya, Kazuki secara singkat mengatakan –

 

「Jika kau mencintainya sampai segitunya, jangan pernah lepaskan dirinya lagi」

 

Tak lama, suara langkah kaki juga lenyap dan suara besi panggangan di pintu masuk tertutup terdengar dalam penjara.

Clara melamun menatap kegelapan, dimana Harold menghilang, mencerna kalimat yang ia tinggalkan.

 

「Keputusasaan ini adalah kecemasan yang tidak, perlu …… ..? Dapatkah aku sekali lagi memeluk Colette dengan tangan ini …… ..? 」

 

Tidak ada yang menjawab gumaman yang keluar dari Clara dan kalimat tersebut ditelan oleh keheningan.

Dia tidak tahu kenapa, tapi dia sekarang merasa seakan keheningannya sangat lembut.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)