My Death Flags Chapter 7

Oleh Pride of Nyx on October 3, 2017

“Jika kau sudah mengerti, langsung mulai. Norman, gabungkan semua yang aku jelaskan tadi ke dalam dokumen untuk meyakinkan orang-orang. Jika ada poin yang tidak jelas atau bagian yang membuatmu khawatir, jangan ragu-ragu, tanya padaku.” (Harold)

“Baik. “ (Norman)

 

“Jake, bagi rumah-rumah pertanian yang berdekatan seragam mungkin, berdasarkan skala operasi mereka. Aku akan menentukan bidang area yang dibutuhkan untuk mengolah tanamannya, jadi kau tidak perlu untuk memikirkan hal itu. “ (Harold)

“Baik. “ (Jake)

 

Karena ia telah memberitahu mereka segitu banyak, sisanya akan diurus oleh keduanya yang terlihat mampu. Untuk saat ini, hanya segini yang bisa dilakukan – ia bersandar kembali ke kursi sambil berpikir seperti itu, matanya bertemu dengan Zen, yang masih di dalam ruangan.

 

“………Apa?” (Harold)

“Apa yang harus saya lakukan, Harold-sama.“ (Zen)

 

Zen bertanya, matanya bersinar terang.

Tapi sayangnya, dia tidak mengerjakan apapun sampai saat ini.

 

“Jangan melakukan apa-apa. Atau lebih tepatnya, kembali ke pekerjaanmu.“ (Harold)

 

Sejak awal, Kazuki tidak memanggil Zen. Karena ia berkeliaran di dalam ruangan seperti biasanya, Kazuki hanya mengabaikannya.

 

“Hari ini aku libur! “ (Zen)

“Jadi kenapa kau datang ke sini? “ (Harold)

 

Menendang Zen, yang memberikan acungan jempol, di belakang, ia mengusir dia keluar dari ruangan.

Di ruang yang kosong, ia menghela napas.

 

Dengan ini, tahap pertama selesai. Semua yang tersisa hanya menunggu Norman dan Jake menyelesaikan persiapannya.

Dia tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan, tapi untuk saat ini, dia bisa tenang selama satu minggu.

 

Namun, ketika berpikir seperti itu, masalah baru datang tiba-tiba.

Terjadi ketika makan malam. Ayah Harold tiba-tiba menjatuhkan bom di atas meja makan.

 

“Harold, pasangan hidupmu telah ditentukan.“ (Ayahnya)

 

Alasan kenapa dia tidak menyemburkan jus buah yang berada di mulutnya karena Kazuki sudah tahu Harold memiliki tunangan.

Meski begitu, ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya karena ia menghabiskan seluruh waktunya pada tumpukan masalah yang berada di depannya, dan dia sudah lupa tentang keberadaan tunangan Harold.

 

“Pasangannya? Siapa?” (Harold)

 

Meski tidak merasakan malu sedikitpun, ia bertanya kembali dengan respon yang tampaknya serupa.

 

“Putri dari keluarga Sumeragi. Lebih tepatnya, itu hanya pertunangan, tetapi dengan ini, garis keturunan keluarga Stokes akan menjadi lebih kuat.” (Ayahnya)

“Oh, sangat bagus!” (Ibunya)

 

Orangtuanya tertawa dengan bersemangat. Tentu saja, bagi mereka berdua yang darah murni, itu merupakan kabar baik.

Kediaman Sumeragi adalah salah satu di antara keluarga Bansawan yang telah membantu dalam pendirian negara ini, dan dari organisasinya, bahkan sekarang, hubungan mereka dengan kerajaan begitu dalam. Jika mereka terhubung dengan darah dengan kediaman seperti itu, maka pamor kediaman Stokes, yang mendukung prinsip darah murni, akan meningkat.

 

“Dan, mereka mengatakan sangat ingin bertemu denganmu. Kita akan segera pergi ke wilayah Sumeragi.” (Ayahnya)

 

Sangat bohong — bagaimanapun dia menghentikan dirinya sebelum ia bisa mengatakan itu. Tapi Kazuki, yang memiliki pengetahuan tentang cerita aslinya, mengetahui kalau Sumeragi tidak antusias tentang pertunangan ini.

Awalnya, ada perbedaan besar dalam status antara kediaman Stokes dan kediaman Sumeragi. Meskipun begitu, alasan kenapa pertunangan ini terjadi karena skenario cerita aslinya.

 

(Hah, Tunggu sebentar? Mungkin, tahap ini adalah ……….)

 

Pada saat informasi di kepalanya bermunculan, terbentuk ide cerdas.

Karena pembicaran tentang pertunangan sudah muncul, pasti sudah ada suatu kerusakan pada kediaman Sumeragi. Namun, seharusnya kerusakannya masih rendah karena ini sebelum mulainya cerita asli, dan jika Kazuki ikut campur, kemungkinan menghentikan kerusakan dari menyebar luar pasti besar. Akan ada beberapa efek pada cerita jadi ia tidak akan terlalu antusias, tapi karena ini menyangkut kehidupan manusia, ia memutuskan kalau ia tidak bisa melanjutkan tanpa mengorbankan sesuatu.

 

“Kapan yang dimaksudkan dengan segera?.” (Harold)

“2 sampai 3 hari lagi.” (Ayahnya)

 

(Haa-!)

 

Dalam jangka waktu segitu, ia tidak akan mampu mengumpulkan barang yang diperlukan. Terutama, barang yang hanya dapat diperoleh sebagai 「Item Drop」 dari mengalahkan monster, suatu masalah.

 

Yah, berbeda dari dunia permainan di mana barang bisa dibeli hanya di toko-toko tertentu, karena ada kegiatan ekonomi di dunia ini, ada kemungkinan barang tersebut mungkin beredar, dan jika dia serius memikirkannya, bahkan jika ia mengumpulkan barang yang dibutuhkan, ia tidak bisa menunjukkan efeknya hanya di wilayah Sumeragi.

Kalau begitu, hal terbaik yang bisa ia lakukan adalah menulis sebuah surat terlebih dahulu, dan mengirimkannya ke keluarga Sumeragi tanpa sepengetahuan orang tuanya.

 

Begitu Kazuki selesai makan, ia masuk ke kamarnya, dan berdasarkan ingatannya, ia mulai mengingat resep untuk membuat suatu bubuk.

 

(Anise hysopp dan taring dari 「Gadun」, rumput Reel ……. Dan apa lagi? Jika aku tidak salah, ada sesuatu yang tampak seperti obat tradisional Cina ………)

 

Peracikan dalam 「Brave Hearts」 tidak hanya untuk menciptakan item pemulihan, tetapi juga untuk senjata dan baju besi dan terkadang, juga mesin, menggunakan banyak kombinasi.

Bahkan bagi Kazuki, yang hampir dipenuhi semua ke dalam kepalanya, itu menyusahkan untuk mengingat detailnya.

Akhirnya, saat ia mengingat rincian total 5 item peracikan dan menulis surat untuk kediaman Sumeragi sebelum ia lupa, itu sudah fajar, dan sinar matahari masuk melalui jendela.

 

Akibatnya, memegang surat yang ditulisnya dengan memuaskan, seperti yang direncanakan sebelumnya, 3 hari setelah makan malam, Kazuki menuju wilayah Sumeragi yang menaiki kereta kuda untuk pertama kali dalam hidupnya.

Perjalanan memakan waktu 9 hari. Jika mereka tidak membuat kamp, ​​itu akan dipersingkat beberapa hari, tetapi ada kepala kelas tinggi keluarga Stokes saat ini.

 

Akibatnya –  Ada hal-hal lain selain berkemah, hal tersebut tak terelakkan mereka tinggal di penginapan terbaik di kota, setiap hari. Tapi beruntungnya mereka tidak bertemu dengan monster yang kuat, karena mereka tidak melakukan perjalanan pada malam hari ketika monster sangat aktif.

Kazuki tidak menanyakan apakah akan baik-baik saja dengan pekerjannya, karena pulang-pergi akan memakan waktu sekitar 3 minggu.

 

Dan dengan begitu tidak ada masalah, selain waktu yang dihabiskan sendirian dengan ayahnya menjadi besar, mereka tiba di kediaman Sumeragi pada akhir dari perjalanan mereka.

 

Penampilan dari arsitektur kayu, yang membuat orang berpikir kalau mereka sedang berada di Jepang dari masa lalu. Keranjang lampu merah yang menggantung di tepi atap, suara air mancur bambu berdering dari halaman dan pohon hidup dengan bunga sakura menjulang ke atas. Itu adalah tempat yang dipenuhi dengan gaya rasa Jepang.

Setting dari kediaman Sumeragi berasal dari timur dan bukan hanya rumah bahkan pemandangan kotanya juga keseluruhan bergaya Jepang.

 

“Selamat datang. Tuan dan Nyonya telah menunggu, jadi tolong ikuti saya.” (Pelayan)

 

Seorang pria tua berambut putih sedang duduk menunggu mereka di pintu masuk utama. Dari pakaian dan sikapnya, Kazuki merasakan ia bukan hanya pelayan biasa.

Dengan bimbingannya, mereka memasuki rumah tersebut.

 

“Entah kenapa aku tidak bisa tenang karena melepas alas kaki di dalam rumah. Bahkan jika ini disebut sepatu ruangan.” (Ayahnya)

“Karena ini adalah budaya kediaman Sumeragi, tolong diperhatikan.” (Pelayan)

 

Di samping keluhan ayahnya, Kazuki membariskan sepatu yang dia sudah lepas, dengan cara yang terlatih.

Setelah melakukannya, 「Ah, ini tidak seperti Harold」 – ia menyadarinya.

 

Namun, karena mereka terlihat tidak menyadarinya, ia merasa lega.

Setelah itu, pria tua akhirnya berhenti setelah berjalan melalui koridor hampir setengah luasnya.

 

“Tuan, saya telah membawa Hayden Stokes-sama dan putranya, Harold-sama.” (Pelayan)

“Silahkan, masuk ke dalam.” (Tasuku)

 

Redup, tetapi suara yang tenang terdengar dari sisi lain dari pintu geser. Pria tua itu duduk berlutut, dan mendorong pintunya untuk membuka menggunakan kedua tangannya.

Itu ruang bergaya Jepang yang luas, dengan ukuran sekitar 20 tatami. 3 orang saling duduk bersampingan di meja kayu, yang di letakkan pada tengah ruangan.

 

Di tengahnya adalah kepala keluarga Sumeragi saat ini, Tasuku Sumeragi. Di sebelah kanannya adalah istrinya, Koyomi Sumeragi.

Mereka pasangan, yang lembut dan tenang teraplikasikan dengan sempurna, dan mereka dilimpahi dengan kebaikan. Namun, saat ini, terlihat seakan ekspersi mereka gelap.

 

Dan, masalahnya adalah kehadiran gadis tak’ berekspresi pada arah kiri Tasuku.

Rambut hitam memanjang sebahu, sebuah jepit rambut dengan warna merah muda, yang cocok dengan rambutnya, dan mengenakan kimono lengan panjang berwarna hijau muda, adalah putri sulung keluarga Sumeragi, Erika Sumeragi.

 

(Cahaya di matanya menghilang, Oi. Aku tidak bisa merasakan semangatnya ……..)

 

Berhubung dia berpakaian seperti itu, seakan dia adalah boneka.

Dia belum cukup muda untuk dengan polosnya senang akan pertunangan ini, juga tidak dia belum cukup dewasa untuk menyembunyikan perasaannya dan hanya tersenyum di luar. Tapi tetap saja, seakan ini adalah hasil setelah dia entah bagaimana sepakat dengan situasi ini.

 

Tapi ia yang sesungguhnya berbeda. Erika, seperti namanya, adalah seorang gadis anggun yang tersenyum seperti bunga.

Karena Kazuki mengetahuinya, hatinya sesak. Itu karena dia seorang gadis berusia 10 tahun membuat wajah seperti itu.

(T/L : Erica adalah bunga – Erica Carnea)

 

Namun, sekali lagi, tidak ada orang lain selain Harold yang bisa membuat dia berhenti membuat wajah seperti itu. Ini akan terlalu menyedihkan baginya untuk menghabiskan 8 tahun seperti ini, sampai ia bertemu protagonis.

 

“Ini adalah pertama kalinya kita bertemu, bukan? Saya kepala keluarga Sumeragi saat ini, Tasuku Sumeragi.” (Tasuku)

“…….. Saya Harold Stokes. Senang bertemu dengan Anda.” (Harold)

 

Setelah Kazuki bertukar salam dengan Tasuku, ia duduk di bantal yang diletakkan. Tanpa diduga, seakan mulut ini bisa berbicara dalam bahasa yang sopan.

Diskusi dimulai ketika ia mengetahui sesuatu yang baru.

 

“Terima kasih banyak karena sudah susah payah datang ke sini.” (Tasuku)

“Apa yang kamu bicarakan. Itu wajar.” (Ayahnya)

 

Kedua kepala rumah, tidak peduli bagaimana mereka sebenarnya, mulai bercakap-cakap dengan tenang. Itu tidak tampak seolah-olah, misalnya, karena mitra pertunangan bertemu tatap muka, suasana yang berbahaya akan ada ketika mereka saling pandang.

Ketika merasa lega, Kazuki mempelajari situasinya. Pada dasarnya, Tausku dan Hayden yang mengoceh, memberikan apa yang disebut dengan lip service satu sama lain, terkadang Koyomi akan tersenyum elegan, yang tidak tampak seolah-olah itu terpaksa sama sekali.

 

Karena pertunangan yang diputuskan oleh orangtua mereka karena suatu masalah politik, giliran Erika dan Harold hampir tidak ada. Karena tidak ada ruang bagi mereka untuk ikut campur, mau gimana lagi.

 

“Mmmm? Erika-chan. Harold cukup tampan, kan?” (Tasuku)

“Ya, sangat.” (Erika)

 

Dengan santai, Hayden menanyai Erika, sebagai lelucon. jawaban itu ditanggapinya langsung, dengan suara sangat datar.

 

“Maaf, Stokes-sama. Sepertinya gadis ini gugup ………” (Tasuku)

 

Tasuku memperhalus tersebut, tapi daripada menyebutnya gugup, itu nada yang nyaris tidak memiliki perasaan di dalamnya. Yah, agak kasar untuk menanyakan anak seusia itu untuk menghadapi situasi ini secara dewasa.

Hayden, yang menerima respon seperti itu, tampaknya tidak keberatan. Bahkan jika Erika secara jelas menolaknya, ia tidak akan keberatan akan hal itu.

 

“Yah, wajar untuk bingung jika pasangan menikah seseorang diputuskan pada usia tersebut. Bahkan Harold juga sama.” (Ayahnya)

“Ya. Karena saya bertemu orang semanis Erika-san untuk pertama kalinya, bahkan saya merasa gugup.” (Harold)

 

Karena lebih dari setengah benar adanya, itu bukan seolah-olah ia menyanjung, tetapi berbeda dari Erika, karena cara bicaranya yang tampaknya cukup tenang, itu bisa terdengar sebagai pujian.

Meskipun nadanya telah berubah, kesamaannya tidak menghilang. Seolah-olah anak yang dikenal sebagai Harold tidak memiliki hubungan dengan sikap yang lemah lembut atau rendah hati.

 

“Nah Sayang, karena mereka telah datang ke sini, bagaimana membiarkan Harold dan Erika bersama sehingga mereka dapat berbicara tanpa beban?” (Koyomi)

“Oo, ide bagus!” (Tasuku)

 

Hayden melompat pada saran Koyomi.

Mulai dari sini, pembicaraan serius tentang pertunangan akan mulai. Bagi Koyomi, itu tak tertahankan untuk membuat putrinya, yang sebenarnya membenci hal ini, mendengarkan pembicaraannya. Ini adalah kepedulian, yang berasal dari kasih sayang orangtua pada putrinya.

 

“Benar. Erika, tunjukkan Harold-kun sekitar untuk sementara waktu. Kamu datang kembali sekitar waktu makan malam.” (Tasuku)

“………Baik. Kalau begitu, Harold-sama, silahkan lewat sini.” (Erika)

 

Namun, bagi Kazuki, ini adalah anugerah. Tidak perlu bagi Kazuki untuk memulai topik pembicaraan agar menciptakan situasi seperti ini.

 

“Ini adalah sebuah kehormatan untuk didamping oleh Erika-san.” (Kazuki)

 

Berdiri, ia mengikuti Erika dan meninggalkan ruangan bergaya Jepang.

Mulai dari sini, adalah momen penting bagi Kazuki.

 


Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya


 

Penerjemah | Villager E | Osananjimi | Irfan desu | Chat aja dulu, nanti kita bicarakan lagi untuk ke depannya, aku sih optimis kita cocok.. *benerin sarung* ┬──┬◡ノ(° -°ノ)