My Death Flags Chapter 4

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

Ada beberapa pergerakan bersemangat pada hari berikutnya. Terutama oleh 2 prajurit.

 

Itu adalah 2 prajurit yang mengetahui tindakan Kazuki yang diambil sehari sebelumnya.

Untuk menentukan perintah pembungkaman rencana saat ini untuk menyelamatkan Clara, berpikir kalau itu akan sangat bagus untuk membatasi jumlah orang yang terlibat, Kazuki telah mengkonfirmasi apakah 2 orang tersebut adalah orang-orang yang dapat dipercaya dengan pekerjaan rahasia, dari Norman sehari sebelumnya.

 

Jawaban Norman adalah ya. Bagi Kazuki, itu menguntungkan tapi, sulit untuk mengatakan bagi para prajurit.

Dipanggil oleh Harold pagi-pagi, ketika mereka menuju ke kamarnya penuh dengan keraguan berpikir tentang kenapa mereka dipanggil, tiba-tiba mereka diberi penjelasan tentang rencana untuk menyelamatkan seorang pelayan.

 

Tanpa memahami situasinya, satu hal yang terukir ke dalam hati kedua prajurti tersbut dan kusir dari kereta kuda, yang dipanggil seperti mereka, kalau, jika rencana ini gagal dan diketahui oleh kelompok ketiga, kehidupan mereka akan berada dalam bahaya.

 

Oleh karena itu, salah satu prajurit menyelesaikan perintah yang diberikan satu demi satu dengan – hii hii.

Yang lain berlarian di kota pada waktu yang samaan.

Satu-satunya yang santai adalah sang kusir, yang tidak bekerja sampai malam.

 

「Ha, Harold-sama, saya telah membeli semua barangnya dan kembali」

「Lemparkan ke penjara sambil tidak terlihat. Setelah menyelesaikan itu, naik kuda dan mengkonfirmasi rute menuju jalan raya dengan matamu sendiri 」

 

「Tapi saya masih belum membawa kuda …… ..」

「Tidak masalah jika kau membawa salah satu kuda di rumah dan pergi. Namun, berikan cedera yang menimbulkan kecurigaan. Kembali sebelum hari gelap 」

 

Tidak ada ampun, tepatnya Spartan.

Jika harus dijelaskan kenapa, karena Kazuki sendiri sudah mencapai batasnya, ia tidak memiliki cukup ruang untuk memperhatikan sekelilingnya.

 

Mengkonfirmasikan kalau prajurit tersebut menuju ke kandang, Kazuki kembali berlatih magic.

Magic yang ia latih adalah magic kelas rendah 「Flame Column」, diterjemahkan langsung, itu adalah – Tiang api (Hibashira). Magic yang diperkirakan ditembakkan oleh Harold dalam cerita aslinya, untuk membunuh Clara.

 

Mereka sebenarnya tidak tahu apa itu, tapi di antara para pemain yang telah menyaksikan adegan film,  Itu mungkin 「Flame Column」 adalah apa yang mereka telah secara luas anggap, dan ia memutuskan untuk menyesuaikan diri dengan itu.

Nah, itu tidak terlalu penting tapi, kekuatannya lemah.

 

Pada awalnya, dengan malu ditambahkan kepadanya berpikir apakah dia benar-benar bisa menggunakan magic, ia merapal mantra. Anehnya, ketika berhasil pada percobaan pertama, seperti yang diharapkan, dia heboh, tetapi ketika ia melihatnya dengan baik, itu hanya naik hingga ketinggian 40 cm dan ketebalannya juga sekecil kaleng aluminium.

 

Dalam cerita aslinya, itu memiliki tinggi dan ketebalan yang bisa dengan mudah menyelimuti wanita dewasa, dan dalam adegan pertarungan, tampak seakan itu adalah tiang api yang memiliki ketinggian 2 – 3 m.

Jika tubuh ini benar-benar Harold Stokes, maka itu juga seharusnya memungkinkan bagi Kazuki untuk melakukannya.

 

Itu bukan seakan ia akan membakar Clara sampai mati, Kazuki juga tahu kalau itu tidak benar-benar diperlukan untuk memiliki begitu banyak kekuatan. Bahkan untuk kinerja sebenarnya, ia tidak punya niat untuk mengaktifkan magic seluas seperti yang ditunjukkan dalam adegan film.

 

Itu artinya, karena ia membiarkan Clara pergi, tidak mungkin dia bisa menunjukkan mayatnya, ia membutuhkan kekuatan yang cukup untuk menunjukkan kalau ia telah membakar begitu parah yang bahkan tidak ada abu yang tersisa. Untuk itu, dari beberapa saat yang lalu, Kazuki sedang berlatih magic sekaligus, meninggalkan bekas terbakar di tanah dan batang pohon dan juga membakar daun.

Meskipun itu di lokasi yang terbuka, dia masih di dalam hutan dengan lebat, ditumbuhi pohon-pohon. Dengan seksama memperhatikan agar tidak membuat kebakaran hutan, ia mengulangi sesuatu yang benar-benar membosankan.

 

「Fuu …… Seharusnya ini cukup kalau seperti ini」

 

Tidak ada perubahan dalam nada sombongnya meskipun ia berbicara pada dirinya sendiri. Bagi Harold, tampaknya seolah-olah ini adalah bagaimana ia berbicara aslinya.

Kesampingkan hal itu, untuk saat ini, ia menyamarkan sekitarnya seolah-olah itu karena api. Kemudian, untuk bertindak, untuk menunjukkannya, jika dia hanya membuat tiang api, itu akan dianggap bukanlah merupakan misteri kalau mayat telah dibakar.

 

Sejujurnya, dia agak cemas. Atau lebih tepatnya, ia penuh kecemasan.

Karena keputusannya akan membagi apakah seseorang meninggal atau tidak, tidak mungkin pikirannya bisa tenang.

 

Lagipula, mereka adalah karakter pada permainan – Bahkan jika dia berpikir seperti itu, setelah secara langsung bertukar kata dengan mereka dan mengalami emosi mereka, mereka adalah manusia sejauh Kazuki khawatirkan. Dia tidak mungkin melihat mereka hanya sebagai ikon komputer.

Tidak peduli seberapa banyak persiapan yang ia susun, 「Dengan ini, pasti tidak akan menjadi masalah」 – dia mungkin tidak bisa yakin kalau itu terjadi.

 

Sebaliknya, saat ini untuk Kazuki, cukup beruntung.

Ketika ia menyadarinya, ia tersesat di dunia yang tampaknya berada di dalam permainan, dan ia saat ini secara pribadi mengalami situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari merasuki tubuh karakter.

Dalam situasi seperti itu, tidak akan mudah untuk tetap tenang.

 

Namun, saat ini, Kazuki bisa melihat krisis yang mengancam jiwa mendekatinya, dan karena dia melakukan semua yang ia bisa untuk menghindarinya, ia tidak memiliki waktu ekstra untuk khawatir dengan urusan lain. Hampir seperti melarikan diri dari kenyataan, tapi itu fakta yang tak terbantahkan dengan melakukan itu, ia mempertahankan stabilitas mentalnya.

 

Dengan ini, apakah benar-benar baik-baik saja; Apakah adanya kecacatan di dalam rencana yang aku telah pikirkan; Apakah ada sesuatu yang harus aku lakukan lagi – Kazuki, tanpa menghentikan pikirannya, terbenam dalam membuat persiapan yang cermat sampai matahari terbenam.

 

Dan kemudian, malam bulan purnama yang sudah lama ditunggu muncul.

Di dalam hutan diterangi oleh cahaya bulan, Clara tiba, dibawa oleh prajurit.

 

Dia tidak mengenakan pakaian yang biasa pelayan kenakan, tapi pakaian biasa yang sering terlihat di kota. Pada siang hari, Kazuki telah mengirim prajurit untuk membelikannya, dan telah memerintahkannya untuk memberitahu dia agar mengganti pakainnya.

 

「Umm …… ..」

「Diamlah」

 

Dia memotong kalimat Clara, yang gelisah. Bahkan sekarang, Kazuki sangat gugup.

Bahkan sekarang, keheningan terus berlanjut. Kazuki, Norman, Clara dan tentara A- seseorang yang bersantai waktu itu-  Hal yang mematahkan keheningan yang menimpa, adalah suara dari kaki kuda menghentakkan tanah, dari kejauhan.

 

「…….Akhirnya」

 

Jauh dari dalam hutan, dari arah kota, orang-orang yang muncul adalah prajurit, yang menyingkarkan tanaman, dan seorang gadis kecil, menaiki 2 kuda.

Ketika mereka melihat satu sama lain, Clara dan gadis tersebut secara bersamaan mengeluarkan suara mereka.

 

「Mama!」

「Colette!」

 

Clara memeluk erat sang gadis kecil, yang diturunkan dari kuda. Dengan itu dalam penglihatannya, Kazuki menerima laporan dari prajurit.

 

「Maaf karena terlambat, Harold-sama. Perlu waktu untuk menyeberangi hutan sambil menarik kuda, jadi ……… 」

「Itu tidak penting. Sambil membawa gadis itu, apakah kau dilihat oleh penduduk kota? 」

 

「Tidak masalah. Tapi, tampaknya orang yang pergi dari kota ke rumah seperti dia, telah membocorkan keadaan, dan rumor kalau Clara segera dibunuh menyebar luas」

「Cih」

 

Dia tanpa sadar mendecakkan lidahnya. Sekarang baru dipikirkan, tentu saja, tapi dia tidak berpikir sejauh itu.

Seperti yang diharapkan, dia masih tidak cukup tenang.

 

Tapi untuk saat ini, ia tidak bisa khawatir tentang hal itu. Dia menunda penyesalan dan bercermin untuk lain waktu.

Ke 2 orang yang saling berpelukan dengan air mata mengambang di mata mereka, ia berbicara kepada mereka dengan nada mencurigakan.

 

「Aku akan menyajikan 2 pilihan untuk kau bajingan」

 

Dihadapan ke-2 orang yang melihat ke Kazuki, ia mengangkat jari telunjuknya.

 

「Pertama, mati di sini」

 

Karena kata Kazuki, Colette mengeluarkan suara seolah-olah dia ingin tertawa. Berbeda dengan itu, Clara memandang langsung ke mata Kazuki. Di depan mata mereka, ia selanjutnya mengangkat jari keduanya.

 

「Kedua, membuang tanah ini dan memulai kehidupan baru di luar wilayah Stokes」

「Eh?」

 

Dengan saran ini, seperti yang diharapkan, bahkan Clara membuka matanya lebar-lebar. Di luar wilayah, dengan kata lain, jika mereka bermigrasi ke wilayah bangsawan lain, kediaman Stokes tidak dapat mengganggu kehidupan mereka.

Artinya, pembebasan.

 

「Jika pilihan terakhir yang dipilih, maka akan menyatakan kalau kau bajingan mati. Kembali ke sini sekali lagi tidak diperkenankan dan semua hubungan yang dibuat sampai sekarang harus diputus 」

「……… Anda akan memaafkan saya?」

 

Bergumam karena kebingungan, Clara mengucapkan itu.

 

「Tentang apa?」

 

Tapi, dengan sombong, Harold menanyakan pertanyaan itu sebaliknya. Bagi Kazuki, dia ingin memberitahu – 「Tentang apa itu? 」- Dan berperilaku bodoh dengan senyum.

 

Pertama-tama, penyebab kegaduhan ini adalah ketika Harold bertemu Clara, yang menyiram kebun bungan, dan setelah tergelincir ke bawah ia menjadi kotor. Itu jelas kalau itu adalah kejadian yang benar-benar bodoh dalam permainan. Ini tidak bisa hanya disebut sebagai menyedihkan, terbunuh untuk hal seperti itu.

Untuk alasan itulah, kebencian Colette kepada Harold dalam permainan aslinya sangat tinggi.

 

Tentu, Kazuki bahkan tidak menganggapnya sebagai sesuatu dan itu bukan seolah-olah ia sedang marah, karena kesadarannya hanya muncul setelah insiden tersebut.

 

「Tidak masalah, jadi cepat pilih. Kalau bagiku, akan memudahkan dan membantu jika aku membunuhmu di sini dan sekarang 」

「……… Saya sangat menyesal. Saya merasa bahwa saya masih ingin terus hidup dengan gadis ini 」

 

(Benar¬)

 

Dengan ini, jika dia mengatakan sesuatu seperti – 「Silakan membunuhku」 – semua hal yang menyusahkan, akan sia-sia.

Sejak awal, tidak mungkin Kazuki bisa melaksanakan sesuatu seperti membunuh orang.

 

「Menyenang¬kan, membosankan. Kalau begitu, ambil ini dan pergi 」

 

Kazuki mengeluarkan tas goni dari saku jasnya dan dengan santai melemparkannya ke arah mereka. Membuka tali pengikat tasnya dan melirik ke bagian dalam, Clara membeku karena menjadi terkejut sekali lagi.

 

「Ini, ini adalah …… ..?」

「Uang hiburan. Jangan bilang kau tidak tahu artinya 」

 

「-Terima kasih banyak」

 

Clara meletakkan tangannya di tanah dan dengan suara bergetar, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Uang tersebut adalah dana yang diberikan ayahnya, ketika Harold mengatakan kalau ia ingin pedang dan begitu, sulit bagi Kazuki untuk menerima rasa syukur yang secara jelas.

 

「Aku akan memberikan ini padamu」

 

Seakan menyembunyikan rasa malunya, Kazuki juga menyerahkan sesuatu pada Colette. Itu adalah kalung yang memiliki lambang 「Knight Order of the Saint King」 – pedang bermata satu menirukan sayap, berkilau 「Silvery Obsidian」 – sebagai ornamenya. Itu sebuah artikel yang ditemukannya ketika ia berada di tengah-tengah pencarian di kamar Harold.

 

「Jangan biarkan ini terpisah darimu, selalu memakainya di lehermu. Ini adalah syarat untuk membiarkanmu brengsek lari. Mengerti? 」

「Y, iya」

 

Meskipun ia ketakutan, Colette mengangguk.

 

「……… .Tapi, Jika seorang pria yang menginginkannya muncul, berikan padanya. Berikan hanya kepada seorang pria yang usianya sekitaranmu dan terlihat sedikit berbakat. Sebagai gantinya, buat dia berjanji untuk melindungimu sebagai seorang ksatria 」

「Uhh ……?」

 

Colette kebingungan pada perintah Harold yang terlalu rinci. Bahkan jika dia ingin menjelaskannya dengan cara yang lebih sederhana, mulutnya tidak akan memungkinkan dia untuk melakukan itu.

Setelah itu, bantuan yang tepat waktu datang dari sampingnya.

 

「Harold-sama memberitahumu untuk menyerahkannya kepada orang yang akan melindungimu」

 

Terjemahan yang bagus – pikirkan itu, Kazuki mengepalkan tinjunya perlahan dan berpose.

Colette yang memahami maknanya kali ini, ketat mengangguk dua kali.

 

「Un, mengerti」

「Kalau begitu pergilah. Hal ini tak tertahankan bagiku untuk disusahkan oleh kalian lagi 」

 

Berbalik, Kazuki memberi perintah kepada 2 prajurit. Telah diatur kalau Clara dan Colette harus naik kuda dari sini dan itu harus dibimbing sampai jalan raya. Setelah itu, tidak ada pilihan lain selain menyerahkan ke prajurit A, B dan kusir dari kereta kuda.

 

「Harold-sama. Sungguh, terima kasih banyak 」

 

Tepat sebelum menaiki kuda, Clara dan Colette bersamaan, membungkuk dalam-dalam, menyatakannya, dan kemudian pergi.

Tidak diragukan lagi, mereka menunjukkan rasa terima kasih mereka kepadanya melakukan sesuatu sebisanya, untuk mereka.

 

Namun, bicara sebenarnya, Harold adalah penyebab semua ini jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk berterima kasih padanya. Tentu saja, jika bukan karena Kazuki, Clara mungkin telah meninggal, tetapi dari awal, jika bukan karena Harold, maka tidak mungkin mereka akan kesulitan seperti itu.

 

(Operasi penyelamatan saat aku berakting dengan gayaku sendiri, bahkan jika kau mengungkapkan rasa terima kasihmu ……)

 

Setidaknya, tidak mungkin dia merasa bangga. Yah, tak’apa karena Clara dan Colette bisa hidup bahagia setelah ini – memikirkan itu, untuk sementara waktu, ia menghentikan perasaan sedih dalam hatinya.

Ada satu pekerjaan terakhir yang tersisa untuk dilakukan.

 

「Norman, kembali duluan」

「……… Dimengerti」

 

Norman menanggapi perintah Harold setelah ragu-ragu untuk bernapas. Melihat ekspresi Harold, yang tampak seakan ia merenungkan sesuatu, dia ragu-ragu karena dia berpikir apakah itu akan baik-baik saja untuk meninggalkan anak tersebut sendirian.

Namun, ekspresinya kembali menjadi tenang dalam beberapa saat kemudian. Kalau begitu, sekarang bukan waktunya untuk menyisipkan – berpikir seperti itu, Norman memutuskan untuk mundur.

 

Dan kemudian, ia segera menyadari kalau itu adalah sebuah kesalahan.

 

Selagi ia enggan menuju kembali ke rumah, angin membawa suara Harold ke telinga Norman.

Ketika suara, yang patah karena itu tercampur antara suara gemerisik daun pohon, mencapai telinganya, Norman secara refleks berhenti berjalan.

 

「Ha, wajah tak’ sedap dipandang ……… tidak ada nilai dalam kehidupan ……….」

 

Suara anak itu, yang bisa terdengar samar-samar, berisi ejekan..

 

「Tidak mungkin …… ..memaafkan …… ..」

 

Seakan menyesali dosa seseorang

 

「Kehidupan …… ..tidak berguna …… Setidaknya, jika …… .kematian ………, kan?」

 

Namun, itu berisi ketajaman yang bisa memotong tubuh seseorang.

 

Monolog dari seorang anak berusia 10 tahun. Dengan kepandaian yang tidak seperti anak biasanya, ia menyelamatkan orangtua dan anaknya, dan ia, yang telah mencapai sesuatu yang layak dipuji, menderita.

Sendirian, sehingga tidak ada yang bisa mengetahuinya.

 

「Telah berakhir「 Flame Column 」」

 

(Gou)

 

Sebuah gemuruh, bersamaan dengan angin panas bertiup melalui hutan. Tiang api, yang tumbuh lebih tinggi dan lebih tinggi, seakan itu adalah manifestasi dari perasaan dalam hati Harold, adalah dengan ganas membara.

Seakan membakar rasa sakit yang terdapat dalam tubuh kecilnya.

 

IMAGE

 

Konflik yang ada di dalam Harold. Norman, menangkap sekilas bagian itu dan sedang membeku sambil kebingungan, tidak bisa bergerak sampai Harold kembali, dicap daun dan cabang.

Melihat Norman seperti itu, ekspresi Harold berubah.

 

「Apa yang kau lakukan di tempat seperti ini? Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk kembali duluan」

 

Suara Kazuki menjadi berat. Ini karena, baru saja, ia berbicara dialog yang ada dalam kejadian.

Di tempat di mana tidak ada satu orang pun, mengejek dan tertawa pada Clara yang sudah pergi sejak lama, dan bicara sendiri sambil bergumam – ini adalah rasa malu saat masa gelapnya bersinar cemerlang. Jika seseorang mendengarnya, itu pada tingkat di mana ia akan menggantung diri atau setidaknya serius mempertimbangkan melakukannya.

 

Apalagi, jika orang-orang mulai berpikir kalau Harold adalah orang menyedihkan yang mengidap chuunibyou, maka tidak hanya berakhir dengan kehancuran karakternya. Dia harus membungkam siapa saja yang akan mengekspos perilaku memalukannya, karena jika tidak, maka ada kemungkinan kalau di masa depan hal itu akan menyebabkan situasi merepotkan.

 

「Segala sesuatu yang terjadi, segala sesuatu yang kau lihat dan segala sesuatu yang kau dengar hari ini, lupakan semuanya. Jika tidak, jangan beritahu kepada siapa pun di kemudian hari, bawalah sampai kuburanmu. Aku tidak akan menerima jawaban selain “Ya” 」

 

Seakan penuh semangat menekan jawabannya, ia terus berbicara pada Norman tanpa jeda.

Itu sesuatu yang ia putus asa sampai sejauh itu, tapi keputasasaan tersebut berbeda artinya di mata Norman.

 

(Mencoba untuk menyembunyikan kelemahannya sampai segitunya, mengapa ……… Meskipun ia masih anak-anak, berapa besar tanggung jawab yang berusaha Harold-sama pikul)

 

Sikap keras kepala untuk tidak bergantung pada orang lain adalah kesedihan itu sendiri.

Tapi Norman tidak bisa melakukan apa-apa selain menganggukkan kepalanya.

 

Melirik pada Norman yang menunjukkan pengertiannya, Harold pergi dengan langkah cepat. Perginya sosok tersebut seakan sangat kelelahan.

 

Mungkin, Harold, mengambil orangtua kandungnya sebagai contoh yang baik dari apa yang tidak harus dilakukan, tanpa memiliki kekuasaan yang sesungguhnya, mencoba untuk menghindari pertentangan secara langsung dan menipu mereka.

Dia tidak bisa melakukan apa-apa selain itu. Jika kebetulan, pikirannya diketahui oleh orangtuanya karena pihak ketiga, tidak diragukan lagi akan menimbulkan perselisihan.

 

Jika itu anak normal, mereka mungkin akan berselisih dengan orangtua mereka seperti itu, tapi karena anak ini cerdas, ia mungkin telah memahami seberapa besar itu mempengaruhi masa depannya, jika ia telah melakukan itu.

Untuk tidak menjadi seperti itu, dia memilih untuk menipu orangtuanya dan semua orang di rumah tersebut. Dengan demikian, tidak satu orang pun yang ada hubungannya dengan kediaman Stokes bisa melwati wajah palsunya untuk mengetahui apa yang sebenarnya dia seperti apa.

 

Motifnya untuk bertindak seperti yang selalu ia lakukan, tidak akan jelas jika bukan karena insiden yang tidak teratur ini, dan kemungkinan besar, ia juga tidak akan diketahui saat di masa depan.

Terhadap anak yang terus menerus berjuang sendirian, ia, yang memiliki pengalaman menghakimi, tidak memiliki hak untuk mengkhawatirkan tentang dia.

Norman menemukan kalau itu sangat menjengkelkan.

 

「……… Tidak, aku tidak bisa terus-terusan menyesal dan tidak melakukan apa-apa」

 

Aku pasti akan terus menyesali ternyata aku tidak bisa mendekati Harold selama 10 tahun terakhir, sepanjang hidupku .

Tapi, hanya melakukan itu, tidak akan menyelesaikan apa-apa. 10 tahun kemalasan, tidak ada cara lain selain untuk mendapatkannya kembali dari menggunakan semua waktu yang tersisa, mulai dari sekarang.

 

Sampai hari anak sebaik itu kehilangan alasan untuk terus menyiksa hatinya dengan dalih kejahatan.

 

 

Berapa banyak waktu yang telah berlalu dari yang terguncang karena gerobak.

Sambil membelai rambut anakku, yang sedang tidur menggunakan pangkuanku sebagai bantal, aku melihat langit menjadi lebih cerah. Fajar sebentar lagi.

 

Tapi tetap, Clara tidak merasa kantuk dan merasa sensasi lembut seolah-olah dia melayang di udara.

Dalam 2 hari terakhir, dunianya telah berbalik sepenuhnya.

 

Ketika ia dikurung di penjara, dia sudah berpikir kalau ia akan dieksekusi. Satu-satunya hal yang dia rasakan adalah rasa takut terhadap kematian dan keputusasaan untuk meninggalkan putrinya sendirian.

Orang yang menyelamatkan dia dari hal itu adalah anak laki-laki, yang usianya berbeda hanya satu tahun dari putrinya.

 

Demi seorang pelayan, yang bisa digantikan dengan mudahnya, ia menyerahkan pakaian, kuda dan kereta dan juga, sejumlah uang bagi mereka untuk memulai kehidupan baru, secara gratis.

Tidak mungkin orangtua Harold, yang telah memaki Clara dengan memanggilnya「Spesies rendah」, akan memperbolehkan hal seperti itu. Yang berarti ini adalah sesuatu yang ia sendiri telah lakukan.

 

Ketika merak dikawal ke kereta, dia mendengar dari 2 prajurit tentang bagaimana anak tersebut menyelamatkan mereka.

Pertama, mengatakan kalau ia ingin pedang dari seorang pandai besi terkenal di Lietze, ia memperoleh surat jalan. Dia memberikannya untuk digunakan oleh kusir dan kemudian, memintanya untuk berpura-pura berangkat ke Lietze pada pagi hari, sementara ia bersembunyi di hutan yang berada di sekitar jalan raya, di mana ada sedikit orang, agak jauh dari kota.

Sementara itu, kedua prajurit, yang berpakaian sipil agar mereka tidak mencolok, pergi ke kota untuk meminjam kuda dan membeli dan mengumpulkan barang-barang yang diperlukan. 「Berkat itu, kami berlarian di kota sepanjang hari」 – tersenyum kecut sambil menceritakannya, tetapi juga merasa sedikit bangga, prajurit tersebut menceritakan.

 

Dan kemudian, setelah memasuki Brosch, Clara dan Colette akan menetap di desa, sementara kereta kuda dan 1 dari prajurit akan melanjutkan ke Lietze. Tidak akan terlihat mencurigakan karena, pada rute terpendek dari wilayah Stokes ke Lietze, mereka harus melewati desa Brosch.

Perjalanan ke Lietze akan memakan waktu 4 – 6 hari, jadi penundaan 1 hari penuh juga dalam perhitungan.

 

Ketika Clara mendengar ini, dia pasti heran. Seorang anak berusia 10 tahun telah memikirkan sebuah rencana yang rumit seperti itu bahkan belum setengah hari, dan telah memperoleh hasil luar biasa seperti ini.

Ditambah, uang yang diberikan kepadanya adalah uang yang diberikan oleh ayahnya untuk membeli pedang untuk dirinya sendiri.

 

Lalu, ketika mereka pergi ke Lietze, mereka tidak akan mampu membeli pedang – ketika Clara khawatir tentang itu, sang kusir menahan tawanya.

Ketika ia menanyakan alasan dari tertawanya, ia mengatakan kalau ia telah menanyakan Harold pertanyaan yang sama ketika ia mengungkapkan rangkaian rencana kepadanya. Dan, ia mendapatkan jawaban seperti ini.

 

「Brengsek, kau idiot. Bukannya tidak masalah jika kau memilih pedang murah secara acak 」

 

Seakan ada kelembutan yang tercampur dalam ucapannya yang tajam. Mungkin ia merasakannya, karena mendengar kusir mengatakan itu seakan itu menyenangkan, meninggalkan kesan yang mendalam pada dirinya.

 

Bukan berarti selama hidupnya Clara disebut sebagai lancar tapi tetap saja, Colette dilahirkan dan bertemu Harold, dia berpikir kalau 2 hal tersebut yang tak tergantikan.

 

「Clara-san, apa kau sudah bangun?」

「Ya. Apa ada sesuatu yang terjadi? 」

 

「Desa Brosch sudah terlihat」

 

Mendengar ucapan kusir, ia mengintip dari belakang.

Hal yang terlihat oleh Clara, diterangi oleh sinar matahari terbit dari ufuk dan tertutup kabut pagi, sebuah desa Brosch berkilauan.

 

「Kita akan tiba pada saat matahari telah benar-benar naik. Sampai saat itu, bagaimana kalau beristirahat untuk sementara waktu? 」

「Terima kasih atas perhatian Anda. Tapi, untuk saat ini, saya ingin mengukir ini ke dalam ingatan saya ……… 」

 

「Begitukah. Yah, aku mengerti, perasaan tersebut 」

 

Clara, kusir dan bahkan kedua prajurit, hati mereka dicuri oleh pemandangan yang seperti sebuah ilusi.

Dan karena bentuk desa Brosch, yang seolah-olah itu memberkati kehidupan baru Clara dan Colette.

 


Chapter Selanjutnya | Chapter Sebelumnya


Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)